Slank rilis album ke-23 “Slanking Forever”, direkam di Lokananta

Jakarta (ANTARA) – Slank merilis album ke-23 bertajuk “Slanking Forever” secara eksklusif di Shopee. Istimewanya, album tersebut direkam di studio rekaman legendaris, Lokananta, di kota Solo, Jawa Tengah.

“Pemilihan lokasi pengambilan rekaman untuk album ‘Slanking Forever’ didasari dengan nilai legendaris yang dimiliki oleh Studio Lokananta sebagai warisan budaya yang tak tergantikan. Tapi sayangnya, seperti terabaikan,” kata gitaris Slank, Bimbim dalam keterangan pers yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Bimbim menambahkan Slank berharap dengan dirilisnya album yang direkam di tempat bersejarah itu, akan ada perhatian dari pemerintah untuk lebih mengapresiasi tempat tersebut.

Baca juga: Kaka Slank suarakan bahaya plastik sekali pakai melalui musik

“Album ini merupakan fase paripurna atau pelengkap… Memasuki usia 36 tahun, kami memasuki babak baru dalam karir dengan membuat musik dan di sini Shopee merupakan pelengkap Slank dalam fase ini dengan menghadirkan @TheSlankStore Official Shop,” kata Bimbim.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap Shopee dapat membantu memperluas jangkauan dan menyentuh masyarakat lebih luas lagi dengan karya kami,” ujarnya melanjutkan.

Ada 10 lagu dalam album tersebut yakni “Rumahku Itu Kamu”, “Bercinta Di Sorga”, “Jangan Marah”, “Ramai Tapi Sepi”, “CCTV Tuhan”, “Sumba Humba”, “So Goodbye”, “Oh Memi” serta dua lagu instrumental, “Rocknrolloka” dan “Solo Balapan”.

Album volume ke 23 Slank hadir dalam kemasan box set yang berisi cakram padat (CD) album, DVD Rocknrolloka, booklet foto, kaos, sertifikat album dan uang elektronik yang dikemas secara khusus menggunakan foto Slank yang hanya bisa didapatkan secara eksklusif melalui @TheSlankStore Official Shop di Shopee.

Baca juga: Slank sapa penonton Medan dengan 20 lagu

Baca juga: Diguyur hujan, konser Slank di Medan tetap berapi-api
 

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sudah 17 tahun Soundrenaline konsisten jadi ajang reuni musisi

Surabaya (ANTARA) – Festival musik Soundrenaline tahun ini memasuki tahun ke-17, mereka tetap ingin mempertahankan ajang musik ini sebagai tempat para musisi menjalin keakraban, selain kolaborasi dalam bermusik.

“Seperti Lebaran-nya para musisi, bertemu semua,” kata kurator musik Soundrenaline, Widi Puradiredja, saat jumpa pers di Surabaya, Kamis.

Baca juga: Deretan penampil Soundrenaline 2019 tahap pertama diumumkan

Bagi Widi, yang juga anggota band Maliq & D’essentials, Soundrenaline bukan hanya menjadi ajang musik tahunan, melainkan juga perayaan bagi para musisi yang tampil. Soundrenaline berusaha menjaga energinya sebagai salah satu festival musik agar para musisi yang tampil di ajang tersebut juga merasakan kebanggaan tampil dalam festival tersebut.

Perayaan festival musik yang ke-17 ini dimaknai dalam tema “Spirit of All Time” sekaligus untuk menghadirkan musim yang tidak lekang oleh waktu.

Aditya Bagja, salah seorang pemain band The S.I.G.I.T juga merasakan festival musik ini merupakan salah satu ajang mereka bertemu dengan teman musisi dan bertukar pikiran.

“Kita ngobrol sebelum main,” kata Adit.

Baca juga: Album baru THE S.I.G.I.T akan lebih manis

Soundrenaline 2019 akan digelar di Garuda Wisnu Kencana, Denpasar, Bali pada 7-8 September. Widi mengungkapkan pemilihan Bali sebagai lokasi rutan penyelenggaraan Soundrenaline pun dilandasi berbagai faktor.

GWK menurut Widi merupakan salah satu tempat terbaik untuk mengadakan pertunjukan musik, ditambah lagi Bali sudah populer sebagai tujuan wisata di mata turis mancanegara.

Baca juga: Soundrenaline 2019 digelar dengan semangat lebih progresif

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Ain’t Gonna Give Up” jadi pembuka proyek baru RAN tahun ini

Jakarta (ANTARA) – RAN, grup yang beranggotakan Rayi, Asta dan Nino, tahun ini punya konsep baru dalam berkarya. Untuk proyek “Omne Trium Perfectum: The Series”, setiap anggota meracik sendiri satu lagu sesuai selera masing-masing.

Proyek itu dibuka dengan lagu “Ain’t Gonna Give Up” yang ditulis dan diproduseri oleh Rayi. Lagu tersebut berkisah tentang pengalaman Rayi menghadapi momen sulit dalam hidup yang membuatnya hampir menyerah.

Alunan musik Hip-hop, R&B, dance & soul dibalut gitar Asta dan melodi khas Nino pada bagian reff menjadi daya tarik lagu ini. Rap dari Ramengvrl menambah keunikan dan memperkaya musik pop ala RAN.

“Entah kenapa di awal nulis lagu ini, gue langsung kepikiran mengajak Ramengvrl untuk kolaborasi,” kata Rayi dalam keterangan resmi, Kamis.

Video klip “Ain’t Gonna Give Up” digarap oleh Shadtoto Prasetio. Menurut Nino, Pras punya perspektif unik dalam melihat sesuatu.

“Mungkin karena dia sudah lama berkecimpung di dunia fashion kali ya, jadi perspektifnya beda dan bikin setiap detik videonya penuh kejutan,” ujar Nino.

“Ain’t Gonna Give Up” pertama kali dibawakan RAN di acara We The Fest 2019 yang disambut meriah. Lagu tersebut akan dirilis pada 23 Agustus di platform musik streaming, YouTube dan akan diputar di berbagai stasiun radio.

Baca juga: RAN keluar zona nyaman dengan konsep “Space Continuum”

Baca juga: Ada RAN hingga Troye Sivan di We The Fest 2019
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ini yang bikin Fiersa Besari tidak bosan manggung

Surabaya (ANTARA) – Bermain musik dari panggung ke panggung, kota ke kota, sudah menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari musisi Fiersa Besari.

Ada kalanya ia jenuh dengan aktivitasnya itu, namun ia sudah menemukan hal yang membuatnya tidak bosan saat manggung.

“Yang bikin ketagihan naik panggung, audiens-nya berbeda,” kata Fiersa, saat ditemui di Road to Soundrenaline di Surabaya, Rabu (21/8) malam.

Fiersa menilai tidak ada panggung yang sama. Setiap panggung memiliki penonton yang berbeda, meski pun Fiersa tampil di kota yang sama.

“Tiap panggung nggak bisa disamakan, tiap panggung audiens-nya beda,” kata Fiersa.

Setiap tampil, Fiersa selalu mendapatkan energi baru dari penonton. Panggung yang berbeda akan memberikan energi yang baru.

“Ada pertukaran energi baru,” kata Fiersa.

Lalu, ia juga berupaya memberikan suguhan baru yang tidak membosankan, dengan mengaransemen lagu-lagu yang biasa dia nyanyikan.

Lagu dengan “nuansa baru” itu bisa menjadi penyegaran bagi sang musisi dan band-nya agar tidak bosan bermain di panggung.

Baca juga: Sambil manggung, Fiersa Besari curhat ke penggemar
 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Apa bedanya Gundala dengan The Flash dan Thor?

Jakarta (ANTARA) – Ada orang yang beranggapan bahwa Gundala Putra Petir punya penampilan yang mirip dengan pahlawan super The Flash dari DC Comics.

Production Manager BumiLangit Studios –perusahaan hiburan berbasis karakter yang jadi “rumah” untuk Gundala– Imansyah Lubis menuturkan perbedaan yang kentara antara Gundala dan The Flash.

Saat ditemui ANTARA di kantornya beberapa waktu lalu, Imansyah mengatakan kekuatan utama Gundala berbasis pada petir. Karakter komik karya Harya Suraminata alias Hasmi itu terinspirasi dari Ki Ageng Selo, tokoh legenda yang bisa menangkap petir.

“Dia lightning generator, kalau mau disamakan dengan yang Barat, ada Black Lightning dari DC Comics,” ujar dia.

Selain kekuatan petir, Gundala punya kekuatan super kedua dari Raja Taifun kerajaan Bayu berupa kemampuan berlari secepat angin topan. Inilah yang kerap dianggap mirip dengan kekuatan The Flash.

Padahal, kecepatan Gundala tak ada apa-apanya dibandingkan The Flash yang kekuatan utamanya adalah kemampuan berpindah tempat dalam waktu super singkat alias “speedster“.

“Kecepatan Gundala itu paling top 300 km per jam, sementara Flash itu bisa menembus waktu. Gundala baru berkedip, Flash sudah bisa mengelilingi bumi beberapa kali,” dia menjelaskan.

Jika bicara soal kemiripan kostum, dia mengatakan rancangan kostum yang mirip merupakan hal lumrah.

“Dalam desain kostum, ada banyak sekali kostum superhero dan kalau ada satu atau dua yang mirip itu lumrah, apalagi kalau dilihat sejarahnya superhero sudah ada sejak 1930-an,” kata dia.

Baca juga: “Gundala” tembus Festival Film Internasional Toronto 2019

Mirip dengan Thor?

Lantas, apakah Gundala bisa disamakan dengan jagoan Marvel Thor yang punya kekuatan petir? Imansyah mengatakan kedua pahlawan super ini serupa tapi tak sama.

Kekuatan petir Thor bersumber dari palu, sementara Gundala tidak mengandalkan alat apa pun. Selain itu, Thor adalah seorang dewa, sedangkan Gundala adalah manusia yang diberi kekuatan lebih besar dari orang lain.

Gundala Putra Petir akan hadir dalam versi layar lebar dalam film garapan Joko Anwar mulai 29 Agustus 2019.

“Gundala” bercerita tentang Sancaka yang hidup di jalanan sejak orang tuanya meninggalkannya. Menjalani kehidupan yang berat, Sancaka bertahan hidup dengan memikirkan keselamatannya sendiri.

Ketika keadaan kota makin buruk dan ketidakadilan berkecamuk di seluruh negara, Sancaka harus memutuskan, apakah dia terus hidup menjaga dirinya sendiri atau bangkit menjadi pahlawan mereka yang tertindas.

“Gundala” menjadi film patriot pertama dalam Jagat Sinema Bumilangit, yang diproduksi Bumilangit Studios, Screenplay Film, bekerja sama dengan Legacy Pictures dan Ideosource Entertainment.

Baca juga: Menanti sambaran Gundala si Putra Petir

Baca juga: Beban “Gundala” sebagai tolok ukur kesuksesan film superhero lokal
 

Oleh Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga fakta menarik tentang Andrea Turk

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi dan penulis lagu Andrea Putri Turk punya kebiasaan lucu dan kemampuan menarik yang selama ini tak banyak diketahui orang-orang.

Piut dari kakak kandung komponis WR Soepratman, penulis lagu “Indonesia Raya”, itu selama ini dikenal sebagai musisi muda berbakat yang menang kompetisi Young Songwriter Competition 2019 kategori internasional di London, Inggris.

Saat berkunjung ke kantor berita ANTARA, Senin (19/8), penyanyi 18 tahun yang akan menggelar konser tunggal itu mengungkapkan tiga fakta menarik tentang dia yang belum banyak diketahui orang lain.

1. Kebiasaan unik saat minum dari gelas
Ketika menyesap air dari gelas, Andrea harus memastikan bibirnya menyentuh bagian yang berbeda. Dia akan melihat secara seksama mana bagian yang belum tersentuh oleh bibirnya.

“Kecuali pakai sedotan ya, kalau itu ya bagaimana lagi?” Andrea tertawa kecil.

2. Wajib pakai cincin
Andrea gemar memakai cincin dan tak bisa lepas dari perhiasan itu saat bepergian. Bahkan dia menyebut keluar rumah tanpa memakai cincin rasanya sama seperti tidak memakai busana.

“Baru dari tahun lalu aku suka pakai cincin,” ujar dia sambil memperlihatkan jemarinya yang dihiasi aksesori.

3. Bisa meniru suara tokek
Kerabat dekat cecak ini punya suara yang khas. Ada suara-suara yang biasanya keluar sebelum bunyi “tokek” terdengar dan Andrea pandai menirukannya.

Andrea baru-baru ini diperbincangkan warganet setelah membawakan lagu “Tanah Airku” pada perayaan dirgahayu Republik Indonesia ke-74 di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2019.

Musisi berbakat ini akan menggelar konser tunggal “Andrea Turk & The Gigantics” pada 30 Agustus di Soehanna Hall SCBD, Jakarta sebelum melanjutkan pendidikan di California Institute of the Arts di Los Angeles, AS.

Baca juga: Bincang bersama Andrea Turk, piut kakak WR Soepratman

Baca juga: Cerita di balik penampilan “Tanah Airku” Andrea Turk di Istana Merdeka
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cara Addie MS bangkitkan Kevin Aprilio yang terlilit utang Rp17 miliar

Jakarta (ANTARA) – Musisi Addie MS mendidik anaknya, Kevin Aprilio, untuk menjadi sosok yang mandiri, sehingga dapat mengambil keputusan tepat dan mampu menyelesaikan masalah, termasuk saat anaknya terlilit utang.

Addie mengaku terkejut saat mengetahui bahwa Kevin memiliki utang sebesar Rp17 miliar pada empat tahun lalu.

“Bukan kaget lagi, saya shock,” ujar Addie yang merupakan salah satu dari pendiri Twilite Orchestra kepada wartawan, Jakarta, Rabu (21/8).

Baca juga: Vina Panduwinata di mata Addie MS

Baca juga: Addie MS merasa “menyatu” dengan Vina Panduwinata di musik orkestra

Dalam keadaan terpuruk, Addie terus memberikan dukungan moril dan membesarkan hati anaknya agar terus semangat dan berjuang untuk bangkit dan keluar dari masalah itu..

“Waktu itu yang bisa saya lakukan ya membesarkan hatinya (Kevin), jangan putus asa, jangan ambil langkah yang fatal karena sejelek-jeleknya masalah kamu itu sama seperti novel atau film-film manapun, selalu ada satu bagian yang konflik, tidak mengenakkan, tidak akan seru baca novel dari atas sampai bawah gembira semuanya, malah hambar,” ujarnya.

Menurut Addie, untuk bisa merayakan, menghargai dan mensyukuri suatu kenikmatan keberhasilan maka orang harus merasakan perjuangan yang kadang melalui kegagalan.

“Jadi menyikapi kegagalan ya benar kegagalan adalah suatu kesuksesan yang tertunda. Pada saat kita susah anggap saja ini proses yang harus kita lalui untuk menuju kesuksesan, memang tidak mudah, saya juga sering gagal,” tuturnya.

Dia juga menerapkan pola komunikasi layaknya seorang teman kepada Kevin tanpa bersikap memaksa dan otoriter, serta mendukung Kevin untuk mengeksplorasi banyak hal yang bermanfaat bagi dirinya.

“Saya sebagai orang tua dari Kevin, sejak kecil saya biasakan mandiri, memutuskan sesuatu mandiri,” kata Addie yang merupakan salah satu dari pendiri Twilite Orchestra kepada wartawan, Jakarta, Rabu.

Baca juga: Vierra siap luncurkan album baru

Dia juga menekankan pentingnya menjaga nama baik, karena sekali nama baik rusak maka akan sulit untuk dipulihkan seperti awal mula.

“Dalam karir saya, hidup saya prinsip itu adalah saya mencari reputasi membentuk atau berusaha berjuang untuk satu reputasi yang baik,” ujarnya.

“Kebahagiaan bisa dicapai antara lain satu, kalau kita dalam hidup punya nama baik,” lanjut Addie.

Baca juga: Kelompok orkestra remaja Indonesia siap unjuk gigi di Wina

Baca juga: Begini cara Addie MS dan para sineas rayakan Kebangkitan Nasional

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sambil manggung, Fiersa Besari curhat ke penggemar

Surabaya (ANTARA) – Penyanyi Fiersa Besari, yang sedang digandrungi anak-anak muda berkat lirik-lirik lagu ciptaannya yang puitis, sesekali bercerita tentang kisah dibalik lagu-lagu ciptaannya.

Fiersa Besari saat tampil di Road to Soundrenaline Surabaya. Rabu (21/8) malam bercerita kepada penonton tentang kisah yang menjadi inspirasi salah satu lagunya, berjudul “Belum Punah”.

“Dulu saya suka teman perempuan, tapi kita bersahabat,” kata Fiersa dengan nada bercanda di atas panggung di Grand City Convention and Exhibition, Surabaya.

Baca juga: Iwan Fals dan Once kolaborasi rilis single “Ibu Pertiwi”

Fiersa menceritakan secara singkat persahabatannya dengan temannya itu. Ketika teman perempuannya itu akan menikah, Fiersa menyatakan rasa sukanya.

Curahan hati Fiersa Besari mendapat sambutan meriah dari para penggemarnya, mengiringi Fiersa, mereka menyanyikan lagu “Belum Punah” yang populer sejak 2018 lalu.

