Luapan energi anak muda di panggung HIVI! Soundrenaline 2019

Badung, Bali (ANTARA) – Energi anak muda terasa meluap-luap ketika HIVI!, grup musik asal Jakarta, tampil di hadapan 400-an orang di salah satu panggung festival musik Soundrenaline 2019 yang berlokasi di kawasan Garuda Wisnu Kencana, Bali, Minggu (8/9).

Para personel HIVI! – Nadhia Aleida (vokal), Ilham Aditama (vokal), Febrian Nindyo (vokal/gitar) dan Ezra Mandira (vokal/gitar) disambut meriah oleh penonton-penonton mahasiswa.

Mereka mengangkat tangan tinggi-tinggi ketika HIVI! bertanya siapa di antara penonton yang masih kuliah dan tinggal indekos.

“Semoga skripsinya lancar semua ya,” ujar Febrian di sela pertunjukan yang dibalas teriakan “aamin” penuh semangat.

Sesekali penonton histeris ketika mendapat lambaian tangan dari para personel, apalagi panggung All Time Stage di Soundrenaline yang berbentuk amphitheater berkapasitas 400-an memiliki jarak kursi penonton dan panggung tidak terlampau jauh.

Baca juga: Senyum Tulus di Bali dalam Soundrenaline 2019
  HIVI! di Soundrenaline 2019, Garuda Wisnu Kencana, Bali, Minggu (8/9). (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Sejak hari pertama Soundrenaline, antrean untuk masuk ke area All Time Stage yang kapasitasnya terbatas itu mengular, tak terkecuali ketika HIVI! tampil.

Full house nih,” celetuk Febrian ketika melayangkan pandangan ke seluruh penjuru amphitheater. “Ini menandakan musik Indonesia masih berjaya di negerinya sendiri, siap bersenang-senang malam ini?”

Dibuka dengan “Jatuh, Bangkit Kembali” yang baru dirilis pada 2019, HIVI! lagu-lagu dari album debut “Say Hi! To HiVi!” dan album kedua “Kereta Kencan”.

Sembilan lagu dibawakan HIVI!, seperti “Sama-sama Tahu”, “Orang Ketiga”, “Pelangi”, dan “Pemuda” yang dulu dipopulerkan Chaseiro.

Baca juga: Dulu, Kahitna sempat kaget diajak main di Soundrenaline

Ketika giliran “Remaja” dan “Mata ke Hati” dimainkan, reaksi penonton lebih riuh dari sebelumnya, bahkan mereka yang duduk ikut berdiri agar bisa bernyanyi sambil bergoyang.

“Tiket Rp300.000 sayang kalau enggak dimanfaatkan semaksimal mungkin,” seloroh Febrian, menyemangati penonton untuk terus berdiri dan ikut menyanyi penuh semangat.

“Siapkah Kau ‘Tuk Jatuh Cinta Lagi” jadi lagu pamungkas pertunjukan HIVI! di Bali, Minggu malam.

“Kita dukung terus musik Indonesia!” tutup Neida, nama kecil Nadhia.

Baca juga: RAN mainkan lagu baru di Soundrenaline 2019

 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bulan depan, Burgerkill tur keliling kota-kota di AS

Badung, Bali (ANTARA) – Grup musik beraliran metalcore Burgerkill akan mengadakan tur di Amerika Serikat dalam Adamantine American Tour 2019 pada 16-31 Oktober yang melewati 16 kota termasuk Philadephia, Washington DC dan New York.

“Pas tahun lalu harusnya tur dari Eropa lanjut ke Amerika,” tutur Vicky Mono, vokalis Burgerkill, kepada wartawan dalam Soundrenaline 2019 di kawasan Garuda Wisnu Kencana Bali, Minggu (8/9).

Penundaan tur Burgerkill ke AS setelah Eropa itu lantaran terkendala persoalan administrasi.

Pada akhir 2018, Burgerkill bersama grup Deadsquad menyambangi sejumlah kota di Eropa dalam rangkaian tur konser “Super Invasion 2018”.

Baca juga: Burgerkill dapat sambutan hangat di Eropa

Negara yang mereka kunjungi meliputi Perancis, Belgia, Belanda, Ceko, Jerman, Polandia, Swiss hingga Austria.

Burgerkill mengenang perbedaan yang mencolok antara festival musik mancanegara dan festival musik lokal.

Yes America, we’re so stocked! Finally after a long process, next month we will take ‘Adamantine’ around your beautiful country along with our good friends @suakaofficial. Please check the dates and gets your tickets before it’s too late. Can’t wait to see you guys, hail Adamantine! ???????????????????? . 10/16 – Philadelphia, PA. Century Bar 10/17 – Washington, DC. Atlas Brewery 10/18 – Roanoke, VA. Coffee Pot 10/19 – Dayton OH. Jimmy’s Ladder 11 10/20 – Chicago, IL. The Burlington Bar 10/21 – Iowa City, IA. Gabe’s Iowa City 10/22 – Minneapolis, MN. Hexagon Bar 10/23 – Madison, WI. Mickey’s Tavern 10/24 – Milwaukee / Michigan 10/25 – Mishawaka, IN. Smith’s Downtown 10/26 – Columbus, OH. Ruby Tuesday 10/27 – Pittsburgh, PA. Sub Alpine 10/28 – Baltimore, MD. Joe Squared 10/29 – Connecticut / Upstate NY 10/30 – Brooklyn, NY. Kingsland 10/31 – Holbrook, NY. Rams American Pub . Supported by @supermusic_id & @maternal_disaster #burgerkill #begundal #adamantine #americantour #usatour #suaka #indonesianmetal #supermusicid #maternaldisaster yes #beastfromtheeast

A post shared by BURGERKILL (@burgerkillofficial) on

“Pengalaman di Jerman, mereka semua rata-rata dari sisi hospitality dipersiapkan matang. Jadi di sana, enggak khawatir ini dan itu,”  ujar pemain drum Putra Ramdan yang menambahkan acara berlangsung tepat waktu sesuai jadwal.

Dari sisi keamanan, Vicky mengatakan jumlah petugas keamanan festival musik yang pernah mereka datangi di luar negeri rata-rata tidak sebanyak di Indonesia.

“Dari audiens-nya sudah tertib,” ujar dia.

Burgerkill adalah salah satu musisi yang rajin tampil dalam festival musik Soundrenaline. Mereka bahkan bergurau lebih mudah untuk menghitung berapa kali tidak tampil dalam festival yang sudah menginjak usia 17 tahun itu.

Baca juga: Burgerkill siapkan setlist andalan pada tur konser Eropa

Salah satu pengalaman yang masih diingat para personel Burgerkill selama tampil dalam Soundrenaline adalah pada penyelenggaraan bertahun-tahun lalu saat  festival masih digelar di Jakarta.

Waktu itu, Vicky terjatuh dari panggung karena tidak sempat melihat bentuk panggung.

“Di stage ada ‘lidah’ lagi, ada kayak rel. Sebelumnya, ada band yang drumnya pakai rel itu. Kami enggak ada sound check, enggak tahu kondisi. Pas lagi lari enggak kelihatan ada rel, lalu jatuh ke bawah,” kata Vicky yang menambahkan kejadian itu juga terjadi pada Roy dari Boomerang.

Menurut Burgerkill, kehadiran festival-festival musik seperti Soundrenaline bukan sekadar ajang untuk memuaskan hasrat penikmat musik, melainkan untuk mendokumentasikan musik-musik masa kini demi masa depan.

“Festival seperti itu penting karena main musik bukan buat kami saja, tapi untuk musisi selanjutnya. (Festival musik jadi) dokumentasi buat generasi berikutnya biar bermusik semakin semangat,” ujar Ramdan.

Baca juga: Kolaborasi Burgerkill dan Deadsquad siap menyerbu Eropa

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menikmati alunan musik klasik di Monas

ANTARA – Pemerintah provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan konser orkestra di ruang terbuka yang menampilkan lebih dari 150 orang musisi yang tergabung dalam Jakarta Simphony Orchestra dan Jakarta Oratorio Society. Kegiatan ini menjadi upaya agar ibu kota bisa berperan sebagai panggung utama kesenian dan kebudayaan internasional. (Adnan Nanda/Sandy Arizona / Rinto A.Navis)

Dulu, Kahitna sempat kaget diajak main di Soundrenaline

Badung, Bali (ANTARA) – Kahitna mendapat kesempatan untuk manggung dalam festival musik Soundrenaline 2019, yang merupakan kali kedua bagi grup yang dimotori oleh Yovie Widianto itu.

Kali ini Soundrenaline menggabungkan musisi lintas genre dan generasi sehingga bukan cuma musik rock yang disuguhkan, melainkan juga genre musik lain termasuk pop yang diusung Kahitna.

Rupanya Kahitna sempat kaget ketika diajak tampil di Soundrenaline untuk kali perdana pada 2016.

“Karena biasanya Soundrenaline itu identik dengan musik rock…Makanya sekarang ketika ditawari kedua kali kita senang banget,” ujar vokalis Kahitna Hedi Yunus menjelang tampil di panggung Soundrenaline, Garuda Wisnu Kencana, Badung, Bali, Minggu.

Baca juga: RAN mainkan lagu baru di Soundrenaline 2019

Penampilan pertama Kahitna di Soundrenaline berujung manis, tapi grup tersebut pernah juga merasakan antusiasme penonton yang rendah saat tampil di pertunjukan musik lain yang kebanyakan musisinya bukan dari genre pop.

“Penonton kan beda-beda, tapi kalau kita kasih interaksi baik mereka akan balas. Awalnya lagu pertama mereka kayak enggak terima tapi lama-lama diterima,” ujar Hedi.

Mario Ginanjar yang juga vokalis Kahitna menambahkan daftar musisi di festival Soundrenaline yang kini berasal dari genre bermacam-macam adalah bukti bahwa musik jadi salah satu cara mempersatukan perbedaan.

“Biasa orang kumpul dibayar, tapi orang bayar untuk kumpul di sini,” seloroh dia.

Baca juga: Senyum Tulus di Bali dalam Soundrenaline 2019

Terbukti, penampilan Kahitna memang ditunggu-tunggu penonton yang tumpah ruah di hadapan panggung, menyanyikan lagu-lagu hit mereka seperti “Andai Ia Tahu”, “Mantan Terindah”, “Tak Sebebas Merpati”, hingga “Cantik”.

Konser mini mereka diwarnai histeris suara perempuan yang iri ketika salah satu orang penonton diajak naik ke panggung dan dirayu oleh Kahitna lewat lirik lagu yang romantis.

Yovie Widianto sempat mengungkapkan bahwa Kahitna termasuk jarang latihan. Ini tak terlalu masalah mengingat usia grup mereka sudah menginjak usia 33 tahun sehingga kekompakan sudah terjalin erat.

Kahitna berbagi panggung yang sama dengan Burgerkill yang dijadwalkan tampil setelah mereka, pertemuan yang jarang terjadi karena genre musik keduanya sangat berbeda.

Vicky Mono, vokalis Burgerkill, menambahkan ajang ini menjadi media silaturahmi sekaligus bertukar pikiran bersama musisi antar-genre.

Baca juga: Daftar penampil Soundrenaline 2019 hari kedua
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

RAN mainkan lagu baru di Soundrenaline 2019

Badung, Bali (ANTARA) – Grup musik RAN –Rayi, Asta dan Nino– memainkan lagu anyar “Ain’t Gonna Give Up” dalam Soundrenaline 2019 yang digelar di kawasan Garuda Wisnu Kencana, Badung, Bali, Minggu.

Sebelum membawakan lagu itu bersama Ramengvrl sang bintang tamu, Nino mengumumkan bahwa mereka akan mengeluarkan karya baru tiap dua bulan, berikutnya adalah Oktober mendatang.

“Sudah tentang Rayi, Oktober Asta, Desember saya,” ujar Nino.

Tahun ini RAN mengusung proyek “Omne Trium Perfectum: The Series” di mana setiap anggota meracik sendiri satu lagu sesuai selera masing-masing, dan lagu yang dibawakan di Soundrenaline “Ain’t Gonna Give Up” adalah karya Rayi.

Baca juga: Senyum Tulus di Bali dalam Soundrenaline 2019

RAN juga menyanyikan lagu-lagu lain yang terkenal, seperti “Selamat Pagi”, “Jadi Gila” hingga “Pandangan Pertama” dalam festival musik yang memasuki tahun ke-17 tersebut.

Kehadiran RAN memanaskan petang di Soundrenaline yang sudah diramaikan penonton. Mereka jadi konduktor dadakan dengan meminta para pengunjung menirukan nada-nada berbeda agar terdengar harmonis saat disatukan, hingga mengajak penonton berfoto bersama.

“Terima kasih sudah suka lagu ini, kami sering banget menyanyikan lagu ini tapi kita pengin lihat kalian nyanyi,” ujar RAN sebelum membawakan “Pandangan Pertama” yang menutup penampilan mereka di Soundrenaline.

Soundrenaline 2019 hari kedua diisi oleh berbagai musisi mulai dari Barasuara, Primal Scream, Fourtwnty dan Glenn Fredly, Tulus, Deadsquad, Navicula, Kahitna, Burgerkill hingga kolaborasi Ardhito Pramono x Mocca.

Baca juga: Daftar penampil Soundrenaline 2019 hari kedua

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Desta buka suara soal reuni Clubeighties

Jakarta (ANTARA) – Mantan pemain drum Clubeighties, Deddy Mahendra Desta atau akrab disapa Desta buka suara soal kemungkinan rencana reuni dirinya dan Vincent bersama grup musik yang telah membesarkan namanya itu.

