Pengamat minta RUU Permusikan dikaji ulang

Jakarta (ANTARA News) – Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan masih menjadi perbincangan kalangan yang berkecimpung di cabang industri ini. 

Sebagian dari mereka menilai ada sejumlah pasal yang perlu dikaji ulang sebelum akhirnya disahkan. Pengamat Musik Aldo Sianturi mencontohkan pasal 32 Ayat 1 mengenai uji kompetensi musisi. 

Menurut dia, pasal ini bila nantinya berlaku maka akan menyulitkan musisi otodidak. Secara khusus pasal ini mengharuskan pelaku industri musik yang diakui adalah mereka yang berasal dari jalur pendidikan. Kalau pun mereka belajar otodidak, maka harus mengikuti uji kompetensi. 

“Mengenai uji kompetensi musisi. Bagi saya masih terlampau dini untuk Indonesia aplikasikan hal ini untuk musisi autodidak,” ujar dia melalui pesan elektroniknya, Kamis. 

Baca juga: Anang: RUU permusikan rampung tahun ini

Aldo mengungkapkan, secara umum isi draft RUU membatasi para seniman berkreasi karena harus tunduk pada batasan. Sementara menurut dia, kerja senimaan tak perlu pembatasan. 

“Isi draft RUU ini membatasi kebebasan mencipta para seniman dan mengatur agar tunduk kepada batasan. Sementara kita tau seniman itu orang pandai dan punya self-censorship yang naluriah. Jadi tidak perlu dikekang,” kata dia. 

Aldo menekankan RUU Permusikan sebaiknya dikaji ulang dan tidak dulu disahkan jika musisi tanah air masih mengajukan protes. 

“Selama cuitan musisi di medsos tidak berhenti memprotes draft RUU, sebaiknya dikaji ulang dengan transparansi dan jangan ada pengesahan sepihak sama sekali. Efeknya kurang baik bagi perjalanan dan perjuangan Musisi Indonesia,” tutur dia. 

RUU Permusikan telah masuk daftar prioritas tahun 2019 dan DPR berencana dapat menyelesaikannya di sisa masa kerja DPR Periode 2014-2019 pada Oktober mendatang.

Baca juga: Kata Armand Maulana soal RUU permusikan
Baca juga: RUU Permusikan diharapkan tuntas tahun ini

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gita Gutawa menikmati peran di belakang layar

Jakarta (ANTARA News) – Gita Gutawa kini lebih sering berada di balik layar daripada menyanyi. Gita mengaku mendapat kesenangan yang berbeda.

Album terakhir Gita dirilis pada tahun 2014 dengan judul “The Next Chapter”. Namun pada 2017, ia sempat merilis album “Gita Puja Indonesia” yang berisi lagu-lagu nasional dengan aransemen pop.

Baca juga: Gita Gutawa jajal pengalaman di belakang panggung

Gita bersama sang ayah, Erwin Gutawa, kini lebih sering menggarap proyek musik seperti konser. Menurutnya, kerja di balik layar mendatangkan banyak pelajaran.

“Enjoymentnya beda. Semalam masih nyanyi, walau udah lama. Tetep seru sih. Sebenarnya lebih capek, tapi kadang juga aku seperti menyerap energi. Kayak aku ketemu tiga komposer, jadi dapat inspirasi,” kata Gita saat berbincang di Jakarta, Kamis.

Gita menambahkan, “Di belakang layar banyak yang didapat. Jadi banyak inspirasi juga. Karena banyak sekali nilai-nilai yang bisa didapat. Seru buat aku banyak belajar.”

Baca juga: Kata Gita Gutawa soal banjir bunga untuk Ahok-Djarot

Gita mengaku saat ini sedang senang melakukan hal baru. Ia ingin mencoba berbagai peran di bidang musik.

“Intinya aku lagi seneng mengeksplor, belajar-belajar. Nyanyi tetap tapi aku enggak bisa jauh-jauh dari musik. Aku enggak istirahat banget, cuma untuk album ya berproses lah,” jelasnya.

Baca juga: Gita Gutawa bicara mimpi dan pendidikan

Baca juga: Tips Gita Gutawa untuk meredakan nyeri PMS

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Erwin Gutawa mainkan 30 lagu untuk konser Salute

Jakarta (ANTARA News) – Erwin Gutawa akan menggelar konser “Salute to 3 Female Songwriters” pada 9 Februari 2019 di ICE BSD. Konser ini akan memainkan 30 lagu dari ciptaan Melly Goeslaw, Dewiq dan Dee Lestari.

Erwin mengatakan jika konser Salute merupakan bentuk apresiasinya untuk memberikan penghargaan khusus kepada ketiga komposer perempuan. Ia akan mengaransemen ulang lagu-lagu milik Melly, Dewiq dan Dee.

“Kalau saya bikin konser enggak boleh sama dengan yang di album. Akhirnya di twist kalau semua komposernya cewek, kita bawa aja yang nyanyi cowok. Bakal ada kejutan musik yang akan disajikan. Karena lagu-lagunya terkenal, semoga ini bisa jadi karaoke massal dan membahagiakan semua yang datang,” kata Erwin dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Erwin Gutawa gelar konser penghormatan untuk tiga komposer wanita

Para musisi pria yang akan terlibat dalam konser ini adalah Afgan, Armand Maulana, Harvey Malaiholo, Once, Rendy Pandugo, Sandhy Sondoro, Vidi Aldiano, LIB3RO dan Reza Rahadian.

Armand sendiri mendapat kesempatan menyanyikan tiga lagu dari karya Melly Goeslaw dan Dewiq. Untuk karya Dewiq ia akan menyanyikan “Pelan-Pelan Saja” dan “Bete” yang berkolaborasi dengan Sandhy Sondhoro.