Baca juga: Penampilan kontras Fraud dan Layung Temaram buka Road to Soundrenaline

Gugup

Meski pun tidak asing dengan panggung musik, Fiersa ditemui sebelum tampil mengaku agak tegang karena khawatir penampilannya mengecewakan. Sambil bercanda, Fiersa rupanya punya cara unik untuk mengatasi rasa tegang dan gugup sebelum tampil di panggung.

Fiersa Besari pernah mendapat nasihat dari salah seorang temannya, bahwa tidak ada yang mengalahkan rasa gugup menjelang akad nikah.

Fiersa, yang baru saja menikah, kini benar-benar memahami nasihat itu.

“Jadi, ingat itu saja, harus rileks,” kata dia.

Fiersa Besari tampil di Road to Soundrenaline dengan sembilan lagu andalannya, termasuk diantaranya “”Waktu yang Salah”, “Nadir” dan “Garis Terdepan”.

Baca juga: Deretan penampil Soundrenaline 2019 tahap pertama diumumkan

Baca juga: Soundrenaline 2019 digelar dengan semangat lebih progresif

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vina Panduwinata di mata Addie MS

Jakarta (ANTARA) – Musisi sekaligus produser musik Addie MS menilai penyanyi Vina Panduwinata sebagai sosok yang selalu berpikiran positif.

“Mama Ina (Vina Panduwinata ​​​​​​) ini orangnya ‘positive thinking’ (berpikiran positif) kalau lihat apa-apa itu yang baik-baik,” kata konduktor orkestra Addie kepada wartawan, Jakarta, Selasa.

Addie mengaku mendapatkan “chemistry” saat berkolaborasi dengan Vina sehingga dapat bekerja sama dengan baik dan menyenangkan dalam dunia musik.

Penyanyi Vina Panduwinata mengatakan berpikiran positif membuat hidup menjadi sehat mulai dari pikiran bahkan fisik.

“Kalau negative thinking itu jadikanlah sesuatu untuk menjaga diri saja, itu jadi satu kewaspadaan kita tapi jangan jadi hal utama
,” ujarnya.

Vina menuturkan Addie MS merupakan sosok yang luar biasa dalam berkarya dan berkolaborasi.

Baca juga: Addie MS merasa “menyatu” dengan Vina Panduwinata di musik orkestra

“Addie ini salah satu aku bilang ‘orang gila’, kenapa begitu? Karena di tahun 80-an Addie itu sudah maju 20 tahun ke depan dalam bermusik,” ujarnya.

“Artinya gila di sini adalah orang yang laur biasa, ini adalah ‘gift’ yang mama Ina dapatkan dari Tuhan bisa ketemu sama Addie,” ujarnya.

Vina mengatakan aransemen musik yang dibuat Addie pada tahun 80-an masih bisa dinikmati dan diterima anak-anak zaman sekarang.

“Memang kalau menurut aku itu sudah satu ‘gift’ yang Tuhan berikan pada kita bahwa kita bsia dipertemukan dan benar-benar menjadi satu jodoh dan kita berdua bisa memberikan sesuatu yang bisa dinikmati banyak orang, alhamdulillah sampai saat sekarang ini cucu aku pun masih bisa menikmati lagu-lagu yang dulu Addie buat untuk aku,” ujarnya.

Baca juga: YAPI telah membantu biaya pendidikan hampir 500 mahasiswa kurang mampu

Baca juga: YAPI dan Addie MS adakan konser amal galang dana pendidikan mahasiswa

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BTS akan dijadikan serial drama

Jakarta (ANTARA) – Agensi hiburan Big Hit Entertainment mengumumkan bahwa pihaknya berencana membuat serial drama yang berfokus pada BTS Universe.

Menurut laporan Soompi, Rabu, k-drama ini akan bekerja sama dengan Chorokbaem Media, sebuah perusahaan yang memproduksi drama TV populer seperti “My Mister” yang dibintangi oleh IU dan “Memories of The Alhambra” yang menampilkan Park Shin-Hye dan Hyun Bin.

Drama ini nantinya akan bercerita tentang perkenalan tujuh personel BTS untuk pertama kalinya, kemudian berlanjut pada kehidupan masing-masing personel.

Baca juga: BTS akan rehat sementara dari dunia K-Pop

Big Hit Entertainment juga mengatakan bahwa pihaknya berencana menggunakan aktor untuk drama tersebut, sebab para anggota BTS tidak akan membintangi serial ini.

K-drama yang terinspirasi dari BTS tersebut diharapkan bisa tayang pada paruh kedua tahun 2020.

Sementara itu, Big Hit Entertainment sebelumnya juga mengumumkan bahwa mereka sedang mengembangkan game mobile bertema BTS setelah sukses dengan BTS World yang diluncurkan pada Juni.

Tak hanya game, mereka juga berencana untuk menciptakan bentuk konten lain seperti webtoons, buku komik, game, animasi, novel dan lainnya.

Para pelantun “Boy with Luv” ini, sekarang sedang mengambil cuti setelah menyelesaikan tur dunia yang dilakukan selama bertahun-tahun.

BTS akan kembali manggung pada bulan Oktober, di mana mereka akan memainkan pertunjukan pertamanya di Stadion Internasional King Fahd, Arab Saudi. Lalu mereka akan mengakhiri perjalanan internasionalnya dengan melakukan tiga pertunjukan di Stadion Olimpiade Jamsil, Seoul pada 26, 27 dan 29 Oktober.

Baca juga: Agensi BTS akuisisi pengembang gim musik

Baca juga: Single BTS “Lights/Boy With Luv” raih sertifikasi “Million” di Jepang

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penampilan kontras Fraud dan Layung Temaram buka Road to Soundrenaline

Surabaya (ANTARA) – Layung Temaram, band beraliran folk pop asal Surabaya, menjadi penampil pembuka untuk gelaran musik Road to Soundrenaline di Surabaya, Jawa Timur, Rabu malam.

Penampilan yang kontras dari Layung Temaram ditawarkan oleh Fraud, band musik cadas yang juga asal Surabaya, yang menunjukkan keberagaman line-up dalam konser Road to Soundrenaline malam ini.

Layung Temaram, yang diisi Riris pada vokal, Verin di bas, Bocul untuk drum, gitaris Danu dan Galang Boko yang memainkan synthetizer, membuka konser ini sekitar pukul 17.00 di Grand City Convention and Exhibition.

Layung Temaram antara lain membawakan salah satu lagu andalan mereka “Bunga Kertas”, yang mereka persembahkan untuk orang-orang terkasih yang sudah lebih dulu berpulang.

Baca juga: Limp Bizkit tutup pesta musik Soundrenaline 2018
  Band metal Fraud saat tampil di Road to Soundrenaline Surabaya, Rabu (21/8/2019). (ANTARA/Natisha A)

Fraud pun mengakui musisi yang tampil di Road to Soundrenaline Surabaya berasal dari berbagai genre musik, sambil bercanda di atas panggung mereka menyebut line-up penampil hari ini cukup “njomplang”.

Line-up-nya sedikit njomplang hahaha. Thanks to Road to Soundrenaline,” canda Fraud.

Fraud tampil sekitar 30 menit malam ini, membawakan sekira lima lagu antara lain “Giant Slayer”, “Faith” dan “Unscared”.

Baca juga: Pee Wee Gaskins bawa nuansa 90-an ke panggung Soundrenaline

Road to Soundrenaline digelar di beberapa kota menjelang festival musik Soundrenaline yang tahun ini digelar di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Denpasar, Bali pada 7-8 September mendatang.

Road to Soundrenaline di Surabaya diadakan pada 21-22 Agustus di Grand City Convention and Exhibition Surabaya. Acara malam ini antara lain dimeriahkan oleh Elephant Kind, Fiersa Besari dan Prontaxan.

Baca juga: Album baru THE S.I.G.I.T akan lebih manis

Baca juga: Deretan penampil Soundrenaline 2019 tahap pertama diumumkan

Baca juga: Soundrenaline 2019 digelar dengan semangat lebih progresif

Polisi Bongkar Sindikat “Cyber Fraud” Dari China

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bincang bersama Andrea Turk, piut kakak WR Soepratman

Jakarta (ANTARA) – Agustus jadi bulan yang sibuk bagi musisi muda Andrea Putri Turk. Pada perayaan 17 Agustus 2019 di Istana Merdeka dia menarik perhatian warganet karena menyanyikan lagu “Tanah Airku”.

Sisa hari pada Agustus ia habiskan untuk meladeni permintaan wawancara media sembari menyiapkan konser tunggal yang akan berlangsung pada 30 Agustus sebelum bertolak ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studi di California Institute of the Arts di Los Angeles, Amerika Serikat.

Andrea berkunjung ke kantor berita ANTARA, Senin (19/8) dan berbincang mengenai asal mula bermusik, proses kreatif menulis lagu, album terbaru, cita-cita sebagai dokter yang berubah drastis hingga rasanya jadi bagian dari keluarga besar Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu “Indonesia Raya”.
  Penyanyi Andrea Putri Turk bernyanyi saat wawancara khusus dengan Kantor Berita Antara di Wisma Antara, Jakarta, Senin (19/8/2019). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto *** Local Caption *** (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Tanya (T): Kapan mulai bermusik?
Jawab (J): Awalnya itu enggak ada rencana ke musik, all came very natural. Cuma kayak nyanyi di kamar sendiri terus nyanyi di toilet, di sekolah. Biasa saja tidak ada yang memperhatikan sampai tiba-tiba mamaku lewat ruangan Andrea malam-malam saat Andrea lagi nyanyi.

Merdunya suara Andrea membuat Endang Turk, ibu Andrea sekaligus cicit Ngadini Sopratini alias kakak kandung WR Soepratman, menyadari bakat putri sulungnya.

Dia dan suaminya, dokter kandungan asal Kroasia Dario Turk, kemudian mendorong Andrea untuk mengasah bakat lewat berbagai les, mulai dari vokal, teori musik hingga piano.

Rasa cinta penyuka game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) pada musik mulai tumbuh seiring berjalannya waktu.

Lokakarya hingga ke benua Amerika juga dia sambangi, seperti program vokal dan menulis lagu selama lima pekan di Berklee College of Music, Boston pada 2016, lokakarya menulis lagu di NYU Stenhardt, NYC pada 2017 dan 2018 serta Tisch Summer High School Program di Clive Davis Institute of Recorded Music di NYU Tisch, NYC pada 2018.

Lulusan Australian International High School Jakarta ini juga sempat belajar gamelan dan sinden bersama profesor dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
  Penyanyi Andrea Putri Turk menjawab pertanyaan saat mengikuti wawancara khusus dengan Kantor Berita Antara di Wisma Antara, Jakarta, Senin (19/8/2019). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto *** Local Caption *** (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

T: Kenapa belajar gamelan dan sinden?
J: Karena agak susah di sini (Jakarta) kursus gamelan… mending ke Yogya aja sekalian biar terekspos sama budayanya, sama orang-orangnya juga. Gamelan… it’s just interesting sound, sayang saja kenapa nggak banyak orang yang menggunakan suara itu di musik-musik sekarang kan pasti seru banget mix dengan lagu EDM dan modern gitu. Mungkin ide seperti itu terdengar aneh, tapi kalau bisa bagus (memadukan) secara natural pasti keren banget sih.

Andrea mencontohkan lagu “Bohemian Rhapsody” dari Queen yang musiknya eksentrik tapi menarik untuk didengar. Gamelan dan nyanyian sinden, kata Andrea, juga bisa menjadi bahan racikan untuk membuat lagu semenarik “Bohemian Rhapsody”.

T: Apakah kita bisa dengarkan itu di album kamu berikutnya?
J: Belum tahu nih, inginnya sih begitu.

T: Kamu sudah jago nyinden dong?
J: Enggak, baru belajar saja.

Penyuka film horor ini punya gairah dalam menulis lagu yang diawali dari iseng-iseng menghabiskan waktu luang. Ada lebih dari 20 lagu yang ia ciptakan sendiri.

T: Jadi awalnya sejak kapan mendalami musik?
J: Umur 10 sih, itu juga sudah mulai nulis lagu. Jadi barengan antara nyanyi dan nulis lagu. Waktu itu lagu pertama yang Andrea pernah tulis, tapi enggak pernah di-publish karena so embarassing (tertawa), tentang cinta monyet.

Andrea lagi liburan di Jerman waktu itu sama keluarga. Andrea sempat demam ditinggalin di kamar hotel, pas mereka balik Andrea udah buat lagu. Tiba-tiba satu lagu sudah jadi aja. (Setelah dipikir) bisa nulis lagu juga, kalau begitu ditekuni saja, nanti siapa tahu bisa recording dan akhirnya keterusan sampai sekarang dan udah (jadi) satu album.

Album perdana berjudul “Andrea Turk” sudah rilis di platform digital pada April 2019. Proses pembuatannya berlangsung selama empat tahun. “The Cafe” adalah lagu pertama yang ia buat ketika masih berusia 15 tahun, ada juga lagu yang baru rampung tahun lalu.

Album perdananya berisi lagu-lagu yang memuat pengalaman pribadi Andrea, apa yang ia rasakan selama empat tahun belakangan.
  Penyanyi Andrea Putri Turk berpose seusai mengikuti wawancara khusus dengan pewarta Kantor Berita Antara di Wisma Antara, Jakarta, Senin (19/8/2019). Andrea Turk merupakan cicit Pahlawan Nasional Indonesia dan juga pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, WR Supratman. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.

Album kedua sedang digarap dan akan rampung dalam waktu dekat. Andrea mengungkapkan proses pembuatan album kedua diwarnai peristiwa mengejutkan yang terjadi di Jakarta akhir-akhir ini; gempa besar bermagnitudo 7,4 di Banten yang terasa hingga ke ibukota pada 2 Agustus serta mati listrik di pulau Jawa dua hari kemudian.

Konsep lebih matang ia suguhkan di album kedua yang mengangkat topik suram yang menurut dia belum banyak diangkat, seperti alkoholisme.

J: This is like topic di mana orang masih jarang omongin sih yang pengen Andra angkat. It’s just interesting aja sih, it’s fresh dari pada cinta, sesuatu hal Andrea kurang pandai dalam hidup (tertawa).

T: Kamu dapat ilmu teori menulis lagu dalam program summer di luar negeri. Apakah itu mengubah caramu menulis lagu?
J: Iya. Hal-hal sesimpel itu bisa mengubah mood dan pesan lagu. Biasanya orang pakai kata ‘just’ dan ‘baby’, padahal itu bisa diganti dengan hal lain yang lebih bermakna. Benar-benar pengaruh banget sih sama cara nulis lagu.

Ada pengalaman menarik ketika Andrea mengikuti lokakarya di Amerika Serikat. Dia mendapat kesempatan mengunjungi kantor platform digital, bertemu dengan orang-orang yang berkecimpung di sana, sebuah kesempatan langka yang berpotensi membuka peluang-peluang bermusik.
  Penyanyi Andrea Putri Turk menjawab pertanyaan saat mengikuti wawancara khusus dengan wartawan Kantor Berita Antara di Wisma Antara, Jakarta, Senin (19/8/2019). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.

T: Ada momen yang tidak terlupakan?
J: Di sana bertemu dengan orang-orang yang punya koneksi musik, apa yang bisa kamu perbuat dengan koneksi itu… all these adalah opportunity buatku….Andrea suka dengan environment di sana yang suportif dengan artis yang enggak ikut label. Mereka bilang ‘buy camera, make your music video. Buy laptop, you can write a song.’

Selain bermusik, Andrea pernah membuat film pendek bertema horor dengan judul “The Uninvited”. Dia menyutradarai dan menyunting video berdurasi nyaris tujuh menit itu.

T: Apakah itu yang membuatmu tertarik jadi sutradara? Atau sebelum itu memang suka membuat video?
J: Sudah dari sebelumnya sih… Dulu pengin jadi aktris tapi karena enggak bisa akting, enggak jadi deh (tertawa). Dari dulu suka bikin film, Andrea suka nonton film horor, hobinya memang bikin music video.. directing, tapi enggak sampai bikin film durasi dua jam.

T: Mau bikin film panjang?
J: Maybe producing, not directing. I wanna focus in music.

T: Kamu jago main musik, bisa main instrumen apa aja?
J: Piano, aku tekuni itu. Kalau gitar dan ukulele belajar otodidak.

T: Ada lagi yang ingin dipelajari?
J: Biola sih… Just ’cause Pak WR Soepratman.. (meniru gestur menggesek biola). And then maybe drum biar enak, ngerti ritmenya, kalau producing enak bisa aransemen beberapa feel yang beda. Kalau mengerti drum (lebih) gampang (aransemen).

T: Kalau diminta pilih antara menyanyi dan menulis lagu?
J: Maybe songwriter, karena kalau song writing bisa lebih relate to the song. Kalau nyanyi lagu orang lain, lebih susah biar lebih cocok dengan feel. Kalau nulis lagu, itu kan dari Andrea sendiri, lebih mengerti.

T: Ide nulis lagu biasanya datang dari mana?
J: Kadang-kadang sih sambil jalan, sambil makan Andre humming juga… ‘Hmm. wait, ini enak, rekam dulu’. Song writing langsung nulis saja kalau sudah ada ide. Paling susah nyari idenya.

T: Biasa bikin melodi dulu atau lirik dulu?
J: Melodinya dulu. I believe we need a strong hook in order biar song terngiang-ngiang di kepala orang.

T: Tempat paling aneh di mana kamu dapat ide?
J: Paling di toilet sih. Banyak lagu yang idenya dapat pas di toilet…

T: Lagu apa?
J: Jangan, nanti terkontaminasi… pas dengerin jadi il-feel (hilang feeling), hahaha.