“Ke depannya untuk reuni, beneran enggak ya karena ya udah lah gitu. Cuma kalau untuk manggung (bareng), kami belum tahu ke depannya seperti apa,” kata Desta saat berkunjung ke redaksi Antara dalam rangka promo film “Pretty Boys” di Gedung Wisma Antara, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Desta dan Vincent mengundurkan diri dari Clubeighties pada 2009 selepas grup tersebut merilis album bertajuk “80 Kembali”. Lepas dari kegiatan bermusik, keduanya lantas disibukkan dengan aktivitas sebagai pembawa acara (presenter) dan dunia seni peran.

Baca juga: Jadi produser pertama kali, Desta: Gue suka tantangan

Meski sudah tidak menjadi bagian Clubeighties, Desta dan Vincent rupanya pernah beberapa kali tampil bersama grup musik yang mengusung lagu-lagu bergenre pop-elektrik itu. Seperti yang mereka tunjukkan dalam sebuah acara bertajuk “Tiba-tiba Suddenly Pensi”.

“Ada pihak panitia teman kami juga. Dia pengen banget kami reuni sebetulnya. Cuma kalau direncanakan banget sih enggak. Bahkan, kami juga enggak latihan. Semua, kami on the spot datang ke lokasi,” ujar Desta tentang acara tersebut.

Suami Natasha Rizki itu menambahkan, “Dulu gue juga pernah main, tapi enggak ada Vincent. Pas lagi ada acara dan gue hadir di situ dan ditembak untuk main drum.”

Baca juga: Desta sanjung debut Tompi sebagai sutradara

Desta mengaku tengah fokus dengan kesibukannya sebagai presenter dan juga merambah produksi film dengan membuat rumah produksi. Desta pun belum terpikir rencana tampil dalam formasi lama Clubeighties.

“Kami sih enggak kepikiran dan belum ada rencana yang gimana-gimana. Ya udah, jalanin aja sekarang gue juga enggak kepikiran ngeband udah capek,” katanya.

Baca juga: “Pretty Boys” film serba pertama bagi Vincent-Desta

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Absen lima tahun, Sinead O’Connor manggung lagi dengan hijab

Jakarta (ANTARA) – Sinéad O’Connor kembali ke panggung hiburan setelah absen lima tahun dan tampil dalam acara “The Late Late Show Irlandia” dengan mengenakan hijab.

Penyanyi itu, dijadwalkan mulai kembali tampil live pada 2018 setelah berjuang melawan masalah kesehatan mental, tetapi ditunda karena keadaan yang tidak terduga.

Dalam acara tersebut, Sinead membawakan lagu “Nothing Compares 2 U”, meski pada 2015 sempat mengatakan bahwa dia tidak akan pernah tampil lagi secara langsung. Sinead juga membawakan karya The Pogues yang berjudul “Rainy Night in Soho”.

Baca juga: Sinead O’Connor jadi mualaf, ganti nama jadi Shuhada

Sinead tampil mengenakan hijab selama pertunjukan berlangsung dan membahas soal perpindahan keyakinannya ke Islam dalam acara tersebut. Dia pun mengaku kini bernama Shuhada Shadaqat.

“Kata ‘Revert’ mengacu pada gagasan bahwa jika kita mempelajari Alquran, Anda akan menyadari bahwa Anda adalah seorang muslim. Sepanjang hidup Anda akan tetap. Anda tidak menyadarinya. Itulah yang terjadi pada saya,” kata Sinead kepada sang pembawa acara, Ryan Tubridy dilansir NME, Minggu.

“Saya berusia 52 tahun. Saya tumbuh di Irlandia yang sangat berbeda dengan yang ada sekarang dan itu adalah negara yang sangat tertindas secara agama. Dan semua orang sengsara, tidak ada yang mendapatkan sukacita di dalam Tuhan,” lanjutnya.

Baca juga: Sinead O’Connor ditemukan selamat setelah menghilang

Penampilannya di TV merupakan sebuah pembuka sebelum tur singkat di Irlandia yang akan dijalani olehnya pada Oktober 2019.

“Saya menikmati perasaan itu. Itu bagus karena saya benar-benar berpikir tidak ada yang akan tertarik lagi,” jelas Sinead.

Sinead melanjutkan, “Saya benar-benar berpikir tidak ada yang akan membeli tiket ke pertunjukan. Saya benar-benar berpikir, saya bahkan tidak akan mendapatkan pertunjukan, bahwa tidak ada yang akan mempekerjakan saya untuk melakukan pertunjukan setelah keluar (vakum) begitu lama.”

Baca juga: Sinead O’Connor enggan bergaul lagi dengan kulit putih

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Senyum Tulus di Bali dalam Soundrenaline 2019

Badung, Bali (ANTARA) – Penyanyi Muhammad Tulus tersenyum lebar di kawasan Garuda Wisnu Kencana, Badung, Bali, Minggu, ketika mendengar antusiasme penonton Soundrenaline 2019 yang tanpa henti menyanyikan lirik lagunya sejak awal kemunculannya di panggung.

Usai menyapa penonton yang memenuhi panggung Celebration Stage di bagian bawah festival lewat “Jangan Cintai Aku Apa Adanya”, Tulus mengungkapkan alasannya merasa sumringah.

“Saya jarang banget nyanyi jam segini,” kata Tulus yang mendapat jadwal manggung pukul 16.00 WITA, sebagai salah satu penampilan pembuka hari kedua Soundrenaline 2019.

“Tapi saya senang karena menyanyi di bawah matahari membuat saya bisa lihat wajah teman-teman semua,” tutur dia.

Baca juga: Daftar penampil Soundrenaline 2019 hari kedua

“Biasanya saya menyanyi malam-malam… Hari ini saya merasa dekat sekali dengan teman-teman,” lanjut Tulus yang sontak disambut teriakan meriah dari para penonton.

Penyanyi yang selalu mengenakan busana hitam itu pun melengkapi penampilannya dengan kacamata hitam, pelindung dari terik matahari Bali yang menyengat.

“Saya akan membawakan banyak lagu, mudah-mudahan ini pemanasan buat malam yang bahagia,” katanya.

Sekitar 45 menit, Tulus membawakan lagu-lagunya yang populer dan seluruhnya sudah dihafal para pengunjung festival. Mulai dari “Ruang Sendiri”, “Tukar Jiwa”, “Monokrom” dan “Cahaya”.

Baca juga: Kesenian khas Bali jadi suguhan istimewa yang ramaikan Soundrenaline

Sesekali dia mengungkapkan sedikit cerita di balik lagu yang akan dibawakan. Sebelum menyanyikan “Labirin”, Tulus bercerita bahwa lagu tersebut mudah saat dinyanyikan di studio, tapi ternyata sulit saat dibawakan secara langsung.

“Kali ini teman-teman harus nyanyi lebih keras lagi ya,” kata Tulus saat meminta para penontonnya untuk turut bernyanyi.

Tulus juga menceritakan perasaannya tentang lagu “Adu Rayu” yang melibatkan dua musisi terkemuka, Yovie Widianto dan Glenn Fredly.

“Saya merasa seperti mimpi karena saya mendengarkan lagu mas Yovie sejak kecil dan enggak pernah kebayang saat dewasa bisa berkolaborasi dengan orang luar biasa,” ujarnya.

Baca juga: Suede manggung di Bali semalam, walau lawas tetap ganas

Meskipun Glenn Fredly juga ada dalam daftar penampil Soundrenaline pada Minggu, teman duet Tulus itu tidak muncul di panggung.

Alih-alih Glenn, Tulus lagi-lagi meminta penonton menggantikan posisi Glenn di lagu itu, yang mendapat respons penuh suka cita.

“Seribu Tahun Lamanya”, “Teman Hidup” dan “Sewindu” menjadi tiga lagu terakhir dari pertunjukan Tulus dalam Soundrenaline.

Penampilan pria kelahiran Bukittinggi itu mengantarkan penonton menuju malam yang bertaburan lebih banyak bintang tamu, termasuk Barasuara, Primal Scream, Navicula, Burgerkill, hingga Ardhito Pramono x Mocca.

Baca juga: Tulus rindu rekaman di studio

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasha Ungu: Ambon berperan lahirkan musisi berkelas

Banyak hal tekait dengan musik di kita bisa mulai dari Kota Ambon.”

Ambon (ANTARA) – Wakil Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah,  Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau yang akrab disapa Pasha Ungu, menyatakan bahwa Kota Ambon berperan melahirkan musisi hebat dan berkelas di Indonesia.

“Indonesia, bahkan dunia, tahu kalau Ambon merupakan salah satu kota yang memiliki peran penting dalam melahirkan musisi hebat di Indonesia,” katanya saat menghadiri Hari Ulang Tahun ke-444 Kota Ambon di Ibu Kota Provinsi Maluku itu, Sabtu.

Dikatakannya, penetapan Ambon sebagai Kota Musik Dunia versi Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO) yang rencananya diresmikan pada November 2019 merupakan upaya untuk semakin memperkuat identitas Ambon sebagai kota musik.

Baca juga: Industri musik kota Ambon dipromosikan ke dunia internasional

“Penetapan Ambon sebagai Kota Musik Dunia semakin memperkuat identitas Ambon yang melahirkan musisi hebat baik bertaraf lokal, nasional dan internasional ke depan,” ujarnya.

Sigit menjelaskan, Ambon sebagai kota musik bukan hal baru karena sebagian musisi di Indonesia merupakan orang Ambon.

Upaya Ambon menjadi Kota Musik Dunia versi UNESCO, menurut dia, telah disampaikan pula dari teman musisi Glen Fredly sejak tahun lalu.

Sebagai musisi, ia berharap hal itu segera di tetapkan oleh UNESCO.

“Banyak hal terkait dengan musik di kita bisa mulai dari Kota Ambon,” ujarnya.

Baca juga: Rekomendasi JKK UNESCO syarat Ambon kota Musik Dunia, ujar Direktur AMO
Baca juga: IAIN Ambon akan buka prodi musik Islami

“Silakan Amerika punya New York, silakan Prancis punya Paris, Belanda punya Amsterdam, tetapi Indonesia punya kota Ambon sebagai kota musik,” tandasnya.

Kehadiran Wawali Palu di HUT Kota Ambon itu sebagai upaya memenuhi undangan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

“Kebetulan Pak Wali Kota Palu saat ini berada di Filipina, dan saya diminta untuk hadir di HUT ke-444 Kota Ambon,” katanya.

Sigit menambahkan, kehadirannya di Ambon sebagai ruang dan kesempatan bagi Pemkot Palu mengucapkan terimakasih kepada Provinsi Maluku, Pemkot Ambon, dan khususnya Warga masyarakat Kota Ambon.

Mereka semua, dinilainya, begitu luar biasa memberikan sumbangsih dana, tenaga, dan pikiran bagi percepatan pemulihan setelah bencana di Palu pada akhir September 2018.

“Saya sangat berbahagia sekali bisa hadir di acara meriah dan penuh syukur sekaligus memberikan apresiasi bagi pemerintah dan warga kota Ambon yang telah membantu kami pemulihan paska bencana, intinya Ambon semakin manis,” demikian penegasan mantan vokalis band Ungu itu.

Baca juga: Pemkot siapkan regulasi wujudkan Ambon kota musik dunia
Baca juga: Bekraf canangkan Ambon kota musik dunia

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Konser Semut Hitam menandai 46 tahun perjalanan musik God Bless

Vokalis grup band God Bless Ahmad Albar bersama gitaris Ian Antono tampil pada Konser Perjalanan God Bless yang bertajuk “Semut Hitam” di Titan Center, Bintaro, Tagerang Selatan, Banten, Sabtu (7/9/2019) malam. Konser tersebut digelar untuk menandai perjalanan 46 tahun God Bless berkiprah di dunia musik Indonesia. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.

Genre gado-gado di panggung Maliq & D’Essentials

Badung, Bali (ANTARA) – Panggung Maliq & D’Essentials di festival musik Soundrenaline yang digelar di Garuda Wisnu Kencana, Bali, Sabtu semakin istimewa berkat kolaborasi yang menciptakan genre musik gado-gado; pop, rock, jazz dan hip-hop.

Maliq & D’Essentials tak sendirian, mereka ditemani oleh Indra Lesmana, Rekti Yoewono dari THE S.I.G.I.T dan Tuan Tigabelas saat membawakan beberapa lagu.

Baca juga: Maliq & D’Essentials menanti Suede manggung di Bali

Grup musik yang sudah berdiri 17 tahun, sama persis dengan tahun penyelenggaraan Soundrenaline, itu berlatih mengandalkan dunia digital karena para musisi ini berada di kota berbeda, seperti Indra yang berada di Bali dan Rekti di Bandung.

Indra Lesmana memainkan keyboard dan melakukan “scat singing”, menuangkan nuansa jazz dalam lagu “Terlalu”, sementara Tuan Tigabelas membuat penonton makin asyik berjingkrak-jingkrak karena aksinya yang penuh energi.

Setelah itu, Rekti beraksi dengan gitarnya di saat penonton asyik berjoget mendengarkan musik “Drama Romantika”.

Selain berkolaborasi dengan tiga musisi lintas genre, Maliq & D’Essentials mempersembahkan lagu-lagu andalan yang tampaknya sudah dihafal di luar kepala oleh ribuan penonton. “Kangen”, “Setapak Sriwedari”, “Himalaya” hingga “Dia” serasa jadi ajang menyanyi bersama karena penonton secara sukarela menjadi penyanyi latar dadakan.

Mereka pun membawakan single teranyar “Senja Teduh Pelita”.

