Personel Sigur Ros didakwa gelapkan pajak

Jakarta (ANTARA) – Personel band Islandia, Sigur Ros didakwa menggelapkan pajak setelah pemerintah setempat menggelar penyelidikan atas keuangan band itu dalam tiga tahun terakhir.

Surat dakwaan dikeluarkan jaksa penuntut pada Kamis (28/3), menuduh para musisi mengirimkan pengembalian pajak yang salah dari tahun 2011 hingga 2014, sehingga dianggap menghindari pajak senilai 945.000 poundsterling (Rp17,5 miliar).

Anggota band menyalahkan mantan akuntan mereka, kemudian mengatakan siap bekerja sama dengan otoritas pajak setelah mengetahui dakwaan itu.

“Kami menyesal melihat kasus ini berakhir di pengadilan,” demikian pernyataan Sigur Ros dilansir Guardian, Jumat (29/3), kemudian berjanji akan membersihkan nama baik band itu dengan menuntaskan kasus ini.

Aset empat personel band yang meliputi empat apartemen dan rumah senilai 4,9 juta poundterling (Rp90,8 miliar) pun dibekukan otoritas Islandia.

Baca juga: Band Sigur Ros ke Jakarta

Dua pertiga aset itu adalah milik pentolan band, Jon Thor Birgisson, yang saat ini bermukim di Los Angeles. Birgisson dituduh menghindari pajak penghasilan dan pajak investasi.

Menurut jaksa penuntut, anggota band lainnya Georg Holm, Kjartan Sveinsson dan Orri Pall Dyrason, juga dituduh tidak melaporkan jumlah total pendapatannya, menghindari pajak penghasilan serta pajak investasi.

“Anggota Sigur Ros adalah musisi, tidak ahli dalam pembukuan dan keuangan internasional,” kata pengacara Bjarnfreour Olafsson dalam sebuah pernyataan.

Kendati demikian, tanggal persidangan kasus pajak ini belum ditentukan oleh otoritas setempat.

Baca juga: Sigur Ros berbahasa Sunda

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rolling Stones tunda tur gara-gara Mick Jagger sakit

Jakarta (ANTARA) – Rolling Stones menunda turnya ke Amerika Serikat dan Kanada menyusul kondisi kesehatan vokalis Mick Jagger yang menurun sehingga harus menjalani perawatan medis pada Sabtu (30/3).

“Saya kecewa karena harus menunda tur, tetapi saya akan bekerja keras untuk kembali ke atas panggung secepat mungkin,” kata Jagger melalui Twitter, tanpa memberikan rincian lebih lanjut, dilansir Reuters.

“Saya benar-benar minta maaf kepada penggemar kami di Amerika dan Kanada yang sudah memiliki tiket. Saya benar-benar benci telah mengecewakan Anda seperti ini,” tambahnya.

Para fans pun membalas unggahan Jagger, dengan komentar yang berharap sang vokalis berumur 75 tahun itu segera pulih.

“Para dokter telah memberi tahu Mick, dia diharapkan menjalani pemulihan secara lengkap sehingga dia bisa kembali ke atas panggung sesegera mungkin,” kata juru bicara Rolling Stones dalam sebuah pernyataan.

Rolling Stones dijadwalkan berkeliling Amerika Utara untuk menjalani tur berdurasi panjang, mulai 20 April hingga 29 Juni.

Baca juga: Rolling Stones gelar tur di Amerika Latin

Baca juga: Rolling Stone siapkan kejutan jelang tur AS

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Musik dance dan parade motor iringi pemakaman Keith Flint

Jakarta (ANTARA) – Pemakaman mantan vokalis Prodigy, Keith Flint, diiringi ratusan penggemar yang memutarkan musik dance dan sebagian lainnya mengantar dengan sepeda motor di Braintree, Inggris, pada Jumat (29/3).

Sejumlah fans juga menawarkan layanan melukis wajah hingga tato gratis kepada para pengantar yang ingin memberikan penghormatan terakhir untuk bintang “Firestarter” itu, dilansir Reuters, Sabtu.

Flint ditemukan tewas di rumahnya pada awal bulan ini dalam usia 49 tahun. Penyebab kematian Flint yang diduga karena gantung diri masih diselidiki otoritas setempat sampai Juni 2019.

Terkenal karena tindikan wajahnya, riasan wajah tebal dan potongan rambut bertanduk iblis yang eksentrik, Flint memainkan peran utama dalam membangun kredibilitas musik elektronik.

Prosesi pemakaman dimulai dengan melintasi sebuah jalan menuju Gereja St Mary, yang tidak hanya dihadiri keluarga dan sahabat, namun para fans yang berkonvoi.

Mobil jenazah Flint dihiasi kembang-kembang berwarna oranye cerah, bertuliskan “Keef” dan “Chief”. Sedangkan peti matinya dihias dengan mikrofon berwarna hijau yang menjadi ciri khasnya, serta rangkaian mawar mewah dan putih.

Dalam pidatonya, Aktor Paul Kaye, membahas kembali kisah-kisah Flint dalam bermusik dan kecintaanya pada sepeda motor, hewan, dan jujitsu.

“Kamu suka menjalani hidup dengan tantangan dan desas-desus,” kata Kaye.

Fans pun membuat petisi untuk membangun patungnya di Braintree. Menurut petisi yang telah dibubuhi 9.000 tanda tangan, warga Braintree ingin “memberi penghormatan dan menghormati putra setempat yang paling terkenal.”

Dilahirkan di London Timur, Flint pindah ke Braintree pada pertengahan 70-an bersama orang tuanya dan pada tahun 1990 ikut mendirikan The Prodigy bersama Howlett dan Leeroy Thornhill.

Band itu dijadwalkan tur Amerika Serikat pada Mei dan merilis album terbaru “No Tourists” pada bulan November.

Baca juga: Keith Flint, vokalis The Prodigy meninggal di usia 49 tahun

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Westlife tambah konser di Indonesia jadi 2 hari

Jakarta (ANTARA) – Setelah tiket konser untuk 7 Agustus habis terjual, penyelenggara konser Westlife menambah jumlah pertunjukan menjadi dua hari yakni pada 6 dan 7 Agustus 2019 di ICE BSD, Tangerang.

Pada 28 Maret lalu, penjualan untuk tiket konser bertajuk “Westlife – The Twenty Tour 2019” resmi dibuka, yang disambut antusias penggemar yang luar biasa, sehingga tiket itu ludes terjual hanya dalam dua jam.

Westlife sangat terkejut mendengar hal tersebut. Karena tidak ingin mengecewakan penggemar yang belum mendapat tiket, boy band pelantun “My Love” itu pun dengan senang hati menambah jadwal konser.

“Hai Indonesia, kami Westlife. Kami dengar show kami tanggal 7 Agustus sudah terjual habis. Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang,” ujar Shane Filam melalui video resmi yang diterima Antara, Sabtu.

Mark Feehily pun menambahkan, “Kami sangat semangat untuk membuat pertunjukan lain di ICE BSD pada tanggal 6 Agustus. Untuk informasi lebih lanjut akan diumumkan segera. Kami sudah tidak sabar bertemu kalian.”

Baca juga: Tiket konser Westlife ludes dalam dua jam

Sebelumnya Full Color Entertainment selaku pihak promotor sempat menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar Westlife yang belum bisa mendapatkan tiketnya. Mereka sedang berusaha untuk membuat pertunjukan tambahan.

“Mengingat kapasitas venue konser nanti yang sangat terbatas, oleh karena itu kami selaku pihak promotor dan management Westlife sedang dalam tahap diskusi,” kata David Ananda dari Full Color Entertainment melalui keterangan resmi, Jumat (29/3).

“Apabila memungkinkan untuk membuat show tambahan konser Westlife di Indonesia untuk menyenangkan para penggemar Westlife yang jumlahnya masih sangat banyak, semoga kami bisa segera menemukan tanggal dan waktu yang tepat,” katanya.

Tiket konser Westlife dibagi menjadi empat kategori yakni Diamond Rp2,5 juta, Platinum Rp1,950 juta, Gold Rp1,5 juta dan Silver Rp990 ribu. Nantinya Shane Filam, Nicky Byrne, Mark Feehily dan Kian Egan akan membawakan lagu-lagu hits seperti “Swear It Again”, “If I Let You Go”, “Flying Without Wings”, “I Have a Dream”, “Seasons in the Sun”, “Fool Again”, “My Love”, “What Makes a Man”, “Uptown Girl”, “Mandy”, “You Raise Me Up” dan lainnya. Mereka juga akan menyanyikan lagu baru yang berjudul “Hello My Love”.

Baca juga: Westlife konser reuni di Indonesia pada Agustus

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taemin SHINee bersiap tur konser di Jepang

Jakarta (ANTARA) – Lee Taemin, personel termuda boy group SHINee akan melakukan tur konser di Jepang pada bulan Juni 2019 demi meningkatkan karir solonya, kata agensi SM Entertainment, Jumat (29/3).

Seperti dikutip dari Yonhap, penyanyi berusia 26 tahun itu akan memulai di arena yang menampung 10 ribu orang kawasan Hokaido pada 8 Juni, selanjutnya arena di Tokyo, Osaka, Shizuoka, Hiroshima dan Fukuoka. Taemin rencananya mengadakan total 14 konser di enam kota tersebut.

Ini adalah tur solo kedua Taemin di kota-kota Jepang, setelah tahun 2018, sekaligus memperkuat kehadirannya di negara tetangga Korea itu.

“Di panggung-panggung tersebut tahun ini, Taemin akan menampilkan pertunjukan luar biasa, dalam skala lebih besar … Dia diharapkan bisa menarik sekali lagi respons dari para penonton,” kata pihak SM.

Sebelumnya, Taemin menaklukkan tangga album Oricon pada bulan November melalui album berbahasa Jepang pertamanya yang berjudul “TAEMIN.”

Dia kemungkinan akan tetap fokus pada karir solonya karena grupnya absen sementara waktu dari industri K-pop. Tiga personel SHINee saat ini sudah dan akan menjalani wajib militer.

Onew dan Key telah memulai dinas wajib militer mereka, sementara Minho dijadwalkan untuk mendaftar sebagai anggota Korps Marinir pada 15 April 2019.

Baca juga: Taemin SHINee ungkap impian masa depannya

Baca juga: Taemin SHINee bersiap menggelar konser solo kedua

Baca juga: Taemin SHINee rilis single & Mini album “Want”

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Doddy Hernanto perkenalkan “gitar gawai” di Lombok

Mataram (ANTARA) – Doddy Hernanto atau yang akrab dikenal “Mr. D One finger”, musisi asal Surabaya, Jawa Timur, memperkenalkan karya terbaiknya dalam bermusik, yakni “gitar gawai”, ketika hadir sebagai pengisi acara yang digelar di Gerung, Nusa Tenggara Barat.

Karya yang sudah mendapat apresiasi dari kalangan musisi di berbagai negara tersebut merupakan alat musik gitar yang nadanya diatur melalui instrumen gawai (gadget).

Tidak hanya itu saja, hebatnya alat musik ciptaan Mr.D Ini juga mampu merekam setiap nada yang dimainkan. Bahkan bisa dikombinasikan hingga menciptakan sebuah irama musik.

“Gitar gawai saya ada tiga, electric, akustik dan ukulele,” katanya kepada wartawan di Mataram, Jumat.

Ketika hadir sebagai pengisi acara di Lombok, Mr.D berkesempatan memainkan salah satu “gitar gawai” andalannya, yakni gitar ukulele.

“Ini yang terbaru dan ‘real traveling guitar’,” ujarnya.

Sebagai pengisi acara yang mengangkat tema “ASN Melek Digital, Menjemput Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, dengan Ketahanan Informasi Daerah”, Doddy dalam dokumentasi videonya berdurasi satu menit, terlihat sedang memetik senar ukulelenya.

Dari petikan dan cara dia memainkan, tercipta sebuah irama yang unik. Dari cara dia memainkan ukulele, nampaknya tidak sulit jika orang ikut memainkannya.

“Jadi buat musik itu sangat mudah dilakukan,” ucapnya sembari mengontrol nada petikan melalui gawai yang terpasang di badan ukulelenya itu.

“Suara-suara apa saja bisa di ‘costume’ dari sini, kita juga bisa buat suara di sini. Bikin distorsi juga bisa,” katanya memperjelas.

Pewarta: Dhimas Budi Pratama
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiket konser Westlife ludes dalam dua jam

Jakarta (ANTARA) – Tiket konser Westlife di Jakarta sudah habis terjual hanya dalam waktu dua jam sejak pertama kali dibuka pada pukul 11.59 WIB pada Kamis (28/3).

Full Color Entertainment selaku pihak promotor menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar Westlife yang belum bisa mendapatkan tiketnya. Mereka sedang berusaha untuk membuat pertunjukan tambahan.

“Kami selaku pihak promotor mohon maaf kepada semua penggemar Westlife di Indonesia yang tidak kebagian tiket konser Westlife karena begitu banyaknya antusias penggemar yang ingin membeli tiket konsernya,” ujar David Ananda dari Full Color Entertainment melalui keterangan resmi yang diterima Antara, Jumat.

“Mengingat kapasitas venue konser nanti yang sangat terbatas, oleh karena itu kami selaku pihak promotor dan management Westlife sedang dalam tahap diskusi apabila memungkinkan untuk membuat show tambahan konser Westlife di Indonesia untuk menyenangkan para penggemar Westlife yang jumlahnya masih sangat banyak, semoga kami bisa segera menemukan tanggal dan waktu yang tepat,” lanjutnya.

Tiket konser Westlife dibagi menjadi empat kategori yakni Diamond Rp2,5 juta, Platinum Rp1,950 juta, Gold Rp1,5 juta dan Silver Rp990 ribu.

Westlife akan menggelar konser di Indonesia pada 7 Agustus 2019 di ICE BSD, Tangerang. Konser ini menandai kembalinya boyband legendaris yang vakum selama tujuh tahun sejak 2012. Nantinya Shane Filam, Nicky Byrne, Mark Feehily dan Kian Egan akan membawakan lagu-lagu hits seperti “Swear It Again”, “If I Let You Go”, “Flying Without Wings”, “I Have a Dream”, “Seasons in the Sun”, “Fool Again”, “My Love”, “What Makes a Man”, “Uptown Girl”, “Mandy”, “You Raise Me Up” dan lainnya. Mereka juga akan menyanyikan lagu baru yang berjudul “Hello My Love”.

Baca juga: Absen delapan tahun, Westlife kembali dengan “Hello My Love”

Baca juga: Westlife konser reuni di Indonesia pada Agustus

Baca juga: Boyzlife bawa penonton kembali ke jaman Boyzone-Westlife

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alasan BTS tak mau bernyanyi dengan bahasa Inggris

Jakarta (ANTARA) – BTS menjelaskan alasan mereka tidak segera bernyanyi menggunakan bahasa Inggris setelah mencapai kesuksesan secara global.

Meski masuk dalam 10 besar pada tangga lagu single di Amerika dan berhasil menjual habis dua pertunjukan di Wembley Stadion, BTS hanya sekali bernyanyi dalam bahasa Inggris yakni pada lagu “Waste It On Me” di tahun 2018.

Dalam sebuah wawancara, leader BTS, RM mengatakan bahwa mereka akan tetap setia dengan identitas sebagai orang Korea.

“Hot 100 dan nominasi Grammy, ini adalah tujuan kami. Tapi itu hanya tujuan, kami tidak ingin mengubah identitas atau keaslian kami untuk mendapatkan nomor satu,” ujar RM dilansir NME, Jumat.

“Seperti saat kita tiba-tiba bernyanyi dalam bahasa Inggris penuh dan mengubah semua hal-hal lain, maka itu bukan BTS. Kami akan melakukan segalanya, kami akan mencoba. Tetapi jika kita tidak bisa mendapat nomor satu atau nomor lima, tidak apa-apa,” lanjut RM.

Anggota BTS lain, Suga, juga menambahkan, “Itu harus menjadi lagu yang hebat tetapi juga ada strategi keseluruhan yang terkait untuk meningkatkannya. Dan tentu saja harus ada ukuran keberuntungan.”

“Jadi yang penting bagi kami hanyalah membuat musik yang bagus dan pertunjukan yang bagus dan menyatukan semua elemen itu,” katanya menambahkan.

BTS baru-baru ini meluncurkan single baru yang berjudul “Map of The Soul: Persona” dalam sebuah trailer comeback.

Baca juga: Trailer album BTS ditonton 5 juta orang dalam tujuh jam

Baca juga: Tiket ludes dalam 90 menit, BTS tambah pertunjukan di London

Baca juga: Hyundai sponsori promo “Armypedia” grup BTS di Inggris

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tulus, Glenn Fredly & Yovie Widianto kolaborasi lewat lagu “Adu Rayu”

Jakarta (ANTARA) – Tulus berkolaborasi dengan Glenn Fredly dan Yovie Widianto untuk menghadirkan lagu “Adu Rayu”.