Andrea lebih terbiasa berkomunikasi dalam bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari, salah satu alasan mengapa bahasa itu yang dipilih dalam menulis lagu. Album perdananya berisi lagu-lagu berbahasa Inggris.

Baca juga: Cerita di balik penampilan “Tanah Airku” Andrea Turk di Istana Merdeka

T: Ada tantangan saat nyanyi lagu bahasa Indonesia?
J: Lafalnya harus lebih jelas, artikulasi jelas, enggak bisa (pelafalan seperti) malas-malasan. Kalau inggris lebih mudah, kalau Indonesia harus jelas A-I-U-E-O, terus…pengkhianatan, eh penghayatan maksudnya (tertawa) agak beda. Proses pemikiran juga harus bahasa Indonesia. Tapi fun juga.

T: Maksudnya proses pemikiran harus bahasa Indonesia?
J: Mikirnya beda saja. Kalau Inggris enggak perlu mikir, kalau Indonesia harus mikir, apa kata berikutnya.

T: Ada enggak musisi Indonesia yang kamu pengin banget bikinin lagu buat dia?
J: Hmm… Danilla Riyadi. Andrea penggemar berat. Pengin nulis (lagu) bareng sama Dewi Lestari juga. (Mendendangkan sebait lagu Dewi).

Nama Andrea diperbincangkan warganet ketika memenangi kompetisi Young Songwriter Competition 2019 di London, Inggris lewat lagu ciptaannya “Who We Are”.

Prestasi itu bisa diraih berkat dorongan dari ayahnya yang “mendukungnya 1000 persen” di dunia musik. Dario Turk yang pertama kali mendorong Andrea untuk mengikuti kompetisi menulis lagu di luar negeri. Saat itu lomba yang paling pertama muncul di mesin pencarian adalah kompetisi dari Song Academy di Inggris.

Baca juga: Kemarin, viral Stephanie Poetri hingga agensi BTS akuisisi gim musik

T: Bagaimana cerita di balik Young Songwriter Competition 2019 di London?
J: Papa bilang ‘mau enggak masukin lagu-lagunya ke ajang songwriting di luar? ‘ Siapa tahu, kalau bisa masuk alhamdulillah. Ya sudah, pas search yang paling atas itu Song Academy dari UK. Untung banget registasi masih dibuka, Andrea masukin 5 lagu. Empat lagu masuk Top 30 empat, (peserta) yang lain cuma 1-2 lagu (masuk), dan Andrea adalah satu-satunya dari Asia (yang lolos Top 30).

Pas diumumin Top 10, Top 3, ‘Who We Are’ masuk situ. Pas mereka bilang ada performance untuk hari-H pengumuman juara, ‘Yuk kita ke London saja, sekalian liburan. Enggak ding, stres juga (tertawa). Ke London, tampil. Pasd diumumin juaranya ‘Who We Are’ rasanya dream comes true.

Andrea berharap prestasinya ini bisa mendorong para remaja Indonesia untuk berkompetisi di tingkat internasional, apa pun bidang yang mereka minati.

T: Pernah ikut lomba lain?
J: Pernah ikut Indonesian Idol Junior 2014, itu sebelum puber kayaknya. Ya itu pas masih awal, awal-awal les, belum tahu juga bakal arahnya ke musik. Coba-coba saja mau liat respons. Alhamdulillah masuk sampai babak eliminasi saja. Tapi ya lumayan sih.

Saat mengikuti kompetisi itu, Andrea baru tahu dari ibunya bahwa dia memiliki darah dari keluarga besar pencipta lagu WR Soepratman. Endang, ibu Andrea, sebelumnya tidak pernah mengatakan apa-apa soal keturunan pencipta “Indonesia Raya” karena putrinya masih terlalu belia untuk memahami hal tersebut.

T: Bagaimana perasaan waktu itu saat tahu kamu punya hubungan dengan WR Soepratman?
J: I was twelve… Lama-lama, setelah beberapa tahun berlalu jadi, ‘Oh, Pak WR Soepratman penulis lagu Indonesia Raya!’. It is a huge thing. Dulu enggak sadar betapa besar hal itu. Senang sih. I didn’t see that as ‘Hey, lihat gue adalah keturunan WR Soepratman’ Ini internal pride aja, keren banget.

Baca juga: Resensi Film – Wage, kisah pilu sang komponis lagu kebangsaan

Menurut Endang, ibu Andrea, putrinya adalah satu-satunya orang yang betul-betul menggeluti dunia musik dari keluarga besar komponis ternama itu. Sebagian besar memilih profesi yang jauh dari musik, pengacara misalnya.

Tapi ternyata Andrea pernah punya cita-cita menjadi dokter, mengikuti jejak ayah yang dikenal sebagai dokter kandungan. Keinginannya berubah ketika menginjak masa SMP, saat dia mulai merekam lagu pertama dan menyadari ketertarikannya di bidang musik.
 

MUSISI ANDREA TURK AJAK PEMUDA INDONESIA BERPRESTASI

 

T: Awalnya mau jadi dokter?
J: Tadinya mau dokter sih, suka banget biologi walaupun payah, tapi suka banget. Tapi papa bilang jangan jadi dokter, nanti enggak bisa ada waktu untuk keluarga, banyak tuntutan, musik saja. Tapi sekarang bersyukur banget bisa menekuni musik.

Dorongan untuk mendalami musik hingga manggung di sana-sini, termasuk konser The Chainsmokers di Jakarta pada 2018, tak lepas dari keinginan orangtuanya untuk menumbuhkan rasa percaya diri.

Berbeda dari penampilannya yang jauh dari kesan gugup saat manggung di Istana Merdeka, rupanya Andrea memiliki pribadi pemalu.

Saking pemalu, ibu Andrea menuturkan saat kecil putrinya tidak berani memanggil pramusaji di restoran. Ketika makan di restoran yang punya fasilitas live music, Andrea langsung bersembunyi, menghindar dari dorongan ayahnya untuk tampil di hadapan publik.

Berkat jam terbang yang tinggi, rasa malu dan gugup berhasil disingkirkan saat manggung. Tapi Andrea mengaku belum berubah. Dia bisa tampil penuh percaya diri dan berinteraksi dengan banyak orang, namun tetap butuh waktu sendirian.

Berdiam di dalam kamar gelap adalah cara favorit untuk menyendiri. Di sana dia bisa bermain musik atau menari sesuka hati tanpa ada yang melihat.

Bulan depan, Andrea akan mulai kuliah di California Institute of the Arts di Los Angeles, AS. Tempat itu menjadi pilihannya setelah mendapat tawaran dari enam universitas di Amerika Serikat dan empat universitas di Inggris.

Baca juga: Cerita biola WR Supratman

T: Kenapa Cal Art?
J: Jurusannya kebetulan cocok banget sih waktu itu, Andrea ambil vocal program terus ada kursus gamelan dan nyinden. Berarti unsur indonesianya lumayan ada. Kalau bisa expose (budaya Indonesia) di sana juga lumayan. Di tempat lain kurang begitu cocok saja. And this is LA (Los Angeles), you know..

T: Kenapa LA?
J: LA adalah salah satu kota, selain New York dan London, the music hub. Enggak sabar pengin ketemu siapa… bisa saja lagi grab coffee terus ketemu produser Alicia Keys (tertawa), opportunity di sana pasti endless.

T: Bagaimana konser akhir Agustus nanti?
J: Lagi persiapan, sudah dapat band, lagi latihan, sudah milih lagu, lagi ngundang orang, ticketing stuff. ENggak sabar aja sih, enggak sabar singin my song. Aku sempat pentas di Kuningan City, aku lihat orang-orang yang menyanyikan laguku, I was like ‘mereka nyanyi laguku??’. Aku enggak sabar merasakan momen seperti itu lagi.

Konser bertajuk “Andrea Turk & The Gigantics” itu akan diwarnai kolaborasi dengan musisi lain seperti Eka Gustiwana, Iga Massardi, Prince Husein, Jayko, Mr Headbox dan Bagus Bhaskara.

Baca juga: Biola WR Supratman ikon Museum Sumpah Pemuda

T: Bicara soal hal di luar musik, hobi kamu apa sih?
J: Nonton Netflix… sekarang lagi nonton ‘Stranger Things’ season tiga, terus apalagi ya, ‘Riverdale’, ‘Black Mirror’ episode Miley Cyrus. Selain nonton Netflix juga nulis-nulis poetry.

T: Penulis lagu biasanya dekat dengan puisi ya? Suka baca buku puisi juga?
J: Dulu sempat banyak baca buku, poetry books. Biasanya ditandain tiap halaman yang bagus dan relate, akhirnya semua di-bookmark, percuma banget (tertawa).

T: Baca karya penyair Indonesia?
J: Sempat baca buku Marchella FP. Judulnya…Hmm…

T: ‘Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini?’
J: Iya. Sudah setengah baca, bagus banget. Walaupun enggak terlalu read sastra Indonesia, tapi mudah dimengerti. So deep.

T: Kamu suka film horor kan. Kalau film Indonesia, suka nonton enggak?
J: Enggak terlalu nonton film Indonesia. Kemarin ini yang aku tonton ‘Rumput Tetangga’.

T: Kamu isi soundtrack di situ kan?
J: Iya… film itu bagus, (akting) Titi Kamal wow…

T: Film horor Indonesia favorit ada enggak?
J: Belum kesampaian juga nonton film Joko Anwar (Pengabdi Setan) tapi sempat nonton versi aslinya. Itu lucu sih (tertawa).

T: Film Suzanna?
J: Belum, tapi sempat nonton ‘Nenek Gerondong’, enggak tidur berapa malam (setelah itu).

Baca juga: Biola WR Supratman dan Sejarah Kepemudaan Indonesia

Baca juga: Rendra Pamungkas perankan Wage dengan rasa
 

Andrea Turk terpikat bunyi-bunyian gamelan

 

Oleh Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Red Velvet rilis album baru dengan lagu andalan “Umpah Umpah”

Jakarta (ANTARA) – Grup K-pop Red Velvet pada Selasa, merilis “The ReVe Festival: Day 2” album mini kedua mereka untuk musim panas tahun ini.

Album tersebut menghadirkan lagu utama berjudul “Umpah Umpah” dengan nuansa disko yang ceria. Mengambil inspirasi dari berenang, lagu itu dengan jenaka menggambarkan cara menguasai teknis bernapas “Umpah Umpah” ketika tenggelam dalam cinta.

Selain “Umpah Umpah”, ada lagu pop R&B “Ladies Night” dan “Eyes Locked, Hands Locked”, juga “Jumpin” yang mengingatkan pada kenangan festival malam pada musim panas.

Baca juga: Ariana Grande “follow” akun Instagram Yeri Red Velvet

Video musik “Umpah Umpah” dirilis di YouTube pada Selasa, dan lagu lengkapnya akan diputar di toko-toko musik online lokal pada malam hari.

Album berisi enam lagu itu, dirilis setelah sebelumnya Red Velvet mengeluarkan “The ReVe Festival: Day 1” pada Juni, dengan lagu utama “Zimzalabim”. Lagu itu juga bertema musim panas.

Baca juga: “Power Up” Red Velvet masuk 50 video klip terbaik Billboard

Dua album mini yang diluncurkan Red Velvet berturut-turut itu sengaja memanfaatkan momen musim panas, mengingat sebelumnya grup tersebut berhasil mencetak dua hit “Red Flavour” dan “Power Up”, yang membuat mereka mendapat julukan Summer Queen.

Kelompok beranggotakan Irene, Seulgi, Wendy, Joy, dan Yeri itu akan mempromosikan album bar mereka di siaran Internet langsung pada Rabu melalui layanan Naver V Live, demikian Yonhap.

Baca juga: Red Velvet akan rilis versi Korea “Sayonara”

Baca juga: Tahun depan Red Velvet konser di AS

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mengenal Sela Vave, wanita yang dekat dengan Jamie Foxx

Jakarta (ANTARA) – Katie Holmes (40) dan Jamie Foxx (51) putus setelah enam tahun bersama. Kabar itu muncul setelah Jamie Foxx dikabarkan dekat dengan penyanyi muda bernama Sela Vave.

Pagesix mengumpulkan informasi soal Sela Vave sebagai berikut:

1. Punya karir banyak

Berdasarkan akun Instagram Sela Vave, perempuan ini memiliki karir sebagai penyanyi, model dan aktris. Lagunya adalah “All the Time”.

Dia juga sempat membintangi sejumlah film di antaranya “An Hour Behind” dan “Relationship Status”. Sebagai model, dia bergabung dengan Talent Management Group di 2014.

2. Lahir dan besar di Utah

Meski tinggal di Los Angeles, Vave tinggal di Utah sampai tahun ini, menurut Hollywood Life.

Vave disebut sekolah di SMA Providence Hall di Herriman, Utah lulus tahun 2018. Dia bergabung di tim basket sekolah itu.

Baca juga: Jamie Foxx bantah rumor kencan dengan Katie Holmes

3. Foxx jadi mentornya di musik

Vave pernah tampil dalam sebuah wawancara dengan Foxx di LA’s Power 106 FM pada Juli membicarakan soal karir musik dan albumnya yang akan datang.

“Kurasa dia akan sukses,” kata Foxx dalam wawancara itu.

Sejak itu pasangan itu sering terlihat jalan bareng di antaranya ke Disneyland. Foxx juga pernah mengajaknya ke Hamptons di mana Foxx tampil awal bulan ini.

Baca juga: Jamie Foxx jadi pemandu acara konser Michael Jackson

4. Lebih tinggi dari Foxx

Dalam biodata, disebutkan Vave memiliki tinggi 5 kaki 11 inci (sekira 180 cm), 2 inci lebih tinggi dari Foxx yang tingginya 5 kaki 9 inci (sekira 175 cm).

5. Unggah kebersamaan dengan Foxx

Vave tak malu mengunggah kebersamaannya dengan Foxx di media sosial. Pada Juni dia mengunggah foto dirinya mengenakan gaun warna kuning bersama Foxx.

Setelah itu dia juga mengunggah foto bersama Foxx dengan keterangan foto “Aku sangat berterima kasih pada pria ini! Terima kasih banyak @iamjamiefoxx atas semua yang kau lakukan dan sudah percaya padaku.”

Baca juga: Katie Holmes dan Jamie Foxx putus setelah enam tahun bersama

Baca juga: Jamie Foxx ungkap putus dengan Katie di after party Oscar

Baca juga: Katie Holmes dan Jamie Foxx tampil bersama di Grammy

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cerita di balik penampilan “Tanah Airku” Andrea Turk di Istana Merdeka

Jakarta (ANTARA) – Andrea Putri Turk menarik perhatian masyarakat setelah menyanyikan lagu “Tanah Airku” pada perayaan HUT ke-74 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Sabtu (17/8).

Remaja 18 tahun itu bangga dan tak menyangka bisa meraih kesempatan langka untuk membawakan lagu ciptaan Ibu Sud di hadapan banyak tamu, juga televisi yang menyiarkannya ke seantero negeri.

Andrea, piut (generasi kelima) dari kakak kandung Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu “Indonesia Raya”, awalnya hanya akan menghadiri acara ramah tamah bersama Presiden Joko Widodo.

Rencananya remaja yang lahir dari ayah Kroasia dan ibu Indonesia itu akan menyanyi, tapi khusus untuk acara ramah tamah tersebut.

“Terus tiba-tiba diajak untuk menyanyi tanggal 17 Agustus pas upacara, I was like ‘yang di depan semua orang itu?'” tutur Andrea saat berkunjung ke kantor berita ANTARA, Senin.

Persiapan menyanyi “Tanah Airku” termasuk singkat. Andrea hanya sempat berlatih bersama orkestra dan paduan suara sebanyak tiga kali. Latihan yang dimulai sejak awal Agustus dijalaninya sebaik-baiknya agar bisa memperlihatkan hasil yang memuaskan.

Ketika waktunya tampil, rasa gugup meliputi hati lulusan Australian Independent High School itu.

“Deg-degan kali ini, tapi enggak hanya grogi, karena terharu saja melihat semua orang berkumpul merayakan Indonesia,” ujar penyanyi yang sudah meluncurkan album perdana pada April 2019.

Pesonanya di atas panggung melahirkan reaksi-reaksi positif dari warganet di linimasa media sosialnya. Komentar berisi pujian dan kekaguman, turut membesarkan hati Andrea yang mengaku membaca tulisan-tulisan tersebut.

“Baca, aku mau reply sampai di-block karena kebanyakan reply,” kata Andrea disambung tawa.

Andrea adalah musisi muda dengan prestasi yang mengharumkan bangsa.

Lagu ciptaannya “Who We Are” menang di kompetisi Young Songwriter Competition 2019 kategori internasional di London, Inggris.

Dia diterima di enam universitas di Amerika Serikat dan empat universitas di Inggris. Pilihannya jatuh pada California Institute of the Arts di Los Angeles, AS.

Sebelum memulai studi pada September 2019, Andrea akan menggelar konser tunggal “Andrea Turk & The Gigantics” pada 30 Agustus di Soehanna Hall SCBD, Jakarta.

Baca juga: Presiden Joko Widodo berikan sepeda bagi tiga kostum terbaik

Baca juga: Resensi Film – Wage, kisah pilu sang komponis lagu kebangsaan
 

Musisi Andrea Turk ajak pemuda Indonesia berpestasi

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Joaquin Phoenix terinspirasi pasien gangguan mental perankan Joker

Jakarta (ANTARA) – Joaquin Phoenix terinspirasi dari orang-orang yang menderita tawa patologis (sejenis gangguan tertawa tanpa sebab dan yang tidak bisa dikontrol) untuk perannya dalam “Joker”.