Baca juga: Soundrenaline jadi ajang Maliq & D’Essentials promosi single baru

“Untitled” disambut paling meriah sebagai lagu yang menurut Widi, sang vokalis, “pertama kali mencatatkan Maliq ada di industri musik Indonesia” dan bisa jadi alasan mereka pertama kali diundang ke Soundrenaline 2005.

Ia mengenang saat itu lagu “Untitled” sama sekali tak dikenal, tapi malam ini yang terjadi adalah sebaliknya. Petikan gitar akustik dari Lale, gitaris, membuat suasana semakin romantis.

Lagu ini berakhir manis bagi penikmat musik di depan panggung yang beruntung karena Lale tak cuma melempar pick gitar, sesuatu yang lazim dilakukan musisi di panggung, tapi betul-betul memberikan gitarnya pada salah satu penonton.

Baca juga: Dag dig dug Hondo tampil perdana di Soundrenaline 2019

Baca juga: Membludak, sebagian penonton tak bisa nonton Fiersa Besari

Baca juga: Tashoora dan Pee Wee Gaskins buka hari pertama Soundrenaline 2019

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Membludak, sebagian penonton tak bisa nonton Fiersa Besari

Badung, Bali (ANTARA) – Antusiasme penonton yang ingin menyaksikan kali pertama solois Fiersa Besari manggung di Soundrenaline 2019, Garuda Wisnu Kencana, Bali, Sabtu, tak sebanding dengan kapasitas ruang pertunjukan, membuat sebagian orang terpaksa melewatkan pertunjukan.

Baca juga: Sering ditolak, Fiersa Besari makin bijak

Petugas, pada ANTARA, mengatakan kapasitas di area All Time Stage yang berupa amphiteater hanya menampung sekitar 400 kursi. Semua kursi sudah terisi penuh, bahkan sisanya berdiri di area yang tersisa, ujar petugas.

Arahan untuk tidak memaksa masuk ke area tersebut juga diumumkan lewat pengeras suara. Meski demikian, sebagian orang tetap berkumpul di dekat pintu masuk.

Ketika musik Fiersa akhirnya terdengar hingga ke luar area panggung, sebagian penonton sempat berteriak meminta petugas untuk membuka akses.

Penyanyi yang sedang digandrungi anak muda itu sebelumnya mengungkapkan dia sudah menyiapkan pertunjukan yang beda dari biasanya untuk perhelatan di Bali ini.

“Sebenarnya latihan lagi untuk membuat enggak yang kayak biasa ditampilkan, tapi dengan aransemen baru sama ada lagu baru yang akan ditampilkan,” ujar Fiersa dalam konferensi pers sebelum manggung di Soundrenaline 2019.

Festival musik yang sudah menginjak tahun ke-17 itu menghadirkan empat panggung yang tersebar di berbagai tempat. Panggung All Time Stage, tempat Fiersa menyanyi, berbentuk amphitheater dihiasi elemen Bali karya Silakarang Art Crew.

Panggung di sini memungkinkan setiap penampil bisa berinteraksi lebih dekat dengan penonton. Bintang tamu yang manggung di sini di antaranya Reality Club, Adhitia Sofyan, Base Jam, Kunto Aji, Project Pop hingga Ardhito x Mocca.

Baca juga: Maliq & D’Essentials menanti Suede manggung di Bali

Baca juga: Dag dig dug Hondo tampil perdana di Soundrenaline 2019

Baca juga: Tashoora dan Pee Wee Gaskins buka hari pertama Soundrenaline 2019

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Maliq & D’Essentials menanti Suede manggung di Bali

Badung, Bali (ANTARA) – Dari deretan penampil yang manggung di festival musik Soundrenaline 2019, rupanya band Maliq & D’Essentials paling tak sabar menonton pertunjukan band Inggris Suede.

“Tentunya Suede, karena kami semua angkatan Suede,” ujar Widi Puradiredja, penggebuk drum grup Maliq & D’Essentials dalam konferensi pers di Garuda Wisnu Kencana, Badung, Bali, Sabtu.

Widi menambahkan, ia dan teman-teman satu band-nya juga ingin menonton musisi-musisi baru yang belum sempat mereka saksikan di Soundrenaline.

Pada tahun ini, Maliq & D’Essentials juga ikut memeriahkan salah satu panggung Soundrenaline dengan menampilkan kolaborasi antar genre dan generasi.

Band pop yang tahun ini genap berusia 17 tahun itu mengajak Indra Lesmana, Rekti Yoewono dari THE S.I.G.I.T dan Tuan Tigabelas untuk tampil membawakan lagu-lagunya serta beberapa lagu hit dengan genre berbeda.

Festival yang memasuki tahun ke-17 ini dimeriahkan oleh daftar musisi Indonesia dan mancanegara yang tampil di empat panggung.

Deretan penampil yang akan memeriahkan hari pertama Soundrenaline 2019 di antaranya adalah Tashoora, Parau, Pee Wee Gaskins, Gym and Swim, Mellow Fellow, Adhitia Sofyan dan Gugun Blues Shelter serta Sobs.

Menjelang malam, penonton bisa menyaksikan aksi Maliq & D’Essentials, Elephant Kind, Base Jam, Kelompok Penerbang Roket dan FSTVLST. Pun ada Seringai, The Sigit, Fiersa Besari dan Rocket Rockers, Jamrud, Tuan Tigabelas dan .Feast serta Padi Reborn, Diskoria, Jason Ranti dan The Upstairs.

Baca juga: Soundrenaline jadi ajang Maliq & D’Essentials promosi single baru

Baca juga: Maliq & D’essentials dan Fourtwnty siap gelar konser 9 September 2019

Baca juga: Menlu Retno ikut bergoyang bersama Maliq & d’Essentials

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dag dig dug Hondo tampil perdana di Soundrenaline 2019

Badung, Bali (ANTARA) – Mohamed Kamga dan Chevrina Anayang tak menyangka duo Hondo yang baru resmi lahir di industri musik pada 12 Juli lalu bisa langsung manggung di festival Soundrenaline 2019, Garuda Wisnu Kencana, Bali, Sabtu (7/9/2019).

Dua musisi ini awalnya merupakan anggota grup Tangga, kemudian membentuk trio bernama Dekat bersama Tahir “Tata” Hadiwijoyo. Mereka kemudian membentuk Hondo yang usianya belum genap dua bulan.

Hondo berkesempatan manggung di Soundrenaline setelah mengikuti kompetisi Go Ahead Challenge.

“Kami baru punya satu lagu. Dulu awalnya terbayang konsep dimulai dari pertunjukan kecil dengan jumlah penonton 20 orang, ternyata rezeki datang enggak disangka-sangka,” ujar Chevrina dalam konferensi pers di Badung, Bali, Sabtu.

Sembari tertawa kecil, Kamga menambahkan Hondo sontak membuat beberapa lagu selain “Thirty”, lagu debut mereka, untuk dibawakan di panggung Soundrenaline.

Dengan kemeja putih bermotif lucu dipadu celana gambar kartun, Kamga dan Chevrina tampil di atas panggung dengan latar belakang gambar anjing, nama Hondo tersemat di bawahnya.

Di atas panggung, Chevrina mengibaratkan kesempatan manggung di festival musik besar meski grup mereka masih sangat baru dengan petualangan Aladdin mencari lampu ajaib.

“Ibarat Aladdin mau cari lampu, tapi langsung sampai ke goa,” seloroh Chevrina yang mengaku tegang karena harus bermain piano di atas panggung.

Lagu-lagu balad Hondo punya konsep yang berbeda dari karya grup Dekat. Menurut Kamga, apa yang diungkapkan Hondo adalah upaya menerima keadaan yang dialami pada masa 30-an yang tak sesuai ekspektasi bertahun-tahun sebelumnya.

“Hondo menurut kami lebih pada ‘acceptance’, lebih kayak ‘ya sudah jalani saja, ternyata gue gagal tapi ya sudah,” kata Kamga.

Dia membandingkan dengan lagu-lagu Dekat yang banyak mengungkap soal kemarahan, entah itu pada sistem atau institusi, yang tertuang dalam tiga album mereka.

Kamga dan Chevrina, sebagai Hondo, ingin produktif berkarya. Setidaknya, ada karya baru lahir tiap beberapa bulan.

“Kami ingin terus mengeluarkan lagu terus selama ada cerita.”

Baca juga: Tashoora dan Pee Wee Gaskins buka hari pertama Soundrenaline 2019

Baca juga: Sepatu kets raksasa karya Muklay hiasi Soundrenaline 2019

Baca juga: Tujuh bocoran kolaborasi epik di Soundrenaline

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tashoora dan Pee Wee Gaskins buka hari pertama Soundrenaline 2019

Badung, Bali (ANTARA) – Grup musik asal Yogyakarta, Tashoora dan band pop-punk asal Jakarta, Pee Wee Gaskins menjadi beberapa penampil pertama yang manggung pada hari pertama Soundrenaline 2019 di Garuda Wisnu Kencana, Bali, Sabtu.

Tashoora memanaskan panggung Celebration Stage, yang sudah mulai diramaikan ratusan orang meski hari masih petang, dengan beberapa lagu termasuk “Sabda”.

Tak berapa lama berselang, Pee Wee Gaskin juga tampil di panggung lain.

Mereka membuat penonton berjoget ketika membawakan lagu-lagu milik penyanyi lain seperti “Salah” dari Potret serta “Dan” dari Sheila on 7 yang disebut sebagai salah satu inspirasi bermusik.
  Pee Wee Gaskins di Soundrenaline 2019, Sabtu (7/9/2019) (ANTARA News/Nanien Yuniar)

Pee Wee Gaskins menyapa para penonton sambil menyatakan kegembiraannya karena kembali diundang sebagai penampil di Soundrenaline 2019.

Rupanya suasana manggung hari ini tak jauh berbeda dari tahun lalu, seperti diungkapkan sang vokalis Dochi dari atas panggung.

“Tahun ini masih berhadapan dengan matahari yang sama, energi yang sama,” ujar dia, disambut ramai penggemar.

Band yang sudah berdiri sejak 2007 itu kemudian menawarkan jasa menjadi “montir cinta” untuk para penggemar yang “hatinya sedang rusak” lewat lagu anyar “Amuk Redam”, lalu disusul dengan “Lonely Boys, Lonely Girls” dan “Sampai Juara” yang baru diluncurkan pada Agustus lalu.

Mereka pamit dari panggung usai menyanyikan “Fluktuasi Glukosa”, “Pupus” dan “Kangen” dari Dewa 19.

“Matur suksma Soundrenaline 2019!” tutup mereka.

Baca juga: Sepatu kets raksasa karya Muklay hiasi Soundrenaline 2019

Daftar penampil

Festival musik Soundrenaline 2019 yang digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali pada 7-8 September, dimeriahkan oleh musisi Indonesia dan mancanegara yang tampil di empat panggung.

Deretan penampil yang akan memeriahkan hari pertama Soundrenaline 2019 meliputi Adhitia Sofyan dan Gugun Blues Shelter serta Sobs.

Menjelang malam, penonton bisa menyaksikan aksi Maliq & D’Essentials, Elephant Kind, Base Jam, Kelompok Penerbang Roket dan FSTVLST, Seringai, The Sigit, Fiersa Besari dan Rocket Rockers.

Ketika malam semakin larut, akan ada penampilan dari band Inggris Suede, Jamrud, Tuan Tigabelas dan .Feast serta Padi Reborn, Diskoria, Jason Ranti dan The Upstairs.

Soundrenaline tahun ini mengusung tema “The Spirit of All Time” yang ingin menghadirkan musisi lintas generasi dan genre.

Baca juga: Tujuh bocoran kolaborasi epik di Soundrenaline
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wawali Palu : Ambon berperan lahirkan musisi berkelas

Ambon (ANTARA) – Wakil Wali kota Palu, Sulawesi Tengah,  Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau yang akrab disapa Pasha Ungu  menyatakan Kota Ambon berperan melahirkan musisi hebat dan berkelas di Indonesia.

“Indonesia bahkan dunia tahu kalau Ambon merupakan salah satu kota yang memiliki peran penting dalam melahirkan musisi hebat di Indonesia,” katanya saat menghadiri HUT kota ke -444 di Ambon, Sabtu.

Dikatakannya, penetapan Ambon sebagai kota musik dunia versi Unesco pada November 2019, merupakan upaya untuk semakin memperkuat identitas Ambon sebagai kota musik.
Baca juga: Industri musik kota Ambon dipromosikan ke dunia internasional

“Penetapan Ambon sebagai kota musik dunia semakin memperkuat identitas Ambon yang melahirkan musisi hebat baik bertaraf lokal, naional dan internasional kedepan,” ujarnya.

Sigit menjelaskan, Ambon sebagai kota musik bukan hal baru karena sebagian musisi Indonesia merupakan orang Ambon.

Upaya Ambon menjadi kota musik dunia, dirinya telah mendengar dari teman musisi Glen Fredly sejak tahun lalu.

Sebagai musisi dirinya berharap segera di tetapkan oleh unesco, sehingga banyak hal tekait dengan musik di kita bisa mulai dari Kota Ambon.
Baca juga: Rekomendasi JKK UNESCO syarat Ambon kota Musik Dunia, ujar Direktur AMO
Baca juga: IAIN Ambon akan buka prodi musik Islami

“Silakan Amerika punya New York, silahkan Perancis punya Paris, Belanda punya amsterdam, tetapi Indonesia punya kota Ambon sebagai kota musik,” tandasnya.

Kehadiran Wawali Palu di HUT kota Ambon sebagai upaya memenuhi undangan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

“Kebetulan pak Wali Kota Palu saat ini sementara berada di Filipina, dan saya diminta untuk hadir di HUT ke-444 Kota Ambon,” katanya.

