Album baru THE S.I.G.I.T akan lebih manis

Jakarta (ANTARA) – THE S.I.G.I.T membocorkan nuansa album baru mereka yang diklaim akan menampilkan punya konsep berbeda dan lebih manis.

“Album sekarang memang bakal lebih sweet. Maksudnya, proses penciptaannya dan tema dasarnya juga lebih sweet,” ujar Farri, gitaris THE S.I.G.I.T, usai jumpa pers Soundrenaline 2019 di Jakarta, Rabu.

Pelantun “Soul Sister” itu telah dikenal dengan musik rock dan ingin mengenalkan nuansa baru yang tidak selalu terdengar “gelap”.

“Kalau dulu kan temanya tentang cinta juga, tapi lebih dark. Kalau yang (baru) ini, seolah-olah lebih lugas, tapi di bawahnya tersirat bukan tersurat,” katanya.

Baca juga: Deretan penampil Soundrenaline 2019 tahap pertama diumumkan

Dari segi instrumen, Farri mengatakan akan lebih banyak penggunaan gitar akustik dan nuansa synthesizer yang kental. Selain itu, grup tersebut akan menggunakan lirik berbahasa Indonesia untuk pertama kalinya.

“Liriknya juga secara diksi lebih berat, Beratnya (lirik) bukan dalam artian heavy bikin murung, tapi kayak banyak layer dalam menginterpretasikan satu kata atau bait,” ujar Farri.

Bukan hanya musik, THE S.I.G.I.T juga akan mengubah penampilan mereka dari busana serba hitam menjadi lebih berwarna.

“Konsepnya, (kami) ingin terlihat lebih fresh sih, tidak monoton. Sweet and sleek. Lebih berwarna. Kalau dulu kan cenderung hitam, bikers, gondrong. Kalau sekarang, lebih berwarna dan colorful. Gimana suasana hati sih,” katanya.

Baca juga: The SIGIT dan Fade2Black ramaikan kontes Honda Brio Music Festival

Maksimalkan Pelayanan BPJS Lewat DJSN

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Miley Cyrus batal tampil di Woodstock 50

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Miley Cyrus, pada Selasa (30/7) waktu setempat, mengundurkan diri dari festival musik Woodstock 50 dan bergabung dengan serangkaian nama besar lain yang juga tidak lagi ambil bagian dalam acara tersebut.

Cyrus, bintang pop terkenal di Amerika Serikat, merupakan salah satu selebritas yang digadang-gadang akan tampil dalam festival yang akan digelar pada 16-18 Agustus itu.

Festival musik yang berusia 50 tahun pada 2019 itu tengah terjerat masalah keuangan dan perizinan, demikian dilansir Reuters, Rabu.

Variety dan Rolling Stone mengutip sumber-sumber yang dekat dengan masalah tersebut melaporkan Cyrus tidak akan tampil. Namun, perwakilan dari penyanyi “Wrecking Ball” itu tidak membalas permintaan komentar.

Rapper Jay-Z menyatakan pengunduran diri pada minggu lalu bersama dengan mantan vokalis Creedence Clearwater Revival John Fogerty. Penyelenggara Woodstock 50 mencari tempat ketiga untuk menggelar festival yaitu sebuah ampiteater kecil di Columbia, Maryland.

Dalam beberapa hari terakhir, Dead & Company, Carlos Santana, dan grup-grup rock Lumineers dan Raconteurs juga mundur demikian perwakilan mereka mengatakan kepada majalah Rolling Stone.

Baca juga: Sebulan jelang acara, festival Woodstock 50 belum dapat lokasi

Tiket untuk festival belum dijual, yang menurut laporan media, berpeluang digratiskan menyusul target pengunjung turun dari 100.000 orang menjadi sekitar 30.000 orang.

Woodstock 50, yang menghadirkan 80 penampil, pertama kali direncanakan digelar di arena balap motor Watkins Glen di New York lantas batal digelar pada Juni. Penyelenggara kemudian mencari izin di Vernon, New York tapi sia-sia.

Tempat baru yang diusulkan adalah Merriweather Post Pavilion di Maryland.

Bethel Woods Center for the Arts, pemilik lapangan tempat festival Woodstock berlangsung pada 1969, juga telah menimbang kembali rencana untuk menggelar acara selama tiga hari. Sebelumnya pada Februari, mereka mengatakan bakal mengadakan konser terpisah Ringo Starr, Santana, dan Doobie Brothers.

Panitia Woodstock 50 tidak menanggapi permintaan komentar pada Selasa tentang pengunduran diri Miley Cyrus.

Baca juga: Jay-Z dan John Fogerty batal tampil di festival musik Woodstock 50

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marcell Siahaan hadirkan “New Wave” pada poster konsernya

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Marcell Siahaan menghadirkan nuansa “New Wave” dalam poster konsernya yang bertajuk “Marcelltujuhbelas” dengan jadwal penyelenggaraan di Balai Sarbini, Jakarta, pada 18 Oktober 2019.

“Iya, memang konsep poster itu terlihat seperti kembali ke era New Wave. Kita enggak bisa pungkiri bahwa New Wave itu berputar lagi sekarang,” kata Marcell dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Marcell Siahaan menambahkan poster bergaya “New Wave” yang merupakan karya Bram Aditya itu terinspirasi dari film The Stranger Things.

Film itu mengusung lagu latar yang banyak menghadirkan grup-grup musik era 1980-an seperti Echo and the Bunnymen, The Clash, dan The Psychedelic Furs.

“Jadi sebenarnya, New Wave berputar kembali ya salah satunya karena film The Stranger Things di mana lagunya semua era tahun 1980-an,” kata mantan drumer grup beraliran hardcore asal Bandung, Puppen, itu.

Baca juga: Marcell Siahaan akan gelar konser 17 tahun berkarya

Marcell pun mengakui konsep poster tersebut merupakan salah satu petunjuk tentang aransemen yang menarik pada konsernya nanti.

“Terlepas saya dulu musikus hardcore, tapi selipan-selipan yang menginspirasi saya seperti New Wave ada Depeche Mode, New Orde, dan Madness. Walaupun bukan dalam hal bermusik, tapi attitude dari musisi itu sendiri,” ujar penyanyi berusia 41 tahun itu.

Marcell menambahkan referensi-referensi musik yang dimilikinya semakin memperkaya imajinasi dalam penyusunan musiknya.

“Bersyukurnya dengan banyak referensi, tentu saja, (referensi) akan memperkaya imajinasi dalam membuat konsep bareng-bareng dalam bermusik,” kata Marcell

Baca juga: Ini kopi favorit Marcell Siahaan

Flash – Jokowi-Amin diarak dengan kereta kencana ke venue debat

Pewarta: Muhammad Adimaja
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Ddu-du Ddu-du” BLACKPINK ditonton 900 juta kali di YouTube

Jakarta (ANTARA) – BLACKPINK mengukir rekor baru di dunia K-pop. Lagu mereka yang dirilis pada 2018 “Ddu-du Ddu-du” telah mencapai 900 juta tampilan di YouTube, menjadikannya sebagai video musik pertama grup asal Korea Selatan yang berhasil meraih angka itu.

Video musik yang adiktif dan penuh gaya itu mencapai rekor ditonton 900 juta kali pada Selasa malam, sekitar setahun lebih setelah dirilis pada Juni tahun lalu, menurut YG Entertainment, seperti dilansir Yonhap.

Itu menjadikan BLACKPINK satu-satunya grup K-pop yang telah mencapai prestasi tersebut sejauh ini dan “Ddu-du Ddu-du” video musik yang paling banyak dilihat di YouTube, kata YG.

BLACKPINK yang beranggotakan Jisoo, Jennie, Rose, dan Lisa adalah salah satu pemecah rekor paling menonjol di dunia K-pop saat ini. Video musik mereka “Kill This Love” yang dirilis pada April, juga telah mengumpulkan lebih dari 500 juta tampilan YouTube dalam waktu singkat.

Baca juga: BLACKPINK kembali pecahkan rekor 500 juta penonton di YouTube

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marcell Siahaan akan gelar konser 17 tahun berkarya

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Marcell Siahaan akan menggelar konser tunggalnya demi merayakan 17 tahun berkarya dalam industri musik Tanah Air di Balai Sarbini, Jakarta, pada 18 Oktober 2019.

“Berbagai genre (musik) saya lakoni karena naluri bermusik saya,” kata Marcell dalam konferensi pers jelang konser tunggal di Jakarta, Rabu.

Dalam konser yang bertajuk “Marcelltujuhbelas” persembahan promotor Bertiga Satu Rasa (BETIGA) itu, Marcell Siahaan akan menggandeng Rishanda Singgih sebagai pengarah musiknya.

“Karena sebuah konser yang proper seperti itu, harus ada chemistry antara penyanyi dan pengarah musiknya,” ujar penyanyi kelahiran Bandung itu.

Project Director BETIGA Demywianto mengatakan sejumlah bintang tamu akan turut tampil dalam konser tunggal Marcell Siahaan dan mengajak penonton untuk bernyanyi bersama dalam beberapa lagu.

“Nanti, Marcell juga akan tampil bersama berbagai bintang tamu. Tapi, siapa nama bintang tamunya akan di-announce satu persatu di (akun) media sosial Marcell, VMC, temanmarcell dan Betiga Satu Rasa,” kata Demywianto.

Baca juga: Ini kopi favorit Marcell Siahaan

Flash – Jokowi-Amin diarak dengan kereta kencana ke venue debat

Pewarta: Muhammad Adimaja
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Krisyanto bangga lagu Jamrud mengalun setiap perayaan ulang tahun

Nah itu, belum jelas kayak-nya (pembayaran royalti) yang di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Vokalis grup musik Jamrud Krisyanto mengaku bangga menyusul lagu “Selamat Ulang Tahun” yang seakan menjadi lagu wajib setiap kali terdapat perayaan ulang tahun, termasuk dalam siaran televisi.

“Itu idenya Aziz. (Lagu) yang bikin Aziz, kan cemerlang juga dia. Setiap ada acara ulang tahun dalam (acara) infotainment atau acara (lain) selalu backsound-nya itu. Itu jadi kebanggaan juga buat saya, apalagi yang bikin (lagu)-nya,” kata Krisyanto ditemui usai jumpa pers Soundrenalin 2019 di Jakarta, Rabu.

Lagu “Selamat Ulang Tahun” diciptakan gitaris Jamrud, Aziz MS, pada 2002. Bahkan setelah 17 tahun dirilis, lagu tersebut masih dikumandangkan sebagai lagu perayaan ulang tahun.

Namun, Jamrud mengaku tidak mendapat royalti atas lagu yang diputar di stasiun televisi, khususnya pada siaran infotainment.

Baca juga: Mainkan lagu lama, Jamrud merasa bagai simalakama

“Nah itu, belum jelas kayak-nya (pembayaran royalti) yang di Indonesia, seperti itu. Sebenarnya, harus udah ada izin kalau TV menyiarkan itu. Setidaknya, (mereka) minta izin dulu sih, kecuali kayak karaoke-karaoke ada jelas hukumnya. Kalau detail backsound atau orang bawain (lagu) belum jelas juga sih, aturannya gimana,” ujar pelantun “Surti-Tejo” itu.

Meski demikian, Krisyanto merasa sudah cukup puas karena “Selamat Ulang Tahun” selalu diingat oleh masyarakat, bahkan menjadi sebuah lagu wajib.

“Cukup puas dan kami selalu membawakan lagu itu. Karena pada setiap acara, dari sekian ribu yang nonton pasti ada yang ulang tahun,” katanya.

Baca juga: Berlibur di Carita, vokalis Jamrud Krisyanto selamat dari tsunami

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mainkan lagu lama, Jamrud merasa bagai simalakama

Jakarta (ANTARA) – Grup band Jamrud merasa seperti makan buah simalakama saat tampil membawakan lagu lama, di satu sisi penonton hanya ingin mendengar lagu lawas, sisi lainnya dianggap tidak kreatif.

“Kita bawain lagu itu-itu juga mereka takut jenuh, bosen dan mereka bisa menebak susuna lagunya, nah itu. Terus enggak enaknya juga takutnya bawain lagu yang baru, takutnya bengong mereka,” kata vokalis Jamrud, Krisyanto ditemui dalam jumpa pers Soundrenalin 2019 di Jakarta, Kamis.

“Seperti itu nanti kendala juga buat kita.Tapi memang sudah saatnya bawain lagu-lagu baru,” lanjutnya.

Jamrud rencananya akan mengisi panggung Soundrenaline 2019 di Garuda Wisnu Kencana, Bali pada 7-8September. Ini bukan pertamanya mereka tampil di festival terbesar se-Asia Tenggara itu.

“Sangat-sangat excited, sulit diungkapkan perasaan kita tampil di Soundrenaline, karena ini acara impian semua musisi Indonesia. Memang musiknya harus benar-benar berkualitas, kami usahakan tidak akan sama dengan penampilan tahun 2016. Kita akan bawakan lagu yang jarang dibawakan,” jelas Krisyanto.

Krisyanto juga mengatakan tidak menyangka jika musiknya didengarkan oleh kaum milenial dan hal tersebut membuatnya sangat bangga.

“Yang sudah dijalani selama ini, di beberapa acara yang penonton milenial alhamdullilah mereka pada hafal semua, enggak tahu mereka tahu dari mana padahal acara pop sebenarnya. Kita di line up nya musik rock sendiri. Tapi alhamdulilah mereka sing a long semua dari awal lagu sampai akhirnya beres acara,” ujar pelantun “Pelangi di Matamu” itu.

Baca juga: Berlibur di Carita, vokalis Jamrud Krisyanto selamat dari tsunami

Baca juga: Aksi panggung beringas Jamrud di hari terakhir Synchronize Fest

Baca juga: Synchronize Festival 2018 umumkan empat pengisi acara baru

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Band Britpop 1990an Suede akan hadir di Soundrenalin 2019

Jakarta (ANTARA) – Soundrenalin 2019 yang berlangsung di Garuda Wisnu Kencana, Bali pada 7-8 September 2019 akan menghadirkan band Britpop era 1990an, Suede.

Music director Soundrenalin 2019, Widi Puradireja mengatakan bahwa tahun ini mereka akan menghadirkan beragam genre mulai dari pop, rock’n roll hingga musik-musik yang membawa penonton bernostalgia.

“Menurut saya salah satu poin menarik di festival itu unsur nostalgia. Kalau dilihat dari festival di luar mereka selalu menampilkan satu sosok artis klasik. Dari kita lihat itu cukup bisa mewakili, karaoke bersama rencananya dan dari market tahun lalu, Limp Bizkit, terbukti bahwa pendengar di era itu masih kuat dan itu untuk kategori musik keras,” kata Widi dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Pemilihan band pelantun “Beautiful Ones” itu dinilai Widi karena penggemar musik Britpop di Indonesia cukup banyak. Selain itu, anak milenial saat ini juga sedang menggandrungi musik 1990an.

“British Pop di Indonesia punya pasar yang relate dengan anak muda sekarang yang bukan pendengar langsung,” ujar pria yang juga drummer Maliq & D’Essentials itu.

Dia melanjutkan, “Suede harusnya bisa lebih general, kalangan pop bisa, rock bisa.”

Sementara itu, untuk deretan musisi lokal yang akan tampil di Soundrenalin 2019 adalah Seringai, Padi, Jamrud, Barasuara, RAN, Maliq & D’Essentials, Kunto Aji, Tulus, Kelompok Penerbang Roket, Ardhito Pramono, THE S.I.G.I.T, Feast dan lainnya.

“Untuk kolaborasi yang bisa gue mention pertama Mocca sama Ardhito Pramono, yang lainnya spesial performance belum tentu kolaborasi. Soalnya kita enggak terlalu fokus kolaborasi sesama musisi karena konten di sini cukup kuat dengan visual art-nya,” jelas Widi.