Pada film mendatang, Phoenix berperan sebagai Pangeran Kejahatan yang sangat ikonik dari komik DC. Dalam sebuah wawancara dengan Vernerdi, Phoenix mengatakan bawa dia mempelajari cara tertawa orang-orang yang menderita tawa patologis.

Baca juga: Joaquin Phoenix dan Diane Kruger pemeran terbaik Cannes

“Saya melihat video yang menunjukkan orang yang menderita tawa patologis, penyakit mental yang membuat mimikri tidak dapat dikendalikan,” kata Phoenix dilansir NME, Selasa.

Sementara itu, pada film sebelumnya Joker diperlihatkan berhadapan dengan Batman, namun sekarang dia akan bertempur melawan korporasi Amerika yang jahat.

Phoenix berperan sebagai Joker atau Arthur Fleck, seorang komedian gagal yang akhirnya menjadi psikopat kriminal. Joker berubah sebagai penjahat dan melakukan kekejaman di Kota Gotham.

Baca juga: Bosan Akting, Joaquin Phoenix Serius Tekuni Musik

Sutradara “Joker”, Todd Phillips ini belum lama mengakui bahwa filmnya akan membuat penonton “gila” karena menyimpang sepenuhnya dari komik DC.

“Kami tidak mengikuti apa pun dari buku komik, yang membuat orang-orang marah,” ungkap Phillips belum lama.

“Kami baru saja menulis versi kami sendiri dari mana orang seperti Joker mungkin berasal. Itu yang menarik bagi saya. Kami bahkan tidak membuat Joker, tetapi kisah ini akan menjadi Joker. Ini tentang pria ini,” lanjutnya.

Baca juga: Sutradara sebut Joker versi Joaquin Phoenix tak sama seperti di komik

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemarin, viral Stephanie Poetri hingga agensi BTS akuisisi gim musik

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi muda Stephanie Poetri tampil untuk pertama kalinya gabung dalam festival Head In The Clouds Music & Arts, Los Angeles State Historic Park Amerika Serikat, pada Sabtu (17/8).

Big Hit Entertainmet, agensi grup K-pop idola BTS, memperluas bisnisnya dengan mengakuisisi pengembang gim lokal baru-baru ini.

Ada juga beberapa berita kemarin yang masih menarik untuk disimak, berikut adalah rangkumannya.

1. Stephanie Poetri tampil pada festival Head in the Clouds Music & Arts

Penyanyi muda Stephanie Poetri tampil untuk pertama kalinya dalam festival Head In The Clouds Music & Arts, Los Angeles State Historic Park Amerika Serikat, pada Sabtu (17/8).

Selengkapnya di sini

2. Cerita di balik penampilan “Tanah Airku” Andrea Turk

Andrea Putri Turk menarik perhatian masyarakat setelah menyanyikan lagu “Tanah Airku” pada perayaan HUT ke-74 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Sabtu (17/8).

Selengkapnya di sini

3. Reza Rahadian paksa keterlibatan Raihaanun dalam “Twivortiare”

Aktor Reza Rahadian memaksa produser “Twivortiare” untuk melibatkan Raihaanun dalam film komersial itu.

Selengkapnya di sini

4. Agensi BTS akuisisi pengembang gim musik

Big Hit Entertainmet, agensi grup K-pop idola BTS, memperluas bisnisnya dengan mengakuisisi pengembang gim lokal baru-baru ini.

Selengkapnya di sini

5. Kominfo perlambat internet demi redam hoaks di Papua

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sempat memberlakukan perlambatan akses Internet (throttling) setelah kerusuhan terjadi di beberapa titik di wilayah Papua, Senin.

Selengkapnya di sini

Presiden gelar ratas percepatan pembangunan Jawa Timur

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

X1 “Produce X 101” umumkan ONE IT nama klub penggemar

Jakarta (ANTARA) – X1, grup jebolan ajang “Produce X 101” akhirnya mengumumkan “ONE IT” yang bisa juga dianggap “Want it X1” sebagai nama resmi penggemar mereka.

Seperti dilansir Soompi, Senin (19/8), nama itu menggambarkan pentingnya penggemar bagi X1.

“ONE IT” terpilih setelah pihak agensi menerima lebih dari 6.000 nama usulan penggemar.
 

X1 yang beranggotakan Kim Yo-han, Kim Woo-seok, Han Seung-woo, Song Hyeong-jun, Cho Seung-youn, Son Dong-pyo, Lee Han-gyul, Nam Do-hyun, Cha Jun-ho, Kang Min-hee, dan Lee Eun-sang akan memulai debut mereka pada 27 Agustus 2019 melalui mini album “Quantum Leap.”

################
https://www.soompi.com/article/1346593wpp/produce-x-101-group-x1-announces-fan-club-name

Baca juga: Yo-han dan Woo-seok X1 bakal tampil di “Let’s Eat Dinner Together”
Baca juga: X1 “Produce X 101” akan tampil di reality show

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

SF9 batal konser di Jakarta 23 Agustus 2019

Kami mohon maaf kepada semua penggemar yang telah menantikan konser SF9. Kami berjanji untuk melanjutkan konser secepatnya

Jakarta (ANTARA) – Grup idola K-Pop Sensation Feeling 9 (SF9) batal menggelar konser di Istora Senayan, Jakarta pada 23 Agustus 2019, ungkap pihak agensi FNC Entertainment melalui laman resminya, Senin (19/8).

Konser grup beranggotakan sembilan personel, yakni Young-bin, Taeyang, Dawon, Rowoon, Zuho, In-seong, Jae-yoon, Hwi-young, dan Chani itu juga mengalami nasib serupa di Singapura (25 Agustus) dan Kuala Lumpur (8 September).

Menurut pihak FNC, pembatalan itu terjadi karena kurangnya persiapan promotor lokal.

“Kami mohon maaf mengumumkan “2019 SF9 LIVE FANTASY # 2 UNIXERSE ‘, yang dijadwalkan pada tanggal 23 Agustus di Jakarta, 25 Agustus di Singapura, 8 September di Kuala Lumpur ditunda karena persiapan yang kurang memadai dari promotor lokal,” tulis mereka.

Agensi berjanji mengatur kembali jadwal konser pada waktu mendatang secepatnya.

Mereka meminta maaf kepada semua penggemar di ketiga negara yang sudah menantikan kedatangan SF9.

“Kami mohon maaf kepada semua penggemar yang telah menantikan konser SF9. Kami berjanji untuk melanjutkan konser secepatnya,” tulis mereka.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis belum ada tanggapan resmi dari pihak promotor lokal.

Baca juga: Menanti kejutan SF9 di Jakarta 23 Agustus 2019
Baca juga: SF9 siap hadirkan mini album ketujuh “RPM”

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Stephanie Poetri tampil pada festival Head In The Clouds Music & Arts

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi muda Stephanie Poetri tampil untuk pertama kalinya dalam festival Head In The Clouds Music & Arts, Los Angeles State Historic Park Amerika Serikat, pada Sabtu (17/8).

Dalam akun Instagram @stephaniepoetri, putri penyanyi Titi DJ itu tampak duduk di depan mobil trailer bertulis namanya.

“Ini gila! Tahun pertama menghabiskan 17 Agustus tidak di Indo(nesia). Tapi, senang sekali aku masih bisa mewakilinya. Terima kasih untuk semua yang mendukungku. Tidak sabar untuk memperlihatkan yang terbaru!” tulis gadis yang akrab disapa Meni itu.

Penyanyi “I Love You 3000” itu tampil dalam acara yang juga menampilkan Rich Brian, Joji, iKON, Jackson Wang, Higher Brothers, Niki hingga DPR Live.

Lagu Stephanie yang liriknya merujuk pada dialog terkenal dalam film “The Avengers: Endgame” menjadi viral dan banyak didengarkan pada sejumlah platform musik streaming. Pada Juli, lagu tersebut bahkan ada di posisi teratas Global Viral 50 Spotify.

“I Love You 3000” juga masuk ke daftar lagu Top Hits Indonesia, Thailand Viral 50, Malaysia Viral 50, Singapore Viral 50, Taiwan Viral 50 di Spotify.

Lagu tersebut juga banyak dinyanyikan ulang dalam kanal YouTube, termasuk oleh komedian Raditya Dika.

Pada 2016, Stephanie bersama Goodbye Felicia membawakan lagu aransemen ulang “Bimbang” untuk soundtrack film “Ada Apa Dengan Cinta?2”.

Baca juga: Duet Afgan dan Titi Dj membius warga Bandung

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cerita di balik penampilan “Tanah Airku” Andrea Turk

Jakarta (ANTARA) – Andrea Putri Turk menarik perhatian masyarakat setelah menyanyikan lagu “Tanah Airku” pada perayaan HUT ke-74 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Sabtu (17/8).

Remaja 18 tahun itu bangga dan tak menyangka bisa meraih kesempatan langka untuk membawakan lagu ciptaan Ibu Sud di hadapan banyak tamu, juga televisi yang menyiarkannya ke seantero negeri.

Andrea, piut (generasi kelima) dari kakak kandung Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu “Indonesia Raya”, awalnya hanya akan menghadiri acara ramah tamah bersama Presiden Joko Widodo.

Rencananya remaja yang lahir dari ayah Kroasia dan ibu Indonesia itu akan menyanyi, tapi khusus untuk acara ramah tamah tersebut.

“Terus tiba-tiba diajak untuk menyanyi tanggal 17 Agustus pas upacara, I was like ‘yang di depan semua orang itu?'” tutur Andrea saat berkunjung ke kantor berita ANTARA, Senin.

Persiapan menyanyi “Tanah Airku” termasuk singkat. Andrea hanya sempat berlatih bersama orkestra dan paduan suara sebanyak tiga kali. Latihan yang dimulai sejak awal Agustus dijalaninya sebaik-baiknya agar bisa memperlihatkan hasil yang memuaskan.

Ketika waktunya tampil, rasa gugup meliputi hati lulusan Australian Independent High School itu.

“Deg-degan kali ini, tapi enggak hanya grogi, karena terharu saja melihat semua orang berkumpul merayakan Indonesia,” ujar penyanyi yang sudah meluncurkan album perdana pada April 2019.

Pesonanya di atas panggung melahirkan reaksi-reaksi positif dari warganet di linimasa media sosialnya. Komentar berisi pujian dan kekaguman, turut membesarkan hati Andrea yang mengaku membaca tulisan-tulisan tersebut.

“Baca, aku mau reply sampai di-block karena kebanyakan reply,” kata Andrea disambung tawa.

Andrea adalah musisi muda dengan prestasi yang mengharumkan bangsa.

Lagu ciptaannya “Who We Are” menang di kompetisi Young Songwriter Competition 2019 kategori internasional di London, Inggris.

Dia diterima di enam universitas di Amerika Serikat dan empat universitas di Inggris. Pilihannya jatuh pada California Institute of the Arts di Los Angeles, AS.

Sebelum memulai studi pada September 2019, Andrea akan menggelar konser tunggal “Andrea Turk & The Gigantics” pada 30 Agustus di Soehanna Hall SCBD, Jakarta.

Baca juga: Presiden Joko Widodo berikan sepeda bagi tiga kostum terbaik

Baca juga: Resensi Film – Wage, kisah pilu sang komponis lagu kebangsaan
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Daftar artis yang akan tampil di 90’s Festival

Jakarta (ANTARA) – Akselerasi Entertainment selaku promotor The 90’s Festival mengumumkan 12 musisi nasional dan internasional, fase kedua, yang akan memeriahkan panggung The 90’s Festival 5th Edition selama dua hari pada 23-24 November 2019 di Gambir Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Pada fase kedua ini kami dapat mendatangkan Aqua, salah satu musisi internasional yang banyak diminta, akhirnya kami bisa membawa mereka ke The 90’s Festival tahun ini, dan ini untuk pertama kalinya Aqua melakukan konser di Indonesia,” kata perwakilan dari Akselerasi Entertainment, Arinda Mentari Putri dalam keterangan pers yang diterima Antara di Jakarta pada Senin.

Sementara musisi dalam negeri yang akan tampil yakni God Bless, Naif, P-Project, Fariz RM, Arwana, Iwa K, Sweet Martabak, D.O.T , Jingga, dan Wayang.

Istimewanya, tahun ini The 90’s festival berkolaborasi dengan Save Lagu Anak yang terdiri dari Ria Enes & Suzan, Dea Ananda, Leony VH, Enno Lerian, Tasya Kamila, Tina Toon, dan Natasha yang akan membawa kembali nostalgia lagu-lagu anak yang menjadi primadona era-90an.

Line up masih akan terus bertambah, kami akan umumkan pada line up fase ketiga,” kata Arinda.

Sebelumnya, promotor merilis daftar musisi, fase pertama, yang akan tampil yakni Hanson, MLTR, Sheila On 7, Gigi, Jamrud , Potret , Vina Panduwinata, Element (Reunio), Me Voice, Tofu (Reunion), Wong (Reunion), Dr.PM (Reunion), Tipe-X dan Bunglon.

Tiket The 90’s Festival tahun ini dijual dalam bentuk 2-Day Pass atau tiket terusan dua hari, dengan harga Rp2,3 juta untuk presale 2 kategori superfestival dan Rp1 juta presale 2 kategori festival.

Sedangkan untuk daily pass dibanderol Rp1,6 juta untuk presale 2 kategori superfestival dan Rp650 ribu untuk presale 2 kategori festival.

Sementara tiket early bird dan presale 1 sudah habis terjual. Tiket The 90’s Festival 2019 dapat dibeli di aplikasi Traveloka dan website resmi www.the90sfestival.com .

Baca juga: Hanson dan dr.PM akan reuni dalam The 90’s Festival
 

Mari bernostalgia musik 90-an lewat 90’s Festival

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Berkenalan dengan Andrea Putri Turk

Penyanyi Andrea Putri Turk berpose seusai mengikuti wawancara khusus dengan pewarta Kantor Berita Antara di Wisma Antara, Jakarta, Senin (19/8/2019). Andrea Turk merupakan cicit Pahlawan Nasional Indonesia dan juga pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, WR Supratman. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.

Film dokumenter Bruce Springsteen terjual ke Warner Bros

Jakarta (ANTARA) – Warner Bros telah mendapatkan hak global untuk “Western Stars”, sebuah film dokumenter musik yang disutradarai oleh Bruce Springsteen.

Film tersebut akan tayang di bioskop musim gugur ini setelah pemutaran perdana dunianya di Festival Film Internasional Toronto (TIFF) pada September.

“Western Stars” adalah album studio pertama Springsteen dalam lima tahun dan film itu menandai debutnya sebagai sutradara.

Film itu menyuguhkan jalinan rekaman dengan narasi oleh Springsteen, serta menampilkan dirinya yang memainkan 13 lagu, bersama sebuah band dan orkestra, di sebuah gudang berusia hampir 100 tahun di properti sang penyanyi.

Film itu juga disupervisi oleh Thom Zimny, kolaborator Springsteen. Zimny ​​menyutradarai Boss di “Springsteen on Broadway” dan “Bruce Springsteen: Hunter of Invisible Game” (2014), dan meraih Grammy Award untuk “Wings on Wheels: The Making of Born to Run” (2005).

“Bruce hidup dalam suasana seniman yang sangat terencana yang telah merintis jalan baru dan penting ke dalam karier mereka,” kata Toby Emmerich, ketua Warner Bros. Picture Group.

“Dengan Western Stars-nya Bruce kembali berputar, membawa kami bersamanya dalam perjalanan sinematik yang emosional dan introspektif, melihat ke belakang dan melihat ke depan. Sebagai salah satu dari banyak penggemarnya selama lebih dari 40 tahun, saya tidak bisa lebih bahagia menjadi penunggang di kereta ini bersama Bruce dan Thom.”

Warner Bros telah berkecimpung dalam bisnis Springsteen sebelumnya.

Setelah pemutaran perdana di Sundance Film Festival, Label New Line studio membeli hak untuk “Blinded by the Light,” sebuah drama tentang seorang remaja Inggris Pakistan yang menemukan hiburan dalam musik sang bintang rock. “Blinded by the Light” debut di bioskop pada Jumat.

Penggemar akan disuguhi tampilan pertama eksklusif cuplikan “Western Stars” di awal film “Blinded by the Light.”

“Western Stars” menarik minat banyak pembeli beberapa minggu sebelum TIFF secara resmi dimulai.

Ada desas-desus bahwa Amazon atau Netflix akan membeli film tersebut, mengingat Netflix secara khusus dipilih sebagai tempat dirilisnya “Springsteen on Broadway.”

“Western Stars” ditulis dan menampilkan Springsteen, dengan tamu istimewa Patti Scialfa, anggota E Street Band, sekaligus istrinya.

Thom Zimny, Jon Landau, Barbara Carr dan George Travis memproduksi film tersebut, dengan Springsteen menjabat sebagai produser eksekutif. Skor film atau musik film juga digarap oleh Springsteen, demikian Variety dikutip Minggu.

Baca juga: Bruce Springsteen perpanjang konser di Broadway

Baca juga: Bruce Springsteen sebut perlawanan terhadap Trump dimulai
 

Ridwan Kamil rangkul Amazon berinvestasi belasan triliun Rupiah di Jabar

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polisi geledah kantor YG Entertainment terkait kasus judi mantan CEO

Jakarta (ANTARA) – Polisi menggeledah kantor pusat YG Entertainment di Mapo Ward pada Sabtu (17/8) terkait kasus judi yang melibatkan mantan CEO dan kepala produser, Yang Hyun-suk.

