Elton John sebut Michael Jackson alami gangguan mental

Jakarta (ANTARA) – Elton John mengatakan “King of Pop” Michael Jackson pada akhir hidupnya telah menderita gangguan mental, sebagaimana dia sebutkan dalam memoar barunya yang berjudul “Me”.

Dalam buku yang akan diluncurkan pada Selasa (15/10) itu, Elton turut membahas mengenai kondisi kejiwaan Michael Jackson ketika menceritakan kondisi mentalnya.

“Aku mengenal Michael sejak dia berusia 13 atau 14 tahun. Dia adalah anak lelaki yang paling mengagumkan yang bisa kamu bayangkan. Namun pada tahun-tahun terakhir kehidupannya, dia mulai menjauhkan diri dari dunia dan kenyataan seperti Elvis Presley,” ungkap Elton dalam buku tersebut, seperti dikutip dari TMZ pada Senin.

Elton melanjutkan bahwa hanya Tuhan yang tahu apa yang ada dalam pikiran Michael.

“Hanya Tuhan yang tahu jenis obat apa yang diberikan kepadanya. Karena setiap kali saya melihat dia, saya seperti melihat pria malang yang kehilangan akal sehatnya,” kata Elton.

Elton kemudian menduga bahwa pada dasarnya Michael Jackson memang mengalami gangguan mental sehingga mengganggu orang di sekitarnya.

Elton melanjutkan dengan menggambarkan bahwa suatu waktu dia pernah mengundang Micahel ke sebuah pesta. Lalu di pesta tersebut, Michael tiba-tiba menghilang dan ditemukan sedang bermain dengan anak laki-laki dari pengurus rumah tangga Elton.

“Untuk alasan apa pun, Michael sepertinya tidak bisa menghadapi teman dewasa sama sekali,” kata Elton.

Michael Jackson meninggal pada tahun 2009, namun namanya sempat kembali terseret dalam sebuah kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Wade Robson dan James Safechuck.

Baca juga: “Leaving Neverland” raih Emmy, Michael Jackson Estate: Itu lelucon

Baca juga: Michael Jackson akan dihapus dari daftar penerima MTV Award

Baca juga: Paris Jackson dikabarkan coba bunuh diri gara-gara “Leaving Neverland”

Penerjemah: Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Album debut SuperM jadi nomor satu di Billboard 200 Albums Chart

Jakarta (ANTARA) – Grup K-pop SuperM menduduki peringkat pertama tangga album Billboard 200 lewat karya perdana “SuperM: The 1st Mini Album”.

Agensi SM Entertainment mengumumkan itu di akun Twitter resmi mereka.

“@SuperM’s 1st mini album ‘SuperM’ recorded No.1 on the Billboard 200 Albums Chart! ???? Congratulations❤️” tulis @SMTOWNGLOBAL seperti dikutip Antara, Senin.

Anggota SuperM terdiri dari Taemin dari SHINee, Baekhyun dan Kai dari EXO, Taeyong dan Mark dari NCT 127 serta Ten dan Lucas dari WayV, sebuah band berbasis di China yang dibuat oleh SM.

Huruf M dalam nama grup itu merujuk pada “matrix & master” untuk sinergi tim dengan menyatukan tujuh seniman berbakat dan mapan.

Grup beranggotakan tujuh orang yang dijuluki “Avengers K-pop” itu debut di Capitol Records Tower, Hollywood, Sabtu (5/10), memperkenalkan album perdana mereka berjudul “SuperM”.

Baca juga: Perjalanan ambisius Avengers K-pop SuperM masuk industri musik AS
Baca juga: “Jopping”, video debut SuperM yang dibuat di Dubai
Baca juga: SuperM bersiap guncang Hollywood, ini kata Taemin dan Baekhyun
Baca juga: SuperM akan tampil di Hollywood 5 Oktober

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ada Ariana Grande-Nicki Minaj-Normani di “Charlie’s Angel reboot”

Jakarta (ANTARA) – Dalam trailer bulan lalu, Ariana Grande, Lana Del Rey, dan Miley Cyrus muncul bersama dalam sebuah lagu dan video untuk film reboot Charlie’s Angel mendatang.

Tapi tahukah Anda bahwa “Don’t Call Me Angel” bukan satu-satunya kolaborasi Ariana Grande di sountrack film itu.

Baru-baru ini, Ariana Grande mengungkapkan daftar lagu untuk seluruh soundtrack. Selain bersama Lana dan Miley, Ariana Grande juga berkolaborasi dengan Nicki Minaj dan Normani di lagu “Bad to You”.
 

Juga akan ada penampilan antara Ariana dan Chaka Khan, Ariana dan Victoria Monét, dan lagu solo dari Ariana, di antaranya. Mungkin ada lima lagu Ariana Grande dalam sountrack itu.

Charlie’s Angels, yang dibintangi oleh Kristen Stewart, Naomi Scott, dan Ella Balinska, dijadwalkan untuk rilis 15 November mendatang, tetapi soundtrack akan tersedia sebelumnya, streaming 1 November.

Pewarta: Suryanto
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

DJ Zedd dilarang tampil di China

Jakarta (ANTARA) – Musikus DJ Zedd dilarang mengunjungi China sehingga ia tidak dapat tampil di negara tersebut dalam waktu dekat.

Larangan itu muncul setelah Zedd menyukai cuitan tentang episode South Park yang berjudul “Band in China”.

Produser berusia 30 tahun itu mengumumkan perihal larangan itu melalui laman Instagramnya, seperti dikutip Aceshowbiz, Minggu.

“Saya baru saja dilarang secara permanen ke China karena menyukai tweet @southpark,” kata Zedd.

“Hanya untuk memperjelas, ini bukan lelucon. Pemerintah memberi tahu promotor kami bahwa jika mereka tidak membatalkan pertunjukan saya di China, mereka akan menarik izin budaya mereka,” lanjutnya.

Seorang penggemar pun memberikan komentar, “Apakah kami sekarang dilarang ke China karena kami menyukai tweet Anda tentang larangan dari China?”.

Yang lain menjawab, “Zedd’s Dead (Di mata pemerintah China).”

Perwakilan dari DJ itu juga telah memberikan konfirmasi mengenai pernyataan Zedd, “Ini benar, ya, tapi kami tidak punya info lagi untuk kalian saat ini.”

Episode “South Park” yang kontroversial menyebabkan pemerintah China menghapus tayangan itu dari internet di negara mereka. Episode itu menampilkan Randy Marsh yang mengejek pemerintah China.

Baca juga: Winky Wiryawan pilih bermusik atau akting?
 

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Eva Celia gantikan Tompi tampil di pesta rakyat Hari Jadi Jatim

Kami sudah dikabari oleh Mas Tompi langsung dan sangat menyesal karena tidak bisa tampil di hadapan ribuan warga Jatim.

Surabaya (ANTARA) – Penyanyi jaz Eva Celia menggantikan Tompi yang semula direncanakan tampil saat pesta rakyat di Gedung Negara Grahadi Surabaya karena masih berada di Jepang yang pada Sabtu (12/10) terjadi badai topan.

“Benar, Mas Tompi masih di Jepang dan beliau konfirmasi mohon maaf karena belum bisa terbang akibat topan,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim Aries Agung Paewai ketika dikonfirmasi di Surabaya, Minggu sore.

Di Jepang terjadi Topan Hagabis pada Sabtu (12/10) yang menurut badan penyiaran umum Jepang NHK berakibat timbulnya sejumlah korban jiwa dan puluhan orang lainnya harus mendapat perawatan intensif.

Tompi rencananya akan tampil bersama KLa Project dan God Bless dalam rangka Hari Jadi Ke-74 Provinsi Jawa Timur Tahun 2019.

Menurut Aries, pihaknya memaklumi kondisi yang terjadi dan menilai bukan masalah besar karena sudah disiapkan pengganti sesama penyanyi jaz, Eva Celia, yang juga putri Indra Lesmana hasil pernikahannya dengan Sophia Latjuba.

“Kami sudah dikabari oleh Mas Tompi langsung dan sangat menyesal karena tidak bisa tampil di hadapan ribuan warga Jatim,” ucapnya.

Selain penampilan Eva Celia dan hiburan sejumlah grup musik, pada pesta rakyat juga disediakan 50 ribu porsi kuliner menu khas Jatim gratis untuk pengunjung yang digelar di sepanjang Jalan Gubernur Suryo Surabaya.

“Agar tertib, setiap pengunjung kami beri gelang sebagai penanda untuk mendapatkan kuliner gratis di setiap pintu masuk,” ucapnya.

Selain itu, pengamanan ekstra juga dilakukan di empat titik pintu masuk, bahkan kepada pengunjung yang diindikasikan berbau alkohol dan membawa senjata tajam maka tidak diperbolehkan masuk.
Baca juga: God Bless semarakkan Hari Jadi Ke-74 Jatim di Surabaya

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Produksi kaset pita secara global terkendala bahan baku

Jakarta (ANTARA) – Sejumlah musisi akhir-akhir ini senang bernostalgia dengan meluncurkan album dalam bentuk kaset pita.

Sebut saja musisi Amerika Serika Billie Eilish yang sukses menjual 4.000 keping pita kaset atas album debutnya ” When We Fall Asleep, Where Do We Go?”, ada lagi grup band yang sempat manggung di Jakarta, The 1975 yang mampu menjual 8.000 kaset dari album “A Brief Inquiry Into Online Relationships” sejak November tahun lalu.

Sekalipun teknologinya sudah jadul, menurut laporan Industri Fonografi Inggris (BPI) awal tahun ini, 35.000 kaset pita berhasil terjual di Inggris selama paruh tahun 2019.

Sebaliknya, dalam periode yang sama di tahun 2018, kaset cuma terjual 18.000 keping.

Dilansir NME, Sabtu (12/10), mulai menggeliatnya bisnis kaset menyebabkan penundaan produksi karena terlalu banyak permintaan sedangkan bahan bakunya terbatas.

Bahan baku itu adalah gamma ferric oxide, bahan yang digunakan dalam pita rekaman magnetik.

National Audio Company, pabrikan kaset audio terbesar di AS, menjelaskan dalam suratnya pada pelanggan bahwa satu-satunya pabrik yang memurnikan bahan berharga itu masih terus diperbaiki selama hampir sepanjang tahun, membuat mereka mengirim produk dalam jumlah yang jauh lebih kecil dan tumpukan produk kaset yang belum selesai terus bertambah.

“Seperti yang Anda ketahui, ada kekurangan oksida gamma bermutu tinggi di seluruh dunia; bahan magnetik yang digunakan dalam membuat rekaman audio berkualitas profesional,” demikian kata NAC, sebelum menjelaskan apa artinya ini bagi bisnis mereka.

Produksi diharapkan bisa dilanjutkan akhir tahun ini. “ADA BERITA BAIK!” NAC mengungkapkan. “Kami telah diberitahu bahwa NAC akan menerima setidaknya sebelas ton oksida pada bulan Oktober.”

Sementara itu, laporan tengah tahun dari Asosiasi Industri Rekaman Amerika menyebutkan vinyl menyalip penjualan CD untuk pertama kalinya sejak 1986.

Baca juga: Piringan hitam yang tak lekang zaman

Baca juga: Kaset pita, barang lawas yang masih dicari

Baca juga: Berburu kaset pita di Jalan Cihapit Bandung

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penampilan Saykoji di The Downtown Talk Bekasi

Penyanyi rap Saykoji (kedua kanan) menghibur penonton saat tampil dalam The Downtown Walk, di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (12/10/2019) malam. Saykoji membawakan sejumlah lagu diantaranya Jalan Panjang (Apapun Mereka Bilang) dan Jomblo. ANTARA FOTO/Suwandy/hp.

SID kenang masa lalu saat tampil di Kuta Beach Festival

Bali (ANTARA) – Superman Is Dead (SID) tampil memeriahkan hari kedua gelaran Kuta Beach Festival yang diadakan di Pantai Kuta, Bali, Sabtu malam.

Band punk rock yang beranggotakan Bobby Kool (gitar), Eka Rock (bass), dan Jerinx (drum) itu tampil sekitar pukul 22.00 WITA di panggung utama Kuta Beach Festival.

Cuplikan lagu “Batas Cahaya” membuka penampilan SID di Pantai Kuta. Tak lama berselang sebuah lagu berjudul “Puisi Cinta Para Perompak” yang terdapat dalam abum terbaru “Tiga Perompak Senja” dibawakan oleh personel SID.

Baca juga: Makna tato bagi Jerinx SID

Para Outsider (fans SID) yang telah menunggu sejak lama terlihat memadati area depan panggung utama. Mereka berjingkrak menikmati hentakan musik SID.

“Malam ini sangat luar biasa buat SID karena masih bisa tegap berdiri di sini bersama kalian Outsider dan Lady Rose,” kata Bobby Kool disela lagu “Bulan & Ksatria”.

Bagi SID, daerah Kuta menyimpan banyak kenangan masa lalu yang tidak terlupakan. Dalam penampilannya di Kuta Beach Festival, SID bercerita mengenai pengalaman masa lalu di Pantai Kuta.

Baca juga: SID kampanye penolakan reklamasi pantai di Bali

“Dulu kita sering surfing di sini. Kalau tidak ada Kuta, tidak akan ada SID,” ujar Bobby.

Selanjutnya lagu “Kuta Rock City” yang membuat nama SID dikenal luas tak ketinggalan dinyanyikan dengan penuh tenaga.

Tak hanya bernyanyi, dalam penampilannya SID juga menyelipkan kritik sosial terhadap lingkungan dan juga mengajak penonton untuk merawat keindahan Pantai Kuta.

“Malam ini kita di Kuta, Bali, tanah yang indah. Saya minta habis ini rekan-rekan jangan buang sampah sembarangan,” kata Bobby.

SID juga membawakan sejumlah lagu-lagu populernya, seperti “Bukan Pahlawan”, “Pulang”, hingga “Aku Persepsi” yang sekaligus menutup kemeriahan hari kedua Kuta Beach Festival.

Baca juga: Jerinx SID beri teguran tertulis pada Via Vallen

Baca juga: Via Vallen jawab teguran Jerinx “SID”

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sierra Soetedjo tampil manis di Reyog Jazz Ponorogo

Ponorogo (ANTARA) – Sierra Soetedjo tampil manis dengan menyanyikan lagu-lagu romantis di Reyog Jazz Ponorogo, Telaga Ngabel, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu.

Sierra hadir bersama Tiyo Alibasjah (gitar) dan Dony Koeswinarno (flute dan saksofon). Ketiganya membuka penampilan dengan lagu “Overjoy” milik Stevie Wonder.

“Lagu ini sangat terkenal jadi nyanyi bareng,” kata Sierra.

Penyanyi lulusan  WAAPA (Western Australia Academy of Performing Arts), Perth, Australia itu lantas membawakan “The Other Half of You” dan meminta penonton untuk ikut bernyanyi bersamanya.

“Kita session malam ini romantis-romantisan aja ya. Berikutnya “Somewhere Over the Rainbow”, pasti pada tahu ya?,” ujar Sierra.

Sierra juga membawakan lagu dari single perdananya yang berjudul “The Only One”. Beberapa penonton pun ada yang tahu lagu tersebut dan ikut bernyanyi dengannya.

Setelahnya, Sierra kembali menyanyikan lagu milik orang lain yakni “Especially for You” dan sebagai pamungkas dia pun memainkan “Mau Dibawa Kemana” yang mendapat respon luar biasa dari penonton.

Lagu tersebut menjadi penutup yang manis dari penampilan Sierra malam ini. Setelah Sierra, akan hadir Krisdayanti dan Fariz RM Anthology.

Baca juga: Reyog Jazz Ponorogo kenalkan pianis muda Jacob Jayasena

Baca juga: Reyog Jazz Ponorogo dibuka dengan kolaborasi reyog dengan band Ber6

Baca juga: Resik-resik desa sebelum memulai Reyog Jazz Ponorogo

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Reyog Jazz Ponorogo kenalkan pianis muda Jacob Jayasena

Ponorogo (ANTARA) – Reyog Jazz Ponorogo 2019 yang berlangsung di Telaga Ngebel, Jawa Timur, Sabtu memperkenalkan pianis muda berbakat Jacob Jayasena.

Jacob tampil bersama Aditya Ong Trio memainkan sejumlah lagu. Pianis berusia 13 tahun ini juga mengenalkan lagu dua lagu ciptaannya sendiri yang berjudul “Side Road” dan “Telaga”.