Lewat lagu tersebut, Tulus kembali membuktikan kemampuannya dalam menulis lirik yang puitis dengan sudut pandang cerdas.

Proses kreatif pembuatan lagunya juga cukup unik. Tulus mengisi cerita dan lirik dengan melodi yang sudah terlebih dahulu digubah oleh Yovie. Lirik tersebut kemudian dibawakan lewat olah vokal Tulus dan Glenn Fredly.

“Merupakan sebuah kesempatan istimewa bagi saya bisa berkolaborasi dengan musikus senior Indonesia yang saya kagumi, dan karyanya sudah saya dengar sejak masih di bangku sekolah. Bagi saya pribadi, Mas Yovie dan Kak Glenn Fredly merupakan panutan, mereka sangat konsisten, profesional dan tak ragu untuk bereksplorasi,” ujar Tulus melalui keterangan resmi yang diterima Antara, Jumat.

Tugas Tulus tak hanya berhenti pada pembuatan lirik saja. Dia juga berperan sebagai pemimpin kreatif visual dengan menghadirkan video musik yang memiliki konsep seperti film.

Dalam video musik yang perankan oleh Chicco Jerikho, Nicholas Saputra dan Velove Vexia itu terdapat dialog sehingga memiliki cerita seperti film pendek.

Bagi Tulus, kolaborasi dengan Glenn dan Yovie merupakan pengalaman belajar yang sangat menarik.

“Kolaborasi itu adalah berkarya sambil belajar ekstra. Belajar bagaimana ragam proses kreatif,” kata pelantun “Gajah” itu.

Baca juga: Curhatan Tulus saat konser Monokrom

Baca juga: Glenn Fredly dan Adera berbagi panggung konser “Harmonia: Titik Balik”

Baca juga: Yovie Widianto janji nyanyi jika streaming Kahitna capai satu juta

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pentagon luncurkan mini album “Genie” dan kisah di baliknya

Jakarta (ANTARA) – Boy group Pentagon meluncurkan mini album ke delapan berjudul “Genie”, album berbahasa Korea pertama setelah kepergian rapper E’Dawn akhir tahun lalu.

Album berisi enam lagu itu menjadikan “Sha La La” atau “Sintobuli” dalam bahasa Korea yang berarti Sabtu menyenangkan” sebagai lagu utama.

Lagu ini memiliki beat cepat dan dibawakan dengan koreografi yang kuat oleh sembilan personel Pentangon untuk menghancurkan ketegangan dan tekanan kehidupan sehari-hari. Teriakan bernada tinggi oleh vokalis Jin-ho di tengah-tengah lagu membawa musik ke klimaksnya.

“Anda mungkin mengalami saat-saat stres dan perasaan tercekik di tempat kerja dan di sekolah. Aku menulis lagu ini untuk menyelesaikannya,” kata leader Hui dalam sebuah konferensi pers di kawasan Blue Square, Seoul seperti dilansir Yonhap, belum lama ini.

Video musik “Sha La La” mengambarkan sesuatu yang bisa menghilangkan stres. Ada adegan-adegan seperti memalu piano dan keluar dari tumpukan uang kertas.

Lagu ini mengingatkan gaya musik Pentagon di mini album pertama yakni “Pentagon” dengan lagu utama “Gorilla.”

“Kami kadang-kadang mengenangnya. Ketika kami mementaskan album pertama kami pada acara kompetisi musik (lokal). Kami begitu penuh energi dan ambisi. Kami ingin mengembalikan semangat, dan kepercayaan diri dengan musik terbaru ini. Itulah inti dari album ini,” tutur Hui.

Enam lagu dalam album terdiri dari dua lagu hip-hop dan empat lagu ceria serta sentimentil. Shin Won berharap karya ini bisa memberikan harapan dan semangat.

“Judul album memiliki dua makna. Pertama, untuk memberikan keyakinan bahwa kita semua bisa menjadi jenius. Lainnya, mencerminkan keinginan kita untuk menjadi jin dari lampu ajaib,” kata dia.

Pentagon terbentuk melalui acara kompetisi idola di Mnet dan secara resmi memulai debutnya pada tahun 2016 melalui self-titled “Pentagon.” Grup ini perlahan meraih popularitas di dalam dan luar negeri melalui lagu “Shine” yang mereka rilis tahun 2018. Lagu utama dalam mini album keenam berjudul “Positive,” mencapai Top 10 di tangga lagu penjualan lagu digital Billboard.

Baca juga: Pentagon debut di Jepang lewat single “Cosmo”

Baca juga: E’Dawn hengkang dari Pentagon dan Cube Entertainment

Baca juga: HyunA dan E’Dawn Pentagon dikeluarkan dari manajemen

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Trailer album BTS ditonton 5 juta orang dalam tujuh jam

Jakarta (ANTARA) – Boy group BTS pada Kamis (28/3) meluncurkan video cuplikan album terbaru mereka, “Map of the Soul: Persona” dan sekitar tujuh jam sejak perilisan, video itu sudah tampil 5 juta kali di YouTube.

Hingga berita ini rilis, video itu sudah tayang hampir 13 juta kali di YouTube.

Seperti dilansir dari Yonhap, leader BTS, RM tampil mengisi video berdurasi hampir tiga menit, berjudul “Persona,” itu. Intro album yang mengandung unsur rap kuat dan koreografinya membutuhkan keserasian gerakan tangan serta tubuh.

Intro yang dimulai dengan frasa “Who am I” adalah trek hip-hop yang didasarkan pada genre trap, ungkap agensi Big Hit Entertainment. Intro ini mengingatan pada intro “Skool Luv Affair” yang dirilis tahun 2014.

Big Hit menggunakan pemindaian 3-D untuk membuat humanoid digital yang mewakili persona RM dalam video trailer.

BTS dijadwalkan secara resmi merilis album baru pada 12 April mendatang di panggung musik dunia dan menayangkannya di jaringan TV Amerika NBC’s nightly show “SNL” pada 13 April 2019.
 

Baca juga: Tiket ludes dalam 90 menit, BTS tambah pertunjukan di London

Baca juga: Hyundai sponsori promo “Armypedia” grup BTS di Inggris

Baca juga: BTS gagal bawa pulang piala Grammy

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga personel wamil BTOB akan hadirkan single spesial

Jakarta (ANTARA) – Tiga personel boy group BTOB yang kini menjalani wajib militer yakni Eunkwang, Minhyuk dan Changsub akan meluncurkan single khusus berjudul “I’m Sorry” (terjemahan literal).

Seperti dilansir Soompi, Kamis (28/3), single ini rencananya hadir pada 5 April mendatang pukul 18.00 waktu Korea.

Di antara ketiga personel yang memasuki masa wajib militer, Eunkwang adalah yang pertama yakni pada Agustus 2018, diikuti Changsub pada Januari 2019 dan Minhyuk pada Februari 2019. Kini, tersisa Ilhoon, Hyunsik, Peniel dan Sungjae yang masing-masing berfokus pada kegiatan solo mereka.

Sebelumnya, grup besutan Cube Entertainment itu merayakan tujuh tahun debut mereka di industri musik K-pop pada 21 Maret lalu. Mereka pun berjanji akan selalu bersama para penggemar hingga 70 tahun mendatang.

Baca juga: Changsub BTOB mulai jalani 21 bulan wajib militer

Baca juga: Min-hyuk BTOB akan luncurkan album solo sebelum wamil

Baca juga: Eunkwang BTOB mulai wajib militer

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Shiny Happy Records hadirkan album kolaborasi Annemarie-Skittle Alley

Jakarta (ANTARA) – Shiny Happy Records label rekaman indie pop besutan Eko Sutrusno kembali menghadirkan album twee pop dengan menggandeng dua band lintas benua yaitu Annemarie dari Asia dan Skittle Alley asal Amerika Selatan.

Album split bertajuk “Skittle Alley & Annemarie” tersebut dirilis dalam bentuk kaset, dengan tujuan mengembalikan nuansa era saat kaset menjadi salah satu bentuk fisik dari karya band atau musisi.

“Awalnya gue punya dua obsi sih CD-R atau dalam bentuk kaset, tapi kenapa kaset karena gue suka sama rilisan fisik ya dan bukan berarti harus bentuk CD-R atau CD-Pro dan gue orang yang hidup dulu di zaman kaset,” kata Eko saat dijumpai Antara, di Jakarta, Kamis.

Dalam album yang diluncurkan pada Maret 2019 itu, masing-masing band menyuguhkan dua lagu. “We Do” dan “Living In My Dream” dari Annemarie, sementara Skittle Alley membawakan lagu “It’s Hard to Find Love” dan “Out of Breath”.

Annemarie adalah band twee pop asal Bandung yang dibentuk sejak 2004. Pada 2005 mereka mengeluarkan album mini bertajuk “The Living Model” yang dirilis oleh label rekaman indie pop Swedia, Music is My Girlfriend.

Dua tahun kemudian, 2007, Annemarie menelurkan album “ABC On TV” yang dirilis oleh dua label rekaman Music is My Girlfriend dan Plastilina Records dari Peru.

Annemarie menyuguhkan alunan gitar “jangle pop” ditambah harmonisasi keyboard dan gaya suara Rima (vokal) yang cute sehingga berkesan ceria.

Sementara Skittle Alley merupakan band asal Peru, yang musiknya banyak dipengaruhi oleh band-band indie pop seperti Blueboy, Trembling Blue Stars dan Harper Lee.

“Suara” yang dibawa Skittle Alley lebih menegaskan pengaruh The Field Mice di dalam setiap musiknya.

(Penulis: Peserta Susdape XIX/Muhammad Adimaja)
 

Pewarta: Peserta Susdape XIX/Muhammad Adimaja
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

MMI Malang dukung PDMN Ambon

Ambon (ANTARA) – Museum Musik Indonesia (MMI) Malang mendukung koleksi Pusat Dokumentasi Musik Nasional (PDMN) di kota Ambon.

Direktur Ambon Music Office (AMO), Ronny Loppies, di Ambon, Kamis,  mengatakan, dukungan untuk PDMN berupa penyerahan 150 keping rekaman musik berupa piringan hitam yang terdiri dari 100 keping lagu Nusantara dari Aceh sampai Papua dan 50 keping piringan hitam yang berisi lagi Ambon karya musisi Maluku.

Ia mengatakan, dukunga MMI disampaikan melalui surat rekomendasi mendukung Ambon menjadi kota musik dunia versi unesco dan bantuan untuk koleksi di PDMN.

“Data base MMI kota Ambon memiliki jumlah musisi yang paling banyak dibandingkan kota dan provinsi lain di indonesia. Hal ini yang membuat mereka komitmen untuk mendukung sesuai kesepakatan saat Forum Grup diskusi yang dilakukan di Ambon pada beberapa waktu lalu,” uja Ronny.

Diakuinya, AMO dan Museum MMI Malang juga telah melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) kerja sama dokumentasi musik Maluku, sebagai upaya untuk dokumentasi fisik musik Maluku, khususnya kota Ambon.

MMI telah menyampaikan kesiapan untuk membantu menginventarisasi musisi, album-rekaman dan lagu-lagu yang berasal dari Ambon-Maluku.

Menurut Ronny, dukungan mewujudkan Ambon sebagai kota musik datang dari berbagai pihak, bukan hanya dalam negeri tetapi dari luar negeri.

Setelah sebelumnya mendapat dukungan dari Adelaide Symphony Orchestra dan Office of Adelaide UNESCO City of Music, kota Ambon juga mendapat dukungan dari Department for Industry and Skills, Government of South Australia, yang ditandatangani Director Creative Industries, Becc Bate.

Dalam surat rekomendasi, Becc menyatakan terkesan saat pihaknya mengunjungi  tim Pemkot Ambon, AMO dan BEKRAF pada November 2018.

“Mereka terkesan dengan dedikasi, visi dan berbagai proyek yang mendukung dan mempromosikan musik di Ambon,” ujar Ronny.

Dijelaskanya, hasil kunjungan tersebut dapat diketahui visi dan perkembangan musik di kota Ambon, sehingga bisa mengetahui pengaruh globalnya, sejarahnya dan tujuan kota Ambon untuk menjadikan musik sebagai pendorong ekonomi, sosial dan pengembangan budaya.

“Dukungan dari berbagai institusi membuat kota Ambon terus berbenah mempersiapkan diri menuju kota musik dunia versi Unesco,” tandas Ronny.

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

YG Entertainment sensor wajah Seungri dari merchandise BIGBANG

Jakarta (ANTARA) – Toko online resmi milik YG Entertainment, YG Select dilaporkan menjual merchandise BIGBANG dengan foto wajah Seungri yang diburamkan.

Sebelumnya, YG Select dikritik lantaran terus menjual barang yang berkaitan dengan Seungri setelah kontroversi club malam “Burning Sun” muncul.

Akhirnya pada 27 Maret, penjualan merchandise khusus Seungri ditarik dari situs YG Select. Namun untuk barang BIGBANG secara grup tetap dijual dengan bagian Seungri yang diburamkan.

YG Entertainment juga masih berproses dalam pengeditan wajah Seungri dari situs web, karena beberapa fotonya disensor, sementara ada juga yang tidak.

“Karyawan yang bertanggung jawab atas situs web saat ini sedang dalam proses pengeditan. Harap tunggu sebentar lagi,” ujar seorang sumber dari YG Select dilansir Soompi, Kamis.

Ketika ditanya apakah YG Select akan terus menjual barang BIGBANG secara online, sumber itu menjawab, “Kami belum bisa diberi tahu apa-apa.”

Sementara itu, wajah Seungri telah dihapus dari fan cafe BIGBANG, yang dijalankan oleh YG Entertainment. Cover album dan gambar mini MV untuk “The Great Gatsby” Seungri juga telah diubah ke gambar yang berbeda, dan nama Seungri telah dihapus sebagai anggota BIGBANG dalam hasil pencarian situs portal.

Seungri saat ini sedang diselidiki untuk dugaan prostitusi dan Burning Sun. Penyanyi itu mengumumkan pengunduran dirinya dari industri hiburan pada 11 Maret, dan YG Entertainment mengakhiri kontrak eksklusif pada hari berikutnya.

Baca juga: Yong Junhyung keluar dari grup Highlight

Baca juga: Polisi interogasi Seungri dan Jung Joon-young

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Andien gandeng Endah N Rhesa untuk single “Everything in Between”

Jakarta (ANTARA) – Andien untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan musisi Endah N Rhesa dalam menggarap single berjudul “Everything in Between”, sebuah lagu yang mengisahkan sebuah perjalanan.

“Aku senang sekali karena sebenernya kita belum pernah benar-benar berkolaborasi bareng Endah N Rhesa,” ujar Andien saat peluncuran single terbarunya itu di Jakarta, Rabu.

Andien menjelaskan, ide kolaborasi itu awalnya tercetus dari Nikita Dompas yang menjadi produsernya dalam lagu itu.

“Sebenernya ide awalnya itu dari produser lagu ini yaitu Nikita Dompas. Nah, Nikita ber-ide gimana kalau kerja sama dengan Endah N Rhesa,” kata Andien.

Adapun terpilihnya Endah N Rhesa dalam penggarapan lagu tersebut berdasarkan warna musik dan cerita di balik lagu yang mengisahkan perjalanan Diego dan Mariles saat bersepeda dari Belanda ke Indonesia.

“Ketika ingin membuat lagu tentang perjalanan, dan kebayang lagunya tuh kayak apa dan mood-nya kayak gimana, kayaknya enggak ada nama lain selain Endah N Rhesa,” kata Andien.

Endah N Rhesa yang gemar bersepeda juga menjadi salah satu faktor tambahan dalam menggarap lagu yang dibangun dari suasana perjalanan itu.

Namun lagu tersebut tidak hanya membicarakan tentang sepeda dan perjalana mereka saja, melainkan tentang sesuatu yang lebih besar dan lebih dalam, tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Endah, bahwa lagu tersebut bukan sekedar membahas mengenai perjalanan Diego dan Mariles.

“Meskipun lagu ini terinspirasi dari perjalanan Diego dan Mariles, tapi sebenarnya itu kayak sebuah cerminan bagaimana seorang manusia itu membangun dan mencari tujuan hidup masing-masing,” kata Endah.