Polisi curiga bahwa Yang (49) dan Seungri, mantan anggota grup idola K-pop BIGBANG, berjudi saat di luar negeri. Keduanya telah diproses untuk tuduhan tersebut awal pekan ini, demikian dilansir Yonhap.

Penyelidik melakukan penggeledahan selama lima jam, mulai pukul 09.00 waktu setempat untuk mencari bukti terkait tuduhan itu. Sementara tempat tinggal Yang tidak termasuk lokasi yang digeledah.

Polisi berusaha menemukan bukti bahwa Yang menggelapkan dana perusahaan untuk berjudi.

Sebelumnya, jaringan kabel JTBC melaporkan bahwa Yang dan Seungri selalu berjudi di kasino hotel di Las Vegas, dengan uang taruhan miliaran won.

Pada Maret, Seungri yang terjerat skandal narkoba dan seks, dipecat dari BIGBANG yang berada di bawah YG Entertainment, di tengah berlangsungnya penyelidikan tentang penggelapan dan tuduhan muncikari.

Polisi juga sedang menyelidiki apakah Yang dan Seungri melanggar hukum transaksi valuta asing untuk mengamankan dana perjudian.

Sementara itu, pada Juli, Yang diproses atas tuduhan mengatur layanan seks untuk investor asing pada 2014 saat menjamu mereka di restoran mewah.

Yang, seorang idola yang kemudian menjadi spesialis K-pop, mundur dari jabatan tertinggi di YG Entertainment pada Juni, setelah sejumlah artis besarnya terlibat skandal, termasuk dugaan penggunaan narkoba.

Baca juga: Kepolisian Korsel akan selidiki YG Entertainment terkait kasus narkoba

Baca juga: Kelanjutan kasus Seungri dan nasib BIGBANG menurut Master Fengshui

Baca juga: Bahaya GHB dalam kasus Burning Sun, gelisah hingga kehilangan nyawa

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pentas Musikan Mandalasana Keraton Yogyakarta

Sejumlah abdi dalem memainkan musik diatonis lagu perjuangan di Bangsal Mandalasana, kompleks Keraton Yogyakarta, Minggu (18/8/2019). Keraton Yogyakarta menggelar Pentas Musikan Mandalasana dengan memainkan lagu perjuangan dalam rangka menyemarakkan HUT ke-74 Kemerdekaan RI serta menghidupkan kembali fungsi Bangsal Mandalasana sebagai tempat abdi dalem musikan memainkan musik diatonis untuk menyambut tamu. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/hp.

Taylor Swift rilis 18 lagu dalam album “Lover”

Jakarta (ANTARA) – Taylor Swift mengungkap daftar lagu dalam album terbarunya “Lover” lewat unggahan dalam akun Instagram, pada Jumat (16/8).

Album “Lover”, yang bakal dirilis pekan depan, berisi 18 lagu, termasuk “ME!” yang berkolaborasi bersama Brendon Urie. Kemudian, lagu “You Need to Calm Down”, “The Archer” dan “Lover”.

Album tersebut juga menampilkan kolaborasi dengan Dixie Chicks untuk lagu “Soon You’ll Get Better”, demikian dilansir Billboard.

“Ada banyak cara di mana album ini terasa seperti awal yang baru,” kata Swift kepada Vogue untuk edisi sampul September.

Baca juga: Lima hal yang mungkin tidak Anda ketahui tentang Taylor Swift

Ia mengatakan album itu adalah surat cinta untuk cinta.

Berikut ini daftar lagu di album Lover yang akan meluncur pada 23 Agustus:

1. I Forgot That You Existed
2. Cruel Summer
3. Lover
4. The Man
5. The Archer
6. I Think He Knows
7. Miss Americana & the Heartbreak Prince
8. Paper Rings
9. Cornelia Street
10. Death By a Thousand Cuts
11. London Boy
12. Soon You’ll Get Better (feat. Dixie Chicks)
13. False God
14. You Need to Calm Down
15. Afterglow
16. ME! (feat. Brendon Urie)
17. It’s Nice to Have a Friend
18. Daylight

Baca juga: Taylor Swift terima penghargaan Teen Choice Awards 2019

Taylor Swift Golput Demi Album Baru

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hampir pingsan di panggung, penyanyi country Drake White dirawat

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi musik country Drake White menjalani pemulihan di rumah sakit setelah hampir pingsan di panggung dalam acara di Virginia, Jumat yang lalu (16/8).

White, yang sedang dalam tur sebagai bintang pembuka untuk bintang country dan mantan pemenang “American Idol” Scotty McCreery, dibawa ke rumah sakit di tengah penampilannya di Elmwood Park di Roanoke, mengutip laporan Roanoke Times, Minggu.

Penyanyi “Makin’ Me Look Good Again ” yang berusia 35 tahun itu, menulis tweet tentang kejadian tersebut dan meminta maaf kepada penggemarnya karena tidak bisa melanjutkan penampilannya.

Humas White, Jackie Marushka, menunjuk tweet White sebagai pernyataan dan mengatakan bahwa mereka akan berbagi informasi tambahan segera setelah mendapatkan perkembangan terbaru.

Belun ada rincian dari pihak White apakah ia harus menunda sejumlah pertunjukannya atau apakah turnya akan terus dijalankan sesuai rencana.

Baca juga: Penyanyi country Loretta Lynn masuk rehab setelah kena stroke
 

Pewarta: Suryanto
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Noah-Sheila Majid memukau nasabah CIMB Niaga Semarang

Semarang (ANTARA) – Penampilan grup musik Noah dan penyanyi dari Malaysia Sheila Majid memukau ratusan nasabah Bank CIMB Niaga yang terpilih untuk menghadiri konser musik yang digelar di Gumaya Tower Hotel, Semarang, Sabtu (17/8) malam.

Selain sebagai wujud apresiasi terhadap nasabah Bank CIMB Niaga yang setia dan konsisten menggunakan produk-produk pihaknya, konser bertajuk “Kejar Mimpi Untuk Indonesia” ini, juga untuk menyemarakkan peringatan 74 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Grup Band Noah yang diawaki Ariel, David, dan Lukman menyanyikan lagu-lagu yang populer di telinga masyarakat seperti Topeng, Tak Bisakah, Menghapus Jejakmu, Separuh Aku, Kukatakan Dengan Indah, dan Cobalah Mengerti.

Noah yang sebelumnya menggunakan nama Peterpan ini, juga menyanyikan beberapa lagu di album terbaru seperti Mendekati Lugu dan Wanitaku.

Sedangkan, penyanyi gaek dari negeri jiran, Sheila Majid tampil membawakan lagu berjudul Cinta Jangan Kau Pergi yang mendapat sambutan meriah dari para penonton.

Dirinya mengaku senang dapat tampil kembali untuk menghibur masyarakat di Kota Semarang, Jawa Tengah, setelah penampilan terakhir pada 1988.

Sebelumnya, Direktur Human Resources CIMB Niaga Hedy Lapian menjelaskan bahwa konser kolaborasi Noah dan Sheila Majid ini, juga untuk menyebarkan inspirasi positif melalui musik kepada masyarakat.

Untuk membantu nasabah meraih mimpi-mimpinya, Bank CIMB Niaga menyediakan berbagai produk dan layanan yang sesuai dengan aspirasi.

“Melalui kegiatan #kejarmimpi, kami ingin berkontribusi aktif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul untuk mewujudkan Indonesia yang maju,” katanya pula.

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sambil bawa bendera, Glenn Fredly ajak karaoke penonton “Mesin Waktu”

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Glenn Fredly membawakan lagu-lagu rhythm and blues (R&B) selama satu jam pada Festival Mesin Waktu 2019 (FMW19) yang berhasil membuat penonton bernyanyi bersama layaknya karaoke.

Glenn membuka penampilanya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu, dengan lagu “Zamrud Khatulistiwa” sambil membawa bendera merah putih memperingati hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Indonesia.

“Halo semuanya, saya akan ajak kalian semua anak 90-an untuk bernyanyi bersama, yang jomblo mana teriakannya? Anggaplah kalian yang jomblo adalah manusia paling merdeka,” sambut penyanyi yang selalu mengenakan topi itu di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu.

Setelah sedikit memperingati HUT RI, Glenn menyanyikan beberapa lagu andalan yang tidak pernah gagal membuat penonton bernyanyi dari awal hingga lagu usai seperti “Terserah”, “Akhir Cerita Cinta”, “Sekali Ini Saja”, dan “Terpesona”.

Bahkan, saat menyanyikan “Terserah” Glen sempat diam selama dua reffrein untuk membiarkan penonton bernyanyi bersama.

Glenn menutup penampilanya dengan lagu “Kisah Putih” dan mendoakan seluruh penonton yang hadir.

“Semoga kebaikan selalu menyertai kalian semua, dimana pun kalian ditempatkan semoga kalian bisa berhasil dan menjadi berkah bagi semua orang,” tutup Glenn.

Baca juga: Tulus minta penonton gantikan Glenn Fredly di WTF 2019

Baca juga: RSD hidupkan kenangan 1990-an lewat Festival Mesin Waktu

Baca juga: Senam SKJ bersama di Festival Mesin Waktu

Glenn Fredly tutup gelaran Pacific Exposition 2019

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Cukup Siti Nurbaya” buka aksi panggung Dewa 19 di FMW

Jakarta (ANTARA) – Grup band Dewa 19 membuka penampilanya pada Festival Mesin Waktu 2019 (FMW19) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu, lewat lagu “Cukup Siti Nurbaya”.

Saat Dewa 19 muncul di panggung, sontak para penonton berlarian maju mendekat ke panggung untuk menyaksikan aksi band bergenre pop rock itu.

Mengingat malam itu bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Indonesia, Ari Lasso sang vokalis tidak lupa mendoakan Indonesia pada sambutannya.

“Selamat malam semuanya, apa kabar? Merdeka!” sambut Ari.

“Ini pertama kali Dewa 19 bisa manggung di hari kemerdekaan, selalu doa terbaik untuk Indonesia, dan yang terpenting kita semua harus selalu satu hati,” tambah dia.

Ari melanjutkan aksinya dengan membawakan lagu “Satu Hati” yang dirilis tahun 1995, mengingat ia sedang bernyanyi pada Festival bertema 90-an.

Selain Dewa 19, FMW19 juga menampilkan musisi-musisi lain seperti Glenn Fredly, P-Project, Rida Sita Dewi, serta 90s Time Warp yang terdiri dari Gamaliel, Petra Sihombing, Rendy Pandugo, dan Teddy Adhitia.

Tidak hanya menyuguhkan penampilan musik, FMW19 juga menyuguhkan berbagai permainan serta pameran bertemakan tahun 1990-an.

Baca juga: Sambil bawa bendera, Glenn Fredly ajak karaoke penonton “Mesin Waktu”

Baca juga: Bawakan lagu parodi, P-Project undang tawa penonton

Baca juga: RSD hidupkan kenangan 1990-an lewat Festival Mesin Waktu

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Drive lomba 17 Agustus, siapa yang menang?

Jakarta (ANTARA) – Grup band Drive ikut memeriahkan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengikuti perlombaan, salah satunya adalah memasukkan pensil ke dalam botol.

Dalam kunjungan media ke Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA beberapa waktu lalu untuk promosi single “Lintas Cahaya”, band yang terdiri dari Budi (gitar), Rizky (vokal) dan Dygo (bass) ini berlomba memasukan pensil ke dalam botol dengan tali diikatkan pada pinggang.

Lomba digelar setelah Drive membawakan dua lagu di ruang redaksi, salah satunya “Lintas Cahaya” dan “Melepasmu”.

Baca juga: Intip keseruan pemain film “Ritual” berlomba 17 Agustus di LKBN ANTARA
  Drive Band tampil di ruang redaksi LKBN Antara, Wisma Antara. Bersama vokalis baru, Rizki eks-The Titan, Drive juga memperkenalkan single terbaru. (ANTARA News/Alviansyah P)

Setelah tampil membakan dua lagu, mereka diajak meramaikan hari ulang tahun kemerdekaan RI dengan berlomba.

Rizky pun terlihat bersemangat mengikuti perlombaan itu, tidak ketinggalan personel lainnya. Namun lomba itu sepertinya tidak sulit bagi mereka, sebab sang vokalis dapat memenangkan pertandingan tersebut dengan menjadi yang tercepat di antara anggota lainnya.
  Vokalis baru Drive Band Rizki Abdurahman, mantan vokalis The Titans, pada kunjungannya ke LKBN Antara, Wisma Antara, Jakarta. (ANTARA News/Alviansyah P)

Rizky yang merupakan mantan vokalis The Titans ternyata sudah lama bersama Drive, namun mereka mengaku sengaja tidak memberi pengumuman. Rizky bergabung dengan Drive sejak 2017, namun sebelumnya dia juga sudah sering membantu band itu untuk tampil di beberapa panggung.

“Bukan masalah besar sih, seperti orang tahu dari 2011 Anji keluar, terus ada vokalis baru Takaeda, terus Takaeda merasa enggak cocok dia keluar, terus ada lagi,” ujar Budi saat kunjungan media di Kantor Berita Antara.

“Pas Rizky datang, kita enggak ada vokalis dan Rizky juga enggak punya band jadi ya udah manggung bareng aja. Tapi orang jadinya sih malah lebih apresiasi, karena dengan karya kita keluar,” lanjut gitaris Drive itu.

Mantan vokalis The Titans itu pun tidak mempermasalahkan hal tersebut, menurutnya yang terpenting dia dan Drive mampu menghasilkan karya.

Baca juga: Drive sengaja tak umumkan Rizky eks Titans sebagai vokalis

Baca juga: Rilis “Lintas Cahaya”, Drive tegaskan personel baru

Baca juga: “Drive” kolaborasi dengan Rinni Idol
 

Drive: lagu lintas cahaya kembalikan persatuan pasca Pemilu

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cinta Laura paling suka lomba balap karung dan makan krupuk

Jakarta (ANTARA) – Aktris dan penyanyi Cinta Laura Kiehl mengaku dahulu sangat gemar mengikuti lomba balap karung dan makan kerupuk untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia.

“Aku ingat waktu umur 12 atau 13 tahun beberapa kali ikut lomba 17 Agustus, paling suka lomba yang lompat-lompat dalam karung itu dan makan kerupuk, karena aku suka makan,” kata Cinta kepada Antara di Jakarta beberapa waktu lalu.

Cinta mengatakan dirinya sangat kompetitif dalam berbagai hal, karenanya ia suka berlomba tak terkecuali lomba khas 17 Agustus.

“Selain itu aku juga suka lomba yang memasukkan cabai ke dalam botol, eh maksudku paku, itu seru banget,” ujarnya sembari tertawa.

Cinta adalah salah satu selebritas yang lahir pada 17 Agustus. Ia mengaku senang karena lahir di hari yang spesial bagi Indonesia. Walau, seharusnya ia lahir pada September.

“Jujur seharusnya aku lahir di bulan September, tapi karena mami lahirkan aku sesar jadi mami yang pilih tanggal, dia ingin aku lahir di hari kemerdekaan Indonesia, aku senang karena 17 Agustus dirayakan oleh seluruh penduduk Indonesia,” kata dia.

“Oh iya, yang paling menyenangkan adalah setiap aku ulang tahun mau hari Senin, Selasa, Rabu, ‘it’s always a holiday’ karena tanggal merah,” tambah dia.

Saat ditanya sifat apa dari dirinya yang sangat ke-Indonesia-an, dia menjawab empati.

“Walau aku tidak besar di Indonesia, tapi mamiku selalu ngajarin aku untuk berempati sama orang lain, peduli satu sama lain, dan itu yang juga aku banggakan sih dari Indonesia, karena empati di negara-negara luar seperti Eropa itu sangat langka,”ujar Cinta.

Baca juga: Cinta Laura hingga Doyok, ini daftar artis yang lahir di 17 Agustus
 

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bernostalgia dengan Karaoke Mesin Waktu

Jakarta (ANTARA) – Anjungan karaoke lagu era tahun 90-an Festival Mesin Waktu 2019 (FMW19) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu, membawa pengunjung bernostalgia dan rindu masa lalu.

“Seru banget karena lagu-lagu jaman 90-an itu emang enggak pernah mati sih, kangen banget,” kata salah satu peserta karaoke, Nindy.

Nindy yang bernyanyi bersama teman-temanya itu terlihat tidak henti tertawa dan melompat-lompat saat menyanyikan lagu “Wannabe” dari Spice Girls.

If you wanna be my lover you gotta get with my friends!” Teriak Nindy bersama teman-temanya.

Nindy menceritakan bahwa lagu itu memiliki cerita sendiri bagi dia dan teman-temanya, sehingga mereka sangat menghayati setiap lirik dari lagu itu.

“Lagu itu waktu kita masih SMA, pas gue lagi dekat sama seseorang, tapi gue mau dia bisa nyambung dengan teman-teman gue juga, jadi ada memori sendiri lah lagu ini,” ujar Nindy.

Vania, tim digital dari karaoke itu mengatakan timnya mendekorasi seperti kamar anak remaja tahun 90-an, yang dipenuhi poster penyanyi juga band favorit dengan bola disko di atapnya.

“Kita dekor seperti itu karena ingin para pengunjung bisa merasakan sedang bernyanyi di era 90-an di kamar sendiri, juga kami ingin membawa kebahagiaan untuk semua orang di sini,” kata Vania.