Baca juga: Pianis muda Joey Alexander bicara tentang album kedua

“Side Road yang berarti pinggiran jalan. Inspirasinya biasanya pinggir jalan kan dipakai entah untuk warung atau tempat parkir,” kata Jacob malu-malu.

Selain lagunya sendiri, Aditya Ong Trio feat Jacob Jayasena juga memainkan lagu-lagu dolanan seperti “Ilir-Ilir” dan “Gundul-Gundul Pacul” yang dibuat dalam versi jazz namun tetap enak dinikmati.

Tak hanya itu, mereka juga mengaransemen lagu “Bengawan Solo” yang sangat terkenal dengan versi Jazz.

Jacob tak hanya bermain piano, dia juga memainkan alat musik lain yakni melodica atau yang biasa disebut sebagai pianika.

“Saya mau mengucapkan terima kasih kepada Reyog Jazz Ponorogo karena sudah mengundang kita main di sini,” ujar Jacob sebelum berpamitan.

Baca juga: Tokoh Ponorogo: Yang betul “reyog” bukan “reog”

Baca juga: Reyog Jazz Ponorogo tawarkan pertunjukan di atas telaga

Baca juga: Reyog Jazz Ponorogo dibuka dengan kolaborasi reyog dengan band Ber6
 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Reyog Jazz Ponorogo dibuka dengan kolaborasi reyog dengan band Ber6

Ponorogo (ANTARA) – Reyog Jazz Ponorogo 2019 dibuka dengan kolaborasi grup band Ber6 bersama kelompok reyog dari Universitas Muhammadyah Ponorogo di Telaga Ngabel, Jawa Timur, Sabtu.

Baca juga: Tokoh Ponorogo: Yang betul “reyog” bukan “reog”

Ber6 yang terdiri dari Denny Chasmala, Andre Dinuth, YankJay, Zendhy Kusuma, Yandi Andaputra dan Franky Sadikin mengiringi pertunjukan reyog dari atas panggung.

Sementara itu di bagian bawah panggung, kelompok reyog melakukan pertunjukannya dengan formasi yang lengkap ada jathil, warok, dadak merak, bujang ganong dan klono sewandono.

Penampilan kolaborasi ini cukup menarik perhatian pengunjung, pasalnya jarang sekali ada reyog yang diiringi dengan musik rock.

Memang musik yang dibawakan bukanlah jazz, namun cukup harmonis disandingkan dengan reyog.

Para musisi juga mengikuti setiap gerakan yang dilakukan oleh para penari, pemindahan nada tergantung dari adegan mana yang ditarikan.

Kolaborasi ini pun mendapat respon yang luar biasa dari penonton. Ketika pertunjukan berakhir, mereka mendapat banyak tepuk tangan.

Reyog Jazz Ponorogo 2019 belum berakhir, setelah ini akan ada Fariz RM Anthology, Krisdayanti, Sierra Soetedjo, Tiyo Alibasjah dan Dony Koeswinarno.

Baca juga: Reyog Jazz Ponorogo tawarkan pertunjukan di atas telaga

Baca juga: Resik-resik desa sebelum memulai Reyog Jazz Ponorogo

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ITZY ke Jakarta, tiket pertunjukan sisakan dua kategori lagi

Jakarta (ANTARA) – Pertunjukan grup idola K-Pop ITZY bertajuk “ITZY? ITZY!” di Jakarta hanya menyisakan dua kategori tiket pada Sabtu setelah pembukaan penjualan pada 4 Oktober.

Berdasarkan pantauan ANTARA pada laman penjualan tiket, Tiket.com, Sabtu siang, dua kategori yang tersisa yakni Orange A dan Orange B yang masing-masing dibanderol Rp815 ribu per lembar tiket.

Secara keseluruhan, kategori tiket pertunjukan grup beranggotakan lima personel perempuan yakni Yeji, Lia, Yuna, Ryujin dan Chaeryeong itu terbagi menjadi delapan yakni Orange A, Orange B, Purple A, Purple B (Rp815 ribu), Yellow A dan Yellow B (Rp1,015 juta), Green (Rp1,215 juta), dan Blue (Rp1,815 juta).

Baca juga: ITZY rilis album mini “IT’z ICY”

Gelaran “Premier Showcase Tour ITZY? ITZY!” akan berlangsung di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, pada 2 November 2019 pukul 18.30 WIB.

Selain di Indonesia, para pelantun “Dalla Dalla” itu juga akan menggelar acara serupa di berbagai kota Asia antara lain Macau (9 November 2019), Taipei (1 Desember 2019), Singapura (8 Desember 2019), dan Bangkok (21 Desember 2019).

Kemudian, mereka akan menggelar pertunjukkan itu di Amerika Serikat mulai awal 2020 antara lain di Los Angeles (17 Januari 2020), Minneapolis (19 Januari 2020), Houston (22 Januari 2020), Washington D.C. (24 Januari 2020), dan New York (26 Januari 2020).

Baca juga: Lagu debut ITZY sudah ditonton 100 juta kali di YouTube
 

Baca juga: ITZY “adik” TWICE resmi debut di industri K-pop

ITZY bernaung di bawah agensi JYP Entertainment, agensi yang sama dengan sederet grup idola K-Pop populer lain seperti GOT7, Day6, Stray Kids, dan TWICE. Masing-masing grup idola itu sudah pernah datang ke Indonesia dan menggelar konser solo.

ITZY melakukan debut pada 12 Februari 2019 melalui single album “It’z Different” dengan lagu utama “Dalla Dalla”.

Baca juga: ITZY, girl band K-pop baru dari JYP Entertainment

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jimi Jazz dan Monkey To Millionaire rilis album dalam format kaset

Jakarta (ANTARA) – Dua band indie Jimi Jazz dan Monkey To Millionaire merilis ulang album dalam format kaset rilisan label Langen Srawa Records untuk menyambut perhelatan “Cassette Store Day (CSD) 2019”.

Dalam keterangan pers yang diterima Antara, Sabtu, Jimi Jazz band yang dimotori oleh Jimi Multhazam merilis ulang album “Kebisingan Pancaroba Yang Merongrong” dalam format kaset. Bagi Jimmy, perilisan ulang ini merupakan impiannya sejak lama.

“Kala itu, CD belum terlalu populer. Rasanya sulit dituliskan oleh kata-kata. Kaset adalah impian pancaroba yang belum terselesaikan,” kata Jimi yang juga vokalis dari The Upstairs.

Proses produksi album ini terbilang cukup singkat, rekaman sudah rampung kurang dari sebulan. Jimi mengumpulkan cerita-cerita yang pernah ia alami dan sebagian besar bersinggungan dengan crossover trash.

Pengerjaan album ini juga melibatkan nama Petir Saputra (gitar), Adit Umbara (bass), dan Koko Nugraha (drums). Selain itu, penggarapan album juga menjadi pengalaman unik baginya karena ia pertama kali membuat riff-riff gitar secara utuh.

Sementara itu, Monkey To Millionaire merilis ulang album “Self Titled” dalam format kaset. Album itu merupakan mini album pertama mereka yang dirilis tahun 2005.

“Saat beberapa kali manggung, banyak yang tanya tentang album lama. Kami sendiri kangen sama lagu-lagu lama yang pernah dibuat. Ditambah lagi, tahun ini bakal ada Cassette Store Day. Jadi kami berpikir, bagus juga kalau bisa rilis karya. Eh, ternyata semesta mendukung. Kami garap, deh!” Kata Wisnu, gitaris Monkey To Millionaire.

Salah satu yang menarik, Monkey to Millionaire juga akan merilis video proses terbentuknya album Self-Titled dibantu oleh Jimi Multhazam yang nantinya dapat dinikmati di kanal Youtube mereka. Sebagai kejutan, band bakal mengeluarkan lagu-lagu yang tidak masuk dalam album “Self-Titled” saat rilis pada 2005/2006.

Album Self Titled (Monkey to Millionaire) dalam format kaset menjadi sesuatu yang berkesan bagi mereka karena belum pernah merilis karya dalam format kaset sepanjang perjalanan bermusik.

“Semoga album re-issue ini bisa diterima dengan baik oleh banyak orang. Semoga yang mendengar pun terbawa nostalgia tentang masa-masa Monkey to Millionaire pada 12–13 tahun yang lalu,” pungkas Wisnu.

Baca juga: Masuk angin menginspirasi Zirah luncurkan “Pusaka Pertiwi”
Baca juga: Band indie “Renew” hibur pejalan kaki di Dukuh Atas
Baca juga: Band indie Texpack dan Skandal rilis album dalam format kaset

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Resik-resik desa sebelum memulai Reyog Jazz Ponorogo

Ponorogo (ANTARA) – Reyog Jazz Ponorogo bekerja sama dengan Ponorogo Resik-Resik melakukan bersih-bersih area Telaga Ngebel, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (12/10) sebelum festival musik tersebut digelar.

Bersih-bersih ini diikuti oleh siswa dan siswi dari SMAN 1 Ponorogo, SMA 2 Ponorogo serta beberapa masyarakat sekitar.

“Kami berharap pada acara berlangsung tempatnya tetap bersih dan kami juga akan ada edukasi untuk resik-resik. Kita berharap tempat acara ini tetap bersih dari sebelum acara hingga selesai acara,” ujar founder WartaJazz, Agus Setiawan Basuni.

Founder Ponorogo Resik-Resik, Eva berharap nantinya para penonton bisa membawa botol minum sendiri untuk mengurangi sampah plastik di area konser.

“Bawa botol minum sendiri, jangan khawatir nanti kita sediakan galon-galon air minum untuk mengisi botolnya,” kata Eva.

Reyog Jazz Ponorogo juga melakukan sebuah upacara slametan bersama warga sekitar untuk melancarkan acara yang berlangsung mulai siang nanti.

Festival jazz yang berlangsung di Telaga Ngebel, Ponorogo akan mulai pukul 12.30 WIB. Acara ini dihadiri oleh Denny Chasmala yang pertama kalinya tampil bersama grup Ber6 yang beranggotakan Andre Dinuth, YankJay, Zendhy Kusuma, Yandi Andaputra dan Franky Sadikin.

Selain itu, ada juga penampilan dari Yvon Thibeault dari Kanada, Andro Yopi Kristian, Gala Ga dari Rusia, Sierra Soetedjo, Tiyo Alibasjah, Dony Koeswinarno hingga Krisdayanti.

Acara ini dapat dihadiri oleh seluruh masyarakat Ponorogo dan sekitarnya secara gratis. Penonton hanya perlu membayar retribusi masuk Telaga Ngebel sebesar Rp8 ribu per orang.

Baca juga: Reyog Jazz Ponorogo tawarkan pertunjukan di atas telaga
Baca juga: Jimi Jazz dan Monkey To Millionaire rilis album dalam format kaset
Baca juga: NonaRia berencana luncurkan album kedua tahun depan

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kallula butuh empat tahun siapkan debut solonya

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi bergenre pop-electronic Indonesia Kallula mengaku butuh waktu selama empat tahun untuk mempersiapkan debut solonya sebelum tampil di Jakarta, Jumat.

“Akhirnya setelah empat tahunan, gue bisa mantap buat solo,” ujar Kallula sebelum penampilan perdananya di eX Atrium, Plaza Indonesia, Jakarta.

Penyanyi bernama lengkap Kallula Harsynta Esterlita itu mengaku merasa gugup dan tidak yakin untuk bermusik secara tunggal karena sebelumnya dia merupakan salah satu anggota dari grup Kimokal.

Baca juga: Kimokal rilis video musik single “Wanderlust”

“Selama empat tahun itu, gue sempat bertanya-tanya, what’s next? Bahkan, kemarin sempat mikir buat turun gitu, nggak ingin bikin musik lagi,” kata wanita yang punya gaya rambut bob itu.

“Lalu Kimo waktu itu bilang, ‘lo solo aja’, dan gue malah disuruh ketemu Dipha (Barus) bikin lagu baru. Terus akhirnya aku mikir, boleh juga. Dan ketika first hear, aku merasa itu beda banget dan mengubah hidup gue,” ujarnya.

Alasan lain adalah Kallula juga ingin menunjukkan gaya dan warna bermusiknya secara luas.

Baca juga: Kimokal terkejut tampil di DWPX

“Melalui solo ini, gue ingin menunjukkan orang-orang apa yang gue bener-bener suka. Awalnya, tertekan banget karena ditanyain banyak orang lebih ke apa sih selera musiknya,” ujarnya.

Lagu “This Love” hadir sebagai pertemuan kembali Kallula dengan Dipha Barus, yang sebelumnya berhasil membuat lagu “No One Can Stop Us” dan membawa pulang piala AMI Awards tahun 2016 untuk Best Electronic Dance Production.

Dirilis melalui Darlin’ Records, lagu pertama solo Kallula itu akan menjadi babak barunya sebagai musikus yang memegang kendali penuh identitas dan musikalitasnya.

Baca juga: Kallula buat lagu solo “This Love” dalam dua jam

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kallula buat lagu solo “This Love” dalam dua jam

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi ber-genre pop-electronic Indonesia, Kallula, mengaku dirinya memerlukan waktu selama dua jam saja ketika membuat lagu debut solonya, “This Love” bersama produser Dipha Barus.

“Aku membuat lagu ini selama dua jam, by myself, tapi Dipha (Barus) bantuin, buat take in dan out lagunya,” kata Kallula sebelum penampilan solo perdananya di eX Atrium, Plaza Indonesia, Jumat.

Ia juga mengatakan bahwa lagu untuk debut solonya ini adalah pekerjaan dan karya yang spesial buatnya. Menurutnya, ia dapat menunjukkan warna musiknya yang cukup berbeda dari project sebelumnya, yakni Kimokal.

“Lagu ini is a special song for me. Ini jadi pembeda buat warna dan style musikku sama project-project sebelumnya seperti di Kimokal,” ujar wanita bernama lengkap Kallula Harsyntha itu.

“This Love”, lanjutnya, ia kemas dengan nuansa band era 80an yang ceria dan groovy. Ia juga mengatakan bahwa lagunya lebih ringan dan sangat mencerminkan kepribadiannya.

Sementara itu, lagu yang telah dirilis pada Kamis (10/10) lalu itu merupakan pertemuan kembali Kallula dengan kolaborator musiknya Dipha Barus, yang sebelumnya berhasil membuat lagu “No One Can Stop Us” dan membawa pulang piala AMI Awards tahun 2016 untuk Best Electronic Dance Production.

Dirilis melalui Darlin’ Records, lagu pertama solo Kallula ini akan menjadi babak baru bagi dirinya sebagai musisi yang memegang kendali penuh identitas dan musikalitasnya.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Park Shin-hye padukan riasan-busana saat sapa penggemar di Jakarta

Jakarta (ANTARA) – Aktris asal Korea Selatan Park Shin-hye menampilkan riasan wajah merona yang berpadu dengan busana merah bermotif bunga dan gaung panjang saat menyapa para penggemar di Jakarta, Jumat.

“Halo semuanya, aku Park Shin-hye. Ini bukan pertama kalinya (ke Indonesia). Sebulan lalu, aku pernah ke Bali,” ujar Shin-hye dalam acara bertajuk “Blossoming Red Journey” yang diselenggarakan Mamonde Indonesia.

Shin-hye mengaku kaget sekaligus senang melihat antusiasme para penggemarnya, terutama ketika dia berada di Bali. Perasaan itulah yang menjadi salah satu alasannya kembali ke Indonesia.

Baca juga: Park Shin Hye bantu pemadam kebakaran

“Walaupun aku ke Bali dan bukan ke Jakarta, tapi banyak yang mengenaliku dan baik padaku. Aku pikir ingin kembali ke Indonesia lagi,” tutur dia.

Park Shin-hye mulai dikenal publik sejak memainkan karakter versi muda Choi Ji-woo dalam drama “Stairway to Heaven” pada 2003.

Setelah itu, dia kembali terlibat dalam film dan sejumlah drama populer Negeri Ginseng antara lain “Miracle in Cell No. 7”, “He’s Beautiful”, “The Heirs” dan “Memories of the Alhambra.”

Baca juga: Park Shin-hye dan Choi Tae-joon berkencan
 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IU segera luncurkan mini album kelima

Jakarta (ANTARA) – Agensi hiburan Kakao M yang menaungi aktris asal Korea Selatan IU menyatakan bahwa aktrisnya akan kembali mengeluarkan album baru dalam waktu dekat.