Baca juga: Andien ajak generasi muda gunakan hak pilih Pemilu 2019

Baca juga: Dukung adik bersepeda Belanda – Jakarta, Andien siapkan single baru

Baca juga: Menjaga kebugaran lahir batin ala Andien

Pewarta: Peserta Susdape XIX/Muhammad Adimaja
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hodgepodge Superfest 2019 usung konsep baru, incar kenaikan penonton

Jakarta (ANTARA) – Hodgepodge Superfest yang akan dihelat 31 Agustus-1 September 2019 digadang-gadang akan menyedot minat penonton hingga 10 kali lipat dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya, berkat konsep baru dan segar yang diusung PT Java Festival Production selaku penyelenggara.

“Pelajaran kami tahun kemarin, dengan hanya sepenuhnya indie saja ternyata tidak siap, tahun ini kita kombinasi bersama band yang memang telah memiliki banyak fans,” kata Direktur PT. Java Festival Production, Dewi Gontha di Jakarta Selatan, Rabu.

Cara lain guna meningkatkan minat penonton yakni dengan mengombinasikan penampilan musisi yang menyasar lebih banyak kalangan umur, bukan fokus milenial saja.

Festival Hodgepodge Superfest 2019 juga menargetkan penonton lebih banyak dari daerah. Jika pada penyelenggaraan 2018 penonton asal daerah hanya sekitar 45 persen, kali ini ditarget seimbangkan.

Oleh karena itu Hodgepodge juga menggelar rangkaiannya pra acara ke 20 kota, di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi guna mengenalkan model festivalnya.

“Kita akan menyediakan area yang menarik untuk instagramable dan kegiatan kolaborasi antara seni dan teknologi, penasaran? datang ya,” ujarnya.

Java Festival Production menghadirkan super grup rap rock asal Amerika, Prophets of Rage untuk tampil pada gelaran 2019 guna merebut lebih banyak minat penonton. Satu grup band terkenal lainnya yang akan menjadi penampil utama adalah Snow Patrol asal Irlandia Utara.

Hodgepodge Superfest juga menyuguhkan sejumlah musisi Indonesia yang cukup dikenal pecinta musik, seperti Danilla Riyadi, GAC, Barasuara dan Fourtwnty.

Baca juga: Prophets of Rage dan Snow Patrol hadir di ajang Hodgepodge di Ancol

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Andien ajak generasi muda gunakan hak pilih Pemilu 2019

Jakarta (ANTARA) – Andien mengajak kaum muda agar menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 yang berlangsung pada 17 April mendatang.

“Semoga kita sebagai anak bangsa bisa menggunakan hak pilihnya, karena itu sudah menjadi hak kita,” kata Andien saat ditemui di peluncuran single terbarunya “Everything in between” Jakarta, Rabu.

Dengan menggunakan hak pilih untuk pesta demokrasi itu, maka generasi muda sudah ikut membangun bangsa Indonesia agar menjadi lebih baik, tambahnya.

“Dalam menggunakan hak pilihnya sebagai anak bangsa harus dengan sebijaksana mungkin,” ujar Andien.

Menurut Andien, idealisme dan visi misi setiap kaum muda tentunya bisa diakomodir apabila menggunakan hak pilih pada pemilu mendatang.

“Kita sendiri kan punya idealisme, kita punya visi, kita punya misi terhadap Indonesia, itu kita bisa akomodir ketika kita memilih,” tutup Andien.
  Penyanyi Andien berfoto bersama Musisi Endah N Rhesa saat peluncuran single terbarunya yang bertajuk “”Everything in between” di Jakarta, Rabu (27/3/2019). (ANTARA News/Muhammad Adimaja)

Baca juga: Andien merinding hadiri peresmian MRT

Baca juga: Dukung adik bersepeda Belanda – Jakarta, Andien siapkan single baru

Baca juga: Menjaga kebugaran lahir batin ala Andien
 

Pewarta: Peserta Susdape XIX/Muhammad Adimaja
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Konser Lazada Super Party

Popstar asal Inggris Dua Lipa tampil di Konser Lazada Super Party di ICE BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (26/3/2019). Konser perdana persembahan Lazada ini digelar dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke- 7. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.

Awang menunggang gelombang diplomasi Indonesia di Portugal

London (ANTARA) – Karya musik “Awang Menunggang Gelombang” membawa imajinasi penonton ikut dalam ekspedisi mengelilingi dunia Ferdinand Magelhaes pada 1519-1521 dan peran Panglima Awang, sang juru navigator dan penerjemah yang juga dikenal dengan nama Enrique. Karya ini untuk pertama kalinya ditampilkan di Academia Almadense, Almada, Portugal pada akhir pekan lalu.

Riau Rhythm merupakan kelompok musik dari Kota Pekanbaru, Riau, yang memadukan unsur musik folklore tradisi Melayu dengan alat musik barat, demikian Pensosbud KBRI Lisabon, Andre Nurvily kepada Antara London, Selasa.

Riau Cultural Mission 2019 didukung Pemerintah Daerah Riau dan KBRI di Lisabon bertujuan mempromosikan diplomasi budaya Indonesia ke Portugal yang diisi dengan dialog budaya Melayu dengan tema “Menjelajahi Ingatan: Jejak-jejak Portugis di Nusantara” serta konser musik.

Dialog menghadirkan pembicara dari pakar filologi, Dr. Gijs L. Koster, ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau, Datuk Seri Al Azhar, dan peneliti Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau, Sita Rohana.  Dialog tersebut secara garis besar memaparkan tentang kehadiran Portugis di Nusantara, mengulas ingatan kolektif Melayu-Portugis, serta menjadi pengantar pertunjukan musik karya komposer Rino Deza Pati.

“Jang Si Bono–Pencalang” menjadi repertoire pertama yang disuguhkan untuk membuka konser Riau Rhythm. Karya yang menceritakan tentang fenomena arus pasang pada saat bulan purnama, yang bagi masyarakat Riau di sebut Bono, membuat penonton tidak ingin beranjak dari kursinya. “Ini pertama kalinya saya menyaksikan pertunjukan musik Melayu yang membuat saya tak ingin beranjak karena penasaran dengan repertoire berikutnya,” ujar Tania Mendes, musisi yang juga menjadi anggota kelompok gamelan Yogistragong di Lisabon.

Malam itu juga ditampilkan repertoire karya musik dari Album Svarnadvipa, yaitu Puti Indira Dunia, Svara Jiva, Pantun Atui, Lukah Gila, The Sound of Svarnadvipa, dan ditutup dengan Dentang Denting Dentum. Riau Rhythm juga memainkan musik folklore Portugis Ó malhão- malhão yang membuat semua penonton bertepuk tangan karena dimainkan dengan alat musik Gambus Selodang, khas Melayu Riau.

Direktur Academia Almadense, Vitor Pinto Claro, menyampaikan konser musik ini merupakan kegiatan ketiga bertema Indonesia yang dilaksanakan di akademi yang dipimpinnya, setelah tahun sebelumnya menampilkan pertunjukan musik gamelan.

Dubes Indonesia di Portugal, Ibnu Wahyutomo menyampaikan penghargaan dan berterima kasih kepada pihak Academia Almadense yang telah mendukung pertunjukan kebudayaan ini. “Kami menyambut baik inisiasi yang dilakukan Riau Rhythm dan tim dialog budaya karena dapat mempererat hubungan diplomasi antara Indonesia dengan Portugal, khususnya pengaruh Portugis terhadap perkembangan musik dan kebudayaan Melayu. Di akhir pertunjukan, Dubes juga memberikan handbouque kepada pembicara dialog dan perwakilan Riau Rhythm.

Selain menggelar konser musik, grup Riau Rhythm juga menggelar workshop di Escola Superior de Música de Lisboa . Para penonton yang terdiri dari staf pengajar dan mahasiswa musik menyampaikan apresiasi kepada Riau Rhythm. “Karya yang ditampilkan luar biasa, dapat menggabungkan unsur musik tradisional dengan alat musik barat, dan itu tidak mudah untuk saya lakukan”, ujar pengajar gitar klasik, António J. Gonçalves.

Selain didukung Gubernur Provinsi Riau, Drs. H. Syamsuar, kegiatan ini juga didukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Bank Riau Kepri, serta APRIL Group. KBRI Lisabon berharap kegiatan ini dapat meningkatkan hubungan diplomasi budaya Indonesia ke Portugal, khususnya dalam menyongsong perhelatan akbar peringatan 500 tahun perjalanan mengelilingi dunia Ferdinand Magelhães yang akan dilaksanakan 2021 mendatang.

Oleh Zeynita Gibbons
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

25 tahun berkarya, GIGI tak selalu adem ayem

Jakarta (ANTARA) – 25 tahun berkarya, grup band GIGI jauh dari kontroversi dan gosip. Bukan berarti tanpa masalah, mereka juga mengalami yang namanya jatuh bangun dan pertengkaran.

Band yang didirikan sejak 1994 ini sudah mengalami bongkar pasang personel. Namun, mereka selalu ingat bahwa kebersamaan GIGI dilandasi dengan keinginan untuk selalu bermusik.

“Berantem masihlah dan memang ada pendapat yang mungkin bisa jadi berantem itu,” kata Armand Maulana dalam jumpa pers konser “25 Tahun GIGI” di Jakarta, Selasa.

“Semua yang berhubungan dengan GIGI bahwa keluar rumah itu untuk bermusik dan menciptakan karya. Jadi, pada saat ada masalah yang bukan musik, kita enggak bakalan ributin,” lanjut vokalis GIGI itu.

Armand juga menceritakan kesulitan saat mempertahankan GIGI yang ditinggal oleh para personelnya. Saat itu, yang tersisa hanyalah dirinya dan Dewa Budjana. Meski demikian, mereka tetap konsisten menjalankan GIGI hingga Thomas Ramadan kembali dan Hendi Gusti masuk mengisi posisi drum.

“Jadi, back to 90-an, Thomas keluar karena dia drugs. Wah, itu zaman tabloid, ya, kalang kabut juga. Reseh banget dikejar-kejar. Baron keluar, wah, kenapa nih? Tinggal gue berdua. Masuk Opet, tiba-tiba Opet keluar, masuklah Hendi. Enggak ada adem ayem juga,” jelas Armand.

Pada ulang tahun GIGI ke 25 yang jatuh pada tanggal 22 Maret lalu, mereka berharap bisa terus berkarya dan mampu melewati setiap masalah.

“Kalau boleh jujur, saya berdoa untuk GIGI agar bisa berkarya terus, bisa melewati konflik. Karena orang-orang ini, saya ketemu mereka untuk main musik. Jadi, enggak mungkin bisa ninggalin hal itu. Untuk 25 tahun main band itu seperti dapat istri yang sulit diganti,” kata Thomas.
 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Backstreet Boys konser di Jakarta 26 Oktober

Jakarta (ANTARA) – Backstreet Boys akan menggelar konser di Indonesia, 26 Oktober 2019, yang merupakan promo album terbaru mereka bertajuk “DNA”.

Konser yang bertajuk DNA World Tour diselenggarakan oleh Third Eye Management (TEM) dan PK Entertainment. DNA World Tour akan dibuka di Portugal pada tanggal 11 Mei mendatang dan menjadi tur arena terbesar dari Backstreet Boys.

Tur Backstreet Boys akan berlangsung di seluruh Eropa, Amerika Utara, dan Asia. Untuk tempat konser dan harga tiket, pihak promotor akan mengumumkannya segera melalui situs bsbjakarta.com.

Sementara itu, “DNA” merupakan album ke-10 dari Backstreet Boys. Dalam album tersebut, mereka menampilkan lagu-lagu yang ditulis oleh Lauv (Charli XCX), Andy Grammer, Stuart Crichton (DNCE), dan Mike Sabbath (J Balvin). “DNA” dirilis pada Januari tahun ini oleh RCA Records dan debutnya merajai tangga album No.1 di Billboard. “Ketika grup ini dimulai pada 26 tahun lalu dan melewati semua masa senang dan sedih dalam karier kami, kami belajar bahwa ini bukan lagi tentang individu namun tentang apa yang terbaik untuk grup ini,” kata Howie D, salah satu anggota Backstreet Boys melalui keterangan resmi yang diterima Antara, Selasa.

Kevin Richardson juga mengatakan bahwa mereka sangat menyukai album tersebut. Hal ini karena semua lagunya mewakili masing-masing personel.

“Kami dapat membawa semua pengaruh dan gaya menjadi satu harmoni. Lagu-lagu ini dengan sangat baik mewakili kami sebagai individu dan sebuah grup. Ini merupakan DNA kami. Kami sangat bangga dengan hal tersebut,” ujar Kevin.

“Perjalanan ini berlangsung terus bersama kami dan tak banyak lagi hal yang dapat dilakukan. Kami hidup dalam babak yang belum diungkapkan dan itu sangat menarik,” tambah Brian Littrell.

Nantinya, Backstreet Boys akan membawakan lagu-lagu hits, seperti Quit Playing Games With My Heart, I Want It That Way, Everybody (Backstreet’s Back), Incomplete, Shape of My Heart, “Show Me the Meaning of Being Lonely, Don’t Go Breaking My Heart, dan banyak lagi.

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

GIGI bikin konser tunggal di Yogyakarta rayakan 25 tahun berkarya

Jakarta (ANTARA) – Rayakan 25 tahun berkarya, kelompok musik GIGI menggelar konser tunggal pada 14 September 2019 di Yogyakarta.

Berbeda dengan konser ulang tahun GIGI sebelumnya, kali ini mereka hanya akan tampil berempat tanpa mengajak para personel lama ataupun dengan penampilan para musisi pembuka.

“Sebetulnya kalau konsep konser masih bisa berjalan, September kan masih lama. Kadang-kadang ide itu muncul ketika latihan atau ngobrol. Kita terakhir kali bikin show tunggal itu GIGI 17 tahun, itu 2011. Dan baru sekarang yang konser tunggal lagi,” kata Armand Maulana dalam jumpa pers konser “25 Tahun GIGI” di Jakarta, Selasa.

Untuk pemilihan kotanya juga cukup unik. Alih-alih mengambil tempat di Jakarta, GIGI malah memilih Yogyakarta.

“Semuanya punya pemikiran sendiri-sendiri ketika menentukan kota mana yang mau dipilih. Yogyakarta adalah kota yang cenderung lebih santai. Di sini (Jakarta) orang udah sibuk banget apalagi untuk band lokal. Kalau di sana lebih warm buat kami,” jelas Thomas, bassis GIGI.

“Yogyakarta itu banyak tempat-tempat yang bisa dijadikan tempat konser. Itu yang sambil berjalan dengan tim yang kita tunjuk untuk menentukan di mananya. Sampai saat ini tempatnya belum kita putuskan. Semoga bisa cepat kita umumkan,” ujar Armand menambahkan.

Vokalis GIGI itu juga mengatakan bahwa sampai saat ini mereka masih banyak melakukan persiapan untuk konser. Mereka juga masih memilih lagu-lagu apa saja yang akan dimainkan.

“Pemilihan lagu nanti tergantung juga dengan art directornya, karena konsep panggungnya akan berpengaruh ke lagu. Yang pasti durasi kita penginnya 2,5 jam udah stop,” kata Armand.

Baca juga: GIGI terkesan pada “Setia Bersama Menyayangi dan Mencintai”, karena…

Baca juga: Di balik lagu “Adu Domba” versi GIGI

Baca juga: Band GIGI luncurkan album Ramadhan

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Justin Bieber vakum bermusik untuk bereskan masalah pribadi

Jakarta (ANTARA) – Justin Bieber melalui akun Instagram pribadinya mengumumkan bakal vakum dari dunia musik dan memilih fokus untuk menyelesaikan masalah pribadi.

“Jadi saya membaca banyak pesan yang mengatakan kalian ingin album. Saya telah melakukan tur sepanjang masa remaja saya dan awal 20-an, saya menyadari dan karena kalian mungkin melihat saya tidak senang pada tur terakhir, dan saya tidak pantas mendapatkannya dan kalian juga tidak layak mendapatkannya,” tulisnya pada akun @justinbieber, Senin (25/3).

“Anda membayar uang untuk datang dan menginginkan konser penuh cahaya yang menyenangkan dan enerjik, dan saya tidak mampu secara emosional untuk memberikan itu di akhir tur,” lanjutnya.

Bieber juga menjelaskan alih-alih mengerjakan musik baru, dia lebih ingin berfokus untuk memperbaiki beberapa masalah yang ada dalam dirinya.

Baca juga: Tempat wisata di Islandia ini ditutup diduga gara-gara Justin Bieber

Menurut suami Hailey Baldwin itu, dia harus menyelesaikan masalah itu agar hidupnya tidak semakin berantakan, sehingga mampu menjalankan pernikahannya dan menjadi ayah yang baik.