Baca juga: “Soundrenalin” Ajang Kreativitas Musisi Indonesia

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rich Brian rilis film pendek “The Sailor”, pendamping album baru

Jakarta (ANTARA) – Rapper Rich Brian merilis sebuah film pendek pendamping album barunya dengan judul yang sama The Sailor, Rabu. Film itu berdurasi 15 menit dan disutradarai oleh Sing J. Lee, yang juga mengarahkan video klip “Kids” milik Brian.

Produksi film pendek The Sailor dilakukan di Jakarta, Juli lalu, saat Brian pulang ke Indonesia dan diproduseri oleh Mamag Studios, studio yang telah bekerjasama dengan Donald Glover, Adidas, Google, Spotify dan The New York Times.

“Lewat album ini Brian berhasil menciptakan rumah untuk asal muasal dan mimpinya. Tanpa disadari apa yang dia lakukan juga memberikan rumah untuk banyak orang lain,” ujar Lee dalam keterangan resmi, Rabu.

“Rumah” menjadi ide utama dalam film pendek ini. Menurut Lee, bagi seorang imigran kadang kala definisi rumah dipertanyakan atau diartikan berbeda bagi orang lain. Namun, dia meyakini rumah selalu ada selama ada cinta.

“Cinta untuk segala macam pengalaman yang menjadikan dirimu seperti hari ini. Itulah puisi dari film pendek ini.”

Dalam sebuah wawancara dengan Sean Evans dari First We Fest, Brian menjelaskan The Sailor adalah tentang dirinya dan semua anak muda yang memiliki rasa penasaran dan tekad tinggi.

Penjelajah yang tidak takut untuk menjelajahi sebuah wilayah yang mungkin belum pernah disinggahi sebelumnya.

Brian melanjutkan, “Ini juga sebuah metafora tentang semua imigran yang datang ke Amerika Serikat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan mencari kesempatan seperti yang tengah saya nikmati sekarang ini”.

Jumat (26/7) lalu, album kedua Rich Brian “The Sailor” dirilis oleh 88rising dan didistribusikan secara ekslusif oleh 12Tone.

“The Sailor” mendapatkan banyak pujian, salah satunya dari Hypebeast yang memberikan ulasan “Rich Brian dengan identitas Asia-nya berhasil tumbuh dan berkembang pesat.”

Baca juga: “The Sailor”, album teranyar Rich Brian

Baca juga: Rich Brian rilis lagu baru berjudul “Kids”

Baca juga: Bekraf ingin lahirkan Rich Brian lain lewat ICINC

Presiden terima rapper Rich Brian di Istana Bogor

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BTS, Baekhyun EXO dan NCT 127 duduki posisi 10 besar Billboard

Jakarta (ANTARA) – Album milik grup BTS, Baehyun EXO, EXO-SC, dan NCT 127 menduduki posisi 10 besar tangga album dunia Billboard pada minggu ini. 

BTS melalui “Map of the Soul: Persona” berada di posisi kedua, diikuti Baekhyun EXO di peringkat ke empat dengan “City Lights”

Lalu dua album BTS yang lain, “Love Yourself: Answer” dan “Love Yourself: Tear” di posisi ke lima dan enam, demikian seperti dilansir dari laman Billboard, Rabu.

Selanjutnya, album lagu tema (original soundtrack/OST) gim “BTS World” berada di peringkat ke tujuh.

Sementara, duo baru dari grup EXO, EXO-SC memulai debut mereka di tangga lagu urutan ke delapan melalui mini album “What a Life”.

Grup NCT 127 masuk di urutan ke-9 minggu ini melalui “We Are Superhuman.”.

Baca juga: RM BTS dan Lil Nas X rilis “Seoul Town Road”

Baca juga: NCT 127 umumkan jadwal konser Eropa
 

Presiden gelar ratas percepatan pembangunan Jawa Timur

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tulus puji keragaman penonton konsernya

Jakarta (ANTARA) – Tulus memuji keragaman para penonton konser “One Intimate Night with Tulus” yang berlangsung di Kota Kasablanka Hall, Jakarta, pada Selasa malam.

Penyanyi berdarah Minang itu mengapresiasi para penggemarnya yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan penonton yang hadir bersama sang ibunda.

Ketika konser berlangsung, tampak seorang laki-laki menuliskan kalimat “My Mom Loves You” di telepon selulernya. Kalimat itu ditujukan kepada penyanyi bernama lengkap Muhammad Tulus itu.

Kalimat dalam ponsel itu lantas tertangkap kamera konser dan ditayangkan ke monitor di belakang panggung konser.

Baca juga: Tulus takjub antusias penonton konsernya

Tulus pun tampak terkejut dengan tampilan layar monitor konsernya, lantas menyapa sang lelaki yang hadir bersama ibu bernama Evi.

“Terimakasih sudah datang,” ujar Tulus kepada Evi dan putranya.
 

Tulus mengaku pertunjukan tersebut menjadi pengobat rasa rindu kepada para penggemarnya sekaligus “pemanasan” untuk konser delapan tahun berkarir dalam industri musik Indonesia.

Dalam “One Intimate Night with Tulus”, pelantun lagu “Sepatu” itu memainkan 12 lagu dan satu lagu sebagai anchor yaitu  “Cahaya”.

Baca juga: Tulus kembali gelar konser intim pada 30 Juli

Kendaraan Roda 2 Tidak Bisa Jadi Transportasi Umum

Pewarta: Muhammad Adimaja
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tulus takjub antusias penonton konsernya

Jakarta (ANTARA) – Teriakan para penggemar bergema di The Kasablanka Hall, Jakarta, saat denting piano lagu “Langit Abu-Abu” dimainkan pada Selasa malam.

Penyanyi bernama lengkap Muhammad Tulus itu kembali memenuhi janji sekaligus menunjukan eksistensi sebagai seorang penyanyi kawakan dalam pertunjukan bertajuk “One Intimate Night With Tulus”.

Pekik suara para penonton semakin keras saat lelaki berdarah Minang itu masuk dan berdiri di tengah-tengah panggung.

Seluruh penonton pun secara kompak turut menyanyikan lagu “Langit Abu-Abu” bersama sang penyanyi. Bahkan, sorak-sorakan itu tidak pernah berhenti saat Tulus menyanyikan lagu keduanya, “Ruang Sendiri”.

Usai memainkan lagu kedua, Tulus pun memperkenalkan diri kepada hadirin.

“Selamat malam. Selamat malam. Perkenalkan, nama saya Tulus, yang senang pada malam ini tidak dibatasi. Itu artinya, saya bebas berinteraksi dengan teman-teman,” kata penyanyi berusia 31 tahun itu.

Baca juga: Tulus kembali gelar konser intim pada 30 Juli

Tulus mengaku takjub setelah melihat para penonton yang memenuhi pertunjukannya. Dia bahkan berterus-terang kepada penonton bahwa jantungnya berdebar-debar.

“Saya berdebar-debar karena saya nggak sangka banyak yang datang malam ini. Ini baru dua lagu, saya sudah haus. Biasanya, empat lagu (lalu) saya haus,” ujarnya.

Pria kelahiran Bukit Tinggi, Sumatra Barat itu pun mengucapkan terima kasih kepada para penonton yang hadir kemudian melanjutkan lantunan lagu “Monokrom”.

Sebelumnya, ratusan orang telah mengantre masuk konser itu sejak pukul 17.30 WIB demi menikmati “One Intimate Night With Tulus” yang dimulai pukul 19.00 WIB itu.
 

“Ya, aku memang suka banget sama lagu-lagunya tulus, termasuk dua anakku,” kata Maya seorang penonton yang dijumpai usai mengantre tiket.

“Aku pengen, di konser ini, dia bawain Monokrom sama Langit Abu-Abu,” katanya.

Panitia penyelenggara mengklaim pun telah menjual sebanyak 1.000 tiket pada 12-16 Juni. 

“Kami sudah menjual sebanyak 1.000 tiket sejak awal Juni karena kami tahu fan base Tulus itu sangat banyak dan luas,” kata CEO Optimus One Rachmat Subakti. 

Penyelenggara menjual tiket dengan harga bervariasi yaitu kelas VIP seharga Rp550.000, kelas Festival A seharga Rp400.000, dan kelas Festival B seharga Rp325.000.

“Kami menjual tiket (dengan harga) cukup terjangkau ya, mulai dari Rp325.000 sampai Rp550.000. Para penggemar sudah bisa menikmati konser yang bermutu dan tentunya berkualitas,” ujar Rachmat. 

Baca juga: Cerita Tulus tentang kekuatan rasa percaya yang membawa kesuksesan

Kendaraan Roda 2 Tidak Bisa Jadi Transportasi Umum

Pewarta: Muhammad Adimaja
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Industri musik tak pandang lokasi, walaupun ibu kota pindah

Jakarta (ANTARA) – Pada hakikatnya Jakarta menjadi pusat pemerintahan negara Indonesia sejak puluhan tahun lamanya, berbarengan dengan pusat bisnis dan hiburan, di mana para musisi mendapat peluang besar untuk membesarkan karyanya.

Bicara hal tersebut, musisi Jason Ranti mengatakan pemindahan ibu kota negara semestinya tak akan berpengaruh besar pada aktivitas di industri musik, melainkan menjadi tantangan baru bagi seniman untuk membuat karya terbaik, karena distribusi musik saat ini sudah menggunakan sistem digital yang bisa dibuat dan dinikmati di mana saja.

“Peredaran musik akibat masalah geografis itu enggak ada, karena sekarang musik sudah terdistribusi secara digital,” ujar pemilik album “Akibat Pegaulan Blues” kepada Antara.

Jason menyebut, konsep sentralisasi pemerintahan Indonesia terdahulu berdampak besar ke industri musik Tanah Air, menjadikan Jakarta sebagai sebuah patokan kesuksesan karya musik musisi untuk melebarkan sayapnya ke berbagai daerah. Penyanyi Jason Ranti (tengah) beraksi dalam pertunjukan musik bertajuk Del Aje RUU Permusikan di Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA), Pasar Baru, Jakarta, Sabtu (9/3/2019). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Padahal, menurut Jason, sentralisasi industri sudah berlalu. Saat ini setiap orang bisa menuangkan karyanya melalui berbagai platform digital. Musisi saat ini juga bisa merekam karyanya di studio pribadi dengan kualitas yang mumpuni berkat bantuan teknologi.

Bagi seniman yang masih berjualan album fisik, baik kaset pita maupun compact disk hingga piringan hitam, juga dimudahkan dengan layanan pesan-antar, sehingga perpindahan ibu kota negara sesungguhnya bukanlah hal yang perlu dicemaskan.

Terkait warna dan aliran musik, ia menilai perpindahan ibu kota tidak akan mengubah hal itu. Tiap-tiap daerah sudah memilik karakter musiknya masing-masing, dan hal itu tidak akan berubah meski ibu kota dipindahkan.

Baca juga: Masih layakkah Jakarta jadi ibu kota?
Baca juga: Pindah ibu kota, ini sarana dan infrastruktur yang harus dibangun
Baca juga: Dampak rencana pindah ibu kota terhadap dunia musik

Sebagai contoh, penikmat musik sudah bisa membedakan karakter band beraliran pop atau rock asal Jakarta, Bandung, Surabaya hingga Medan. Karakter itu melekat pada musisinya, tidak berpengaruh ke mana karyanya akan didistribusikan atau dinikmati.

Jadi, kata Jason, yang dilihat bukan dari mana asal musiknya, melainkan kualitas karya yang dihasilkan.

“Yang pindah kan pusat pemerintahannya, kalau keseniannya tetep saja kan dari orang-orangnya, nongkrongnya juga bakal di tempat yang sama, enggak ngikut kali yah,” ujar Jason.

Kualitas yang berbicara

Sama seperti Jason, musisi muda Danilla Riyadi juga beranggapan nilai karya musik seorang musisi tidak berpatokan dari lokasi mana karya itu dibuat dan diluncurkan.

“Semua itu dari seberapa serius kita dengan karya itu sendiri. Kalau memang bermusiknya bagus, ya sudah, tinggal proses seleksi alam,” ujar Danilla.

Pelantun single “Berdistraksi” itu menyebut karya musik kini mudah didistribusikan lewat digital album yang bisa dinikmati melalui aplikasi streaming. Hal tersebut juga dinilai memudahkan bagi musisi yang berjalan di jalur independen.

Kemudian dari sisi karya, Danilla menilai sebuah karya yang isinya erat dengan pendengarnya di manapun mereka, akan menjadi karya yang populer dan dinikmati dengan sendirinya.

“Mau kotanya di mana, distribusinya bagaimana, kalau musiknya bagus, banyak yang ‘relate,’ dia akan naik sendiri,” ujar Danilla. Danilla Riyadi. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Mereka juga menilai, jika pada masa lalu orang-orang harus ke Jakarta untuk rekaman di studio berkelas. Saat ini dengan kemudahan teknologi, rekaman bisa dilakukan di daerah masing-masing, asalkan memiliki perangkat yang mendukung teknologi itu.

Saat ini banyak musisi daerah yang terkenal atau menjadi viral kendati memproduksi musik bukan di studio ibu kota. Bahkan ada juga yang terkenal duluan sebelum mencicipi panggung hiburan di ibu kota.

Selain itu, personel SM*SH Bisma Karisma juga berpendapat pemindahan ibu tidak banyak mempengaruhi bisnis hiburan. Menurutnya, musisi mudah berkarya di mana saja, dan bisa mendistribusikan musiknya di tempat asalnya seperti yang ia lakukan kini dalam produksi mini album solonya.

“Sekarang kan era digital membuat semuanya menjadi praktis tanpa menghilangkan esensinya. Otomatis, saya dari Bandung juga masih bisa berkarya karena jalurnya digital,” ujar Bisma.

“Se-‘simple’ bertahun-tahun grup band Sheila On 7 bisa hidup dan semua personelnya rata-rata di Yogyakarta, masih bisa ‘off air,’ band tetap jalan, masih bisa berkarya, itu yang coba saya pengin aplikasikan di hidup saya,” lanjut dia.

“Justru yang harus didukung bukan masalah perpindahannya, tapi pemerintahnya akan lebih aktifkah menyatukan seniman-seniman Indonesia untuk dirangkul, dan difasilitasi dalam penyampaian karyanya,” pungkasnya.

Band pop punk Rocket Rockers setuju bila status ibu kota dipindahkan dari Jakarta ke tempat lain di Kalimatan. Alasannya pun sederhana, Jakarta sudah terlalu padat dan begitu banyak kegiatan berpusat di sana, termasuk pangung hiburan.

“Saya sangat setuju, sudah paling realistis (dipindahkan),” kata Aska kepada Antara.

Dia membayangkan suasana ibu kota di Kalimantan kelak serupa dengan apa yang sudah terapkan di negeri Jiran Malaysia. Negara tetangga itu menetapkan Putrajaya sebagai pusat administrasi negara, pengganti Kuala Lumpur.

“Di sana kan terpusat di Putrajaya dan justru malah bisa jadi tempat wisata juga,” sambung Aska.

Bisma, pemain bass Rocket Rockers, berpendapat perpindahan lokasi takkan menyulitkan pekerjaan pemerintah, terlebih dengan kemajuan teknologi yang membuat komunikasi jarak jauh tetap lancar.

“Di puncak teknologi yang sekarang bisa memudahkan, misalnya dengan video call. Koordinasi apa pun bisa dilakukan kok,” kata dia.

