Chen Laiwa, Nenek Terkaya di Daratan Tiongkok

CEO Alibaba Jack Ma mendapatkan peringkat pertama di daftar orang terkaya di Tiongkok. Kekayaannya yang berjumlah USD 34,6 miliar (Rp 525,9 triliun) melewati CEO Tencent Ma Huateng yang menyusul sebagai runner-up dengan harta USD 32,8 miliar (Rp 498,5 triliun).

Walau kembali sebagai orang terkaya, Jack Ma telah menegaskan akan turun dari jabatannya pada tahun depan. Ia bertekad ingin kembali mengajar. 

“(Pendidikan) adalah sesuatu yang bagus saya lakukan untuk sisa hidup saya,” kata Jack Ma dalam sebuah sesi diskusi di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018.

Dikutip dari Antara, Jack Ma yang menolak disebut pensiun tetapi hanya rotasi pekerjaan, menilai pendidikan lebih penting daripada teknologi yang menjadi inti dari bisnis Alibaba yang telah digawanginya selama 19 tahun.

Dalam 30 tahun ke depan, manusia akan berhadapan dengan dampak buruk teknologi dan automasi yang mengancam hilangnya lapangan kerja.

Mesin, kata Jack Ma, mampu menggantikan pekerjaan manusia dengan sama baiknya bahkan lebih cepat.

Menurut dia, anak-anak perlu diajari untuk jeli melihat peluang dan melakukan inovasi-inovasi yang tidak dapat dilakukan mesin.

Untuk itu, Jack Ma akan lebih fokus pada pendidikan untuk kewirausahaan yang dinilainya adalah motor pertumbuhan ekonomi.