Musik dance dan parade motor iringi pemakaman Keith Flint

Jakarta (ANTARA) – Pemakaman mantan vokalis Prodigy, Keith Flint, diiringi ratusan penggemar yang memutarkan musik dance dan sebagian lainnya mengantar dengan sepeda motor di Braintree, Inggris, pada Jumat (29/3).

Sejumlah fans juga menawarkan layanan melukis wajah hingga tato gratis kepada para pengantar yang ingin memberikan penghormatan terakhir untuk bintang “Firestarter” itu, dilansir Reuters, Sabtu.

Flint ditemukan tewas di rumahnya pada awal bulan ini dalam usia 49 tahun. Penyebab kematian Flint yang diduga karena gantung diri masih diselidiki otoritas setempat sampai Juni 2019.

Terkenal karena tindikan wajahnya, riasan wajah tebal dan potongan rambut bertanduk iblis yang eksentrik, Flint memainkan peran utama dalam membangun kredibilitas musik elektronik.

Prosesi pemakaman dimulai dengan melintasi sebuah jalan menuju Gereja St Mary, yang tidak hanya dihadiri keluarga dan sahabat, namun para fans yang berkonvoi.

Mobil jenazah Flint dihiasi kembang-kembang berwarna oranye cerah, bertuliskan “Keef” dan “Chief”. Sedangkan peti matinya dihias dengan mikrofon berwarna hijau yang menjadi ciri khasnya, serta rangkaian mawar mewah dan putih.

Dalam pidatonya, Aktor Paul Kaye, membahas kembali kisah-kisah Flint dalam bermusik dan kecintaanya pada sepeda motor, hewan, dan jujitsu.

“Kamu suka menjalani hidup dengan tantangan dan desas-desus,” kata Kaye.

Fans pun membuat petisi untuk membangun patungnya di Braintree. Menurut petisi yang telah dibubuhi 9.000 tanda tangan, warga Braintree ingin “memberi penghormatan dan menghormati putra setempat yang paling terkenal.”

Dilahirkan di London Timur, Flint pindah ke Braintree pada pertengahan 70-an bersama orang tuanya dan pada tahun 1990 ikut mendirikan The Prodigy bersama Howlett dan Leeroy Thornhill.

Band itu dijadwalkan tur Amerika Serikat pada Mei dan merilis album terbaru “No Tourists” pada bulan November.

Baca juga: Keith Flint, vokalis The Prodigy meninggal di usia 49 tahun

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019