Sebelumnya, pemerintah menyebut Kalimantan hampir pasti akan jadi tempat baru jika pemindahan ibu kota negara betul-betul direalisasikan.
Pemindahan ibu kota itu akan memberikan dampak signifikan bagi Kalimantan. Pulau itu jadi pilihan karena punya lahan luas, relatif aman dari bencana dan berada di tengah wilayah Indonesia.
Baca juga: Kementerian PU siapkan desain ibu kota baruBaca juga: Wapres: Pemilihan lokasi ibu kota baru tak mudah
Baca juga: 4,3 juta ASN bakal pindah bila ibu kota pindah, permintaan rumah naik

Kepala Bappenas: Pemindahan ibu kota sudah pada tahap pemilihan lokasi

Oleh Nanien Yuniar, Galuh Pradhita dan Devi Nindy
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

X1 tetap debut 27 Agustus 2019 di tengah kasus Mnet

Jakarta (ANTARA) – X1 boy group jebolan ajang pencarian idola “Produce X 101” tetap akan debut pada 27 Agustus 2019 terlepas dari masalah dugaan kecurangan perhitungan suara yang membelit pihak Mnet.

“Ke-11 personel akan debut tanpa perubahan personel Mereka akan melakukan debut pada 27 Agustus sesuai jadwal,” kata seorang sumber anonim kepada
Newsen pada Senin (29/7).

Seperti dilansir Soompi, sebelumnya agensi 20 finalis program sempat bertemu membahas bagaimana masa depan para penyanyi asuhannya sehubungan dengan investigasi polisi terhadap kontroversi manipulasi pemilihan.

Dalam pertemuan itu, perwakilan 14 agensi hadir, sementara pihak Mnet tidak hadir.

Sports Seoul melaporkan, sebagian besar dari mereka ingin kegiatan X1 berjalan sesuai jadwal dan akan membicarakan masalah dugaan manipulasi perhitungan suara setelah menerima hasil penyelidikan polisi.

“Kami berharap masalah ini ditangani dengan cara cepat sehingga impian trainee untuk debut dapat terwujud segera,” tutur salah satu dari perwakilan agensi.

Mereka juga sempat membahas grup usulan penggemar “By9” dan mengumumkan hal ini akan dibahas secara terpisah antara lembaga atau pihak terkait.

Baca juga: Polisi mulai selidiki kontroversi penghitungan suara Produce X 101

Baca juga: Curhat trio Maroo tentang “Produce X 101”

Baca juga: X1 “Produce X 101” akan debut 27 Agustus
 

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ardhito Pramono tak tergoda meski sering ditawari narkoba

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi pendatang baru Ardhito Pramono mengaku sudah biasa ditawari narkoba oleh teman kuliahnya, namun ia menolaknya karena sudah memahami dampak buruk dari barang haram tersebut.

“Jujur karena dulu gue kuliah di luar negeri beberapa teman gue memang jadi korban narkoba, dan gue sendiri kalau dikasih atau ditawarin udah biasa, udah jadi hal yang sangat lumrah, karena teman-teman gue juga kebanyakan seniman dan musisi yang pakai narkoba,” ujar Ardhito kepada Antara saat ditemui di Jakarta, Selasa.

Pelantun “Bitter Love” yang juga lulusan akademi perfilman di Australia itu mengatakan alasan kebanyakan teman-temanya memakai narkoba adalah kurangnya rasa percaya diri serta memiliki tekanan atau masalah pribadi yang dialami masing-masing.

Untuk jenis narkoba yang pernah ditawarkan Ardhito mengaku tidak tahu persis, namun menurut dia, kemungkinan adalah sejenis antidepresan.

Baca juga: Jaktim libatkan akademisi putus peredaran narkoba lingkungan kampus

“Kalau gue nolaknya ya, gue tahu batasan gue dengan dunia yang ‘kayak gitu’ (narkoba) itu seperti apa, and I think I’m gonna be good without that,” kata penyanyi bergenre jazz itu.

Sebagai cara melepas beban pikiran, Ardhito mengatakan lebih memilih untuk melakukan meditasi dan melakukan berbagai hal positif, salah satunya bergabung dengan banyak komunitas yang positif pula, seperti Komunitas Senang Bicara dan Kinosaurus.

“Dengan meditasi, gue belajar menerima dan mencintai bahkan menemukan diri sendiri, agar bisa percaya diri, kalau udah percaya diri dan percaya dengan kehendak Tuhan, itu lo udah gak bisa lagi menyentuh yang namanya narkoba dan sebagainya,” kata dia.

Baca juga: Rasa penasaran jadi faktor utama mahasiswa konsumsi narkoba

Penyanyi yang juga penyiar radio Trax FM ini mengatakan bergabung dengan Komunitas Senang Bicara membuatnya dapat mengeksplor dan menemukan jati dirinya.

Sedangkan Kinosaurus mempertemukannya dengan pengamat-pengamat film juga orang-orang hebat yang membantunya belajar teknik menjadi penyiar radio.

“Ada juga komunitas untuk membuat puisi bareng, jadi ya menurut gue salurkan (beban pikiran) ke hal-hal yang positif aja sih,” tambah dia.

Alih-alih melarang, pemuda multi talenta kelahiran 1995 itu mengatakan lebih memilih untuk tidak mencampuri urusan temannya yang memakai narkoba

“Menurut gue suatu saat mereka akan menemukan titik dimana mereka akhirnya menemukan dirinya sendiri, karena yang seperti itu enggak akan bisa diomongin, hanya capek-capekin diri dan jiwa kita, so, let them be, selama kita gak sentuh itu (narkoba) juga,” kata Ardhito.

Baca juga: Ardhito Pramono lampaui ekspektasi dalam WTF 2019

Baca juga: Pusaran narkoba di lingkungan kampus ibu kota

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Belajar ala Gita Gutawa, sendirian atau berkelompok?

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Gita Gutawa menyadari bahwa dirinya lebih nyaman belajar sendiri agar lebih fokus, ketimbang berkelompok.

“Aku penyendiri orangnya. Dulu kalau diajakin group study malah enggak bisa. Karena aku butuh fokus, jadi baca, belajar di kamar saja. Enggak ke mana-mana,” ujar dia di Jakarta, Selasa.

Jika masa ujian sudah dekat, biasanya dia akan membatasi kegiatan di luar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di kamar untuk belajar. Kendati memang menurut dia hal ini tak mudah, karena harus membagi waktu dengan kegiatan menyanyi.

“Aku sendiri terus terang agak panikan. Jadi kalau udah mau ujian, aku enggak keluar rumah dari kapan. Walaupun dulu beratnya masih menyanyi juga kan. Harus bisa bagi waktu jadi semuanya tetap harus jalan,” kata putri musisi Erwin Gutawa itu.

Baca juga: Ini project keren Gita Gutawa selama setahun

Bagi dia, belajar adalah salah satu fokusnya karena hal itu adalah bekal untuk kehidupannya di masa depan. Di samping itu, motivasinya untuk belajar bukan sekadar ingin mendapat nilai bagus, melainkan ingin terus menambah ilmu.

Ketika ditanya mengenai pengalaman mendapatkan nilai buruk semasa sekolah, Gita tertawa lalu menjawab pernah mengalami ini di setiap jenjang pendidikannya.

“Pernah ada saat satu pelajaran nilainya kurang bagus. Sayang nilai lain bagus nilai ini jelek, rata-rata jadi turun. Olah raga tuh. Bahasa Indonesia juga menurut aku, awalnya ada rasa meremehkan. Aku juga lihat UN SMP, padahal nilai lain bagus yang bahasa paling rendah” tutur dia.

Menurut Gita, terkadang merasa meremehkan bahasa Indonesia karena menganggapnya bahasa sehari-hari. Padahal, banyak hal mulai dari struktur, ejaan dan berbagai hal yang perlu dipelajari dalam bahasa Indonesia.

Baca juga: Gita Gutawa rajin buka KBBI dalami bahasa Indonesia

Baca juga: Masyarakat Linguistik Komputasional inginkan korpus bahasa Indonesia

Baca juga: Gita Gutawa menikmati peran di belakang layar

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gita Gutawa rajin buka KBBI dalami bahasa Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Gita Gutawa tak segan mempelajari kembali segala hal seputar bahasa Indonesia, mulai dari ejaan, penggunaan tanda baca, penggunaan kata yang tepat, hingga rajin mengakses Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

“Aku orangnya concern sama hal-hal seperti ini, terutama soal tulisan. Ada huruf kapital enggak bener aku enggak betah. Aku concern pada tanda baca, kapital, ejaan yang salah. Aku cek KBBI,” ujar dia dalam diskusi media bersama Quipper di Jakarta, Selasa.

Dia menilai bahasa salah satunya bahasa Indonesia memiliki peranan penting bagi hidupnya, salah satunya sebagai akar berpikir.

Baca juga: Tips Gita Gutawa untuk meredakan nyeri PMS

“Peran bahasa tidak hanya alat berkomunikasi. Bahasa akar dalam kita berpikir. Semakin peka dan belajar bahasa Indonesia semakin kaya kita berpikir,” tutur dia.

Gita mengatakan, bahasa Indonesia membantunya menulis lirik, rima lalu menyampaikan gagasan yang dimilikinya.

“Aku sejujurnya punya apresiasi tinggi pada bahasa Indonesia. Belajar bahasa menarik, mengorganisir pikiran, bagaimana meyampaikan pendapat,” kata dia.

Karena ketertarikannya pada bahasa, Gita belakangan ini bergabung menjadi Quipper Super Teacher, menyusul rekan selebritas lainnya, Vidi Aldiano dan Tasya Kamila. Di salah satu media belajar itu, dia mengajar bahasa Indonesia.

“Dengan mengajar bahasa Indonesia, aku berharap bisa berkontribusi positif dan ingin mengedukasi anak muda untuk senantiasa mencintai dan melestarikan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa,” tutur Gita.

Baca juga: Gita Gutawa menikmati peran di belakang layar

Baca juga: Gita Gutawa jajal pengalaman di belakang panggung

Baca juga: Gita Gutawa bicara mimpi dan pendidikan

Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Internasional

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kang Daniel pecahkan rekor lewat album solonya

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Kang Daniel memecahkan rekor baru untuk album yang paling banyak terjual sekaligus menduduki posisi pertama tangga album dalam satu hari sejak perilisannya.

Seperti dilansir Soompi, Selasa, album ” Color on Me” terjual 342.218 keping sehari setelah dirilis ke publik secara offline. Album ini juga berada di peringkat puncak tangga album harian Hanteo.

Selain itu, penyanyi jebolan ajang pencarian idola “Produce 101” itu menduduki posisi kedua sebagai penyanyi solo terlaris dalam satu pekan.

Sebelumnya, Daniel menjadi berita utama setelah albumnya dipre-order lebih dari 450.000 dalam satu minggu, jumlah terbanyak sejauh ini untuk solois pria.

Baca juga: Kang Daniel akhirnya debut sebagai penyanyi solo

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Agensi BTS ambil alih label musik GFriend

Jakarta (ANTARA) – Big Hit Entertainment, agensi manajemen grup K-pop BTS, telah mengambil alih agensi Source Music yang menaungi grup GFriend.

“Setelah baru-baru ini menyelesaikan kontraknya untuk mengambil alih saham Source Music, Big Hit akan mengintegrasikan (perusahaan) sebagai anak perusahaannya,” kata Big Hit dalam siaran pers seperti dilansir Yonhap.

“Source Music berencana untuk mempertahankan manajemennya saat ini untuk beroperasi mandiri dengan gayanya sebagai label musik,” katanya.

Pengambilalihan ini merupakan langkah terbaru oleh Big Hit untuk mendiversifikasi dan memperluas portofolio bisnisnya.

Awal bulan ini, perusahaan mengumumkan akan pindah ke gedung baru berlantai 19 di distrik Yongsan, Seoul, Mei mendatang.

“(Dengan pengambilalihan) Big Hit memperluas spektrum artisnya dengan menaungi artis dalam kategori girl grup yang sudah memiliki (mendirikan) basis penggemar serta trainee dengan potensi tinggi,” catat Big Hit.

Agensi BTS mengutip So Sung-jin, kepala Source Music, yang mengatakan bahwa “Saya senang bergabung dengan label Big Hit … Pengalaman hebat Big Hit dalam mencetak artis global dalam rentang waktu singkat dapat menjadi latar belakang solid untuk Source Music. “

Bang Si-hyuk, kepala Big Hit, menyatakan filosofi bersama kedua agensi jadi alasan di balik keputusan untuk mengambil alih Source Music.

Didirikan oleh So, Source Music sebelumnya meluncurkan girl band hasil kerja sama dengan Big Hit dan saat ini menjadi rumah bagi enam anggota grup GFriend.

Baca juga: RM BTS dan Lil Nas X rilis “Seoul Town Road”

Presiden gelar ratas percepatan pembangunan Jawa Timur

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lil Nas X cetak rekor 17 minggu puncaki tangga lagu Billboard

Jakarta (ANTARA) – Lagu baru Lil Nas X “Old Town Road” mencetak rekor dengan bertahan 17 minggu di puncak tangga Billboard Hot 100 pada Senin kemarin (29/7), mengalahkan torehan beberapa bintang besar seperti Mariah Carey dan Boyz II Men.

“Old Town Road” mengalahkan dua lagu pemegang rekor sebelumnya, yakni “Despacito” oleh Luis Fonsi dan Deddy Yankee featuring Justin Beaber serta “One Sweet Day” oleh Mariah Carey dan Boyz II Men, yang masing-masing bertahan 16 minggu di puncak.

Pencapaian LIl Nas X dengan “Old Town Road” yang juga menampilkan Billy Ray Cyrus itu juga mendapatkan tanggapan dari Ray Cyrus di Twitter.

“17 nomor favorit baru saya! 17 minggu No 1 Single #OTR 17 minggu No 1 Album #SomeGaveAll. Tujuan saya adalah selalu membuat musik yang akan menyentuh kehidupan orang di seluruh dunia,” tulis Cyrus di akunnya.

Meski telah melampaui “One Sweet Day” Mariah Carey, Lil Nas X tetap menghormati sang bintang pop dengan mengunggah tweet: “Mariah carey adalah legenda dan aku mencintai & menghormatinya”.

Lil Nas X kini mendapatkan banyak pujian dan ucapan selamat dari para penggemarnya di Twitter.

Pewarta: Suryanto
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cinta Laura: Aku merasa sangat terhormat jadi Duta Antikekerasan

Jakarta (ANTARA) – Selebritas Cinta Laura Kiehl resmi diangkat menjadi Duta Antikekerasan terhadap Perempuan dan Anak oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

“Aku merasa sangat terhormat, bahagia dan bersyukur hari ini dapat dinobatkan menjadi Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Indonesia,” kata Cinta di kantor Kementerian PPPA, Jakarta Pusat, Senin.

Pelantun “Vida” itu berjanji akan membantu mensukseskan seluruh program kementerian, terutama yang menyinggung kesejahteraan perempuan dan anak.

Cinta mengatakan ada tiga hal penting yang akan ia sampaikan kepada seluruh perempuan dan anak di Indonesia. Pertama, kekerasan adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

“Yang kedua, keluargamu harus menjadi tempat nomor satu untuk mengadu, bercerita, meminta pendapat, dan bertanya. Bukan orang lain yang tidak tahu keseharianmu, apalagi teman online. Mari jadikan keluargamu sahabatmu,” ujar dia.

Lalu yang ketiga, Cinta imengimbau seluruh perempuan dan anak untuk tidak menyalahkan diri sendiri atas segala kekerasan yang menimpa mereka.

Ia berharap bisa menjadi duta yang baik dan berguna bagi kemajuan kesejahteraan perempuan, anak, juga bangsa Indonesia.

Cinta Laura resmi dilantik menjadi duta oleh Sekretaris Kementerian PPPA Pribudiarta Nur Sitepu mewakili Menteri PPPA Yohana Yembise.