“Memang benar bahwa IU sedang mengerjakan album baru, tetapi waktu peluncurannya belum ditentukan,” demikian pernyataan Kakao M sebagaimana dilansir Soompi, Jumat.

Dalam jumpa penggemar beberapa waktu lalu, aktris yang memerankan tokoh Jang Man-Wol dalam serial “Hotel del Luna” itu mengumumkan jadwal tur konsernya dan mengungkapkan sedang menggarap album baru.

Aktris bernama lengkap Lee Ji-eun itu dalam akun instagramnya @dlwlrma mengunggah foto yang menjadi teaser mini album ke-5 miliknya dengan tanda tagar “Lovepoem”.

Baca juga: IU mengenang mendiang Jonghyun SHINee di konser solonya
  IU mengunggah foto dalam akun instagramnya sebagai teaser untuk mini album kelimanya. (Instagram.com/dlwlrma)

Dalam foto yang dia unggah, IU tampak dikelilingi berbagai macam bunga, dengan rambut berwarna biru safir.

Foto yang dia unggah pada 10 Oktober itu sudah disukai oleh lebih dari 1,6 juta para pengikutnya.

Namun, tersiar kabar bahwa mini album kelima tersebut akan rilis pada bulan November atau Desember, bertepatan dengan agenda konser Asian tour IU.

Baca juga: IU rayakan 10 tahun debut dengan single baru

Penerjemah: Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Reyog Jazz Ponorogo tawarkan pertunjukan di atas telaga

Ponorogo (ANTARA) – Reyog Jazz Ponorogo 2019 menawarkan sebuah kolaborasi unik antara kesenian reog dengan musik jaz dan pemandangan pertunjukan musik di atas telaga.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, dalam jumpa pers di Taman Suko Sewu, Ponorogo, Jumat, mengatakan Reyog Jazz merupakan sebuah pertunjukan yang sangat unik dan sangat sayang untuk dilewatkan.

Festival itu akan berlangsung di Telaga Ngebel pada 12 Oktober mulai pukul 12.30 WIB.

“Pertama dari sisi musik, ada modern dengan gamelan-gamelan reog yang akan ditampilkan secara terpadu,” kata Ipong.

“Yang kedua, Reyog Jazz dilaksanakan di atas telaga. Hal yang sering kota dengar kan jaz gunung, kalau ini jaz telaga karena dilaksanakan di atas telaga,” katanya melanjutkan.

Baca juga: Tiga konser musik bertaraf internasional bakal digelar di Jateng

Reyog Jazz Ponorogo 2019 menghadirkan Fariz RM Anthology yang terdiri dari musikus Fariz RM (keyboard/vokal), Adi Darmawan (bass), Eddy Syakroni (drum) dan Iwan Wiradz (perkusi).

Selain itu, ada Denny Chasmala yang pertama kalinya tampil bersama grup Ber6 dengan anggota Andre Dinuth, YankJay, Zendhy Kusuma, Yandi Andaputra dan Franky Sadikin.

“Tahun ini lebih spesial karena saya akan membawa empat gitaris, satu bassis dan drummer yang punya basic di musik jaz. Besok harus lihat, kami akan menjadi satu harmoni dengan reog,” ujar Denny.

Reyog Jazz juga menampilkan Yvon Thibeault dari Kanada, Andro Yopi Kristian, Gala Ga dari Rusia, Sierra Soetedjo, Tiyo Alibasjah, Dony Koeswinarno, hingga Krisdayanti.

Pertunjukkan musik itu terbuka untuk umum bagi masyarakat Ponorogo dan sekitarnya secara gratis. Penonton hanya perlu membayar retribusi masuk Telaga Ngebel sebesar Rp8 ribu per orang.

Baca juga: Reog Ponorogo (1) – Upaya membumikan lewat Festival Reyog

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Young Lex rilis lagu “CIU” dengan irama reggae

Jakarta (ANTARA) – Young Lex baru saja merilis single baru berjudul “CIU” dengan memasukkan irama reggae ke dalam musiknya.

“CIU” sendiri merupakan kependekan dari “Cinta Ini Untukmu”. Lagu ini merupakan karya yang cukup unik mengingat beberapa lagu Young Lex sebelumnya lebih banyak mengundang kontroversi.

“Gue emang suka lagu reggae sebenernya. Dan dari lima tahun yang lalu koleksi lagu-lagu reggae gue lebih banyak lagi. Dan lagu ini buat gue, lagu buat senang-senang saja. Sekaligus untuk nostalgia juga buat gue bareng sama teman-teman dekat yang sudah lama kenal,” kata Young Lex dalam keterangan pers yang diterima Antara, Jumat.

Baca juga: Duo Reggae asal Bandung “Anjing Dub” siap rilis album

Baca juga: Duet Ras Muhamad dan Gentleman di Uprising Festival Bratislava

Melalui lagu ini, Young Lex mencoba memberikan gambaran dirinya dalam bermusik sebelum orang-orang mengenalnya sebagai rapper.

Dalam lagu ini, Young Lex juga bekerja sama dengan teman dekatnya, Afrogie. Sekain itu, dia juga telah merilis video musik dari single “CIU” ini yang mengambil lokasi Gang Bocor, Percetakan Negara, Jakarta Pusat yang tak lain merupakan tempat ia tumbuh besar.

“Video musiknya sendiri diambil di gang tersebut. Ada orang lagi main karambol, ada ibu-ibu lagi beli sayur, ada anak motor lagi nongkrong. Seperti itulah konsep musik video ‘CIU’ kali ini. Dibuah versi selayaknya anak-anak gang,” tambahnya.

Video musik terbaru dari Young Lex ini bisa disaksikan di akun Youtube Trinity Optima Production dan lagunya juga sudah beredar di layanan musik digital.

Baca juga: Young Lex kolaborasi dengan Anji di lagu “Flashback”

Baca juga: Jajal layar lebar, Young Lex tertantang perankan Oscar

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Album baru 88rising, Jackson GOT7 kolaborasi bareng Joji

Jakarta (ANTARA) – Musisi dan anggota grup K-pop GOT7, Jackson Wang dipastikan akan merilis lagu kolaborasinya dengan musisi asal Jepang, Joji, dalam album kompilasi 88rising, “Head in the Clouds II”.

Tak hanya berdua dengan Joji, Swae Lee dan Major Lazer juga akan menyumbangkan suaranya pada lagu berjudul “WALKING” itu.

Dalam “Head in the Clouds II”, nyanyian Jackson juga bisa ditemui di sejumlah lagu lainnya, yaitu di “Tequila Sunrise” bersama Higher Brothers dan pada lagu “I Love You 3000” bersama Stephanie Poetri.

“Head in the Clouds” sebelumnya telah dikenal sebagai album dan konser dari label 88rising.

Label itu menaungi sejumlah artis hip-hop dan RnB asal Asia yang tengah naik daun. Di Indonesia sendiri, nama kolektif itu mulai dikenal sejak bergabungnya Rich Brian.

Di album terbaru 88rising nanti, akan hadir pula “These Nights”, kolaborasi rapper asal Indonesia Rich Brian dan penyanyi K-pop Chungha. Penyanyi asal Indonesia lainnya, NIKI, akan berkolaborasi dengan Phum Viphurit, penyanyi independen asal Thailand.

Album “Head in the Clouds II” akan rilis pada 11 Oktober di seluruh platform musik daring seperti iTunes, Apple Music, dan Spotify.

Baca juga: JYP Entertainment konfirmasi soal “comeback” GOT7

Baca juga: Tak hanya akting, Jinyoung GOT7 juga debut sebagai pengisi suara

Baca juga: “I Love You 3000” masuk album “Head in the Clouds II”
​​​

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

J-Hope BTS ingin mendarat di peringkat puncak tangga lagu Billboard

Jakarta (ANTARA) – J-Hope, penari dan rapper dari grup K-pop Bangtan Sonyeondan (BTS), menjadi anggota pertama yang lagu solonya masuk ke 100 besar tangga lagu Billboard.

“Chicken Noodle Soup”, lagu solo J-Hope yang berkolaborasi dengan diva Amerika Serikat Becky G, masuk ke peringkat ke-81 di Hot 100 pada pekan ini, seperti dikutip dari situs Billboard.

Prestasi itu dicapai dalam waktu kurang dari dua pekan setelah lagunya resmi dirilis pada 27 September.

Lagu, “Chicken Noodle Soup,” adalah gubahan dari lagu berjudul sama tahun 2006 yang dibawakan oleh musisi Amerika, DJ Webstar dan rapper Young B.

J-Hope menulis baris rap berbahasa Korea untuk memberikan unsur K-pop, sementara Becky G menulis dalam bahasa Spanyol, yang menambahkan unsur-unsur segar ke lagu hip hop itu.

“Lagu solo J-Hope ‘Chicken Noodle Soup’ yang menampilkan Becky G, debut di posisi 81 di Hot 100 pekan 12 Oktober, di mana penari-rapper-vokalis itu jadi anggota pertama BTS yang masuk ke 100 besar tangga lagu sebagai solois, di luar grupnya,” ujar Billboard jelang pengumuman resmi tangga lagu.

Lagu ini juga menduduki puncak tangga lagu Penjualan Lagu Digital Dunia Billboard untuk pekan 12 Oktober, kali kedua J-Hope berada di posisi pertama setelah lagu “Daydream” pada 2018.

Ini juga kali pertama Becky G mendarat di posisi puncak.

Menurut Billboard, ini membuat J-Hope jadi artis Korea keenam yang menembus 100 besar sekaligus solois K-pop ketiga yang mencapai itu.

Dalam kurun dua pekan setelah rilis di YouTube, “Chicken Noodle Soup” J-Hope sudah ditonton lebih dari 70 juta kali.

Tarian “sayap ayam” yang jenaka mendorong munculnya ribuan video yang menirukan koreografi itu dengan tagar “#CNSChallenge” di media sosial, salah satunya dibuat oleh sesama anggota BTS, V dan Jungkook.

Ini juga menandai kolaborasi langka di mana ada tiga bahasa- Korea, Spanyol dan Inggris dalam sebuah lagu di kancah musik AS, di mana budaya Asia dan Latin kerap kurang terwakili.

Baca juga: J-Hope BTS rilis lagu hip hop kolaborasi dengan Becky G

Baca juga: “Chicken Noodle Soup” J-Hope BTS masuk 100 besar tangga lagu Inggris

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ed Sheeran dan Pangeran Harry promosikan kesehatan mental

Jakarta (ANTARA) – Bel pintu berdering. Ketika dibuka, terlihat Pangeran Harry sedang membuka pintu untuk menyambut Ed Sheeran. Keduanya memiliki rambut dan janggut berwarna merah.

“Rasanya seperti melihat ke cermin,” cetus pangeran sebelum mengajak bintang pop itu masuk.

Baca juga: Ed Sheeran sedih kucingnya mati ditabrak mobil

Itu adalah adegan pembuka dari sebuah video yang diunggah pada hari Kamis (10/10) di mana cucu Ratu Elizabeth dan musisi pemenang Grammy bergabung untuk berkampanye tentang masalah yang sama-sama penting untuk mereka.

Klip itu, yang diunggah di halaman Instagram Harry, memperlihatkan keduanya itu duduk di sebuah meja membicarakan tentang topik yang hangat bagi mereka, tetapi setelah beberapa saat menjadi jelas bahwa ada kesalahpahaman.

“Bagiku adalah subjek dan topik yang tidak cukup sering dibicarakan. Saya pikir orang-orang di seluruh dunia benar-benar menderita, ”kata Harry.

Sheeran menjawab bahwa ia telah mencoba menulis lagu tentang masalah ini untuk membantu meningkatkan kesadaran.

Dia kemudian menambahkan: “Orang-orang tidak mengerti seperti apa rasanya bagi orang-orang seperti kita.”

Baca juga: Ed Sheeran doyan tempe dan rendang

Terlihat bingung, Harry bertanya: “Apa?” Kemudian Sheeran menjelaskan: “Anda tahu, lelucon dan komentar sinis, saya hanya merasa sudah saatnya kita melawan dan berkata, Kau tahu, kita tidak akan tinggal diam. Kami adalah pemilik rambut merah dan kami akan melawan.”

Tampak malu, Harry berkata, “Oke. Agak canggung nih,” sebelum menjelaskan bahwa dia tidak berbicara tentang diskriminasi terhadap orang-orang berambut merah, melainkan tentang Hari Kesehatan Mental Dunia.

Dengan tergesa-gesa Sheeran menghapus kata-kata “GINGERS UNITE” (rambut merah bersatu) dari dokumen di komputer jinjingnya, Sheeran langsung memahami pesan pangeran dan video itu ditutup dengan keduanya bersanding, meminta orang-orang untuk membantu siapa pun yang mungkin menderita masalah kesehatan mental.

Dilansir Reuters, Harry, yang berada di urutan keenam penerus takhta Inggris, telah lama berkampanye tentang masalah kesehatan jiwa. Pada Kamis, ia berada di Nottingham, Inggris tengah, mengunjungi komunitas yang bertujuan mencegah masalah kesehatan mental dan kekerasan di kalangan anak muda.

Harry dan istrinya Meghan, yang gelar resminya adalah Duke dan Duchess of Sussex, semakin gencar menggunakan Internet untuk terlibat langsung dengan publik. Keduanya telah mengambil langkah hukum terhadap media Inggris atas berita yang mereka anggap mengganggu dan tidak akurat.

Baca juga: Pangeran Harry tuntut dua tabloid Inggris karena menyadap telepon

Baca juga: Lucunya Baby Archie saat berkunjung ke Afrika

Baca juga: Meghan Markle tuntut koran Inggris, Pangeran Harry kritik tabloid

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BTS akan buka toko pop-up di Seoul

Jakarta (ANTARA) – Grup K-pop BTS akan membuka toko pop-up di Seoul selatan bulan ini untuk menghibur penggemar dengan karya seni dan pernak-pernik, kata agensi manajemen BTS, Kamis (10/10).

Dilansir Yonhap, toko bernama “House of BTS” itu akan dibuka di gedung berlantai empat di distrik Gangnam pekan depan. Toko itu beroperasi selama 80 hari hingga 5 Januari 2020.

Ini bukan yang pertama, sebelumnya BTS membuat hal serupa dalam konser di Los Angeles, Chicago, London dan Paris.

Salah satu yang bisa dinikmati penggemar tersebut adalah isntalasi istimewa di mana penggemar bisa melihat secuplik adegan dari video klip BTS yang terkenal, kata agensi Big Hit Entertainment.

Akan ada pula toko pernak-pernik BTS, juga tempat membeli makanan dan minuman.

Toko pop-up ini dibuat dengan tema pink, warna dari lagu hit global BTS terbaru, “Boy With Luv”. Karya seni yang terinspirasi dari lagu terkenal lain, “DNA” dan “MIC Drop”, juga jadi bagian pameran.

“HOuse of BTS akan jadi pengalaman (penggemar) yang berlapis-lapis, menawarkan apa yang pernah ada di toko pop up BTS sebelumnya,” ujar Big Hit.

Baca juga: “Chicken Noodle Soup” J-Hope BTS masuk 100 besar tangga lagu Inggris

Baca juga: Saluran TikTok BTS ditonton 100 juta kali dalam lima hari

Baca juga: J-Hope BTS rilis lagu hip hop kolaborasi dengan Becky G

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marcell Siahaan ungkap kekaguman pada Raisa

Jakarta (ANTARA) – Marcell Siahaan mengungkapkan rasa kagumnya pada kemampuan bermusik penyanyi cantik Raisa.

“Raisa selalu jadi salah satu solois perempuan yang saya kagumi. Ia memiliki musikalitas yang bagus, sikap yang menyenangkan, ritme kerja yang profesional, dan itu penting sekali untuk terus berada dalam industri musik di Indonesia,” kata Marcell dalam keterangan pers yang diterima ANTARA, Jumat.

Kekaguman Marcell pada Raisa dalam bermusik, membuat pria kelahiran 42 tahun silam itu tidak memiliki alasan untuk tidak mengundang Raisa sebagai salah satu bintang tamu pada konsernya.

Suami dari Rima Melati Adams ini bahkan dengan gamblang mengatakan bahwa berbagi panggung dengan Raisa adalah cita-citanya.