Sigit menambahkan, kehadirannya di Ambon sebagai ruang dan kesempatan bagi Pemkot Palu mengucapkan terimakasih kepada Provinsi Maluku, Pemkot Ambon khususnya Warga masyarakat Kota Ambon yang sudah begitu luar biasa memberikan sumbangsih dana,tenaga dan pikiran bagi percepatan pemulihan paska bencana di Palu akhir September 2018.

“Saya sangat berbahagia sekali bisa hadir di acara meriah dan penuh syukur sekaligus memberikan apresiasi bagi pemerintah dan warga kota Ambon yang telah membantu kami pemulihan paska bencana, intinya Ambon semakin manis,” tandas mantan vokalis band ungu.
Baca juga: Pemkot siapkan regulasi wujudkan Ambon kota musik dunia
Baca juga: Bekraf canangkan Ambon kota musik dunia

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sepatu kets raksasa karya Muklay hiasi Soundrenaline 2019

Badung, Bali (ANTARA) – Festival musik Soundrenaline 2019 tak cuma melibatkan para musisi lintas genre dan generasi, melainkan juga seniman dari berbagai bidang, termasuk Muchlis Fachry alias Muklay.

Ia membuat sneakers alias sepatu kets raksana yang menghiasi sisi panggung Creators Stage, judulnya “A Pair of Timeless Time Travel”.

Baca juga: Tujuh bocoran kolaborasi epik di Soundrenaline

Menurut Muklay, sepatu kets bisa menjadi ikon fashion sekaligus saksi sejarah manusia dari zaman ke zaman.

Muklay menjelaskan ia ingin membuat karya yang dekat dengannya, juga akrab dengan anak-anak muda kota Jakarta.

“Gue membawa kota gue ke sini, sneakers itu booming di Jakarta dan sebuah budaya yang kuat di sana,” kata Muklay di konferensi pers Soundrenaline 2019, Badung, Bali, Sabtu.

Baca juga: Daftar penampil hari pertama Soundrenaline 2019

Sepatu kets kini jadi barang yang banyak digilai anak muda, imbuh dia.

Dalam Soundrenaline, Muklay membuat sepasang sepatu kets raksasa berukuran 4 x 1 meter warna-warni dengan motif ceria. Proses pembuatannya memakan waktu 1,5 pekan, sementara proses menggambar butuh waktu hingga empat hari.
  Patung Penjaga Jaman di Soundrenaline 2019, Garuda Wisnu Kencana, Bali, Sabtu (7/9/2019) (ANTARA News/Nanien Yuniar)

Instalasi seni lain juga menghiasi sudut-sudut ruang terbuka yang dilatarbelakangi langit biru penuh awan, seperti patung “Penjaga Jaman” dari seniman Bali Agus Mediana dan I Putu Edi Kharisma juga monumen “Tapi Jadi Epik” setinggi 10,8 meter karya seniman Yogyakarta Uji “Hahan”.

Festival musik Soundrenaline tahun ini sudah memasuki usia ke-17 dengan tema “Spirit of All Time” untuk menghadirkan semangat yang tidak lekang oleh waktu.

Soundrenaline 2019 digelar di Garuda Wisnu Kencana, Badung, Bali pada 7-8 September.

Hari ini, penampil yang manggung di Soundrenaline meliputi Tashoora, Parau, Pee Wee Gaskins, Gym and Swim, Mellow Fellow, Adhitia Sofyan dan Gugun Blues Shelter serta Sobs.

Menjelang malam, penonton bisa menyaksikan aksi Maliq & D’Essentials, Elephant Kind, Base Jam, Kelompok Penerbang Roket dan FSTVLST, Seringai, The Sigit, Fiersa Besari dan Rocket Rockers.

Pun ada band Inggris Suede, Jamrud, Tuan Tigabelas dan .Feast serta Padi Reborn, Diskoria, Jason Ranti dan The Upstairs.

Baca juga: Soundrenaline jadi ajang Maliq & D’Essentials promosi single baru

Baca juga: Bocoran album baru The S.I.G.I.T

Baca juga: Sudah 17 tahun Soundrenaline konsisten jadi ajang reuni musisi

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Video musik Prophets of Rage cantumkan daftar korban penembakan di AS

Jakarta (ANTARA) – Prophets of Rage baru saja merilis lagu baru berjudul “Pop Goes The Weapon” bersamaan dengan video musiknya yang menampilkan daftar korban penembakan massal di Amerika Serikat tahun ini.

Dilansir NME, Sabtu, visual video musik dari grup musik yang terdiri dari Tom Morello, Tim Commerford, Brad Wilk, Chuck D, B-Real, dan DJ Lord itu menampilkan tanggal, lokasi penembakan dan jumlah korban meninggal serta luka.

“Lagu ‘Pop Goes The Weapon’ mencerminkan kekerasan senjata yang sedang terjadi di Amerika,” ujar B-Real.

Video musik “Pop Goes The Weapon” dibuka dengan melodi yang menggelegar dan lirik yang mengerikan. Video musik tersebut berakhir dengan nama-nama mereka yang kehilangan nyawa dalam tragedi di Gilroy, California, El Paso, Texas dan Dayton, Ohio.

Tom Morello menambahkan bahwa lagu “Pop Goes The Weapon” menjadi medium bagi Prophets of Rage untuk mencurahkan pikiran dan doa kepada seluruh korban penembakan di Amerika.

Baca juga: Prophets of Rage sukses tutup Hodgepodge Superfest 2019
 

Penerjemah: Yogi Rachman
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nicki Minaj minta maaf usai umumkan pensiun

Jakarta (ANTARA) – Sehari setelah mengumumkan pensiun dari dunia musik lewat cuitannya, penyanyi rap Nicki Minaj meminta maaf atas tindakannya itu yang dinilai “serampangan dan tak sensitif”.

“Aku masih di sini. Masih sangat cinta kalian dan kalian tahu itu,” cuitnya pada Jumat (6/9) seperti dilansir Pagesix.

“Jika diperhatikan, ini seharusnya menjadi perbincangan Queen Radio dan itu akan terjadi. Aku janji kalian akan senang. Tidak ada orang lain, hanya kita yang bicara tentang segalanya. Cuitan itu serampangan dan tidak sensitif, aku minta maaf sayang.”

Pernyataan itu bukan berarti menyurutkan niat Minaj untuk undur diri dari dunia musik.

Dia tetap mau pensiun dan berjanji akan membahasnya di acara Queen Radio Apple Music di” Beats 1″.

Permintaan maaf Minaj itu lebih kepada tanggapan atas cuitan putus asa seorang penggemar yang memintanya untuk menjelaskan tentang keputusannya untuk pensiun dan sangat kecewa dengan kabar itu. 

Baca juga: Nicki Minaj pensiun dari musik, penggemar kecewa

Baca juga: Nicki Minaj dan Kenneth menikah diam-diam
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seamex 2019

Musisi yg tergabung dalam Gamelan Shanghai memainkan gamelan saat acara Southeast Asia Music Education Exchange (SEAMEX) 2019 di Jogja National Museum, Jumat (6/9/2019). Acara tahunan yang menjadi ruang temu pemain, produser, pendidik musik di kawasan Asia Tenggara itu berlangsung hingga 8 September 2019. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/ama.

David Foster dan Yovie Widianto adu kemampuan di Batik Music Festival

Jakarta (ANTARA) – Sebuah gelaran Batik Music Festival akan berlangsung di Komplek Candi Prambanan, Yogyakarta, pada 5 Oktober, yang menampilkan musikus internasional David Foster and Friends dan akan berkolaborasi dengan Yovie and His Friends.

CEO Rajawali Indonesia Anas Syahrul Alimi selaku penyelenggara festival musik itu, dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu, mengatakan Batik Musik Festival merupakan pesta perayaan megah yang di dalamnya terdapat tiga mahakarya dunia yakni Candi Prambanan sebagai World Heritage, mahakarya musik dunia, dan mahakarya batik sebagai warisan budaya asal Indonesia.

Festival musik tersebut juga sebagai bentuk peringatan terhadap Hari Batik Nasional pada 2 Oktober.

Baca juga: Yovie tak menyangka lagunya digemari generasi milenial

“Batik tidak hanya dimaknai sebagai salah satu warisan budaya tapi juga sebagai identitas dan ikon Indonesia. Maka dalam Batik Music Festival nanti, kami akan menyuguhkan beragam pertunjukan spektakuler dari para musisi dunia dan Indonesia,” ujar Anas.

David Foster akan melibatkan deretan musikus yang siap tampil melantunkan karyanya. Sementara, Yovie Widianto akan mengajak Raisa, Kahitna, Arsy Widianto, Bunga Citra Lestari, Marcell, Rio Febrian dan 5 Romeo.

“Konsep musik kali ini, kami ingin mem-battle-kan antara musikus besar Indonesia dan musikus besar dunia. Dalam hal ini, Yovie punya nama Yovie and His Friends dan David Foster and Friends. Konsepnya battle, mereka sama-sama membawa line up artis dan kita battle-kan,” kata Anas.

Baca juga: David Foster gandeng penyanyi lokal di Surabaya

Hal yang unik dalam festival musik di kawasan Prambanan itu, semua orang yang terlibat mulai dari promotor, panitia, penonton hingga musisi yang tampil diwajibkan untuk mengenakan batik.

“Tak hanya itu, ambience dan artistik yang ada dalam Batik Music Festival nanti semuanya akan bernuansa batik. Kami pun akan bekerjasama dengan beberapa desainer batik ternama di Indonesia,” kata Direktur Keuangan, SDM & Investasi PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko, Palwoto.

Tiket festival musik itu dibagi menjadi enam kategori yakni Super VVIP Rp5 juta, Diamond Rp3 juta, Platinum Rp2,5 juta, Gold Rp1,5 juta, Silver Rp1,250 juta dan Festival Show Rp300 ribu.

Baca juga: Arkeolog: Candi-candi di kompleks Prambanan cermin toleransi

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Daftar penampil hari pertama Soundrenaline 2019

Badung, Bali (ANTARA) – Festival musik Soundrenaline 2019 akan dimulai di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali pada 7-8 September 2019. Festival yang memasuki tahun ke-17 itu akan dimeriahkan oleh musikus-musikus Indonesia dan mancanegara di empat panggung.

Deretan penampil yang akan memeriahkan hari pertama Soundrenaline 2019, seperti dipantau Antara di Badung, Bali, Sabtu, antara lain Tashoora, Parau, Pee Wee Gaskins, Gym and Swim, Mellow Fellow, Adhitia Sofyan dan Gugun Blues Shelter, serta Sobs.

Menjelang malam, penonton bisa menyaksikan Maliq & D’Essentials, Elephant Kind, Base Jam, Kelompok Penerbang Roket, dan FSTVLST.

Baca juga: Tujuh bocoran kolaborasi epik di Soundrenaline

Selain itu, tampil pula Seringai, The Sigit, Fiersa Besari dan Rocket Rockers pada waktu hampir bersamaan dengan musikus dan grup lain tapi di panggung yang berbeda.

Grup asal Inggris Suede, kemudian Jamrud, Tuan Tigabbelas, Feast, lantas diikuti Padi Reborn, Diskoria, Jason Ranti, dan The Upstairs, akan tampil dalam panggung lain pada malam hari.

Soundrenaline 2019 mengusung tema “The Spirit of All Time” dengan menghadirkan musikus lintas generasi dan genre.

Baca juga: Bocoran album baru The S.I.G.I.T

Festival diklaim bukan hanya memanjakan telinga, melainkan juga mata lewat karya-karya seni hasil kurasi Ade Darmawan, Saleh Husein, dan Isha Hening.

Salah satunya adalah instalasi seni “Penjaga Jaman” dari seniman Bali Agus Mediana dan I Putu Edi Kharisma, juga monumen “Tapi Jadi Epik” setinggi 10,8 meter karya seniman Yogyakarta Uji “Hahan”.

Baca juga: Sudah 17 tahun Soundrenaline konsisten jadi ajang reuni musisi

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Maudy Ayunda curhat untuk orang tercinta dalam “Goodbye”

Jakarta (ANTARA) – Maudy Ayunda mengeluarkan lagu baru berjudul “Goodbye” yang berisi curahan hatinya kepada orang-orang tercinta sesaat sebelum keberangkatannya ke Stanford University, AS.

Melalui keterangan pers yang diterima Antara, Sabtu, Maudy mengungkapkan bahwa proses pengerjaan lagu “Goodbye” ia tulis dan diaransemen bersama Ari “Aru” Renaldi.

Sejak menghadapi dilema ketika memilih melanjutkan pendidikan ke Stanford atau Harvard, Maudy Ayunda menyadari akan kembali meninggalkan orang-orang yang dicintainya.

Baca juga: Maudy Ayunda akhirnya pilih Stanford

Lagu “Goodbye” adalah permintaan Maudy kepada keluarga, teman, sahabat, penggemar dan tentunya penikmat musik Indonesia untuk menunggu karena penyanyi berusia 24 tahun itu akan kembali.

Lagu yang dibawakan dengan iringan gitar dari Topan Abimanyu dan alunan cello dari Robby Subarja seakan menjadi persembahan manis dari Maudy Ayunda dalam industri musik Indonesia pada 2019.

Sebelum berangkat ke Stanford University, Maudy juga telah mengadakan pertemuan dengan Maudears, sebutan untuk penggemar Maudy, untuk ngobrol santai dan mendengar untuk pertama kalinya lagu “Goodbye” sekaligus berpamitan.

Baca juga: Maudy Ayunda akui pernah jadi korban perundungan

Melalui acara itu, Maudy berharap bisa berpamitan dengan seluruh penggemar-nya dan orang-orang yang sudah mendukung karirnya dalam industri hiburan maupun akademis.