“Saya melihat, mencari, mencoba seperti yang dilakukan kebanyakan orang, saya sekarang sangat fokus untuk memperbaiki beberapa masalah mendalam yang saya miliki seperti kebanyakan dari yang kita miliki, sehingga saya tidak berantakan, sehingga saya dapat mempertahankan pernikahan saya dan menjadi ayah yang saya inginkan,” katanya.

“Musik sangat penting bagi saya, tetapi tidak ada yang lebih berharga dari keluarga dan kesehatan saya. Secepatnya saya akan kembali dengan album yang sempurna, gaya saya tidak terbantahkan dan tujuan saya tidak bisa digambarkan,” kata Bieber.

Justin Bieber terakhir kali merilis album pada 2015 berjudul “Purpose”. Pada Januari lalu, manager Scooter Braun sempat membocorkan bahwa Bieber akan meluncurkan album kelima pada 2019.

Baca juga: Selena Gomez kirim pesan dukungan “penuh cinta” untuk Justin Bieber

Awal bulan ini, pelantun “Never Say Never” itu mengatakan kepada penggemar bahwa dia sedang berjuang dengan masalah kesehatan mentalnya.

“Merasa super tidak nyambung dan aneh. Saya selalu bangkit kembali sehingga saya tidak khawatir, saya hanya ingin tetap berkomunikasi dan meminta kalian untuk mendoakan saya,” kata Bieber.

So I read a lot of messages saying you want an album .. I’ve toured my whole teenage life, and early 20s, I realized and as you guys probably saw I was unhappy last tour and I don’t deserve that and you don’t deserve that, you pay money to come and have a lively energetic fun light concert and I was unable emotionally to give you that near the end of the tour. I have been looking, seeking, trial and error as most of us do, I am now very focused on repairing some of the deep rooted issues that I have as most of us have, so that I don’t fall apart, so that I can sustain my marriage and be the father I want to be. Music is very important to me but Nothing comes before my family and my health. I will come with a kick ass album ASAP, my swag is undeniable and my drive is indescribable his love is supernatural his grace is that reliable…. the top is where I reside period whether I make music or not the king said so. but I will come with a vengeance believe that.. (grammar and punctuation will be terrible pretend it’s a text where u just don’t care).

A post shared by Justin Bieber (@justinbieber) on

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Manisnya konser terakhir Boyzone untuk Indonesia

Jakarta (ANTARA) – “Thank You & Good Night Farewell Tour 2019” adalah konser perpisahan yang dilaksanakan oleh Boyzone. Oleh karena itu, mereka ingin memberikan kenangan manis untuk semua penggemarnya di Indonesia.

Berkunjung ke Indonesia bukanlah pertama kalinya bagi Boyzone. Boyband yang terdiri dari Keith Duffy, Mikey Graham, Ronan Keating dan Shane Lynch sudah beberapa kali menggelar konsernya bahkan tahun lalu mereka juga tampil di Bandung.

Boyzone membuka konsernya dengan lagu “Who We Are”, “Love is Hurricane” dan “Isn’t it a Wonder”. Lagu tersebut ternyata mampu menyegarkan kembali ingatan penggemar.

“Selamat malam Jakarta, selamat datang ke acara Boyzone 25 tahun. Malam ini kami punya lagu untuk kalian dan kita sudah 25 tahun sekarang. Kami akan membawakan semua lagu hits tahun 1999, 1998, 1997, 1996, 1995. Semua kami persembahkan untuk kalian,” kata Keith menyapa penggemar di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Minggu (24/3).
  Boyzone saat tampil dalam konser “Thank You & Good Night Farewell Tour 2019” di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Minggu (24/3/2019) (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)

Hampir semua single milik Boyzone menjadi hits di dunia. Hal ini terbukti dalam konser, semua lagu yang disajikan oleh boyband asal Irlandia itu, langsung dilahap oleh penggemarnya. Sebut saja seperti “Coming Home Now”, “Baby Can I Hold You”, “You Needed Me”, “All That I Need”, “I Love The Way You Love Me” serta “Father & Son” yang bernuansa mellow ini, sukses membuat semua penggemar ikut bernyanyi.

“Terimakasih Jakarta, senang sekali bisa melihat kalian lagi. Boyzone pertama kali ke sini tahun 1995. Sejak saat itu, kami merasa punya hubungan yang kuat dengan kalian dan kami juga punya banyak pengalam tak terlupakan di sini,” ujar Ronan.

Indonesia memang begitu spesial bagi Boyzone. Bahkan, Jakarta adalah kota pertama yang disinggahi oleh mereka sebagai rangkaian tur perpisahan.

Setelah merilis album “Thank You & Good Night” pada akhir 2019 mendatang, Boyzone memutuskan untuk bubar. Salah satu alasannya karena mereka merasa sudah cukup tua untuk menjadi personel boyband.

Konser perpisahan ini sangat berarti bagi Boyzone. Untuk itu mereka membawa semua kenangan masa mudanya ke atas panggung, khususnya saat masih ada mendiang Stephen Gately. Kepergian Stephen pada 10 Oktober 2009, merupakan pukulan besar bagi Boyzone. Karenanya, mereka menghadirkan sosok Stephen dalam konser ini.

Boyzone kemudian membawakan “Dream”, lagu baru yang dipersembahkan untuk Stephen dan merupakan penutup dari perjalanan 25 tahun berkarya. Lagu tersebut rencananya akan masuk dalam album “Thank You & Good Night”.

Boyzone juga menghadirkan Stephen dalam bentuk video dan suara. Mereka sengaja tidak menghilangkan bagian di mana Stephen bernyanyi dalam lagu “Everyday I Love You” dan “Key to My Life”.
  Boyzone saat tampil dalam konser “Thank You & Good Night Farewell Tour 2019” di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Minggu (24/3/2019) (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)

“Ini momen untuk memberikan rispek untuk saudara kita Stephen. Ada cahaya di sana, itu merepresentasikan spirit dari Stephen. Kita selalu merasa kalau Stephen selalu ada di sini, dia selalu jadi spirit kita,” kata Keith.

Sebagai konser perpisahan, Boyzone ingin memberikan sesuatu yang spesial untuk penonton yakni dengan membawa Isyana Sarasvati ke panggung dan menyanyikan “No Matter What”.

Konser ini juga dipadati oleh ribuan penonton. Bahkan mereka rela berdiri di tangga ataupun pagar pembatas untuk bisa lebih dekat melihat Boyzone. Mereka tidak ingin menyianyiakan kesempatan untuk melihat penampilan terakhir dari Boyband idolanya.

“Saya enggak percaya konser ini begitu cepat berjalan. Jakarta, ini sangat luar biasa. Semua cinta, semua kenangan sangat luar biasa. Kami akan kembali lagi ke Jakarta tapi secara personal pada kesempatan yang berbeda. Besok kami akan tampil di Hong Kong, siapa yang lihat kami lagi, datang saja ke sana,” seru Ronan.

Konser yang berjalan kurang lebih selama dua jam itu, memberikan kenangan yang begitu manis bagi penggemar Boyzone. “Words”, “Love You Anyway”, “Nothing At All”, “Different Beat”, “Love Me For A Reason”, “Rollercoster” dan ditutup dengan “Pictures of You” adalah deretan lagu kenangan terakhir dari Boyzone untuk Indonesia.

Baca juga: Boyzone ajak Isyana Sarasvati nyanyikan “No Matter What”

Baca juga: Boyzone kenang mendiang Stephen Gately dalam konser “Farewell 2019”

Baca juga: Isyana Sarasvati buka konser Boyzone dengan “Kau Adalah”

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemarin, konser Boyzone di Indonesia hingga bos Huawei pakai Apple

Jakarta (ANTARA) – Boy band Boyzone menggelar konser di Indonesia, ada lembah di Islandia harus ditutup karena Justin Bieber, hingga bos Huawei rupanya menggunakan barang-barang elektronik keluaran Apple menjadi sebagian berita menarik pada Minggu (24/3).

1. Boyzone kenang mendiang Stephen Gately dalam konser “Farewell 2019”

Jakarta (ANTARA) – Boyzone mengenang mendiang Stephen Gately dalam konser “Thank You & Good Night Farewell Tour 2019” di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Minggu.

Konser “Farewell Tour 2019” adalah konser terakhir dari boyband asal Irlandia tersebut. Di sini, mereka membawakan lagu-lagu hits-nya sejak pertama kali aktif di panggung hiburan, termasuk yang mengingatkan Boyzone pada rekannya yang telah tiada, Stephen Gately.

Selengkapnya di sini

2. Tempat wisata di Islandia ini ditutup diduga gara-gara Justin Bieber

Jakarta (ANTARA) – Sebuah canyon atau lembah di Islandia baru-baru ini ditutup karena jumlah pengunjung yang melonjak sejak Justin Bieber membuat video musik pada tempat tersebut di tahun 2015.

Badan Lingkungan Hidup Islandia telah mengumumkan bahwa Fjaðrárgljúfur, yang digunakan Bieber untuk video “I’ll Show You” akan ditutup untuk umum sampai bulan Juni, demikian dilansir People, Minggu.

Selengkapnya di sini

3. Xiaomi keluarkan Mi 9 Edisi Transparan versi lebih murah

Jakarta (ANTARA) – Pendiri Xiaomi Lei Jun belum lama lalu mengumumkan versi baru dari Xiaomi Mi 9 Edisi Transparan, dengan RAM lebih kecil, yakni 8GB, yang dikombinasikan dengan penyimpanan 256GB.

Dengan RAM lebih kecil dibanding edisi utamanya, yang dibekali 12GB, ponsel ini dibanderol 300 yuan lebih murah, tepatnya 3.999 yuan atau setara sekitar Rp8,4 juta, demikian mengutip laporan media China, CNMO, Minggu.

Selengkapnya di sini

4. Mulai pakai MRT-J? Cobain aplikasinya yuk

Jakarta (ANTARA) – Warga Jakarta mulai merasakan tranposrtasi umum baru Moda Raya Terpadu atau MRT dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI, yang diresmikan Presiden Joko Widodo, pada Minggu.

Euforia transportasi baru itu sudah terasa sejak beberapa pekan terakhir setelah PT MRT Jakarta menggelar uji coba secara gratis.

Selengkapnya di sini

5. Bos Huawei Meng Wanzhou pakai perangkat Apple saat ditangkap

Jakarta (ANTARA) – Bos Huawei yang ditangkap pada Desember tahun lalu, Meng Wanzhou, rupanya menggunakan barang-barang elektronik keluaran Apple, salah satu rival terbesar mereka.

Selengkapnya di sini

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vokalis Slank goyang Medan

Saya mengajak generasi milenial agar tidak lagi menggunakan narkoba.Sudah tak zamannya lagi memakai obat-obat yang berbahaya bagi kesehatan

Medan (ANTARA) – Vokalis grub band slank, Akhadi Wira Satriaji menggoyang Lapangan Benteng Medan, Minggu, saat digelarnya acara Deklerasi Anti Narkoba Milenial se- Sumatera Utara yang dilaksanakan Polda Sumut bersama Gerakan Nasional Anti Narkoba di daera setempat.

Setelah beberapa lagu dinyayikan Akhadi, dia meminta Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto untuk naik ke atas panggung dan bernyanyi bersama.

Lagu dengan judul “Ku tak bisa jauh” dinyanyikan penyanyi grub band Slank bersama Kapolda Sumut dan diikuti puluhan ribu milineal.

Grub band Slank hadir menyapa para penggemar (pencinta) di Kota Medan, Ibu kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

“Saya mengajak generasi milenial agar tidak lagi menggunakan narkoba.Sudah tak zamannya lagi memakai obat-obat yang berbahaya bagi kesehatan,” kata Akhadi, di Lapangan Benteng Medan.

Ia menyebutkan, dulunya merupakan pengguna (terjerumus) narkoba, namun akhirnya berhasil ke luar dari lembah hitam tersebut.Bahkan sejak dari itu, bertekad mengkampanyekan anti narkoba kepada masyarakat.

“Kita harus mendukung langkah Kapolda Sumut untuk memberantas narkoba.Generasi muda harus diselamatkan dari penyalahgunaan narkoba,” ucap dia.,

Akhadi juga mengecam pihak-pihak yang menebar hoaks (berita bohong) dan dapat menghancurkan Indonesia.

Sementara, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan Indonesia tidak lagi sebagai transit peredaran narkoba, tetapi juga sudah menjadi pasar.

“Mari kita berkomitmen di Indonesia khususnya Sumatera Utara, tidak untuk narkoba.Hidup sehat dan terhormat tanpa narkoba,” kata jenderal bintang dua itu.
 

Pewarta: Munawar Mandailing
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Boyzone kenang mendiang Stephen Gately dalam konser “Farewell 2019”

Lagu ini dipersembahkan untuk Stephen yang kami anggap cocok sebagai chapter penutup dari Boyzone, ujar Keith

Jakarta (ANTARA) – Boyzone mengenang mendiang Stephen Gately dalam konser “Thank You & Good Night Farewell Tour 2019” di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Minggu.

Konser “Farewell Tour 2019” adalah konser terakhir dari boyband asal Irlandia tersebut. Di sini, mereka membawakan lagu-lagu hits-nya sejak pertama kali aktif di panggung hiburan, termasuk yang mengingatkan Boyzone pada rekannya yang telah tiada, Stephen Gately.

Pada album “Thank You & Good Night” yang merupakan album perpisahan, Boyzone menciptakan lagu “Dream” yang dipersembahkan untuk Stephen. Lagu tersebut pun mereka bawakan dalam konser ini.

“Lagu ini dipersembahkan untuk Stephen yang kami anggap cocok sebagai chapter penutup dari Boyzone,” ujar Keith, salah satu personel Boyzone dalam tayangan TVC.

Usai pemutaran video, Keith Duffy, Mikey Graham, Ronan Keating dan Shane Lynch langsung menyanyikan lagu “Everyday I Love”. Sebagai bentuk apresiasi, bagian yang seharusnya dinyanyikan oleh Stephen diganti menggunakan rekaman suaranya.

Suasana sendu langsung menyelimuti ruangan Tennis Indoor, penggemar Boyzone pun ikut terharu dengan suasana yang mereka ciptakan.

“Ini momen untuk memberikan rispek untuk saudara kita Stephen. Ada cahaya di sana, itu merepresentasikan spirit dari Stephen. Kita selalu merasa kalau Stephen selalu ada di sini, dia selalu jadi spirit kita,” kata Keith.

Ronan juga meminta para penggemar untuk ikut bernyanyi pada lagu “Key to My Life”. Di sini, suara Stephen dan video klip kembali dihadirkan untuk mengenangnya.

Selain mengenang Stephen, Boyzone juga membawakan lagu-lagu hits seperti “Nothing At All”, “Pictures of You”, “No Matter What”, “Love Me for a Reason”, “Baby Can I Hold You” dan lainnya.

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Boyzone ajak Isyana Sarasvati nyanyikan “No Matter What”

Jakarta (ANTARA) – Boyzone berikan kejutan pada penggemar dengan mengajak Isyana Sarasvati berkolaborasi menyanyikan lagu “No Matter What”.

Konser Boyzone bertajuk “Thank You & Good Night Farewell Tour 2019” yang berlangsung di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Minggu dibuka dengan penampilan Isyana Sarasvati.

Setelah Keith Duffy, Mikey Graham, Ronan Keating, dan Shane Lynch menyanyikan “Love Me for a Reason”, mereka langsung memanggil Isyana ke panggung.

Berbeda dengan tampilan sebelumnya yang serba hitam. Kali ini Isyana mengenakan busana putih, kontras dengan para personel Boyzone.

Tanpa menunggu lama, “No Matter What” langsung dilantunkan. Lagu yang bernuansa slow ini juga mengundang penonton untuk ikut bernyanyi.

Tiba giliran Isyana bernyanyi, penonton yang memadati gedung Tennis Indoor langsung bersorak. Suara pelantun “Kau Adalah” tersebut tidak kalah kuat dengan Boyzone. Dia juga mengakhiri lagu bersama Ronan dan mendapat sambutan yang meriah dari penonton.

Setelah lagu dinyanyikan, Isyana langsung pamit ke belakang panggung dan Boyzone kembali tampil dengan membawakan “Different Beat”.

Selain tampil bersama Isyana, Boyzone juga menggelar sesi tribute untuk mengenang mendiang personel mereka, Stephen Gately. Mereka membawakan lagu-lagu seperti “Everyday I Love”, “Key to My Life” dan “Dream” yang khusus diciptakan untuk Stephen.

Baca juga: Boyzone kenang mendiang Stephen Gately dalam konser “Farewell 2019”
Baca juga: Isyana Sarasvati buka konser Boyzone dengan “Kau Adalah”

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Isyana Sarasvati buka konser Boyzone dengan “Kau Adalah”

Jakarta (ANTARA) – Isyana Sarasvati menjadi musisi pembuka untuk konser Boyzone di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Minggu. Dia membuka penampilannya dengan lagu “Kau Adalah”.