“Mengajak Raisa untuk satu panggung di konser ‘Marcell Tujuhbelas’ adalah cita-cita saya. Saya ingin bisa berbagi panggung dengannya, bersama-sama menyanyikan lagu-lagu yang kami sukai”, imbuh Marcell.

Selain Raisa, grup musik RAN juga akan ambil bagian dalam konser “Marcell Tujuhbelas” yang akan menghentak Balai Sarbini, Jakarta, pada 18 Oktober 2019 mendatang.

Tidak hanya Raisa dan RAN yang jadi topik menarik pada hitungan hari menuju konser tunggal “Marcell Tujuhbelas”. Diam-diam, pelantun lagu “Firasat” (2003) itu menyiapkan sebuah kejutan untuk para Teman Marcell -sebutan untuk fans setianya.

Baca juga: Raisa keluar dari zona nyaman di single “You”

Baca juga: Jelang konser tunggal, Marcell Siahaan latihan tinju

Baca juga: Raisa, RAN dan Rima Melati jadi bintang tamu konser Marcell

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

God Bless semarakkan Hari Jadi Ke-74 Jatim di Surabaya

Jadi, informasi tentang penutupan total Jalan Gubernur Suryo selama tiga hari penuh tidaklah benar, sebab sistemnya buka tutup.

Surabaya (ANTARA) – Grup musik rock Indonesia God Bless akan menyemarakkan pesta rakyat peringatan Hari Jadi Ke-74 Tahun Provinsi Jawa Timur di kawasan Gedung Negara Grahadi di Surabaya pada Minggu, 13 Oktober 2019.

“Grup musik God Bless siap menghibur masyarakat Jatim. Kemudian ada juga KLa Project dan Tompi,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim Aris Agung Paewai kepada wartawan di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, dihadirkannya grup-grup musik papan atas Indonesia, khususnya God Bless diharapkan dapat menghibur masyarakat di Jatim.

Tak hanya dihibur grup musik, pada pesta rakyat juga disediakan 50 ribu porsi kuliner menu khas Jatim gratis untuk pengunjung yang digelar di sepanjang Jalan Gubernur Suryo Surabaya.

“Agar tertib, setiap pengunjung kami beri gelang sebagai penanda untuk mendapatkan kuliner gratis di setiap pintu masuk,” ucapnya.

Selain itu, pengamanan ekstra juga dilakukan di empat titik pintu masuk, bahkan kepada pengunjung yang diindikasikan berbau alkohol dan membawa senjata tajam maka tidak diperbolehkan masuk.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga memastikan bahwa akses Jalan Gubernur Suryo dilakukan sistem buka tutup mulai Sabtu, 12 Oktober 2019.

Ia merinci, pada 12 Oktober, jalan akan ditutup mulai pukul 07.00-10.00 WIB karena digunakan upacara peringatan Hari Jadi Jatim, lalu dibuka lagi hingga pukul 18.00 WIB.

Selanjutnya, mulai pukul 19.00 WIB ditutup kembali hingga pukul 24.00 WIB karena dilakukan pemasangan properti, seperti panggung maupun perlengkapan lainnya.

Pada 13 Oktober, mulai pukul 01.00 WIB jalan dibuka lagi hingga pukul 12.00 WIB, lalu pukul 13.00 WIB hingga 24.00 WIB ditutup lagi untuk acara sampai pembongkaran properti.

“Jadi, informasi tentang penutupan total Jalan Gubernur Suryo selama tiga hari penuh tidaklah benar, sebab sistemnya buka tutup,” katanya.

Sementara itu, dalam rangka Hari Jadi Ke-74 Jatim, pada 12 Oktober 2019 digelar upacara di halaman Grahadi yang juga menampilkan kesenian tari kolosal serta marching band.

Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, sedangkan seluruh petugas berasal dari unsur kepala organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi setempat.

“Di setiap sudut lokasi upacara, kami juga menyediakan buah-buah lokal hasil pertanian di Jatim yang disuguhkan untuk undangan. Silakan dimakan gratis, tapi setelah upacara berakhir,” tuturnya.
Baca juga: Suka duka dan rencana God Bless di usia 45 tahun
Baca juga: Pengalaman buruk Donny God Bless naik pesawat tahun 80-an
Baca juga: Resep nge-band awet ala Ahmad Albar dan Eet Sjahranie

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

JYP Entertainment konfirmasi soal “comeback” GOT7

Jakarta (ANTARA) – Agensi hiburan Korea Selatan JYP Entertainment mengonfirmasi bahwa grup idola yang dinaunginya, GOT7, tengah menyiapkan album baru untuk comeback pada musim gugur ini.

“Kabar itu benar, bahwa GOT7 sedang menyiapkan album baru. Kami akan umumkan jadwal pastinya setelah semuanya siap dan dikonfirmasi,” kata pihak JYP Entertainment dikutip Soompi, Kamis.

Sebelumnya, mencuat kabar GOT7 ditargetkan untuk comeback pada November mendatang. Saat ini, grup idola yang terdiri dari tujuh anggota itu masih melakukan tur dunianya, “Keep Spinning” sembari menyiapkan lagu-lagu baru.

Baca juga: JB GOT7 sebut aroma parfum favorit

Baca juga: Bambam GOT7 berbahasa Indonesia dalam konser Jus2

Grup yang beranggotakan Im Jaebeom, Mark Tuan, Jackson Wang, Park Jinyoung, Choi Youngjae, BamBam, dan Kim Yugyeom itu terakhir menyapa penggemarnya melalui album “Spinning Top: Between Security and Insecurity” pada Mei lalu.

GOT7 memulai karir musik mereka pada Januari 2014 melalui mini album “Got It?”, yang berhasil menduduki nomor dua di Gaon Album Chart dan nomor satu di Billboard World Albums Chart.

Prestasi GOT7 selama lima tahun di industri musik Korea Selatan dan internasional pun cukup membuat nama mereka dikenal. Melalui album “Present: You” (2018), mereka berhasil menduduki urutan pertama di tangga album iTunes di lebih dari 25 negara.

Grup senior dari TWICE ini juga merupakan satu-satunya artis Asia yang masuk dalam 10 besar pada artis dengan tur AS tersukses versi Billboard melalui tur dunia bertajuk “Eyes On You”.

Baca juga: Tak hanya akting, Jinyoung GOT7 juga debut sebagai pengisi suara

Baca juga: GOT7 bicara album autobiografi pertama dan target ke depan

Penerjemah: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Baru sehari dibuka, kanal YouTube Arashi diikuti 960.000 pelanggan

Jakarta (ANTARA) – Kanal resmi grup idola Jepang Arashi di YouTube sudah diikuti 960.000 pelanggan dalam kurun sehari sejak dibuka pada Rabu (9/10).

Ini adalah kali pertama grup di bawah naungan agensi Johnny’s Entertainment memiliki akun resmi di platform online, membuat musik mereka bisa didengarkan secara legal di dunia maya.

Kanal YouTube Arashi berisi lima video klip populer mereka sepanjang karier yang sudah berlangsung selama dua dekade, yakni debut “A.RA.SHI” yang dirilis pada 1999 juga “Love So Sweet” (2007) lagu tema drama “Hana Yori Dango” atau “Boys Over Flowers” yang dibintangi Matsumoto Jun, salah satu anggota Arashi.

Kanal tersebut juga mengunggah “Happiness” (2007), lagu tema drama “Yamada Taro Monogatari” yang dibintangi dua anggota Arashi, Ninomiya Kazunari dan Sakurai Sho.

Dua lagu lainnya adalah “Truth” (2009) dan “Monster” (2010), juga dipakai sebagai lagu tema drama Jepang yang dibintangi anggota Arashi bernama Ohno Satoshi, yakni drama “Maou” dan “Kaibutsu-kun”.

Hingga berita ini ditulis, lima video klip mereka sudah ditonton lebih dari sejuta view, “Monster” jadi yang terbanyak dengan jumlah 1,7 juta view.

Video klip tersebut dapat ditonton oleh pengguna YouTube global.

Musik-musik mereka juga kini tersedia di platform streaming musik Spotify dan Apple Music, namun hanya bisa diakses di Jepang.

Dilansir Straits Times, langkah ini membuat Arashi menjadi salah satu topik terhangat di Twitter di beberapa negara, termasuk Singapura, di mana para penggemar mengekspresikan rasa terkejut sekaligus senang.

Di era di mana grup-grup K-pop memanfaatkan Internet untuk menyebarkan musik dan mempromosikan artis mereka, artis-artis dalam agensi Johnny’s And Associates menutup diri dari dunia digital.

Para artisnya tidak diperbolehkan menggunakan media sosial, musiknya pun tidak tersedia di YouTube atau plaftorm streaming lainnya.

Foto-foto resmi para artis dari Johnny’s And Associates juga tidak banyak beredar di dunia maya karena agensi punya kebijakan untuk melarang foto-foto artisnya diunggah di Internet.

Dikutip dari Tokyo Hive, kebijakan itu melonggar pada 2011 ketika agensi memperbolehkan foto artis sekaligus sampul-sampul album diunggah di laman resmi mereka.

Arashi adalah artis besar pertama dari agensi besar Negeri Sakura yang membuat kanal resmi di YouTube. Sebelumnya, mereka baru membuat kanal resmi untuk idola-idolanya yang belum debut.

Baca juga: Arashi buka kanal resminya di YouTube

Baca juga: Tak hanya YouTube, Arashi juga buka kanal Spotify

Baca juga: Johnny Kitagawa, bos agensi hiburan Jepang meninggal di usia 87 tahun

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Raisa akan rilis mini album akhir tahun ini

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Raisa Andriana berencana akan merilis sebuah mini album yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.

Istri Hamish Daud itu mengatakan bahwa dirinya telah menyiapkan beberapa materi lagu yang akan masuk dalam mini albumnya nanti, salah satunya lagu “You” yang baru saja dirilis.

“Ya kita lagi ngumpulin lagu untuk bikin EP (mini album). Sudah terkumpul lagunya dan kita lagi progress untuk bikin EP akhir tahun ini,” kata Raisa saat ditemui dalam acara peluncuran single “You” di Jakarta, Rabu.

“Oh iya sekarang udah mau akhir tahun ya, jadi harus cepet,” lanjut Raisa sambil tertawa.

“You” merupakan single baru Raisa yang liriknya ditulis oleh Gamaliel Tapiheru. Lagu ini menceritakan mengenai pengalaman cinta pertama dan efek yang ditimbulkan olehnya.

Proses produksi lagu “You” dikerjakan di dua negara, Indonesia dan Amerika. Bagian awal “You” dikerjakan oleh Marco Steffiano dan Agung Munthe di Indonesia.

Sementara itu, untuk hasil akhirnya dipoles di Amerika oleh produser Dave Drake, dan mixing engineer oleh Erik Madrid yang pernah menangani sejumlah musisi dunia, seperti Lauv, Sia, Demi Lovato.

Sebelumnya di bukan Juli, Raisa juga telah merilis single berjudul “Kembali” yang mendapat respon positif dari penikmat musik Indonesia.

Baca juga: Raisa keluar dari zona nyaman di single “You”

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Raisa akui kekurangan lagu bertempo cepat

Jakarta (ANTARA) – Raisa Andriana mengakui bahwa dirinya kekurangan lagu-lagu bertempo sedikit cepat yang membuatnya agak kesulitan ketika pentas di atas panggung.

“Aku di atas panggung butuh lagu up tempo. Mungkin 80 – 90 persen single aku mellow. Jadi agak kesulitan untuk naikin dinamika,” kata Raisa saat berbincang dalam peluncuran single “You” di Jakarta, Rabu.

Untuk itu, Raisa merilis single baru berjudul “You”. Lagu yang liriknya ditulis oleh Gamaliel Tapiheru itu memiliki tempo sedikit upbeat dibandingkan dengan lagu-lagunya yang lain.

“Memang itu kebutuhan aku punya single yang up tempo,” ujarnya.

Lagu ini menceritakan mengenai pengalaman cinta pertama dan efek yang ditimbulkannya. Melalui single ini, Raisa pun berharap agar pendengar musik Raisa bisa merasakan hal yang baru.

“Sebenarnya tidak ada yang ingin disampaikan memang lagunya enak aja. Buat dibawain di panggung asyik, buat didengerin di mobil juga asyik,” kata dia.

Raisa juga telah merilis video musik lagu “You” yang pengerjaanya disutradarai oleh Gilbert March. Mengambil lokasi di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Gilbert ingin mengajak penonton terhipnotis dan tenggelam dalam cerita dengan suguhan koreografi tarian oleh penari.

Single “You” sudah bisa didapatkan di layanan musik digital.

Baca juga: Raisa keluar dari zona nyaman di single “You”

Baca juga: Raisa akan rilis mini album akhir tahun ini

Baca juga: Isyana pernah dibully penggemar Raisa

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Raisa keluar dari zona nyaman di single “You”

Jakarta (ANTARA) – Raisa akhirnya resmi merilis single baru berjudul “You” yang keluar dari zona nyamannya dibandingkan lagu-lagunya terdahulu.

“Aku ingin eksplor karena merasa di genre aku sudah khatam. Aku sudah tahu seluk beluk genre aku,” ujar Raisa dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Untuk itu, proses produksi lagu “You” dikerjakan di dua negara, Indonesia dan Amerika Serikat. Bagian awal “You” dikerjakan oleh Marco Steffiano dan Agung Munthe di Indonesia, sementara hasil akhirnya dipoles di Amerika oleh produser Dave Drake dan mixing engineer Erik Madrid.

“Jadi aku pengin lakuin sesuatu yang belum aku tahu. Aku mau belajar dengan orang yang ilmunya belum aku bisa. Otomatis itu orang-orang yang berada di luar comfort zone aku,” kata istri dari Hamish Daud tersebut.

Lagu “You” yang bertempo upbeat juga ditulis liriknya oleh Gamaliel Tapiheru. Lagunya sendiri berkisah mengenai pengalaman cinta pertama dan efek yang ditimbulkannya.

“Ceritanya adalah tentang kegilaan orang ketika lagi jatuh cinta. Biasanya pikiran sama hati suka berantem. Hatinya bilang iya, tapi pikiran bilang jangan deh,” kata Raisa.

Raisa juga telah merilis video musik lagu “You” yang pengerjaanya disutradarai oleh Gilbert March. Single “You” sudah bisa didapatkan di layanan musik digital.

Baca juga: Raisa bocorkan single baru saat tampil perdana di Synchronize

Baca juga: Isyana pernah dibully penggemar Raisa

Baca juga: Raisa bakal konser “streaming” layaknya BTS dan Blackpink

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BTS jadi duta merek Tokopedia

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan teknologi Indonesia, Tokopedia mengumumkan bahwa boy band Korea Selatan Bangtan Boys (BTS) sebagai brand ambassador atau duta merek.

BTS adalah grup mega bintang global asal Korea Selatan yang dinaungi oleh Big Hit Entertainment. Dibentuk pada 2013, BTS terdiri dari tujuh anggota termasuk RM, Jin, SUGA, j-hope, Jimin, V dan Jung Kook.

“Pertumbuhan serta pencapaian luar biasa yang diraih oleh BTS berhasil memecahkan rekor dalam beberapa tahun terakhir sehingga BTS ditetapkan sebagai personal brand Tokopedia,” kata William Tanuwijaya, Co-Founder dan CEO Tokopedia dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu.

Baca juga: BTS pecahkan rekor K-pop di tangga album AS

Baca juga: BTS “comeback show” bisa distreaming di luar Korea real-time

William mengungkapkan bahwa perjalanan dan visi BTS, bersama dengan pesan-pesan yang secara konsisten mereka sampaikan, selaras dengan visi Tokopedia.

“BTS merupakan grup yang mampu mengubah industri musik, walaupun telah menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan selama perjalanan mereka. Kami sangat mengapresiasi komitmen kuat mereka dalam melakukan inovasi serta menyebarkan pesan positif, sehingga BTS adalah mitra yang tepat untuk menyampaikan pesan Tokopedia kepada seluruh dunia.”

BTS juga akan merilis konten yang akan tersedia secara eksklusif di platform Tokopedia.

Sebelumnya, BTS dipilih sebagai salah satu grup yang masuk daftar “Most Influential People 2019” oleh majalah TIME berkat oleh kemampuan BTS dalam membawa pengaruh besar kepada dunia.