“Kementerian PPA dan ibu menteri menilai bahwa Cinta Laura berhasil survive (dalam menghadapi kekerasan) dan nantinya tentu kita harapkan Cinta dapat mendorong terutama anak muda untuk melakukan sosialisasi baik di media sosial maupun media konvensional,” ujar Pribudiarta.

Sebelumnya, aktris dan penyanyi kelahiran 1993 itu menjadi korban kasus kekerasan dalam berpacaran. Mantan kekasih Cinta, Frank Gracia menyebarkan foto dan video kemesraan mereka di media sosial yang kemudian mendapat komentar buruk dari warganet.

Baca juga: Cinta Laura ingin rambah pasar Asia lewat musik

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Drive: lagu lintas cahaya kembalikan persatuan pasca Pemilu

ANTARA- Peduli dengan situasi  masyarakat yang sempat terpecah belah pada Pemilu lalu, grup band Drive merilis lagu terbaru dengan judul Lintas Cahaya, yang bercerita untuk menyatukan kembali bangsa Indonesia pasca  pemilihan umum 2019.(Cahya Sari/Subut Atmamihardja/Sandy Arizona/Saras Krisvianti)

Cinta Laura ingin masyarakat tidak sepelekan kesehatan mental

Jakarta (ANTARA) – Cinta Laura Kiehl, yang baru saja dinobatkan sebagai duta oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), ingin agar masyarakat Indonesia tidak menyepelekan kesehatan mental.

“Menurutku kesehatan mental itu sangat penting, makanya kita harus kuatkan lagi program-program yang bisa membantu korban kekerasan secara mental,” ujar Cinta kepada Antara di Jakarta, Senin.

Menurut dia, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan mental masih harus ditingkatkan lagi.

“Kekerasan itu bukan hanya secara fisik tapi juga bisa psikologis, pokoknya itu penting banget,” ujar Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak itu.

Baca juga: Jadi Duta Anti Kekerasan, Cinta Laura: Aku merasa sangat terhormat

Selain itu, ia berpendapat sangat penting bagi sekolah-sekolah untuk memiliki program yang mengedukasi siswa agar lebih mengerti tentang kekerasan.

“Karena kekerasan itu banyak sekali bentuknya,” tuturnya.

Cinta pun berharap, setelah menjadi duta, ia dapat berguna dan mampu meningkatkan kesadaran perempuan dan anak Indonesia tentang kekerasan.

Be brave, harus kuat, harus berani dan jangan biarkan yang terjadi sama kita (kekerasan) membuat kita jadi putus asa dan tidak mempunyai motivasi untuk terus hidup,” kata dia.

Ke depan, aktris dan penyanyi kelahiran 1993 itu, bersama Kementerian PPPA akan menyambangi kota-kota terpencil di Indonesia untuk mengadakan acara dan seminar demi meningkatkan kesadaran tentang kekerasan.

Baca juga: Cinta Laura harapkan penambahan lembaga korban kekerasan
 

Kementerian PPPA ajarkan perempuan berwirausaha

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ITZY rilis album mini “IT’z ICY”

Jakarta (ANTARA) – Grup K-pop ITZY merilis album mini (EP) pertamanya “IT’z ICY” pada Senin, yang menghadirkan lagu hasil kolaborasi sejumlah komposer ternama Korea Selatan.

“IT’z ICY” adalah EP pertama grup beranggotakan Yeji, Lia, Ryujin, Chaeryeong, dan Yuna itu sejak debut mereka pada Februari dengan dua lagu, salah satunya “Dalla Dalla”.

“Dalla Dalla” berhasil mencetak rekor sebagai lagu K-pop yang ditonton lebih dari 100 juta kali di YouTube dalam 57 hari, rentang waktu terpendek untuk debut sebuah grup.

Prestasi itu pun meluncurkan nama grup perempuan itu ke garis depan K-pop.

Lagu baru yang juga menjadi judul album, “ICY” adalah single yang percaya diri, kuat, dan merupakan lagu pertama ITZY yang diciptakan oleh Park Jin-young, bintang K-pop senior sekaligus kepala agensi manajemen JYP Entertainment.

Baca juga: ITZY “adik” TWICE resmi debut di industri K-pop

“Saya senang dan merasa terhormat bekerja sama pertama kali dengan produser (Park),” kata leader ITZY, Yeji, seperti dilansir Yonhap.

“Termasuk produser dan penulis terkemuka menuangkan upaya terbaik mereka, jadi saya senang dengan karya terbaru kami,” katanya.

Selain Park, delapan komposer terkenal lainnya turut berkolaborasi menyusun lagu “ICY” di album itu, termasuk Daniel Caesar dan Ludwig Lindell, yang menciptakan lagu untuk grup Red Velvet, serta Lauren Dyson, Ashley Alisha dan Cameron Neilson yang membuat lagu BTS “I’m Fine” dan “Home.”

“‘ICY’ itu semacam perpanjangan dari ‘Dalla Dalla’ dengan pesan yang sama,” kata anggota ITZY Lia.

Baca juga: ITZY, girl band K-pop baru dari JYP Entertainment

Album mini tersebut berisi remix dari “Dalla Dalla” dan empat lagu baru yaitu “ICY”, “Cheery,” “It’s Summer” dan “Want It?”

“Lagu baru ‘ICY’ sama kuatnya dengan ‘Dalla Dalla’ dalam hal koreografi, tetapi memiliki tambahan yakni pesona kepercayaan diri wanita,” kata Chaeryeong.

Sementara, anggota termuda, Yuna, berharap bisa mendominasi K-pop musim panas 2019 dengan musik baru.

“Dengan album terbaru itu, saya ingin membuat orang berpikir tentang ITZY ketika mereka berpikir tentang musim panas,” ujarnya.

Baca juga: Lagu debut ITZY sudah ditonton 100 juta kali di YouTube

Kocca Indonesia & aT selenggarakan festival Korea

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cinta Laura enggan bahas soal mantan

Jakarta (ANTARA) – Aktris dan penyanyi Cinta Laura Kiehl enggan membahas masalah yang dialaminya dengan mantan kekasihnya Frank Garcia

“Aku enggak pernah bilang apa-apa ya,” ujar Cinta saat ditanya soal kasus kekerasan dalam berpacaran yang dialaminya.

“Maaf aku hari ini enggak akan membicarakan soal pengalaman aku, seperti yang aku bilang hari ini tujuannya itu untuk membicarakan bagaimana wanita-wanita dan anak Indonesia bisa terus melihat ke depan ketika mereka menjadi korban kekerasan,” kata pelantun “Vida” itu di Jakarta, Senin

Cinta yang baru diangkat menjadi Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA) itu mengatakan dirinya selalu berusaha berpikir positif ke depan.

“Yang bisa aku lakukan sekarang hanya melihat ke depan dan menjadi role model yang baik untuk generasi Indonesia,” tambah dia.

Sementara, Sekretaris Kementerian PPPA Pribudiarta Nur Sitepu mengatakan salah satu alasan pihaknya memilih Cinta Laura sebagai duta karena Cinta telah berhasil melalui kekerasan yang dialaminya.

Baca juga: Jadi Duta Anti Kekerasan, Cinta Laura: Aku merasa sangat terhormat
 

Kementerian PPPA ajarkan perempuan berwirausaha

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jadi Duta Anti Kekerasan, Cinta Laura: Aku merasa sangat terhormat

Jakarta (ANTARA) – Selebritas Cinta Laura Kiehl resmi diangkat menjadi Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

“Aku merasa sangat terhormat, bahagia dan bersyukur hari ini dapat dinobatkan menjadi Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Indonesia,” kata Cinta di kantor Kementerian PPPA, Jakarta Pusat, Senin.

Pelantun “Vida” itu berjanji akan membantu mensukseskan seluruh program kementerian , terutama yang menyinggung kesejahteraan perempuan dan anak.

Cinta mengatakan ada tiga hal penting yang akan ia sampaikan kepada seluruh perempuan dan anak di Indonesia. Pertama, kekerasan adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

“Yang kedua, keluargamu harus menjadi tempat nomor satu untuk mengadu, bercerita, meminta pendapat, dan bertanya, bukan orang lain yang tidak tahu keseharianmu apalagi teman online, mari jadikan keluargamu sahabatmu,” ujar dia.

Lalu yang ketiga, Cinta ingin mengimbau seluruh perempuan dan anak untuk tidak menyalahkan diri sendiri atas segala kekerasan yang menimpa mereka.

Ia berharap bisa menjadi duta yang baik dan berguna bagi kemajuan kesejahteraan perempuan, anak, juga bangsa Indonesia.

Cinta Laura resmi dilantik menjadi duta oleh Sekretaris Kementerian PPPA Pribudiarta Nur Sitepu mewakili Menteri PPPA Yohana Yembise.

“Kementerian PPA dan ibu menteri menilai bahwa Cinta Laura berhasil survive (dalam menghadapi kekerasan) dan nantinya tentu kita harapkan Cinta dapat mendorong terutama anak muda untuk melakukan sosialisasi baik di media sosial maupun media konvensional,” ujar Pribudiarta.

Sebelumnya, aktris dan penyanyi kelahiran 1993 itu menjadi korban kasus kekerasan dalam berpacaran. Mantan kekasih Cinta, Frank Gracia menyebarkan foto dan video kemesraan mereka di media sosial yang kemudian mendapat komentar buruk dari warganet.

Baca juga: Cinta Laura ingin rambah pasar Asia lewat musik
 

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

NU’EST janjikan konser spektakuler di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Grup NU’EST menjanjikan konser yang spektakuler untuk para penggemar mereka di Indonesia pada 3 Agustus.

JR, pemimpin grup melalui video yang diunggah promotor Mecima pro beberapa waktu lalu, kelompok yang dibentuk pada 2012 itu sudah mempersiapkan berbagai hal untuk konser perdana mereka di Tanah Air.

“Kami sudah mempersiapkan berbagai penampilan spektakuler untuk memberikan kalian konser yang terbaik,” kata JR.

Dia yang mewakili grup juga berjanji menampilkan konser bertajuk “2019 NU’EST Segno Concert in Jakarta” seindah mungkin.

“Kami akan berusaha untuk membuat konser itu seindah mungkin,” tutur JR yang pernah mengikuti ajang pencarian idola “Produce 101” bersama Minhyun, Ren, dan Baekho itu.

Baca juga: Jelang konser NU’EST di Indonesia, Aron kirim pesan untuk penggemar

Dalam video, para personel NU’EST juga membacakan sejumlah pesan para penggemar mereka (L.O.^.E) di Indonesia, antara lain berisi ucapan rasa tidak sabar bertemu NU’EST dan doa agar mereka selalu sehat.

Para penggemar berharap NU’EST bisa menikmati hari-hari mereka selama di Indonesia dan mencicipi hidangan khas Tanah Air.

“Semoga kalian dapat bersenang-senang di Indonesia dan jangan lupa mencicipi rendang dan sate,” kata Ren membacakan surat dari penggemar.

Di pengunjung video, NU’EST berterima kasih atas surat-surat yang para L.O.^.E kirimkan dan berharap segera bertemu mereka.

Baca juga: NU’EST pengin cicipi kuliner Indonesia, apa saja?

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sungjong INFINITE diam-diam daftar wajib militer

Jakarta (ANTARA) – Sungjong, personel termuda boy group INFINITE secara tiba-tiba mengumumkan dirinya mendaftar wajib militer kepada para penggemarnya.

Seperti dilansir Soompi, Senin, dia mengunggah sebuah surat tulisan tangan melalui laman Instagramnya mengenai keputusannya itu.

“Pada saat kalian membaca surat ini, aku sudah berada di militer. Aku minta maaf tidak dapat memberi tahu kalian sebelumnya,” tulis Sungjong.

Baca juga: Setelah Xiumin, D.O EXO segera jalani wajib militer

Dia berjanji akan menjaga kesehatan selama di militer dan kembali dari tugas sebagai pria yang keren.

“Aku akan segera kembali sebagai Sungjong yang telah menjadi pria muda yang keren. Aku menyayangi kalian, INSPIRIT (sebutan untuk penggemar INFINITE),” tulis dia.

Terakhir, pelantun “Man in Love” itu meminta para penggemar tak melupakannya.

Baca juga: Kim Soo-hyun resmi selesaikan wajib militer

Baca juga: Chansung 2PM mulai wajib militer

 

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Michael Jackson akan dihapus dari daftar penerima MTV Award

Jakarta (ANTARA) – MTV mempertimbangkan untuk memutuskan hubungan dengan Michael Jackson setelah film dokumenter “Leaving Neverland” yang mengungkap tentang pelecehan seksual sang “Raja Pop” itu terhadap anak-anak di bawah umur menjadi perhatian dunia.

Melihat perkembangan mengenai isu masa lalu Michael Jackson itu, MTV kemungkinan akan menghapus nama Jackson dari daftar artis yang pernah menerima penghargaan MTV, termasuk untuk ajang Video Music Award tahunan pada Agustus mendatang.

“Ada banyak diskusi hangat di jaringan tentang bagaimana menangani Video Vanguard Award Michael Jackson tahun ini, dan itu buruk,” kata seorang sumber kepada Page Six, dikutip Senin.

“Ada pembicaraan tentang apakah mereka harus mengubah nama, atau membuangnya sama sekali. (Ada juga pembicaraan) tentang siapa yang akan menyajikannya dan siapa yang akan menerimanya. Ini berantakan.”

Baca juga: Paris Jackson sangkal berita dirinya coba bunuh diri

Film dokumenter kontroversial HBO berfokus pada tuduhan pelecehan seksual terhadap mantan anak didik Jackson, Wade Robson dan James Safechuck. Keduanya mengklaim Jackson menyiapkan mereka sebagai anak-anak yang memiliki hubungan seksual dengannya.

Pihak Jackson membantah tuduhan itu dan mengajukan gugatan 100 juta dolar terhadap HBO karena melanggar klausul dari kontrak tahun 1992 yang melarang TV jaringan itu untuk membuat “komentar yang meremehkan” tentang King of Pop. HBO membalas dalam dokumen pengadilan bahwa kontrak telah berakhir.

Namun berbulan-bulan setelah film itu ditayangkan, masih ada gelombang kejut yang terasa di industri.

Baca juga: Radio Australia, Kanada, Selandia Baru tak putar lagu Michael Jackson

Michael Jackson menerima Vanguard Award pada tahun 1988, dan MTV memberikan penghargaan kembali untuk menghormatinya pada tahun 1991.

Rihanna, Beyonce, Kanye West, Britney Spears, U2, dan Jennifer Lopez (penerima tahun lalu) adalah beberapa bintang yang dihormati berdasarkan namanya.

MTV mengumumkan nominasi VMA-nya minggu ini, dengan Ariana Grande, Taylor Swift, Billie Eilish dan Lil Nas X menduduki daftar teratas. Grande dan Swift memimpin nominasi dengan masing-masing 10.

Baca juga: Jadi aset Michael Jackson, laman KingOfPop.com tak lagi jual popcorn

Baca juga: Children’s Museum di Indianapolis hapus tiga barang Michael Jackson

Penerjemah: Suryanto
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mantan vocalis Ecoutez rilis single baru

Tangerang (ANTARA) – Mantan vocalis Band pop jazz Ecoutez yakni Delia Septianti kembali ke dunia musik dengan
merilis single pertama setelah mengundurkan diri dari tahun 2011.

Delia mengatakan keputusannya untuk kembali ke dunia musik adalah cita-cita yang tertunda setelah mundur dari dunia musik.

“Jadi, setelah sempat mundur ingin memiliki karya lainnya yakni memiliki single dan saat ini
akhirnya mulai dirilis,” katanya ditemui dalam peluncuran di pusat belanja Tangerang City.

