Jazz in campus

Musisi Indonesia Mus Mujiono (kiri) bersama anggota Komisi XI DPR Indah Kurnia (kanan) tampil saat Jazz in Campus di Universitas Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (19/2/2019). Surabaya Entertainment Club (SEC) dan Otoritas Jasa Keuangan menggelar Jazz in Campus 2019 di sejumlah kampus di Surabaya dan berlangsung hingga 21 Februari 2019. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/hp.

Konser Red Velvet rampung di AS, berlanjut ke Kanada

Jakarta (ANTARA News) – Grup K-pop Red Velvet telah menyelesaikan tur di lima kota di Amerika dan akan melanjutkan konser mereka di kota-kota Kanada, kata agensi SM Entertainment seperti dilansir Yonhap, Selasa.

Grup beranggotakan lima orang itu memulai konser Amerika Serikat di Los Angeles pada pekan pertama Februari, lalu ke Dallas, Miami, Chicago dan Newark, dalam tur dunia bertajuk “Red Velvet 2nd Concert [REDMARE].”

Pada pertunjukan terakhir di AS di Newark, mereka menampilkan lagu medley “Russian Roulette,” “Happiness,” “Red Flavor,” “Peek-A-Boo,” “Power Up,” “Bad Boy” dan “RBB,” dua lagu terakhir dinyanyikan dalam bahasa Inggris.

Para penggemar Amerika menyambut Red Velvet secara antusias, menonton seraya mengangkat banner bertuliskan dukungan dalam bahasa Korea.

Red Velvet, seperti dikutip dari SM Entertainment, berkata, “Tur Amerika Utara adalah tantangan dan momen penting bagi kami.”

“Kami berterima kasih pada penggemar karena membantu memenuhi (konser). Kami telah menyelesaikan (tur) dengan baik berkat kalian.”

Tur di AS memberikan kenangan tak ternilai bagi para anggota Red Velvet, imbuh mereka.

Selanjutnya, Red Velvet akan tampil di Coca-Cola Coliseum Toronto hari ini, perhentian pertama dari tur Kanada.

Baca juga: “Power Up” Red Velvet masuk 50 video klip terbaik Billboard

Baca juga: Red Velvet segera rilis EP “RBB”

Penerjemah: Nanien Yuniar
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Konser Lifechanger untuk hunian sementara korban bencana

Jakarta (ANTARA News) – Demi menggalang donasi untuk korban bencana alam, Yayasan Allianz Peduli akan menggelar Lifechanger Concert pada 9 Maret 2019 di Allianz Ecopark, Ancol Jakarta. 

Acara konser musik yang digelar bersamaan dengan Hari Musik Nasional ini, bertujuan untuk mengumpulkan donasi yang akan digunakan oleh Habitat for Humanity Indonesia untuk membangun hunian sementara bagi korban bencana alam di Lombok dan Sigi. 

“Allianz Indonesia mendukung Lifechanger Concert yang akan menjadi momen penting untuk membantu lebih banyak lagi masyarakat korban bencana alam di Indonesia,” kata Joos Louwerier, Dewan Pembina Yayasan Allianz Peduli, dalam keterangan pers, Selasa.

Para musisi yang tampil memiliki kesamaan visi untuk membantu korban musibah bencana alam. Konser ini diselenggarakan juga bersama Habitat for Humanity dan Java Festival Production yang memiliki komitmen serupa. 

“Harapan kami konser musik ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengumpulkan donasi yang akan kami salurkan ke saudara-saudara kita yang membutuhkan,” kata Mochamad Reza, Ketua Yayasan Allianz Peduli. 
  
Selain hunian, yayasan itu juga akan membangun fasilitas sanitasi dan memberikan pemulihan trauma di daerah yang terkena dampak bencana alam.

Lifechanger Concert memungkinkan masyarakat menyumbangkan donasi dengan cara membeli tiket acara, sebab seluruh hasil penjualan akan didonasikan melalui Habitat for Humanity Indonesia. 

Masyarakat juga dapat mendonasikan sebuah hunian sementara yang akan diberi nama sesuai dengan nama donatur. Selain itu, para musisi yang bergabung dalam Lifechanger Concert juga akan mengajak penonton untuk memberikan donasi lewat permintaan lagu serta barang kesayangan milik mereka (memorabilia) pada saat acara.

Baca juga: Musisi Widya Siregar gelar konser amal untuk Palu
Baca juga: Konser Melly Goeslow himpun Rp150 juta untuk Lombok
Baca juga: Gitar menteri laku Rp1 miliar di konser amal untuk Lombok

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Queen akan tampil di Oscars

Jakarta (ANTARA News) – Queen akan tampil di Academy Awards hari Minggu nanti, the Motion Picture Academy mengumumkan di media sosial kemarin, Senin (18/2) dilansir Variety.

Variety menyebut itu bukanlah hal mengejutkan mengingat film biopic sang vokalis Freddie Mercury, “Bohemian Rhapsody” sukses jadi blockbuster.

Queen kini tampil dengan nama Queen + Adam Lambert, dengan dua dari empat anggota asli, gitaris Brian May dan drummer Roger Taylor, vokalis digantikan oleh mantan bintang “American Idol” Adam Lambert, yang mendapat pujian atas penampilannya di band itu.

Sementara bassist John Deacon tidak pernah tampil bersama Queen selama bertahun-tahun.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh Variety, produser siaran diketahui telah menghubungi perwakilan film dan band di awal proses perencanaan untuk mencoba menghadirkan Queen untuk slot pembuka acara.

Beberapa minggu yang lalu, sumber-sumber yang dekat dengan situasi itu mengindikasikan itu tidak akan terjadi, tetapi jelas hal-hal telah berubah.

Ini adalah contoh langka di mana penampilan musik di panggung Oscar mungkin akan jadi umpan peringkat terbesar acara tersebut.

Apalagi Queen + Lambert memang memiliki efek memuat lebih banyak musik ke dalam acara penghargaan yang telah berusaha untuk menghilangkannya.

Academi baru-baru ini mengalah dan menyetujui protes populer yang memungkinkan pertunjukan dari lima nominasi lagu asli terbaik di acara penghargaan, setelah tersiar kabar bahwa mereka berencana untuk hanya menampilkan Lady Gaga dan Kendrick Lamar.

Dikatakan bahwa beberapa lagu yang dinominasikan kurang dikenal akan diringkas ke kisaran 90 detik.

Sementara “Bohemian Rhapsody” dapat banyak kebebasan dengan sejarah grup, kekuatan musik band dan penampilan memukau dari Rami Malek (yang memerankan Mercury) telah menutupi sebagian besar kritik.

Baca juga: Acara penghargaan Oscars akan disiarkan tanpa diedit

Baca juga: “Bohemian Rhapsody”, lagu rock paling banyak didengar sepanjang masa

Baca juga: Oscars 2019 tak ada host, pertama kali dalam tiga dekade
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Noel akan tuntut Liam Gallagher terkait film dokumenter

Jakarta (ANTARA News) – Liam Gallagher mengatakan bahwa Noel Gallagher berencana menuntutnya jika memasukkan cuplikan hari-hari bersama Oasis dalam film dokumenter mendatang.

Liam akan merilis film dokumenter “As It Was” akhir tahun ini. Film tersebut berisi tentang tahun-tahun penuh gejolak setelah lepas dari Oasis, Beady Eye hingga akhirnya memutuskan sebagai penyanyi solo.

Namun dia mengklaim bahwa manajemen Noel mengancam akan melakukan tindakan hukum jika film tersebut menyertakan cuplikan arsip dari hari-hari band Britpop legendaris itu.

“Saya baru diberi tahu bahwa saya akan dituntut oleh seorang teman yang biasa saja bersama pasukannya di Ignition yang mengatakan jika saya menggunakan cuplikan saya saat sedang menyanyikan lagu Oasis, ya lagu-lagu Oasis di “As It Was” yang mana agak terasa pahit sekarang ini. Mereka juga menginginkan hasil dari penjualan tiket “As You Were” LG (Liam Gallagher),” tulis Liam melalui Twitter dilansir NME, Senin.
 

Sementara itu, perwakilan dari Noel enggan berkomentar terkait pernyataan tersebut.

Ancaman tindakan hukum datang setelah Liam memuji potongan film dokumenternya pada pekan lalu.

“Baru saja melihat film “As It Was” dan itu luar biasa,” tulis Liam di Twitter.

Film “As It Was” belum ditentukan tanggal rilisnya. Liam juga tengah mengerjakan album solo terbarunya dan rencananya akan dirilis tahun ini. Album tersebut merupakan tindak lanjut dari “As You Were”.

Baca juga: Liam tak pedulikan penggemar Oasis, kata Noel Gallagher

Baca juga: Liam Gallagher ajak Noel untuk reuni bersama Oasis
 

Penerjemah: Maria Cicilia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

NU’EST akan luncurkan album baru dengan formasi lengkap

Jakarta (ANTARA News) – Boy group NU’EST akan meluncurkan album baru dengan formasi lima personel bulan depan. 

“NU’EST sedang mempersiapkan untuk merilis lagu baru secara digital pada pertengahan Maret,” kata pihak agensi mereka Pledis Entertainment, seperti dilansir Soompi, Senin. 

Mereka mengatakan, “NU’EST tidak akan melakukan comeback melalui album baru ini. 

Ini akan menjadi rilis pertama mereka sebagai grup dengan formasi lengkap, sekembalinya Minhyun dalam dua tahun tujuh bulan dan sejak album “Canvas” dirilis pada Agustus 2016.

Selain musik baru, grup ini juga mempersiapkan konser pertama mereka. 
 

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Album solo Nichkhun 2PM dirilis hari ini

Jakarta (ANTARA News) – Nichkhun, anggota 2PM berdarah Thailand-Amerika, akan merilis album solo perdananya sejak debut di dalam grup K-pop sebelas tahun silam.

JYP Entertainment, seperti dilansir kantor berita Yonhap, Senin, mengatakan album Nichkhun berjudul “ME”, berisi sembilan lagu yang semuanya diciptakan dan ditulis sendiri dalam bahasa Inggris olehnya.

“Lucky Charm” jadi lagu andalan yang memadukan melodi lembut dengan suara Nichkhun yang manis.

Lagu itu “bercerita tentang fantasi dan kenyataan. Akan lebih asyik didengarkan saat bersantai pagi hari atau sebelum tidur,” kata Nichkhun.

Album itu bakal tersedia di layanan streaming mulai Senin petang di Korea Selatan, juga di China dan Thailand.

“ME” juga berisi lagu istimewa yang ditujukan untuk para penggemar Nichkhun berjudul “Umbrella” yang terdiri dari empat bahasa, Korea, Inggris, China dan Thailand.

“Dalam 10 tahun terakhir, Hottest (nama penggemar 2PM) telah melindungiku dari hujan,” kata dia.

“Aku ingin membalas budi. ‘Umbrella’ adalah lagu jujur yang kubuat untuk mengatakan pada penggemar bahwa ‘Mulai sekarang, aku yang akan jadi payung untukmu,'” ujar dia.

Di luar dunia musik, Nichkhun juga aktif sebagai aktor. Dia membintangi film Thailand “Brother of the Year” yang tayang di Indonesia, dan film itu juga akan hadir di Korea Selatan pada 7 Maret mendatang.

Baca juga: Tawa dan haru “Brother of the Year”
 

Penerjemah: Nanien Yuniar
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cerita Kenny G soal penampilannya untuk Kim Kardashian saat Valentine

Jakarta (ANTARA News) – Kenny G (62) menjelaskan soal penampilannya di rumah Kim Kardashian dan Kanye West saat Valentine lalu yang menghebohkan netizen, karena dia memainkan saksofon di ruangan dengan dikelilingi ratusan tangkai mawar di dalam vas kaca.

Kenny G menjelaskan awal mula dia akhirnya bisa tampil di rumah Kanye West karena dia mendapat email dari seorang publisis yang mengenal manajer Kanye. Dia mengatakan pada Kenny G bahwa Kanye memintanya datang ke rumah dan memainkan lagu buat Kim di pagi hari.

“Aku akan main saksofon di tengah-tengah mawar di sebuah ruangan. Itu benar-benar terdengar indah,” kata Kenny G pada Rolling Stone, Jumat (15/2).

Kenny G lalu mengatakan dia juga mendapat pesan singkat dari David Foster yang tahu soal tawaran Kanye dan mendukungnya untuk menerima tawaran itu.

“Ya sudah kuterima tawaran itu karena aku sedang ada di rumah dan aku tak tinggal jauh dari rumah mereka. Jadi itu berjalan lancar.”

Kenny G menjelaskan vas-vas bunga mawar belum ada saat dia datang.

“Saat itu hujan di LA jadi saya datang ke rumah Kanye agak awal untuk memastikan saya tidak terlambat. Mereka meletakan benda-benda ini bersamaan. Aku tak melihat ruangan siap sampai 20 detik sebelum aku mulai main,” katanya.

Ketika ditanya berapa orang yang menyiapkan acara spesial itu, Kenny G mengaku tak ingat.

“Aku bahkan tidak punya cukup tangan untuk menghitung semua orang yang kutemui. Begitu aku sampai di rumah, aku hanya melakukan pemanasan di sebuah ruangan, dan kemudian Kanye masuk.”

Ia pun mengatakan bahwa Kanye West sangat ramah, hangat dan akomodatif. Keduanya pun berbincang santai soal musik dan sempat menyarankan Kanye untuk memasukkan gubahannya ke dalam musik Kanye dan dia setuju.

“Nah, ketika dia masuk, aku sedang memainkan saksofon, aku mulai memainkan beberapa riff blues yang sangat manis dan riff penuh perasaan dan beberapa riff jazz, dan aku bisa melihat dia berpikir itu benar-benar bagus. Aku bilang ‘suara seperti ini akan sangat bagus di musikmu’. Dan dia berkata, ‘Ya, mungkin kita bisa pergi ke studio dan memeriksanya.’ Jadi kupikir itu keren.”

Saat ditanya apakah Kenny G adalah penggemar Kanye, dia menjawab dia mengapresiasi karya musik orang.

“Aku lalu mulai bermain sebelum Kim muncul. Dia datang dari sudut, dan aku mendapat anggukan dari Kanye untuk mulai bermain. Jadi aku mulai bermain, dan ketika Kim datang, dia cuma bilang ‘Ya Tuhan,’ dan kemudian dia menatapku dan tersenyum dan hanya berhenti. Untuk sesat dia tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan dirinya sendiri. Lalu dia mengeluarkan teleponnya, yang luar biasa,” kata dia.

Kenny G pernah satu pesawat dengan Kim dan duduk bersebelahan, tapi itu pertama kalinya dia bertemu Kanye.

“Ini pertama kalinya aku bertemu Kanye. Aku pernah bertemu Kim sebelumnya – kami pernah terbang bersama satu kali. Kalau tak salah itu dari Miami kembali ke L.A., dan kami duduk bersebelahan. Aku ingat waktu itu ada seorang gadis berusia 13 tahun dari belakang pesawat yang ingin datang dan berbicara dengan Kim, dan kupikir dia akan berkata, ‘dengar, saya di ruang pribadi saya, bla bla bla, “tetapi Kim berkata, ‘Tidak, bawa dia ke sini.”

“Aku sangat terkesan dengan betapa ramahnya Kim kepada gadis muda ini yang aku yakin sangat terkejut.”