BTS juga pernah menyampaikan pidato di PBB, kemudian menjadi artis Korea pertama yang menduduki peringkat pertama Billboard 200. BTS juga berhasil menjual habis tiket konser mereka di Amerika Serikat dan Eropa, termasuk di Rose Bowl Stadium Los Angeles dan Wembley Stadium London.

Baca juga: BTS hadirkan “Armypedia” untuk menjangkau penggemar

Baca juga: Manga “The Promised Neverland” clue album baru BTS

Baca juga: BTS tersentuh cuitan Presiden Korea Selatan

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tak hanya YouTube, Arashi juga buka kanal Spotify

Jakarta (ANTARA) – Setelah membuka kanal di YouTube, penggemar grup idola asal Jepang, Arashi, kembali dikejutkan dengan dibukanya kanal resmi di platform streaming musik Spotify pada Rabu.”Lima lagu ARASHI, yaitu ‘A●RA●SHI’, ‘Love So Sweet’, ‘Happiness’, ‘Truth’ , dan ‘Monster’, sudah bisa didengarkan di Spotify. Cek sekarang juga! #ArashiOnSpotify,” tulis akun Twitter resmi Spotify Jepang, @SpotifyJP.

Banyak penggemar antusias dengan kehadiran Arashi di Spotify maupun YouTube, karena agency Arashi, Johnny’s Entertainment sebelumnya melarang para artisnya untuk berada di media sosial.

Sementara itu, berdasarkan pantauan ANTARA, lagu-lagu Arashi di Spotify untuk region di luar Jepang masih belum bisa diakses. Masih belum ada keterangan lanjutan dari Spotify maupun Johnny’s Entertainment apakah Arashi dapat didengarkan secara luas.

Arashi yang terdiri dari Satoshi Ohno, Sho Sakurai, Masaki Aiba, Kazunari Ninomiya, and Jun Matsumoto ini telah memulai karir mereka di dunia musik sejak 1999.

Arashi hingga kini sudah merilis 16 album studio dan beberapa album kompilasi.

Mereka adalah salah satu penampil terlaris di Jepang. Baik single dan albumnya secara rutin masuk ke tangga penjualan Oricon. Arashi juga tampil di “Kohaku Uta Gassen”, acara musik terkenal akhir tahun yang tayang di NHK berisi musisi-musisi kondang.

Baca juga: Arashi buka kanal resminya di YouTube

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Arashi buka kanal resminya di YouTube

Jakarta (ANTARA) – Grup idola asal Jepang, Arashi, secara resmi telah membuka kanalnya di platform video streaming YouTube pada Rabu. Hal ini diumumkan secara mengejutkan melalui akun Twiter @YouTubeJapan.

“Akhirnya! Arashi berada di YouTube! #Arashi #ArashiYouTube #YouTubeMusic,” tulis YouTube Japan pada cuitannya.

Hal tersebut sontak mengejutkan banyak penggemar, baik penggemar di dalam maupun luar Jepang. Banyak yang mengaku tidak percaya bahwa hal ini akan terjadi, karena agency yang menaungi Arashi, Johnny’s Entertainment, dikenal tidak membolehkan artisnya memiliki media sosial.

“Apakah ini benar? Selamat datang di era baru Johnny’s!” ucap salah satu penggemar di bawah kolom komentar YouTube Japan, @Abbimassu.

Sementara itu, dari pantauan ANTARA hingga pukul 15.48, kanal resmi Arashi sudah memiliki 13 ribu pengikut atau subscribers.

Di dalam kanalnya pun sudah terunggah beberapa musik video dari lagu-lagu hits grup idola yang debut pada tahun 1999 itu.

Arashi terdiri dari Satoshi Ohno, Sho Sakurai, Masaki Aiba, Kazunari Ninomiya, and Jun Matsumoto.

Arashi hingga kini sudah merilis 16 album studio dan beberapa album kompilasi.

Mereka adalah salah satu penampil terlaris di Jepang. Baik single dan albumnya secara rutin masuk ke tangga penjualan Oricon. Arashi juga tampil di “Kohaku Uta Gassen”, acara musik terkenal akhir tahun yang tayang di NHK berisi musisi-musisi kondang.

Baca juga: Arashi dan pianis Nobuyuki Tsujii tampil di perayaan penobatan kaisar

Baca juga: Johnny Kitagawa, bos agensi hiburan Jepang meninggal di usia 87 tahun

Baca juga: Pemerintah Jepang juga komentari Arashi hiatus

Penerjemah: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Miley Cyrus dirawat di RS karena tonsilitis

Jakarta (ANTARA) – Miley Cyrus meminta pengikutnya di media sosial mengirimkan energi positif, karena penyanyi tersebut sedang dirawat di rumah sakit akibat tonsilitis.

Melalui Instagram Stories yang dia unggah pada Selasa (8/10), mantan istri aktor Liam Hemsworth itu mengungkapkan dirinya sedang mengalami radang amandel atau tonsilitis.

Dalam caption Instagram Story tersebut, Miley menuliskan bahwa dirinya harus segera pulih sebelum akhir pekan ini, supaya dapat menghadiri acara amal “Gorillapalooza” yang digagas oleh Ellen DeGeneres.

“Harus segera pulih supaya dapat hadir di Gorillapalooza bersama dengan @TheEllenShow @PortiaDeRossi @BrunoMars pada akhir minggu ini. Kirimkan energi positif kepadaku! Semoga Dewa Rock Star mengirimkan energi untuk menghalau penyakit ini! Ada banyak gorila yang harus diselamatkan!” tulis Miley.

Caption itu tertulis pada foto yang menunjukkan dirinya berada di tempat tidur rumah sakit, dengan infus yang terpasang di tangannya.

Pada unggahan selanjutnya, Miley berusaha menunjukkan sikap optimis atas situasi yang sedang dia hadapi. Dia menunjukkan bahwa dengan tampil menarik dapat membuat seseorang merasa lebih baik.

Dia melakukan swafoto di kamar mandi rumah sakit, dan menunjukkan bahwa dia telah mengubah baju rumah sakit longgar yang dikenakannya, menjadi gaun pas badan berpotongan rendah, tanpa lengan.

“Bagaimana kamu menampilkan diri dapat menentukan bagaimana perasaanmu,” tulis Miley.
  Penyanyi Miley Cyrus mengunggah swafoto dirinya saat berada di rumah sakit, akibat radang amandel atau tonsilitis yang dideritanya. (instagram.com/mileycyrus)

Pada unggahan lainnya Miley memperlihatkan swafoto bersama ibunya Tish Cyrus, yang sedang membantu Miley menyisir rambutnya.

“Terima kasih mama atas bantuannya, menjadikan penampilan sakitku sedikit lebih baik dengan menyisir rambutku. @tishcyrus mommy adalah yang terbaik!” tulisnya.

Pada unggahan terakhirnya, Miley menunjukkan bahwa dia menerima banyak perhatian dari teman-teman dekatnya. Miley memperlihatkan dirinya sedang berbaring di tempat tidur rumah sakit, ditutupi dengan kelopak mawar merah. Di sebelah tempat tidurnya terdapat buket bunga matahari raksasa berwarna kuning cerah, dan balon bertuliskan “I Love You”.

Baca juga: Kemarin, Miley Cyrus-Kaitlynn Carter putus hingga kuliner favorit WNA

Baca juga: Miley Cyrus dan Kaitlynn Carter dikabarkan berpisah

Baca juga: Liam Hemsworth tahu soal perpisahannya dengan Miley dari media sosial

Pewarta: Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“I Love You 3000” masuk album “Head in the Clouds II”

Jakarta (ANTARA) – Label rekaman 88 Rising akan merilis album kompilasi bertajuk “Head in the Clouds II” pada 11 Oktober, yang diproduseri oleh artis mereka Joji.

Album itu menghadirkan 16 lagu dari musisi 88 Rising seperti “These Nights” yang merupakan kolaborasi Rich Brian dan Chung Ha, “Indigo” dari Niki hingga “I Love You 3000” milik Stephanie Poetri berkolaborasi dengan Jackson Wang.

Di laman Instagram Stephanie, dia mengungkapkan rasa bahagianya bisa menjadi bagian dari 88 Rising dengan diluncurkannya album tersebut.
 

“Tebak! Sangat senang jadi bagian ‘Head in the Clouds II’ oleh 88 Rising!! Akan dirilis 11 Oktiber tengah malam di seluruh dunia,” kata Stephanie sambil mengunggah video klip pengumuman peluncuran album tersebut.

Lagu utama untuk album itu adalah “Bullet to the Heart” dan diakhiri dengan lagu berjudul lambang hati yang mirip lagu milik Stephanie Poetri.

Terlihat juga Stephanie Poetri memberikan “like” untuk unggahan tersebut.

Sebelumnya, dunia maya heboh dengan munculnya lagu “I Love You 3000” versi bahasa Mandarin yang dibawakan oleh Jacskon Wang, anggota grup K-pop GOT7.

Wang mengunggah cuplikan lagu tersebut dalam video di Instagram pada Senin (31/9) yang menampilkan delapan lagu yang akan ada di album Jackson bertajuk “Mirrors”.

Baca juga: Stephanie Poetri tampil pada festival Head In The Clouds Music & Arts
 

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perjalanan ambisius Avengers K-pop SuperM masuk industri musik AS

Jakarta (ANTARA) – Setelah debut di Hollywood pekan lalu, grup K-pop SuperM memulai perjalanan untuk masuk ke industri musik Amerika Serikat dengan ambisi mengukirkan nama di sana.

Grup beranggotakan tujuh orang yang dijuluki “Avengers K-pop” itu tampil di panggung Capitol Records Tower, Hollywood, Sabtu petang, memperkenalkan album perdana mereka berjudul “SuperM”.

Dilansir Yonhap, mereka tampil membawakan koreografi bertenaga sembari menyanyikan lagu-lagu dalam album, yakni “Jopping” juga “I Can’t Stand The Rain” dan “Super Car.”

Dengan langkah pertama yang sangat dinanti di dunia musik AS, SM dan Capitol Music Group (CMG) menjalankan salah satu proyek K-pop kolaborasi label musik Korea Selatan dan AS terbesar hingga saat ini.

Setelah pertama kali berkolaborasi dengan SM untuk promosi NCT 127 di Amerika Serikat pada awal tahun ini, CMG lebih dulu datang ke SM untuk mengusulkan kerja sama menciptakan band K-pop yang sukses di pasar AS.

Daripada menghabiskan waktu lama untuk membuat grup baru, bos SM Lee Soo-man memilih menyatukan anggota dari grup-grup yang sudah tenar lewat label tersebut, yang akan mewakili keunikan musik dan pertunjukan SM, mereka dikenal sebagai SMP.

Baca juga: “Jopping”, video debut SuperM yang dibuat di Dubai

Bersama SMP, SM telah memimpin dunia K-pop, memproduksi musisi papan atas mulai dari grup idola K-pop generasi pertama H.O.T hingga yang masih digila-gilai seperti EXO, NCT 127 atau Girls’ Generation.

“Avengers K-pop” itu berisi tujuh anggota dari grup-grup SM yang tenar, ada Taemin dari SHINee dan Baekhyun dan Kai dari EXO, Taeyong dan Mark dari NCT 127, serta Ten dan Lucas dari WayV, sebuah grup yang berbasis di China.

Kerja sama antara CMG memberikan SM rantai pasokan musik global yang kuat untuk proyek ambisius menarik pendengar musik arus utama (mainstream) di AS.

Proyek tersebut dibuat menyusul pencapaian dari rival-rival label SM Entertainment, seperti YG Entertainment atau Big Hit Entertainment yang menaungi BTS, dan kepopuleran SuperM akan membantu SM kembali mendominasi K-pop.

“SuperM akan menghadirkan musik yang berbeda (di AS), dan tarian, vokal, dan rap yang luar biasa dari setiap anggota SuperM akan menampilkan nilai-nilai inti K-pop dalam hal pertunjukan, fesyen, dan visual,” kata Lee dalam acara debut SuperM.

Debut terbaru AS oleh SuperM akan diikuti oleh serangkaian acara promosi yang padat di AS.

Pada 9 Oktober, grup itu akan jadi bintang tamu di CBS “The Ellen Show” dan melanjutkan tur konser Amerika Utara pertamanya, “We Are The Future Live,” pada November.

Dimulai pada 11 November di Texas, tur akan membawa SuperM ke banyak kota besar di Amerika Utara, termasuk Chicago, New York, Los Angeles, Seattle dan Vancouver.

Baca juga: SuperM bersiap guncang Hollywood, ini kata Taemin dan Baekhyun
 

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Shawn Mendes dan semangat penggemar kala hujan

Bogor (ANTARA) – Shawn Mendes sukses menggelar konser perdananya di Sentul International Circuit Centre, Bogor pada Selasa, (8/10) malam.

Sepanjang malam itu, hujan memang tidak henti turun di Sentul. Seakan sudah mempersiapkan segalanya, penggemar Shawn tidak peduli dengan cuaca, mereka tetap berdatangan meski basah.

Maka saat lagu “Lost In Japan” membuka konser, penonton dengan bersemangat menyambutnya. “There’s Nothing Holdin’ Me Back” dan “Nervous” pun dibawakan sesudahnya.

“Terima kasih sudah mau datang ke sini, terima kasih banyak,” sapa Shawn.

Shawn sepertinya sangat tahu lagu mana saja yang dapat memancing gairah penggemarnya untuk terus bernyanyi bersama. Seperti Shawn, penggemar juga tidak henti berteriak dan nyanyi sepanjang pertunjukan.

Baca juga: Shawn Mendes buka konser dengan “Lost In Japan”
  Penyanyi Shawn Mendes tampil pada konsernya yang bertajuk Shawn Mendes: The Tour 2019 Asia di Sentul International Convention Center (SICC), Babakan Madang, Jawa Barat, Selasa (8/10/2019). Pada penampilannya, penyanyi asal Kanada tersebut membawakan sejumlah lagu diantaranya Life of the Party, Stitches dan Treat You Better. ANTARA FOTO/Ibrahim Najma/wsj.

Konser “Shawn Mendes The Tour 2019 Asia” dibagi menjadi dua panggung yakni utama dan panggung kecil yang berada tepat di depannya. Panggung kecil itu dihiasi dengan bunga mawar raksasa dan sebuah piano klasik.

Shawn memainkan beberapa lagu seperti “I Wanna Dance With Somebody”, “Because I Had You”, “Patience”, “Life of The Party” dan “A Little Too Much” di panggung kecil.

“Aku punya teman TK yang selalu bercerita tentang Indonesia, sampai suatu saat dia bilang harus kembali ke Indonesia hingga saat ini. Saat itu aku sedih sekali,” kata Shawn sebelum kembali bernyanyi.

“Waktu tahu akan ke sini, aku bilang padanya. Dia bilang akan datang ke sini dengan keluarganya tapi aku belum bertemu,” lanjut dia.

Shawn juga sempat bernyanyi di antara para penggemar tanpa takut dikerumuni. Penampilan pasangan duet Camila Cabello itu sangat enerjik dan total, belum lagi urusan tata panggung, tata lampu dan tata musik yang begitu apik.

Sebelum masuk ke area konser semua penonton diberi gelang LED yang otomatis menyala seiring dengan musik. Ini menjadikan konser Shawn terlihat begitu hidup karena sepanjang konser ada lampu kecil yang terlihat menyala di sana-sini dengan warna yang berbeda namun harmonis.

Baca juga: Mainkan lagu Coldplay, Shawn Mendes bikin merinding
  Penyanyi Shawn Mendes tampil pada konsernya yang bertajuk Shawn Mendes: The Tour 2019 Asia di Sentul International Convention Center (SICC), Babakan Madang, Jawa Barat, Selasa (8/10/2019). (ANTARA FOTO/Ibrahim Najma/wsj)

Soal tata musiknya, tak perlu diragukan lagi. Suara terdengar jelas meski Shawn melakukan perpindahan panggung. Saat dia mengajak penonton berbincang, suaranya terdengar hingga ke bangku penonton teratas.

 Sayangnya, konser berjalan dengan flat dan tidak ada gimmick yang ditawarkan olehnya kecuali saat Shawn membawakan “Fix You” milik Coldplay yang membuat penonton merinding.

Selama kurang lebih dua jam, Shawn tampil dengan memainkan seluruh lagu hit-nya seperti “Stitches”, “Senorita”, “Bad Reputation”, “Never Be Alone”, “Treat You Better”, “Where Were You in the Morning”, “Fallin’ All In You”, “Youth”, “Mercy” serta “In My Blood” yang menjadi pamungkasnya.