Delia memulai karieenya di dunia musik sejak umur 6 tahun dimulai dari lagu pop
anak-anak tahun 1991.

Bahkan, dirinya memiliki 18 album pop anak – anak yang diproduseri ayahnya sendiri
yakni Mamo Agil

Lalu di tahun 2005 dia bergabung dengan band pop jazz Ecoutez sebagai vokalis. Dua lagu yang menjadi hits kala itu berjudul “Simpan Saja” dan “Percayalah”.

“Tahun 2011 saya mundur dari dunia musik dan memiliki kembali ke dunia sinetron, presenter dan bersolo karier. Nah sekarang mengeluarkan single terbaru,” ujarnya.

Untuk lagu di solo kariernya ini, Delia berkolaborasi dengan musik produser Alam Urbach. Lagu berjudul “Suasana Hati” memiliki sentuhan pop RnB yang bercerita tentang suasana hati yang kosong dan diisi oleh hadirnya seseorang yang selama ini dicari.

“Dengan adanya lagu ini maka bisa melepas kerinduan para penggemar dan bisa diterima oleh seluruh pendengar di berbagai usia dan kalangan. Lagu ini pun mulai bisa didengar di digital platform favorit bulan Agustus mendatang,” paparnya.

Baca juga: Delia Ecoutez Jualan Pakai Daya Tarik Keartisan

SD Ngasinan terapkan metode belajar dengan lagu

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Curhat trio Maroo tentang “Produce X 101”

Jakarta (ANTARA) – Tiga peserta pelatihan dari agensi Maroo Entertainment, Lee Jin-woo, Lee Woo-jin, dan Lee Tae-seung mengungkapkan perasaan mereka saat tampil dalam ajang pencarian idola “Produce X 101”.

Kepada Xportsnews, Minggu, ketiganya mengaku kecewa tidak bisa bertahan hingga babak final atau debut melalui ajang itu. Namun, dengan tereliminasi justru memotivasi mereka berusaha lebih keras.

Woo-jin dan Tae-seung mengatakan keterampilannya meningkat pesat sejak bergabung di “Produce X 101” bersamaan dengan banyaknya orang yang mengenali dan mendukung mereka.

Jin-woo bahkan mengungkapkan tubuhnya bertambah tinggi. “Ketika pertama kali memasuki asrama ‘Produce X 101’, tinggiku sekitar 171 centimeter, tapi sekarang kupikir sekitar 176 sentimeter,” kata dia seperti dilansir Soompi.

Mereka lalu berbagi cerita di balik layar dari pertunjukan. Pada topik makanan, Tae-seung mengaku pernah bosan dengan roti Korea karena sering memakannya.

Di sisi lain, Won-jin berkomentar, roti yang dia dapatkan waktu berada di kelas X enak sehingga dia dan rekan-rekannya membawa pulang roti itu.

Mereka juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Lee Dong-wook, yang muncul sebagai perwakilan produser nasional (MC).

“Dia memperlakukan kami dengan baik saat direkam ataupun tidak oleh kamera. Dia luar biasa. Aku benar-benar bersyukur ketika dia menyadarkan aku setelah melakukan kesalahan selama ‘Barcode’,” kata Won-jin.

Kemudian, berbicara mengenai rencana di masa depan, Jin-woo mengungkapkan ingin menampilkan citra seksi saat melakukan koreografi.

Tae-seung menuturkan ingin menunjukkan lebih banyak kemampuannya pada khalayak. Menurut dia, selama di “Produce X 101” belum banyak hal yang bisa dia tampilkan.

“Di masa depan, aku ingin menunjukkan sisi diriku yang jauh meningkat dibandingkan ketika berada di program,” tutur dia.

Baca juga: “Produce X 101” bantah tuduhan kecurangan

Baca juga: Han Seung-woo terpilih sebagai pemimpin X1 “Produce X 101”
 

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mereka hidup segan mati tak sudi pada era digital

Jakarta (ANTARA) – Penikmat musik, khususnya para pehobi album fisik, terperanjat saat mendengar kabar toko musik Aquarius Mahakam yang berlokasi di Blok M, Jakarta Selatan, tutup selamanya pada 2013.

Berselang dua tahun, giliran toko musik Duta Suara ikut serta menutup satu per satu cabangnya. Kini, hanya satu toko di bilangan Sabang, Jakarta Pusat, saja yang masih mengusung nama Duta Suara.

Nasib lebih tragis dialami Disc Tarra menyusul penutupan 40 gerai di seluruh Indonesia. Alasannya, penjualan album fisik musik terus menurun dari tahun ke tahun.

Terompet sangkakala seakan mengalun lebih cepat bagi toko-toko musik yang pernah menjadi saksi kejayaan musikus era 80-90an di Tanah Air. Sebutlah, Slank, Iwan Fals, Chrisye, Nike Ardila, Rhoma Irama, Gobless, dan sederet nama-nama legenda pemusik Indonesia yang moncer berkat toko-toko musik di berbagai kota.

Adalah layanan musik digital seperti Spotify, SoundCloud, YouTube, Apple Music, Joox, dan teman-teman mereka menjadi penyebab minat pasar yang terus anjlok untuk mengoleksi lagu-lagu dalam berbalut kemasan fisik.

Nilai praktis, cepat, dan tidak membutuhkan ruang yang ditawarkan layanan-layanan itu terus menggerogoti laba bahkan pendapatan toko-toko musik album fisik secara global. Mesikpun di sisi lain, layanan secara daring (online) menyimpan kekurangan seperti adanya akses Internet cepat dan aman tanpa serangan siber.

Perusahaan riset media sosial asal Kanada dan Inggris, Hootsuite dan We Are Social, pada awal Januari 2019, melaporkan data statistik tentang durasi akses Internet orang Indonesia yang rata-rata mencapai delapan jam 36 menit.

Secara acak, mereka menghabiskan tiga jam dengan mengakses media sosial, dua jam melihat video, dan satu jam setengah untuk streaming musik.

Toko-toko musik album fisik juga berguguran di Amerika Serikat. Ambil contoh jaringan toko musik terbesar di Negeri Paman Sam, RadioShack. Perusahaan yang didirikan Milton Deutschmann dan Theodore Detuschmann pada 1921 itu terpaksa menutup 1.100 cabang pada 2014.

Memang, segelintir toko musik seperti Musik Plus dan Harika Music masih membuka gerai mereka di pusat-pusat perbelanjaan. Hanya saja, jumlah mereka dapat terhitung dengan jari kedua tangan.

Sepi pengunjung

Bertahan degan hanya satu toko musik fisik, Duta Suara masih setia membuka pintu toko mereka setidaknya para kolektor album fisik nusantara serta mancanegara.

Gerai satu-satunya di Jalan Agus Salim, atau akrab dikenal jalan Sabang, Jakarta Pusat itu telah menjual album fisik selama lebih dari 40 tahun.

Baca juga: Drive optimistis pada industri musik meski ragu bikin album fisik
  Aneka koleksi CD musik dari musikus mancanegara di toko musik Duta Suara, Jakarta. (ANTARA/Yogi Rachman)

Duta Suara, dalam perjalanan bisnisnya, sempat memiliki 14 cabang di berbagai tempat termasuk di pusat-pusat perbelanjaan ternama di Jakarta dan terpaksa gulung tikar pada pertengahan periode 2000-an.

Rak-rak berisi aneka album genre musik masih menyambut setiap pengunjung yang melangkah ke dalam toko di dekat kawasan kuliner BSM Sabang, Jakarta itu. Kemasan album kaset, compact disc (CD), video compact disc (VCD), hingga piringan hitam musikus dalam dan luar negeri masih tertata rapi untuk dikoleksi

Selain album musik fisik, para pengunjung toko juga dapat memilih beragam judul film lebar yang terbungkus digital versatile disc (DVD). Begitu pula, aksesoris perangkat musik seperti pengeras suara di kepala (headset).

Hary, salah satu staf toko musik Duta Suara, mengakui penurunan jumlah pembeli, bahkan pengunjung ke toko yang populer pada 1980an itu. Pada masa jayanya, Duta Suara menjadi rujukan dan lokasi berkumpul kawula muda Jakarta, apalagi saat album baru musisi ternama tiba di pasar.

Duta Suara, menurut Hary, tidak menampik kehadiran layanan musik digital sebagai mengubah kebiasaan pendengar musik yang berujung pada kemerosotan penjualan album fisik di toko itu.

“Makanya, sekarang sih masih ada (pembeli). Cuma, (mereka) yang datang kebanyakan (adalah) orang-orang kolektor,” ujar Hary.

Sejumlah produsen dan label musik yang tidak lagi merilis album fisik menjadi ancaman ain bagi Duta Suara untuk menyajikan koleksi bagi para penggemarnya demi eksistensi toko.

“Dari major label sudah kurang, tapi kebanyakan sekarang dari indie label,” kata Hary tentang kehadiran album fisik musik di tokonya.

Setidaknya, Duta Suara masih merasa beruntung walau menyisakan satu toko di kawasan Sabang Jakarta. Kepemilikan bangunan toko itu masih satu nama dengan pemilik nama toko sehingga tidak perlu merogoh ongkos sewa.

Baca juga: Album fisik “Energy of Asia” Asian Games resmi diluncurkan
  Pengunjung memilh album musik di toko Duta Suara di Jalan Sabang, Jakarta. (ANTARA/Yogi Rachman)

Salah satu pengunjung setia yang mengaku sudah lama berlangganan di Duta Suara adalah Mia Sumiati. Wanita yang tinggal di kawasan Setiabudi tersebut masih rutin datang untuk membeli album fisik, seperti CD musik dan VCD karaoke.

“Saya sih enggak mau pakai (album) bajakan (karena) setiap beli selalu ke tempatnya (album resmi). Di sini (Jakarta) kan sudah tahu, dari dulu (ada) Duta Suara. (Saya) sudah langganan. Jadi saya enak, bisa milih-milih yang bagus,” kata Mia.

Kenangan dengan toko musik Duta Suara juga diingat oleh penyanyi Marcello Tahitoe, atau akrab disapa Ello, yang mengaku sudah sejak SD menjadi pelanggan.

Saat itu, Ello sering datang guna membeli album fisik dari musikus idolanya. Bahkan, dia tidak ragu untuk menghabiskan banyak waktu hanya demi mencari album penyanyi serta grup musik idolanya.

“Sebenernya dari dulu. gua suka musik rock, lebih tepatnya rock ‘n roll. Gua waktu kecil sering ke Duta Suara di Jalan Sabang. Itu toko kaset, di temboknya, gua inget banget kelas 2 SD. Gua langsung nyari ‘Rock n Roll 50 Top Compilations’,” ujar penyanyi yang populer dengan lagu “Kisah Kita Tlah Usai” itu.

Baca juga: RAN rilis album fisik “Hari Baru”

Masih dibutuhkan

Pengamat musik Idhar Resmadi mengatakan keberadaan toko musik masih dibutuhkan meskipun peminat album fisik cenderung berkurang.

Idhar mengatakan tidak semua musikus meluncurkan album dalam format digital. Penikmat album fisik juga masih ada walaupun jumlahnya menurun.

Namun, Idhar berharap toko-toko album musik fisik tidak tergantung dengan model bisnis konvensional agar tidak tergilas perubahan zaman.

“Toko musik itu perlu berubah, tidak sekadar jualan album musik fisik. Mereka juga bisa menjual berbagai suvenir terkait musik,” kata Idhar.
  Berbagai koleksi kaset tertata di toko Duta Suara yang berada di Jalan Sabang, Jakarta. (ANTARA/Yogi Rachman)

Selain itu, toko musik juga perlu membangun kepercayaan para pelanggan agar dapat kembali berjaya. Para kolektor album fisik juga perlu dilibatkan dan dianggap sebagai bagian dari apa yang mereka cintai, yaitu musik yang mereka nikmati.

Model-model bisnis seperti itu, menurut Idhar, menjadi latar belakang toko-toko musik alternatif masih tetap tumbuh dan hadir menyusul keberadaan komunitas sebagai upaya membentuk dan merawat pasar.

“Harus dibangun customer trust kepada toko musik. Ya (pemilik toko) harus banyak sosialisasi, kampanye, atau edukasi untuk mengapresiasi toko musik,” kata Idhar.

Jika memang “pasar bisa diciptakan” seperti penggalan lirik lagu Efek Rumah Kaca, peran kolektif dari musisi, pemerintah, dan segala elemen yang ada di dalam industri musik dibutuhkan agar toko album fisik musik bangkit dari fase hidup segan mati tak sudi terhadap gempuran layanan digital.

Baca juga: Era musik digital pun butuh album fisik

Pemerintah siapkan langkah strategis dorong industri musik Indonesia

Oleh Yogi Rachman
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polisi selidiki kasus dugaan manipulasi suara “Produce X 101”

Jakarta (ANTARA) – Kepolisian Metropolitan Seoul, Korea Selatan, menyelidiki kasus dugaan manipulasi suara dalam ajang pencarian idola “Produce X 101” atas permintaan tertulis yang mereka terima.

Seperti dilansir Soompi, Sabtu (27/7), dugaan manipulasi bermula saat para penggemar memperhatikan perbedaan jumlah suara di antara beberapa peserta pelatihan yang tampak identik.

Pihak penyelenggara, Mnet, membantah ada manipulasi suara. Tapi pada Kamis (24/7), mereka mengakui ada kesalahan proses hitung dan penyampaian jumlah total suara para peserta meskipun peringkatnya benar.

Mnet lantas mengumumkan pengajuan permintaan untuk penyelidikan terkait kasus penghitungan suara itu setelah membantah tuduhan dari para penggemar.

Baca juga: “Produce X 101” bantah tuduhan kecurangan

Baca juga: Han Seung-woo terpilih sebagai pemimpin X1 “Produce X 101”

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sore romantis bersama Ari Lasso di GIIAS 2019

Menyenangkan sekali sore ini mudah-mudahan semuanya sehat

Tangerang (ANTARA) – Penyanyi Ari Lasso sukses menghibur pengunjung yang memadati stan Mitsubishi Motors pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Sabtu, melalui sederet lagu-lagu romantis yang dibawakannya.

Ari Lasso tampil sekitar pukul 17.00 WIB di stan Mitsubishi Motors yang berada di Hall 2 ICE BSD dan langsung menarik perhatian para pengunjung GIIAS.

Baca juga: Ari Lasso sayangkan peristiwa 21 dan 22 Mei

Sejumlah lagu pun langsung dibawakan oleh mantan personel Dewa 19 itu, seperti “Arti Cinta”, “Mengejar Matahari”, dan “Aku dan Dirimu”.

“Mudah-mudahan semua bisa memetik pengalaman dari lagu ini,” kata Ari Lasso sebelum menyanyikan lagu “Misteri Ilahi”.

Ari Lasso tampil begitu atraktif dan tak jarang mengajak para penonton untuk bernyanyi bersama. Penonton pun nampak tanpa malu ikut bernyanyi melantunkan lagu-lagu romantis Ari Lasso.

“Menyenangkan sekali sore ini mudah-mudahan semuanya sehat,” kata Ari Lasso.

Ari Lasso kemudian melanjutkan penampilannya dengan menyanyikan lagu “Hampa”, dan “Kangen” yang pernah dibawakan saat bersama Dewa 19.

Baca juga: Dewa 19 hibur “adik-adik” milenial di We The Fest 2019

Baca juga: Akses media sosial dibatasi, Ari Lasso tak masalah

Mobil-mobil canggih di GIIAS 2019

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Daesung BIGBANG tidak tahu ada bisnis ilegal di gedung miliknya

Jakarta (ANTARA) – Daesung, anggota grup K-pop BIGBANG, mengatakan dia tidak tahu ada bisnis ilegal–termasuk prostitusi–yang dikabarkan beroperasi di gedung miliknya di Gangnam, Seoul.