Isyana yang tampil mengenakan busana hitam-hitam, mengajak penggemar Boyzone untuk bernyanyi bersamanya. Dia juga tidak lupa membawa keytar (keyboard gitar) yang menjadi ciri khasnya.

Sebagai pemanasan, penggemar Boyzone pun ikut bernyanyi bersama Isyana. Karena lagunya cukup ceria, tidak sedikit juga yang ikut bergoyang bersama.

Isyana kemudian membawakan “Keep Being You” yang berirama lebih pelan.

“Terimakasih sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk tampil di sini. Berikutnya adalah lagu terakhir saya,” ujar Isyana.

Lagu “Heaven” pun dilantunkan. Isyana memang hanya membawakan tiga lagu saja dalam pembukaan konser boyband asal Irlandia itu.

Namun kabarnya, dia dan Boyzone akan memberikan kejutan kepada penggemar di tengah konser nanti.

Baca juga: Isyana Saraswati ingin tiru Ariana Grande

Baca juga: Isyana Sarasvati suka pakai corduroy biar lebih tomboy

Baca juga: Akhiri karir, Boyzone persembahkan konser perpisahan untuk Stephen Gately

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Phutu Parker, penyembuh derita asmara gitar musikus nasional

Jakarta (ANTARA) – Putu Sudarsana sebelumnya tidak pernah menyangka profesi sebagai penjaga toko musik di Blok M, Jakarta Selatan, pada era 1990-an itu akan mengantarkannya menjadi seorang “penyelamat” atau juru servis gitar milik sejumlah musikus nasional.

Pria berjuluk Phutu Parker itu membuka bengkel perbaikan gitar di Condet, Jakarta Timur. Bukan hanya menyelamatkan instrumen musik bersenar yang rusak, ia mahir pula membuat gitar khusus pesanan para musikus kenamaan.

“Seingat saya Rama Satria (gitaris blues), Coki Netral, dan Virgoun paling sering datang ke bengkel saya untuk memodifikasi gitarnya,” kata Putu Sudarsana saat ditemui Antara di Balekambang, Condet, Jakarta Timur, Rabu (20/3).

Rama Satria, lanjut Phutu, pernah datang demi perbaikan sebuah gitar listrik sebelum manggung pada acara musik televisi swasta pada 2011.

Rama yang pernah tampil sebagai pembuka konser Aerosmith di Boston dan sepanggung bersama Wes Jeans, Lance Lopez, dan band Stevie Ray Vaughan yang bernama Double Trouble itu, merasa puas dengan pekerjaan Putu.

Pada 2013, Rama pun memesan sebuah gitar khusus untuk diberikan kepada Lance Lopez, kata Putu.

Pria kelahiran Nusa Penida, Bali, 45 tahun lalu itu juga pernah diminta Coki Netral untuk memperbaiki gitar. Bukan satu unit, melainkan langsung lima unit gitar yang menjadi koleksi gitaris bernama lengkap Christopher Bollemeyer itu.

Musikus lain yang juga meminta jasa Putu adalah Virgoun Putra Tambunan, vokalis grup musik Last Child. Virgoun memercayakan Putu untuk memodifikasi atau sekadar memperbaiki gitarnya.

Kendati sudah menjadi langganan para musikus, Putu mengaku tidak membeda-bedakan konsumen. Siapapun yang datang akan dilayani. Bahkan dalam sehari, pelanggannya bisa mencapai 15 orang.

“Saya hanya fokus pada derita asmara gitar yang dibawa pelanggan kesini,” katanya.

Baca juga: Gitar batik Solo merambah kota Moskow
  Putu Sudarsana di bengkel miliknya yang berlokasi di Condet, Jakarta Timur. (ANTARA News/M Risyal Hidayat)

Berawal dari jaga toko

Putu tidak menempuh pendidikan khusus untuk menukangi gitar dan hanya menabung pengalaman saat menjadi penjaga toko musik “Pionir Teladan” di Blok M pada 1996.

Kala itu, banyak pelanggan toko yang memintanya menyetem nada, memasang, serta mengganti senar, hingga mengamati lurus atau tidaknya leher (neck) gitar yang akan dibeli pelanggan.

Kebiasaan itu berbuah keterampilan bagi Putu. Ia pun memulai memperbaiki sendiri gitarnya yang rusak.

“Saya belajar dari gitar rusak,” ujarnya yang lantas memberanikan diri mereparasi gitar orang lain dan berujung sebagai profesi.

Ia menegaskan tidak pernah memilih jenis gitar yang akan diperbaiki. Menurutnya, gitar tipe mahal sekalipun akan menjadi gitar biasa apabila suara petikan senar yang dihasilkan terdengar tidak enak.

“Gitar semahal dan semurah apapun kalau dimainkan tidak enak, tetap saja gitar biasa. Kalau gitar biasa dibikin enak rasanya seperti gitar mahal,” katanya.

Biaya servis yang dipatok Putu mulai Rp150 ribu, tergantung jenis “penyakit” yang di-derita gitar konsumennya. “Harga tergantung rasa,” ujarnya.

Putu mengaku lebih senang apabila sang pemilik ikut menyimak saat gitar itu menjalani proses perbaikan. Alasannya, pemilik dapat memahami bagian yang rusak. Putu pun langsung mengganti komponen yang rusak itu atas izin pemilik.

“Penyakit” yang biasa ditangani Putu antara lain mengganti fretboard atau fingerboard yang patah dan meluruskan neck yang bengkok.

Baca juga: “The Tripper”, gitar pintar yang mejeng di Paviliun Indonesia
  Gitar custom Putu Sudarsana (ANTARA News/M Risyal Hidayat)

Gitar khusus

Ia juga memproduksi gitar elektrik sendiri secara khusus sesuai permintaan konsumen. Hanya saja, jumlahnya tidak sebanyak jika dibandingan dengan gitar-gitar yang hharus diperbaiki.

Kemampuannya mengolah kayu menjadi gitar bermula saat membantu temannya bernama Patek yang tinggal di daerah Kramat Jati, untuk mengamplas gitar pesanan.

Putu mengaku kerap memperoleh pujian dari Patek karena bekerja secara tekun dan mampu menghasilkan kayu yang halus untuk sebuah gitar.

Untuk sebuah gitar pesanan khusus, Putu mematok ongkos pembuatan mulai dari Rp3 juta. Tapi, harga itu tergantung bahan kayu yang diminta pelanggan. Durasi pembuatan satu gitar mencapai sekira satu setengah bulan untuk tipe standar.

“Saya memang mengerjakan pesanan gitar berongkos murah supaya pemilik yang akan belajar gitar itu menjadi pintar. Mereka akan mempunyai rasa dan pilihan akan gitar setelah mahir memainkannya,” ujarnya.

Saat ini, Putu mengerjakan seluruh order gitarnya di sebuah bangunan bernuansa hijau seluas 70 meter persegi di Jalan Kayu Manis, Balekambang, Jakarta Timur, yang telah ditempati sejak 2015. Kendati lebih sering mengerjakan sendiri, terkadang ia juga dibantu istri dan anaknya.

Namun, Putu masih menyimpan mimpi yaitu punya sejumlah mesin yang bisa membantunya memproduksi gitar secara massal. Putu bercita-cita menyediakan gitar dengan harga terjangkau untuk masyarakat berekonomi menengah ke bawah.

Baca juga: Fender luncurkan gitar akustik buatan AS

Oleh M Risyal Hidayat
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Program “Kalesang Kota” digelar musisi hip-hop Ambon melalui baksos

“KalesangKota: yang dilakukan berupa aksi bersih yang dimulai dari lingkungan Jalan Mutiara Mardika dan akan dilanjutkan ke sejumlah lokasi lain di kota ini

Ambon (ANTARA) – Komunitas Kreatif Bangsa Karya bersama Less Moluccans mengonsepkan program Kalesang Kota (peduli kota) melalui aksi bakti sosial (baksos) yang dilakukan musisi hip-hop Kota Ambon.

“Kalesang Kota yang dilakukan berupa aksi bersih yang dimulai dari lingkungan Jalan Mutiara Mardika dan akan dilanjutkan ke sejumlah lokasi lain di kota ini,” kata anggota Komunitas Kreatif Bangsa Karya (KKBK), Firman Felix Santoso.

“Program ini dibuat untuk meningkatkan budaya Kalesang Kota yang dimulai dari lingkungan kita berkarya dengan Less Moluccan sebagi rumah kita di kawasan Mardika, dengan melibatkan warga lima RT di Kelurahan Rijali, bersama Satpol PP Kota Ambon dan mahasiswa KKN Unpatti,” katanya di Ambon, Provinsi Maluku, Jumat.

Ia mengatakan, program ini merupakan langkah awal dan akan berlanjut ke kawasan lain di Kota Ambon, dengan menyiapkan peta lokasi aksi bersih seluruh komunitas kreatif.

“Komunitas kreatif yang terdiri dari musisi hip-hop sebagai penggerak KKBK, dan kita harapkan Less Mollucan sudah menyiapkan wadah bagi kita dan apa yang harus kita buat ke depan agar mandiri tanpa menunggu bantuan dari pihak lain,” ujarnya.

Manajer Less Moluccan Ambon, Robert Sounawe menyatakan, Kota Ambon dalam tahapan menuju kota musik dunia dan menuju visit Ambon 2020.

Ia mengatakan guna mewujudkan semua itu, jika lingkungan belum bersih maka akan ada pandangan lain dari orang luar yang datang ke kota ini.

“Kita berfikir untuk mewujudkan Ambon sebagai kota musik harus mendapat dukungan dari semua pihak, kita komunitas hip-hop sebagai penggerak dalam KKBK berupaya untuk menciptakan sesuatu yang berbeda,” katanya.

Komunitas, lanjutnya berupaya berfikir kreatif menciptakan peluang agar kegiatan KKBK yang saat ini memasuki 39 kali ajang berjalan terus tanpa menunggu dana dari pemerintah.

“Beberapa komunitas seperti musisi reggae telah mendapat dukungan dari pemerintah melalui aksi ngamen di beberapa titik yang ditetapkan Dinas Pariwisata Ambon. Musisi hip-hop melalui KKBK  sudah 39 kali menyelenggarakan ajang dan baru pertama kali mengeluarkan konsep Kalesang Kota,” katanya.

Program ini, kata Robert, akan dilaksanakan dua kali dalam satu bulan berjalan setiap hari jumat, dan malam hari akan dilakukan penampilan musisi hip-hop di Less Mollucans berkolaborasi dengan musikalisasi puisi dan komunitas DJ.

“Prinsipnya kita mendukung Ambon menjadi kota musik dan program Visit Ambon 2020. Acara live music yang dilakukan berupa panggung hiburan dengan konsep berbeda setiap minggunya,” katanya. 

Baca juga: Rekomendasi JKK UNESCO syarat Ambon kota Musik Dunia, ujar Direktur AMO

Baca juga: Ambon harus siapkan SDM untuk jadi kota musik

Baca juga: Pemkot siapkan regulasi wujudkan Ambon kota musik dunia

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gisel merasa jalani mimpi nyanyikan “Yang Kumau”

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Gisella Anastasia mengaku seakan mewujudkan mimpi ketika mendapatkan kesempatan untuk menyanyikan ulang lagu “Yang Kumau” sebagai latar musik film “Rumput Tetangga”.

Produser eksekutif “Rumput Tetangga” Fransen Susanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, mengatakan alasan pemilihan lagu “Yang Kumau” sebagai latar musik itu menyusul kesesuaian lirik dengan cerita film.

Dalam akun instagramnya yang diunggah pada Senin (18/3), Gisel mengaku tidak melepaskan kesempatan emas untuk menyanyikan ulang lagu yang populer dibawakan Krisdayanti pada 2000 itu.

Dalam aransemen ulang itu, Gisel mendapatkan dukungan langsung dari Melly Goeslaw dan Anto Hoed sebagai penulis lirik “Yang Kumau”.

“Rasanya seperti mimpi mendapat kesempatan menyanyikan lagunya mba Yanti! Saya ‘ngefans’ dari dulu kala,” ujar penyanyi berusia 28 tahun itu tentang sosok Krisdayanti dan lagu yang dikaguminya.

Gisel menyadari risiko menyanyikan ulang lagu yang sudah pernah masyhur pada era-nya seperti “Yang Kumau” itu besar.

Baca juga: Dapat peran utama, Gisel mengaku masih perlu belajar

“Rumput Tetangga” menceritakan tokoh Kirana, ibu rumah tangga yang mengalami krisis kepercayaan diri tapi memendam ambisi sebagai wanita karir.

Kirana kerap mencurahkan isi hati pada sahabatnya semasa SMA, Diana. Saat SMA, Kirana adalah sosok populer di sekolah sehingga tidak ada yang menyangka Kirana memilih jadi ibu rumah tangga.

Saat menggelar reuni SMA, Diana mengatakan kepada semua teman-temanya bahwa Kirana merupakan konsultan hubungan masyarakat alih-alih mengatakan fakta sebenarnya.

Saat reuni, Kirana pun mendatangi stan peramal misterius. Secara mengejutkan pada hari berikutnya, dia terbangun di sebuah apartemen mewah.

Kirana mendapati dirinya menjalani kehidupan baru sebagai konsultan hubungan masyarakat yang menjadi mimpinya dan bukan sebagai ibu rumah tangga.

Film yang dibintangi oleh Titi Kamal, Raffi Ahmad, Donita, Gading Marten dan Tora Sudiro itu akan tayang pada 18 April mendatang.

Baca juga: Titi Kamal jatuh cinta skenario “Rumput Tetangga”

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rayakan tujuh tahun debut, BTOB janji selalu setia pada penggemar

Jakarta (ANTARA) – Boy group BTOB merayakan tujuh tahun debut mereka di industri musik K-pop dan mereka pun berjanji akan selalu bersama para penggemar hingga 70 tahun mendatang.

Tengah malam tadi waktu Korea, seperti dilansir Soompi, Kamis, agensi BTOB, Cube Entertainment mengunggah ucapan selamat pada grup asuhan mereka melalui laman Twitter mereka.

Rapper BTOB, Peniel me-retweet unggahan Cube. Dia lalu menuliskan, “Endless BTOB_7th Debut Anniversary_I love you in the past, present and future”, dan membuat Melody –nama penggemar BTOB– ikut memberi pesan dukungan untuk idola mereka.

Sementara itu, Hyunsik berbagi swafoto grup BTOB dengan personel lengkap di Instagram Story dan menuliskan “Aku merindukanmu”.

Saat ini, sang leader BTOB Eunkwang, Changsub dan Minhyuk tengah menjalani wajib militer, sementara Peniel, Sungjae, Ilhoon, dan Hyunsik fokus pada promo solo.

BTOB mengadakan pameran bertajuk “7 Years 7 Members With Melody” mulai 7 Maret hingga 24 Maret mendatang di Seouliteum, tempat para penggemar dapat menikmati konten yang belum pernah dirilis dari pra-debut, latihan, konser, dan banyak lagi lainnya.

BTOB juga akan merayakan hari jadi mereka bersama penggemar dalam siaran langsung berjudul “Remembering our spring day with Melody, let’s be together for 70 years” di V Live hari ini pukul 18.30 waktu Korea.

Baca juga: Ilhoon BTOB segera luncurkan single baru
Baca juga: Changsub BTOB mulai jalani 21 bulan wajib militer
Baca juga: Min-hyuk BTOB akan luncurkan album solo sebelum wamil

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Westlife konser reuni di Indonesia pada Agustus

Jakarta (ANTARA) – Westlife akan menggelar konser reuni pada 7 Agustus 2019 di ICE BSD, Tangerang, menandai kembalinya boyband legendaris yang vakum selama tujuh tahun sejak 2012.

Konser yang diselenggarakan Full Color Entertainment itu akan dinamai “Westlife – The Twenty Tour 2019”, menjadi salah satu bagian dalam perayaan 20 tahun Westlife berkarya, demikian keterangan resmi yang diterima Antara, Kamis.

“Westlife – The Twenty Tour 2019” akan dimulai di Belfast pada 25 Mei hingga 5 Juli 2019 di Dublin, Irlandia. Setelah itu dilanjutkan dengan tur Asia termasuk Indonesia.

Nantinya Shane Filam, Nicky Byrne, Mark Feehily dan Kian Egan akan membawakan lagu-lagu hits seperti “Swear It Again”, “If I Let You Go”, “Flying Without Wings”, “I Have a Dream”, “Seasons in the Sun”, “Fool Again”, “My Love”, “What Makes a Man”, “Uptown Girl”, “Mandy”, “You Raise Me Up” dan lainnya. Mereka juga akan menyanyikan lagu baru yang berjudul “Hello My Love”.