Selama dua jam ini pula penggemarnya tidak berhenti bernyanyi, seolah mereka pemilik lagu tersebut.
 

Oleh Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mainkan lagu Coldplay, Shawn Mendes bikin merinding

Bogor (ANTARA) – Shawn Mendes membuat penonton di Sentul International Circuit Centre, Bogor, Selasa, merinding saat memainkan lagu “Fix You” milik Coldplay dengan pianonya.

Setelah melantunkan “Mercy” di antara kerumunan penonton, Shawn menghilang dan tiba-tiba muncul di panggung bersama pianonya. Tanpa memberi aba-aba, dia langsung menyanyi bait pertama lagu milik Chris Martin itu.

Baca juga: Shawn Mendes buka konser dengan “Lost In Japan”

Lagu tersebut mengundang reaksi yang luar biasa dari penonton. Dengan iringan piano, suara Shawn dan penonton menyatu hingga akhir lagu.

Sesekali Shawn membiarkan penggemarnya bernyanyi dan dia hanya mengiringinya saja. Suasana bertambah makin syahdu saat gelang LED yang dibagikan menyala otomatis sesuai dengan lagu yang dimainkan.

Baca juga: Shawn Mendes konser di Indonesia, berapa harga tiketnya?

Penonton sepertinya tidak pernah memberi kesempatan pada Shawn untuk bernyanyi sendirian, bahkan suara pelantun “Senorita” kalah kencang dengan penggemarnya saat bernyanyi.

Selain “Fix You”, Shawn juga membawakan lagu-lagu seperti “I Wanna Dance with Somebody”, “Like To Be You”, “Treat You Better”, “Fallin’ All in You”, “Youth”, “Lost in Japan”, “If I Can’t Have You”, “In My Blood” dan lainnya.

Baca juga: 1.000 lebih kaos Shawn Mendes ludes terjual
Baca juga: Diguyur hujan, semangat penonton konser Shawn Mendes tak luntur

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Shawn Mendes buka konser dengan “Lost In Japan”

Bogor (ANTARA) – Shawn Mendes buka konsernya di Sentul International Circuit Centre (SICC), Bogor, Selasa dengan lagu “Lost In Japan”.

Mengenakan kemeja tanpa lengan berwarna pink, Shawn muncul di panggung dan disambut teriakan histeris dari penggemarnya. Lagu pertama yang dibawakan sukses dinyanyikan bersama penonton dari awal hingga akhir dan menjadi musik pembuka yang menghidupkan suasana konser.

Baca juga: Diguyur hujan, semangat penonton konser Shawn Mendes tak luntur
Baca juga: Konser Shawn Mendes Jakarta sediakan area khusus difabel

Rekan duet Camila Cabello ini, kemudian melantunkan “Theres Nothing Holdin’ Me Back” dan “Nervous” sambil memainkan gitar.

“Hei kalian yang di sana, sudah lama sekali saya mau ke sini. Saya mau mengucapkan kasih sudah mau datang ke sini, terima kasih banyak. Kalian tahu, saya selalu memikirkan apa yang terbaik untuk konser ini dari lampu hingga musik,” kata Shawn.

Pada sesi pertama ini, Shawn membawakan salah satu lagu hits-nya “Stitches” yang membuat seluruh penonton SICC bersorak dengan histeris.

Tak sampai di situ, Shawn kemudian melepaskan gitarnya dan bermain piano. Dia langsung menyanyikan bagian refrain dari “Senorita” dengan nada yang sangat mellow.

Lagu tersebut di-medley dengan dua lagu lain seperti “I Know What You Did Last Summer” dan “Mutual”. “Bad Reputation” dan “Never Be Alone” pun menjadi nomor selanjutnya yang dimainkan oleh Shawn.

Sepanjang pertunjukan penonton tidak henti-hentinya ikut bernyanyi, bahkan tanpa perlu diminta oleh Shawn, mereka dengan sukarela menyumbangkan suaranya.

Baca juga: 1.000 lebih kaos Shawn Mendes ludes terjual
Baca juga: Konser Shawn Mendes Jakarta sediakan area khusus difabel

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penampilan Shawn Mendes di Sentul International Convention Center

Penyanyi Shawn Mendes tampil pada konsernya yang bertajuk Shawn Mendes: The Tour 2019 Asia di Sentul International Convention Center (SICC), Babakan Madang, Jawa Barat, Selasa (8/10/2019). Pada penampilannya, penyanyi asal Kanada tersebut membawakan sejumlah lagu diantaranya Life of the Party, Stitches dan Treat You Better. ANTARA FOTO/Ibrahim Najma/wsj.

Shawn Mendesbuka konser dengan “Lost In Japan”

Bogor (ANTARA) – Shawn Mendes buka konsernya di Sentul International Circuit Centre (SICC), Bogor, Selasa dengan lagu “Lost In Japan”.

Mengenakan kemeja tanpa lengan berwarna pink, Shawn muncul di panggung dan disambut teriakan histeris dari penggemarnya. Lagu pertama yang dibawakan sukses dinyanyikan bersama penonton dari awal hingga akhir dan menjadi musik pembuka yang menghidupkan suasana konser.

Baca juga: Diguyur hujan, semangat penonton konser Shawn Mendes tak luntur
Baca juga: Konser Shawn Mendes Jakarta sediakan area khusus difabel

Rekan duet Camila Cabello ini, kemudian melantunkan “Theres Nothing Holdin’ Me Back” dan “Nervous” sambil memainkan gitar.

“Hei kalian yang di sana, sudah lama sekali saya mau ke sini. Saya mau mengucapkan kasih sudah mau datang ke sini, terima kasih banyak. Kalian tahu, saya selalu memikirkan apa yang terbaik untuk konser ini dari lampu hingga musik,” kata Shawn.

Pada sesi pertama ini, Shawn membawakan salah satu lagu hits-nya “Stitches” yang membuat seluruh penonton SICC bersorak dengan histeris.

Tak sampai di situ, Shawn kemudian melepaskan gitarnya dan bermain piano. Dia langsung menyanyikan bagian refrain dari “Senorita” dengan nada yang sangat mellow.

Lagu tersebut di-medley dengan dua lagu lain seperti “I Know What You Did Last Summer” dan “Mutual”. “Bad Reputation” dan “Never Be Alone” pun menjadi nomor selanjutnya yang dimainkan oleh Shawn.

Sepanjang pertunjukan penonton tidak henti-hentinya ikut bernyanyi, bahkan tanpa perlu diminta oleh Shawn, mereka dengan sukarela menyumbangkan suaranya.

Baca juga: 1.000 lebih kaos Shawn Mendes ludes terjual
Baca juga: Konser Shawn Mendes Jakarta sediakan area khusus difabel

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

1.000 lebih kaos Shawn Mendes ludes terjual

Bogor (ANTARA) – Sebanyak 1.000 kaos lengan pendek dan 300 kaos lengan panjang cendera mata resmi (official merchandise) Shawn Mendes ludes terjual di area konser “Shawn Mendes Tour 2019 Asia”, Sentul International Circuit Centre, Bogor, Selasa.

Kaos tangan panjang dan pendek itu dijual dengan harga Rp600 ribu.

“Cuma tinggal ini, gelang sama poster,” ujar Putri, penjaga official merchandise konser Shawn Mendes.

Untuk gelang (wristband), penyelenggara menyediakan sekira 300 buah dengan harga Rp150 ribu. Hingga sekira pukul 18.40 WIB hanya tersisa lima gelang saja.

Sementara itu, hujan deras masih mengguyur kawasan Bogor dan tidak menyurutkan semangat penggemar Shawn Mendes untuk menyaksikan konser.

Baca juga: Diguyur hujan, semangat penonton konser Shawn Mendes tak luntur

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

AMI Awards 2019 angkat tema “Musik Bahasa Dunia”

Jakarta (ANTARA) – Anugerah Musik Indonesia (AMI) ke-22 mengusung tema yang masih berkesinambungan dengan tema-tema sebelumnya yaitu “Musik Bahasa Dunia”.

“Tema itu tercipta berkat adanya karya-karya musisi Indonesia semakin menunjukkan kualitas yang bisa bersaing dengan karya musisi luar negeri dan bahkan sudah banyak dinikmati oleh penggemar musik di mancanegara,” ungkap Ketua Umum Yayasan Anugerah Musisi Indonesia (YAMI), Dwiki Dharmawan dalam jumpa wartawan di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa.

YAMI Melalui Dwiki juga menyatakan akan terus berkomitmen untuk berkiprah lebih aktif demi memberikan kontribusi pada kemajuan industri musik tanah air dengan meningkatkan aspek kualitas maupun kuantitas. Hal ini mengingat industri musik Indonesia telah mengalami perubahan yang signifikan di era digital.

“Kami (YAMI) ingin menjadi jembatan untuk musisi indonesia agar dapat bersinar di mancanegara, saat ini dunia berada di genggaman tangan kita melalui musik. Sudah saatnya sekarang insan musik Indonesia lebih maju dan lebih kreatif lagi serta lebih bisa berdiri dalam ‘playlist’ yang sama dengan musisi mancanegara,” kata Dwiki Dharmawan.

Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas, Dwiki menyampaikan bahwa amggota YAMI terbagi menjadi dua kategori yaitu; “Anggota Reguler” dan “Anggota Swara”.

Anggota YAMI sendiri pada saat ini berjumlah 2.754 anggota dan tergabung dengan AMI. 

Baca juga: Indonesia miliki tangga lagu resmi mingguan
Baca juga: Indonesia ajukan Ambon sebagai kota musik dunia

Dwiki menjelaskan “Anggota Reguler” bertugas dan memiliki hak untuk menetukan para calon nominasi yang  akan di nilai oleh dewan juri.

Sedangkan untuk “Anggota Swara” diisi oleh para pelaku industri musik seperti; komposer, produser, penata musik, dan lain sebagainya. 

“Mereka semua memiliki tugas menentukan calon nominasi dan sekaligus penerima penghargaan,” jelas Dwiki.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Kategori YAMI Syahrani menjelaskan penilaian pada tahun ini sudah menggunakan sistem daring (online), sehingga lebih memudahkan para musisi untuk mendaftarkan karya-karyanyaa.

“Meski kita sudah menerapkan sistem online, kita juga tetap melakukan pertemuan guna memasukkan dan berdiskusi kategori yang cocok untuk musisi yang mendaftarkan karya-karyanya,” kata Syahrani.

Pengumpulan karya untuk AMI Awards 2019 berlangsung sejak Juli 2018 hingga Juni 2019. Semua data yang terkumpul kemudian akan dibawa dalam sidang kategorisasi, yang akan menempatkan semua lagu pada genre masing-masing dan sekaligus menentukan kategorisasi yang akan dinilai oleh pakar dan disebarkan keseluruh anggota YAMI untuk melakukan voting secara daring.

“Kami sudah bekerja keras meningkatkan layanan, semoga semua proses dapat dijalankan secara ‘fair’, transparan, dan berintegrasi sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” kata Dwiki Dharmawan.

Baca juga: Dampak rencana pindah ibu kota terhadap dunia musik

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Diguyur hujan, semangat penonton konser Shawn Mendes tak luntur

Bogor (ANTARA) – Konser Shawn Mendes Tour 2019 Asia yang berlangsung Selasa (8/10) di Sentul International Circuit Centre (SICC), Bogor diawali dengan hujan deras. Meski demikian, antusias penonton tidak luntur.

Area konser SICC sudah diguyur hujan deras sejak pukul 16.00 WIB. Banyak penonton konser yang berlarian masuk ke pintu gerbang untuk berteduh.

Karena hujan, lalu lintas di sekitar tempat konser pun menjadi padat mulai dari pintu keluar tol Bogor.

Namun niat penggemar pelantun “Senorita” itu tidak hilang. Banyak yang memilih untuk berhujan-hujanan menuju pintu masuk konser. Sebagian lagi memilih untuk membeli jas hujan atau menyewa ojeg payung.

“Biarin deh ujan-ujanan demi nonton Shawn,” kata Sinta asal Depok, salah satu penggemar Shawn.

Penjualan pernak-pernik konser juga bisa ditemukan di pintu gerbang konser meski penjualnya banyak yang berteduh.

Sejauh pantauan Antara, pengaman di pintu gerbang konser tidak terlalu ketat, mungkin dikarenakan hujan yang deras. Namun jangan coba-coba untuk membawa makanan dan minuman dari luar, karena tetap akan diminta untuk ditinggalkan.

Konser Shawn Mendes akan dimulai pada pukul 20.00 WIB.

Baca juga: Konser Shawn Mendes Jakarta sediakan area khusus difabel
Baca juga: Shawn Mendes konser di Indonesia, berapa harga tiketnya?

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Didi Kempot hibur warga Batang

Penyanyi Campur Sari Didi Kempot (kedua kiri) tampil pada penutupan Batang Expo 2019 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (7/8/2019) malam. Dalam acara penutupan tersebut, Didi Kempot membawakan sejumlah lagu seperti Sewu Kuto, Cidro, dan Layang Kangen. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/pras.

Ginger Baker drummer band legendaris Cream wafat

Jakarta (ANTARA) – Ginger Baker, drummer grup band legendaris Cream yang juga musisi sangat inovatif dan berpengaruh di dunia musik rock, wafat dalam usia 80 tahun di Canterbury, Inggris, pada Minggu (6/10) waktu setempat.

Wafatnya drummer bernama asli Peter Edward Baker itu dikonfirmasi oleh keluarganya melalui akun resmi media sosial Braker.

“Kami sangat sedih untuk mengatakan bahwa Ginger telah meninggal dunia dengan damai di rumah sakit pagi ini. Terima kasih kepada semua orang atas pesan-pesan yang baik dalam beberapa pekan ini,” tulis keluarga Braker di akun @GingerBDrums, Minggu pagi lalu.

Keluarga mendiang Jack Bruce, rekannya di grup band Cream–yang didirikannya bersama Eric Clapton pada 1966–, juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Baker.

Baca juga: Gitaris Eric Clapton ungkap kehidupan pribadinya lewat film dokumenter

“Keluarga Bruce menyampaikan belasungkawa tulus kepada keluarga, teman, dan penggemar Ginger Baker. Bertahan dari hubungan benci cinta, Ginger seperti kakak laki-laki bagi Jack, chemistry mereka benar-benar spektakuler. RIP Ginger, salah satu drummer terhebat sepanjang masa,” tulis mereka.

Vokalis grup legendaris The Beatles, Paul McCartney, juga memberikan penghormatan bagi Baker dengan mengatakan bahwa Baker adalah pemain drum hebat.

Baca juga: 50 tahun sejak rilis, “Abbey Road” kembali ke puncak tangga lagu

“Kami bekerja bersama di album ‘Band on the Run” di ARC Studio, Lagos, Nigeria. Sedih mendengar bahwa dia meninggal tetapi kenangan tak akan pernah (meninggal),” kata Paul McCartney.

Baker merupakan penabuh drum yang awalnya bergabung dalam Graham Bond Organisation (GBO) bersama Graham Bond (vokalis dan organ), Mike Falana (terompet), dan Dick Heckstall-Smith.

Setelah itu, Baker bertemu dengan Jack Bruce dan Eric Clipton dan membentuk grup baru bersama Cream pada 1966, menurut laman resmi Ginger Baker.

Cream mencapai kesuksesan di seluruh dunia tetapi hanya bertahan sampai 1968, sebagian karena hubungan Baker dan Bruce yang fluktuatif. Setelah bekerja sebentar dengan Clapton di Blind Faith dan Ginger Baker’s Air Force yang terkemuka, Baker menghabiskan beberapa tahun hidup dan membuat rekaman di Afrika pada 1970-an.

Di antara kolaborasi lain Baker adalah karyanya dengan Gary Moore, Masters of Reality, Public Image Ltd, Hawkwind, Atomic Rooster, Bill Laswell, bassis jazz Charlie Haden, gitaris jazz Bill Frisell dan Ginger Baker’s Energy.

Baca juga: Ocasek meninggal, streaming lagu The Cars meroket 643 persen

Baca juga: Musisi peraih Grammy Dr. John meninggal dunia

Baca juga: 10 Musisi hebat yang meninggal bunuh diri

Pewarta: Suryanto
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Isyana Sarasvati sempat ragu jadi penyanyi pop

Jakarta (ANTARA) – Isyana Sarasvati mengaku sempat ragu ketika memulai karir penyanyi dan pencipta lagu pop, karena sedari belia ia menggeluti musik klasik dan tak berniat menjadi musikus non-klasik.