Baca juga: Malam istimewa bersama Kenny G
Baca juga: Manfaat makan cokelat saat Valentine
Baca juga: Rekomendasi hadiah untuk hari spesial sesuai usia pasangan

 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ilhoon BTOB segera luncurkan single baru

Jakarta (ANTARA News) – Ilhoon, rapper boy group BTOB akan meluncurkan single digital baru yang berkolaborasi dengan musisi Babylon. 

Single berjudul “Spoiler” itu rencananya akan hadir pada 21 Februari mendatang, seperti diungkapkan BTOB melalui unggahan dalam laman Instagram mereka, Jumat (15/2). 

Tak ada info lanjutan dalam unggahan itu selain sebuah foto berlatarkan warna kuning yang dirobek pada bagian tengahnya itu. 

Selain dengan Babylon, Ilhoon juga pernah bekerja sama dengan musisi lain seperti G.NA dan HyunA. 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jus2, subunit JB dan Yugyeom akan gelar showcase di Indonesia

Jakarta (ANTARA News) – Jus2, subunit grup yang beranggotakan dua personel boy group GOT7 yakni JB dan Yugyeom akan menggelar showcase di ICE BSD, Tangerang. 

Mereka akan tampil dalam konsep “Jus2 PREMIERE SHOWCASE TOUR in JAKARTA” pada 21 April mendatang, ungkap pihak promotor Mecimapro melalui laman Instagramnya. 

Ini berselang setahun sejak penampilan keduanya bersama para personel GOT7 di tanah air dalam gelaran konser bertajuk “GOT7 2018 World Tour “Eyes on You” di lokasi yang sama. 

Harga tiket sudah diumumkan yakni terdiri dari tiga kategori yakni Rp2,2 juta (blue), Rp1,6 juta (green) dan Rp900 ribu (yellow). 

Selain di Indonesia, Jus2 juga akan menggelar pertunjukan serupa di Macau, Osaka, Tokyo, Taipei, Bangkok dan Singapura. 

Jus2 merupakan subunit kedua GOT7 setelah JJ Project. Subunit ini akan merilis mini album perdana berjudul “FOCUS” sekitar bulan depan. 

Baca juga: Jus2, subunit kedua dari GOT7

Baca juga: Sederet idola K-pop alami cedera dan absen dalam kegiatan grup

Baca juga: GOT7 merasa disayang penggemar Indonesia

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Barasuara rilis video musik “Guna Manusia”, memotret lanskap Antartika

Jakarta (ANTARA News) – Grup musik Barasuara hari ini meluncurkan video musik “Guna Manusia” yang memotret keindahan lanskap benua Antartika. 

Video yang disutradarai Jay Subyakto menyuguhkan gunung-gunung es Antartika dengan megahnya berdiri di pinggir laut. 

“Sebuah kehormatan untuk bisa bekerja dengan Jay Subyakto,” kata Iga Massardi, vokalis Barasuara dalam keterangan tertulisnya, Jumat. 

Menurut mereka, hal itu memberikan penggambaran yang sempurna mengenai pemasanan global yang dibicarakan Barasuara di lagu “Guna Manusia”. 

Selain di Antartika, sebagian video musik band yang beranggotakan Iga, Asteriska (vokalis), Gerald Situmorang (gitaris), Marco Steffiano (drummer), Puti Chitara (vokalis), dan TJ Kusuma (bassist) itu juga direkam di Yogyakarta. 

“Dia memiliki sudut pandang luas dan spirit yang liar. Interpretasi Mas Jay terhadap lagu Guna Manusia akhirnya membuat semesta tersendiri lewat eksekusi visual yang intens,” kata Iga. 

Di sisi lain, lagu “Guna Manusia” menurut Jay “membuka imajinasi dan kepedulian pada lingkungan hidup dan bumi masa depan untuk generasi mendatang. 

Lagu ini merupakan single pertama dari album ke-2 Barasuara yang akan segera dirilis melalui label rekaman Darlin’ Records.

Video musik “Guna Manusia” ini menjadi video musik pertama yang dirilis oleh Barasuara sejak mereka terbentuk. 

Baca juga: Nikmati akhir tahun bersama RAN dan Barasuara

Baca juga: Barasuara lepas “Guna Manusia”, lagu pertama dari album kedua

Baca juga: Barasuara menutup penampilan dengan mencerahkan massa

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taemin SHINee bersiap menggelar konser solo kedua

Jakarta (ANTARA News) – Taemin, salah satu personel boy group SHINee akan mengadakan konser solo kedua bulan depan. 

Seperti dilansir Soompi, Jumat, konser bertajuk “T1001101” itu rencananya berlangsung di SK Olympic Handball Gymnasium, Seoul pada 15-17 Maret 2019. 

Setelah 1,5 tahun sejak konser solo pertamanya, Taemin akan menampilkan lagu-lagu dari mini album keduanya “WANT”. Dia berencana membuat para penggemarnya terkesan melalui konser. 

Tiket konser mulai dijual pada 19 Februari 2019 pukul 20.00 waktu korea untuk anggota klub penggemar malam dan 21 Februari pukul 20.00 bagi yang bukan anggota klub. 

Taemin saat ini bersiap menampilkan lagu comeback-nya “WANT” selama episode minggu ini di program “Music Bank” KBS2.

Baca juga: Taemin SHINee rilis single & Mini album “Want”

Baca juga: Key SHINee mulai wamil, masuk band militer

Baca juga: Minho SHINee akan gelar jumpa penggemar di empat negara

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Park Bom segera rilis album baru, diproduseri Brave Brothers

Jakarta (ANTARA News) – Park Bom, salah satu personel girl group 2NE1 yang kini telah bubar berencana meluncurkan album baru bulan depan dan diproduseri Brave Brothers

Seperti dilansir Soompi, Jumat, Brave Brothers mengatakan kepada Xportsnews kalau dirinya memutuskan memproduksi album baru Bom karena menyukai nada suara sang penyanyi. 

“Selama beberapa bulan aku mendapat tawaran dari pihak Park Bom, dan setelah banyak berpikir, aku memutuskan untuk memproduksi albumnya. Aku suka nada suaranya, dan ingin menjadikannya artis nomor satu,” kata dia. 

Lagu baru Park Bom nantinya bergenre R&B dengan tempo sedang. Brave Brothers menjanjikan lagu-lagunya nanti menjadi yang terbaik dari karyanya selama ini untuk penyanyi wanita. 

“Ini lagu yang sangat bagus, sampai-sampai aku bisa yakin mengatakan bahwa ini adalah lagu wanita terbaik yang pernah kubuat. Aku dapat meyakinkan Anda bahwa ini yang terbaik. Ketika dirilis, orang-orang akan terkejut, “Lagu ini diproduksi oleh Brave Brothers?” Lagu ini tidak seperti sebelumnya,” papar dia. 

Brave Brothers lebih lanjut mengungkapkan bahwa keterampilan menyanyi  Bom masih luar biasa. Kebanyakan orang tidak akan kecewa. 

“Kami mencoba untuk mengekspresikan emosi khusus. Ini akan menjadi konsep yang sangat berbeda,” tutur dia. 

Bom sedang bersiap untuk kembali pada bulan Maret dan mengajak Sandara Park terlibat dalam lagu barunya.

Baca juga: 2NE1 ucapkan selamat tinggal lewat lagu terakhir “Goodbye”

Baca juga: 2NE1 rilis single terakhir bulan ini

Baca juga: Resmi bubar, ini prestasi 2NE1

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ONE OK ROCK band pembuka konser Ed Sheeran di Jakarta

Jakarta (ANTARA News) – Band Jepang ONE OK ROCK akan menjadi band pembuka dalam konser Ed Sheeran Divide World Tour 2019 Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno pada 3 Mei mendatang.

Promotor Sound Rhythm dalam keterangan pers, Kamis, mengatakan grup band rock asal Jepang yang telah dibentuk pada 2005 itu sudah pernah tampil panggung skala besar seperti Nippon Nudokan Live 2010, Yokohama Stadium Live 2014 dan arena besar lain pada 2013 dan 2015.

Pada 2017, ONE OK ROCK tampil pada acara penghargaan Alternative Press Music Awards dan dinobatkan sebagai “Best Break Through Artist”. Mereka juga tampil di sampul Majalah Rock Sound di Jepang dan dijuluki sebagai “The Best Live Performance”. 

Promotor konser Ed Sheeran di Indonesia yang menyediakan 45.000 tiket memastikan bahwa seluruh penonton akan menikmati pertunjukan musik dari bangku yang sudah disediakan, sesuai dengan nomor pembelian.

Promotor mengimbau agar penonton tidak membeli tiket konser di situs yang tidak resmi atau membeli tiket di calo.

Untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan atas penjualan tiket di pasaran, dengan harga yang tidak wajar dan penipuan terhadap para penggemar, maka tiket konser Ed Sheeran akan dijual resmi secara pribadi di mana nama setiap pembeli tiket akan tercetak di tiket resmi. 

Pada saat tiba di tempat acara, tiap pemegang tiket diwajibkan untuk membawa identitas diri yang berlaku sesuai dengan nama yang tertera di tiket untuk diperiksa pada saat memasuki tempat acara.
 
Baca juga: Konser musisi dunia yang patut ditunggu di tahun 2019
Baca juga: Konser Ed Sheeran, semua penonton duduk

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jus2, subunit kedua dari GOT7

Jakarta (ANTARA News) – Boy band K-pop GOT7 akan menghadirkan subunit kedua yang terdiri dari dua anggota, kata agensi JYP Entertainment, Kamis.

Subunit baru bernama Jus2 itu terdiri dari JB dan Yugyeom. Mereka akan mulai merilis album mini perdana berjudul “FOCUS” sekitar bulan depan, seperti dilansir kantor berita Yonhap.

JB sebelumnya berpasangan dengan anggota lain, Jinyoung, dalam duo pop JJ Project yang juga subunit GOT7. JJ Project terakhir kali merilis album pada pertengahan 2018, berjudul “Verse 2”.

“Konvergensi vokalis utama GOT7 JB dan penari utama Yugyeom akan menjadi paduan yang memuaskan mata dan telinga penggemar,” kata JYP.

JYP Entertainment juga merilis teaser gambar duo Jus2, JB dan Yugyeom.

Baca juga: Mark GOT7 absen sementara dari kegiatan grup karena cedera
Baca juga: GOT7 ungkap di balik album “Present: YOU”

 

Penerjemah: Nanien Yuniar
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rayakan ulang tahun ke 50, JLo gelar tur

Jakarta (ANTARA News) – Pelantun “Waiting for Tonight” Jennifer Lopez akan menandai ulang tahunnya yang ke 50 tahun ini dengan sesuatu yang bersejarah.

JLo berpikir jika umurnya akan menuju setengah abad, maka perayaannya pun harus dengan sesuatu yang besar.

“Ulang tahun saya pada Juli, dan pada musim panas ini saya memutuskan ingin melakukan sesuatu yang besar untuk ulang tahun saya karena ini adalah ulang tahun yang besar,” kata Jennifer di acara The Ellen DeGeneres Show, seperti dilansir dari Aceshowbiz, Kamis.

“Ini hanya sejumlah kecil pertunjukan, tetapi kami semua akan keluar pada Juni dan Juli,” lanjut Jennifer.

Jennifer terakhir kali menggelar tur pada September 2018 dengan tajuk “All I Have Las Vegas”. Konser tersebut merupakan tur pertamanya sejak 2012 dengan “Dance Again World Tour”.

Tur musim panas untuk menyambut ulang tahunnya akan dimulai pada 10 Juni di San Diego, California dan berakhir pada 26 Juli di Miami, Florida.

Ulang tahun Jennifer sendiri jatuh pada 24 Juli. 

Baca juga: Terima MTV Video Vanguard Award, JLo kirim salam cinta untuk kekasihnya
Baca juga: Jennifer Lopez angkat bicara soal kebijakan imigrasi Trump

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pentagon debut di Jepang lewat single “Cosmo”

Jakarta (ANTARA News) – Boy group Pentagon memulai debutnya di Jepang hari ini melalui single “Cosmo” yang diciptakan Teru, anggota band rock Jepang, GLAY. 

Menurut Cube Entertainment, seperti dilansir Yonhap, Rabu, single ini terinspirasi dari nama penggemar Pentagon, Universe. “Cosmo” memiliki melodi kuat dan membawa janji cinta abadi para personel untuk penggemar mereka. 

Video musik single ini telah hadir pada Jumat (4/2) dan  sejauh ini telah tayang hampir 2 juta kali YouTube. 

Sebelumnya, Cube mendirikan U-Cube, label musik yang bekerjasama dengan Universal Music di Jepang, pada bulan November untuk meluncurkan musisi K-pop di Jepang. 

Pada 24 Februari mendatang, Pentagon berencana mengadakan acara jumpa penggemar bertajuk “Universe” di Olympic Park di Seoul tenggara. 
 

Baca juga: E’Dawn hengkang dari Pentagon dan Cube Entertainment

Baca juga: HyunA dan E’Dawn Pentagon dikeluarkan dari manajemen

Baca juga: Pentagon kembali lewat mini album baru, tanpa E’Dwan dan Yan An

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ITZY “adik” TWICE resmi debut di industri K-pop

Jakarta (ANTARA News) – ITZY, girl band baru di bawah naungan JYP Entertainment, resmi debut, Selasa (12/2), dengan tujuan meraih kesuksesan layaknya para “kakak” mereka yang sudah lebih dulu terjun ke dunia K-pop, seperti Wonder Girls dan TWICE dari label yang sama.

Grup beranggotakan lima remaja putri itu mengungkapkan single digital perdana “IT’z Different” pada media di Seoul, Korea Selatan, beberapa jam sebelum resmi dirilis, demikian seperti dilansir Yonhap.

Video dari lagu “DALLA DALLA” (bahasa Korea “berbeda”), diunggah di YouTube sehari sebelum ITZY resmi debut dan telah ditonton 36 juta kali saat berita ini ditulis, Rabu.

ITZY adalah girl band terbaru dari JYP, label musik yang dibuat oleh bintang K-pop Park Jin-young dan telah menelurkan tiga grup K-pop perempuan sukses yakni Wonder Girls, missA dan TWICE. JYP kini adalah satu dari tiga label K-pop raksasa di Korea Selatan.

Seperti judul lagu debut mereka, ITZY yang beranggotakan Yuna, Ryujin, Chaeryeong, Lia and Yeji memang berbeda dari pendahulunya, terutama TWICE yang mengusung konsep manis dan imut.

ITZY lebih condong pada tipe gadis-gadis keren ketimbang feminin.

JYP mengatakan “DALLA DALLA” adalah perpaduan lagu K-pop dengan EDM, house music, hip hop dan gaya lain yang menghasilkan genre baru “fusion groove”.

Lirik dari lagu tersebut menyiratkan pesan untuk mencintai diri sendiri ketimbang memikirkan standar dari orang lain.

Sebagian dari anggota ITZY tidaklah asing. Yeji sudah muncul di acara “The Fan”, Ryujin pemenang dari acara kompetisi idola  “Mixnine”, sementara Chaeryong -adik dari Lee Chae-yeon IZONE- juga sering mengikuti program-program audisi, sedangkan Yuna tampil di acara “Stary Kids”.

“Bohong kalau kami bilang tak ada tekanan debut dari JYP, disebut sebagai ‘master girl band’,” kata Ryujin dalam konferensi pers.

“Kami akan berusaha yang terbaik agar sesuai dengan citra itu.”

Ditanya soal perbandingan antara ITZY dan TWICE, Chaeryeong mengatakan, “TWICE itu elok dan cantik sementara kami menunjukkan aura girl crush juga penuh energi.”