Maudy berjanji masa vakumnya dalam industri hiburan itu akan diisi dengan penuh harapan dan inspirasi baru untuk masa depannya.

​​​​​​​Lagu “Goodbye” sudah bisa didengarkan di seluruh radio di Indonesia dan juga dalam layanan digital streaming platform. Sedangkan untuk video musiknya sudah bisa disaksikan melalui kanal YouTube.

Baca juga: “Jujur dan adem”, komentar Melly Goeslaw tentang suara Maudy Ayunda

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

88rising umumkan kolaborasi seni dengan Hajime Sorayama

Jakarta (ANTARA) – Agensi hiburan 88rising mengumumkan kolaborasi seni dengan ilustrator kenamaan asal Jepang, Hajime Sorayama, yang bertugas sebagai direktur seni semua desain seni dan suvenir untuk kampanye album baru “Head In The Clouds II” (HITC).

“Kerja bareng 88rising dan melihat mereka memahami karya saya merupakan sesuatu hal yang baru dan menginspirasi. Saya menyukai kolaborasi bareng 88rising, penuh kreatifitas, terutama untuk artwork ‘Head In The Clouds II’, sangat menyenangkan. Robot saya ternyata bisa berselancar,” kata Sorayama dalam keterangan pers yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

Hajime Sorayama dikenal dengan karya-karya seni yang telah menjadi koleksi tetap MoMA di kota New York dan The Smithsonian Institution di kota Washington DC. Karya terbarunya adalah kolaborasi bareng desainer Kim Jones untuk koleksi DiorMen’s Pre-Fall 2019.

Baca juga: Enam solois Indonesia akan pentas di Los Angeles

Sebagai visual art director untuk album dan lini merchandise, Sorayama akan membuat visual-visual yang terinspirasi dari motif yang menjadi ciri khasnya, yaitu “Sexy Robot” dengan mengedepankan keindahan grafis dan gambar.

Sebagai tambahan dari keseruan album itu, 88rising mengajak talenta terbaiknya, Joji, sebagai produser eksekutif dari album. HITC II akan diluncurkan 88rising dan didistribusikan secara eksklusif oleh 12Tone Music pada 11 Oktober 2019.

Suvenir “Head In The Clouds II” karya Sorayama tersedia sekarang di 88nightmarket.com. Ilustrasi cover art dari musisi di album HITC II juga terdapat pada tautan tersebut.

Selain itu, 88rising kembali menggebrak lewat single kedua dari album HITC II, yaitu “Just Used Music Again,” oleh grup berisikan penyair RHMYE dan produser asal Jepang, Shinichi Osawa, yang menggabungkan kekuatan menjadi RHYME SO.

Baca juga: Dengan ekosistem tepat, musik Indonesia bisa tembus pasar dunia

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Barasuara tampil humoris dalam video musik “Pikiran dan Perjalanan”

Jakarta (ANTARA) – Barasuara merilis video musik terbaru untuk lagu berjudul “Pikiran dan Perjalanan” yang menonjolkan sisi humoris mereka dan cenderung absurd dibandingkan sebelumnya.

Video musik lagu yang diambil dari album dengan tajuk yang sama itu menggandeng sutradara Rio Alhasymi. Ditampilkan dalam video keenam personel Barasuara, Iga Massardi (vokal, gitar), Asteriska (vokal), Puti Chitara (vokal), Gerald Situmorang (bas), TJ Kusuma (gitar) serta Marco Steffiano (drum) tampil sebagai karakter video gim balapan go-kart.

“Kenapa go-kart? Karena kami ingin bikin videoklip yang fun. Kami juga senang main gim Mario Kart yang menjadi tempat kami berkumpul pada saat tur dulu,” kata Gerald Situmorang dalam keterangan pers yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: “Pikiran dan Perjalanan”, karya terbaru dari Barasuara

Mereka tampil lengkap dengan mengenakan kostum unik dan menunjukkan trik masing-masing karakter video gim untuk melumpuhkan lawan dan menjadi yang pihak pertama melewati garis finis.

Syuting video musik tersebut berlangsung seharian di sebuah lintasan go-kart di kawasan Cibubur dengan beberapa pengambilan adegan tambahan di kediaman Gerald.

Meski demikian, bukan berarti video itu hanya menampilkan kelucuan semata tanpa ada hubungan dengan isi lagunya. TJ Kusuma yang mengaku agak seram saat syuting karena itu pengalaman pertamanya menyetir go-kart mengatakan video musik itu punya arti yang dalam.

Baca juga: Barasuara lepas “Guna Manusia”, lagu pertama dari album kedua

“Seperti melihat isi pikiran seseorang, yang ternyata para pikiran itu pun berlomba untuk menjadi pemenang, supaya menggerakkan manusia untuk melakukan yang dikehendaki, dan selanjutnya akan mempengaruhi perjalanan kehidupan manusia,” ujarnya.

Lagu “Pikiran dan Perjalanan” yang liriknya ditulis oleh Iga Massardi itu bercerita tentang sikap untuk berani menentukan sesuatu tanpa bergantung kepada siapa pun. Lagu “Pikiran dan Perjalanan” adalah salah satu lagu awal pertama yang dihasilkan dari proses penggarapan album kedua Barasuara.

Dengan video baru itu, Barasuara berharap semakin banyak orang akan menyukai lagu “Pikiran dan Perjalanan”.

“Semoga orang-orang bisa tertawa menikmati videonya. Sama kayak kami saat nonton dan bikinnya,” ujar Marco.

Baca juga: Barasuara rilis video musik “Guna Manusia”, memotret lanskap Antartika

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Papua Terkini – Edo Kondologit: Saya Papua, bagian dari Indonesia

Artinya kita kulit hitam, kulit putih, rambut keriting, rambut lurus, mata sipit, mata menyala, kita semua Indonesia, betul to?

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi kawakan berasal dari “Bumi Cendrawasih” Papua, Edo Kondologit, mendeklarasikan dirinya sebagai putra asli Papua yang merupakan bagian dari bangsa dan negara Indonesia.

“Saya Papua, saya bagian dari bangsa Indonesia. Kita Papua,” ujar dia saat mengisi acara “Papua adalah Kita” di Taman Museum Fatahillah Kota Tua Jakarta Barat, Jumat (6/9) malam.

Ia menyatakan turut prihatin dengan kerusuhan yang terjadi di Papua.

Ia menyebut luka Papua juga merupakan luka bagi Indonesia.

Baca juga: Saran Edo Kondologit untuk Papua, pimpinan bertemu dalam acara adat

Edo kemudian meminta semua pengunjung Kota Tua, tak terkecuali jajaran Pemerintah Kota, Polri, dan TNI yang berdinas di wilayah Jakarta Barat, menjadi bagian dari Papua.

“Saya minta kita semua jadi orang Papua. Artinya kita kulit hitam, kulit putih, rambut keriting, rambut lurus, mata sipit, mata menyala, kita semua Indonesia, betul to?” kata dia.

Setelahnya, Edo membawakan tembang perekat kebangsaan, “Aku Papua”, dan mengajak seluruh lapisan masyarakat di lokasi itu untuk bernyanyi bersama.

“Terima kasih betul-betul, kita semua bersaudara, kita semua satu kesatuan Bhineka Tunggal Ika, kita dari suku, agama, dan kebudayaan yang berbeda, kita semua Indonesia,” kata dia.

Baca juga: Dua musisi Papua yang konsisten lantunkan tembang perdamaian
Baca juga: Edo Kondologit: Papua harus berani investasi SDM

“Sajojo

 

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Masih Ada” tandai kembalinya Rani ke dunia musik

Jakarta (ANTARA) – Lama tak muncul di dunia musik tanah air, penyanyi Rani Ventaria kembali ke panggung tarik suara dengan mendaur ulang lagu lama “Masih Ada” yang pernah terkenal pada era 1980an.

Lagu “Masih Ada” merupakan karya musisi legendaris Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun, yang dipilih penyanyi yang juga dikenal sebagai bintang sinetron tersebut sebagai single terbarunya.

“Sekarang saya ingin fokus lagi di dunia tarik suara karena ini memang dunia saya, senang dan bangga sekali bisa membawakan lagu ini”, ujar pemilik nama panggung Rani Ve melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, usai meluncurkan album “Kurelakan” pada 2004, Rani Ve lebih banyak berada di belakang layar sebagai produser sinema elektronik, beberapa judul di antaranya Gang Buntu, Kesetiaan, dan Dasar Plin Plan, Jati diri, Jalan Keadilan, dan Kepak Kepak Sayap Merpati serta film layar lebar berjudul, Kabayan Mencari Jodoh.

Seiring berjalannya waktu, Rani kembali lagi ke dunia menyanyi, bahkan tahun lalu dia sempat merilis single latin.

“Pada 2018, saya mencoba kembali lagi ke dunia seni tarik suara dengan lagu latin. Dan sekarang benar-benar sudah kembali lagi ke ‘jalan yang benar’,” kata wanita kelahiran 28 Juni 1970 itu.

Deddy Dhukun mengatakan bahwa lagu “Masih Ada” bukanlah lagu sembarangan, jadi harus dinyanyikan oleh penyanyi yang tepat.

“Enggak semua penyanyi cocok  menyanyikan lagu ini. Semoga Rani bisa menyambung lidah 2D ke telinga pecinta musik Indonesia,” ujar pria yang tak pernah lepas dari kacamata hitam itu.

Dia berharap lewat lagu “Masih Ada”, Rani akan lebih disukai dan dicintai lagi oleh penikmat musik tanah air.

Untuk mendukung visual lagu “Masih Ada”, turut diluncurkan video musik yang digarap sutradara Haryanto Corakh dengan lokasi pengambilan gambar di sejumlah negara Eropa serta dipadu dengan keindahan Ciletuh Geopark, Jawa Barat.

Baca juga: Deddy Dhukun ungkap cerita unik dibalik lagu “Masih Ada”

Baca juga: Kelanjutan 2D tanpa Dian Pramana Poetra

Baca juga: Deddy Dhukun ungkap kondisi kesehatan Dian Pramana Poetra
 

Pewarta: Subagyo
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ayushita sebut musik 90an punya nostalgia tersendiri

Jakarta (ANTARA) – Aktris Ayushita Widyartoeti Nugraha atau yang akrab disapa Ayushita mengaku sangat menyukai musik era 1990an, menurutnya hampir semua genre pada saat itu lagu-lagunya menjadi abadi.

“Buat aku sih lagu 1990an sih nempel banget sampai sekarang. Karena dulu kita sangat menikmati video klip idola kita, kita tunggu banget tuh,” ujar Ayushita ditemui dalam jumpa pers Nostalgia 90an di Jakarta, Jumat.

Selain itu, menurut perempuan 30 tahun itu musik era 90-an memiliki nostalgia tersendiri.

“Terus eksplorasi pendengarnya itu juga lebih dalam dibandingkan dengan sekarang. Dulu kan kita sampai hunting kaset kan, malah sampulnya tuh kita pegang terus sampai rusak,” lanjutnya.

Personel Bukan Bintang Biasa ini, mengatakan menyukai musik-musik yang dimainkan oleh grup band Bunga, Potret, Koboy, Cherrybomb Shell dan lainnya.

“Suka potret, jelas! Aku juga sering featuring sama mereka, karena aku juga deket sama teh Melly (Melly Goeslaw) kan. Aku juga sering ikut potret manggung,” jelas pemain film “Perburuan” itu.

Meski demikian, Ayushita mengaku tidak terpaku pada satu jenis musik dari era tertentu. Dia sangat terbuka dengan berbagai genre.

“Aku pribadi range-nya sangat luas, orkestra pun sering dateng. Aku random sih, aku suka klasik, R&B aku suka. Aku membiarkan diri aku terinspirasi oleh semua musik sebanyak-banyaknya,” kata Ayushita.

Baca juga: Padi Reborn tampil di 90’s Festival 2018

Baca juga: Tidak hanya musik, 90’s festival hadirkan komunitas hape jadul

Baca juga: Nostal-Gila 90-an ala Sugar Ray

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penyanyi country Kylie Rae tewas dalam kecelakaan

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi country Kylie Rae Harris (30) tewas dalam sebuah kecelakaan yang melibatkan tiga mobil dalam perjalanan ke New Mexico AS, pada Rabu (4/9).

Pelantun lagu “Twenty Years From Now” itu melaju di jalan raya di Taos, pada Rabu malam, ketika dia tewas setelah terjepit di dalam mobil menurut majalah Billboard.

Seorang pengemudi berusia 16 tahun yang tidak disebutkan namanya meninggal dan sisanya tidak terluka dalam kecelakaan itu.

“Kami sedih untuk mengkonfirmasi bahwa Kylie Rae Harris meninggal dalam kecelakaan mobil tadi malam,” kata perwakilan Harris kepada Billboard.

Baca juga: Penyanyi country Loretta Lynn masuk rehab setelah kena stroke

“Semua orang yang tahu Kylie mengerti betapa dia mencintai keluarganya dan, lebih dari itu, betapa dia mencintai musik. Penghargaan terbaik untuk antusiasmenya yang tak tertandingi untuk keduanya adalah menyebarkan cinta sebanyak yang Anda bisa hari ini, dan mendengarkan musik yang sepenuhnya menginspirasi Anda.”

Perwakilan Harris tidak memiliki rincian lain tentang kecelakaan itu, dan polisi sedang menyelidiki apakah kecelakaan itu akibat alkohol.

Bintang yang sedang naik daun yang berbasis di Texas itu mengatakan telah menulis lagu “Twenty Years From Now” yang mengisahkan tentang bertahan hidup demi putrinya yang masih kecil.

