Joaquin Phoenix terinspirasi pasien gangguan mental perankan Joker

Jakarta (ANTARA) – Joaquin Phoenix terinspirasi dari orang-orang yang menderita tawa patologis (sejenis gangguan tertawa tanpa sebab dan yang tidak bisa dikontrol) untuk perannya dalam “Joker”.

Pada film mendatang, Phoenix berperan sebagai Pangeran Kejahatan yang sangat ikonik dari komik DC. Dalam sebuah wawancara dengan Vernerdi, Phoenix mengatakan bawa dia mempelajari cara tertawa orang-orang yang menderita tawa patologis.

Baca juga: Joaquin Phoenix dan Diane Kruger pemeran terbaik Cannes

“Saya melihat video yang menunjukkan orang yang menderita tawa patologis, penyakit mental yang membuat mimikri tidak dapat dikendalikan,” kata Phoenix dilansir NME, Selasa.

Sementara itu, pada film sebelumnya Joker diperlihatkan berhadapan dengan Batman, namun sekarang dia akan bertempur melawan korporasi Amerika yang jahat.

Phoenix berperan sebagai Joker atau Arthur Fleck, seorang komedian gagal yang akhirnya menjadi psikopat kriminal. Joker berubah sebagai penjahat dan melakukan kekejaman di Kota Gotham.

Baca juga: Bosan Akting, Joaquin Phoenix Serius Tekuni Musik

Sutradara “Joker”, Todd Phillips ini belum lama mengakui bahwa filmnya akan membuat penonton “gila” karena menyimpang sepenuhnya dari komik DC.

“Kami tidak mengikuti apa pun dari buku komik, yang membuat orang-orang marah,” ungkap Phillips belum lama.

“Kami baru saja menulis versi kami sendiri dari mana orang seperti Joker mungkin berasal. Itu yang menarik bagi saya. Kami bahkan tidak membuat Joker, tetapi kisah ini akan menjadi Joker. Ini tentang pria ini,” lanjutnya.

Baca juga: Sutradara sebut Joker versi Joaquin Phoenix tak sama seperti di komik

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019