Jeon Somi bersolo karir lewat “Birthday”

Jakarta (ANTARA) – Jeon Somi, pemenang dari kompetisi “Produce 101” musim pertama, meluncurkan karya tunggal-nya, Kamis (13/6), sebagai kelanjutan karir musik setelah hampir tiga tahun.

Dilansir Yonhap, remaja 19 tahun itu mendapat ketenaran setelah menempati peringkat pertama dalam “Produce 101” musim pertama yang melahirkan grup I.O.I beranggotakan 11 orang.

“Birthday” adalah lagu hip-hop dengan irama dinamis yang merupakan karya solo pertama Somi sejak kontrak I.O.I berakhir pada awal 2017.

Lagu itu dibuat oleh Teddy, produser di YG Entertainment yang juga menciptakan lagu-lagu untuk grup YG seperti Blackpink dan 2NE1.

Setelah mengikuti “Produce 101” sebagai perwakilan dari agensi besar JYP Entertainment, Somi pindah ke Black Label yang berada di bawah YG, sebuah kejadian langka di dunia K-pop.

Baca juga: Girl group I.O.I rilis lagu baru Oktober ini

“Kupikir musik yang kuinginkan berbeda dari JYP. Itu alasannya,” kata dia tentang keputusan pindah agensi dalam konferensi pers di Seoul, Kamis.

Gadis dari ibu Korea dan ayah Belanda dan kelahiran Kanada itu mengaku khawatir saat absen dari dunia musik selama nyaris tiga tahun, sedangkan rekan lain anggota I.O.I seperti Chungha sudah membangun karir yang stabil sebagai penyanyi tunggal.

“Saya sudah lama menantikan debut solo ini.. Saya merasa khawatir saat kembali ke hadapan publik,” kata Somi yang menambahkan pemilihan “Birthday” sebagai lagu pertamanya bertujuan merayakan kelahirannya sebagai penyanyi solo.

“Liriknya ditulis sangat baik. Jika kamu mendengarkannya, kamu bisa menemukan liriknya mencerminkan lingkunganku sekarang,” katanya sembari menyebut lagu itu sebagai “musik ceria yang membuatmu langsung tertarik.”

Selain “Birthday”, Somi juga merilis single “Outta My Head” yang dibuatnya sendiri.

Menurut Somi, koreografi untuk “Birthday” masih dalam tahap akhir penyelesaian. Langkah itu merupakan sebuah hal yang jarang terjadi di dunia K-pop yang terorganisasi.

Baca juga: IZONE, grup yang debut dari Produce 48

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019