ITZY bukan cuma satu-satunya yang jadi pendatang baru di dunia K-pop tahun ini, ada juga TOMORROW X TOGETHER alias TXT, boy band dari label Big Hit Entertainment yang mengorbitkan BTS, yang akan debut tahun ini.

Para anggota ITZY bertekad mendapatkan gelar “bintang tahun 2019” atau “monster rookie” karena mereka ingin mendominasi dunia K-pop tahun ini.

“Kami sangat bangga bisa berkompetisi” dengan banyak grup baru yang debut tahun ini, kata Lia, menambahkan, “Tapi, kami masih mengincar penghargaan rookie of the year karena itu hanya bisa didapatkan sekali.”

Baca juga: ITZY, girl band K-pop baru dari JYP Entertainment

Penerjemah: Nanien Yuniar
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Epik High umumkan tur konser di 17 wilayah Amerika Utara

Jakarta (ANTARA News) – Trio hip hop asal Korea Selatan, Epik High mengumumkan tur konser di 17 kota Amerika Utara, dimulai pada 1 April hingga 3 Mei 2019. 

Tak hanya itu, mereka juga akan menggelar konser serupa untuk kali pertama di Eropa yakni Berlin, Helsinki, Amsterdam, Brussels, Paris, Warsawa dan London pada 13-20 Maret mendatang, seperti dilansir Soompi, Selasa (12/2)  

Pengumuman tur Amerika Utara Epik High ini tepat tiga tahun setelah penampilan mereka di festival musik Coachella di tahun 2016  dan empat tahun setelah tur Amerika Utara terakhir mereka pada 2015.

Mereka menjadi musisi Korea pertama yang tampil di Coachella

Informasi tiket konser bisa penggemar dapatkan di epikhigh.com dan tiket untuk Amerika Utara mulai dijual pada 15 Februari mendatang, pukul 10.00 waktu setempat.

 

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alasan Pongky hengkang dari Jikustik

Jakarta (ANTARA News) – Pongky Barata mengungkap alasannya hengkang dari Jikustik karena masalah manajemen yang kurang baik dan tidak bisa menuangkan ide-idenya untuk band itu.

Pada jumpa pers konser “Jikustik Reunian”, Pongky yang awalnya vakum sebagai vokalis Jikustik selama setahun pada 2011, memilih keluar dengan mengirimkan email kepada Jikustik.

“Saya tidak bisa melakukan konsep yang ada di otak saya. Saya merasa tidak ternaungi ide-idenya,” kata Pongky di Jakarta, Selasa.

“Kemudian jadwal, saya tinggal di Jakarta dan mereka di Yogyakarta. Bagaimana mungkin saya yang sendirian di Jakarta harus mewakili Jikustik ke mana-mana dan saya enggak bisa ngomong,” jelas Pongky.

“Ada kekecewaan manager juga soal pengaturan pendapatan dan managerial. Tapi saya tidak bisa ngomongnya. Saya tidak suka meeting karena kita akan saling tunjuk siapa yang salah,” lanjutnya.

Setelah kekecewaan itu menumpuk, bassis The Dance Company itu akhirnya memutuskan keluar.

“Problem saya adalah saya enggak bisa ngomong ke mereka. Saya lari saja, karena saya enggak bisa ngomong ke mereka, saya udah capek banget. Mereka semua boleh nyalahin saya, saya sudah enggak masalah. Dulu ini adalah luka yang tidak dibahas,” kata Pongky.

Baca juga: Pongky Barata ajukan syarat agar mau tampil di konser Jikustik

Baca juga: Jikustik hanya mau konser reuni sekali seumur hidup

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

10 tahun bertengkar, Jikustik akhirnya mau tampil satu panggung

Jakarta (ANTARA News) – Grup band Jikustik akhirnya menggelar konser reuni guna memperbaiki hubungan yang retak selama 10 tahun.

Band yang populer di era awal 2000-an ini, rencananya akan menggelar konser “Jikustik Reunian” pada 29 Maret 2019 di Grand Pacific Hall Yogyakarta.

Konser itu akan menjadi momen langka, sebab Pongky (mantan vokalis), Icha (mantan bass), Dadi (gitaris), Carlo (drummer) dan Adhit (keyboard) benar-benar sudah saling hilang kontak.

Anas Syahrul Alimi selaku CEO Rajawali Indonesia mengatakan bukan hal yang mudah mengajak mereka main satu panggung lagi. Dia mengaku sudah menawarkan proyek ini sejak tiga tahun lalu.

“Tiga tahun saya melakukan pendekatan ke teman-teman Jikustik, Mas Pongky dan Mas Icha. Bukan hal mudah menyatukan mereka, memang benar-benar butuh usaha keras. Tapi saya yakin di masing-masing personel punya kerinduan bersama,” ujar Anas dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Pongky sebagai personel yang pertama kali memutuskan untuk mundur, mengaku mau menerima tawaran reuni karena konsep yang bagus, yakni rekonsiliasi.

“Kenapa saya mau? Ketika dibilang yang ingin ditunjukkan adalah rekonsiliasi. Karena memang kita statusnya enggak pernah ngobrol selama 10 tahun. Rekonsisilasi ini konsep yang menarik buat saya,” kata Pongky.
 

“Saya orang yang sangat menghargai proses. Dulu kita berantem tapi masih bisa bersama satu misi. Saya mikir gimana saya nanti mati, tapi masih musuhan sama temen-temen saya. Saya jadi mikir ini berita yang sangat bagus setidaknya kita menyisakan kenangan indah,” jelas Icha menambahkan.

Tiket konser “Jikustik Reunian” dibagi menjadi empat kelas yakni Festival Rp150 ribu, Gold Rp250ribu, Platinum Rp350 ribu dan Diamond Rp600 ribu. Tiket tersebut mulai bisa didapatkan pada 18 Februari 2019.

Baca juga: Pongky Jikustik bakal hibur warga Palangka Raya

Baca juga: Tulus bawakan 20 lagu selama 2,5 jam dalam konsernya semalam

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jikustik hanya mau konser reuni sekali seumur hidup

Jakarta (ANTARA News) – Para personel Jikustik awal, Pongky, Icha, Adhit, Carlo dan Dadi hanya mau satu kali menggelar konser reuni, setelah itu mereka kembali pada kesibukannya masing-masing.

Jikustik menggelar konser reuni guna memperbaiki hubungan yang retak selama 10 tahun, pada 29 Maret 2019 di Grand Pacific Hall Yogyakarta.

Pada 2011, Pongky Barata memutuskan keluar dari Jikustik. Sebab selama satu tahun penuh, dirinya sudah tidak pernah diajak berkomunikasi lagi dengan personel lain di band itu. Tak lama kemudian, Icha juga ikut keluar.

Personel tersisa — Adhit, Carlo dan Dadi — tetap melanjutkan Jikustik dengan menggandeng Bryan sebagai vokalisnya. Sayangnya, hubungan kelima personel Jikustik tidak kunjung  membaik, khususnya Pongky dan Icha, sehingga mereka tidak pernah bertegur sapa selama bertahun-tahun.

“Ini buat saya bahwa kita akan main lagi berlima naik panggung, genjreng-genjreng, turun panggung bye-bye. Kalau penerimaan mereka berbeda, terserah. Tapi sekarang itu udah enggak masalah buat saya,” kata Pongky dalam jumpa pers konser “Jikustik Reunian” di Jakarta, Selasa.

Baca juga: 10 tahun bertengkar, Jikustik akhirnya mau tampil satu panggung

“Rasa rindu itu memang pasti ada tapi enggak boleh ge-er, rindunya itu untuk manggung. Untuk 29 Maret reuni oke, tapi setelah itu, enggak janjilah,” tambah Dadi.

Para personel memastikan konser reuni hanya dilaksanakan sekali seumur sehidup. Jadi, mereka akan memberikan yang terbaik sebisa mungkin.

“Saya selalu menekankan bahwa konser 29 Maret harus keren. Karena satu konser itu aja. Kita naik panggung, main lagu lama, reuni itu yang kita jual. Setlist-nya belum kita bahas. Setelah ini saja belum tahu kita akan apa, apakah komunikasinya akan lebih baik atau tidak saya enggak tahu,” jelas Pongky.

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pongky Barata ajukan syarat agar mau tampil di konser Jikustik

Jakarta (ANTARA News) – Pongky Barata mengajukan sejumlah syarat sebelum memutuskan terlibat dalam konser “Jikustik Reunian” yang akan digelar Maret 2019.

Pongky menyatakan sudah tidak ingin manggung bersama Jikustik, selain karena konsepnya yang tidak menarik, Pongky merasa ada kecanggungan dengan para personel lain lantaran sudah tidak berkomunikasi selama 10 tahun.

“Berat banget main sama mereka lagi. Saya mulanya itu vakum, tidak keluar. Tapi sampai 2011, saya tidak diapa-apain sama mereka. Akhirnya saya memutuskan untuk keluar dengan mengirimkan email, tidak bertemu. Sejak saat itu saya tidak komunikasi lagi,” kata Pongky dalam jumpa pers konser “Jikustik Reunian” di Jakarta, Selasa.

Pongky akhirnya menerima pinangan Rajawali Indonesia selaku promotor konser.

Baca juga: Jikustik hanya mau konser reuni sekali seumur hidup

Dalam syaratnya, dia mengajukan untuk tidak menamakan konser tersebut dengan embel-embel “reunian”, meski pada akhirnya kata tersebut tetap dipakai.

“Mulanya saya enggak mau pake kata-kata Jikustik reuni. Tapi ujung-ujungnya tetap dipakai, ya enggak apa-apa. Jadi singkatnya karena konsep rekonsiliasi itu saya mau. Ketika deal, saya bilang akan secara profesional meeting, preskon, dan manggung. Masalah rukun setelahnya, saya enggak tahu. Karena kita sudah enggak ngobrol 10 tahun,” ujarnya.

Selain itu, Pongky juga meminta bahwa lagu yang dibawakan hanya pada masa ketika dia masih menjadi vokalis Jikustik saja.

Itu berarti, Pongky hanya mau menyanyikan lagu yang ada pada album “Seribu Tahun”, “Perjalanan Panjang”, “Sepanjang Musim”, “Pagi”, “Siang” dan “Malam”.

“Syarat saya ke mas Anas (promotor Rajawali Indonesia) adalah saya tidak mau membawakan lagu Jikustik era sekarang. Bukan apa-apa karena tidak ada urgensinya buat saya. Kan ini reuni dan rekonsiliasi saya bilang, kita berlima naik panggung, genjreng lagu lama, trus turun, bye-bye,” jelas bassis The Dance Company itu.

Baca juga: 10 tahun bertengkar, Jikustik akhirnya mau tampil satu panggung

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taemin SHINee rilis single & Mini album “Want”

Jakarta (ANTARA News) – Personel SHINee, Taemin baru saja merilis single solo dan mini album terbarunya. Lagu tersebut diberi judul yang sama dengan albumnya yakni “Want”.

Single dan mini album Taemin dirilis pada 11 Februari 2019. “Want” merupakan proyek solo perdananya sejak merilis album self-titled tahun lalu, dilansir NME, Selasa.

Baca juga: Taemin SHINee siapkan album solo

Mini album kedua Taemin berisi tujuh lagu baru. Lagu-lagu tersebut kini juga sudah tersedia di semua platform musik streaming

SHINee sendiri merilis album trilogi Korea yang berjudul “The Story of Light” pada tahun lalu. Namun versi repackaged yang menyatukan ketiga bagian album dan lagu barunya “Countless” dirilis pada September. 

Baca juga: Key SHINee mulai wamil, masuk band militer

Sementara itu, semua rekan grup Taemin terdaftar untuk mengikuti wajib militer (wamil) tahun ini. Leader SHINee, Onew mendaftar wamil pada Desember 2018. Sedangkan Key dan Minho akan mengikuti wamil di paruh pertama tahun ini.

Baca juga: Minho SHINee akan gelar jumpa penggemar di empat negara

Baca juga: Onew SHINee resmi jalankan wajib militer

Penerjemah: Maria Cicilia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Para pemenang Grammy 2019

Jakarta (ANTARA News) – Berikut daftar para pemenang perhargaan Grammy Awards 2019 yang berlangsung di Los Angeles, Minggu (10/2): 

Record of the Year: “This Is America” — Childish Gambino

Album of the Year: Golden Hour — Kacey Musgraves

Song of the Year: “This Is America” —  Donald Glover & Ludwig Goransson, songwriters (Childish Gambino)

Best New Artist: Dua Lipa

POP

Best Pop Solo Performance: “Joanne (Where Do You Think You’re Goin’?)” — Lady Gaga

Best Pop Duo/Group Performance: “Shallow” — Lady Gaga & Bradley Cooper

Best Traditional Pop Vocal Album: My Way — Willie Nelson

Best Pop Vocal Album: Sweetener — Ariana Grande

DANCE/ELECTRONIC MUSIC

Best Dance Recording: “Electricity” — Silk City & Dua Lipa feat. Diplo & Mark Ronson

Best Dance/Electronic Album: Woman Worldwide — Justice

CONTEMPORARY INSTRUMENTAL MUSIC

Best Contemporary Instrumental Album: Steve Gadd Band — Steve Gadd Band

ROCK

Best Rock Performance: “When Good Does Bad” — Chris Cornell

Best Metal Performance: “Electric Messiah” — High on Fire

Best Rock Song: “Masseduction” — Jack Antonoff & Annie Clark, songwriters (St. Vincent)

Best Rock Album: From the Fires — Greta Van Fleet

ALTERNATIVE

Best Alternative Music Album: Colors — Beck

R&B

Best R&B Performance: “Best Part” — H.E.R. feat. Daniel Caesar

Best Traditional R&B Performance: “Bet Ain’t Worth the Hand” — Leon Bridges

Best R&B Song: “Boo’d Up” — Larrance Dopson, Joelle James, Ella Mai & Dijon McFarlane, songwriters (Ella Mai)
“Come Through and Chill” — Jermaine Cole, Miguel Pimentel & Salaam Remi, songwriters (Miguel feat. J. Cole & Salaam Remi)

Best Urban Contemporary Album: Everything Is Love — The Carters

Best R&B Album: H.E.R. — H.E.R.

