Anda Sosok Pemimpin yang Peragu? Simak Nasihat Miliarder Warren Buffett

Miliarder Warren Buffett mengimbau investor tak pinjam uang untuk beli saham. Hal itu disampaikan Warren Buffett dalam tulisan tahunannya kepada pemegang saham Berkshire Hathaway yang rilis pada Sabtu pekan lalu.

“Berkshire sendiri memiliki beberapa contoh nyata tentang bagaimana pergerakan harga sahamnya jangka pendek mengaburkan pertumbuhan nilai jangka panjangnya. Selama 53 tahun terakhir, perseroan telah membangun nilai dengan investasikan kembali pendapatannya dan membiarkan bunga majemuk bekerja. Pada tahun ini, kami bergerak maju, tapi saham Berkshire mengalami penurunan besar sebanyak empat kali,” tulis Buffett, seperti dikutip dari laman CNBC, Selasa, 27 Oktober 2018.

Data menunjukkan saham Berkshire Hathaway turun antara 37-59 persen dalam 50 tahun terakhir. Pada 1973-1975, saham Berkshire Hathaway sempat melemah 59 persen. Kemudian 1987, saham Berkshire Hathaway susut 37 persen, 1998-2000 saham turun 49 persen, dan 2008-2009 merosot 51 persen.

“Hal itu menawarkan argumen terkuat yang bisa saya kumpulkan untuk tidak menggunakan uang pinjaman guna memiliki saham. Tidak ada yang tahu seberapa jauh saham bisa jatuh dalam waktu singkat,” tulis dia.

Ia menambahkan, bahkan jika pinjaman kecil dan posisi Anda tidak segera terancam dengan bursa saham yang sedang lesu, Anda tetap memikirkan kondisi tersebut ditambah kabar yang mengkhawatirkan.

“Pikiran yang tidak tenang tidak akan membuat keputusan yang baik,” tulis dia.

Buffett memperkirakan, saham Berkshire Hathaway berpotensi kembali turun serupa. “Tak ada yang bisa memberi tahu Anda kapan ini akan terjadi. Cahaya bisa sewaktu-waktu berubah. Ketika terjadi penurunan besar, bagaimanapun, mereka tawarkan kesempatan luar biasa kepada mereka yang tidak terhalang dengan utang,” tulis dia.

Warren Buffett pun menolak keyakinan kalau obligasi atau surat utang merupakan investasi berisiko rendah dalam jangka panjang. Dia merekomendasikan tetap investasi di saham karena tahan terhadap dampak negatif dari inflasi.

“Saya ingin segera mengakui kalau saham akan menjadi lebih berisiko, jauh lebih berisiko dari pada obligasi Amerika Serikat dalam jangka pendek. Karena cakrawala investor untuk investasi jangka panjang, tapi diversifikasi portofolio makin panjang, portofolio diversifikasi saham Amerika Serikat semakin sedikit berkurang risikonya dari pada obligasi,” tulis dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Harta pendiri Alibaba, Jack Ma, bertambah sebesar USD 18,5 miliar menjadi USD 29,2 miliar hanya dalam kurun waktu satu tahun saja