Penyanyi itu mengeluarkan pernyataan melalui agensi YG Entertainment, “Saya langsung bergabung dengan militer hampir setelah membeli gedung ini. Para penyewa telah menjalankan bisnis sebelum saya membelinya. Saya tidak tahu tentang aktivitas ilegal mereka.”

Dilansir Korea Times, pernyataan itu dikeluarkan setelah ada klaim bisnis hiburan beroperasi di gedung itu dan ada prostitusi di sana.”

Daesung dikabarkan membeli gedung itu seharga 31 miliar won pada 2017.

“Saya akan menindak penyewa yang melanggar hukum, memenuhi tanggung jawab sebagai pemilik gedung,” kata dia.

Daesung mulai wajib militer pada Maret 2018. Dia akan keluar dari militer pada Desember.

Baca juga: Daesung BIGBANG jalani wamil susul Taeyang, GD dan T.O.P

Baca juga: Daesung BIGBANG mulai wamil pekan depan

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ariana Grande “follow” akun Instagram Yeri Red Velvet

Jakarta (ANTARA) – Pemenang Grammy Ariana Grande mulai “follow” akun Instagram Yeri dari grup K-pop Red Velvet, pertama kalinya penyanyi ternama itu mengikuti akun artis Korea.

Dilansir Korea Times, Yeri mengunggah pesan video di channel YouTube Google Play Korea, mengatakan dia sudah jadi penggemar Grande sejak duduk di bangku SMP dan tak sabar ingin berjumpa dengannya. Yeri sering menyebutkan artis-artis yang menginspirasinya.

Baca juga: Red Velvet akan rilis versi Korea “Sayonara”

Baca juga: Konser Red Velvet rampung di AS, berlanjut ke Kanada

Grande melihat pesan itu dan mulai mengikuti akun Instagram Yeri. Di antara 820 akun yang diikuti Grande, Yeri adalah selebritas Korea pertama.

Meski Grande tidak mengikutinya di media sosial, Ariana Grande pernah mengunggah foto dengan Jungkook dari grup BTS, yang juga penggemar Grande.

Ariana Grande-Butera punya basis penggemar yang kuat di Korea berkat teknik menyanyi dan suaranya yang bertenaga.

Baca juga: Red Velvet siap gelar konser perdana pada Agustus

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rendy Pandugo berbagi kiat berkecimpung di industri musik

Tangerang (ANTARA) – Penyanyi Rendy Pandugo membagikan kiat suksesnya bagi para musisi yang baru mulai meniti karir di industri musik Indonesia.

Pelantun lagu “I Dont’ Care” itu menyarankan kepada para musisi yang baru berkecimpung untuk selalu berpikiran terbuka agar dapat memunculkan ide baru.

“Saran gue harus open minded buat semuanya, mulai dari musik dan ide yang masuk,” kata Rendy Pandugo saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, Sabtu.

Rendy Pandugo yang namanya dikenal berkat cover lagu di media sosial itu kini sukses menjalankan karir di industri musik dengan mendapatkan kontrak dari salah satu label rekaman ternama.

Baca juga: Afgan, Isyana dan Rendy Pandugo rilis single kolaborasi kedua

Meski demikian, bagi Rendy kerja keras yang sesungguhnya baru dimulai. Menurut dia persaingan di industri musik Indonesia sangat ketat sehingga dibutuhkan konsistensi dalam berkarya.

“Kompetisi sebenarnya baru dimulai sekarang. Karena impian lo harus dibuktikan dengan karya yang disampaikan ke khalayak ramai itu yang sebenarnya,” ujarnya.

Berkat ketekunannya, kini Rendy Pandugo telah membuktikan bdiri melalui karya berupa album yang dirilis tahun 2017 lalu, serta proyek musik kolaborasi dengan Afgan dan Isyana Sarasvati menyanyikan single “Lagu Cinta”.

Baca juga: Yefta dan Teman Tidur juara Brio Music Projects

Baca juga: Honda turunkan harga aksesoris Accord hingga Brio

Baca juga: Honda umumkan tiga finalis Brio Music Project

Honda Jazz Jatuh dari Lantai Dua di Mal Tasikmalaya

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sore Band: Baru kali ini tampil di arena banyak alarm mobil

Tangerang (ANTARA) – Band indie asal Jakarta, Sore, menyatakan baru pertama kali tampil di arena pameran mobil, saat mengisi panggung di anjungan Suzuki pada pameran Gaikindo Indonesia Interbational Auto Show (GIIAS), Sabtu siang.

“Selamat siang, baru kali ini Sore bermain di arena yang banyak alarm mobilnya,” ungkap Awan Garinda.

Sore yang terdiri dari Ade Firza Paloh (gitar, vokal), Awan Garnida (bass, vokal), Reza Dwi Putranto (gitar, vokal), Bemby Gusti Pramudya (drum, perkusi, vokal), membawakan lagu-lagu andalan, sambil sesekali menyapa penonton..


Sore Band yang tampil di booth Suzuki pada ajang GIIAS 2019 (ANTARA News/Chairul Rohman)

Tidak terlalu banyak berbicara ia pun langsung mengajak para pengunjung bernyanyi bersama dengan lagu yang dibawainya, yakni “Merintih Perih.”

“Langsung saja kita bawain Merintih Perih, ikut nyanyi yang tahu lagu ini yah,” ucap Awan.

Setelah selesai menyanyikan lagu Merintih Perih yang dirilis pada tahun 2008, Awan mengatakan “memang susah jika penyayi rock, menyanyi sayu dayu gitu.”

“Masih lagu-lagu mengheningkan cipta yah, karena masih dalam suasana dimana banyak alarm mobil disini,” candanya.

Pada lagu terahirnya, Sore Band membawakan lagu Somos Libres yang dirilis pada tahun 2005.

Baca juga: Rahasia SORE tampil konsisten

Baca juga: Senja bersama SORE

Baca juga: SORE tak punya formula untuk gaet pendengar muda

Mobil-mobil canggih di GIIAS 2019

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mel B sebut Victoria Beckham ikut reuni Spice Girls pada 2020

Jakarta (ANTARA) – Melanie Brown atau yang dikenal dengan Mel B menyebut bahwa Victoria Beckham akan bergabung dengan Spice Girls dalam pertunjukan di Glastonbury pada 2020.

Spice Girls baru saja menyelesaikan tur di 13 tempat melintasi Inggris yang merupakan bagian dari “Spice World – Tour 2019”, akan tetapi Victoria absen dari ajang reuni ini.

Meski demikian, dalam sebuah sebuah program “The Lateish Show with Mo Gillingan”, Mel mengatakan bahwa dia ingin sekali naik ke panggung bersama rekan-rekan mantan girlband-nya untuk merayakan ulang tahun ke-50 Glastonbury Festival yang ikonik.

“Lucunya, ibuku berada di pesta musim panas ibunya dan Victoria ada di sana, dan dia benar-benar mengatakan kepada ibuku bahwa dia akan senang tampil di Glastonbury ke-50 tahun depan,” kata Mel B dilansir Aceshowbiz, Sabtu.

“Bukan hanya aku yang mengatakannya, dia benar-benar mengatakan itu kepada ibuku,” lanjutnya.

Mo Gilligan kemudian bertanya apakah Victoria serius dengan perkataannya untuk reuni, Mel B menjawab, “Saya harap begitu.”

Baca juga: Spice Girls mulai tur reuni di Dublin

Baca juga: Victoria Beckham tak ikut reuni Spice Girls demi hal ini
 

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jay-Z dan John Fogerty batal tampil di festival musik Woodstock 50

Jakarta (ANTARA) – Rapper Jay-Z mundur dari festival musik Woodstock 50 yang sedang bermasalah dan seharusnya digelar bulan depan.

Suami Beyonce itu dijadwalkan tampil sebagai penutup dari festival tiga hari yang harusnya merayakan peringatan 50 tahun festival “musik dan kedamaian” 1969.

Seorang sumber anonim tidak menyebut alasan Jay-Z batal tampil. Namun penyelenggara telah menghadapi kesulitan untuk mencari lokasi untuk festival 16-18 Agustus dan kehilangan sponsor pendanaan, menimbulkan keraguan apakah acara itu bisa tetap berlangsung.

Sementara tiket acara belum dijual.

Dilansir Reuters, penyanyi John Fogerty yang tampil di festival Woodstock perdana sebagai pentolan Creedence Clearwater Revival juga mundur dari daftar penampil, berdasarkan keterangan dari perwakilan sang artis.

Fogerty hanya akan bermain “di satu tempat” akhir pekan ini, tulis keterangan tersebut. Tempat itu adalah Bethel Woods Center for the Arts, lokasi dari Woodstock perdana, yang menampung acara berskala lebih kecil dibintangi Ringo Starr dan Santana.

Woodstock 50 awalnya direncanakan digelar di Watkins Glen, New York namun izin di lokasi itu gagal didapatkan bulan lalu. Setelah itu panitia mencari tempat baru di Vernon, New York.

Pada Kamis, beberapa media mengabarkan penyelenggara Woodstock 50 ingin mengganti lokasi ke Merriweather Post Pavilion, amphitheater di Columbia, Maryland.

“Orang-orang Woodstock sedang berusaha memastikan artis tetap tampil. Jika band datang, kami akan memproduksi acaranya,” kata Seth Hurwitz, pimpinan promotor musik I.M.P. dan operator Merriweather Post Pavilion dalam keterangan pada New York Times.

Penampil lain yang dijadwalkan manggung di Woodstock 50 termasuk Dead & Company, the Killers, Miley Cyrus, Imagine Dragons dan Chance the Rapper.

Baca juga: Sebulan jelang acara, festival Woodstock 50 belum dapat lokasi

Baca juga: Peringatan 50 tahun Woodstock tetap digelar meski investornya mundur
 

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Solo Keroncong Festival 2019

Grup musik keroncong OK Porsiba Tanjung Enim dari Sumatera Selatan tampil pada acara Solo Keroncong Festival (SKF) 2019 di Balaikota, Solo, Jawa Tengah, Jumat (26/7/2019). Festival Musik Keroncong yang digelar setiap tahun tersebut merupakan upaya melestarikan musik Keroncong yang kini semakin ditinggalkan. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/wsj.

Kotak dan Dead Bachelors ngamen di terowongan Sudirman

Jakarta (ANTARA) – Grup musik Kotak dan Dead Bachelors menghibur masyarakat yang melintasi terowongan jalan Kendal, atau di bawah jalan raya Sudirman, Menteng Jakarta Pusat, pada Jumat dengan menanyikan lagu-lagu populer mereka.

Acara musik yang bertajuk “Road to Playfest 2019” itu dimulai pada pukul 18.00 WIB dan dibuka grup Dead Bachelors. Grup yang beranggotakan Mario Pratama (pemain drum) dan Narendra Pawaka (vokalis) itu membawakan “Young and Reckless”, medley “Beraksi” milik band Kotak, dan “True or Dare”.

“Hari ini, Playfest sangat beruntung karena kami akan membawakan lagu untuk pertama kalinya dengan akustik,” kata Narendra.

Narendra mengundang salah satu pengunjung ke atas panggung dan kemudian memberikan bunga pada akhir pertunjukkan mereka.

“Kamu saksi sejarah karena akan menyaksikan band keren manggung di Playfest,” kata Narendra kepada pengunjung itu.

Dead Bachelors akan tampil pada ajang Playfest 2019 yang berlangsung mulai 24 Agustus.

“Jika temen-temen sudah beli tiketnya, kami akan manggung pada 24 Agustus. Dan buat temen-temen semua yg belum beli tiketnya, segera beli karena malam ini kalian yang beli akan dapat diskon,” kata Narendra.

Setelah Deah Bachelors, giliran Kotak tampil di terowongan itu. Riuh penonton terdengar setelah grup yang digawangi Tantri (vokalis), Chua (bass), dan Cella (gitar) itu naik panggung. Kotak membuka penampilan mereka dengan lagu “Terbang”.

“Selamat malam teman-teman. Buat teman-teman yang tadi berminat pulang, terus lihat kami disini, silakan mampir dulu karena akan ada acara keren dari narasi,” kata Tantri mengajak pejalan yang melewati terowongan jalan Kendal untuk mampir dan menonton.

Tantri dan kawan-kawan melanjutkan penampilan mereka dengan lagu “Masih Cinta”.

“Di sini banyak (generasi) milenial ya. Saya ngga ngerti temen-temen milenial di sini tahu lagunya apa engga. Tapi, semoga pada tahu ya. (Penonton) yang tahu, yuk nyanyi bareng,” ujar Tantri.

Penampilan Kotak menambah kehadiran masyarakat di terowongan yang menghubungkan stasiun kereta listrik (KRL) Sudirman dengan stasiun MRT (Moda Raya Terpadu) Sudirman itu. Bahkan di tengah-tengah kerumunan, terlihat sekelompok penggemar Kotak yang membawa spanduk bertuliskan “Kerabat Kotak Majalengka”.

Kotak berhasil mencuri perhatian publik untuk ikut menyanyi bersama mereka karena tampil pada jam-jam padat pengguna dua moda transportasi kereta itu.

Lagu “Beranikan Dirimu” pun mengalun saat suasana semakin riuh karena tidak ada sekat antara penonton dan grup Kotak.

Kehadiran putera Chua di atas panggung mengantarkan suasana hanggat manakala Kotak membawakan lagu “Pelan-Pelan Saja.”

Sebelum menutup penampilan dengan lagu terakhir “Beraksi”, Tantri membagikan coklat yang disambut antusias penonton.

Kehadiran Kotak dan Dead Bachelors dalam “Road to Playfest 2019” itu merupakan bagian dari rangkaian “Playfest 2019”. Playfest merupakan ajang pertunjukan musik yang digelar Narasi.tv secara tahunan untuk menginspirasi dan mengajak anak muda Indonesia untuk meningkatkan kreativitas.

Playfest 2019 akan berlangsung di parkir selatan kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada 24-25 Agustus dengan mengusung tema ide, musik, dan seni.

Prabowo ingatkan pendukungnya pastikan kotak suara kosong sebelum pencoblosan

Pewarta: Galih Pradipta
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Putra Iis Dahlia akan buka konser Greyson Chance

Jakarta (ANTARA) – Putra pedangdut Iis Dahlia, Devano Danendra, akan membuka konser penyanyi asal Amerika Serikat, Greyson Chance, yang berlangsung di The Pallas, Jakarta, pada Sabtu (27/7).

“Ini kali pertama aku menjadi (penyanyi) pembuka untuk artis internasional. Aku telah mempersiapkan diri. Semoga bisa menampilkan lagu-laguku dengan baik,” ujar Devano Danendra dalam keterangan pers yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Devano Danendra memulai debut musik pada 2017. Dia telah merilis sejumlah lagu seperti “Always In Love With You” ft. Salsha, “Menyimpan Rasa”, “Ini Aku”, hingga “Teman Cintaku” ft. Aisyah Aqilah (OST Melodylan).

Selain menekuni musik, Devano juga telah terlibat dalam beberapa film remaja antara lain “Dear Nathan”, “Hello Salma”, “Melodylan”, dan “DoReMi & You”.

Baca juga: Devano sebut filmnya berbeda dengan Dilan

Sementara bagi Greyson Chance, konser bertajuk “Portraits Live ini Jakarta” itu akan menjadi penampilannya yang kedua di Indonesia.

Sebelumnya, Greyson sempat menggelar konser pada 2011. Konser kedua itu diklaim akan jauh berbeda dan istimewa. Greyson Chance bukan lagi seorang penyanyi cilik seperti sembilan tahun silam sebagai yang menarik perhatian pecinta musik dunia dalam video YouTube membawakan ulang lagu “Paparazzi” milik Lady Gaga.