RAP

Best Rap Performance: “King’s Dead” — Kendrick Lamar, Jay Rock, Future & James Blake

“Bubblin” — Anderson .Paak

Best Rap/Sung Performance: “This Is America” — Childish Gambino

Best Rap Song: “God’s Plan” — Aubrey Graham, Daveon Jackson, Brock Korsan, Ron LaTour, Matthew Samuels & Noah Shebib, songwriters (Drake)

Best Rap Album: Invasion of Privacy — Cardi B

COUNTRY

Best Country Solo Performance:“Butterflies” — Kacey Musgraves

Best Country Duo/Group Performance: “Tequila” — Dan + Shay

Best Country Song: “Space Cowboy” — Luke Laird, Shane McAnally & Kacey Musgraves, songwriters (Kacey Musgraves)

Best Country Album: Golden Hour — Kacey Musgraves

NEW AGE

Best New Age Album: Opium Moon — Opium Moon

JAZZ

Best Improvised Jazz Solo: “Don’t Fence Me In” — John Daversa, soloist

Best Jazz Vocal Album: The Window — Cécile McLorin Savant

Best Jazz Instrumental Album: Emanon — The Wayne Shorter Quartet

Best Large Jazz Ensemble Album: American Dreamers: Voices of Hope, Music of Freedom — John Daversa Big Band Featuring DACA Artists

Best Latin Jazz Album: Back to the Sunset — Dafnis Preito Big Band

Baca juga: Produser potong pidato kemenangan Drake di Grammy 2019

GOSPEL/CONTEMPORARY CHRISTIAN MUSIC

Best Gospel Performance/Song: “Never Alone” — Kirk Franklin & Victoria Kelly, songwriters (Tori Kelly feat. Kirk Franklin)

Best Contemporary Christian Music Performance/Song: “You Say” — Lauren Daigle, Jason Ingram & Paul Mabury, songwriters (Lauren Daigle)

Best Gospel Album: Hiding Place — Tori Kelly

Best Contemporary Christian Music Album: Look Up Child — Lauren Daigle

Best Roots Gospel Album: Unexpected — Jason Crabb

LATIN

Best Latin Pop Album: Sincera — Claudia Brant

Best Latin Rock, Urban or Alternative Album: Aztlán — Zoé

Best Regional Mexican Music Album (Including Tejano): ¡México Por Siempre! — Luis Miguel

Best Tropical Latin Album: Anniversary — Spanish Harlem Orchestra

AMERICAN ROOTS MUSIC

Best American Roots Performance: “The Joke” — Brandi Carlile

Best American Roots Song:  “The Joke” — Brandi Carlile, Dave Cobb, Phil Hanseroth & Tim Hanseroth, songwriters (Brandi Carlile)

Best Americana Album: By The Way, I Forgive You — Brandi Carlile

Best Bluegrass Album: Please Don’t Be Dead — Fantastic Negrito

Best Folk Album: All Ashore — Punch Brothers

Best Regional Roots Music Album:No ‘Ane’i — Kalani Pe’a

REGGAE

Best Reggae Album:  44/876 — Sting & Shaggy

WORLD MUSIC

Best World Music Album: Freedom — Soweto Gospel Choir

CHILDREN’S

Best Children’s Album: All the Sounds — Lucy Kalantari & The Jazz Cats

SPOKEN WORD

Best Spoken Word Album (Includes Poetry Audio Books & Storytelling): Faith – A Journey for All — Jimmy Carter

COMEDY

Best Comedy Album: Equanimity And The Bird Revelation — Dave Chappelle

MUSICAL THEATER

Best Musical Theater Album: The Band’s Visit — Etai Benson, Adam Kantor, Katrina Lenk & Ari’el Stachel, principal soloists; Dean Sharenow & David Yazbek, producers; David Yazbek, composer & lyricist (Original Broadway Cast)

MUSIC FOR VISUAL MEDIA

Best Compilation Soundtrack For Visual Media: The Greatest Showman — Various Artists

Best Score Soundtrack For Visual Media: Black Panther — Ludwig Göransson, composer Blade Runner 2049 — Benjamin Wallfisch & Hans Zimmer, composers

Best Song Written For Visual Media: “Shallow” — Lady Gaga, Mark Ronson, Anthony Rossomando & Andrew Wyatt, songwriters (Lady Gaga & Bradley Cooper)

COMPOSING/ARRANGING

Best Instrumental Composition: “Blut Und Boden (Blood And Soil)” — Terence Blanchard, composer (Terence Blanchard)

Best Arrangement, Instrumental or A Capella: “Stars and Stripes Forever” — John Daversa, arranger (John Daversa Big Band feat. DACA Artists)

Best Arrangement, Instruments and Vocals: “Spiderman Theme” — Randy Waldman, arranger (Randy Waldman feat. Take 6 & Chris Potter)

Baca juga: Lay EXO tampil kasual saat hadiri Grammy 2019

PACKAGE

Best Recording Package: Masseduction — Willo Perron, art director (St. Vincent)

Best Boxed Or Special Limited Edition Package: Squeeze Box: The Complete Works Of “Weird Al” Yankovic — Meghan Foley, Annie Stoll & Al Yankovic, art directors (“Weird Al” Yankovic)

NOTES

Best Album Notes: Voices of Mississippi: Artists And Musicians Documented By William Ferris — David Evans, album notes writer (Various Artists)

HISTORICAL

Best Historical Album: Voices of Mississippi: Artists And Musicians Documented By William Ferris — William Ferris, April Ledbetter & Steven Lance Ledbetter, compilation producers; Michael Graves, mastering engineer (Various Artists)

PRODUCTION, NON-CLASSICAL

Best Engineered Album, Non-Classical: Colors — Julian Burg, Serban Ghenea, David “Elevator” Greenbaum, John Hanes, Beck Hansen, Greg Kurstin, Florian Lagatta, Cole M.G.N., Alex Pasco, Jesse Shatkin, Darrell Thorp & Cassidy Turbin, engineers; Chris Bellman, Tom Coyne, Emily Lazar & Randy Merrill, mastering engineers (Beck)

Producer of the Year, Non-Classical: Pharrell Williams

Best Remixed Recording: “Walking Away (Mura Masa Remix)” — Alex Crossan, remixer (Haim)

PRODUCTION, IMMERSIVE AUDIO

Best Immersive Audio Album: Eye In The Sky – 35th Anniversary Edition — Alan Parsons, surround mix engineer; Dave Donnelly, PJ Olsson & Alan Parsons, surround mastering engineers; Alan Parsons, surround producer (The Alan Parsons Project)

PRODUCTION, CLASSICAL

Best Engineered Album, Classical: Shostakovich: Symphonies Nos. 4 & 11 — Shawn Murphy & Nick Squire, engineers; Tim Martyn, mastering engineer (Andris Nelsons & Boston Symphony Orchestra)
Visions And Variations — Tom Caulfield, engineer; Jesse Lewis, mastering engineer (A Far Cry)

Producer Of The Year, Classical: Blanton Alspaugh

CLASSICAL

Best Orchestral Performance: Shostakovich: Symphonies Nos. 4 & 11 — Andris Nelsons, conductor (Boston Symphony Orchestra)

Best Opera Recording: Bates: The (R)evolution of Steve Jobs — Michael Christie, conductor; Sasha Cooke, Jessica E. Jones, Edward Parks, Garrett Sorenson & Wei Wu; Elizabeth Ostrow, producer (The Santa Fe Opera Orchestra)

Best Choral Performance: McLoskey: Zealot Canticles — Donald Nally, conductor (Doris Hall-Gulati, Rebecca Harris, Arlen Hlusko, Lorenzo Raval & Mandy Wolman; The Crossing)

Best Chamber Music/Small Ensemble Performance: Anderson, Laurie: Landfall — Laurie Anderson & Kronos Quartet

Best Classical Instrumental Solo: “Kernis: Violin Concerto” — James Ehnes; Ludovic Morlot, conductor (Seattle Symphony)

Best Classical Solo Vocal Album: Songs of Orpheus – Monteverdi, Caccini, D’India & Landi — Karim Sulayman; Jeannette Sorrell, conductor; Apollo’s Fire, ensembles

Best Classical Compendium: Vaughan Williams: Piano Concerto; Oboe Concerto; Serenade To Music; Flos Campi — Peter Oundjian, conductor; Blanton Alspaugh, producer

Best Contemporary Classical Composition:“Kernis: Violin Concerto” — Aaron Jay Kernis, composer (James Ehnes, Ludovic Morlot & Seattle Symphony)

VIDEO MUSIK/FILM

Best Music Video: “This Is America” — Hiro Murai, video director; Ibra Ake, Jason Cole & Fam Rothstein, video producers (Childish Gambino)

Best Music Film: Quincy — Alan Hicks & Rashida Jones, video directors; Paula DuPré Pesmen, video producer (Quincy Jones)

Baca juga: Bukan hanya Ariana Grande, ini alasan sejumlah musisi top tak hadiri Grammy

Baca juga: Borong tiga piala Grammy, Lady Gaga ajak seniman peduli kesehatan mental

Baca juga: Michelle Obama beri kejutan di Grammy 2019

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Produser potong pidato kemenangan Drake di Grammy 2019

Jakarta (ANTARA News) – Rapper Drake memenangkan penghargaan Grammy 2019 untuk kategori lagu rap terbaik melalui lagu “God’s Plan”.

Namun, pidato kemenangan Drake yang bernada kritik di panggung Grammy itu dipotong iklan komersial oleh produser acara.

Drake awalnya menyampaikan rasa terkejutnya atas kemenangan di ajang itu, namun arah pembicaraannya mulai menyinggung kiprah musik rap di ajang Grammy.

“Aku benar-benar tidak berpikir memenangkan apa pun,” kata Drake, Minggu (10/2) kemudian membahas para seniman muda dan rekan sesama musisi “yang membuat musik dari hati, yang melakukan hal-hal murni dan mengatakan yang sebenarnya.”

“Aku ingin memberi tahu kalian bahwa kami bermain dalam ranah opini. Bukan berbasis fakta. Jadi tidak seperti NBA yang pada akhir tahun, Anda memegang trofi karena membuat keputusan yang tepat atau memenangkan laga,” katanya.

Dia melanjutkan, “Tapi lihat, intinya adalah, Anda menang jika memiliki orang-orang yang menyanyikan lagu Anda kata demi kata, juga ketika Anda seorang pahlawan di kota kelahiran Anda. Tapi lihat, jika ada orang berpenghasilan tetap keluar di tengah hujan dan salju, menghabiskan uang hasil untuk membeli tiket pertunjukanmu?… Anda tidak membutuhkan hal ini di sana, saya berjanji kepada Anda.”

Sebelum Drake mengakhiri pidato bernada kritik itu, produser langsung memotongnya.

Terdengar Drake mengucapkan “tapi…” kemudian tayangan Grammy dipotong menjadi iklan untuk pemirsa di rumah.

Ternyata, siaran itu juga dipotong di ruang media Staples Center, Los Angeles.

Baca juga: Bukan hanya Ariana Grande, ini alasan sejumlah musisi top tak hadiri Grammy

Produser pertunjukan Grammy, Ken Ehrlich, seperti dilansir Hollywood Reporter, mengakui bahwa Grammy “punya masalah dengan dunia hip-hop”. Ajang itu dituduh mengasingkan artis hip-hop dengan menominasikan mereka dalam kategori utama tetapi jarang memberi mereka penghargaan. 

Sebelumnya, Drake menjadi nomine sebanyak tujuh kali tahun ini dengan total tiga kemenangan Grammy dan 42 nominasi secara keseluruhan. 

Namun, seperti Ariana Grande dan sejumlah penyanyi lainnya, dia menolak tampil dalam perhelatan yang berlangsung di Los Angeles, Minggu (10/2) itu. 

Selain Drake, Grammy juga menganugerahkan penghargaan kepada Childish Gambino (alias Donald Glover) dan Ariana Grande dengan Grammy, meskipun mereka menolak untuk tampil atau hadir.  Kendati demikian, Michelle Obama menyempatkan diri hadir di sana, bersama Lady Gaga dan sederet penyanyi lainnya.

Baca juga: Borong tiga piala Grammy, Lady Gaga ajak seniman peduli kesehatan mental

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bukan hanya Ariana Grande, ini alasan sejumlah musisi top tak hadiri Grammy

Jakarta (ANTARA News) – Bukan hanya Ariana Grande yang tak hadir untuk penghargaan Grammy ke-61, karena cekcok dengan produser Grammy Awards. Ternyata terdapat sejumlah penyanyi top seperti Beyonce hingga Rihanna yang juga tak tampak di Staples Center, Los Angeles, California, Minggu (10/2).

Alasannya macam-macam, mulai dari soal logistik sampai malas datang karena tak masuk nominasi.

Ada juga yang tak datang karena ingin membuat pernyataan setelah adanya kesalahan dan pengabaian sejarah oleh Recording Academy.

Berikut daftar artis besar yang tak datang di Gramy ke-61 dilansir Time, Minggu (10/2):

Beyonce

Setelah album “Lemonade” dikalahkan album “25” milik Adele pada tahun 2017, Beyonce ogah menghadiri Grammy. Meskipun ia dinominasikan bersama suaminya Jay-Z untuk album bersama mereka “Everything Is Love” tahun ini.

Taylor Swift

Swift memiliki sejarah Grammy yang kuat, dia menyabet 10 trofi termasuk Album of the Year pada tahun 2016 untuk album “1989”.

Namun album terbarunya, “Reputation”, kurang dapat apresiasi dari Recording Academy tahun ini dengan hanya satu nominasi kategori genre.

Swift tak pernah lagi muncul di Grammy sejak memborong piala di 2016. Meskipun dia tidak pernah membuat pernyataan publik tentang perasaannya terhadap Recording Academy. Selain itu, dia disebut-sebut memang sedang sangat sibuk,  saat ini dia berada di London, merekam film adaptasi musikal “Cats”.

Ariana Grande

Ini merupakan tahun yang gila bagi Grande; setelah merilis “Sweetener” pada tahun 2018 – dan menerima nominasi Grammy untuk Album Vokal Pop Terbaik – ia merilis album lengkap “thank u, next”, pada hari Jumat sebelum Grammy 2019. Meskipun Grande adalah salah satu kisah terbesar tahun lalu dalam musik, dia tidak tampil Grammy.

Grande berselisih paham dengan produser Grammy Awards Ken Ehrlich.

Pada Kamis (7/2) Ariana Grande mengunggah tangkapan layar artikel wawancara Associated Press dengan Erhlich, di mana ia dikutip “merasa sudah terlambat untuk menyatukan sesuatu untuk pertunjukan.”

Menanggapi itu Ariana merasa kesal dan mencuit: “Saya tutup mulut, tetapi sekarang Anda berbohong tentang saya,” tulisnya di Twitter.

Ariana mengaku bisa saja menyiapkan show hanya dalam satu malam. Padahal dia sudah menyiapkan tiga lagu yang berbeda untuk tampil di malam Grammy Awards.

Menanggapi tudingan Ariana Grande yang menyebutnya pembohong, Produser Grammy Awards Ken Ehrlich tersinggung.

Drake

Drake memuncaki daftar tangga lagu streaming musik Juggernaut selama bertahun-tahun, termasuk pada tahun lalu. Album “Scorpion” miliknya bahkan menerima sejumlah nominasi top termasuk Album of the Year.

Tapi dia lebih memilih melewatkan Grammy; sekali-kalinya dia muncul di Grammy adalah di tahun 2013, jauh sebelum dia mencapai puncak kesuksesan musik rapnya.

Menurut laporan New York Times baru-baru ini, Recording Academy meminta Drake tampil, tetapi ia menolak tawaran itu.

Kendrick Lamar

Lamar sukses menyabet 12 Grammy tetapi tidak pernah berhasil meraih penghargaan tertinggi, meskipun dinominasikan untuk Album of the Year tiga kali, termasuk tahun ini (berkat soundtrack “Black Panther”).

Meski dia tampil di Grammy di tahun-tahun sebelumnya termasuk tahun 2018 lalu, tahun ini dia dilaporkan menolak undangan untuk tampil.

Childish Gambino

Pada tahun 2018, album “Awaken, My Love!” milik Donald Glover siap untuk menyabet penghargaan terbesar di Grammy.

Dia bernyanyi di atas panggung dan kalah. Kini dia merilis album yang sangat politis “This Is America” yang berpotensi menang besar dalam kategori Record dan Song of the Year. Namun Glover dilaporkan menolak undangan pertunjukan Recording Academy.

Rihanna

Rihanna sudah sering menampilkan momen-momen Grammy yang mengesankan dan menang hampir selusin kali dalam perjalanan kariernya sejauh ini.

Tapi itu sudah tiga tahun sejak dia merilis album terakhirnya, “Anti” yang banyak dipuji. Sementara itu, dia sibuk meluncurkan merk kecantikan dan mode.