Baca juga: Gita Gutawa bicara mimpi dan pendidikan

“Seru sih ini, pasti akan ada kekuatan yang beda karena lagu aslinya dinyanyikan cewek dan kita cowok. Pasti beda banget hasilnya, bisa lebih bagus atau ancur. Ya enggaklah masa Erwin jelek. Yang jelas lagu duet saya sama Sandhy ancur, maksudnya pecah,” kata Armand.

Erwin menjelaskan pada konser Salute mendatang tidak hanya menyuguhkan musik saja. Ia menjadikan pertunjukan yang memuat cerita sehingga bisa memberi inspirasi bagi yang menyaksikan.

Baca juga: Begini kesibukan Gita Gutawa setelah lulus S2

“Ada 30 lagu, kita sortir berdasarkan cerita yang kita susun. Kita akan menampilkan karakter dari tiga komposer wanita ini,” jelas Erwin.

Tiket konser Salute dibagi menjadi lima kelompok yakni Bronze Rp650 ribu, Silver Rp950 ribu, Gold Rp1,5 juta, Platinum Rp2 juta dan Titanium Rp2,5 juta.

Baca juga: Erwin Gutawa: Industri musik Indonesia kehilangan Mike Mohede

Baca juga: Gita Gutawa kagumi penyanyi anak-anak
 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kata Armand Maulana soal RUU permusikan

Jakarta (ANTARA News) – Draft Rancangan Undang Undang (RUU) permusikan kembali hangat diperbincangkan karena beberapa pasal dianggap lucu dan tidak melibatkan perwakilan musisi dalam merumuskan hal itu.

Sebagai salah satu musisi, Armand Maulana pun mengemukakan pendapatnya. Ia merasa  pasal-pasal yang tercantum dalam draft RUU permusikan tidak disosialisasikan dengan maksimal.

Baca juga: Armand Maulana-Dewi Gita rilis single duet

“Saya sih setuju saja kalau disosialisasikan dulu dan mendapat persetujuan dari seluruh musisi. Musisi itu banyak lho, enggak cuma Armand Maulana, enggak cuma GIGI, RAN. Tapi ada juga Fourtwnty, Deadsquad. Paling tidak 85 persen musisi Indonesia,” kata Armand saat berbincang di Jakarta, Kamis.

Menurut Armand pasal yang ada dalam draft RUU saat ini tidak sempurna. Sebab, apa yang tercantum di dalamnya belum mewakili para musisi.

Baca juga: Dewi Gita : Armand Maulana pernah putus asa berkarir

“Kalau udah disetujui semua musisi mungkin pasal-pasalnya sudah sempurna. Kalau cuma 40 persen saja yang setuju, 60 persennya ke mana. Sedangkan kemarin kan ya tahu sendiri seperti apa,” ujar vokalis GIGI itu.

Armand sangat menyayangkan kurangnya sosialisasi para musisi yang terlibat dalam perumusan RUU permusikan. Menurutnya, hal tersebut harus disampaikan kepada seluruh musisi.

Baca juga: Armand Maulana-Dewi Gita berbagi rahasia harmonis pernikahan

“Sosialisasinya itu selalu lemah. Apapun enggak cuma permusikan ya, semua di Indonesia sosialisasinya lemah. Apapun yang akan diterapkan please banget disosialisasikan terlebuh dulu,” ucap Armand.

Ada beberapa pasal yang disoroti dalam draft RUU permusikan yang dianggap “lucu” oleh para musisiRUU, salah satunya adalah pasal 32 ayat 1 yang berbunyi, “Untuk diakui sebagai profesi, pelaku musik yang berasal dari jalur pendidikan atau autodidak harus mengikuti uji kompetensi.”

Baca juga: Sejoli Armand-Dewi Gita siapkan kejutan di konser perdana

Baca juga: Kisah haru di balik lagu “11 Januari”

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

MAMAMOO akan datang ke Indonesia, janjikan akrab dengan penggemar

Jakarta (ANTARA News) – Girl group MAMAMOO akan menggelar acara jumpa penggemar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta bertajuk ” [HELLO! MOOMOO] Asia fan meeting” pada 23 Februari mendatang. 

Dalam acara yang digelar Wowstar Entertainment  PT Boart Indonesia itu, MAMAMOO berjanji akan lebih akrab dengan para penggemar (MOOMOO) di Tanah Air. 

Mereka juga menampilkan lagu-lagu andalan dalam acara yang rencananya berlangsung selama dua jam itu, demikian dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Antara, Kamis. 

Tiket acara dibanderol dengan harga bervariasi yakni Rp2,55 juta (zona White), Rp2,25 juta (zona Blue), Rp1,65 juta (zona Yellow) dan Rp1 juta (zona Green/Red) dan bisa dibeli hari ini melalui www.tiketapasajacom mulai pukul 17.00 WIB. 

MAMAMOO beranggotakan empat personel yakni Solar, Moon-byul, Whee-in, dan Hwa-sa, yang masing-masing memiliki ciri khas suara yang prima dan fantastis. 

Mereka debut melalui single “Mr. Ambiguous” pada 2014 dan terus menghasilkan sejumlah lagu seperti “Egotistic”, “Wind Flower”, “Starry Night”, “You Are The Best” dan “Yes I Am”. 

Sebelum ke Indonesia, mereka telah mengadakan pertunjukan serupa di Bangkok, Thailand dan lebih dari 2500 MOOMOO hadir. 

Saat itu, MAMAMOO membawakan 12 lagu termasuk lagu-lagu encore dan mengenakan kostum tradisional Thailand yang mengejutkan para penggemar. 
 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019