Westlife mengumumkan rencana reuni pada Oktober 2018 lalu. Kemudian mereka merilis single terbaru yang berjudul “Hello My Love” dan mendapat sambutan yang baik dari penggemarnya.

Westlife terakhir melakukan konser pada 23 Juni 2012 di Croke Park Dublin, Irlandia. Konser kali ini merupakan yang pertama sejak tujuh tahun silam.

Westlife berhasil menjual lebih dari 55 juta keping album di seluruh dunia, dan menjadi satu-satunya boyband yang memiliki tujuh single yang sukses menempati posisi puncak di tangga Lagu Inggris. Secara keseluruhan Westlife memiliki 14 single lagu nomor satu setelah Elvis Presley dan The Beatles.

Sebagai salah satu grup musik yang sukses, Westlife telah berhasil menjual 5 juta tiket konser di seluruh dunia, Westlife tercatat sebagai grup musik yang sering tampil di SSE Arena, Wembley.

Penjualan konser terbaik berskala stadion terbesarnya adalah saat konser di Croke Park Stadium yang memecahkan rekor penjualan tiket yang ludes terjual hanya dalam 5 menit saja. Westlife juga tercatat sebagai grup musik yang paling sering tampil di SSE Arena, Belfast.

Tiket konser “Westlife – The Twenty Tour” mulai tersedia pada 28 Maret 2019 di tiket.com dan secara offline di gerai Full Color Entertainment di Mall Taman Anggrek serta seluruh gerai Indomaret.

Baca juga: Westlife akan kembali, siapkan album baru dan tur dunia

Baca juga: Boyzlife bawa penonton kembali ke jaman Boyzone-Westlife

Baca juga: Brian ungkap awal mula bentuk Boyzlife

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rayakan tujuh tahun debut, BTOB janji selalu setiap pada penggemar

Jakarta (ANTARA) – Boy group BTOB merayakan tujuh tahun debut mereka di industri musik K-pop dan mereka pun berjanji akan selalu bersama para penggemar hingga 70 tahun mendatang.

Tengah malam tadi waktu Korea, seperti dilansir Soompi, Kamis, agensi BTOB, Cube Entertainment mengunggah ucapan selamat pada grup asuhan mereka melalui laman Twitter mereka.

Rapper BTOB, Peniel me-retweet unggahan Cube. Dia lalu menuliskan, “Endless BTOB_7th Debut Anniversary_I love you in the past, present and future”, dan membuat Melody –nama penggemar BTOB– ikut memberi pesan dukungan untuk idola mereka.

Sementara itu, Hyunsik berbagi swafoto grup BTOB dengan personel lengkap di Instagram Story dan menuliskan “Aku merindukanmu”.

Saat ini, sang leader BTOB Eunkwang, Changsub dan Minhyuk tengah menjalani wajib militer, sementara Peniel, Sungjae, Ilhoon, dan Hyunsik fokus pada promo solo.

BTOB mengadakan pameran bertajuk “7 Years 7 Members With Melody” mulai 7 Maret hingga 24 Maret mendatang di Seouliteum, tempat para penggemar dapat menikmati konten yang belum pernah dirilis dari pra-debut, latihan, konser, dan banyak lagi lainnya.

BTOB juga akan merayakan hari jadi mereka bersama penggemar dalam siaran langsung berjudul “Remembering our spring day with Melody, let’s be together for 70 years” di V Live hari ini pukul 18.30 waktu Korea.

Baca juga: Ilhoon BTOB segera luncurkan single baru
Baca juga: Changsub BTOB mulai jalani 21 bulan wajib militer
Baca juga: Min-hyuk BTOB akan luncurkan album solo sebelum wamil

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Program “Indonesiana” di Ambon dievaluasi Kemendikbud

Kita patut bersyukur karena proposal yang diajukan terpilih sebagai calon peserta platform Indonesiana 2019

Ambon (ANTARA) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengevaluasi perlaksanaan kegiatan Amboina Internasional Bamboo Music Festival tahun 2018 dalam platform Indonesiana.

Evaluasi pelaksanaan program dilakukan dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Ambon Music Office (AMO) dan komunitas musik di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Rabu.

Asisten I Pemkot Ambon Mintje Tupamahu mengatakan, Pemkot Ambon menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud dalam mendukung program Amboina Internasional Bamboo Music Festival (AIBMF) tahun 2018.

“Dukungan ini tidak hanya sampai di tahun 2018, tetapi terus berlanjut demi mewujudkan program besar Ambon menuju kota musik dunia di tahun 2019,” katanya.

Ia menjelaskan, Pemkot Ambon telah mengajukan proposal AIBMF dengan tema “Suling Bambu Menjadi Alat Perdamaian” guna memajukan kebudayaan di Provinsi Maluku.

“Kita patut bersyukur karena proposal yang diajukan terpilih sebagai calon peserta platform Indonesiana 2019,” ujarnya.

Perwakilan Dirjen kebudayaan akan melakukan pendampingan persiapan AIMBF, serta berkoordinasi untuk penguatan ekosistem kebudayaan, melalui perumusan konsep kegiatan dan anggaran.

“Saya berharap para musisi dapat memberikan masukan ide kreatif agar kegiatan ini mengalami peningaktan dibandingkan tahun lalu,” katanya.

Kepala Subdit Program, Evaluasi dan Dokumentasi, Direktur Kesenian Kemendikbud, Kuat Prihatin mengapresiasi kerja Pemerintah Kota Ambon dan Ambon Music Office dalam menggelar kegiatan AIMBF 2018.

Dukungan AMO katanya, menjadi penanda ekosistem kebudayaan di Ambon berjalan dengan baik, dan menjadi modal untuk melaksanakan program Indonesiana.

“Masukan dan dukungan dari komunitas musik dan budaya di Ambon merupakan hal yang penting untuk penyenggaraan kegiatan Indonesiana di tahun ini.” katanya.

Indonesiana merupakan platform pendukung kegiatan seni budaya di Indonesia yang bertujuan untuk membantu tata kelola kegiatan seni budaya yang berkelanjutan, berjejaring, dan berkembang.

Selain itu, Indonesiana dikerjakan dengan semangat gotong royong dan dengan melibatkan semua pihak yang memiliki kepedulian dan kepentingan atas pemajuan kebudayaan di Indonesia.

Ia mengatakan dengan disahkannya UU No. 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan muncul kebutuhan untuk menangani kegiatan budaya secara lebih sistematis.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kemendikbud merancang sebuah inisiatif baru, yaitu kegiatan pengembangan platform Indonesiana, sebuah struktur hubungan terpola antarpenyelenggara kegiatan budaya di Indonesia yang dibangun secara gotong-royong. 

Baca juga: Rekomendasi JKK UNESCO syarat Ambon kota Musik Dunia, ujar Direktur AMO

Baca juga: Ambon harus siapkan SDM untuk jadi kota musik

Baca juga: IAIN Ambon akan buka prodi musik Islami

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Maher Zain dan Opick galang dana untuk korban bencana

Maher tamu, dia akan menyanyi, melelang nyanyian

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi asal Swedia Maher Zain bersama Opick dan Indah Dewi Pertiwi menggalang dana untuk korban bencana di beberapa wilayah Indonesia, melalui sebuah acara malam amal yang digelar Selasa ini di kompleks gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta.

Dalam acara bertajuk “Malam Amal Kemanusiaan Melayani Negeri Sepenuh Hati” yang digagas Lembaga Amil, Zakat, Infak dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) dan lembaga kemanusiaan Salam Charity itu, Maher dan rekan-rekan akan membawakan sejumlah lagu sesuai permintaan donatur yang hadir.

“Rencana malam ini selain memberikan sosialisasi (masalah bencana) yang merupakan masalah yang masih berat, masih banyak orang di pengungsian. Siapa pun yang datang, membayar kami sebut berdonasi. Maher tamu, dia akan menyanyi, melelang nyanyian,” kata CEO DNA Production, Rina Novita, selaku salah satu penyelenggara acara di Jakarta, Selasa.

Rina mengatakan Maher juga akan melelang topi dan beberapa koleksi barang pribadinya untuk kegiatan amal ini.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Lazismu, Hilman Latief, berharap kegiatan ini bisa mengumpulkan total donasi Rp22,5 miliar. Dana ini nantinya akan diberikan pada penerima manfaat di delapan lokasi se-Indonesia yakni Lombok, Donggala, Sigi, Palu, Lampung Selatan, dan Serang.

Dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk pembangunan 2000 hunian sementara tahan gempa yang dilengkapi toilet komunal dan sumur bor, serta 50 paket kelas baru di wilayah terkena bencana.

“Ada sekitar 100 mitra Lazismu dan publik yang kami undang dengan total peserta 700 orang, kami targetkan,” kata dia.

Baca juga: Album Maher Zain raih double platinum di Indonesia
Baca juga: Maher Zain sukses buat penggemar lebih hangat

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Album Maher Zain raih double platinum di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Album “ONE” milik penyanyi sekaligus produser musik asal Swedia, Maher Zain, meraih sertifikasi double platinum di Indonesia karena sukses dalam penjualan.

“Dari berbagai penjualan digital dan fisik, waktu 2017 masih ada CD-nya. Semua penjualan itu disatukan. Berdasarkan ketetapan Asosiasi Musik Indonesia, kami menghitung 1 platinum Rp1 miliar, ini double platinum di atas Rp 2 miliar,” ujar Managing Director Universal Musik Indonesia Wisnu Surjono dalam konferensi pers di Jakarta.

Dia tak merinci jumlah penjualan digital baik unduhan maupun streaming yang sudah Maher Zain raih melalui album yang dirilis pada 6 Juni 2016 itu.

Dalam kesempatan itu, Maher mengaku bersyukur atas pencapaian ini. Kendati memang tujuan utamanya memproduksi lagu adalah memberi inspirasi untuk orang lain.

“Alhamdulillah atas pencapaian ini. Namun yang lebih penting adalah pesan (dalam lagu-lagu) dan bisa memberi inspirasi pada orang lain. Saya bersyukur atas kesuksesan yang diberikan Allah,” kata dia.

Album “ONE” memiliki sejumlah lagu hits seperti “The Power”, “Medina” dan “Peace Be Upon You” yang juga tersedia dalam bahasa Indonesia dan dirilis pada Mei 2017.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mengintip penampilan “The Beatles” Asia Tenggara

(Antara)-  G-Pluck adalah satu dari sedikit band Indonesia yang paling setia memainkan musik The Beatles sejak sembilan belas tahun lalu hingga detik ini. Keunikan band ini adalah kesamaan dengan The Beatles. G-Pluck memiliki perhatian tinggi terhadap detail aransemen, sound, instrument, hingga fashion dari The Beatles.  Prestasi tertinggi band ini adalah ketika tampil di International Beatleweek Festival 2008 di Liverpool, Inggris. Tahun ini G-Pluck juga diundang untuk tampil di festival yang sama sebagai perwakilan dari Asia Tenggara.

The Rain siapkan lagu “nyentrik” saat Ramadhan

Jakarta (ANTARA) – Grup musik The Rain tengah menyiapkan lagu yang diklaim bernuansa “nyentrik” untuk diluncurkan pada Ramadan.

“Saat ini, proses produksinya sudah mencapai 50 persen. Lagu itu bukan lagu religi karena kami belum pantas membuat lirik religi,” ujar vokalis The Rain Indra Prasta saat dijumpai di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3).

Indra menjelaskan karya terbaru grup musik asal Yogyakarta itu akan berbeda dari sebelumnya. Lagu terbaru The Rain punya tempo yang lebih cepat dan  alat musik ukulele akan mewarnai lagu itu.

Bukan hanya karakter “nyentrik” dari sisi aransemen musik, komposisi lirik lagu itu juga disampaikan dengan bahasa yang lugas.

Karya The Rain yang dikenal melankolis akan berganti lebih “up beat” dengan petikan senar ukulele yang memberikan nuansa riang.

“Kami tidak mau mengandalkan lagu ‘Terlatih Patah Hati’ dan ‘Gagal Bersembunyi’ dalam setiap tur yang kami jalani. Kami senang dengan lagu itu, tapi harus ada karya baru,” katanya.

Indra mengatakan lagu baru The Rain memberikan motivasi kepada penggemarnya untuk terus menggapai harapan walau harus melewati hidup yang getir.

Produksi lagu baru The Rain sejak Januari 2019 itu, menurut Indra, bukan hal mudah menyusul kesibukan para personel lain seperti Aang Anggoro (drum), Ipul Bahri (bass) dan Iwan Tanda (gitar dan vokal).

Indra pun harus mencuri waktu di tengah-tengah kesibukannya sebagai penyiar radio swasta di Jakarta untuk merekam lagu.

“Bukan saya saja yang sibuk, personel lain juga harus membagi waktu. Kami menggarap materi lagu dengan laptop dalam perjalanan. Materi lagu itu dicicil sedikit-sedikit karena semuanya sibuk,” katanya.

Namun pada Januari 2019, seluruh personel telah sepakat untuk beralih dari kesibukan masing-masing dan fokus pada penggarapan lagu mereka itu.

“Jadwal manggung The Rain memang jalan terus dan ada saja sponsornya. Kami senang, tapi di sisi lain kami juga kerepotan mengurus jadwal,” katanya.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pierre Fitz gandeng tiga komponis dalam “T’lah Berubah”

Jakarta (ANTARA) – Pierre Fitz memulai langkah dalam industri musik Indonesia dengan single “T’lah Berubah” yang berkolaborasi dengan tiga komponis.

“Aku udah dengar karya tiga komponis itu. Aku kaget dengan lagu mereka karena punya selera yang sesuai. Lagu mereka ada unsur musik Indonesia dan non-Indonesia,” kata Pierre pada jumpa pers di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3).

Tiga komponis yang dimaksud Pierre itu adalah Bemby Noor, Tengku Syafiq, dan Mario Kacang. Mereka berperan sebagai pencipta dan aransemen lagu.

Bemby yang pernah menciptakan lagu untuk penyanyi Afgan, Rossa, dan Maudy Ayunda, mengatakan proses pembuatan lagu Pierre itu spesial.

“Lagu Pierre itu sesuai apa yang di-inginkan. Ada tema cerita yang ingin disampaikan dalam lagu itu. Saya juga sudah mendengar lagu yang dia buat di Amerika Serikat,” kata Bemby.

Pierre yang pernah bersekolah musik di Marymount California University, Los Angeles, AS juga mengatakan keputusannya untuk berkarir sebagai penyanyi di Indonesia merupakan sebuah langkah besar. Keputusan itu menyusul kehadiran keluarganya yang juga tinggal di Indonesia.

“Karena keluarga aku di sini. Aku butuh dukungan mereka dalam proses ini,” tutur pria yang menyukai musik pop era 1980-an hingga 1990-an itu.

Selain tiga komponis itu, Pierre juga menggaet produser Maya Naratama, yang sebelumnya menjadi produser dan pendiri Acha Productions di kota New York.

Lagu “T’lah Berubah” merupakan lagu yang diciptakan berdasarkan pengalaman Pierre. Lagu itu bercerita tentang orang yang punya kesempatan baru dan terlepas dari kesalahannya pada masa lalu.

(Penulis: Peserta Susdape XIX/)

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BLACKPINK akan rilis mini album akhir Maret

Jakarta (ANTARA) – BLACKPINK akan kembali pada akhir bulan ini dengan menghadirkan mini album.

Ini merupakan comeback pertama BLACKPINK setelah sembilan bulan sejak merilis “DDU-DU DDU-DU”. Girlband asal Korea Selatan tersebut juga telah melakukan syuting video musik untuk single terbarunya.

“Meskipun kami belum dapat mengungkapkan tanggal kembali yang tepat, memang benar bahwa kami sedang syuting video musik untuk lagu baru minggu ini,” tulis seorang sumber dari YG Entertainment dilansir Soompi, Senin.

Produser rekaman asal Korea Selatan Yang Hyun Suk, pernah mengungkap bahwa proyek girlband itu akan berupa mini album.

“Mereka akan kembali dengan mini album yang memiliki banyak lagu baru. Saya pikir orang-orang akan sangat senang,” ujar Yang Hyun Suk.

Setelah merilis debut comeback, mereka akan tampil di Coachella pada April, kemudian memulai tur Amerika Utara pertamanya pada 17 April di Los Angeles.

Baca juga: Rekor, “Ddu-Du DDu-Du” Blackpink dapat 700 juta view di YouTube

Baca juga: Seventeen dan Blackpink akan tampil di Summer Sonic Jepang

Baca juga: Aktor Joo Won selesai wamil di hari Imlek

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Minho SHINee akan hadirkan lagu solo perdana

Jakarta (ANTARA) – Choi Minho, rapper boy group SHINee akan meluncurkan lagu solo pertamanya, “I’m Home” melalui channel musik digital SM STATION, ungkap pihak SM Entertainment, melalui laman Instagram SM TOWN STATION, Senin.