Baca juga: Michelle Obama beri kejutan di Grammy 2019

Baca juga: Ariana Grande menangkan album vokal pop terbaik Grammy

Baca juga: BTS gagal bawa pulang piala Grammy

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lay EXO tampil kasual saat hadiri Grammy 2019

Jakarta (ANTARA News) – Lay, salah satu personel boy group EXO hadir di perhelatan Grammy Awards 2019 di Los Angeles, Minggu (10/2). 

Dia tampil semi kasual sembari mengenakan busana serba hitam. 

Seperti dilansir Soompi, Lay mengungkapkan kegembiraannya bisa datang ke ajang penghargaan ke-61 kali itu kepada Billboard. Dia mengaku, menghadiri acara itu sudah menjadi impiannya. 

Lay berharap nantinya bisa tampil di atas panggung Grammy, membawakan karya musiknya. 

“Tahap impianku, segalanya bagiku. Aku harap di masa depan, aku bisa tampil di panggung ini,” kata dia yang mengidolakan Drake, Lady Gaga, dan Camila Cabello itu. 

Seperti yang diumumkan sebelumnya, Lay hadir sebagai duta musik FM101.

Lay sempat menyinggung kerja samanya dengan Steve Aoki dan A$AP Ferg, dalam pertemuannya dengan Khalid.

Dia juga menyatakan minatnya untuk berkolaborasi dengan lebih banyak artis di masa depan.

Baca juga: Bukan hanya Ariana Grande, ini alasan sejumlah musisi top tak hadiri Grammy

Baca juga: BTS tampil serba hitam di Grammy 2019

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mendiang Chris Cornell raih Grammy “posthumous” 2019

Jakarta (ANTARA News) – Mendiang rocker Chris Cornell mendapatkan penghargaan Grammy posthumous (anumerta) untuk penampilan rock terbaik (Best Rock Performance) melalui “When Bad Does Good” di Grammy 2019. 

Seperti dilansir Hollywood Reporter, Minggu (10/2), Cornell pernah masuk nominasi untuk kategori yang sama pada tahun 2017 untuk “The Promise,” namun kalah dari mendiang Leonard Cohen, yang meninggal pada tahun 2016.

Penghargaan ini adalah yang pertama untuk pentolan Soundgarden itu sejak memenangkan penghargaan yang sama untuk karyanya “Black Hole Sun” pada tahun 1995 dan memenangkan penampilan metal terbaik untuk “Spoonman.”

Cornell meninggal pada 18 Mei 2017 dalam usia 52 tahun karena bunuh diri.

Dia ditemukan tewas di kamar hotel Detroit tak lama setelah Soundgarden melakukan konser di Fox Theatre di kota itu. Kematiannya yang tiba-tiba disambut dengan curahan kesedihan dari para penggemar. 

Baca juga: Patung Chris Cornell berdiri di Seattle

Baca juga: Pearl Jam konser, hasilnya untuk bantu gelandangan

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Borong tiga piala Grammy, Lady Gaga ajak seniman peduli kesehatan mental

Jakarta (ANTARA News) – Lady Gaga menambah koleksi penghargaan Grammy 2019, menjadi tiga piala, dengan kemenangan di kategori penampilan duo/grup terbaik melalui “Shallow” yang dia nyanyikan bersama Bradley Cooper dalam film “A Star Is Born”.

Lady Gaga yang juga memenangkan dua penghargaan Grammy untuk “Joanne” dan satu lagi untuk “Shallow”, menyatakan rasa bangganya menjadi bagian dalam “A Star Is Born” yang membahas masalah kesehatan mental.

Ia mengatakan banyak seniman yang berurusan dengan masalah kesehatan mental, sehingga sesama seniman harus saling menjaga dan tidak memalingkan wajah. 

“Jika aku tidak mendapatkan kesempatan lain untuk mengatakan ini, aku hanya ingin mengatakan aku sangat bangga menjadi bagian dari film yang membahas masalah kesehatan mental, mereka sangat penting,” tutur dia dilansir E!, Minggu (10/2) waktu setempat.

Dia mengalahkan para pesaingnya yakni Christina Aguilera dan Demi Lovato untuk “Fall in Line,” Backstreet Boys untuk “Don’t Go Breaking My Heart,” Tony Bennett dan Diana Krall untuk “S Wonderful,”. 

Lalu, Maroon Five dan Cardi B untuk “Girls Like You,” Justin Timberlake dan Chris Stapleton untuk “Say Something,” dan Zedd, Maren Morris dan Gray untuk “The Middle.”

“Terima kasih, terima kasih banyak. Aku harus berterima kasih kepada Tuhan. Terima kasih telah memperhatikanku, terima kasih untuk keluargaku di rumah, aku mencintaimu. Terima kasih, kuharap Bradley ada di sini bersamaku sekarang … Bradley, saya suka menyanyikan lagu ini bersamamu,” tutur Gaga seperti dilansir E!, Minggu (10/2). 

Gaga juga tampil di atas panggung Grammy untuk kali kedua. Tahun ini, dia membantu membuka acara bersama Alicia Keys, Jada Pinkett Smith, Jennifer Lopez dan Michelle Obama.

Baca juga: Mendiang Chris Cornell raih Grammy “posthumous” 2019

Baca juga: Michelle Obama beri kejutan di Grammy 2019

Baca juga: Ariana Grande menangkan album vokal pop terbaik Grammy

Baca juga: BTS gagal bawa pulang piala Grammy

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BTS gagal bawa pulang piala Grammy

Jakarta (ANTARA News) – Boy group BTS gagal membawa pulang piala Grammy 2019 untuk kategori Best Recording Package melalui album “Love Yourself: Tear”. 

St. Vincent melalui album “Masseduction” yang berhasil memenangkan kategori itu. Musisi asal Amerika Serikat itu sebelumnya juga harus bersaing dengan The Chairman (The Offering), Foxhole dan Mistki (Be the Cowboy) untuk kategori yang sana. 

Seperti dilansir E!, Senin, bahkan jika grup tidak membawa pulang Grammy untuk karya album mereka, mereka sudah memenangkan hati penggemar setia mereka, Army. 

“Kami sudah berkeliling dunia. Kami baru saja mengerjakan album berikutnya. Ini mimpi yang menjadi kenyataan,” kata BTS kepada presenter Ryan Seacrest, di atas karpet merah Grammy. 

Para pelantun “Fake Love” itu menyebut nama pengemar mereka, Army dan berterima kasih. 

“Ini adalah berkah, kami mendapatkan banyak cinta untuk melakukan apa yang kami sukai. Kami sangat berterima kasih,” kata BTS. 

Baca juga: BTS tampil serba hitam di Grammy 2019

Baca juga: Video “Blood Sweat & Tears” BTS ditonton 400 juta kali di YouTube

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ariana Grande menangkan album vokal pop terbaik Grammy

Jakarta (ANTARA News) – Penyanyi Ariana Grande memenangkan kategori album vokal pop terbaik pada perhelatan Grammy Awarda 2019 yang berlangsung Minggu (10/2), waktu Amerika Serikat. 

Dia tidak hadir atau tampil di Grammy setelah perselisihan dengan produser Grammy membuatnya merasa “terkekang”. 

“Aku tahu aku tidak ada di sana malam ini dan aku tahu aku berkata aku mencoba untuk tidak terlalu banyak memberatkan hal-hal ini …. Ini indah, terima kasih banyak,” cuit dia melalui laman Twitternya. 

Seperti dilansir People, Grande memenangkan Grammy pertamanya untuk album studio keempatnya, “Sweetener”. Dia mengalahkan Camila Cabello, Kelly Clarkson, Shawn Mendes, Pink dan Taylor Swift.

Sebelumnya, menurut Variety, Grande ingin menampilkan “7 Rings,” lagu perpisahannya yang terakhir dirilis pada bulan Januari, saat Grammy. Namun produser menolak dan negosiasi tidak berjalan lancar. 

Baca juga: Produser Grammy kaget disebut pembohong oleh Ariana Grande

Baca juga: Ariana Grande ungkap alasan mundur dari Grammy

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Michelle Obama beri kejutan di Grammy 2019

Jakarta (ANTARA News) – Michelle Obama membuat penampilan kejutan di Grammy Awards 2019 yang berlangsung di Los Angeles pada Minggu (10/2) malam. 

Seperti dilansir Hollywood Reporter, dia disambut di atas panggung oleh pembawa acara Alicia Keys dan bergabung bersama Lady Gaga, Jada Pinkett Smith dan Jennifer Lopez. 

Ketika Michelle mengambil mikrofon, hadirin bertepuk tangan. “Dari rekaman Motown di Southside ke lagu-lagu ‘Who Run the World’ yang memicu saya selama dekade terakhir ini, musik selalu membantu saya menceritakan kisah saya,” kata dia. 

“Musik membantu kita berbagi diri, martabat dan kesedihan kita, harapan, kegembiraan kita. Musik menunjukkan kepada kita bahwa semua itu penting,” sambung Michelle.

Lady Gaga berkata, “Mereka bilang aku aneh, tetapi musik membawaku ke kalian semua dan monster kecilku, yang sangat kucintai.”

Lopez melanjutkan dan mengatakan, “Kembali ke Bronx, musik memberi saya alasan untuk menari.”

Pinkett Smith menambahkan, “Setiap suara yang kita dengar layak untuk dihormati dan dihormati.”

Pembawa acara Keys berkata, “Siapa yang menguasai dunia?”dan disambut tepuk tangan dari hadirin malam itu. 

Michelle saat ini berada di tengah-tengah tur promosi memoar otobiografinya, “Becoming” yang diterbitkan oleh Crown pada tahun 2018. Beberapa bulan ke depan dia berencana mengunjungi Phoenix, Texas dan wilayah lainnya. 
 

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BTS tampil serba hitam di Grammy 2019

Jakarta (ANTARA News) – Para personel boy group BTS tampil mengenakan jas berwarna hitam, kemeja putih, bawahan hitam dan sepatu hitam dalam perhelatan Grammy Awards 2019 hari ini. 

Suga, J-Hope, Jin dan Jungkook menambahkan dasi kupu-kupu, sementara yang lain memilih membiarkan bagian kerah mereka tanpa ikatan dasi. 

RM bahkan membuka kancing di bagian kerah. Leader BTS itu mengenakan kacamata, berbeda dari personel BTS lainnya. 

“Kami sudah berkeliling dunia. Kami baru saja mengerjakan album berikutnya. Ini mimpi yang menjadi kenyataan,” kata BTS kepada presenter Ryan Seacrest, di atas karpet merah Grammy seperti dilansir E!, Senin. 

Mereka menyebut nama pengemar mereka, Army dan berterima kasih. 

“Ini adalah berkah, kami mendapatkan banyak cinta untuk melakukan apa yang kami sukai. Kami sangat berterima kasih,” kata BTS. 

BTS menjadi salah satu yang dinominasikan dalam Grammy tahun ini yakni kategori Best Recording Package untuk album Love Yourself: Tear. 
 

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemarin, Kementerian Kominfo blokir akun palsu TNI hingga band legendaris akan tampil dengan format lama

Jakarta (ANTARA News) – Kemarin, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menutup akun Instagram palsu yang mengatasnamakan TNI hingga band-band legendaris tanah air akan tampil dengan format lama. 

1. Hati-hati, email dan website bisa jadi sarang malware

Jakarta (ANTARA News) – Kaspersky Lab menyatakan bahwa email dan website masih jadi favorit para peretas untuk menyebarkan malware secara online.

“Trend sudah bergese ke arah online, website jadi tempat untuk menyebarkan malware. Email, semua orang terutama di kota besar punya email,” kata Territory Channel Manager SEA Kaspersky Lab, Dony Koesmandarin, saat acara bincang-bincang di Jakarta, Kamis.

Selengkapnya di sini

2. Kementerian Kominfo blokir akun palsu mengatasnamakan TNI di Instagram
 
Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menutup akun Instagram yang mencatut identitas Tentara Nasional Indonesia dan menyebarkan konten negatif per hari ini, Kamis.

Melalui keterangan pers, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo mengatakan kementerian mendapatkan aduan konten yang ditangani Sub Direktorat Pengendalian Konten Internet Ditjen Aplikasi Informatika.

Selengkapnya di sini

3. Slank jajal rekaman Lokananta untuk album ke-23

Solo (ANTARA News) – Kelompok musik Slank menjajal Perusahaan Rekaman Lokananta Surakarta untuk merekam 10 lagu di album ke-23.

“Lima hari kami rekaman di Lokananta untuk 10 lagu di album ini,” kata drummer Slank Bimbim di saat pamitan dengan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Balai Kota Surakarta, Kamis.

Selengkapnya di sini

4. BAFTA tangguhkan nominasi untuk “Bohemian Rhapsody”

Jakarta (ANTARA News) – BAFTA telah menangguhkan nominasi Bryan Singer untuk “Bohemian Rhapsody” menyusul tuduhan pelanggaran seksual yang dilakukannya. 

Singer dituduh telah melakukan pelanggaran seksual terhadap empat pria pada bulan lalu. Tuduhan itu mencakup klaim hubungan seks di bawah umur dan hal tersebut dipublikasikan pada majalah The Atlantic.

Selengkapnya di sini

5. Sejumlah band legendaris akan berbagi panggung di Lovefest 2019

Jakarta (ANTARA News) – Sembilan band legendaris akan berbagi panggung dalam konser Lovefest Vol. 3: Love is Live ini dengan formasi personel yang tak pernah dilihat sebelumnya. 

Mereka akan kembali beraksi dalam satu panggung dengan mantan-mantan anggota bandnya yang telah lebih dahulu keluar, terdiri dari Yovie & Nuno “All Formations”, “Special Collaboration” Badai, Kerispatih dan Sammy Simorangkir, Maliq And D’ Essentials “Road to 17 years ANNIVERSARY”, Padi Reborn “Love & Harmony”.

Selengkapnya di sini

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Program “Under 19” umumkan debut grup 1THE9

Jakarta (ANTARA News) – Program pencarian bakat musik Korea Selatan “Under 19” telah berakhir pada Sabtu (9/2) dan kesembilan anggota grup debut di bawah nama 1THE9.

Seperti dilansir Soompi, Lee Seunghwan, salah satu anggota yang terpilih pertama berjanji akan bekerja keras membalas dukungan dan cinta penggemar selama ini. 

“Aku tidak berpikir bahwa ini adalah akhir, melainkan awal yang baru, jadi aku akan terus bekerja keras. Aku akan bekerja keras untuk membalas cinta yang diberikan orang-orang kepadaku,” kata dia. 

Pada akhir program, terjadi pertarungan untuk mendapatkan peringkat pertama antara Jung Jinsung dan Jeon Doyum. Doyum pun mengaku gugup. 

“Aku benar-benar gugup. Aku sangat berterima kasih,” tutur dia. 

“Terima kasih kepada para pendukung yang memungkinkan kami untuk debut,” sambung Jinsung. 

Pada akhirnya, Doyum menduduki posisi pertama di 1THE9. Dia bersyukur atas pencapaian ini. 

“Aku benar-benar bersyukur bahwa orang telah memberiku cinta mereka, meskipun aku kurang dalam banyak hal. Aku berterima kasih kepada staf karena selalu membuat siaran yang luar biasa. Aku ingin mengatakan bahwa semua kontestan bekerja sangat keras,” kata dia. 

Anggota terakhir yang dipilih untuk masuk 9 besar adalah Kim Junseo. Sambil menitikkan air mata, dia juga mengucapkan terima kasih kepada para pemirsa dan penggemar yang telah mendukungnya. 