Unggahan terakhirnya di Twitter merujuk pada perjalanan ke New Mexico. “Bayi Yesus yang terkasih, tolong jangan biarkan aku terdampar di NM,” tulisnya lewat akun Twitter.

Baca juga: Hampir pingsan di panggung, penyanyi country Drake White dirawat

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

I.O.I tunda rilis album baru hingga Desember

Jakarta (ANTARA) – Grup idola I.O.I kembali menunda waktu perilisan album baru yang menandai kembalinya mereka di industri K-Pop.

“Grup ini akan mengubah tanggal comeback ke Desember untuk memastikan album mereka memiliki kualitas tertinggi. Kami saat ini masih membahas tanggal yang tepat,” kata seorang sumber dari pihak I.O.I seperti dilansir Soompi, Jumat.

Ada spekulasi mereka akan kembali dengan format 11 personel, termasuk Jeon Somi dan Yoo Jeon-jung dari grup WJSN yang sempat dikabarkan tak akan bergabung.

I.O.I, grup jebolan pertama ajang pencarian idola Mnet, “Produce 101” pada 2016. Mereka aktif hingga Januari 2017.

Pada 2017, para personel melakukan kegiatan terpisah sampai pihak Studio Blu mengumumkan rencana grup itu untuk muncul kembali pada Juli lalu.

Baca juga: Produce 101 Japan umumkan 101 peserta dan lagu “Tsukame~It’s coming~”

Baca juga: Dugaan kecurangan empat musim “Produce 101” mulai diselidiki
 

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nicki Minaj pensiun dari musik, penggemar kecewa

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi rap berpenampilan berani dan kontroversi Nicki Minaj membuat pengumuman mengejutkan bahwa ia memutuskan untuk pensiun dari dunia musik.

Nicki menyatakan itu dalam tweet, Jumat (6/9) waktu setempat dan mengatakan “Aku telah memutuskan pensiun dan punya keluarga”.

Unggahan Nicki yang mengejutkan itu pun langsung mendapatkan reaksi beragam dari para penggemarnya yang sebagian besar kecewa dengan keputusannya.

“No no no no no,” tulis akun @rae_xyz sembari menyertakan gambar gif orang menangis.

Penggemar lain berspekulasi bahwa Nicki sedang hamil, sementara yang lain lagi mengharapkan Nicki kembali tiga bulan lagi dengan album baru.

Sesama rapper, DJ Paul, yakin bahwa Nicki hanya akan hiatus dan kembali lagi ke bisnis musik meski belum tahu kapan.

Kepada TMZ, rapper Amerika yang mengaku sebagai penggemar Nicki itu mengatakan bahwa Nicki menulis pesan kepadanya mengenai keputusannya tersebut.

Menurut DJ Paul, Nicki mengatakan dia telah memutuskan pensiun dari dunia musik karena ingin fokus ke keluarga. Keluarga adalah prioritas selanjutnya.

Baca juga: Nicki Minaj akhirnya batalkan konser di Arab Saudi

Baca juga: Nicki Minaj dan Kenneth menikah diam-diam
 

Pewarta: Suryanto
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tujuh bocoran kolaborasi epik di Soundrenaline

Jakarta (ANTARA) – Festival musik Soundrenaline ke-17 yang mengusung tema “The Spirit of All Time” akan berlangsung di Garuda Wisnu Kencana, Bali, pada 7-8 September 2019.

Beberapa kolaborasi dari musisi dan kreator akan hadir di festival musik tersebut.

Widi Puradiredja, kurator musik Soundrenaline 2019, mengungkapkan beberapa kolaborasi epik yang akan menjadi kejutan bagi penonton.

“Akan ada kolaborasi antar musisi dari genre dan generasi yang berbeda. Bahkan antar-musisi dan kreator dari bidang visual sehingga penampilan mereka di atas panggung akan lebih spektakuler dan mampu menghadirkan timeless festival experience,” kata Widi dalam keterangan resmi, Jumat.

Berikut ini tujuh bocoran kolaborasi epik di Soundrenaline. 

1. Musisi lintas genre dan generasi tampil bersama Maliq & D’Essentials

Maliq & D’Essentials akan menghentak A Stage dengan penampilan istimewa. Band pop yang tahun ini genap berusia 17 tahun itu akan mengajak Indra Lesmana, Rekti Yoewono dari THE S.I.G.I.T dan Tuan Tigabelas untuk tampil membawakan lagu-lagunya serta beberapa lagu hit dengan genre berbeda.

Genre pop, jazz, rock, dan hip hop, akan berpadu dan melebur di atas satu panggung. Hal tersebut akan menghasilkan sebuah kolaborasi musik yang kaya rasa dan penuh kejutan.

2. Kolaborasi panggung terlengkap dari FOURTWNTY

Ari Lesmana, Nuwi, dan Roots, akan kembali membawakan lagu-lagu syahdu nan nyaman di atas panggung Soundrenaline. Trio multi-instrumentalis tahun ini tampil di A Stage, panggung utama dan termegah.

FOURTWNTY akan membawakan set list dan aransemen baru yang hanya dimainkan di Soundrenaline. Membawa serta orkestra mini dengan komposisi seperti string section, selo, biola, dan paduan suara, akan ditampilkan dengan tata cahaya panggung juga kostum yang berbeda dari biasanya.

3. Mocca dan Ardhito Pramono

Setelah sukses menyita perhatian publik dengan kolaborasi berbentuk live session di media sosial masing-masing, Mocca dan Ardhito Pramono membawa kolaborasi tersebut di atas panggung Soundrenaline.

Ini akan menjadi kali pertama Mocca dan Ardhito membawa kolaborasi mereka di festival musik berskala besar.

Mocca, band pop indie asal Bandung yang telah lama berkarir di industri musik tanah air tersebut akan kembali memadukan musik manis mereka dengan penyanyi jazz pendatang baru, Ardhito Pramono.

4. Seringai dan Marching Band

Setelah lebih dari sepuluh kali Seringai pernah tampil di Soundrenaline, akhirnya band metal gawangan Arian Arifin tersebut akan menghentak A Stage sebagai panggung utama.

Momentum tersebut seakan tak mau dilewatkan oleh Seringai yang sedang mempersiapkan penampilan spesial mereka untuk membuat para Serigala Militia bersemangat.

Kelompok marching band pun telah disiapkan untuk berkolaborasi bersama demi menciptakan penampilan panggung yang spektakuler dan timeless.

5. “Ngamen” Bersama musisi Soundrenaline di area festival

Musisi takkan hanya hadir di panggung, tapi juga di antara para penonton. Beberapa musisi progresif akan secara tiba-tiba muncul dan “ngamen” di area festival dengan instrumen sederhana. Mereka akan berkeliling dan mengejutkan para pengunjung dengan penampilan yang penuh interaksi.

6. Patung penari Baris Tunggal

Salah satu instalasi seni yang merupakan kolaborasi antara seniman ternama Bali, Agus Mediana dan I Putu Edi Kharisma, akan hadir melengkapi Soundrenaline 2019.

Karya keduanya yang bertema “Penjaga Jaman” merupakan patung penari baris tunggal dengan perwujudan dari berbagai simbol seni Bali.

7. Monumen “Tapi Jadi Epik”

Seniman asal Yogyakarta, Uji “Hahan” kembali berkarya di Soundrenaline dengan menciptakan sebuah monumen setinggi 10,8 meter bertajuk “Tapi Jadi Epik”.

Baca juga: The S.I.G.I.T panaskan Road to Soundrenaline Surabaya

Baca juga: Soundrenaline jadi ajang Maliq & D’Essentials promosi single baru
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nicki Minaj pensiun, penggemar kecewa

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi rap berpenampilan berani dan kontroversi Nicki Minaj membuat pengumuman mengejutkan bahwa ia memutuskan untuk pensiun dari dunia musik.

Nicki menyatakan itu dalam tweet, Jumat (6/9) waktu setempat dan mengatakan “Aku telah memutuskan pensiun dan punya keluarga”.

Unggahan Nicki yang mengejutkan itu pun langsung mendapatkan reaksi beragam dari para penggemarnya yang sebagian besar kecewa dengan keputusannya.

“No no no no no,” tulis akun @rae_xyz sembari menyertakan gambar gif orang menangis.

Penggemar lain berspekulasi bahwa Nicki sedang hamil, sementara yang lain lagi mengharapkan Nicki kembali tiga bulan lagi dengan album baru.

Sesama rapper, DJ Paul, yakin bahwa Nicki hanya akan hiatus dan kembali lagi ke bisnis musik meski belum tahu kapan.

Kepada TMZ, rapper Amerika yang mengaku sebagai penggemar Nicki itu mengatakan bahwa Nicki menulis pesan kepadanya mengenai keputusannya tersebut.

Menurut DJ Paul, Nicki mengatakan dia telah memutuskan pensiun dari dunia musik karena ingin fokus ke keluarga. Keluarga adalah prioritas selanjutnya.

Baca juga: Nicki Minaj akhirnya batalkan konser di Arab Saudi

Baca juga: Nicki Minaj dan Kenneth menikah diam-diam
 

Pewarta: Suryanto
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anggota Queen peringati ulang tahun Freddie Mercury

Jakarta (ANTARA) – Para anggota grup musik asal Britania Raya, Queen, Brian May, dan Roger Taylor memberi ucapan selamat ulang tahun kepada vokalis mereka Freddie Mercury yang tengah berulang tahun pada Kamis.

Sang pemain drum, Roger, mengunggah fotonya bersama Freddie menggunakan Sombrero, topi lebar khas Meksiko dalam akun Instagram miliknya @rogertaylorofficial.

“Selamat ulang tahun teman lama! Kami membuatmu bangga! Rog x,” tulis Roger pada keterangan foto unggahan itu.

Baca juga: Paket album solo Freddie Mercury dirilis pada momen ulang tahun

Foto yang diunggah sekitar pukul 18.20 WIB itu langsung diserbu para penggemar Queen. Dari pantauan Antara pukul 19.39 WIB, foto hitam-putih tersebut mendapat 1.929 komentar dan disukai 92.248 pengguna Instagram.

Sementara, sang gitaris, Brian, mengunggah rekaman suara celetukan ikonik Freddie, “Roger, what did you do?”

“Selamat ulang tahun Freddie yang nakal! Bri,” tulis @brianmayforreal.

Unggahan tersebut juga mendapat perhatian dari para penggemar Queen. “Selalu dalam hati kami… Selamat ulang tahun Freddie,” tulis salah satu penggemar di kolom komentar.

Baca juga: Westlife beri tribute untuk Queen di konsernya

Selain mengunggah rekaman suara, Brian juga mengunggah dua postingan lain, salah satunya adalah video terbaru untuk lagu “Love Me Like There’s No Tomorrow” yang dirilis bertepatan dengan hari peringatan ulang tahun Freddie yang ke-73.

Bukan hanya anggota Queen, penyanyi Adam Lambert yang sering kali menggantikan posisi Freddie sebagai vokalis saat Queen manggung, juga mengunggah foto Freddie.

“Selamat ulang tahun Freddie,” tulis Adam dalam unggahan Instagram Story di akun @adamlambert.

Freddie tutup usia pada 24 November 1991 karena mengidap AIDS.

Baca juga: Ulang tahun Freddie Mercury momentum rilis “sel darah jatuh cinta”

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nishikido Ryo akan tinggalkan Kanjani8 dan Johnny & Associates

Jakarta (ANTARA) – Nishikido Ryo, salah satu personel grup idola asal Jepang, Kanjani8 akan meninggalkan grup sekaligus agensi Johnny & Associates pada akhir September.

Seperti dilansir laman Arama! Japan, Kamis, kabar itu muncul saat Kanjani8 menyelesaikan perayaan ke-15 tahun tur lima dome “Jugosai” mereka, pada Rabu (4/9).

Kepergian Ryo sudah diputuskan sejak Maret saat para personel membahas masa depan grup mereka usai ditinggal dua personel yakni Shibutani Subaru dan Yasuda Shota pada 2018 karena masalah kesehatan.

Baca juga: Pemerintah Jepang juga komentari Arashi hiatus

Namun, pihak agensi menunda mengumumkan kepergian anggota itu hingga tur berakhir karena Ryo ingin para penggemar menikmati tur.

Ryo berterima kasih kepada para penggemar karena mendukung Kanjani8 selama 15 tahun perjalanan karir mereka.

Setelah pengumuman kepergian Ryo, Kanjani8 yang hanya beranggotakan lima orang mengumumkan akan memulai tur 47 prefektur.

Baca juga: Acara hiburan grup idola Arashi tayang di Indonesia

Ryo juga dikenal sebagai aktor yang sudah membintangi deretan serial televisi dan layar lebar di Negeri Sakura, termasuk “One Litre of Tears” yang pernah tayang di Indonesia pada 2007, termasuk “Last Friends” dan “Papadol”.

Sementara, agensi Johnny & Associates yang menaungi berbagai grup idola laki-laki di Jepang itu juga telah ditinggalkan oleh pendirinya, Johnny Kitagawa, yang meninggal dunia dalam usia 87 tahun pada Juli.

Selain Kanjani8, agensi yang berdiri sejak 1962 itu juga menaungi sejumlah grup populer seperti SMAP, ARASHI, KAT-TUN dan Hey! Say! JUMP.

Baca juga: Grup idola Jepang SMAP bubar

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Paket album solo Freddie Mercury dirilis pada momen ulang tahun

Jakarta (ANTARA) – Bertepatan momentum ulang tahun ke-73 vokalis grup Queen Freddie Mercury, Hollywood Records dan Mercury Records merilis boxset album solo penyanyi bernama asli Farrokh Bulsara itu, terdiri tiga keping CD berisi 32 lagu dan 12 video klip dalam satu DVD.