Selain karaoke, FMW19 juga menyajikan berbagai permainan lain yang mampu membuat pengunjung bernostalgia seperti permainan analog dari Nintendo, lomba-lomba tradisional memperingati HUT RI, dan masih banyak lagi.

Festival musik, permainan, serta pameran yang bertema tahun 90-an itu dimulai sejak pukul 14.30 WIB dan akan ditutup dengan penampilan musik dari Glenn Fredly juga Dewa 19 sekitar pukul 23.00 WIB.

Baca juga: Ikuti lomba 17 Agustus, pengunjung bergembira di Festival Mesin Waktu

Baca juga: Hari ini, Running Man Live hingga Festival Mesin Waktu

Baca juga: Lomba klasik 17 Agustus akan hadir di Festival Mesin Waktu

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kotak untuk HUT ke-74 Indonesia: NKRI harga mati!!

Jakarta (ANTARA) – Band Kotak punya pesan singkat yang mendalam untuk penggemar dan rakyat Indonesia pada momen Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2019.

Dalam unggahan di akun Instagram, seperti dikutip Sabtu, band dengan vokalis Tantri itu menuliskan: “kotakband_NKRI HARGA MATI!! Dirgahayu Ke 74 Republik Indonesia. Doa terbaik untuk Bangsa Indonesia”.

Mengakhiri pesannya, Kotak mengajak penggemarnya untuk mengekspresikan keinginannya untuk Indonesia. “Apa doa kalian untuk Indonesia kedepan gengs??”
 

Beberapa penggemar pun memberi komentarnya. “Do’a terbaik”, tulis kevin_sevindra29. Dan, putra_water menanggapi dengan pesan “Nyalakan merahmu”.

“Indonesia lebih maju dan kotak lebih beraksi”, tulis akun niaain10.

Berbeda dengan Kotak yang mengobarkan semangat nasionalisme, Indra The Titans justru mengingatkan bahwa perjuangan Indonesia sebagai bangsa masih sangat panjang.

“Persembahan dari @musisi_bandoeng_bersatu untuk Indonesia Tercinta “Glory Indonesia” kita harus tetap semangat dan berjuang terus meskipun sudah 74 tahun merdeka banyak yg harus di kejar oleh bangsa ini agar menjadi bangsa yg lebih besar dan di lihat dunia,” tulisnya.
 

Baca juga: HUT ke-74 RI, Julie Estelle dan Saurav Gurjar ucapkan selamat
 

Pewarta: Suryanto
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Katy Perry dituduh coba cium paksa presenter Rusia

Jakarta (ANTARA) – Hanya tiga hari setelah model Josh Kloss mengaku mengalami pelecehan seksual yang dilakukan Katy Perry, orang lain muncul dengan tuduhan yang sama untuk sang bintang pop.

Seorang jurnalis, presenter, dan produser TV Rusia Tina Kandelaki menyatakan Katy Perry pernah mencoba menciumnya di sebuah pesta.

Tina Kandelaki menuduh bahwa Perry sangat mabuk ketika dia menyentuhnya dengan tidak tepat dan berusaha menciumnya.

Kandelaki sudah secara terbuka menolak tapi Perry gigih dan terus bersikap tidak pantas sebelum akhirnya pergi.

Kandelaki mengatakan bahwa dia terinspirasi untuk mengungkapkan yang dialaminya itu setelah melihat model video musik Katy Perry “Teenage Deam”, Kloss, berbicara.

Kloss mengklaim bahwa Perry menarik celananya ke bawah saat pesta tahun 2010 di depan sesama pengunjung pesta. Perry belum secara terbuka merespons kedua tuduhan itu.

“Suatu kali saya diundang ke pesta pribadi dengan Katy Perry, di mana dia, karena cukup mabuk, memilih saya sebagai objek untuk mewujudkan hasratnya,” kata Kandelaki, 43, mengutip laporan Page Six, Sabtu.

“Aku berhasil melawan, latihan kekuatan tidak sia-sia, dan Katy langsung menemukan korban baru untuk ciuman, pelukan dan tarian kotor.”

Tidak jelas kapan insiden ini terjadi, dan perwakilan untuk Kandelaki tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar.

Perry, 34, saat ini bertunangan dengan aktor Orlando Bloom, tetapi di Los Angeles Gala 2017 ia membuka diri untuk mengeksplorasi seksualitasnya meskipun tumbuh dengan latar belakang agama yang ketat.

Baca juga: Katy Perry dituduh lecehkan model pria saat pesta
 

Presiden segera tandatangani surat persetujuan amnesti

Penerjemah: Suryanto
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PENTAGON super antusias gelar konser perdana di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Grup idola K-Pop PENTAGON mengaku sangat antusias menggelar konser perdana di Indonesia bertajuk “2019 PENTAGON WORLD TOUR (PRISM) IN JAKARTA” di The Kasablanka Hall, Kota Kasablanka, Jakarta Selatan pada 31 Agustus 2019.

Dua personel PENTAGON, Woo-seok dan Kino ternyata sudah lama ingin berkunjung ke Indonesia dan bertemu UNIVERSE (sebutan untuk penggemar PENTAGON) secepatnya.

“Aku sudah lama ingin berkunjung ke Indonesia. Aku merasa senang dan super antusias. Aku ingin bertemu UNIVERSE Indonesia secepatnya,” kata Woo-seok dalam keterangan tertulisnya, belum lama ini.

“Indonesia salah satu negara yang ingin aku datangi, aku sangat antusias,” ujar Kino menambahkan.

Di sisi lain, Hong-seok ingin mencicipi hidangan khas tanah air yang dia yakini lezat.

Sementara itu, pemimpin Hui yang juga tak sabar bertemu penggemar di Indonesia berjanji akan menghadiran konser yang luar biasa pada akhir Agustus ini.

“Terima kasih pada UNIVERSE karena mau menunggu kami. Aku ingin bersenang-senang dengan kalian melalui konser kami yang luar biasa,” tutur dia.

Dalam konser di Jakarta nanti, ke delapan personel PENTAGON (minus Yan-an yang harus rehat), yakni Jin-ho, Hui, Hong-seok, Shin-won, Yuto, Yeo-one, Kino, Woo-seok berharap bisa merasakan energi sekaligus suara keceriaan para penggemar di tanah air.

“Aku menantikan keceriaan dan semangat dari penggemar Indonesia,” kata Yeo-one, Shin-won dan Yuto.

Woo-seok menambahkan, dia ingin membuat kenangan tak terlupakan saat bernyanyi dan menari bersama penggemar sepanjang konser berlangsung.

“Aku berharap membuat kenangan tak terlupakan saat bernyanyi dan menari bersama penggemar,” tutur dia.

Baca juga: Yan An PENTAGON rehat dari grup karena masalah kesehatan

Baca juga: Album baru PENTAGON dirilis bulan ini

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wizzy bilang momen 17 Agustus banyak keceriaan untuk anak-anak

Jakarta (ANTARA) – Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus memiliki makna tersendiri bagi Wizzy.

Penyanyi bernama lengkap Williana Saraswati itu mengaggap momen 17 Agustus selalu menghadirkan keceriaan khususnya bagi anak-anak karena pada saat itu banyak lomba yang diadakan di lingkungan rumah dan sekolah.

“Momen 17 Agustus itu banyak keceriaan yang ada di situ dengan lomba-lomba yang ada dan yang ikut serta kadang-kadang lucu. Selalu seru,” ujar dia kepada Antara di Jakarta belum lama ini.

Menurut gadis kelahiran Surabaya 25 tahun yang lalu itu, lomba-lomba pada 17 Agustus seringkali meningalkan kesan, tetapi yang utama tetap keceriaan yang mungkin akan teringat hingga dewasa.

“Yang pasti lomba 17 Agustus-an meninggalkan kesan, karena kan emang kita zaman SD itu ingin fun aja. Enggak mikir harus bayar ini itu,” kata pelantun “Bawa Hatimu” itu.

Wizzy teringat ketika masa sekolah dasar setidaknya selalu mengikuti tiga macam lomba, yakni balap karung, memasukkan jarum ke dalam botol dan lomba balap kelereng. Dia mengaku berjiwa kompetitif sehingga berusaha memenangkan setiap lomba yang dia ikut hingga akhir masa sekolah dasar itu.

Saat ini, di momen 17 Agustus, Wizzy memilih beristirahat di rumah jika tak ada pekerjaan.

“Karena libur kalau memang lagi kosong di tanggal itu aku istirahat di rumah. Tapi kalau ada kerjaan, biasanya kerjaan yang berhubungan dengan 17 Agustus,” kata dia yang kini bersiap meluncurkan karya musik terbarunya itu.

Baca juga: Daftar promo Ovo, Dana dan Gopay rayakan Kemerdekaan

Baca juga: Makna Kemerdekaan bagi Aaliyah Massaid

Baca juga: Cara Rachel Amanda mengisi kemerdekaan

Jemaah haji asal Jabar akan gelar upacara kemerdekaan di Mekah

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Makna Kemerdekaan bagi Aaliyah Massaid

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Aaliyah Massaid (17) memaknai kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia sebagai momen untuk mengingat pengorbanan perjuangan para pahlawan.

“Jadi harus kita jaga. Jangan mengingatnya saat 17 Agustus saja tapi setiap hari harus tetap menjunjung nasionalisme,” kata Aaliyah beberapa waktu lalu pada Antara.

Pelantun lagu “Ulangi” itu berharap agar para generasi muda menghargai jasa pahlawan dengan melakukan kegiatan positif.

Menurutnya, salah satu kegiatan positif tersebut adalah dengan menjadi pasukan pengibar bendera di dalam air bekerjasama dengan Sea World Ancol.

“Bangga banget bisa berpartisipasi, karena enggak banyak tawaran bisa melakukan hal seperti ini,” kata Aaliyah.

Masyarakat khususnya di DKI Jakarta dapat melihat langsung kegiatan pengibaran bendera di dalam air yang dilakukan oleh Aaliyah pada 17 Agustus pukul 10.45 WIB di akuarium utama Sea World Ancol.

Baca juga: Aaliyah Massaid berbagi pengalaman pengibaran bendera dalam air

Jemaah haji asal Jabar akan gelar upacara kemerdekaan di Mekah

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Arsy Widianto rajin ikut lomba tarik tambang

Jakarta (ANTARA) – Arsy Widianto mengaku tidak pernah absen dalam mengikuti perlombaan 17 Agustus di lingkungan rumah, bahkan dia memiliki lomba favorit

“Tarik tambang. Kalau panjat pinang nyerah lah, udah enggak usah ikut. Enggak mungkin bisa naik,” kata Arsy beberapa waktu lalu di Jakarta.

Anak dari musisi Yovie Widianto ini, mengatakan bahwa di lingkungan rumahnya memang selalu rutin mengadakan berbagai perlombaan ketika memasuki bulan Agustus.

“Di rumah selalu ada lomba. Dari kecil kecil aku ikut tarik tambang dan enggak pernah kalah ya, selalu menang dan hadiahnya selalu dibagi-bagi,” ujar Arsy.

Teman duet Brisia Jodie ini, juga selalu menyempatkan diri untuk mengikuti perlombaan, malah dia kerap berperan sebagai panitia perlombaan.

“Rajin kalau enggak kesibukan, aku memang orang yang enggak sering pergi. Jadi di rumah ikutan dan bantu-bantu nyiapin sama warga,” jelas pelantun “Dengan Caraku” itu.

Baca juga: Makna Kemerdekaan bagi Aaliyah Massaid

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Miley Cyrus rilis lagu baru “Slide Away” usai pisah dengan Liam

Jakarta (ANTARA) – Miley Cyrus meluncurkan lagu baru berjudul “Slide Away”, beberapa hari setelah berpisah dengan Liam Hemsworth.

Lagu itu mengisahkan tentang kerelaan melepaskan seseorang.

Cyrus mengawali lagunya dengan lirik “Dulu itu adalah surga, dulu aku lumpuh/Kukira aku akan merindukan cahaya dermaga ini/Tapi ini saatnya untuk melepaskan.”

“Lanjutkan hidup, kita bukan 17 tahun/Aku sudah bukan diriku yang dulu lagi. Kau bilang segalanya sudah berubah/Kau benar, aku kini dewasa.”

Meski foto Cyrus mencium sahabatnya Kaitlynn Carter tersebar di mana-mana beberapa jam setelah dia dan Hemsworth mengumumkan pisah, namun sumber yang dekat dengan pasangan itu mengatakan pada People bahwa keduanya tak serius.

“Mereka punya sejarah panjang bersama dan itu alasan mengapa dia susah melepaskannya (Hemsworth). Pada akhirnya dia ingin bahagia dan dia dengan tulus ingin Liam bahagia juga,” katanya.

Berbagai sumber mengatakan hubungan Cyrus dan Hemsworth tidak sehat dan perpisahan keduanya saat ini adalah hal yang “terbaik”.

“Mereka sedang rehat sekarang karena mereka memang butuh itu. Itu adalah situasi yang buruk dengan banyaknya perselisihan. Mereka berdua sepakat untuk saling menjauh tapi ini bukan berarti hubungan keduanya benar-benar usai.”

Cyrus bertemu Hemsworth pertama kali pada 2009 di lokasi syuting film “The Last Song” dan hubungan keduanya putus-nyambung setelah itu sampai akhirnya Hemsworth melamar Cyrus pada 2012.

Keduanya lalu putus dan akhirnya nyambung lagi pada 2015. Akhirnya pada Desember 2018 mereka pun melangsungkan pernikahan yang digelar secara intim di rumah mereka di Franklin, Tennessee.

Baca juga: Berpisah, Liam Hemsworth harap Miley Cyrus bahagia

Baca juga: Usai umumkan pisah, Liam Hemsworth bungkam, Miley Cyrus rekaman lagi

Baca juga: Miley Cyrus dan Liam Hemsworth berpisah

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Metallica donasikan 250.000 euro untuk pembangunan RS anak Rumania

Jakarta (ANTARA) – Band heavy metal Metallica menyumbangkan 250.000 euro kepada asosiasi Rumania, Daruieste Viata (Give Life), yang membangun rumah sakit onkologi anak pertama di negara tersebut.

Donasi untuk Daruieste Viata, yang didirikan pada 2012, diberikan menjelang konser Metallica pada Rabu. Itu merupakan konser keempat band tersebut di negara Uni Eropa sejak 1999, kata asosiasi itu di halaman Facebook-nya, seperti dikutip Reuters, Kamis (15/8).

Sumbangan disalurkan melalui yayasan nirlaba Metallica, All Within My Hand, termasuk 200.000 uang sponsor dari Mastercard dan bank lokal BCR untuk konser Metallica di Bucharest.

Pembangunan dimulai pada pertengahan 2018 di rumah sakit di Bucharest. Proyek itu diharapkan selesai tahun depan, dengan sumbangan dari 260.000 orang dan kurang lebih 2.000 perusahaan.

Reuters melansir, infrastruktur di Rumania termasuk yang paling kurang berkembang di Uni Eropa, karena administrasi publik yang lemah, korupsi dan birokrasi, meski pertumbuhan ekonominya kuat dan miliaran euro pendanaan dari UE

Pemerintah telah berulang kali menunda rencana membangun tiga rumah sakit baru, padahal UE telah mengalokasikan dana untuk itu.

Baca juga: Metallica akan rilis buku belajar ABC untuk anak-anak

Baca juga: Jokowi disambut lagu Metallica di acara Deklarasi Relawan Pemuda Pancasila

Baca juga: Bayar ke KPK, piringan hitam Metallica resmi milik Jokowi
 

Terima PM Denmark, Presiden Dihadiahi Album Metallica

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yovie Widianto puji Noah sebagai grup musik papan atas

Jakarta (ANTARA) – Musikus Yovie Widianto memuji Noah sebagai salah satu grup musik papan atas di Indonesia yang mencetak banyak lagu hit dan berhasil bertahan menghadapi banyak rintangan.

Menurut Yovie, lagu-lagu yang dibawakan Noah selalu populer. Sementara di sisi lain, perjalanan band itu cukup berliku, mulai dari berganti personel hingga nama.

“Sebuah band seperti Noah dengan perjalanannya bisa bertahan begitu lama hingga diterima masyarakat itu butuh waktu. Dan pastinya ini punya karya yang sudah teruji, jadi orang buat single sudah hit saja itu sudah bagus tapi Noah sudah banyak cetak hit,” kata Yovie.

“Jadi Noah salah satu ikon penting sih,” ujar Yovie saat berbincang dalam jumpa pers konser “Project X” di Jakarta, Kamis.

Sementara itu, Noah yang diwakili Ariel membalas pujian tersebut, dengan mengatakan bahwa Yovie Widianto adalah sosok panutan dalam bermusik. Menurut dia, Yovie bisa merangkul semua musisi dari berbagai generasi dan genre musik.

“Mas Yovie itu lebih lama lagi bertahannya. Kita juga nanti enggak sabar lihatnya, di mana mas Yovie nanti tampil lagi di panggung dengan teman-teman yang dari next generation,” ujar Ariel.

Noah dan Yovie Widianto and His Friends akan tampil dalam konser “Project X” yang akan digelar pada 28 September 2019 di Istora Senayan, Jakarta.

Yovie bakal mengiringi penampilan Mario Ginanjar, Arsy Widianto, Rendy Pandugo, Rizky Febian, Teddy Adhitya, Brisia Jodie, Audrey Tapiheru dan Lalahuta.