“Mayoritas orang menganggap aku sebagai penyanyi pop padahal aku merintis musik dari kecil di klasik dan enggak pernah terpikir terjun ke dunia komersil dan aku enggak pernah berminat jadi penyanyi non-classical,” kata Isyana dalam acara “Sunsilk #TakTerhentikan” di Jakarta, Senin.

Alumni Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura dan Royal College of Music, Inggris, itu kemudian mendapat tawaran untuk membawakan musik pop, yang membuatnya dihadapkan pada dua pilihan yakni menerima kesempatan yang datang atau meneruskan impiannya.

“Aku berpikir lagi, dari kecil aku nyiptain lagu sendiri, aku bernyanyi, aku main klasik dari kecil. Tapi klasik kan memang segmented banget. Aku juga sebenarnya pemalu dan introver,” ujar pelantun “Keep Being You” itu.

“Kalau komersil kan dunianya beda dengan klasik. Kalau klasik aku hanya diam sampai semua selesai. Kalau komersil saat tampil kita harus mengajak penonton ikut nyanyi. Aku 50:50, aku suka ciptain lagu juga, jadi kayak ambil enggak ya,” lanjutnya.

Akhirnya Isyana menerima tawaran dari salah satu label Tanah Air untuk “terjun” ke musik pop. Dia merasa beruntung karena diberi kebebasan untuk mengekspresikan musiknya.

“Kita diajak ngobrol bareng-bareng seperti apa musiknya, aku pengin seperti apa. Mereka juga tahu dan memperlakukan aku bukan sebagai penyanyi tapi musisi. Setelah itu aku jadi bersyukur banget,” ujarnya.

Baca juga: Isyana Sarasvati senang bermain makeup di mata dan bibir

Baca juga: Isyana Sarasvati siapkan album ketiga
 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Isyana pernah dibully penggemar Raisa

Jakarta (ANTARA) – Isyana Sarasvati pernah dibully oleh penggemar Raisa saat menjadi penyanyi pendatang baru, namun Raisa justru datang secara pribadi dan memberikan dukungan padanya.

“Pertama muncul langsung disandingin sama Raisa. Aku dicibir segala macam tapi Yaya (Raisa) kontak aku duluan, dia WhatsApp, ‘Hai Isyana, ini Raisa’. Kaget banget, enggak percaya. Aku pikir ini hoaks,” ujar pelantun “Kau Adalah” itu ditemui dalam acara “Sunsilk #TakTerhentikan” di Jakarta, Senin.

Isyana melanjutkan, “Dia nyari nomor aku buat nyemangatin aku. Setelah itu aku jadi plong banget karena aku enggak ada masalah apa-apa sama sekali. Yang ribut kan penggemar-penggemar. Lambat laun setelah mereka mengenal aku, mengenal musik aku akhirnya hilang. Karena kan musisi emang tidak bisa dibandingkan.”

Raisa membenarkan hal tersebut, dia beralasan tahu bagaimana rasanya dibully seperti Isyana. Maka, istri dari Hamish Daud ini berinisiatif untuk menenangkan Isyana.

“Karena aku tuh membayangkan kalau ada di posisi Isyana dan aku tahu itu enggak enak banget. Pasti akan lebih baik dan lebih cair kalau aku recharge duluan, karena kalau Isyana yang hubungin aku duluan kan enggak akan mungkin,” jelas Raisa.

“Itulah cewek, itu kekuatan wanita karena kita selalu support each other. Aku juga bingung kenapa dianggapnya kalau sudah berbau kesuksesan kita langsung kayak saling cakar-cakaran, padahal kita pada dasarnya mau ke kamar mandi aja kayak ‘Sini gue anterin’,” lanjutnya.

Isyana mengaku sangat bersyukur karena dikelilingi oleh orang-orang yang selalu memberi energi positif, selain itu keluarga juga menjadi pendukungnya saat berada dalam kondisi terburuk.

“Kita harus punya inner circle yang bisa support sih salah satunya keluarga. Mereka sudah kenal aku dari kecil, jadi saat aku dihujani masalah, mereka mendorong aku untuk tetap jadi diri sendiri,” kata Isyana.

Baca juga: Isyana Sarasvati sempat ragu jadi penyanyi pop

Baca juga: Gaya riasan harian ala Isyana Sarasvati

Baca juga: Isyana Sarasvati siapkan album ketiga

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Reuni Clubeighties obati rindu penonton Synchronize Festival

Jakarta (ANTARA) – Clubeighties yang tampil pada hari ketiga Synchronize Festival di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta, Minggu malam, dengan formasi lengkap sukses mengobati kerinduan penonton.

Dalam penampilannya kali ini, Clubeighties kembali diperkuat oleh Vincent (bass), dan Desta (drum) yang telah mengundurkan diri dari band tersebut sejak tahun 2009.

“Senang bisa bertemu di sini. Kita berlima di sini. Kita bakalan kembali ke masa album awal Clubeighties, di mana semuanya masih ringan, masih mudah. Sekarang zaman sudah berubah, tapi musik kita tidak berubah,” kata vokalis Clubeighties, Lembu sebelum membawakan lagu “Gadis Primadona”.

Baca juga: Clubeighties akan tampil formasi lengkap dalam Synchronize Festival

Band asal Jakarta itu juga membawakan sejumlah hits populernya, seperti “Tapi Aku Suka Pacarmu” yang bertempo up-beat dan juga “Cinta dan Luka” yang agak sedikit melow.

Disela penampilan, Lembu menunjukkan sebuah kaos tur konser lama Clubeighties. Kaos yang menyimpan banyak memori bagi Clubeighties itu kemudian diberikan kepada Kiki Aulia Ucup selaku Program Director Synchronize Festival yang menjadi otak dibalik berkumpulnya kembali personel lama Clubeighties.

“Gue mau kasih kaos ini buat satu orang yg berjasa mengumpulkan Clubeighties di sini. Buat bapak Kiki Aulia Ucup. Tiga tahun dia hubungi kita buat bisa main bersama,” ujar Lembu.

Suasana semakin pecah ketika Clubeighties membawakan lagu “Dari Hati”. Paduan suara massal pun tercipta dari penonton yang memadati Dynamic Stage.

“Saya akan ingat hari ini bersama kalian semua. Bersama empat orang sahabat dibelakang saya,” kata Lembu sebelum melantunkan “Dari Hati”.

Penampilan Clubeighties dalam formasi lengkap di Synchronize Festival ditutup dengan lagu “Gejolak Kawula Muda” yang melambungkan nama band ini di blantika musik Indonesia.

Baca juga: Tampil perdana, BIP bawa keseruan di Synchronize Festival
Baca juga: Momen haru Superglad saat tampil di Synchronize Festival

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hari terakhir Synchronize Fest

Grup Band The Flowers tampil pada hari ketiga Synchronize Fest 2019 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (6/10/2019). Band jebolan gang Potlot tersebut membawakan sejumlah lagu diantaranya Lonely Boy, Tolong Bu Dokter dan Rajawali. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.

Tampil perdana, BIP bawa keseruan di Synchronize Festival

Jakarta (ANTARA) – Grup band BIP sukses membawa keseruan dalam penampilan perdananya di panggung Synchronize Festival 2019 yang diselenggarakan di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta, Minggu malam.

Band yang beranggotakan Ipang (vokal), Pay (gitar), Bongki (bass), dan Indra Q (keyboard) itu membawakan lagu “Korslet” dilanjutkan dengan “Skakmat” sebagai suguhan pembuka.

“Selamat malam apa kabar selamat datang di Synchronize. Akhirnya nyampe juga main di sini sebuah kehormatan yang sangat berharga. Big respect,” kata Ipang.

Tak lama berselang, BIP membawakan lagu “Mane-mane Boleh”. Karaoke massal pun tercipta dari penonton yang memadati area Lake Stage ketika “Aku Ingin Damai” dan “Bintang Hidupku” dinyanyikan oleh Ipang.

BIP juga sempat membawakan lagu “Bikin Indonesia Paten” yang diambil dari album terbaru mereka yang belum lama dirilis.

Selain BIP, Synchronize Festival hari terakhir juga menghadirkan penampilan dari Noah, Clubeighties, The Flowers, Nasida Ria, hingga Killing Me Inside Reunion.

Baca juga:The Flowers rilis album baru “Roda-roda Gila” setelah sembilan tahun 
Baca juga: Kejutan Iwan Fals di panggung Synchronize Festival

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

The Flowers rilis album baru “Roda-roda Gila” setelah sembilan tahun

Jakarta (ANTARA) – Grup musik The Flowers merilis album baru bertajuk “Roda-roda Gila” bertepatan dengan gelaran Synchronize Festival 2019 yang diselenggarakan di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta.

The Flowers yang beranggotakan ‘Njet’ Zaid Barmansjah (vokal), Boris P. Simanjuntak (gitar), Dado Darmawan (drum) dan Eugen Bounty (saksofon) itu mengatakan bahwa proses rekaman album ini telah dilakukan sejak tahun 2016.

“Kami sudah mulai intens dari 2016. Ketika kita enggak ada duit, kita rekaman aja maksimalin,” ujar Dado saat berbincang di Synchronize Festival, Minggu.

Meski demikian, kehadiran album “Roda-roda Gila” berjarak cukup jauh jika dibandingkan dengan perilisan album sebelumnya “Still Alive & Well” di tahun 2010 lalu. Banyak kendala yang dihadapi sebelum akhirnya album ini dirilis.

“Ibarat pasangan orangtua yang pengen punya anak tapi belum bisa punya anak, mereka nunggu, mereka coba dengan berbagai macam cara cuma pada akhirnya baru dikabulkannya di tahun ini 2019, di bulan Oktober,” kata Boris.

Ada tujuh materi lagu di album “Roda-roda Gila”. The Flowers juga berkolaborasi dengan Jason Ranti di lagu berjudul “Bebek & Panda”. Terkait lirik lagu, Boris mengatakan bahwa album ini tidak jauh berbeda dengan album perdana mereka

“Iya (liriknya) soal senang-senang, kenakalan, hampir enggak jauh beda kalau ditarik garis lurus di album pertama soal apa yang kami tangkap dan kami rasakan,” ujarnya.

The Flowers mengaku puas dengan dirilisnya album ini. Mereka juga berharap bahwa album baru ini bisa diterima oleh penikmat musik Indonesia.

“Kami sadar penuh bahwa kami bukan band pencetak hits. Pertama kali yang harus dipuaskan dulu bukan pendengar, tapi kami dulu. Kami adalah band egois hahaha jadi kami puas baru kami serahkan ke pendengar,” imbuh Boris.

Baca juga: Jagoan band Melayu unjuk gigi di Synchronize Festival
Baca juga: The Upstairs suguhkan album “Energi” dalam Synchronize 2019
Baca juga: Didi Kempot gaungkan campursari di Synchronize Festival

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“World Klass”, pencarian idola K-Pop terbaru Mnet usai “Produce 101”

Jakarta (ANTARA) – Stasiun televisi Korea Selatan, Mnet mengumumkan program pencarian idola K-Pop terbaru mereka, “World Klass” yang para pemenangnya diharapkan menjadi bintang K-Pop masa mendatang.

Seperti dilansir Korea Herald belum lama ini, ke-20 peserta program berasal dari berbagai negara termasuk Korea Selatan, Jepang, China, Amerika Serikat dan Australia yang memiliki banyak bakat antara lain menyanyi, menari, akting dan bahkan bergurau.

Dari ke-20 orang ini hanya 10 peserta yang akan debut sebagai grup Too–akronim dari Ten Oriented Orchestra–grup yang memperlihatkan citra global.

“Ada banyak program audisi, namun Too yang menjadi bintang global menjadi fokus kami. Acara akan disiarkan di Mnet, tvN serta disiarkan langsung secara global (di V Live). Saya pikir itulah yang membuat pertunjukan ini berbeda, ” kata CEO Stone Music, Jung Chang-hwan.

Ada perusahaan hiburan yang ikut di belakang proyek grup idola baru ini, bersama Mnet dan n.CH Entertainment.

Produser Jo Hyo-jin, mengatakan program audisi akan fokus pada pembangunan tim, bukan kompetisi. Acara ini tayang setiap Jumat pukul 23.00 waktu Korea Selatan di Mnet dan V Live.

“Di masa lalu telah fokus pada sisi kompetisi. Kali ini, audisi akan menunjukkan semangat tim dan harmoni antara 20 anggota,” kata dia.

Untuk itu, para kontestan tidak akan dieliminasi sampai hasil akhir diumumkan di bagian paling akhir acara.

Hal berbeda lainnya, tiga dari 10 anggota akan dipilih oleh pemirsa di dalam dan luar negeri.

Selain itu, beberapa pelanggan paling setia saluran V Live program akan diberikan 30 suara untuk diberikan kepada peserta pilihannya.

Acara ini berlangsung di tengah kasus Mnet yang terbukti curang dalam program serupa yakni “Produce 101”.

Kontroversi tersebut membuat beberapa agensi hiburan menjadi sasaran operasi pencarian dan penyitaan oleh polisi dan membuat hancur kredibilitas “Produce 101”.

Ketika ditanya tentang bagaimana 20 kontestan “Produce 101” dipilih, Jung mengatakan itu “faktor bintang” sebagai yang paling penting selain kemampuan bernyanyi dan menari.

Baca juga: Polisi nyatakan pemungutan suara “Produce X 101” curang

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tak hanya akting, Jinyoung GOT7 juga debut sebagai pengisi suara

Jakarta (ANTARA) – Member dari boyband asal Korea Selatan GOT7 Jinyoung rupanya telah melakukan debut sebagai pengisi suara, setelah sebelumnya ia juga dikenal sebagai aktor drama maupun layar lebar.

Pada debut pengisi suaranya, pria bernama lengkap Park Jinyoung ini mengaku sedikit kesulitan untuk berakting melalui suara saja.
 

“Karena saya hanya bisa menggunakan suara untuk mengekspresikan (dialog). Saya banyak berpikir tentang apa yang bisa saya lakukan untuk menyampaikan emosi hanya melalui suara. Saya pikir itu adalah bagian tersulit,” kata Jinyoung di sela-sela Festival Film Internasional Busan, dilansir dari Soompi, Sabtu.

Ia lalu bercerita bagaimana pengalaman pertamanya untuk mengisi suara di film animasi membuatnya lebih menghargai kehadiran para pengisi suara di balik film-film kartun favoritnya.

“Dulu, saya hanya akan menonton (kartun) untuk bersenang-senang. Tapi, setelah mencoba akting suara, saya menyadari bahwa menjadi aktor suara sangat luar biasa. Membangkitkan emosi dan menyampaikan kalimat hanya dengan suara Anda bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Proyek ini membuat saya merasa sangat menghormati aktor suara,” papar artis besutan JYP Entertainment itu.

Baca juga: Festival Film Busan ke-24 akan tampilkan 303 film dari 85 negara

Ia juga menambahkan bahwa ia tidak kapok untuk mencoba aktif di dunia seni peran-suara, dan terus belajar mengenai bidang tersebut dan juga mengenai film animasi.

“Saya ingin mencoba akting suara lagi, karena saya merasa saya masih belum begitu mahir. Saya juga berharap akan ada lebih banyak kesempatan bagi aktor suara lain untuk berpartisipasi dalam banyak animasi dan menerima banyak cinta. Membuat film animasi tidak membutuhkan waktu singkat. Saya ingin memberikan tepuk tangan kepada mereka yang membuatnya,” pungkas Jinyoung.

Sementara itu, Jinyoung berpartisipasi pada film animasi garapan sutradara Lee Sung Kang berjudul “Princess Aya” dan berperan sebagai Pangeran Bari bersama penyanyi Baek A Yeon yang berperan sebagai Putri Aya.

“Princess Aya” berlatar pada era Asia kuno dan menceritakan kisah puteri Aya (Baek A Yeon) yang memiliki kutukan yang mengubah dirinya menjadi binatang. Ketika kerajaannya dikepung, raja mengatur pernikahannya dengan pangeran Bari dari Vatar (Park Jinyoung).

Film animasi “Princess Aya” menjadi salah satu bagian dari panorama section dalam perhelatan Festival Film Internasional Busan ke-24.