Greyson Chance berjanji akan menghadirkan sebuah pertunjukan yang intim dengan musikalitas yang tinggi sekaligus pengobat kerinduan para pengemarnya.

Baca juga: Iis Dahlia bakal turun tangan kalau anaknya dihujat netizen

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lil Nas X digugat 25 juta dolar atas tuduhan mencuri lagu

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi rap Lil Nas X yang tenar lewat lagunya “Old Town Road” digugat oleh penerbit musik California sebesar 25 juta dolar AS atas dugaan mencuri lagu Bobby Caldwell yang dirilis pada 1982.

Dalam pengaduan yang diajukan pada Rabu, The Music Force LCC mengatakan Lil Nas X meminjam tanpa izin lagu R&B Caldwell “Carry On” untuk lagunya sendiri dengan judul sama. Lagu itu lantas diunggah di YouTube dan platform streaming seperti Spotify dan SoundCloud.

Mereka juga menggugat label rekaman Lil Nas X, Sony Music karena tidak melakukan pemeriksaan dengan cermat atas lagu dari rapper berusia 20 tahun itu karena lebih mementingkan untuk mengamankan peluang menghasilkan jutaan dolar.

Perwakilan Lil Nas X dan Sony tidak dapat segera dihubungi pada Kamis untuk memberikan komentar, demikian seperti dikutip dari Reuters.

Pihak penggugat yang berbasis di Culver City meminta setidaknya 10 juta dolar AS untuk ganti rugi, plus sekitar 15 juta dolar sebagai kompensasi atas “niat jahat dan kerakusan Lil Nas X”.

Perkara hukum itu diajukan di pengadilan federal Los Angeles

Lil Nas X, yang bernama Montero Lamar Hill, tengah berada di puncak karirnya setelah lagunya “Old Town Road” berhasil bertengger di posisi pertama Billboard Hot 100 selama 16 minggu berturut-turut, rekor terpanjang selama 61 tahun.

Baca juga: RM BTS dan Lil Nas X rilis “Seoul Town Road”

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pergelaran Jazz Gunung Bromo 2019

Penonton menyaksikan penampilan salah satu musisi jazz dalam Jazz Gunung bromo 2019 di Jiwa Jawa Resort Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (26/7/2019). Pergelaran musik jazz tahunan yang diadakan di kawasan Gunung Bromo tersebut menampilkan puluhan musisi jazz dari dalam dan luar negeri selama dua hari. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/wsj.

“The Sailor”, album teranyar Rich Brian

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi rap (rapper) muda asal Indonesia Rich Brian merilis sebuah album teranyar berjudul “The Sailor” bersama 88rising yang didistribusikan secara ekslusif oleh 12Tone.

Rich Brian dalam keterangan pers yang diterima ANTARA, Jumat, mengatakan “The Sailor” adalah album yang menceritakan kisah dia beranjak dewasa di mata publik. Dari seorang rapper yang lahir melalui Internet menjadi sebuah ikon Indonesia di dunia musik.

“The Sailor” diproduseri oleh Bekon & The Donuts, 1Mind, Frank Dukes dan Rich Brian. Proses rekaman album itu dilakukan kurang lebih setahun dan mengambil tempat di New York, Los Angeles, dan Jakarta.

Album tersebut memiliki beberapa lagu yang sudah dirilis terlebih dahulu antara lain “Yellow” dan “Kids”, di mana keduanya sudah didengarkan di platform streaming lebih dari 25 juta kali secara global.

Video klip “Kids”, yang  disutradarai oleh Sing J Lee dan semua pengambilan gambar dilakukan di Jakarta, sudah ditonton 3 juta kali dalam kurun waktu tiga hari setelah dirilis pada 17 Juli.

Presiden Indonesia Joko Widodo juga sempat mengundang sang rapper pada 7 Juli silam ke Istana Bogor. Pada pertemuan tersebut Brian memperdengarkan lagu “Kids” kepada presiden sebelum dirilis untuk publik.

Dia mengungkapkan bahwa lagu itu bukan semata-mata tentang kisah hidupnya, melainkan harapan untuk dapat menginspirasi semua anak-anak Asia untuk tidak takut menggapai cita-cita.

“The Sailor merupakan sebuah simbol dari menjadi penjelajah,” tutur Brian.

“Menjelajahi sebuah wilayah yang asing dan melalui kehidupan dan rasa penasaran, Ini juga tentang kisah saya dan juga cerita para imigran yang berani untuk keluar ke dunia yang baru untuk mencari sebuah kesempatan membuat hidupnya lebih baik.”

Remaja 19 tahun yang bernama asli Brian Imanuel itu lahir dan besar di Jakarta, Indonesia.

Rich Brian merilis album perdananya bertajuk “Amen” pada 2018 dan mendapatkan pujian dari seluruh belahan dunia. Sejak itu, Rich Brian sudah mengelilingi dunia mulai dari Amerika, Eropa dan juga Asia.

Brian juga telah manggung di berbagai festival seperti di Bonnaroo dan Rolling Loud. Kini Rich Brian tinggal di Los Angeles, California, Amerika Serikat.

Baca juga: Rich Brian rilis lagu baru berjudul “Kids”

Baca juga: Presiden Jokowi bahas musik dengan Rapper Rich Brian di Bogor
 

Presiden terima rapper Rich Brian di Istana Bogor

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kang Daniel akhirnya debut sebagai penyanyi solo

Jakarta (ANTARA) – Setelah bebas dari pertarungan hukum dengan mantan agensi manajemennya, Kang Daniel, salah satu anggota grup Wanna One yang sudah dibubarkan, kembali meramaikan dunia K-pop dengan album solo perdana “Color On Me”.

Kang menulis lirik untuk empat dari lima lagu di album tersebut, termasuk lagu andalan “What Are You Up To” yang menjadi karya perdananya setelah hiatus enam bulan dari dunia hiburan.

“Saya tidak punya cukup waktu (untuk mempersiapkan album) jadi saya memikirkan (produksi album) siang malam agar hasilnya berkualitas walau waktu terbatas,” kata Kang saat meluncurkan karyanya di Seoul, Kamis.

“Bukan hal mudah menulis cerita berbeda untuk lirik-lirik (di empat lagu),” kata dia.

“Saya ingin sibuk dan berharap bisa punya banyak kesempatan untuk bertemu penggemar dan menikmatinya bersama,” ujar dia.

Kembalinya Kang Daniel ke dunia musik adalah salah satu hal yang dinanti di dunia K-pop tahun ini. Dilansir Yonhap, salah satu buktinya adalah penjualan awal album yang sudah mencapai 450.000 kopi sebelum resmi dijual.

Kang Daniel adalah anggota terakhir Wanna One yang melanjutkan karirnya di dunia musik setelah grup ternama itu bubar pada Januari.

Penyanyi 23 tahun itu ingin bersolo karir pada April silam namun gagal mewujudkannya karena dia terlibat persoalan hukum dengan mantan agensi manajemen LM Entertainment.

Pada Mei, Pengadilan Seoul membebaskan halangan legal bagi Kang Daniel untuk berkarir di luar LM dan penyanyi itu mendirikan sendiri agensi manajemen Konnect Entertainment bulan lalu.

“Saya merasa sedih kepada para penggemar karena harus menghilang selama enam bulan tanpa kabar dan saya terharu dengan dukungan mereka,” ujar dia.

Menurut Kang Daniel, album tersebut istimewa karena ditujukan untuk para penggemar setia. Dia tak sabar ingin segera berkarya, oleh karena itu ia mengeluarkan album mini meski sebenarnya bisa membuat album penuh.

Namun ia bisa menghadapi kesulitan untuk mempromosikan album barunya di TV karena beberapa saluran kabel atau agensi bakat yang terlibat dalam pertarungan hukum dengan pihak Kang dapat menyulitkannya muncul di TV.

Asosiasi manajer artis pada awal bulan ini dilaporkan membuat keputusan untuk mengucilkan manajer Kang.

“Tim manajemen saya tidak punya banyak waktu untuk berdiskusi (tentang jadwal) dengan perusahaan penyiaran karena waktu persiapan album ini singkat. Saya harap saya bisa memberikan berita baik dalam waktu dekat,” imbuh dia.

Kang Daniel mengatakan kelak ia ingin menjadi seorang seniman menginspirasi yang bisa menyampaikan pesan-pesan yang menolong pendengarnya.

“Saya ingin jadi orang yang bisa memberikan harapan ketika orang memikirkan saya, menghadirkan pesan ‘Melihat Kang Daniel bekerja keras saya ingin bekerja keras juga,” kata dia.

Peluncuran album Kang Daniel akan disusul dengan jumpa penggemar yang dimulai di Singapura pada 16 Agustus, lalu Hong Kong pada 18 Agustus. Konnect akan mengumumkan jadwal lengkap tujuan jumpa penggemar dalam waktu dekat.

Baca juga: Kang Daniel umumkan tur jumpa penggemar di luar Korea

Baca juga: Jelang debut, Kang Daniel luncurkan laman misterius
 

Lebih mengenal K-Pop di “Team Korea House”

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Iwan Fals hingga Once ramaikan soundtrack “Bumi Manusia”

Jakarta (ANTARA) – Iwan Fals, Once Mekel, dan Fiersa Besari akan berkolaborasi menyanyikan lagu “Ibu Pertiwi” sebagai musik latar film “Bumi Manusia” yang semula tidak direncanakan Falcon Pictures.

“Saya tidak mengira ada soundtrack. Waktu ditawari (film) itu, kekhawatiran saya, pasti akan ada soundtrack di tengah-tengah film. Tapi, pak Naveen (produser) bilang film itu enggak ada soundtrack-nya sama sekali,” ujar sutradara “Bumi Manusia” Hanung Bramantyo dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Hanung melanjutkan, “Tapi setelah selesai edit film, saya iseng buka YouTube ada lagu ‘Ibu Pertiwi. Langsung saya bilang kayaknya bagus nih kalau dinyanyikan (sebagai latar). Lalu, saya hubungi pak Naveen dan dia oke. Tapi waktu dikasih tahu siapa yang akan nyanyi, saya jadi deg-degan.”

Sebagai penyanyi yang paling muda, Fiersa merasa gugup karena harus berhadapan dengan Once dan Iwan Fals yang merupakan idolanya. Tapi, Fiersa memandang keterlibatannya itu adalah kesempatan yang sangat besar.

“Jujur gugup karena saya tumbuh dengan dua legenda itu. Waktu sekolah, saya dengerin lagu mereka, rasanya kayak mimpi. Waktu diajakin, saya enggak pakai mikir lama, langsung iya, setuju,” kata Fiersa.

Baca juga: Demi “Bumi Manusia”, Mawar De Jongh belajar bahasa Jawa dan Belanda

Sementara, Once mengaku tenang dengan keterlibatan Fiersa dan Iwan Fals. “Saya merasa lebih tenang ada Fiersa, ada Iwan Fals jadi lagunya lebih punya kekuatan lagi. Saya juga sering lihat karya-karya Fiersa yang masih muda dan mas Iwan Fals yang legenda. Semoga hasilnya bagus,” ujar Once.

Aransemen “Ibu Pertiwi” akan digarap oleh Purwacaraka. Dia mengaku akan membuat alunan musik yang dapat menyentuh pendengar sebab lagu tersebut memang sudah bagus.

“Saya ingin lebih menyentuh aja. Bagaimana kang Iwan bisa dengan suara yang khas bikin orang bergetar. Once dan Fiersa juga udah kami coba. Bagaimana menghadirkan sesuatu yang menyentuh,” jelas Purwacaraka.

“Bumi Manusia” dijadwalkan tayang pada 15 Agustus. Film tersebut dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Mawar de Jongh, Brian Domani, Jerome dan lainnya.

Baca juga: Hanung Bramantyo ingin tetralogi “Buru” difilmkan

Saat Pramuka dan Iwan Fals Rayakan Ultah

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

RM BTS dan Lil Nas X rilis “Seoul Town Road”

Jakarta (ANTARA) – Pemimpin grup K-pop BTS RM dan penyanyi rap Amerika Serikat Lil Nas X, Kamis, merilis lagu kolaborasi mereka “Seoul Town Road”.

“Seoul Town Road” adalah versi remix dari “Old Town Road”, lagu Lil Nas X yang menduduki puncak Billboard Hot 100 selama 16 minggu berturut-turut.

“Old Town Road” pertama kali dirilis oleh Lil Nas X pada Desember 2018.

RM menulis lirik bahasa Inggris untuk versi remix itu dan menambahkan bagian rap-nya ke musik “Seoul Town Road”.

“Seoul Town Road” diluncurkan lewat toko musik online global dan platform streaming, demikian menurut agensi manajemen BTS Big Hit Entertainment, Kamis, seperti dilansir Yonhap.

Baca juga: V “BTS” idap gatal-gatal karena alergi

Baca juga: Belajar “branding” dari BTS

Presiden gelar ratas percepatan pembangunan Jawa Timur

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Produce X 101” bantah tuduhan kecurangan

Jakarta (ANTARA) – Penyelenggara ajang pencarian idola “Produce X 101” membantah dugaan kecurangan dalam perhitungan babak final program yang dilontarkan sejumlah pihak.

Melalui media sosial, seperti dilansir dari Soompi, Kamis, penyelenggara “Produce X 101” menegaskan tidak ada masalah dengan peringkat total dalam proses penghitungan dan jumlah total suara para peserta.

Staf yang bertugas menghitung suara selama pertunjukan langsung memvalidasi peringkat melalui berbagai metode dengan mencatat peringkat berdasarkan jumlah suara. Mereka juga menghitung berdasarkan persentase suara masing-masing peserta.​​​​​

Selama pertunjukan final pada 19 Juli, “Produce X 101” mengungkapkan jumlah total suara yang diperoleh individu berdasarkan total suara dari Internet (online) dan dari siaran langsung.

Baca juga: Lee Jin-hyuk dan finalis “Produce X 101” berpeluang tipis bentuk “BY9”

“Kami sekali lagi mengonfirmasi tidak ada perubahan peringkat dalam proses itu,” kata perwakilan “Produce X 101”.

Mereka berjanji untuk meningkatkan sistem pemungutan suara dan sistem perhitungan demi mencegah kesalahpahaman serupa pada ajang berikutnya.

“Staf produksi kami akan berupaya penuh menghasilkan program yang lebih transparan dan adil pada masa depan,” katanya.

Sebelumnya, para penggemar berspekulasi tentang manipulasi suara dalam siaran langsung setelah membandingkan total suara peserta yang diumumkan pada babak final.

Baca juga: Han Seung-woo terpilih sebagai pemimpin X1 “Produce X 101”

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cha Eun-woo ASTRO akan gelar jumpa penggemar di luar Korea

Jakarta (ANTARA) – Cha Eun-woo, salah satu personel grup ASTRO akan menggelar tur berbalut acara jumpa penggemar untuk pertama kalinya di lima kota Asia mulai Oktober mendatang.

Agensi Fantagio seperti dilansir Soompi, Kamis, mengungkapkan pelantun “Run” itu akan memulai acara di Hong Kong pada 19 Oktober, lalu di Taipei keesokan harinya. Kemudian, dia akan menuju Bangkok pada 23 Oktober, Manila pada 26 Oktober, dan Kuala Lumpur pada 27 Oktober 2019.

Eun-woo memilih tajuk tur “Just One 10 Minute,” yang berasal dari nama siaran “V Live” dirinya dengan para penggemar sejak debutnya.

Menurut Fantagio, penyanyi asuhannya itu berharap bisa menciptakan kenangan yang lebih baik dengan para penggemarnya di luar negeri dengan benar-benar menghabiskan waktu bersama mereka secara langsung.