Baca juga: Noah akan tampil di konser “Project X”

Baca juga: Noah rilis album baru “Keterkaitan Keterikatan” berisi 9 lagu
 

NOAH Hibur Penggemar Surabaya

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Noah akan tampil di konser “Project X”

Jakarta (ANTARA) – Grup musik Noah akan tampil dalam konser “Project X” bersama Yovie and His Friends pada 28 September 2019 di Istora Senayan, Jakarta.

Menurut pentolan Noah, Ariel, “Project X” merupakan kesempatan yang sangat tepat bagi band-nya untuk tampil di depan umum dengan formasi baru.

“Sekarang baru keluarin album ini buat langkah pertama yang kita lakuin di ‘Project X’, ini ada yang baru lagi. Kita punya lagu beda, konsep pas kita lempar kita bikin kayak mana, lihat nanti,” ujar Ariel dalam jumpa pers “Project X” di Jakarta, Kamis.

“Project X” juga menjadi konser besar Noah tanpa sang gitaris Uki. Ariel mengatakan itu bukan masalah dan Noah sudah mempersiapkan penampilan mereka secara matang.

“Secara teknis sih enggak terlalu banyak kendala, permainannya masih bisa di-cover,” kata Ariel.

Baca juga: Noah kehilangan sosok Uki

Sementara itu, dalam konser tersebut Noah tidak akan tampil sendiri. Mereka juga akan berbagi panggung dengan Yovie and His Friends yang terdiri dari Mario Ginanjar, Arsy Widianto, Rendy Pandugo, Rizky Febian, Teddy Adhitya, Brisia Jodie, Audrey Tapiheru dan Lalahuta.

“Persiapan kita pertama songlist, karena kan kita album baru. Terus treatment panggung itu nanti diomongin di akhir. Terus kita juga siap-siap aja ngasih kejutan ke mas Yovie di panggung nanti,” tutur Ariel.

Konser “Project X” digelar untuk menandai satu dekade promotor Berlian Entertainment berkiprah di indsutri hiburan.

Proyek musik itu melibatkan Nikita Dompas sebagai sebagai direktur musik (music director). Selain merangkum 55 pertunjukan yang pernah dikerjakan Berlian Entertainment, Nikita juga mengerjakan panggung Noah bersama Yovie Widianto.

Tiket konser “Project X” dibagi dalam enam kelas mulai dari Bronze Rp250 ribu, Festival Rp550 ribu, Silver Rp750 ribu, Gold Rp850 ribu, Platinum Rp1,25 juta, dan Diamond Rp2,5 juta.

Baca juga: Noah rilis album baru “Keterkaitan Keterikatan” berisi 9 lagu
 

NOAH Hibur Penggemar Surabaya

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Musikus sembilan negara akan meriahkan Ubud Village Jazz Festival

Denpasar (ANTARA) – Sejumlah musikus dari sembilan negara akan memeriahkan gelaran Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2019 yang berlangsung di Arma Museum Ubud, Gianyar, Bali, pada 16-17 Agustus.

“UVJF 2019 akan menampilkan berbagai corak (musik) jazz yang luas yang akan ditampilkan para musisi baik dari Indonesia, Amerika Serikat, Jerman, Rusia, Belanda, Italia, Australia, Perancis dan Korea Selatan,” kata salah satu pendiri UVJF Anom Darsana di Denpasar, Kamis.

Penyelenggaraan Ubud Village Jazz Festival 2019 yang bertepatan dengan perayaan hari Kemerdekaan RI itu mengusung slogan “CERTAINLY! INDONESIA”. Slogan itu bertujuan turut menyebarkan optimisme terhadap Indonesia yang lebih baik dan maju serta siap bersaing secara global.

“Musisi-musisi jazz dari berbagai belahan dunia itu akan tampil dalam berbagai sub-genre yang beragam dan kaya,” kata Anom Darsana.

Sejak perhelatan pertama pada 2013, lanjut Anom, UVJF selalu berkomitmen untuk menjadi sebuah festival yang ramah lingkungan.

“Pada tahun ini, UVJF juga mendukung semangat larangan penggunaan plastik sekali pakai. Komitmen itu sebagai salah satu bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab kami sebagai anggota komunitas yang peduli akan isu lingkungan,” ujarnya.

Baca juga: Alberto Marsico Trio pukau penonton Borneo Jazz Festival 2019

Co-Founder UVJF Yuri Mahatma menjelaskan musikus-musikus yang akan tampil merupakan musikus yang sudah memiliki nama besar, maupun musikus-musikus muda dengan bakat besar.

“Semua itu akan ditampilkan dalam kemasan nuansa panggung dan area festival yang sangat khas dan jarang dijumpai pada festival-festival di tempat lain. Kekhasan itu menempatkan UVJF sebagai salah satu kegiatan seni budaya berbasis komunitas yang penting,” katanya.

UVJF juga didukung berbagai kedutaan besar dan lembaga di bawah naungan kedutaan berbagai negara sahabat seperti Kedutaan Besar Austria, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Institut Francais d’Indonesie, dan Goethe-Institute,

Yuri Mahatma mengatakan jajaran musikus pengisi UVJF 2019 menjanjikan kualitas musik yang akan memanjakan para pecinta jazz apalagi dengan dukungan dari berbagi kedutaan dan lembaga seni-budaya negara sahabat.

Musikus-musikus pengisi UVJF 2019 antara lain Sri Hanuraga Trio feat Dira Sugandi, Otti Jamalus Trio feat Yance Manusama, Anggi Harahap Quartet, HajarBleh Big Band, Nancy Ponto Quintet.

Baca juga: 7 tahun rehat, JakJazz guncang lagi negeri dengan revolusi teknologi

Selain itu, terdapat juga Eurasian Quartet featuring Dian Pratiwi, co-founder UVJF, drummer asal Kanada yang telah lama bermukim di Bali Yvon Thibeault “Perpectives”, KoPi Jazz Kediri (Komunitas Pecinta Jazz Kediri) bersama Cendana Singers dari Kediri Jawa Timur, serta pianis berusia 13 tahun Jacob Jayasena yang akan tampil bersama pianis wanita, Nadine Adriana.

Sementara, musikus Amerika Serikat yang akan tampil adalah Aaron Goldberg Trio (with Matt Penman and Leon Parker), Pete Jung Quartet asal Korea Selatan, Michaela Rabitsch & R. Pawlik Quartet yang didukung oleh Kedutaan Besar Austria di Jakarta, musisi Australia Arcing Wires dan Caleb Fortuin with the Bali Mates (Future Leaders Jazz Award Winner) juga dari Australia.

“Selain itu, untuk pertama kalinya ada penampil dari Rusia yaitu, Ilugdin Trio and New Centropezn Quartet dan penampilan musisi dari Perancis yang didukung oleh Institut Francais d’Indonesie, Voyager 4,” kata Yuri Mahatma.

Selain penampilan musik, pada Kamis (15/8), juga akan digelar workshop jazz bagi musisi jazz di Bali oleh kelompok Aaron Goldberg Trio di Institut Seni Indonesia Denpasar.

Baca juga: “Pre-event” Ubud Village Jazz Festival 2019 tampilkan sejumlah musisi

Drive: lagu lintas cahaya kembalikan persatuan pasca Pemilu

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemarin, Noah belum cari gantinya Uki hingga KPI soal Netflix

Jakarta (ANTARA) – Grup Band Noah tak mau buru-buru mencari personel baru setelah ditinggalkan punggawanya untuk kedua kali, sebelumnya Reza memutuskan keluar, dan selesai album kedua ini, Noah kehilangan Mohammad Kautsar Hikmat atau kerap disapa Uki.

Baca juga berita mengenai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berencana menyampaikan penjelasan resmi tentang wacana pengawasan terhadap Netflix, YouTube dan Facebook pada 21 Agustus 2019.

Selain itu, masih ada beberapa berita kemarin yang masih menarik untuk disimak, berikut ini adalah rangkumannya.

1. Noah tak mau buru-buru cari pengganti Uki

Grup Band Noah tak mau buru-buru mencari personel baru setelah ditinggalkan punggawanya untuk kedua kali, sebelumnya Reza memutuskan keluar, dan selesai album kedua ini, Noah kehilangan Mohammad Kautsar Hikmat atau kerap disapa Uki.

Selengkapnya di sini

2. Svmmerdose buka konser LANY dengan penampilan akustik

Svmmerdose membuka konser band indie-pop asal Amerika Serikat LANY bertajuk “Malibu Nights” di Jakarta dengan penampilan akustik solo dari vokalis.

Selengkapnya di sini

3. 21 Agustus KPI sampaikan penjelasan resmi soal Netflix dan YouTube

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berencana menyampaikan penjelasan resmi tentang wacana pengawasan terhadap Netflix, YouTube dan Facebook pada 21 Agustus 2019.

Selengkapnya di sini

4. Jelang regulasi IMEI, ini cara cek ponsel Xiaomi resmi atau BM

Menjelang penerapan regulasi pemerintah Indonesia mengenai nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI), Xiaomi memberi panduan bagi pengguna untuk mengetahui apakah ponsel yang mereka beli adalah produk resmi untuk pasar Indonesia.

Selengkapnya di sini

5. B30 lolos uji “start ability”, kendaraan menyala kurang dari 2 detik

Bahan bakar B30 berhasil lolos uji kemampuan menghidupkan mesin kendaraan (start ability), yakni kurang dari dua detik pada mobil yang tidak digunakan selama 21 hari.

Selengkapnya di sini
 

NOAH Hibur Penggemar Surabaya

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ariel Noah akui buntu saat garap lirik album “Keterkaitan Keterikatan”

Jakarta (ANTARA) – Vokalis band Noah, Ariel mengaku sempat mengalami kebuntuan saat menggarap lirik untuk lagu-lagu dalam album “Keterkaitan Keterikatan”.

“Bukan buntu lagi, tapi butek ini. Setiap orang kan kehidupan berubah termasuk punya kehidupan lain, seperti punya kehidupan lain yang mencuri interest saya. Proses itu yang memengaruhi,” kata Ariel saat memperkenalkan album baru Noah, di Jakarta, Rabu.

Selain itu, Ariel yang kerap dipanggil dengan nama Boril itu juga merasa kekurangan kosa kata saat menulis lirik.

“Dulu lagi ngobrol-ngobrol seperti ini bisa langsung dapat ide. Sekarang kosa kata yang agak habis karena sebisa mungkin tidak mengulangi ide yang pernah dikeluarkan,” kata dia.

Saat ada lirik-lirik yang terasa mirip dengan lagu di album sebelumnya, akan langsung dihapus.

“Pas buat ini, (kalau) terlalu dekat dengan apa yang sudah, kami keluarkan,” ujar Ariel.

Noah bekerja sama dengan beberapa penulis lagu untuk menyelesaikan lirik dalam album “Keterkaitan Keterikatan”. Misalnya, lagu “Kupeluk Hatimu” liriknya dibuat oleh lima orang, yakni Ariel, David, Noe Letto, Marchella FP, dan Aan Mansyur.

“Mungkin bisa selesai sendiri, tapi kita bikin sesuatu yang enggak sama. Sentuhan dari musisi lain memberikan warna yang berbeda,” ujarnya.

Baca juga: Noah rilis album baru “Keterkaitan Keterikatan” berisi 9 lagu

Baca juga: Uki pamit dari Noah
 

NOAH Hibur Penggemar Surabaya

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Svmmerdose buka konser LANY dengan penampilan akustik

Jakarta (ANTARA) – Svmmerdose membuka konser band indie-pop asal Amerika Serikat LANY bertajuk “Malibu Nights” di Jakarta dengan penampilan akustik solo dari vokalis.

“Saya di sini mewakili band mates saya yang tidak bisa tampil karena masalah teknis,” kata Tarapti Ikhtiar Rinrin, vokalis Svmmerdose sebelum membuka penampilan dengan single terbaru mereka, “Self Love”.

Rinrin mengaku merasakan kegugupan lantaran harus merepresentasikan bandnya tanpa dua anggota lainnya, yakni Iqbaal Ramadhan dan Abbydzar Nur Fauzan.

Meski demikian, sorak sorai penonton meramaikan performa Rinrin yang juga bermain gitar tersebut. Setelah menampilkan “Self Love”, lagu “Crush” menjadi lagu selanjutnya yang ia bawakan.

Penampilan pembuka Svmmerdose ini berdurasi sekitar 15 menit sebelum akhirnya kedua anggota lainnya menyapa penonton dan berpamitan.

Sebelumnya, Svmmerdose menempuh negosiasi yang cukup alot untuk tampil di konser LANY, namun, tidak dijelaskan alasan di baliknya. Semula Svmmerdose untuk konser LANY yang dijadwal ulang akan tampil sebagai pembuka dalam kedua konser, masing-masing selama 15 menit dan 20 menit.

Svmmerdose menyebut alasan pembatalan penampilan di konser pertama “simpang siur”, padahal, jika merujuk kesepakatan awal, mereka akan tampil selama dua hari dalam format full band durasi 45 menit.

Baca juga: Svmmerdose akan tetap manggung di konser LANY tanpa Iqbaal

Baca juga: Iqbaal minta dukungan warganet setelah gagal jadi pembuka LANY

Baca juga: Svmmerdose batal jadi pembuka konser Charlie Puth

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aksi panggung grup band The Vamps

Aksi panggung grup band The Vamps saat tampil menghibur penggemarnya di The Kasablanka Hall, Jakarta, Rabu (14/8/2019). Dalam konser bertajuk “The Vamps Four Corners 2019 Tour” grup band asal Inggris tersebut membawakan lagu andalan mereka seperti “All Night”. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.

Noah tak mau buru-buru cari pengganti Uki

Jakarta (ANTARA) – Grup Band Noah tak mau buru-buru mencari personel baru setelah ditinggalkan punggawanya untuk kedua kali, sebelumnya Reza memutuskan keluar, dan selesai album kedua ini, Noah kehilangan Mohammad Kautsar Hikmat atau kerap disapa Uki.

“Tidak secepatnya untuk mencari itu, karena untuk member baru itu susah ya, dan belum kepikiran ke sana,” kata Ariel di Jakarta, Rabu.

Menurut Ariel mencari pengganti personel yang memainkan alat musik di atas panggung tidak begitu susah, tetapi menemukan karakter dan orang yang bisa membuat warna dari musik yang mereka miliki sangat lah sulit.

Oleh karena itu, Ariel, David dan Lukman memutuskan untuk saat ini tetap bertiga saja menahkodai Noah, tanpa merekrut personel baru.

“Yang pastinya secepatnya mencari orang menggantikan perannya, (additional player),” ucap Ariel.

Uki pamit pada rekan-rekannya sekitar enam bulan lalu, tetapi tetap berkomitmen merampungkan album baru yang terdiri dari delapan lagu anyar, hingga bisa diperkenalkan pada Rabu 14 Agustus 2019.

Ariel, David dan Lukman merasa kehilangan saat Uki menyatakan keluar, tetapi mereka tetap menghormati keputusan Uki soal kehidupannya.

“Dampaknya kita kehilangan teknologi kita, memang kalau dilihat dari depan panggung yang terlihat hanya (memainkan) rhythm, tapi di belakang dia adalah teknologinya Noah,” ujar vokalis yang juga akrab dipanggil Boril itu.

Baca juga: Ariel Noah mengaku buntu saat garap lirik lagu dalam album terbaru

Baca juga: Noah rilis album baru “Keterkaitan Keterikatan” berisi 9 lagu

Baca juga: Alasan Noah tak kabarkan kepergian Uki

NOAH Hibur Penggemar Surabaya

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Band Kotak didaulat jadi duta lingkungan

Ngawi, Jatim (ANTARA) – Tiga personel grup band Kotak, yakni Tantri Syalindri Ichlasari (vokalis), Swasti “Chua” Sabdastantri (bass) dan Mario “Cella” Marcella (gitar) didaulat menjadi duta lingkungan.

Mereka diusung menjadi duta lingkungan pada program penanaman pohon trembesi yang digagas Djarum Trees For Life (DTFL) bersama Bakti Lingkungan Djarum Foundation, BUMN PT Jasamarga Ngawi-Kertosono-Kediri, Pemerintah Kabupaten Ngawi, dan Kodam V/Brawijaya.

Menurut Tantri, mereka bangga terlibat dalam program tersebut dan berharap kegiatan itu dapat memotivasi generasi milenial agar lebih mencintai dan merawat lingkungan sekitar.

“Kita harus menyadari bahwa manusia dan alam merupakan kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Jika kita merawat lingkungan, alam juga akan menjaga manusia. Jangan sampai bencana datang karena kita lalai menjaganya,” katanya, yang pada Rabu sore, bersama anggota Kotak ikut menanam pohon trembesi di ruas jalan tol Ngawi-Kertosono, Jawa Timur.

Pemanasan global

Sementara itu, pada Rabu malam, Tantri hadir sebagai narasumber temu wicara, bersama Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nandang Prihadi, dan pembuat konten YouTube Andovi Da Lopez.

Temu wicara bertajuk “Lagi-lagi Global Warming” itu digelar dengan tujuan mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak muda agar lebih peduli dan melakukan aksi nyata menjaga alam sekitar.

Sebanyak 250 mahasiswa yang berasal dari 16 perguruan tinggi di wilayah Ngawi, Madiun (Jatim), dan Solo (Jateng) menjadi peserta dalam acara tersebut.

Nandang menyatakan pemanasan global harus menjadi perhatian serius generasi muda karena memiliki dampak negatif bagi keberlangsungan hidup manusia.