Lagu “I’m Home” rencananya hadir ke tengah para penikmat musik K-pop pada 28 Maret 2019 pukul 18.00 waktu Korea.

Sebelumnya, seperti dilansir Soompi, Minho telah mendaftarkan diri di Korps Marinir Korea pada akhir Januari 2019. Minho lulus pada tes seleksi pertama.

“Benar Minho SHINee mendaftar di Korps Marinir. Dia kini menanti hasilnya, ” kata pihak SM Entertainment.

Jika lolos pada tahan seleksi terakhir, dia akan menjalani wajib militer di sana sekitar bulan April mendatang.

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua Lipa tampil kembali di Indonesia akhir Maret

Jakarta (ANTARA) – Setelah konser pada 2017, pop star Inggris Dua Lipa akan kembali ke Indonesia pada acara “Super Party” yang digelar Lazada pada 26 Maret mendatang di ICE, BSD Tangerang.

Chief Marketing Officer Lazada Indonesia, Monika Rudijono di Jakarta pada Senin mengatakan bahwa melalui “Super Party” itu, konsumen Lazada bisa menonton Dua Lipa di ICE, BSD, pada 26 Maret 2019 pada puku 20.00-22.00 WIB.

Dalam kesempatan itu, Head of Traffic Lazada Indonesia, Haikal Bekti Anggoro mengatakan Dua Lipa mewakili para konsumen Lazada yang muda dan trendi.

Dia juga tak menampik sederet prestasi seperti Grammy Awards 2019 dan iHeart Music Awards 2019 juga menjadi alasan mengundang penyanyi asal Inggris itu.

“Siapa sih shopper-nya Lazada, biasanya yang baru awal bekerja, lulus kuliah, mereka punya aspirasi icon yang muda tapi trendi, musiknya juga bagus, berprestasi baru menang Grammy Awards, ya Dua Lipa. Makanya kami ajak Dua Lipa ke Indonesia. Dia figur yang kami rasa reprsentatif merepresentasikan siapa audience Lazada,” kata Haikal.

Baca juga: Dua Lipa dan Anne-Marie borong nominasi BRIT 2019 Award

Tak hanya Dua Lipa, dalam acara yang rencananya berlangsung selama dua jam itu, akan menghadirkan Agnez Mo, Nadine Lustre dari Filipina, Sam Conception dan Dong Nhi dari Vietnam.

Acara yang merupakan bagian dari perayaan ulang tahun ke tujuh Lazada itu nantinya bisa disiarkan secara live di aplikasi Lazada dan dapat disaksikan secara bersamaan di lima negara lainnya yakni Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Thailand.

Untuk mendapatkan tiket, Anda hanya perlu mengikuti media sosial Lazada dan ikut serta dalam games yang tersedia.

“Follow media sosial Lazada. Ada games setiap hari dari situ dan bisa memenangkan tiket Dua Lipa. Tiket tidak dijual,” tutur Monika.

Baca juga: Dua Lipa kolaborasi dengan BLACKPINK di album baru

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ikmal Tobing bangga bisa menjadi juri lomba drum

Kita mempunyai banyak drumer baru yang patut untuk dibanggakan.

Depok (ANTARA) – Drummer grup band drummer dari T.R.I.A.D dan Mahadewa Ikmal Tobing bangga bisa menjadi juri dalam lomba menabuh drum secara ‘online’ karena kemampuan peserta rata-rata sangat mumpuni dalam menggebuk drum tersebut.

“Ada 185 drumer yang mengikuti lomba ini, bahkan ada yang berusia 10-12 tahun namun kemampuannya luar biasa,” kata Ikmal usai tampil 33 Cafe Shop and Resto Tanah Baru Kota Depok Jawa Barat, Sabtu (16/3).

Putra drummer kenamaan Indonesia Jelly Tobing itu mengakui kemampuan para peserta yang menjadi juara 2 dari Yogyakarta seperti melebihi drummer-drummer profesional.

“Kita mempunyai banyak drumer baru yang patut untuk dibanggakan,” katanya.

Bermain drum, lanjut Ikmal harus bisa mengatur tempo agar sebuah lagu menjadi enak untuk didengar dan dinikmati.

“Bermain drum itu tak perlu keras tapi cukup kedengaran bagaimana mengatur beat dan tone nya saja,” ujarnya.

Untuk itu Ikmal berharap para drumer baru bisa terus belajar sehingga mempunyai jam terbang tinggi sehingga nantinya bisa berkiprah lebih tinggi baik di kancah nasional maupun internasional.

“Ayah saya (Jelly Tobing) mengajari untuk menghormati drumer-drumer lainnya yang usia lebih tua walaupun mereka hanya bermain cafe-cafe. Kalau bertemu harus tetap hormat dan cium tangan dengan mereka,” jelasnya.

Sementara itu drumer kenamaan Indonesia Jelly Tobing menilai bakat generasi milenial dalam menabuh drum sangat luar biasa, sehingga diharapkan bisa bersaing dengan drumer-drumer kelas dunia.

“Saya lega dan bangga generasi milenial ini membuktikan Indonesia mempunyai potensi melahirkan drumer-drumer kelas dunia,” kata Jelly Tobing.

Menurut dia kemampuan generasi milenial dalam menabuh drum di berbagai daerah ini hampir merata semuanya. Apalagi mereka sekarang ini dengan mudah mempelajari teknik-teknik bermain drum yang baik dari media sosial.

“Sekarang ini mereka tinggal membuka Youtube bisa mencari apa saja pelajaran tentang cara bermain drum dengan mudah. Lain dengan zaman saya dulu yang hanya mengandalkan piringan hitam,” katanya.

Lewat Youtube lanjut Jelly mereka bisa merekam aksinya bermain drum dan membaginya nya ke publik untuk mendapat tanggapan masyarakat. “Kalau memang bagus nitizen tentunya memberikan apresiasi,” ujarnya.

Baca juga: Jelly Tobing: Indonesia punya potensi lahirkan drumer kelas dunia

Baca juga: Ikmal Tobing ingin pecahkan rekor main drum

Baca juga: Dewa 19 Vakum, Lahir Mahadewa
 

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jelly Tobing: Indonesia punya potensi lahirkan drumer kelas dunia

Depok (ANTARA) – Drumer kenamaan Indonesia Jelly Tobing memuji kemampuan generasi milenial memainkan drum, yang menurutnya luar biasa dan patut dibanggakan.

“Saya lega dan bangga generasi milenial ini membuktikan Indonesia mempunyai potensi melahirkan drumer-drumer kelas dunia,” kata Jelly Tobing ketika tampil di 33 Cafe Shop and Resto, Tanah Baru, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu malam (16/3).

Menurut dia, kecakapan generasi milenial dalam menabuh drum hampir merata di berbagai daerah. Apalagi, sekarang mereka dengan mudah mempelajari teknik-teknik bermain drum dari media sosial.

“Sekarang ini mereka tinggal membuka YouTube bisa mencari apa saja pelajaran tentang cara bermain drum dengan mudah. Lain dengan zaman saya dulu yang hanya mengandalkan piringan hitam,” katanya.

Mereka pun bisa merekam aksinya bermain drum dan mengunggahnya di YouTube atau platform media sosial lainnya.

“Kalau memang bagus netizen tentunya memberikan apresiasi,” ujarnya.

Pemegang rekor penggebuk drum selama 10 jam nonstop itu pun berharap para generasi milenial terus belajar dan berlatih.

“Teruslah berkarya dan berlatih agar tetap bisa menampilkan yang terbaik, karena sekarang ini kekuatan grup ada pada drum,” katanya.

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Prambanan Jazz tahun ini hadirkan Panggung Milenial

Jakarta (ANTARA) – Jazz tidak lagi identik dengan generasi lama, dan oleh karenanya pada Prambanan Jazz Festival tahun ini yang akan digelar pada 5-7 Juli mendatang, penyelenggara akan menghadirkan Panggung Milenial, sajian musik dari generasi milenial dan untuk generasi milenial.

Pada edisi kelima ini, Prambanan Jazz Festival dipromotori oleh Rajawali Indonesia dan PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan & Ratu Boko (TWC). CEO Rajawali Indonesia Anas Syahrul Alimi mengatakan akan ada banyak kejutan istimewa untuk pecinta musik Indonesia dan mancanegara di Prambanan Jazz yang digelar di Pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, ini.

“Ini adalah momen yang sangat istimewa bagi para generasi milenial. Selain bisa menikmati keindahan Candi Prambanan, mereka bisa hangout di area festival sambil menikmati musik dari para musisi yang mewakili generasinya. Panggung Milenial sendiri akan digelar pada hari pertama penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival 2019,” kata Anas, dalam siaran pers yang diterima Antara, Sabtu.

Musisi internasional yang akan tampil di Panggung Milenial antara lain Calum Scott. Sedangkan artis lokalnya adalah Tashoora, GAC, Sisitipsi, Abby Galabby, Danilla Riyadi, Calvin Jeremy, Yura Yunita, Ardhito Pramono dan beberapa nama besar lainnya.

Dalam festival kali ini, beberapa nama besar yang akan tampil antara lain Yanni, Brian McKnight, Arturo Sandoval, Anggun C Sasmi, Jogja Hip Hop Foundation Jazz Version, Maliq D’Essentials, Rida Sita Dewi, Saxx In The City, Pusakata, Yovie & His Friends (Mario Ginanjar, Dudy Oris, Arsy Widianto, Brisia Jodie, 5 Romeo), Andien, Glenn Fredly, Tulus, Bali Lounge (Tompi, Lewis Pragasam, Rick Smith, Hari Toledo & Yongki), Ari Lasso dan lainnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Prambanan Jazz akan menggunakan dua panggung, yaitu Rorojonggrang Stage untuk pertunjukan spesial dan Hanoman Stage untuk festival.

“Menurut saya ini adalah momen yang sangat langka dan fenomenal. Sangat disayangkan jika tahun ini tidak hadir untuk menyaksikan Prambanan Jazz,” kata Anas.

Tiket Prambanan Jazz mulai bisa didapatkan mulai 1 April 2019. Terdapat variasi harga untuk tiket Prambanan Jazz yakni Hari Pertama Daily Pass Rp250 ribu, Hari Kedua; Diamond Rp6 juta, Platinum Rp3 juta, Gold Rp2 juta, Silver Rp1 juta, Hari Ketiga; Diamond Rp3,5 juta, Platinum Rp2,5 juta, Gold Rp1,5 juta dan Silver Rp750 ribu.

Baca juga: Manajemen waktu jadi perhatian Prambanan Jazz 2018

Baca juga: KahitRAN, Boyzone dan Diana Krall hadir di Prambanan Jazz 2018

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Metallica siapkan album baru, akan dirilis lebih cepat

Jakarta (ANTARA) – Pemain bass Metallica, Robert Trujillo, menyatakan band musik cadas itu tengah menyiapkan materi album baru yang menurut rencana akan dirilis lebih cepat ketimbang dua album sebelumnya.

Sebelumnya, fans band metal itu harus menunggu sampai lima tahun untuk menikmati album “Death Magnetic” pada 2008, kemudian menanti hingga sewindu untuk album “”Hardwired… To Self-Destruct” yang meluncur pada 2016.

Trujillo mengatakan bahwa band asal California yang terbentuk pada 1981 itu sudah mulai menyiapkan materi untuk album baru.

“Itu akan datang jauh lebih cepat daripada dua album sebelumnya… Kali ini saya pikir kami akan dapat melompat lebih cepat, ke studio dan mulai bekerja,” Trujillo dalam Podcast Music yang dilansir NME, Sabtu.

Baca juga: Korn ajak basis 12 tahun anak anggota Metallica ikut tur

Trujillo menjelaskan bahwa dua album sebelumnya dikerjakan dengan cara yang berbeda. “Death Magnetic” dibuat berdasarkan hasil kolaborasi seluruh anggota band, sedangkan “Hardwired” bersumber dari ide-ide vokalis dan gitaris Metallica James Hetfield.

Metallica biasanya menuangkan ide pada tempat khusus yang disebut “Tuning Room”. Seluruh gagasan yang dihasilkan akan dicatat dan direkam oleh tim, kemudian dikumpulkan hingga menjadi sebuah album.

“Kami punya zona yang disebut ‘The Tuning Room’, sebagai ruang untuk kami bermain bersama dan melakukan pemanasan sebelum pertunjukan,” kata Trujillo.

“Kami akan selalu datang dengan ide dan Anda bisa mendapatkan ide dalam beberapa detik yang semuanya selalu dicatat. Dan tentu saja saat di rumah, semua orang juga punya ide,” kata Trujillo.

Trujillo yang pernah bekerja sama dengan musisi heavy metal Ozzy Osbourne menyatakan bahwa album baru Metallica adalah puncak dari dua album sebelumnya.

“Kami sudah bersumpah untuk melakukannya lebih cepat. Sekarang, seberapa cepat? Saya tidak tahu. Kami tur tanpa henti. Sudah lebih dari dua tahun. Pada titik tertentu, tentu saja, kami perlu istirahat sebentar,” katanya.

Ia menimpali, “Ini semacam hal yang tepat bagi kami karena kami sudah berusaha sangat keras.”

Baca juga: Metallica raih hadiah Musik Polar 2018

Baca juga: Gitaris Metallica ikut main film biopik Ted Bundy

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rhoma Irama duet bareng Cowboys

Musisi dangdut Rhoma Irama (kiri) dan Soneta tampil bersama group dangdut asal Amerika ‘Dangdut Cowboys’ pimpinan Andrew Weintraub (kedua kiri) saat Konser Dangdut Mendunia di stasiun televisi Indosiar Jakarta, Jumat (15/03/19). Grup dangdut asal Pittsburgh Pennsylvania Amerika mengadakan tour ke Indonesia dalam rangka merayakan 70 tahun kemitraan Indonesia-AS, dan akan tampil di berbagi kota, diantaranya Probolinggo, Medan dan Jakarta. ANTARA FOTO/Zarqoni Maksum/pras.

Slank gelar konser #barengjokowi di GBK

Jakarta (ANTARA) – Slank bersama lebih dari 100 musisi akan membuat konser #barengjokowi pada 13 April 2019 di GBK, Jakarta. Konser ini merupakan bentuk dukungan terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Pada tahun 2014, Slank dan puluhan musisi menggelar konser “Salam Dua Jari” untuk mendukung Jokowi dan Jusuf Kalla di GBK. Konser yang digarap oleh Jay Subiyakto ini sangat besar dan mendatangkan banyak pendukung.

Kini, Slank bersama ratusan seniman akan kembali mengulang konser tersebut namun dengan konsep yang berbeda.

“Harusnya lebih besar, bentuknya seperti apa lihat saja. Karena Slank males mengulang sesuatu yang udah ada,” ujar Abdee dalam jumpa pers di Markas Slank, Jakarta, Jumat.

Bimbim mengatakan jika lagu #barengjokowi yang dinyanyikan oleh para seniman akan dikumandangkan di sana. Jokowi pun akan hadir dalam konser tersebut.

“Itu kayak pamungkasnya. Banyak musisi yang akan hadir dan pak Jokowi juga hadir. Pak Jokowi kampanye, kita main band. Kita kan mendukung dia aja, kita enggak kampanye,” kata Bimbim.

Baca juga: Sabtu, konser “Salam 2 Jari” di Gelora Bung Karno

Baca juga: “Konser Salam 2 Jari” keinginan seniman kembalikan persatuan

Baca juga: Surat terbuka relawan Salam 2 Jari untuk Presiden

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Slank luncurkan video klip #BARENGJOKOWI

Personel grup band Slank, Bimbim (kedua kanan) dan Ivanka (kanan) berjoget saat pemutaran video klip bertajuk #BARENGJOKOWI di markas Slank, Gang Potlot, Jakarta, Jumat (15/3/2019). Slank meluncurkan video klip #BARENGJOKOWI yang berkolaborasi dengan 100 seniman, influencer, olahragawan dan budayawan yang memiliki kesatuan hati untuk Indonesia. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras.

Slank dan 100 artis rilis video klip #barengjokowi

Slank dan para seniman meluncurkan video klip #barengjokowi di Markas Slank, Jakarta, Jumat (14/3/2019) (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta (ANTARA) – Slank meluncurkan video klip #barengjokowi bersama 100 seniman, influencer, olahragawan serta budayawan sebagai bentuk selebrasi dan dukungan kepada calon presiden Joko Widodo.