Baca juga: Film “The Science of Fictions” karya Yosep Anggi Noen tayang di Busan

Baca juga: Festival Film Busan siap hibur penggemar sinema

Baca juga: Pembukaan Festival Film Busan dibatalkan akibat topan

Penerjemah: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Chicken Noodle Soup” J-Hope BTS masuk 100 besar tangga lagu Inggris

Jakarta (ANTARA) – “Chicken Noodle Soup”, lagu solo J-Hope dari grup Idola K-Pop Bangtan Sonyeondan (BTS) masuk ke dalam 100 besar tangga lagu Inggris yakni di posisi ke-82 pada 4 Oktober 2019.
 

Capaian ini menjadikan J-Hope sebagai solois kedua asal Korea Selatan yang memasuki tangga lagu Inggris, setelah Psy melalui lagu “Gangnam Style” pada tahun 2012, seperti dilansir Soompi, Minggu.

“Chicken Noodle Soup” juga menduduki posisi ke sembilan di Official Independent Singles Chart untuk minggu yang sama.

J-Hope menambahkan gaya milik dia ke dalam lagu yang didominasi berbahasa Korea Selatan lalu koreografi untuk versi terbaru video musik “Chicken Noodle Soup”, yang menampilkan penyanyi asal Amerika Becky G.

Lagu “Chicken Noodle Soup” yang dirilis pada 27 September lalu itu juga menduduki puncak tangga lagu iTunes di setidaknya 69 negara, dan pada 6 Oktober waktu Korea Selatan.

Video musik lagu itu telah mencapai lebih dari 63 juta kali tayang di YouTube.

Baca juga: J-Hope BTS rilis lagu hip hop kolaborasi dengan Becky G

Baca juga: J-Hope BTS sumbang Rp1,1 miliar untuk beasiswa

Baca juga: J-Hope BTS akan rilis kompilasi lagu bulan depan

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sia idap penyakit saraf kronis

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi dan penulis lagu asal Australia, Sia (43) menderita “sakit kronis” akibat penyakit saraf.

Hey, aku menderita sakit kronis, sebuah penyakit saraf, Ehlers Danlos. Aku hanya ingin mengatakan bahwa kalian yang menderita sakit ini baik fisik maupun emosional, aku cinta kalian, tetap semangat,” kata sang penyanyi pada Jumat seperti dilansir Pagesix, Sabtu (5/10).

“Hidup sangat sulit. Rasa sakit itu melemahkan semangat, dan kau tidak sendirian,” lanjut dia.

Baca juga: Ada yang ingin jual foto bugilnya, Sia justru unggah ke Twitter

Baca juga: Sia umumkan koleksi sepatu baru bareng Repetto

Sindroma Ehlers Danlos atau yang kerap disebut EDS adalah sebuah kondisi penyakit yang melemahkan jaringan ikat tubuh, dan sering mengakibatkan melonggarnya sendi, menipisnya kulit dan melemahkan pembuluh darah, demikian menurut WebMD.

Jenis penyakit “klasik” itu terjadi pada satu kali pada 20.000-40.000 orang.

Sebelumnya, pelantun “Chandelier” itu pernah mengungkap soal kondisi penyakitnya pada Bilboard pada 2013, menjelaskan bahwa dia ketergantungan resep obat selama kecanduan alkohol.

“Aku sangat kecanduan Vicodin dan Oxycodone, dan selalu minum alkohol, tetapi aku tidak tahu kalau aku seorang pecandu alkohol. Aku benar-benar tidak bahagia menjadi seorang seniman dan aku menjadi semakin sakit. ”

Sia merayakan kesembuhannya lewat Twitter tahun lalu, menulis, “Delapan tahun bebas alkohol hari ini. Aku mencintaimu, teruslah berjalan. Kamu bisa melakukannya.”

Baca juga: David Guetta dan Sia reunian lewat “Flames”

Baca juga: Swift versus Braun, kini giliran Sia angkat bicara

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cerita kebangkitan Cokelat, album #LIKE! dan konsistensi konsep rock

Jakarta (ANTARA) – Perjalanan band Cokelat selama 23 tahun mewarnai musik Indonesia melalui lagu-lagu beraliran rock alternatif tidak selamanya mulus. Ada momen melesat ke jajaran band papan atas, namun ada juga saat terpuruk.

Album #LIKE! yang dirilis pada 2016 menjadi tonggak baru dalam kebangkitan mereka setelah ditinggal beberapa personel, serta perubahan manajemen dalam menghadapi perubahan bisnis rekaman.

Baca juga: Cokelat pilih bikin lagu baru ketimbang daur ulang “Tembang Kenangan”

“Salah satu momen terbaik adalah saat kami merilis album #LIKE!. Akhirnya orang melihat kami kembali dan mendapatkan kepercayaan publik,” kata gitaris Cokelat, Edwin Marshal Sharif, kepada ANTARA beberapa waktu lalu.

“Itu zaman orang-orang bikin single doang. Tapi kami bikin album. Tidak gampang,” katanya.

Proses yang menguras keringat saat memproduksi album itu membuat Cokelat menemukan tim dengan kekuatan yang baru. Tim yang lebih solid karena mampu mengerjakan album itu secara mandiri, tanpa sokongan perusahaan rekaman besar, alias indie.

“Akhirnya kami berempat saja dan ini kekuatan solid yang baru. Industri musik sedang kacau, band yang ganti vokalis lalu bubar itu banyak. Tapi kami tidak,” kata dia.

Baca juga: Kikan Namara berdamai dengan bayang-bayang band Cokelat

Banyak yang mengira bahwa Cokelat terpuruk setelah vokalis pertama, Namara “Kikan” Surtikanti, memutuskan hengkang. Namun menurut Cokelat, saat terburuk adalah saat Ernest memilih gantung gitar dari band itu.

“Momen paling sulit saat Ernest keluar. Sementara itu berat banget buat kami semua, ditambah manajemen kurang ciamik saat itu,” kata Ronny Febry Nugroho pemain bass Cokelat.

“Saat itu gua baper, takes time untuk bisa menerima telpon Ernest,” ujar dia.

Baca juga: Tanpa Kikan Band Cokelat Tetap Eksis

Kendati demikian, hengkangnya Ernest membuat Cokelat menjadi lebih solid dengan formasi yang lebih ramping. Semua personel termotivasi untuk membuktikan bahwa Cokelat mampu menyuguhkan hal baru kepada penggemarnya.

“Kalau #Like! tak rilis, band ini kelar. Gua juga merambah bidang lain. Saking down-nya, pernah merasa apakah gua bukan musisi. Saat Kikan cabut itu biasa saja, tapi ketika fase kedua itu (Ernest keluar) baru benar-benar down,” katanya.

“Kami rilis album sebagai jalan keluarnya. Semua personel merasa ini harus dirilis. Ini penting, bagaimana pun caranya,” kata Ronny.

Ronny dan Edwin berpendapat selama 23 tahun berkarir, #LIKE! adalah album yang paling mereka banggakan. “Karena album itu adalah turning poin,” kata mereka.
  Gitaris Cokelat Edwin Marshal Sharif, (ANTARA/Alviansyah P)

Konsep kuat

Cokelat bertahan berkat konsep yang kuat, memadukan musik rock yang maskulin dengan kekuatan syair yang dinyanyikan oleh vokalis perempuan.

Kendati terkenal lewat lagu-lagu bertema nasionalis, namun ungkapan pengkhianatan dan kekecewaan pada “Pergi!”, “Karma”, “Luka Lama”, “Segitiga”, dan “Peralihan Hati”, membuat lagu-lagu mereka mudah diterima berbagai kalangan.

“Kebetulan kami menemukan tema yang menurut kami — saat membawakan ‘Karma’ — adalah pengalaman bersama,” kata Ronny. “Bagian ‘Kuingin kau rasakan, Pahitnya terbuang sia-sia‘, adalah hal yang juga gua alami.”

“Itu karena soal rasa. Kebetulan penyanyinya perempuan, jadinya begitu,” ucap dia.

Baca juga: Kikan menanti kehadiran band dengan vokalis perempuan

Edwin mengatakan konsep band dengan vokalis perempuan sebenarnya bukanlah hal yang istimewa. Namun menyatukan musik rock dengan lirik yang lebih mengena pada vokalis perempuan adalah kuncinya.

“Nah Cokelat berhasil mem-blending itu. Kenapa tidak vokalis cowok, itu tidak akan menjadi spesial. Spesialnya kami adalah bisa bikin rock dengan memasukkan rasa perempuan,” kata Edwin.

Ketika ditanya adakah hasrat untuk memakai vokalis laki-laki, Ronny dan Edwin menjawab, “Kami punya proyek musik lain dengan vokalis cowok. Jadi tidak penasaran.”

Konsep lain yang menjadi ciri khas Cokelat adalah membawakan lagu dengan irama ceria, terutama untuk lagu bertema nasionalis. “Nasionalisme Cokelat adalah merayakan. Otomatis, dalam merayakan, lagunya harus ceria,” kata Ronny.

Baca juga: Axel Cokelat menyesal pernah bikin tato nama pacar
  Drumer Cokelat Axel Andaviar. (ANTARA/Alviansyah P)

Energi baru

Masuknya vokalis Jackline Rossy Natalia dan Axel Andaviar, putra Ovy gitaris /RIF, menjadi energi baru bagi Cokelat, sekaligus menambah referensi musik bagi band yang terbentuk pada 1996 itu.

“Kami banyak lagu yang lebih keras, kami juga ada lagu yang mainnya di drop-D (istilah teknis bermain gitar), dan ini perjalanan yang seru,” kata Edwin. “Ketika Axel masuk, yang sangat glam rock dengan berbagai referensi, kami tidak meminta dia menjadi soft. Dia beradaptasi dan kami semua nyaman.”

Sedangkan Jackline, yang menjadi vokalis ketiga setelah Kikan dan Sarah, menilai setiap hari bersama Cokelat adalah tantangan. Bukan karena berusaha lepas dari bayang-bayang vokalis lama, melainkan berusaha menampilkan hal terbaik untuk pendengarnya.

“Awalnya kaget untuk menyatukan karakter dengan cowok-cowok ini,” kata Jackline. “Tapi mereka mengarahkan aku, jadinya aku malah merasa klik dan tidak jadi beban.”

Baca juga: /rif akan aransemen musik sesuai dengan daerah yang dikunjungi

Jackline juga tidak masalah apabila dibandingkan dengan vokalis sebelumnya. Alasannya, jika dibandingkan, artinya orang-orang terus mendengarkan lagu mereka punya harapan kepada Cokelat.

“Kalau dibandingkan itu seharusnya hal yang wajar. Buat saya, band rock keren Indonesia ya Cokelat. Jadi namanya band punya penggemar, kalau dibanding-bandingin ya wajar.”

Baca juga: Resep nge-band awet ala Ahmad Albar dan Eet Sjahranie

Ronny mengatakan dengan formasi ini, Cokelat konsisten berkarya di jalur rock karena musik jenis itu sudah menjadi identitas mereka. Mereka juga telah merilis single “Anak Garuda” dengan musik khas ala Cokelat yang ceria dan segar.

“Kami sempat galau tentang warna musik di album #LIKE!” kata dia.

“Referensi kami beda, ada yang suka rock klasik, ada yang grunge, metal, ada yang elektronik, ada yang swedish. Tapi yang menyatukan kita adalah rock alternatif ini,” katanya.

“Tugas kami adalah berkarya, tak usah mikirin laku atau tidak.” katanya. “Siklus yang tidak akan berhenti adalah saat berkarya. Berkarya terus, jangan tiba-tiba berubah,” tutup Ronny.

Baca juga: Kata Nicky Astria soal sulitnya mencari “Lady Rocker” masa kini

Baca juga: Rocker Atiek CB ternyata pemalu

Baca juga: “Hail Gundala” dari band rock Bandung Glosalia jadi lagu film Gundala

Oleh Alviansyah Pasaribu
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Resep nge-band awet ala Ahmad Albar dan Eet Sjahranie

Bukan tak butuh duit, tapi kalau senang ya tak kepikiran yang lain

Jakarta (ANTARA) – Dua rocker legendaris Indonesia, Ahmad Albar dan Eet Sjahranie, berbagi resep sederhana untuk awet bermusik dalam sebuah band selama puluhan tahun.

Kendati band yang mereka besarkan, God Bless dan Edane, pernah mengalami bongkar-pasang personel. Namun posisi Ahmad Albar dan Eet Sjahranie tidak tergantikan, bahkan menjadi tulang punggung band itu.

“Kuncinya karena senang. Bukan tak butuh duit, tapi kalau senang ya tak kepikiran yang lain. Berkarya saja terus,” kata gitaris Edane dan mantan personel God Bless, Eet Sjahranie, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Saling menjaga toleransi mungkin dimaknai sebagai ungkapan klise dari sebuah band yang mampu bertahan selama 46 tahun. Namun itulah faktanya, God Bless bertahan karena saling menjaga rasa dan menganggap band layaknya keluarga.

“Lagu dan selera kita ini klop. Sesuai dengan selera, cinta rock,” kata Ahmad Albar.

“Layaknya keluarga, anggota God Bless bertoleransi dan itu penting. Sama-sama menghargai, menjaga supaya tidak menyinggung satu sama lain,” kata dia. Ahmad Albar (kiri) pada konferensi pers “Jakarta Rock Space” di Livespace SCBD Jakarta. (ANTARA/Alviansyah P)

Menurut Albar yang karib disapa Iyek, dukungan komunitas fans juga menjadi pelecut semangat untuk terus berkarya, sehingga mereka menjaga band itu tetap rukun hingga usia senja.

“God Bless punya komunitas, yang muda-muda, anak-anak milenlial masih mengikuti perkembangan Godbless ke depannya,” kata Ahmad Albar.

“God Bless tak pernah ada kesulitan, semua penggemar pasti support dan tahu perkembangan kami. Baik dari sosial media hingga jadwal panggung,” katanya.

Meski ada perubahan bisnis showbiz musik rock dari analog ke digital dan jadwal panggung yang tidak sebanyak era 1990an, Eet Sjahranie mengatakan bahwa komunitas rock tetap ada dalam kelompok yang lebih kecil, namun loyal.

“Sekarang ini kami bersama dengan kelompok yang lebih kecil. Kami tetap hidup dengan hal yang berbeda,” kata dia. “Sekarang yang berubah adalah medianya dan cara mendengarkannya, kami menyesuaikan.”

Empat grup rock lintas generasi Indonesia, Godbless, Edane, Jamrud, dan Netral, akan tampil di panggung yang sama pada gelaran “Jakarta Rock Space” di Livespace SCBD Jakarta, pada Jumat (18/10).

Baca juga: God Bless siap berikan kejutan di konser mendatang

Baca juga: Suka duka dan rencana God Bless di usia 45 tahun

Baca juga: Pengalaman buruk Donny God Bless naik pesawat tahun 80-an
 

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anggota termuda Hanson, Zac patah tulang akibat kecelakaan motor

Jakarta (ANTARA) – Anggota termuda grup Hanson, Zac mengalami patah tulang selangka, tulang rusuk dan retak pada tulang belikat akibat kecelakaan motor di Oklahoma, Rabu lalu.

Kondisinya itu terungkap melalui unggahan di Twitter Hanson pada 4 Oktober, seperti dikutip The Hollywood Reporter, Sabtu.

Detail mengenai kecelakaan itu tidak diungkap, namun disebutkan bahwa saat itu Zac sedang bersiap untuk melakukan perjalaan lintas negara.

Baca juga: Hanson dan dr.PM akan reuni dalam The 90’s Festival

Ia hanya mengatakan, dapat berjalan menjauh dari lokasi kecelakaan di Tusla karena “perlengkapan pelindung yang berkualitas”.

Akibat kecelakaan itu, perannya akan digantikan oleh drumer lain selama tur Hanson mendatang, namun ia akan tetap bernyanyi.

Zac adalah anak bungsu dari tiga bersaudara yang membentuk band Hanson pada awal 1990-an. Band tersebut terkenal karena lagu “MMMBop”.

Baca juga: Angela Merkel terpukul atas kecelakaan Schumacher

Baca juga: Mick Jagger membaik usai operasi katup jantung

Baca juga: Tur Metallica 2020 tetap jalan setelah James Hetfield direhabilitasi

Pewarta: Heppy Ratna Sari
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019