Freddie yang meninggal dunia saat berusia 45 tahun pada 1991 karena komplikasi AIDS, meninggalkan banyak hal untuk penggemarnya, temasuk syair dan lagu yang ia rekam secara solo.

Rami Malek yang memerankan Freddie Mercury dalam film “Bohemian Rhapsody” mengatakan boxset album solo itu akan menginspirasi penggemar tentang makna perjuangan yang dilakukan Freddie untuk dirinya sendiri juga untuk Queen.

Baca juga: Ulang tahun Freddie Mercury momentum rilis “sel darah jatuh cinta”

“Saya harap Anda bisa duduk dengan koleksi ini dan membiarkan musik, visual, dan kutipan dari kehidupan Freddie Mercury menginspirasi Anda, seperti saya juga,” kata Rami Malek dilansir AFP, Kamis.

Album “Never Boring” yang berisi 12 lagu, termasuk tembang “Love Me Like There’s No Tomorrow”, menjadi salah satu karya inspiratif Freddie.

“Album ‘Never Boring’ membawakan sebagian jiwa Freddie dalam hidup Anda,” kata Rami Malek. “Saya harap Anda ingat bahwa keunikan Anda adalah hadiah, dan apa yang Anda lakukan dengan hal itu adalah persembahan untuk dunia.”

Baca juga: Westlife beri tribute untuk Queen di konsernya

Rami Malek berharap, penggemar Freddie maupun Queen dapat mengambil hal positif dari jiwa sang vokalis yang selalu dapat tersenyum bahkan saat “di tengah badai”.

“Saya harap seperti Freddie, Anda dapat tersenyum di tengah badai, fokus pada hal baik di balik kehidupan, bersikap berani dan yang paling penting, menjalani kehidupan yang tidak pernah membosankan,” katanya.

Boxset itu bukan hanya menghadirkan musik dan video, melainkan juga buku berisi kumpulan foto yang belum pernah dipublikasikan, serta kumpulan kata-kata Freddie Mercury. Boxset akan dirilis ke publik pada 11 Oktober.

Baca juga: Queen bawakan We Will Rock You” di Oscar 2019

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jelang Soundrenaline 2019

Kurator musik Soundrenaline 2019 Widi Puradireja (kedua kanan), vokalis Navicula Gede Robi (kanan), personel The Hydrant Vincent (kiri) dan Adi, memberikan keterangan saat jumpa pers jelang Soundrenaline 2019, di Denpasar, Bali, Kamis (5/9/2019). Soundrenaline 2019 yang diselenggarakan di Garuda Wisnu Kencana, Bali, pada 7-8 September mendatang akan menampilkan sekitar 60 musisi dalam dan luar negeri seperti Suede, Primal Scream, Padi Reborn, Barasuara, Kahitna dan Burgerkill. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.

Tulus rindu rekaman di studio

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Tulus merasa rindu untuk bisa kembali ke dapur rekaman yang sudah lama tidak ia datangi sejak mengerjakan album studio “Monokrom” di tahun 2016.

“Jujur, saya sampai saat ini berdoa agar bisa rekaman lagi, karena saya kangen sekali untuk bisa rekaman,” ujar penyanyi berusia 32 tahun itu kepada awak media di Jakarta, Rabu.

Seperti diketahui, Tulus telah merilis album live yang direkam pada konser “Monokrom” beberapa waktu lalu di Jakarta. Untuk itu ia ingin merekam konser “Tur dan Festival Sewindu” dalam sebuah album, seperti konser sebelumnya.

“Jadi album saya yang keempat itu adalah album yang direkam langsung di konser Monokrom beberapa waktu lalu, hal itu juga mungkin kurang lebih pola yang sama akan saya aplikasikan di tur ini, tapi saya tidak berekspektasi lebih,” katanya.

Baca juga: Tulus gelar “Festival Sewindu” di lima kota Indonesia

Lelaki kelahiran Bukit tinggi itu juga menambahkan, terdapat perbedaan jika  membuat album melalui rekaman di studio dengan album yang direkam saat konser.

“Kalau kita rekaman di dalam studio, kita akan bisa kendalikan dan rencanakan. Tapi, kalu kita bikin dalam tur atau konser banyak hal yang harus kita pikirkan ke depannya, kemarin kebetulan di konser Monokrom kita dapet hasil yang bagus maka kita aplikasikan menjadi album,” tambahnya.

Tulus pada akhir bulan ini akan menggelar “Tur dan Festival Sewindu” yang dimulai di Kota Malang pada 24 September dan akan dilanjutkan ke empat kota lainnya.

Baca juga: Tulus puji keragaman penonton konsernya

Baca juga: Tulus takjub antusias penonton konsernya

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Persiapan Dul Jaelani jelang konser bareng Dewa 19

Jakarta (ANTARA) – Musisi Dul Jaelani akan ikut serta dalam konser Dewa 19 bersama penyanyi Once Mekel di Jakarta pada 4 Oktober mendatang, menggantikan posisi sang ayah Ahmad Dhani sebagai pemain keyboard.

Apa yang sudah dipersiapkan oleh putra bungsu pasangan musisi Dhani dan Maia Estianty itu sejauh ini?

Berikut ini video penuturannya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
 

Baca juga: Konser bareng Dewa 19, Once Mekel ingin semua serba “the best”

Baca juga: Dewa 19 bersama Once Mekel siap hadirkan momen nostalgia


 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Konser bareng Dewa 19, Once Mekel ingin semua serba “the best”

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Once Mekel ingin semua serba yang terbaik untuk konser bertajuk “The Best of Dewa 19 with Once Mekel” pada 4 Oktober di The Kasablanka Hall, mal Kota Kasablanka, Jakarta.

“Kami ingin sound sytem the best, venue the best, lighting the best. Waktu konser di Malaysia, itu salah satu yang the best. Saya ingin sekali manggung di Indonesia bisa semaksimal itu,” kata Once yang telah 10 tahun tak pernah manggung bareng Dewa 19.

Baca juga: Dewa 19 bersama Once Mekel siap hadirkan momen nostalgia

Menurut dia, di Jakarta, Rabu, dengan semua hal yang serba the best itu, para Baladewa –sebutan untuk penggemar Dewa 19– akan puas menonton para idola mereka dengan format yang kali ini juga menggandeng Tyo Nugros dan Dul Jaelani.

Akan lebih dari 15 lagu yang dibawakan dalam konser tersebut, tidak hanya dari album “Bintang Lima”, tetapi juga sejumlah album lain sewaktu Ari Lasso masih menjadi vokalis utama.

“Jumlahnya persis kami belum tahu, bisa lebih dari 15 lagu. Kalau suasana asik bisa semakin banyak,” kata Once.

Baca juga: Dewa 19 hibur “adik-adik” milenial di We The Fest 2019

Baca juga: Dewa 19 lantunkan 12 lagu dalam konser di Malaysia
 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dewa 19 bersama Once Mekel siap hadirkan momen nostalgia

Jakarta (ANTARA) – Grup band Dewa 19 bersama penyanyi Once Mekel siap menghadirkan momen nostalgia dalam konser bertajuk “The Best of Dewa 19 with Once Mekel” pada 4 Oktober mendatang di The Kasablanka Hall, mal Kota Kasablanka, Jakarta.

Selain Once, dalam acara yang dipromotori CMA Entertainment itu, akan hadir pula drummer Tyo Nugros, Second Born dan Dul Jaelani yang sementara menggantikan ayahnya, Dhani sebagai keyboardis.

“Kami mau adakan satu yang beda, Once belum manggung lagi dengan Dewa 9-10 tahun terakhir di Indonesia. Kami ingin mengobati kangennya Baladewa di Indonesia dengan formasi seperti ini,” ujar produser CMA Entertainment, Ray Sahabuddin dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Baca juga: “Cukup Siti Nurbaya” buka aksi panggung Dewa 19 di FMW

Baca juga: Dewa 19 hibur “adik-adik” milenial di We The Fest 2019

Ray mengatakan, konsep konser akan dibuat apik, berbeda dan membawa nostalgia terbaik masa kejayaan Dewa 19 dengan salah satu album populer, “Bintang Lima”.

Tiket konser tersedia dalam empat kategori, yakni Diamond (Rp1,375 juta), Platinum (Rp1,1 juta), Gold (Rp715 ribu) dan Silver (Rp550 ribu) dan dijual melalui laman www.cmaentertainment.id dan laman www.loket.com.

Dewa 19 awalnya bernama Dewa dan dibentuk Dhani Ahmad Prasetyo atau dikenal sebagai Ahmad Dhani. Dewa, akronim Dhani Ahmad (keyboard dan vokal), Erwin Prasetya (bass), Wawan Juniarso (drum) dan Andra Ramadhan (gitar).

Setelah mengalami beberapa kali pergantian personel dan warna musik dari pop, jazz hingga rock, Dewa menemukan Ari Lasso sebagai vokalis dan namanya berubah menjadi Dewa 19. Angka 19 ditambahkan karena saat itu rata-rata personelnya berusia 19 tahun.

Grup ini meraih popularitas pada tahun 1990-an bersama Ari, dilanjutkan dekade 2000-an bersama lead vokal baru yakni Once Mekel dan menelurkan salah satunya album “Bintang Lima”.

Album yang dirilis pada tahun 2000 itu menjadi yang terlaris di Indonesia dengan penjualan hampir dua juta keping.

Baca juga: Dewa 19 hingga P-Project akan manggung di Festival Mesin Waktu 2019

Baca juga: Ari Lasso beri Khofifah hadiah “rahasia perempuan”

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ariana Grande tuntut Forever 21 karena kemiripan iklan

Jakarta (ANTARA) – Ariana Grande (26) menuntut raksasa fashion Forever 21 senilai 10 juta dolar AS gara-gara perusahaan itu diklaim menggunakan namanya dan kemiripan dengan sosoknya untuk mempromosikan produk-produk serta meramaikan merek kecantikan milik Forever 21 yakni “Riley Rose”.

Menurut pengaduan yang diajukan ke pengadilan federal California pada hari Senin (2/9), Forever 21 mendekati Grande untuk kemitraan potensial sekitar bulan Desember 2018, tetapi “kesepakatan dukungan yang diusulkan tidak pernah membuahkan hasil karena jumlah yang ditawarkan Forever 21 untuk hak penggunaan nama Grande tidak cukup.

“..bahkan harga untuk satu unggahan Instagram Grande harganya mencapai enam angka, dan ia meminta di pertengahan angka tujuh hingga lebih dari delapan angka untuk kesepakatan dukungan jangka panjang,” demikian Pagesix dikutip Rabu.

Baca juga: Ariana Grande “follow” akun Instagram Yeri Red Velvet

Baca juga: Taylor Swift dan Ariana Grande dominasi VMA, penggemar K-pop kecewa

Karena gagal menggaet sang bintang, Forever 21 kemudian diduga “secara salah menyarankan dukungan Ariana Grande dengan menyewa model yang mirip dan memposting foto model itu dalam pakaian dan aksesori yang menyerupai pakaian yang dikenakan dalam video musik Ariana Grande.”

Contohnya, kunciran cepol yang dihias, atasan bra, dan sepatu heels platform yang ia pakai dalam visual video klip “7 Rings” -nya, bahkan menugaskan doppelgänger-nya dengan meniru pose Grande.

Menurut dokumen pengadilan, Forever 21, yang selama Januari dan Februari 2019 membagi “setidaknya 30 gambar dan video yang tidak sah menyalahgunakan nama, gambar, rupa dan musik Grande,” juga membumbui postingan itu dengan lirik dan gambar dari ” 7 Rings, ”dan dalam beberapa kasus hanya membagikan ulang gambar dari akun media sosial Grande sendiri.

Forever 21 tidak segera menjawab permintaan komentar Page Six Style.

Baca juga: Daftar pemenang MTV Video Music Awards 2019

Baca juga: Adik pengebom Manchester hadiri persidangan di London

Baca juga: Ariana Grande beri hadiah parfum untuk Rose BLACKPINK
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

X1 penuhi janji “apel” usai menang perdana dalam “The Show”

Jakarta (ANTARA) – Grup idola K-Pop X1 memenuhi janji mereka untuk berfoto bersama dengan gaya rambut “apel”, gaya mengambil sedikit bagian rambut lalu mengikatnya ke atas sehingga mirip seperti apel yang bertangkai, usai menang untuk kali pertama dalam sebuah pertunjukan musik “The Show” yang digelar stasiun televisi SBS.

Seperti dilansir Soompi, Selasa (3/9), janji itu sempat disampaikan X1 saat konferensi pers debut mereka beberapa waktu lalu.

Melalui akun Twitter resminya, mereka mengunggah dua foto dengan gaya rambut apel dengan ekspresi beragam. Tampak, pemimpin X1 Han Seung-woo mengangkat trofi pertama grupnya.

Baca juga: X1 ungkap rencana dan harapan usai debut

X1 melalui lagu “Flash” bersaing dengan “Adios” milik EVERGLOW dan “Tiki-Taka (99%)” dari grup Weki Meki.

“Pertama, untuk One It! Terima kasih banyak! Lalu untuk para member, staf kami semua yang bekerja sangat keras. X1 akan terus bekerja keras untuk One It. Jadi, tolong tunjukkan kami banyak cinta. One It, kami mencintaimu! ” kata Seung-woo.