Sementara itu, Eun-woo saat ini membintangi drama baru berjudul “Rookie Historian Goo Hae Ryung”.

Baca juga: Astro bersiap tur dunia pertama, dari Taipei ke New York

Baca juga: Soal tipe ideal, Eun-woo ASTRO pilih Suzy atau Min-ah?

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Drive optimistis pada industri musik meski ragu bikin album fisik

Jakarta (ANTARA) – Grup band Drive menatap optimistis industri musik Indonesia, meski mereka masih ragu untuk merilis album berbentuk fisik.

Band yang terdiri dari Budi (gitar), Rizky (vokal) dan Dyego (drum) merasa tugas musisi adalah berkarya, terlepas nantinya diapresiasi dengan baik ataupun tidak.

“Tugas musisi adalah berkarya yang bagus agar bisa mewakili perasaan pendengar apakah tentang cinta, apakah tentang perasaan. Selanjutnya kita butuh support dari pemerintah dan pemerintah harus memperhatikan lagi industri ini,” ujar Dyego dalam kunjungan media di Kantor Berita Antara, Rabu (24/7).

“Sebetulnya kita sebagai musisi optimistis dengan karya yang diciptakan,” kata Rizky melanjutkan.

Baca juga: Drive sengaja tak umumkan Rizky eks Titans sebagai vokalis

Kendati demikian, menurut keduanya, jika dibandingkan dengan negara-negara Eropa dan Amerika, Indonesia masih jauh tertinggal soal regulasi dan juga bentuk apresiasi dari masyarakat serta pemerintah.

“Kalau di Asia, Indonesia masih bagus tapi kalau di Eropa jauh lah. Kalau mereka kan aturannya udah bagus, udah dihargai. Perkerjaan musisi dihargai kalau di sini orang meremehkan. Padahal dari musik bisa menjadi pendapatan yang baik juga buat negara,” jelas Dyego.

Oleh karena itu, Drive masih ragu untuk merilis album dalam bentuk fisik meski mereka berencana untuk meluncurkan sebuah mini album.

“Era sekarang kan mau ngeluarin album dijual di mana. Kalau dulu ada kaset, ada CD ada yang bisa dibanggain, kasih lihat karya kita. Kalau sekarang paling cuma bisa ngasih lihat dari HP (handphone),” ujar Rizky.

Dia melanjutkan, “Sekarang kan memang trennya keluar satu-satu dulu dan fokus di single, album sebenernya cuma buat mengkompilasikan karya ini.”

Drive baru saja merilis single berjudul “Lintas Cahaya”, lagu tersebut juga sebagai penegasan bahwa Rizky mantan vokalis The Titans kini menjadi vokalisnya.

Baca juga: Rilis “Lintas Cahaya”, Drive tegaskan personel baru

Baca juga: Bekraf dorong talenta musik Indonesia manfaatkan “gelombang Asia”

Baca juga: 1ID Music ajang cari bakat boy band diluncurkan di Jakarta

Gubernur Jabar Luncurkan Rastra dan BPNT 2017

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BLACKPINK kembali pecahkan rekor 500 juta penonton di YouTube

Jakarta (ANTARA) – “Kill This Love” milik BLACKPINK menjadi video musik K-pop tercepat yang mencapai 500 juta penonton di YouTube, menurut laporan Soompi, Kamis.

Video tersebut dirilis pertama kali pada 5 April itu sudah mencapai setengah miliar penonton hari ini, artinya, dalam waktu kurang dari tiga bulan 20 hari, BLACKPINK mampu mendapatkan jumlah penonton yang begitu banyak dari seluruh dunia.

Baca juga: Kalahkan Harry Styles, BLACKPINK sabet kemenangan Shorty Awards 2019

“Kill This Love” mengalahkan rekor sebelumnya yang juga dipegang oleh BLACKPINK sendiri dengan “DDU-DU DDU-DU”.

“DDU-DU DDU-DU” membutuhkan waktu hingga lima bulan, sembilan hari dan 22 jam untuk bisa mencapai angka 500 juta penonton.

“Kill This Love” merupakan video musik keempat dari BLACKPINK yang melampaui angka 500 juga penonton, termasuk “BOOMBAYAH” dan “As If It Your Last”.

Baca juga: Raisa bakal konser “streaming” layaknya BTS dan Blackpink

Baca juga: Ariana Grande beri hadiah parfum untuk Rose BLACKPINK

Baca juga: Samsung Galaxy A Series favorit personel BLACKPINK

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Drive sengaja tak umumkan Rizky eks Titans sebagai vokalis

Jakarta (ANTARA) – Grup Drive sengaja tidak mengumumkan secara resmi kepada publik bahwa Rizky eks The Titans telah bergabung dengan band mereka sebagai vokalis.

Rizky menjadi anggota Drive pada 2017, namun sebelum itu dia sudah sering membantu band pelantun “Melepasmu” itu untuk tampil di panggung.

“Bukan masalah besar sih, seperti orang tahu dari 2011 Anji keluar, terus ada vokalis baru Takaeda, terus Takaeda merasa enggak cocok dia keluar, terus ada lagi,” ujar Budi, gitaris Drive, saat berkunjung ke Kantor Berita Antara, Jakarta, Rabu.

“Pas Rizky datang, kita enggak ada vokalis dan Rizky juga enggak punya band jadi ya udah manggung bareng aja. Tapi orang jadinya sih malah lebih apresiasi, karena dengan karya kita keluar,” ujarnya.

Rizky, mantan vokalis The Titans pun tidak mempermasalahkan hal tersebut. Menurutnya yang terpenting dia dan Drive keluar dengan karya bukan hanya sekadar pengumuman.

“Kita dari awal memang terkenalnya dari panggung, kita enggak yang pakai konvensional kita harus ada di berita-berita, dari sosial media juga penggemar udah tahu tanpa kita perlu ngasih tahu. Ada yang kaget cuma enggak terlalu gimana, kalau enggak tahu karena ketinggalan berita aja,” kata Rizky.

Ia juga mengatakan kehadirannya tidak mengubah warna dari Drive. Band tersebut pun tidak memaksanya untuk mengikuti ciri khas mereka.

“Sebenarnya enggak ada sih, kita coba senatural mungkin, aku juga enggak harus yang kayak nge-blend dengan Drive dan sebaliknya. Kita jalanin aja, apa yang saya punya bareng-bareng sama temen-temen Drive nyatu sendiri enggak ada paksaan,” jelas vokalis baru Drive itu.

Para penggemar Drive juga tidak mempermasalahkan kehadiran Rizky, justru senang dengan formasi baru itu.

“Ada sih tapi enggak banyak yang bilang enggak suka. Kalau cocok, pada bilang cocok. Banyak yang bilang jalan terus. Karena dari awal kita emang enggak gembar-gembor, kita jalan aja. Bikin single, dan sekarang bikin single baru,” kata Rizky mengakhiri.

Baca juga: Rilis “Lintas Cahaya”, Drive tegaskan personel baru
 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taeyeon sumbangkan 100 juta won untuk Palang Merah Korsel

Jakarta (ANTARA) – Taeyeon “Girls ‘Generation” telah menyumbangkan 100 juta won atau 84.940 dolar untuk kantor Palang Merah Jeolla Utara, Korea Selatan.

Seorang sumber dari Palang Merah Korsel menjelaskan bahwa sumbangan tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung perempuan, anak-anak dan remaja dari keluarga yang berpenghasilan rendah serta menyediakan produk-produk kebersihan seperti pembalut.

Produk-produk itu bakal didonasikan ke tiga sekolah.

“Saya memutuskan untuk memberikan donasi karena saya telah menyaksikan ibu saya membantu mereka yang membutuhkan dan memberikan harapan kepada orang lain melalui Palang Merah Korea,” kata Taeyeon dilansir Soompi, Rabu.

“Saya harap saya dapat memberikan kehangatan kepada siswa perempuan yang mengalami kesulitan dan merasa diabaikan,” ujarnya menambahkan.

Melalui donasinya, Taeyeon sekarang menjadi anggota 132 dari Palang Merah Honours Club (RCHC) di Korea Selatan, dan merupakan selebritas pertama dari provinsi Jeolla Utara yang melakukannya.

RCHC selalu merayakan mereka yang telah memberikan sumbangan besar kepada organisasi tersebut untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Baca juga: Taeyeon Girls’ Generation siap luncurkan single terbaru bersama MeloMance

Baca juga: Sumbang 10 juta won, Hyeri jadi anggota UNICEF Honors Club
 

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rapper Tay-K dijatuhi hukuman 55 tahun penjara

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi rap (rapper) asal Texas Tay-K dijatuhi hukuman 55 tahun penjara, Selasa, atas keterlibatannya dalam sebuah invasi rumah pada 2016 yang menyebabkan satu orang meninggal, demikian laporan Pagesix.

Pria berusia 19 tahun yang tenar karena jadi buronan polisi itu dinyatakan bersalah atas pembunuhan setelah jaksa membuktikan bahwa dialah dalang dari perampokan yang memakan satu korban jiwa.

Pihak berwenang juga menuduh penulis lirik “The Race” itu melakukan pembunuhan besar-besaran di San Antonio, tempat ia diduga merampok dan membunuh seorang pria di Chick-fil-A.

Dibutuhkan waktu hingga tiga jam sampai para juri di Tarrant County mencapai kesepakatan untuk menjatuhkan vonis 55 tahun penjara pada Selasa, menurut kantor jaksa distrik.

Tay-K yang nama aslinya adalah Taymor McIntyre juga diganjar dengan hukuman 30 dan 13 tahun karena perampokan yang parah, di samping tuduhan pembunuhan. Hukuman akan berjalan bersamaan dan ia juga harus membayar denda 10.000 dan 5.000 dolar AS.

Jaksa mengatakan kepada The Post bahwa orang tua korban perampokan Tay-K yakni Ethan Walker (21) –yang ditembak mati oleh salah satu kaki tangan Tay-K– berbicara di pengadilan pada Selasa dan berterima kasih kepada polisi karena sudah menyeret remaja yang membahayakan itu ke muka pengadilan.

Ayah Walker, Richard, mengecam Tay-K karena “mengambil untung” dari kematian anaknya dalam beberapa bulan dan tahun setelah penangkapannya. Tay-K merilis lagu  TheR Race”s yang masuk Billboard Hot100 saat pelarian pada 2017.

Dalam lirik lagu itu, ia berbicara tentang merampok orang dan menembak mereka di “wajah sial” mereka.

“Setiap lirik ‘The Race’ berlumuran darah anakku,” kata Richard marah. “Setiap kaos Tay-K yang pernah dijual mengandung darah anakku.”

Tay-K dipindahkan ke penjara Tarrant County pada Selasa dan diperkirakan akan dibawa ke penjara negara bagian di kemudian hari. Dia bisa dibebaskan bersyarat setelah menjalani setengah waktu hukumannya.

Tuduhan pembunuhan besar-besaran Tay-K diajukan di Bexar County, bersama dengan dakwaan perampokan tambahan yang diperparah untuk pemukulan “biadab” atas seorang “berusia 65 tahun yang tak berdaya,” menurut pihak berwenang.

Dia menghadapi hukuman penjara seumur hidup untuk insiden-insiden itu, tetapi bukan hukuman mati, karena ia masih di bawah umur ketika ia diduga melakukan kejahatan

Baca juga: Rapper Tay-K dinyatakan bersalah dalam kasus perampokan
 

Polisi Dalami Kasus Perampokan di Daan Mogot

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

RAN keluar zona nyaman dengan konsep “Space Continuum”

Jakarta (ANTARA) – Grup musik RAN mencoba keluar dari zona nyaman dalam bermusik dengan mencoba banyak hal baru mengeksplorasi konsep “Space Continuum” dalam pertunjukan musiknya.

RAN yang beranggotakan Rayi, Asta, dan Nino itu pertama kali memperlihatkan konsep “Space Continuum” di panggung We The Fest 2019 lalu, yang merupakan sebuah metafora perjalanan musik RAN dari 2006 yang terangkum dalam seni pertunjukan selama 60 menit.

Konsep ini bercerita tentang umat manusia yang sedang mencari habitat baru karena bumi tercemar, rusak dan sudah tidak bisa dihuni lagi. Dalam pencariannya, akhirnya manusia menemukan sebuah planet yang bisa dihuni, yaitu Planet Waldor. Namun penduduk planet tersebut menolak keras kedatangan manusia

“Kami juga sengaja membawa isu lingkungan ke dalam cerita ini sebagai pengingat buat kita semua bahwa bumi bisa saja rusak dan tidak bisa dihuni kembali kalu kita tidak segera mengubah kebiasaan buruk dalam kehidupan sehari-hari”, ujar Rayi dalam keterangan pers yang diterima Antara, Selasa.

RAN juga mengajak kolaborasi seniman lintas sektor, selerti Muklay seorang seniman modern kontemporer sebagai Art Director, Olivia Kristianti, seorang designer muda yang bersama Andre Panaga diberi tanggung jawab untuk menyiapkan seluruh kostum di atas panggung.

Salah satu moment yang paling menggemparkan adalah munculnya Ramengvrl, seorang rapper wanita yang saat ini sedang naik daun membawakan lagu kolaborasi yang belum dirilis.

“Ini adalah momen pertama kami membawakan lagu kolaborasi RAN dengan Ramengvrl yang tak lama lagi akan dirilis. Untuk ukuran lagu yang mereka belum pernah dengar sama sekali, responnya begitu luar biasa tak terduga. Semoga ini menjadi pertanda yang baik,” ujar Asta

Konsep “Space Continuum” tersebut rupanya disambut antusias oleh para penggemar RAN yang juga berharap bisa dibawakan saat melakukan tur konser ke kota-kota lain, agar mereka bisa ikut merasakan pengalaman baru tersebut.

Baca juga: Ada RAN hingga Troye Sivan di We The Fest 2019

Baca juga: Ada RAN hingga Troye Sivan di We The Fest 2019

Baca juga: Endah & Rhesa siapkan penampilan istimewa di We The Fest

Wapres JK Luncurkan RAN Pembangunan Berkelanjutan

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kyuhyun Super Junior dan Apink bakal ke Indonesia September 2019

Jakarta (ANTARA) – Kyuhyun, salah satu personel boy group Super Junior bersama girl group Apink akan berkunjung ke Indonesia melalui gelaran Super K-Pop Festival (SKF) pada 28-29 September 2019 di ICE, BSD City, Tangerang.

Selain mereka nantinya akan ada delapan penyanyi atau grup lain yang juga akan hadir. Nama mereka rencananya diumumkan bertahap melalui laman media sosial SKF hari ini hingga menjelang hari penyelenggaraan.

“Setelah mengumumkan salah satu artis, Kyuhyun Super Junior, akan banyak artis lain yang akan datang. Akan terus kami update melalui Instagram kami (nama-nama artis lainnya),” ujar CEO NK Mulsan sekaligus penyelenggara SKF, Kim Sun-gon dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Sun-gon yakin semua penyanyi yang nantinya datang dinanti-natnikan banyak penggemar K-Pop. Dia berharap SKF bisa menjadi festival K-Pop terbesar di Indonesia.

“Saya yakin line up artis ditunggu penggemar K-Pop di Indonesia dalam festival K-Pop terbesar di Indonesia dalam beberapa waktu ke depan,” tutur Sun-gon.

Dalam sebuah pesan video, Kyuhyun mengungkapkan ingin bertemu para penggemar di Indonesia.

“Kali ini saya akan datang sebagai penyanyi solo. Waktu Super Junior tampil saya tidak dapat datang. Dan saya bisa datang bertemu kalian (penggemar),” tutur Kyuhyun.

Baca juga: Curhat dan harapan Kyuhyun Super Junior setelah wamil

Baca juga: Super Junior akan rilis album baru tanpa dua anggotanya

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019