“Aku berterima kasih pada semua pendukung yang ada di sini, untuk semua kontestan, kepada orang tua dan guruku,” ujar dia. 

Ke- 9 anggota “Under 19” yang debut bersama 1THE9 yakni: Jeon Doyum (center), Jung Jinsung, Kim Taewoo, Shin Yechan, Jeong Taekhyeon, Yoo Yongha, Park Sungwon, Lee Seunghwan dan Kim Junseo. 

 

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nichkhun 2PM akan luncurkan album solo pertamanya

Jakarta (ANTARA News) – Nichkhun, salah satu personel boy group 2PM akan meluncurkan mini album solo pertamanya pada Februari ini. 

Tengah malam tadi waktu Korea, pelantun “Hands Up” itu membagikan sebuah foto yang menunjukkan kalau dirinya akan merulis mini album solo berjudul “ME” pada 18 Februari mendatang pukul 18.00, seperti dilansir Soompi, Minggu. 

Dalam unggahan itu, tampak foto Nichkhun berlatarkan warna putih dan kelopak-kelopak seperti bunga wawar yang berserakan di atas meja dan lantai. 

Ini akan menandai rilis solo Korea pertamanya. Nichkhun sebelumnya pernah meluncurkam album solo Jepang pertamanya – juga berjudul “ME” – pada Oktober 2018. 

Dia memasukkan beberapa lagu solo pada album Jepang 2PM sebelum itu. 

Baca juga: Junho 2PM akan rilis album kompilasi

Baca juga: Nichkhun 2PM pamer sedang berada di Jakarta

Baca juga: Wooyoung 2PM mulai wajib militer

Baca juga: Jun. K 2PM tertangkap menyetir saat mabuk

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Iqbaal Ramadhan optimistis RUU Permusikan dibuat untuk kebaikan musisi

Jakarta (ANTARA News) – Di tengah polemik soal Rancangan Undang-undang (RUU) Permusikan di maa sejumlah musisi tak setuju dengan beberapa pasal di dalamnya,  Iqbal Ramadhan justru merasa optimis bahwa RUU Permusikan dibuat untuk kebaikan musisi.

“Saya percaya kalau RUU itu dibuat untuk sesuatu yang baik untuk musisi, karena saya juga selaku musisi saya juga ingin musisi punya pengakuan di dalam tata kenegaraan di Indonesia. Saya ingin di KTP nanti  tidak hanya ditulis sebagai musisi saja tapi bisa ditulis sebagai musisi, aktor dan lainnya,” ujar Iqbaal Ramadhan di Jakarta, Sabtu.

Meski demikian, dalam proses pembuatan Undang-undang, Iqbaal berpendapat memang ada “trial dan error” di mana masyarakat bisa sumbang saran untuk membuat RUU menjadi lebih baik.

“Cuma memang dalam perancangan, yang namanya rancangan sesuatu yang baru direncanakan pasti ada trial and error dan ada eksalahan di situ, memang terdapat pasal-pasal yang agak menghilangkan esensi dari seorang musisi dalam hal kebebasan berpendapat… mungkin pasal-pasal itu yang menjadi perbincangan orang orang di luar sana,” katanya.

Lebih lanjut Iqbaal menyayangkan sikap beberapa musisi yang menanggapi negatif RUU Permusikan padahal di dalamnya ada beberapa pasal yang menurutnya baik untuk masa depan musisi Indonesia, misalnya soal perlindungan hak para kru musik.

“Yang saya sayangkan adalah ketika RUU itu ingin dirancang, baru ingin dibangun untuk musisi, lalu ada pasal-pasal yang baru dirancang yang belum disahkan yang masih bisa diobrolin tapi orang sudah melihat RUU permusikan ini sudah salah semuanya. Padahal di dalamnya ternyata gue lihat banyak hal-hal yang baik,” katanya.

Iqbaal mencontohkan soal hak dan kewajiban kru musik yang sampai saat ini belum jelas padahal kru musik adalah “roda berjalannya sebuah band,” kata Iqbaal.

Selain itu pasal soal hak cipta juga dinilai baik oleh Iqbaal.

“Itu baik sekali jadi nanti kalau saya nulis lagu, saya yang compose dan karang sendiri kan nanti saya dibayarnya beda-beda, nah itu artinya bisa menghidupkan musisi seperti di luar negeri, memang di dalamnya masih ada yang harus direvisi tapi sayang sekali kalau semua orang melihat RUU Permusikan ini salah semuanya sedangkan ini namanya juga RUU Rancangan Undang Undang,” katanya.

Baca juga: Tujuan tidak jelas, Marcell tolak RUU Permusikan

Baca juga: Pro-kontra sertifikasi musik di kalangan musisi

Baca juga: Anang menyangkal jadi perumus draft RUU Permusikan

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Iqbaal Ramadhan optimis RUU Permusikan dibuat untuk kebaikan musisi

Jakarta (ANTARA News) – Di tengah polemik soal Rancangan Undang-undang (RUU) Permusikan di maa sejumlah musisi tak setuju dengan beberapa pasal di dalamnya,  Iqbal Ramadhan justru merasa optimis bahwa RUU Permusikan dibuat untuk kebaikan musisi.

“Saya percaya kalau RUU itu dibuat untuk sesuatu yang baik untuk musisi, karena saya juga selaku musisi saya juga ingin musisi punya pengakuan di dalam tata kenegaraan di Indonesia. Saya ingin di KTP nanti  tidak hanya ditulis sebagai musisi saja tapi bisa ditulis sebagai musisi, aktor dan lainnya,” ujar Iqbaal Ramadhan di Jakarta, Sabtu.

Meski demikian, dalam proses pembuatan Undang-undang, Iqbaal berpendapat memang ada “trial dan error” di mana masyarakat bisa sumbang saran untuk membuat RUU menjadi lebih baik.

“Cuma memang dalam perancangan, yang namanya rancangan sesuatu yang baru direncanakan pasti ada trial and error dan ada eksalahan di situ, memang terdapat pasal-pasal yang agak menghilangkan esensi dari seorang musisi dalam hal kebebasan berpendapat… mungkin pasal-pasal itu yang menjadi perbincangan orang orang di luar sana,” katanya.

Lebih lanjut Iqbaal menyayangkan sikap beberapa musisi yang menanggapi negatif RUU Permusikan padahal di dalamnya ada beberapa pasal yang menurutnya baik untuk masa depan musisi Indonesia, misalnya soal perlindungan hak para kru musik.

“Yang saya sayangkan adalah ketika RUU itu ingin dirancang, baru ingin dibangun untuk musisi, lalu ada pasal-pasal yang baru dirancang yang belum disahkan yang masih bisa diobrolin tapi orang sudah melihat RUU permusikan ini sudah salah semuanya. Padahal di dalamnya ternyata gue lihat banyak hal-hal yang baik,” katanya.

Iqbaal mencontohkan soal hak dan kewajiban kru musik yang sampai saat ini belum jelas padahal kru musik adalah “roda berjalannya sebuah band,” kata Iqbaal.

Selain itu pasal soal hak cipta juga dinilai baik oleh Iqbaal.

“Itu baik sekali jadi nanti kalau saya nulis lagu, saya yang compose dan karang sendiri kan nanti saya dibayarnya beda-beda, nah itu artinya bisa menghidupkan musisi seperti di luar negeri, memang di dalamnya masih ada yang harus direvisi tapi sayang sekali kalau semua orang melihat RUU Permusikan ini salah semuanya sedangkan ini namanya juga RUU Rancangan Undang Undang,” katanya.

Baca juga: Tujuan tidak jelas, Marcell tolak RUU Permusikan

Baca juga: Pro-kontra sertifikasi musik di kalangan musisi

Baca juga: Anang menyangkal jadi perumus draft RUU Permusikan

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Miley Cyrus ganti nama jadi Miley Ray Hemsworth

Jakarta (ANTARA News) – Miley Cyrus mengganti namanya menjadi Miley Ray Hemsworth, hal itu disampaikan oleh suaminya,  Liam Hemsworth dalam wawancara di acara “Live with Kelly and Ryan” pada Jumat (8/2).

“Sekarang Miley Ray Hemsworth, sebenarnya,” kata Hemsworth pada pembawa acara Kelly Ripa.

Hemsworth mengatakan itu adalah ide Miley Cyrus sendiri untuk memakai nama belakang sang suami secara sah, sebagai nama panggung.

“Dia akan tetap dikenal sebagai Miley Cyrus. Tapi dia pakai namaku, itu bagus. Itu sejujurnya adalah hal terbaik. Aku tak memintanya pakai namaku tapi dia yang ‘tidak, tentu saja aku akan pakai namamu.'”

Hemsworth juga mengatakan kalau dia mengganti nama Miley Cyrus di ponselnya. “Aku menamainya “Istri” sekarang di ponsel,” kata Hemsworth.

Pasangan yang pertama bertemu di seting film “The Last Song” (2010) itu menikah saat Natal dalam sebuah upacara kejutan di Tennessee.

“Kami tidak pernah ingin melakukan sesuatu yang terlalu boros atau besar,” kata Hemsworth.

“Kami merasa semuanya memalukan – kami tahu bagaimana perasaan kami satu sama lain, tetapi kami hanya ingin melakukan sesuatu yang sederhana dan organik, dengan keluarga inti. Itu adalah hari yang sangat menyenangkan,” demikian People, Jumat (8/2).

Baca juga: Miley Cyrus dan Liam Hemsworth dikabarkan menikah

Baca juga: Miley Cyrus bagikan foto pernikahannya dengan Liam Hemsworth

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vernon SEVENTEEN rehat sementara dari kegiatan grup

Jakarta (ANTARA News) – Vernon, rapper boy group SEVENTEEN akan rehat sejenak dari kegiatan grup demi memulihkan kondisi kesehatan matanya. 

Agensi SEVENTEEN, Pledis Entertainment, seperti dilansir Soompi, Jumat mengatakan sang penyanyi harus beristirahat selama beberapa waktu dan tidak akan menghadiri acara fans signing pada 8-9 Februari 2019 di Seoul. 

“Keadaan kesehatan mata Vernon tidak baik hari ini dan ia menerima rekomendasi medis untuk beristirahat, sampai kondisi [matanya] membaik. Jadi dia tidak akan menghadiri acara fan sign yang akan berlangsung 8 dan 9 Februari ini,” kata pihak agensi.

Pihak Pledis meminta maaf karena membuat para penggemar khawair. Mereka berharap penggemar bisa memahaminya dan berdoa untuk kesehtan Vernon. 

“Kami dengan tulus meminta maaf atas berita mendadak dan karena membuat penggemar khawatir. Kami akan melakukan yang terbaik agar Vernon pulih dalam waktu singkat dan dapat menyapa semua penggemar,” tutur mereka. 

Baca juga: SEVENTEEN berencana luncurkan album sub unit

Baca juga: Di balik mini album “You Made My Dawn” dari SEVENTEEN

Baca juga: Boy group SEVENTEEN akan keluarkan album keenam

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

INFINITE siap hadirkan single baru Februari ini

Jakarta (ANTARA News) – Boy group INFINITE akan kembali ke kancah musik K-pop dengan lagu baru pada bulan depan, menyudahi masa satu tahun hiatus mereka. 

Seperti dilansir Yonhap, Kamis (7/2), single digital baru berjudul “CLOCK,” akan hadir pada 13 Februari mendatang. 

Ini merupakan karya musik pertama INFINITE yang kini beranggotakan enam personel sejak “Top Seed” pada Januari tahun lalu, menurut Woollim Entertainment.

Single ini sebelumnya mereka bawakan di depan sekelompok fans di acara pertemuan penggemar INFINITE “Forever” yang diadakan pada bulan Desember lalu. 

Para personel yakni Sunggyu (sedang menjalani wajib militer), Woohyun, L, Sungyeol, Dongwoo dan Sungjong pada waktu itu berharap bisa selalu bersama dengan penggemar. 

Bersamaan dengan kabar perilisan single “CLOCK”, pihak Woollim juga merilis foto teaser untuk single mendatang, menampilkan gambar close-up anggota INFINITE dengan latar belakang bewarna hijau.

Baca juga: Woohyun INFINITE bakal hadirkan album solo

Baca juga: L INFINITE akan gelar jumpa penggemar di luar Korea

Baca juga: Sung-kyu INFINITE mulai jalani wajib militer

Baca juga: Curhat INFINITE ditinggal Hoya

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seungri BIGBANG bakal gelar konser di Jakarta

Jakarta (ANTARA News) – Seungri, personel termuda boy group BIGBANG akan menyambangi Jakarta dalam gelaran konser bertajuk “The Great Seungri Tour 2019 Live in Jakarta”

Konser satu-satunya personel BIGBANG yang belum menjalani wajib militer itu rencananya berlangsung pada 17 Maret 2019 di Livespace Lot 8, SCBD, Jakarta, seperti yang Seungri ungkapkan melalui laman Instagramnya, Jumat. 

Jakarta menjadi lokasi perhentian terakhir Seungri setelah Singapura pada 23 Februari dan Jepang pada 9-10 Maret 2019. 

Harga tiket konser pelantun “Where R U From” itu bervariasi mulai dari Rp 1,3 juta, Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta. Penjualan tiket dimulai pada 14 Februari mendatang pukul 14.00 WIB. 

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ariana Grande ungkap alasan mundur dari Grammy

Jakarta (ANTARA News) – Ariana Grande akhirnya buka suara mengenai alasan mundur dari acara Grammy Awards 2019.

Ariana sebelumnya mengkonfirmasi bahwa dia tidak akan tampil atau menghadiri upacara yang dilaksanakan di Staples Center, Los Angeles pada 10 Februari lalu.

Baca juga: Ariana Grande digugat atas hak cipta

Sementara itu, produser Grammy, Ken Ehrlich juga sempat mengatakan jika Ariana menolak tampil karena dia merasa sudah terlambat untuk mengumpulkan sesuatu. Namun kini, Ariana membantah hal tersebut.

“Saya tutup mulut, tetapi sekarang Anda berbohong tentang saya,” tulisnya di Twitter dilansir NME, Jumat.

“Saya bisa mempersiapkan penampilan saya dalam semalam dan Anda tahu itu, Ken. Pada saat kreativitas & ekspresi diri saya tertahan oleh Anda, saya memutuskan untuk tidak hadir. Saya harap pertunjukan ini persis seperti yang Anda inginkan dan banyak lagi,” lanjutnya.

Baca juga: Ariana Grande kirim pesan ulang tahun untuk Mac Miller

Sebelumnya juga sempat dilaporkan bahwa Ariana memutuskan untuk mundur dari Grammy karena sang produser menolaknya membawakan lagu “7 Rings”.

Namun sebuah solusi telah ditawarkan dengan cara medley dua lagu di mana “7 Rings” bisa dimainkan. Sayangnya, apa lagu yang harus dimainkan tergantung dari Ken.

Sementara itu, Kendrick Lamar, Drake, dan Childish Gambino juga dilaporkan menolak tawaran untuk tampil di Grammy Awards karena para produser mengatakan bahwa mereka “memiliki masalah di dunia hip-hop.”

Baca juga: Ariana Grande batalkan konser di Las Vegas

Baca juga: Ariana Grande minta penggemarnya berhenti “serang” Pete Davidson

Penerjemah: Maria Cicilia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemarin, Kementrian Kominfo blokir akun palsu TNI hingga band legendaris akan tampil dengan format lama

Jakarta (ANTARA News) – Kemarin, Kementerian Kominfo menutup akun Instagram palsu yang mengatasnamakan TNI hingga band-band legendaris tanah air akan tampil dengan format lama. 