“Mengapa generasi muda harus mulai peduli terhadap pemanasan global, karena dampak negatifnya sudah mulai dirasakan,” katanya.

Ia memberi contoh sederhana mengenai udara yang kian panas, naiknya permukaan laut, hingga perubahan iklim di berbagai belahan dunia. Kondisi itu, katanya, merupakan bibit dari bencana-bencana yang timbul seperti banjir, tanah longsor hingga munculnya berbagai jenis penyakit baru.

Yang diutarakan Nandang, selaras dengan apa yang dialami Tantri.

“Contohnya, sekarang kita tidak tahu lagi kapan musim kemarau dan musim hujan. Perubahan iklim memang benar-benar terjadi. Suhu udara juga semakin panas,” kata Tantri.

“Jadi, sudah waktunya kita sadar lingkungan dan memperbaiki alam. Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mencintai bumi ini,” ujarnya.

Senada dengan Tantri, Andovi Da Lopez pun sepakat bahwa generasi muda harus ambil bagian dalam misi penyelamatan dan menjaga lingkungan.

Karena bagaimanapun, katanya, generasi muda yang akan menuai hasil dari upaya merawat bumi.

“Apa yang kita tanam, itu yang kita tuai. Kalau kita merawat bumi dari sekarang, maka bumi akan merawat kita di masa yang akan datang,” katanya.

Untuk itu, Andovi mengajak anak muda Indonesia sebagai garda terdepan dalam menggaungkan gerakan “sadar lingkungan”.

Terlebih lagi, kata dia, generasi muda sangat akrab dengan dunia digital sehingga upaya perbaikan lingkungan bisa menggerakkan lebih banyak orang.

“Saya sendiri ingin membuat konten video YouTube yang positif dan menarik mengenai lingkungan. Semoga bisa menjadi contoh agar bumi kita dan generasi penerus bangsa terselamatkan,” demikian Andovi.

Baca juga: Tantri “Kotak” manfaatkan mati lampu jadi waktu berkualitas
 

Duta Lingkungan Tanam Pohon Endemik di Hutan Kota

Pewarta: Andi Jauhary
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alasan Noah tak kabarkan kepergian Uki

Jakarta (ANTARA) – Band Noah tidak ingin kabar kepergian Uki digembar-gemborkan dan dianggap mendongkrak promosi album terbaru mereka.

Oleh sebab itu, Noah memutuskan untuk tidak menyampaikan kabar hengkangnya Uki ke publik, meski sebenarnya Uki telah mengutarakan keinginannya ingin keluar dari Noah sejak enam bulan lalu pada Ariel, David dan Lukman.

Menurut Ariel kabar tersebut baru bisa disampaikan setelah album kedua Noah bertajuk “Keterkaitan Keterikatan rampung dikerjakan.

“Itu yang kita pikirkan sejak enam bulan yang lalu, kita nggak pengen itu terlalu dibesar-besarkan, termasuk Uki juga berharap begitu, ngga ingin kesannya menopang album baru ini,” kata Ariel di Jakarta, Rabu.

Meski pamit, Uki tetap berkomitmen merampungkan album baru yang terdiri dari delapan lagu anyar ini hingga bisa diperkenalkan pada Rabu 14 Agustus 2019.

Ariel, David dan Lukman pun sebenarnya tidak menganggap Uki hengkang, mereka lebih memilih diksi istirahat pada personel-personelnya yang telah memutuskan tak lagi berada di Noah.

“Sama seperti Reza, Uki menemukan titik-titik tertentu dalam kehidupannya, di saat mereka juga tertarik kembali pintu ini selalu terbuka, rumah buat mereka untuk berkreasi sampai kapan pun,” ujar Ariel.

Baca juga: Uki pamit dari Noah

NOAH Hibur Penggemar Surabaya

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

HONNE gelar konser tunggal pertama di Jakarta

Jakarta (ANTARA) – Ismaya Live mengumumkan konser “HONNE – Love Me/Love Me Not 2019 Tour” yang akan digelar pada 21 November di Livespace SCBD, Jakarta.

Konser ini akan menjadi konser solo HONNE pertama di Indonesia setelah sempat beberapa kali tampil termasuk di We The Fest 2018.

“Setelah penampilan mereka di We The Fest 2018 bulan Juli tahun lalu, HONNE masih tetap menjadi salah satu musisi yang paling sering diminta untuk didatangkan oleh banyak pencinta musik di luar sana,” kata Brand Manager Ismaya Live, Sarah Deshita dalam keterangan resmi yang diterima Antara, Rabu.

Band yang beranggotakan James Hatcher dan Andy Clutterbuck ini telah melakukan tur keliling dunia sejak 2018 untuk tur “Love Me/Love Me Not”. Kini giliran Indonesia yang akan dikunjungi oleh mereka dalam konser tersebut.

“Jakarta adalah kota teratas dalam daftar pendengar HONNE dari seluruh dunia di Spotify. Kami sangat tidak sabar membawa HONNE kembali ke Jakarta dalam konser tunggal pertama mereka di Indonesia,” jelas Sarah.

Konser ini menyediakan tiket presale 1 dengan harga Rp500 ribu dan sudah bisa didapatkan di ismaya.com atau hellohonne.com. Sedangkan untuk penjualan online tersedia di beragam restoran Ismaya Group.

Konser “HONNE – Love Me/Love Me Not 2019 Tour” ditujukan khusus untuk penonton 18 tahun ke atas.

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Noah kehilangan sosok Uki

Jakarta (ANTARA) – Anggota band Noah, Ariel, David dan Lukman, merasa kehilangan sosok Uki sang gitaris yang memutuskan keluar dari grup musik tersebut.

“Dia (Uki) adalah teknologinya Noah,” kata Ariel saat memperkenalkan album baru Noah “Keterkaitan Keterikatan”, di Jakarta Rabu.

Kepergian Uki membuat Ariel, David dan Lukman harus berbagi tugas untuk menggantikan perannya.

“Tugasnya itu kita harus ambil bagi-bagi, apa yang selama ini dia kerjain, mendalami software Noah, ide-ide unik yang dia tambahkan ke lagu, dan soal teknik juga memonitor peralatan Noah. Dulu dia yang memastikannya,” ujar Ariel.

Uki sudah menyampaikan keinginannya untuk mundur dari Noah sejak enam bulan lalu, namun ia tetap berkomitmen merampungkan album kedua Noah hingga bisa dirilis pada hari ini.

Baca juga: Uki pamit dari Noah

“Dia bilang kayaknya habis ini enggak bisa jalan bareng lagi tapi masih ada di basecamp. Kami tidak merasa dia pergi, dia masih bersama kami, main PlayStation bareng meskipun tetap kalah, dan mengecat motor,” kata Ariel berseloroh bersama David dan Lukman.

Hanya saja yang membedakan saat ini, lanjut Ariel, Uki memutuskan menggapai tujuan hidup yang baru, dan semua pihak harus menghormati keputusan tersebut.

“Seperti yang dibilang itu tadi, dia punya kehidupan yang dia enggak bisa bareng-bareng. Kalau alasan Uki istirahat dari Noah, tanya langsung saja,” ujar vokalis Noah yang juga akrab disapa Boril itu.

Baca juga: Noah rilis album baru “Keterkaitan Keterikatan” berisi 9 lagu

Baca juga: Ariel Noah mengaku buntu saat garap lirik lagu dalam album terbaru
 

NOAH Hibur Penggemar Surabaya

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ariel Noah mengaku buntu saat garap lirik lagu dalam album terbaru

Jakarta (ANTARA) – Vokalis band Noah, Ariel mengaku sempat mengalami kebuntuan saat menggarap lirik untuk lagu-lagu dalam album terbaru “Keterkaitan Keterikatan”.

“Bukan buntu lagi, tapi butek ini. Setiap orang kan kehidupan berubah termasuk punya kehidupan lain, seperti punya kehidupan lain yang mencuri interest saya. Proses itu yang memengaruhi,” kata Ariel saat memperkenalkan album baru Noah, di Jakarta, Rabu.

Selain itu, Ariel yang kerap dipanggil dengan nama Boril itu juga merasa kekurangan kosa kata saat menulis lirik.

“Dulu lagi ngobrol-ngobrol seperti ini bisa langsung dapat ide. Sekarang kosa kata yang agak habis karena sebisa mungkin tidak mengulangi ide yang pernah dikeluarkan,” kata dia.

Saat ada lirik-lirik yang terasa mirip dengan lagu di album sebelumnya, akan langsung dihapus.

“Pas buat ini, (kalau) terlalu dekat dengan apa yang sudah, kami keluarkan,” ujar Ariel.

Noah bekerja sama dengan beberapa penulis untuk menyelesaikan lirik lagu dalam album “Keterkaitan Keterikatan”. Misalnya lagu “Kupeluk Hatimu” liriknya dibuat oleh lima orang, yakni Ariel, David, Noe Letto, Marchella FP, dan Aan Mansyur.

“Mungkin bisa selesai sendiri, tapi kita bikin sesuatu yang enggak sama. Sentuhan dari musisi lain memberikan warna yang berbeda,” ujarnya.

Baca juga: Noah rilis album baru “Keterkaitan Keterikatan” berisi 9 lagu

Baca juga: Uki pamit dari Noah
 

NOAH Hibur Penggemar Surabaya

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Svmmerdose akan tetap manggung di konser LANY tanpa Iqbaal

Jakarta (ANTARA) – Grup band Svmmerdose mengabarkan mereka tetap menjadi penampil pembuka konser LANY Live in Jakarta yang berlangsung malam ini, namun, dengan perubahan format penampilan.

“Setelah bernegosiasi panjang dengan manajemen LANY dan pihak penyelenggara, Svmmerdose akhirnya diberikan kesempatan untuk tampil,” kata Svmmerdose melalui keterangan tertulis, Rabu, malam.

Svmmerdose, yang beranggotakan Iqbaal Ramadhan, Abbydzar Nur Fauzan dan Tarapti Ikhtiar Rinrin, akan tampil pada konser kedua LANY malam ini, selama 21 menit. Svmmerdose tidak tampil dalam format lengkap malam nanti, hanya Rinrin yang akan bernyanyi diiringi musik akustik.

Svmmerdose menempuh negosiasi yang cukup alot untuk tampil di konser LANY, namun, tidak dijelaskan alasan dibaliknya. Semula Svmmerdose untuk konser LANY yang dijadwal ulang akan tampil sebagai pembuka dalam kedua konser, masing-masing selama 15 menit dan 20 menit.

“Namun, sangat disayangkan, penampilan pada show pertama pun kembali dibatalkan 5 menit sebelum Rinrin tampil dengan alasan teknis,” kata Svmmerdose.

Svmmerdose menyebut alasan pembatalan penampilan di konser pertama “simpang siur”, padahal, jika merujuk kesepakatan awal, mereka akan tampil selama dua hari dalam format full band durasi 45 menit.

“Sampai saat ini, tepat pukul 18.25 WIB, Svmmerdose masih dijanjiukan untuk tampil pada show kedua yaitu pukul 21.20 WIB dengan durasi 20 menit,” kata Svmmerdose.

Iqbaal, setelah kabar konser LANY mendadak dibatalkan karena masalah daya dan listrik, mengunggah foto di Instagram meminta dukungan agar mereka tetap dapat tampil sebagai pembuka di konser LANY.

Baca juga: Iqbaal minta dukungan warganet setelah gagal jadi pembuka LANY

Baca juga: Svmmerdose batal jadi pembuka konser Charlie Puth

Baca juga: Iqbaal Ramadhan pilih fokus dengan Svmmerdose

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Noah rilis album baru “Keterkaitan Keterikatan” berisi 9 lagu

Jakarta (ANTARA) – Band Noah merilis album terbaru bertajuk “Keterkaitan Keterikatan” yang berisi delapan lagu anyar dan satu lagu bonus (bonus track).

“Awalnya 10 lagu, tapi karena belum selesai, jadi ditarik untuk diselesaikan. Lagu berjudul ‘Suara Dalam Kepala’ kasusnya sama seperti ‘Bintang di Surga’, perlu ilmu lagi. Ini ada sesuatu yang kurang, akhirnya buat next album,” kata vokalis Noah, Ariel, di Jakarta, Rabu.

Kesembilan lagu dalam album itu yakni “Wanitaku”, “Kupeluk Hatimu”  “Mendekati Lugu”, “Mencari Cinta”, “Menemaniku”, “Kau Udara Bagiku”, “My Situation”, “Jalani Mimpi” dan bonus track “Moshimo Mata Itsuka” yang merupakan versi Jepang dari lagu “Mungkin Nanti”.

Personel Noah dan label rekaman sepakat menempatkan “Wanitaku” sebagai lagu pertama dalam album tersebut.

Bagian reff dari “Wanitaku” sempat dibocorkan oleh Noah saat menggelar konser di Gili Trawangan, Lombok, pada 2017.

Pada 2018, Noah merilis dua lagu yaitu “My Situation” dan “Jalani Mimpi” yang kemudian masuk ke album “Keterkaitan Keterikatan”. Sedangkan “Wanitaku” baru resmi dirilis Juni 2019.

“Butuh dua tahun untuk menyelesaikan song-nya saja, beberapa musisi besar sempat mengatakan tidak bisa melengkapi liriknya, karena reff-nya sudah rapi, dan akhirnya diselesaikan bersama Pongki Barata,” kata dia.

Pada urutan kedua, Noah menempatkan lagu “Kupeluk Hatimu”. Lirik lagu itu ditulis oleh banyak orang. Ariel bekerja sama dengan David Noah, Noe Letto, Marchella, dan Aan Masyur untuk menyelesaikannya.

Penggemar Noah bisa mendapatkan cakram padat (compact disc/CD) album Noah di outlet KFC hari ini atau mendengarkannya melalui aplikasi musik digital mulai 24 Agustus 2019.

Baca juga: Noah akan gelar konser tanpa Uki

Baca juga: Uki pamit dari Noah
 

NOAH Hibur Penggemar Surabaya

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Selena Gomez merambah bisnis produk kecantikan

Jakarta (ANTARA) – Setelah menjadi bintang iklan untuk produk Puma dan Coach, penyanyi dan aktris Selena Gomez bersiap untuk merambah bisnis produk kecantikan.

Dikutip dari E! News, Gomez telah mendaftarkan merk “Selena Gomez” ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat pada 11 Juli, tak lama sebelum ulang tahunnya ke-27.

Merek dagang itu diajukan di bawah perusahaan produksi miliknya July Moon Production.

Sementara pelantun lagu “Bad Liar” itu masih menutup mulut rapat-rapat soal itu, sepertinya produk kecantikannya meliputi wewangian, kosmetik, perawatan rambut dan tubuh.

Kabar soal produk kecantikan dari Gomez itu bukan sesuatu yang mengejutkan, lantaran ia beberapa kali tampil dengan riasan yang lebih berani, semisal saat ia menghadiri Festival Cannes 2019.

Mantan kekasih Justin Bieber itu menggunakan lipstik dengan warna terang dan riasan mata kucing yang mencolok. Ia juga bermain dengan warna-warna untuk dandanannya beberapa tahun terakhir.

Dengan banyaknya pesohor yang meluncurkan produk kecantikan, kehadiran Selena Gomez akan semakin meramaikan pasar.

Namun, ini bukan pertama kali bagi Gomez. Pada 2011, penyanyi asal Texas itu merilis wewangian dan meminta penggemar untuk membantunya menciptakan aroma dan memilih bahan-bahannya, demikian menurut E! News, Selasa (13/8).

Baca juga: Hadir di Cannes, Selena Gomez keluhkan bahaya media sosial

Baca juga: Tilda Swinton, Selena Gomez di karpet merah Cannes

Baca juga: Selena Gomez kembali aktif di Instagram

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Zara umumkan lulus dari JKT48

Jakarta (ANTARA) – Zara yang tergabung dalam Team T JKT48 mengumumkan pilihannya untuk lulus dari grup idola tersebut.

“Thanks for today! Hari ini aku mengumumkan untuk lulus dari JKT48. Hidup itu banyak pilihan dan harus dilakukan dengan tanggung jawab,” tulis Zara di laman Instagramnya @jkt48.zara, yang dikutip Rabu.

Pemeran Dara dalam film “Dua Garis Biru” itu mengaku ingin fokus dengan karir dan pendidikannya.

Menurut Zara, ia udah lama berkeinginan untuk mengundurkan diri dari JKT48, namun masih merasa berat meninggalkan grup yang telah membesarkan namanya.

“Aku sudah memikirkan ini dari lama banget,dan susah banget memutuskannya. Di JKT48 banyak banget pelajaran yang bisa aku ambil,” lanjut pemilik nama lengkap Adhisty Zara Sundari Kusumawardhani itu.

“Selagi kita masih punya waktu bersama, selagi aku masih di JKT48, mari kita bikin kenangan indah sampai hari kita untuk berpisah telah benar2 tiba.”

Kabar lulusnya Zara dari JKT48 turut menyita perhatian beberapa anggota JKT48 lainnya, termasuk Melody Laksani sebagai mantan kapten JKT48.

Melody pun membalas unggahan Zara dengan emotikon senyum.

Baca juga: Zara JKT48 sempat minder berakting di “Dua Garis Biru”

Baca juga: Perankan Euis, Zara JKT48 tak tahu “Keluarga Cemara”
 

Gina S Noer tak menyangka Dua Garis Biru ditonton 2 juta penonton

Pewarta: Muhammad Adimaja
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019