Menteri Susi Studi Pengembangan Teknologi Kelautan di Monaco

Dalam kunjungan tersebut, Susi dan rombongan delegasi RI diterima oleh Presiden Pusat Ilmiah Monaco, Patrick. Mereka berdiskusi mengenai perkembangan penangkapan ikan ilegal dan kondisi terumbu karang Indonesia.

Selanjutnya, rombongan melakukan studi lanjutan dengan melihat-lihat fasilitas yang tersedia di Pusat Ilmiah Monaco didampingi peneliti Biologi Laut, Didier Zocolla.

Di hari yang sama, rombongan juga bertemu dengan Honorary Consul RI untuk Monaco, Mahmoud Shaker Al-Abood guna membahas peluang dan hubungan kerja sama  kedua negara di bidang kelautan dan perikanan dan hal terkait lainnya.

Sebelumnya, Menteri Susi bersama rombongan juga menghadiri rapat koordinasi Keketuaan Bersama International Coral Reef Initiative (ICRI) di Museum Oseanografi Monaco.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Susi bertemu dengan Minister Plenipotentiary, Special Adviser to the Prime Minister on Sustainable Development Issues Monaco, Bernard Faultier; Vice-president Chief Executive Officer of the Prince Albert II of Monaco Foundation; dan Margareth Johnson General Manager of Great Barrier Reef Marine Park Authority Australia.

Pertemuan tersebut merupakan pre-meeting Keketuaan Bersama ICRI 2018-2020 (Indonesia, Monaco, dan Australia) sebelum penyelenggaraan Sidang Umum ke-33 ICRI pada 5-7 Desember 2018 di Monaco.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, bereaksi terkait temuan paus yang mati diduga akibat memakan sampah plastik di Wakatobi, Sultra.