“Lagu itu adalah ajakan moral, mendukung lewat cara kami yaitu musik dan lirik. Ajakan moral itu untuk melupakan keributan. Kami ingin menjaga beliau agar tetap amanah. Lagunya sendiri gue yang bikin,” kata Bimbim dalam jumpa pers di Markas Slank Duren Tiga, Jakarta, Jumat.

Grup musik yang terdiri dari Bimbim, Kaka, Ivan dan Ridho itu mengatakan lagu #barengjokowi sebenarnya dibuat untuk mengajak masyarakat membuat perbedaan, menghapus permusuhan, dan rasa saling curiga.

Para seniman, influencer, olahragawan dan budayawan yang terlibat dalam video itu antara lain  Addie MS, Cathy Sharon, Christine Hakim, Ida Royani, Desta, Inul Daratista, Iis Dahlia, Oppie Andaresta, Nia Dinata, Once Mekel, Prita Laura, Tompi, Glenn Fredly, Butet Kertarajasa dan lainnya.

“Kami tidak mendaftar teman-teman penyanyi siapa yang mau ikut dari jauh-jauh hari, tapi baru empat hari yang lalu. Kami sebarkan info siapa yang mau ikut, datang, dan langsung rekaman selama empat hari. Kami menolak teman-teman yang nyaleg, karena kami khawatir nanti tidak murni,” ujar vokalis Slank Kaka.

Kaka menambahkan pihak-pihak yang terlibat dalam gerakan peluncuran video klip #barengjokowi itu tidak mendapatkan upah atau bayaran.

Grup musik berusia 35 tahun itu juga akan membawakan lagu itu dalam konser akbar di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta pada 13 April 2019 dengan sejumlah musisi yang terlibat di dalamnya.
 

Pewarta:
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2019

Djaduk Ferianto Tantang Mahasiswa ISI Denpasar Lebih Berani Berekspresi dalam Bermusik

Denpasar (ANTARA) – Aktor sekaligus maestro musik Djaduk Ferianto menantang mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar untuk lebih berani berekspresi dalam bermusik dan jangan takut dianggap merusak tradisi.

“Generasi milenial memang sedang menciptakan tradisi baru, tetapi sumbernya dari yang lama, dalam konteksnya interpretasi baru. Itu sah dan boleh, ‘nggak ada larangan,” kata Djaduk, saat menjadi pemateri dalam Workshop Musik Hybrid, di Kampus ISI Denpasar, Rabu.

Yang terpenting menurut Djaduk, dalam berekspresi lewat musik agar tetap cinta pada tradisi masing-masing. Hal ini sesuai dengan hakikat musik hybrid yang mengandung “pencangkokan-pencangkokan” secara kebudayaan.

“Kesenian kita, apalagi ngomong Indonesia, Indonesia itu sangat hybrid. Indonesia itu bukan orang Jawa saja, bukan orang Sumatera saja, bukan orang Bali saja, tetapi semuanya memberikan percampuran, percampuran ini yang menjadikan Indonesia. Dalam konteks musik hybrid sebenarnya ada pencangkokan-pencangkokan secara kebudayaan,” ujarnya pada acara yang diselenggarakan oleh Prodi Musik ISI Denpasar itu pula.

Dalam musik tradisi Bali pun, lanjut Djaduk, sebenarnya sudah melakukan model-model “hybrid” atau pencampuran contohnya perkembangan gamelan gong gede, gong kebyar, semarandana, dan sebagainya.

“Jadi, bukan hal yang baru sebenarnya. Adik-adik mahasiswa jangan takut kalau dianggap sedang merusak tradisi, tetap ada proses pertumbuhan atau regenerasi karena anak-anak muda harus menciptakan tradisinya,” ujarnya lagi.

Djaduk sependapat musik yang lama tetap dipelajari, dipertahankan, dan tetap terpelihara, namun yang baru tetap harus muncul.

“Ini karena rumusan dalam kebudayaan itu ada yang hilang dan ada yang tumbuh. Tradisi jangan mandek dan harus terus berkembang. Intinya, generasi milenial harus punya keberanian untuk mencoba keluar dari satu pola yang sudah mainstream,” kata pemusik kelahiran Yogyakarta itu pula.

Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar Dr I Komang Sudirga SSn MHum mengatakan dengan kehadiran pemusik kenamaan Djaduk Ferianto ke kampus setempat, diharapkan mahasiswa dapat menggali ilmu sebanyak-banyaknya yang nantinya dapat bermanfaat dalam menggarap dan memberdayakan kebudayaan yang dimiliki agar lebih maju.

Apalagi hal tersebut sejalan dengan visi ISI Denpasar untuk menjadi pusat unggulan seni yang berbasis kearifan lokal dan berwawasan universal.

“Terobosan secara akademis harus terus kita bangun, harus dimotivasi agar produk dari karya cipta bisa menelurkan yang baru dan berbeda dari karya sebelumnya,” ujar Sudirga, didampingi Humas ISI Denpasar I Gede Eko Jaya Utama SE MM.

Ketua Panitia Acara Workshop I Komang Darmayuda SSn MSi mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa Prodi Musik ISI Denpasar karena Komposisi Musik Hybrid juga merupakan salah satu mata kuliah di kampus setempat.

Usai mengikuti workshop yang diselenggarakan selama dua hari, 13-14 Maret, para peserta akan mempertunjukkan karya mereka pada 15 Maret mendatang.

Pewarta: Ni Luh Rhismawati
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Piringan hitam yang tak lekang zaman

Jakarta (ANTARA) – Perkembangan era digital membawa banyak perubahan, bukan saja dari sisi teknologi, tapi juga berdampak pada industri musik di Indonesia.

Saat ini, penikmat musik begitu mudah mendengarkan lagu, cukup mengunduh aplikasi melalui smartphone kemudian memilih tembang yang ingin didengar. Padahal, sebelum adanya streaming musik online, masyarakat yang mau menikmati musik harus memiliki compact disc (CD), kaset pita, hingga vinyl atau piringan hitam.

Namun, tidak semua kalangan gemar menikmati musik secara online. Ada juga kalangan yang justru mengoleksi piringan hitam dengan sejumlah kelebihan yang ditawarkan.

Piringan hitam pun mengalami titik balik, setelah mengalami masa surut imbas teknologi digital industri musik.

Dengan kualitas suara yang hampir menyerupai data mentah, piringan hitam ini kembali diminati oleh dunia rekaman. Untuk mendengarkan rekaman piringan hitam tentunya wajib memiliki turn table, phono amplifier dan speaker.

Masing-masing ukuran piringan memiliki nilai putaran per menit (rpm) yang berbeda. Ukuran 12 inci diputar dengan kecepatan 33 rpm dan 7 inci diputar dengan kecepatan 45 rpm.

Tidak sulit mencari piringan hitam karena banyak toko musik yang mulai menjajakannnya. Tempat tujuan untuk mencari piringan hitam di Jakarta adalah Blok M Plaza, salah satunya adalah Paperpot Record.

Handika Fardi (30), pemilik Paperpot sekaligus kolektor piringan hitam mengatakan minat masyarakat terhadap piringan hitam masih tinggi.

Dia menyatakan, banyak masyarakat yang datang untuk membeli piringan hitam, bahkan pembelinya tidak menyasar kalangan lansia melainkan kaum milenial.

“Sekarang semakin banyak orang datang, dari SMP sampai yang usia 50an tahun, makin banyak pelaku seriusnya,” kata Fardi.

Fardi menceritakan piringan hitam yang ia jual selain berasal dari koleksi pribadi, juga berasal dari para kolektor yang datang menjual koleksinya. Tidak jarang, ia juga berkeliling dari rumah ke rumah kolektor untuk mendapatkan barang koleksi itu.

“Kecintaan saya sama piringan hitam, karena ada dua seni yang bisa saya nikmati, saya bisa nikmati lagunya dan covernya dan juga piringan hitam lebih awet,” kata Fardi.

Harga piringan hitam yang menjadi bisnis Fardi pun bervariasi, sesuai dengan tipe piringan hitam dan kelangkaannya, artis atau band hingga genre lagunya. Susana Paperpot di Paperpot Record, di Blok M Plaza, Jakarta, Kamis (14/3) (ANTARA News/Galih P)

Di Paperpot menjual semua jenis genre dari dalam dan luar negeri, untuk piringan hitam termurah dengan harga Rp75 ribu hingga termahal Rp2 juta, salah satunya band The Beatles album “Abbey Road” yang dibanderol dengan harga Rp600 ribu.

Salah satu pecinta piringan hitam, Rendra (27), mengatakan tidak ada patokan harga piringan hitam, karena yang menentukan adalah pola pendekatan dan komunikasi antara pedagang sehingga terjadi kesepakatan harga.

“Ketika di Yogyakarta saya mencari piringan hitam dari rumah ke rumah, sambil melakukan pendekatan secara pribadi kepada pedagang,” kata Rendra.

Rendra menceritakan sudah memiliki 1.000 keping piringan hitam, yang dikumpulkan dari berbagai tempat.

“Cari di loakan daerah Jawa Barat, Jawa Tenggah dan Yogya, ngobrol-ngobrol sama pedagangnya sampai di rumah pedagangnya, dapat piringan hitam dari koleksi pribadinya,” kata dia.

“Kualitas yang baik mendorong pendengar memilih untuk mendengarkan piringan hitam, harga enggak masalah,” kata Rendra.

Piringan hitam memberikan kepuasan tersendiri bagi para penggemarnya. Hasil suara yang jernih bisa menjadi nilai tambahan tersendiri yang dimiliki piringan hitam.

Hal itu berbeda dengan musik digital yang ter-compress sedemikian rupa untuk kebutuhan ukuran file sehingga mengurangi kualitas suara.

(Penulis: Peserta Susdape XIX/Galih P)
 

Pewarta: Peserta Susdape XIX/Galih P
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yovie Widianto janji nyanyi jika streaming Kahitna capai satu juta

Jakarta (ANTARA) – Yovie Widianto berjanji akan menyanyi jika streaming single terbaru Kahitna “Seribu Bulan Sejuta Malam” mencapai angka satu juta.

Selama ini Yovie hanya berada di balik piano dan menciptakan lagu-lagu hits Kahitna. Para penggemarnya pun banyak yang penasaran dengan suara Yovie saat bernyanyi.

Saat tampil di berbagai pertunjukan, tidak sedikit yang memintanya untuk bernyanyi. Bahkan para vokalis Kahitna, Hedi Yunus, Mario Ginanjar dan Carlo Saba juga kerap memintanya untuk memberikan sedikit suaranya.

Tapi seperti biasanya, permintaan itu ditolak oleh Yovie.

“Nanti, kalau sudah satu juta streaming baru berani nyanyi. Nanti deh sesekali nyanyi,” kata Yovie saat jumpa pers pembuatan video klip “Seribu Bulan Sejuta Bintang” di Jakarta, Kamis.

Yovie pun meminta kepada Soulmate –sebutan penggemar Kahitna– untuk mendengarkan lagu tersebut melalui aplikasi streaming musik digital jika ingin mendengar suaranya.

“Ya menurut aku harus cepat ya Soulmate kalau mau denger suara Yovie. Kalau sudah satu juta, saya akan terpaksa nyanyi,” ujar Yovie.

Baca juga: Kahitna rilis lagu “Seribu Bulan Sejuta Malam”

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kahitna rilis lagu “Seribu Bulan Sejuta Malam”

Jakarta (ANTARA) – Kahitna segera merilis lagu “Seribu Bulan Sejuta Malam” yang pernah mereka bawakan beberapa tahun lalu dan tak lagi asing di telinga para penggemar grup musik tersebut.

Penggawa Kahitna Yovie Widianto mengatakan, “Seribu Bulan Sejuta Malam” pernah dimainkan saat ulang tahun Kahitna ke-26 pada 2012. Para “Soulmate” –sebutan untuk penggemar Kahitna– juga sudah akrab dengan lagu itu.

“Sebagian Soulmate sudah tahu lagunya. Lagu ini pernah dibawakan Kahitna beberapa tahun lalu dan sering dibawakan di beberapa kesempatan tapi baru akan dirilis secara resmi besok,” kata Yovie setelah syuting video klip “Seribu Bulan Sejuta Malam” di Jakarta, Kamis.

“Seribu Bulan Sejuta Malam” bercerita tentang penantian seseorang yang terlalu lama namun tak juga mendapatkan apa yang diharapkannya. Lagu ini masih bernuansa cinta tapi dengan sentuhan musik klasik dan sedikit orkestra.

“Lagu ini saya tulis karena terinspirasi dari Natalie Cole yang klasik. Tadinya lagu ini enggak ada niat untuk diedarin hanya untuk didengarkan sendiri aja,” kata Yovie, menjelaskan.

Karena lagu yang bernuansa klasik, Kahitna pun membuat video klip dengan unsur retro. Menurut mereka, konsepnya sangat sesuai dengan lagunya.

“Dari tempatnya ngambil yang retro gitu, ada sentuhan ceritanya dan sesuai dengan lagunya,” kata Yovie.

Baca juga: Kahitna buat penonton Java Jazz 2019 galau
Baca juga: Kahitna eksplorasi kisah jomblo untuk album 2019

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Djaduk Ferianto Tantang Mahasiswa ISI Denpasar Lebih Berani Berkespresi dalam Bermusik

Denpasar (ANTARA) – Aktor sekaligus maestro musik Djaduk Ferianto menantang mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar untuk lebih berani berekspresi dalam bermusik dan jangan takut dianggap merusak tradisi.

“Generasi milenial memang sedang menciptakan tradisi baru, tetapi sumbernya dari yang lama, dalam konteksnya interpretasi baru. Itu sah dan boleh, ‘nggak ada larangan,” kata Djaduk, saat menjadi pemateri dalam Workshop Musik Hybrid, di Kampus ISI Denpasar, Rabu.

Yang terpenting menurut Djaduk, dalam berekspresi lewat musik agar tetap cinta pada tradisi masing-masing. Hal ini sesuai dengan hakikat musik hybrid yang mengandung “pencangkokan-pencangkokan” secara kebudayaan.

“Kesenian kita, apalagi ngomong Indonesia, Indonesia itu sangat hybrid. Indonesia itu bukan orang Jawa saja, bukan orang Sumatera saja, bukan orang Bali saja, tetapi semuanya memberikan percampuran, percampuran ini yang menjadikan Indonesia. Dalam konteks musik hybrid sebenarnya ada pencangkokan-pencangkokan secara kebudayaan,” ujarnya pada acara yang diselenggarakan oleh Prodi Musik ISI Denpasar itu pula.

Dalam musik tradisi Bali pun, lanjut Djaduk, sebenarnya sudah melakukan model-model “hybrid” atau pencampuran contohnya perkembangan gamelan gong gede, gong kebyar, semarandana, dan sebagainya.

“Jadi, bukan hal yang baru sebenarnya. Adik-adik mahasiswa jangan takut kalau dianggap sedang merusak tradisi, tetap ada proses pertumbuhan atau regenerasi karena anak-anak muda harus menciptakan tradisinya,” ujarnya lagi.

Djaduk sependapat musik yang lama tetap dipelajari, dipertahankan, dan tetap terpelihara, namun yang baru tetap harus muncul.

“Ini karena rumusan dalam kebudayaan itu ada yang hilang dan ada yang tumbuh. Tradisi jangan mandek dan harus terus berkembang. Intinya, generasi milenial harus punya keberanian untuk mencoba keluar dari satu pola yang sudah mainstream,” kata pemusik kelahiran Yogyakarta itu pula.

Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar Dr I Komang Sudirga SSn MHum mengatakan dengan kehadiran pemusik kenamaan Djaduk Ferianto ke kampus setempat, diharapkan mahasiswa dapat menggali ilmu sebanyak-banyaknya yang nantinya dapat bermanfaat dalam menggarap dan memberdayakan kebudayaan yang dimiliki agar lebih maju.

Apalagi hal tersebut sejalan dengan visi ISI Denpasar untuk menjadi pusat unggulan seni yang berbasis kearifan lokal dan berwawasan universal.

“Terobosan secara akademis harus terus kita bangun, harus dimotivasi agar produk dari karya cipta bisa menelurkan yang baru dan berbeda dari karya sebelumnya,” ujar Sudirga, didampingi Humas ISI Denpasar I Gede Eko Jaya Utama SE MM.

Ketua Panitia Acara Workshop I Komang Darmayuda SSn MSi mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa Prodi Musik ISI Denpasar karena Komposisi Musik Hybrid juga merupakan salah satu mata kuliah di kampus setempat.

Usai mengikuti workshop yang diselenggarakan selama dua hari, 13-14 Maret, para peserta akan mempertunjukkan karya mereka pada 15 Maret mendatang.

Pewarta: Ni Luh Rhismawati
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019