1. Hati-hati, email dan website bisa jadi sarang malware

Jakarta (ANTARA News) – Kaspersky Lab menyatakan bahwa email dan website masih jadi favorit para peretas untuk menyebarkan malware secara online.

“Trend sudah bergese ke arah online, website jadi tempat untuk menyebarkan malware. Email, semua orang terutama di kota besar punya email,” kata Territory Channel Manager SEA Kaspersky Lab, Dony Koesmandarin, saat acara bincang-bincang di Jakarta, Kamis.

Selengkapnya di sini

2. Kementerian Kominfo blokir akun palsu mengatasnamakan TNI di Instagram
 
Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menutup akun Instagram yang mencatut identitas Tentara Nasional Indonesia dan menyebarkan konten negatif per hari ini, Kamis.

Melalui keterangan pers, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo mengatakan kementerian mendapatkan aduan konten yang ditangani Sub Direktorat Pengendalian Konten Internet Ditjen Aplikasi Informatika.

Selengkapnya di sini

3. Slank jajal rekaman Lokananta untuk album ke-23

Solo (ANTARA News) – Kelompok musik Slank menjajal Perusahaan Rekaman Lokananta Surakarta untuk merekam 10 lagu di album ke-23.

“Lima hari kami rekaman di Lokananta untuk 10 lagu di album ini,” kata drummer Slank Bimbim di saat pamitan dengan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Balai Kota Surakarta, Kamis.

Selengkapnya di sini

4. BAFTA tangguhkan nominasi untuk “Bohemian Rhapsody”

Jakarta (ANTARA News) – BAFTA telah menangguhkan nominasi Bryan Singer untuk “Bohemian Rhapsody” menyusul tuduhan pelanggaran seksual yang dilakukannya. 

Singer dituduh telah melakukan pelanggaran seksual terhadap empat pria pada bulan lalu. Tuduhan itu mencakup klaim hubungan seks di bawah umur dan hal tersebut dipublikasikan pada majalah The Atlantic.

Selengkapnya di sini

5. Sejumlah band legendaris akan berbagi panggung di Lovefest 2019

Jakarta (ANTARA News) – Sembilan band legendaris akan berbagi panggung dalam konser Lovefest Vol. 3: Love is Live ini dengan formasi personel yang tak pernah dilihat sebelumnya. 

Mereka akan kembali beraksi dalam satu panggung dengan mantan-mantan anggota bandnya yang telah lebih dahulu keluar, terdiri dari Yovie & Nuno “All Formations”, “Special Collaboration” Badai, Kerispatih dan Sammy Simorangkir, Maliq And D’ Essentials “Road to 17 years ANNIVERSARY”, Padi Reborn “Love & Harmony”.

Selengkapnya di sini

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pertama kali jadi produser, Nugie garap proyek untuk keponakan

Jakarta (ANTARA News) – Penggebuk drum grup The Dance Company yang juga seorang penyanyi, Nugie menjajal kemampuannya sebagai produser musik.

Proyek pertamanya adalah dengan memproduseri keponakannya sendiri Tanita Cahya Pramesti.

Nugie menciptakan lagu berjudul “Andai Kau Di Sini”, yang awalnya dibuat seperti gaya Nugie selama ini. Namun untuk Tanita yang memiliki suara syahdu, ia pun mengubahnya agar sesuai dengan range suara Tanita.

“Jujur awalnya lagu itu enggak kayak gitu, lagu saya banget lah. Pas saya kasih dengar ke teman-teman pada kaget jadi kayak gini,” ujar Nugie melalui keterangan resmi yang diterima Antara, Kamis.

“Menurut mereka lagu ini bisa jadi magnet untuk konservasi di WWF. Saya apresiasi banget dia nyanyiin dengan gaya dia,” katanya lebih lanjut.

Bagi Nugie, ini adalah pengalaman pertamanya menjadi produser. Dia mengaku biasanya hanya diminta untuk membuat lagu saja.

“Untuk produseri baru ini, biasanya bikin lagu doang. Jujur aja satu karena persaudaraan, terus juga karena lagunya. Jadi ini keterlibatan saya pertama kali untuk memproduseri sampai jadi single,” jelas Nugie.

Sementara, Tanita mengatakan mendapat banyak dukungan dari sang paman. Dia pun ingin menjadi penyanyi profesional seperti idolanya, Andien Aisyah.

Namun Nugie meminta agar Tanita memiliki gaya sendiri.

“Om Nugie selalu support. Aku tuh nyanyi awalnya cuma hobi tapi makin ke sini mikir, kesempatan enggak datang dua kali. Jadi kenapa enggak dijadiin aja,” kata Tanita.

Nugie pun berpesan kepada keponakannya untuk tidak sekadar menyanyi.

“Jujur saya suka amati beberapa penyanyi. Aku bilang, ‘Kamu harus buat sesuatu yang beda. Selalu buat misi dari setiap lagu yang dikeluarkan. Dan dia orangnya sangat kritis ya. Dia ingin berbuat banyak dengan hal-hal yang simpel,” kata Nugie.

“Andai Kau Di Sini” bercerita tentang keindahan alam dan ingin mengajak orang-orang untuk ikut serta menyaksikannya.

Baca juga: Nugie: jangan berharap banyak di Sentarum
Baca juga: Nugie ikut gowes di jantung Borneo

 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tujuan tidak jelas, Marcell tolak RUU Permusikan

Jakarta (ANTARA News) – Penyanyi Marcell Siahaan secara blak-blakan menyatakan menolak Rancangan Undang-Undang Permusikan.

“Kalau tujuan tidak jelas, RUU cacat hukum,” ujar Marcell di Jakarta, Kamis.

Salah satu contohnya, kata penyanyi yang dikenal dengan lagu balada itu, adalah pilihan kata “Permusikan” yang mencakup tema sangat luas. Menurut Marcell, itu takkan bisa dicakup hanya dengan 54 pasal.

Selain itu, ada ketidakjelasan mengenai siapa yang akan dilindungi oleh RUU tersebut. “Konten, pelaku atau penikmat musik?” katanya.

Ketidakjelasan itu membuat RUU Permusikan tidak berdayaguna, ujar Marcell.

Oleh karena itu, Marcell enggan ikut protes mengenai pasal-pasal dalam RUU Permusikan karena rancangan tersebut sejak awal sudah dianggap “cacat”.

“Kalau RUU sudah tidak berdayaguna, tidak usah meributkan soal pasal karena dari awal sudah tidak benar.”

Menurut Marcell, akan lebih baik untuk meninjau undang-undang yang sudah ada yang berhubungan dengan industri musik, kemudian merevisinya.

“Atau bisa bongkar (RUU Permusikan), susun dari awal dengan menentukan tujuan (yang jelas),” katanya.

Begitu tahu tujuannya, perlu diadakan kajian yang melibatkan banyak elemen, tidak cuma musisi-musisi, tapi ahli budaya hingga ahli hukum, demikian menurut Marcell.

Baca juga: Musisi menolak RUU Permusikan
Baca juga: Menyikapi RUU permusikan
Baca juga: Musisi indie tolak RUU Permusikan

 

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Slank jajal rekaman Lokananta untuk album ke-23

Solo (ANTARA News) – Kelompok musik Slank menjajal Perusahaan Rekaman Lokananta Surakarta untuk merekam 10 lagu di album ke-23.

“Lima hari kami rekaman di Lokananta untuk 10 lagu di album ini,” kata drummer Slank Bimbim di saat pamitan dengan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Balai Kota Surakarta, Kamis.

Ia mengatakan meskipun secara usia dapur rekaman tersebut sudah cukup tua tetapi memiliki standar internasional. Bahkan, dikatakannya, rekaman tersebut merupakan proses tercepat yang pernah dilakukan oleh Slank.

“Mungkin karena kondisi Kota Solo juga yang mendukung cepat selesainya proses rekaman ini,” kata Vokalis Slank Kaka.

Mengenai materi pembuatan album tersebut, dikatakannya, sudah disiapkan sejak tahun 2018. Meski demikian, proses rekaman baru dapat dilakukan pada tahun ini karena harus terpotong oleh jadwal tur.

“Untuk proses latihan kami lakukan pada Januari 2019 dan masuk dapur rekaman pada Februari. Rencananya album akan kami rilis pada tahun ini. Kami juga tertarik untuk rilis album di Lokananta,” katanya.

Sementara itu, mengenai tema lagu pada album yang belum berjudul tersebut, dikatakannya, tidak jauh berbeda dari album-album sebelumnya.

“Selain bertema sosial juga ada lagu yang liriknya tentang surga, nanti kami akan `ngetawain` kami sendiri,” katanya.

Dalam pertemuan itu, mereka juga mengusulkan Lokananta nantinya bisa dijadikan sebagai museum musik karena memiliki sejarah dan koleksi bersejarah.

“Secara historis, Lokananta ini sangat mendukung dijadikan Museum Musik,” katanya.

Baca juga: Bongky Marcel tuntut Slank terkait pelanggaran hak cipta

Baca juga: Ridho “Slank” dan Marcello Tahitoe buka bisnis kuliner citarasa Maluku

Baca juga: Slank kampanye konservasi sungai-hutan di Riau

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Konser monokrom Tulus

Penyanyi Tulus menyanyikan sebuah lagu di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (6/2/2019). Dalam konser bertajuk Monokrom tersebut Tulus membawakan sejumlah lagu seperti Gajah, Sewindu, Tuan Nona Kesepian, Rindu Sendiri dan Labirin. ANTARA FOTO/Dede Rizky Permana/hp.

Sejumlah band legendaris akan berbagi panggung di Lovefest 2019

Jakarta (ANTARA News) – Sembilan band legendaris akan berbagi panggung dalam konser Lovefest Vol. 3: Love is Live ini dengan formasi personel yang tak pernah dilihat sebelumnya. 

Mereka akan kembali beraksi dalam satu panggung dengan mantan-mantan anggota bandnya yang telah lebih dahulu keluar, terdiri dari Yovie & Nuno “All Formations”, “Special Collaboration” Badai, Kerispatih dan Sammy Simorangkir, Maliq And D’ Essentials “Road to 17 years ANNIVERSARY”, Padi Reborn “Love & Harmony”.

Juga GIGI “All Stars”, Project Pop “5 Bodies 6 Souls”, Nidji “Hello x Goodbye”, Element Reunion “20th Anniversary” dan Pure Saturday with Suar Nasution “After All These Years”.

“Lovefest ini merupakan exciting project, bukan cuma untuk kami – sebagai promotor, namun juga bagi orang-orang yang tumbuh bersama musik-musik Indonesia” Ujar Andriani Tirtawisata, selaku Business Development Panorama LIVE dalam keterangan resmi, Kamis.

Konser yang digelar Hype Festival bersama Berlian Entertainment dan Panorama Live akan jadi ajang curahan hati bagi para band yang masing-masing punya cerita.

Baik itu kisah cinta yang telah menginspirasinya dalam berkarya, kisah persahabatan yang telah terjalin bertahun-tahun lamanya, atau kisah tentang perpisahan yang harus mereka terima. 

Baca juga: Sembilan grup musik berbagi cerita di panggung Love Festival Vol.3

Nidji misalnya, setelah 17 tahun bersama, pada tahun 2018 lalu, penggawa band Nidji, Giring Ganesha – telah mantap mengumumkan keputusannya, untuk keluar dari band tersebut. 

Bukan tanpa sebab, Giring memang sudah bertekad untuk terjun sepenuhnya ke dunia politik dan menyudahi karir bermusiknya bersama Nidji. Oleh karena itu, di konser Lovefest nanti, Giring akan bernyanyi untuk yang terakhir – sebagai vokalis Nidji, sekaligus memperkenalkan secara resmi, vokalis Nidji yang baru untuk menggantikannya.

Lain lagi cerita Project Pop, setelah mereka harus merelakan kepergian Oon – salah satu personelnya pada tahun 2017 lalu, Project Pop mengaku, mereka tetap dapat merasakan semangat dan keberadaan Oon pada setiap penampilannya. Oleh sebab itu dalam Lovefest ini, mereka akan membawa cerita tentang persahabatannya dengan tema “5 bodies 6 Souls”.

Selain daftar penampil, konser yang akan diadakan pada tanggal 8 Februari 2019 di JCC Senayan ini, juga memiliki dress code khusus, yakni warna merah untuk perempuan yang masih lajang, hitam untuk laki-laki yang masih lajang dan putih untuk mereka yang datang dengan pasangannya.

Baca juga: “Segitiga Cinta”, single pertama Nidji dengan vokalis baru

Baca juga: Project Pop tetap berjalan meski tanpa Oon

Baca juga: Sembilan grup musik berbagi cerita di panggung Love Festival Vol.3

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Melalui proyek kolektif, Kunto Aji rilis video klip “Rehat”

Jakarta (ANTARA News) – Pasca merilis album “Mantra Mantra” dan single “Topik Semalam”, Kunto Aji melanjutkan gebrakan dari album keduanya dengan merilis video klip dari single terbaru “Rehat”, Rabu (6/2). 

Video klip itu merupakan kolaborasi Kunto bersama Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) dalam bentuk karya kolektif yang disutradarai oleh Kunto Aji dan Novanjoh.

Kunto Aji bersama tim NKCTHI mengajak para pendengar untuk bersama-sama terlibat dalam sebuah proyek video kolektif “Rehat”, di mana Kunto Aji melepas beberapa topik dan mengajak pendengarnya untuk mengirimkan video-video yang sesuai dengan topik-topik tersebut.

Ini adalah cikal bakal karya kolektif video klip “Rehat”.

“Alasannya memilih kolektif project karena tujuan akhir saya ingin video ini bisa mengamplifikasi apa yang ada di liriknya, sekaligus ingin membuat sesuatu yang relatable ke orang-orang yang merupakan pendengar lagu ini,” ujar Kunto Aji dalam keterangan pers yang diterima Antara, Kamis.

Baca juga: Kunto Aji angkat isu kesehatan mental di album kedua

Baca juga: Belajar menulis lagu dari Kunto Aji

Kunto Aji pun memilih untuk berkolaborasi bersama NKCTHI karena memang di lagu “Rehat”, ia pun bekerja sama dengan Marchela FP dari NKCTHI untuk beberapa baris liriknya.

Mengaku sempat ragu di fase awal saat ingin memulai proyek kolektif ini, namun Kunto Aji yakin bahwa pendengarnya akan mau dan sanggup untuk membuat sesuatu yang “kena” dan sesuai untuk video klip ini. Hal ini pun terbukti, dengan lebih dari 1.200 video yang berhasil dikumpulkan oleh Kunto Aji dan tim.  

“Terima kasih kepada #TeamRehat yang sudah mengirimkan videonya, baik yang akhirnya kami tayangkan atau tidak, kalian adalah bagian dari karya ini. Terima kasih sudah menjawab keyakinan saya bahwa video ini akan bisa memvisualkan lagu “Rehat” dengan indah. Terima kasih sudah berbagi energi kehidupan. Semoga lagu ini selalu bisa menjadi Katarsis untuk kita semua,” ujar dia.

“Inti yang paling penting dari lagu “Rehat” adalah mengenai self-awareness, bahwa kita punya sosok yang paling bisa kita percaya, yang selalu suportif, yaitu diri kita sendiri. Beberapa orang mungkin belum menyadari itu atau lupa berterima kasih pada diri kita sendiri, padahal kita sudah bisa sampai titik ini dalam kehidupan itu karena diri kita sendiri. Self awareness itu yang ingin saya amplifikasi di visualisasi di video klip ini,” tutup dia. 

