Harga Emas Merosot Usai Rilis Data Tenaga Kerja AS

Liputan6.com, New York – Harga emas tertekan usai rilis data tenaga kerja lebih baik dari yang diharapkan pada Oktober 2018. Hal itu membuat harga emas merosot selama sepekan.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun USD 5,30 atau 0,40 persen ke posisi USD 1.233,30 per ounce. Selama sepekan, harga emas turun 0,2 persen. Harga emas sempat berada di level tertinggi dalam tiga bulan dengan naik 1,9 persen yang didorong dolar AS melemah.

Harga perak untuk pengiriman Desember susut 2,1 sen atau 0,1 persen ke posisi USD 14.756 per ounce usai reli 3,5 persen. Demikian mengutip laman Marketwatch, Sabtu (3/11/2018).

Pemerintahan AS umumkan data tenaga kerja baru bertambah 250 ribu pada Oktober 2018. Angka itu lebih tinggi dari konsensus sebesar 208 ribu. Sementara itu, tingkat pengangguran tetap 3,7 persen, dan merupakan level terendah dalam 48 tahun. Tingkat upah per jam rata-rata naik menjadi 3,1 persen dari 2,8 persen pada September.

Analis sudah peringatkan menguatnya data tenaga kerja pada Oktober 2018 dapat bebani harga emas. Hal itu seiring data ekonomi positif dapat mendorong bank sentral AS atau the Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan.

Suku bunga acuan naik dapat mengangkat imbal hasil surat berharga AS dan dolar. Tingginya imbal hasil surat berharga AS dapat menekan harga emas dan komoditas lainnya.

Imbal hasil surat berharga AS naik 6,2 basis poin ke posisi 3,2 persen. Indeks dolar AS menanjak 0,3 persen ke posisi 96,54.