Baca juga: Album kedua Kunto Aji bisa jadi terapi kesehatan mental

Baca juga: Kunto Aji luncurkan album “Mantra Mantra”

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tulus bawakan 20 lagu selama 2,5 jam dalam konsernya semalam

Jakarta (ANTARA News) – Penyanyi Tulus menghibur para penggemarnya (Teman Tulus) di Jakarta melalui gelaran konser “Monokrom” selama sekitar 2,5 jam, pada Rabu (6/2) malam. 

Dalam konser yang dimulai sekitar pukul 20.25 WIB hingga 23.00 WIB itu, Tulus membawakan kurang lebih 20 lagu dari tiga album miliknya, Tulus (2011) antara lain ” Kisah Sebentar”, “Sewindu”, “Tuan Nona Kesepian”, “Jatuh Cinta” dan “Teman Hidup”. 

Lalu, lagu-lagu dalam album Gajah (2014) yakni “Baru”, “Bumerang”, “Sepatu”, “Gajah”, “Lagu Untuk Matahari” dan “Jangan Cintai Aku Apa Adanya”. 

Kemudian beberapa lagu dari album “Monokrom” antara lain “Manusia Kuat”, “Pamit”, “Ruang Sendiri”, “Tukar Jiwa”, “Tergila-gila”,” Cahaya”, “Langit Abu-abu”,”Mahakarya” dan “Monokrom”. 

Dia juga membawakan lagu-lagu tradisional Minangkabau yakni “Dinding Badinding” dan “Tak Tuntuang”. Tulus mengatakan lagu ini sering dia dengar saat masa kecil di Bukitinggi, Sumatera Barat. 

Selama konser berlangsung, Tulus selalu berusaha dekat dengan para penggemar yang tak hanya kaum hawa tetapi juga kaum adam, mulai dari melambaikan tangan, duduk di panggung dan mendekat ke penggemar hingga menyambut uluran tangan penggemar. 

  Penyanyi Tulus dalam gelaran konser “Monokrom” di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (6/2/2019). (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)
Dia bahkan seringkali berbincang dengan penonton bahkan berkisah mengenai kisah-kisah di balik lagu-lagu miliknya. Para pemusik yang mengiringinya juga tak ingin unjuk gigi. Permainan nada melalui alat musik masing-masing seperti banjo, biola hingga koper yang dijadikan semacam alat musik pukul sukses membuat penonton bertepuk tangan riuh. 

Suasana konser juga terasa istimewa dengan hadirnya deretan boneka hasil kolaborasi Tulus dan teater boneka.

Ada satu boneka besar yang dia anggap mewakili sosok kakeknya. 

“Sosok yang tidak pernah saya temui. Berikut lagu “Teman Hidup”. Saya harap setiap mendengarkan lagu ini, teman-teman enggak merasa kesepian, sendirian. Selalu ada yang sayang sama teman-teman,” kata Tulus. 

Salah satu penggemar, Raka Lestari memuji upaya Tulus untuk bisa dekat dengan penggemar selama konser. Dia mengaku puas dan harapannya saat konser terwujud. 

“Tulus seru banget karena dia engagement sama penontonnya bagus banget. Puas banget sama konsernya, sesuai ekspektasi bahkan lebih apalagi pas closing-nya,” tutur perempuan asal Bogor itu. 

Di sisi lain, Cecillia yang sudah berada di area konser sejak pukul 17.00 WIB itu menggambarkan penampilam Tulus dan konser semalam super menggelora. 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Curhatan Tulus saat konser Monokrom

Jakarta (ANTARA News) – Penyanyi Tulus tak melulu menghibur para penggemarnya (Teman Tulus) melalui alunan suara merdu berbalut lagu-lagu andalannya dalam konser solo bertajuk “Monokrom” di Jakarta, Rabu (6/2) malam. 

Dia juga beberapa kali membuat penggemar berdehem sendu melalui celoteh hingga curahan hatinya usai menyanyikan sebuah atau dua buah lagu. 

“Apa kabar teman-teman? Di detik ini saya berusaha rileks. Debar jantung saya (kencang). Saya deg-degan malam ini. Banyak yang saya persiapkan. Saya berharap semua yang datang malam ini bahagia. Jangan ada yang ditahan-tahan,” ujar Tulus usai menyanyikan lagu “Baru”, Jatuh Cinta” dan “Gajah”. 

Baca juga: Tulus buka konser solo di Jakarta lewat lagu “Baru”

Dia sedikit berkisah soal lagu “Gajah” yang mengingatkannya saat masih kecil, yang bertubuh agak besar dari anak-anak sebayanya. 

Sesaat sebelum Tulus melantukan lagu “Ruang Sendiri”, kembali dia bercerita singkat. Kata dia, lagu itu ditulis saat menyadari bahwa rindu itu penting. 

“Menceritakan betapa pentingnya rasa rindu. Pisah-pisah sebentar enggak apa-apa. Saya selalu rindu ketenu teman-teman semua. Makanya saya enggak bisa buat konser setiap hari,” tutur dia dan disambut teriakan riuh penonton. 

Lagi-lagi Tulus kembali berceloteh sebelum membawakan lagu “Tukar Jiwa” dan “Cahaya”. Lagu “Tukar Jiwa” menurut dia berbicara mengenai rasa empati, sementara satu lagu lainnya bukan sekedar pemanis namun, memiliki makna. 

Dia bahkan sempat bercanda kalau kemampuan berbicara di depan umumnya membaik, seraya tertawa. Tulus juga memuji para penggemar yang hadir malam itu. 
 
“Wow, suara teman-teman keras sekali. Ada 6000 suara. Terima kasih. Ada yang follow Instagram saya? Saya iseng masukin video di Instagram, ternyara mendapat respon. Bercanda malah jadi beban,” kata Tulus sesaat sebelum membawakan lagu “Bumerang”. 

Baca juga: Tiket konser “Monokrom” laris, Tulus senang sekaligus panik

Baca juga: Konser Monokrom Tulus, wujud apresiasi kepada pendengar setia

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tulus salah nada saat konser

Jakarta (ANTARA News) – Penyanyi Tulus tak segan mengaku pada penonton kalau dia salah nada saat menyanyikan sebuah lagu saat konser.

Hal ini terjadi saat Tulus menggelar konser solo bertajuk “Monokrom” di Istora Senayan, Rabu malam (6/2). Saat menyadari kesalahannya membawakan nada sebuah bait lagu, Tulus meminta pemusik yang mengiringinya berhenti sejenak lalu mengulang lagu dari awal. 

“Salah nada. Ulangi ya,” kata Tulus lalu tertawa. 

Tak hanya salah nada, dia yang mengaku grogi karena ayah dan ibunya hadir dalam konser solo kedelapan di tanah air itu juga sempat salah lirik di lagu “Mahakarya”. 

“Liriknya salah ya? Ada ayah ibu saya, deg-degan,” kata Tulus, lalu kembali tertawa. 

“Terima kasih teman-teman sudah hadir di sini. Membuat mimpi saya jadi nyata. Kalian semua adalah bagian terpenting dalam perjalanan musik saya,” kata Tulus. 

Tak hanya menghibur para penggemarnya (Teman Tulus) melalui alunan suara merdu berbalut lagu-lagu andalannya, Tulus juga beberapa kali membuat penggemar berdehem sendu melalui celoteh hingga curahan hatinya usai menyanyikan sebuah atau dua buah lagu. 

“Apa kabar teman-teman? Di detik ini saya berusaha rileks. Debar jantung saya (kencang). Saya deg-degan malam ini. Banyak yang saya persiapkan. Saya berharap semua yang datang malam ini bahagia. Jangan ada yang ditahan-tahan,” ujar dia. 

Baca juga: Tulus buka konser solo di Jakarta lewat lagu “Baru”

Baca juga: Curhatan Tulus saat konser Monokrom

Baca juga: Konser Monokrom Tulus, wujud apresiasi kepada pendengar setia

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bongky Marcel tuntut Slank terkait pelanggaran hak cipta

Jakarta (ANTARA News) – Musisi Bongky Marcel melayangkan gugatan terhadap grup band Slank terkait dengan pelanggaran hak cipta pada album perdana sampai kelima.

Hal tersebut diungkap oleh Bongky melalui unggahan di akun Instagram. Dalam foto tersebut, Bongky memperlihatkan surat penunjukan terhadap kuasa hukum untuk mengurus hak-haknya yang terdapat pada album Slank.

Bongky menuntut haknya terhadap Bimbim, Kaka, Ridho, Abdee dan Ivanka sebagai salah satu pencipta lagu untuk album pertama Slank sampai kelima atau selama kurun waktu 1990-1996.
 

Selain itu, Bongky juga mempermasalahkan pelanggaran hak cipta terhadap sampul album “Generasi Biru” tahun 1994, di mana dirinya adalah pencipta desainnya. Bongky merasa Slank telah mempergunakannya secara komersil tanpa meminta izin padanya.

Tak hanya Slank, Bongky pun menuntuk semua pihak yang terkait dengan pelanggaran tersebut, termasuk rumah produksi maupun label rekaman.

Surat kuasa bernomor 005/SK/SKK-P/II/2019 diunggah olehnya sekira dua jam yang lalu dengan keterangan foto “oopss..”.

Bongky, musisi kelahiran Bandung itu pernah bergabung dengan sejumlah band seperti Cockpit Junior, Rese Band, dan CSC ( Cikini Stone Complex ) yang merupakan kelompok yang menjadi cikal Slank.

Baca juga: Ridho “Slank” dan Marcello Tahitoe buka bisnis kuliner citarasa Maluku

Baca juga: Slank dan musisi Indonesia gelar konser “menghadap laut”

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bongq tuntut Slank terkait pelanggaran hak cipta

Jakarta (ANTARA News) – Musisi Bongky Marcel melayangkan gugatan terhadap grup band Slank terkait dengan pelanggaran hak cipta pada album perdana sampai kelima.

Hal tersebut diungkap oleh Bongky melalui unggahan di akun Instagram. Dalam foto tersebut, Bongky memperlihatkan surat penunjukan terhadap kuasa hukum untuk mengurus hak-haknya yang terdapat pada album Slank.

Bongky menuntut haknya terhadap Bimbim, Kaka, Ridho, Abdee dan Ivanka sebagai salah satu pencipta lagu untuk album pertama Slank sampai kelima atau selama kurun waktu 1990-1996.
 

Selain itu, Bongky juga mempermasalahkan pelanggaran hak cipta terhadap sampul album “Generasi Biru” tahun 1994, di mana dirinya adalah pencipta desainnya. Bongky merasa Slank telah mempergunakannya secara komersil tanpa meminta izin padanya.

Tak hanya Slank, Bongky pun menuntuk semua pihak yang terkait dengan pelanggaran tersebut, termasuk rumah produksi maupun label rekaman.

Surat kuasa bernomor 005/SK/SKK-P/II/2019 diunggah olehnya sekira dua jam yang lalu dengan keterangan foto “oopss..”.

Bongky, musisi kelahiran Bandung itu pernah bergabung dengan sejumlah band seperti Cockpit Junior, Rese Band, dan CSC ( Cikini Stone Complex ) yang merupakan kelompok yang menjadi cikal Slank.

Baca juga: Ridho “Slank” dan Marcello Tahitoe buka bisnis kuliner citarasa Maluku

Baca juga: Slank dan musisi Indonesia gelar konser “menghadap laut”

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tulus buka konser solo di Jakarta lewat lagu “Baru”

Jakarta (ANTARA News) – Penyanyi Tulus membuka gelaran konser solo bertajuk “Monokrom” di Istora Senayan, Jakarta,  malam ini melalui lagu “Baru”yang disambut antusiasme para Teman Tulus (nama penggemar Tulus). 

Tulus tampil kasual mengenakan kaus berwarna hitam dan celana panjang semata kaki dengan warna senada, lengkap dengan sepatu kets putih dalam konser yang dimulai sekitar pukul 20.25 WIB itu. 

Sembari mendengarkan sang idola bernyanyi, para penggemar sesekali ikut menyumbangkan suara. Tak lupa mereka mengangkat smartphone untuk mengabadikan berbagai pose Tulus. 

Hikmah, salah satu penggemar Tulus yang hadir malam itu berharap Tulus akan menyanyikan lagu “Langit Abu-Abu” dalam konser. 

“Aku suka lagu itu, liriknya,” kata mahasiswi jurusan Manajemen di Universitas Indonesia itu. 

Konser solo ini menjadi momen Tulus menampilkan karya-karyanya dalam album “Monokrom”. Album ini menjadi album ketiganya yang sudah menyabet sejumlah raihan di industri musik Indonesia, antara lain ratusan juta kali didengar melalui streaming, hingga mengantarjan Tulus meraih puluhan penghargaan. 

Sebelumnya, konser serupa telah terselenggara di Bandung pada 2018 sekaligus menjadi yang kedelapan kalinya di tanah air sejak tahun 2011. 

Tulus debut pada tahun 2011, melalui album “Tulus” yang menyabet album terbaik di Indonesia versi majalah Rolling Stone dan menjadikan Tulus sebagai  Rookie of The Year pada tahun 2013.

Baca juga: Tiket konser “Monokrom” laris, Tulus senang sekaligus panik

Baca juga: Tiket konser Monokrom Tulus ludes terjual dalam 3 jam

Baca juga: Konser Monokrom Tulus, wujud apresiasi kepada pendengar setia

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Segitiga Cinta”, single pertama Nidji dengan vokalis baru

Jakarta (ANTARA News) – Bersamaan dengan perkenalan vokalis baru mereka, grup musik Nidji meluncurkan single pertama mereka “Segitiga Cinta” setelah satu tahun absen dari dunia musik Indonesia.

“Rekaman dari Desember karena dapat tawaran untuk film ‘Antologi Rasa’,” kata  gitaris Nidji, Ariel, saat jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Produksi lagu “Segitiga Cinta” tergolong unik bagi Nidji bertepatan dengan masa mereka mencari vokalis baru. Nidji bahkan menyebut pembuatan lagu ini gambling atau seperti taruhan karena mereka tidak tahu siapa yang akan menggantikan Giring Ganesha dan tidak tahu bagaimana karakter dan warna vokalis baru mereka nanti.

Nidji tetap berjalan membuat lagu ini, mereka tetap rekaman dan vokal sempat diisi oleh Ariel sambil menunggu vokalis baru.

Begitu Ubay terpilih lewat audisi untuk menjadi vokalis Nidji, dia langsung ditodong untuk menyelesaikan lagu ini hingga akhirnya bisa meluncur hari ini.

“Begitu Ubay terpilih, langsung kita ‘culik’ ke Jakarta untuk syuting, take vocal,” kata Rama Nidji.

Rama memuji kepiawaian Ubay karena dapat ngebut menyelesaikan lagu ini dan hasilnya sesuai dengan karakter baru Nidji.

Ubay mengaku tidak mengalami kendala berarti saat rekaman pertama dengan Nidji beberapa hari lalu, dia menyebut teman-teman barunya ini sudah jago.

“Seru banget. Salah satu yang saya suka, semuanya demokratis, usul saya ditampung,” kata dia.

Ubay terpilih menjadi penerus Giring di Nidji setelah menyisihkan sembilan finalis lain saat acara di Bandung, Jawa Barat. Dia akan tampil perdana bersama Nidji dalam waktu dekat, sekaligus konser terakhir Nidji bersama Giring.

Baca juga: Nidji perkenalkan vokalis baru: Ubay

Baca juga: Kriteria vokalis baru Nidji pilihan Giring

Baca juga: Tanpa Giring, Nidji akan ubah gaya musik

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019