Baca juga: Kim Yo-han X1 cedera ligamen kaki, terpaksa rehat enam pekan

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Red Velvet berpendapat tentang ReVeluv Indonesia (video)

Jakarta (ANTARA) – Para personel grup idola K-Pop Red Velvet punya pendapat khusus tentang penggemar mereka atau disebut ReVeluv, di Indonesia.

Seulgi memuji antusiasme para ReVeluv Indonesia saat grupnya tampil di atas panggung. Sementara Joy mengaku terharu jika mengingat penggemar di Tanah Air.

Baca juga: Red Velvet akan beri kejutan saat temu penggemar di Jakarta

Tuturan lengkap Joy, Seulgi dan Wendy di sela gelaran konferensi pers di Jakarta pada Selasa (3/9) dapat disimak dalam video berikut:

Baca juga: Red Velvet rilis album baru dengan lagu andalan “Umpah Umpah”

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Red Velvet akan beri kejutan saat temu penggemar di Jakarta

Jakarta (ANTARA) – Grup idola K-Pop Red Velvet akan memberi kejutan untuk para penggemar mereka, yang disebut ReVeluv, di Indonesia dalam gelaran “The Reve Festival Day 2” di Raffles Hotel, Jakarta, Selasa.

“Kami tidak sabar ingin menikmati kebersamaan dengan para penggemar (di Indonesia). Ada lagu yang (akan dibawakan) belum pernah ditampilkan di sini,” kata personel Red Velvet Wendy tentang kejutan yang dimaksud, dalam konferensi pers di Jakarta beberapa jam sebelum acara berlangsung.

Mereka juga sekaligus mempromosikan mini album terbaru, “The ReVe Festival day 2”.

Dalam acara itu, para personel Red Velvet akan membawakan lagu baru mereka, berbincang bersama penggemar dan ditutup sesi memberikan tanda tangan.

Ini adalah kali ketiga Joy, Wendy, Irene, Seulgi dan Yeri bertemu para penggemar mereka di Indonesia, setelah gelaran “Seoul Talk Concert” pada 2017 dan acara ulang tahun salah satu stasiun televisi swasta Indonesia tahun 2019.

Kehadiran grup asuhan SM Entertainment itu kali ini merupakan bagian dari rangkaian acara “Super K-Pop Festival” pada 28-29 September 2019 di ICE BSD, Tangerang, yang diselenggarakan CANA Global Media dan NK Mulsan.

Baca juga: Red Velvet rilis album baru dengan lagu andalan “Umpah Umpah”
 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Zara ingin fokus di dunia akting setelah resmi lulus dari JKT48

Jakarta (ANTARA) – Zara JKT48 yang baru-baru ini mengumumkan kelulusannya dari idol group JKT48, mengungkapkan bahwa ia ingin fokus di dunia seni peran setelah resmi hengkang dari sister group internasional pertama AKB48 itu.

Baca juga: Zara umumkan lulus dari JKT48

Ia juga menambahkan, baik kariernya di JKT48 maupun sebagai seorang aktris, keduanya membutuhkan tanggung jawab yang besar, sehingga menuntutnya untuk memilih salah satu alih-alih melakukan keduanya sekaligus.

“Mungkin karena aku nggak mau egois, karena JKT48 juga butuh tanggung jawab yang banyak, dan aku di dunia film juga butuh tanggung jawab yang banyak. Dua-duanya cukup berat kalau dijalani bareng-bareng, jadi aku harus memilih salah satunya,” ujar Zara usai konferensi pers peluncuran poster film “Ratu Ilmu Hitam” di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa.

Baca juga: Zara JKT48 akui sempat takut berperan di film horror

Perjalanannya sebagai anggota JKT48 Team T selama kurang lebih tiga tahun, ia rasa cukup untuk belajar dan mendapatkan pengalaman di dunia musik, dan ketertarikannya di dunia akting juga semakin bertambah seiring berjalannya waktu.

“Ada (ketertarikan di perfilman), tapi enggak bisa dijelasin. Cita-cita aku sih ingin jadi pemain film juga, penyanyi juga. Jadi pelan-pelan lah,” kata gadis berrambut sebahu itu.

“Selagi kita enjoy lelahnya enggak kerasa kok. Karena aku suka, jadi aku enjoy,” tambah dia.

Selain itu, Zara juga mengatakan bahwa keluarganya selalu mendukung apa pun keputusan Zara dalam pilihan kariernya, baik jika ia memilih untuk menjadi idol di JKT48 maupun sebagai seorang aktris.

“Keluarga aku support dalam hal apapun, selalu aku yakin untuk menjalankannya,” tutupnya.

Sebelumnya, pada Rabu (14/8), Zara yang tergabung dalam Team T JKT48 mengumumkan pilihannya untuk lulus dari grup idola tersebut.

Thanks for today! Hari ini aku mengumumkan untuk lulus dari JKT48. Hidup itu banyak pilihan dan harus dilakukan dengan tanggung jawab,” tulis Zara di laman Instagramnya @jkt48.zara, yang dikutip Rabu (14/8).

Baca juga: Lulus dari JKT48, ini yang dilakukan Ayana sekarang

Baca juga: Lulus dari JKT48, Melody jadi tim di balik layar

Baca juga: Zara JKT48 sempat minder berakting di “Dua Garis Biru”

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tur konser hologram Whitney Houston digelar di Inggris tahun depan

Jakarta (ANTARA) – Tur konser hologram dari mendiang Whitney Houston rencananya akan diselenggarakan di Inggris tahun depan, dilansir NME, Selasa.

Pertunjukan ini diprakarsai oleh Base Entertainment – yang sebelumnya telah memelopori tur hologram yang menampilkan musisi seperti Buddy Holly dan Roy Orbison.

Berbicara kepada Music Week, bos pemasaran Seth Faber dari Primary Wave berkata bahwa konser tersebut akan menjadi pertunjukan yang luar biasa.

“Banyak upaya telah dilakukan untuk membuat pertunjukan seotentik mungkin. Ini akan menjadi pengalaman yang fenomenal,” kata dia.

Konfirmasi mengenai tur konser tersebut didapatkan setelah Pat Houston, kakak ipar Whitney Houston, yang sebelumnya telah membahas rencana untuk pertunjukan musikal dan “tontonan bergaya Vegas”.

“Sebelum dia meninggal, ada begitu banyak hal negatif di sekitar namanya; ini bukan tentang musik lagi. Orang-orang lupa betapa hebatnya dia. Mereka membiarkan semua hal pribadi tentang hidupnya lebih penting daripada mengapa mereka jatuh cinta padanya,” jelasnya.

Whitney Houston ditemukan tak bernyawa di bak mandi hotel pada tahun 2012 di usianya yang menginjak 48 tahun.

Baca juga: Lagu Whitney Houston masuk ke tangga Billboard Hot 100

Baca juga: Bobby Brown tuntut Showtime dan BBC atas dokumenter Whitney Houston

Baca juga: Dengarkan Whitney Houston, Dira Sugandi masih sering menangis

Penerjemah: Yogi Rachman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jaksa punya bukti R. Kelly berbahaya dan harus dibui

Jakarta (ANTARA) – Jaksa penuntut umum Illinois mengutip pernikahan tak sah antara R. Kelly dengan mendiang penyanyi Aaliyah yang saat itu masih di bawah umur, yang membuatnya perlu dibui sambil menunggu persidangan, demikian menurut dokumen pengadilan seperti dilansir Pagesix, Senin (2/9).

Meski dokumen itu tidak menyebutkan nama Aaliyah, namun merujuk pada perkawinan rahasia yang dilangsungkan pasangan tersebut pada 1994 ketika Aaliyah baru berusia 15 tahun sebagai bukti pelecehan yang “disengaja dan produktif” yang dilakukan sang legenda R&B pada anak kecil. 

Jaksa juga mengatakan mereka memiliki dokumen resmi untuk membuktikan itu.

“(Kelly) bahkan menikahi seorang gadis 15 tahun ketika dia berusia 27 tahun,” tulis jaksa kepada seorang hakim di Distrik Utara Illinois.

“Pemerintah mengeluarkan permohonan pernikahan resmi terdakwa, akta nikah, dan catatan pembatalan untuk pernikahan ini. Hal ini jauh dari kekhilafan satu kali, tapi ini adalah pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh terdakwa secara sengaja dan produktif.”

Baca juga: R. Kelly menyatakan tidak bersalah atas tuduhan kejahatan seksual

Dokumen tersebut merupakan tanggapan atas permintaan yang berulang dari pengacara Kelly agar kliennya dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu pengadilan dalam kasus pornografi anak di Chicago.

Kelly memproduksi album debut Aaliyah pada 1994 “Age Aint Nothing But A Number,” dan secara konsisten menolak membahas perkawinan mereka.

Aaliyah yang kelahiran Brooklyn juga menolak mengomentari pernikahan sebelum akhirnya dia meninggal dunia pada usia 22 dalam kecelakaan pesawat 2001 di Bahama.

Jaksa penuntut mendesak hakim Chicago untuk mengurung Kelly, berdasarkan dugaan penganiayaan selama beberapa dekade.

Baca juga: Dianggap “sangat berbahaya”, R Kelly ditahan tanpa uang jaminan

Dalam dokumen tersebut disebutkan, tingkat pelecehan seksual terdakwa R.Kelly terhadap gadis-gadis kecil sangat mengejutkan. Terdakwa melakukan pelecehan seksual terhadap gadis-gadis itu ratusan kali sebelum mereka berusia 18 tahun

Kelly juga menghadapi tuduhan pemerasan di Brooklyn. Dia mengaku tidak bersalah dalam kedua kasus.

“Tampaknya agak kuno,” kata pengacara Kelly, Steve Greenberg, tentang argumen itu ketika dimintai komentar. “Dan tidak relevan,” ujarnya.

Baca juga: Penyanyi R Kelly jalankan sidang terkait tuduhan perdagangan perempuan
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Istri ungkap kondisi Kevin Hart setelah kecelakaan

Jakarta (ANTARA) – Eniko Parrish, istri dari komedian Kevin Hart mengatakan suaminya dalam kondisi baik setelah mengalami kecelakaan pada Minggu (1/9).

“Dia sangat baik. Dia akan baik-baik saja,” kata Parrish saat keluar dari rumah sakit pada TMZ seperti dikutip Pagesix, Senin (2/9).

Hart (40) mengalami cedera punggung parah setelah mobil Plymouth Barracuda 1970 warna biru miliknya yang dikemudikan sahabatnya yakni Jared Black, membelok dari Jalan Tol Mulholland Los Angeles, menabrak pagar kayu dan masuk ke parit.

Akibat kecelakaan itu Hart harus menjalani operasi dan diperkirakan dirawat di rumah sakit selama beberapa hari lagi.

Parrish, yang datang ke rumah sakit dengan Starbucks di tangan, juga mengatakan kepada TMZ bahwa suaminya dalam keadaan sadar dan bersemangat.

Sementara Black yang ada di balik kemudi disebut terjepit di dalam mobil dan diterbangkan ke UCLA Medical Center.

Hart dan Parrish memiliki seorang putra Kenzo, yang lahir pada November 2017.

Baca juga: Kevin Hart cedera punggung parah akibat kecelakaan mobil
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Produce 101 Japan umumkan 101 peserta dan lagu “Tsukame~It’s coming~”

Jakarta (ANTARA) – Acara kompetisi Produce 101 Japan telah mengumumkan 101 peserta yang berpartisipasi sekaligus mengunggah lagu tema “Tsukame~It’s coming~” dalam Channel YouTube resmi mereka.

Dilansir Japan Times, acara kompetisi adaptasi dari Produce 101 versi Korea Selatan itu merupakan kerjasama dari agensi pencarian bakat Yoshimoto Kogyo dan CJ E&M dari Koera Selatan.

Produce 101 pertama tayang pada 2016, mengumpulkan 101 remaja putri dari berbagai agensi hiburan di Korea Selatan dengan 11 peserta yang menempati peringkat teratas debut dalam grup IOI.

Setelah IOI, kompetisi tersebut juga melahirkan grup Wanna One, IZONE, dan X1.

Baca juga: Dugaan kecurangan empat musim “Produce 101” mulai diselidiki

Dalam acara yang tayang di Jepang, peserta yang dapat berpartisipasi adalah pria berusia 16-30 tahun yang tidak terkait dengan agensi mana pun. Peserta yang bertahan pada 11 peringkat teratas akan debut sebagai penyanyi pada 2020.

Dikutip dari Arama Japan, sebagian tempat syuting sama dengan pengambilan gambar acara Korea Selatan meskipun acara itu merupakan produksi bersama dua negara. Produce 101 Japan hanya akan tayang di Jepang.

Dari seluruh peserta, ada empat orang yang berasal dari Korea dengan dua peserta sudah keluar.

Baca juga: X1 ungkap rencana dan harapan usai debut

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dugaan kecurangan empat musim “Produce 101” mulai diselidiki

Jakarta (ANTARA) – Kepolisian Metropolitan Seoul Korea Selatan berencana menyelidiki dugaan kasus manipulasi suara tiga seri ajang pencarian grup idola “Produce 101” pada saat penyelidikan serupa pada ajang “Produce X 101.”

“Kami sedang menyelidiki musim keempat (Produce X 101) dari seri ‘Produce 101’. Apakah ada praktik-praktik yang melanggar hukum dalam tiga musim sebelumnya juga,” kata pihak Kepolisian Metropolitan Seoul, dalam sebuah konferensi pers di Seoul, seperti dilansir Soompi, Selasa.

“Produce X 101” berakhir pada Juli 2019 dan polisi masih mengusut dugaan manipulasi suara pada ajang itu. Mereka melakukan pencarian dan penyitaan di kantor CJ ENM dan perusahaan yang mengelola data pemungutan suara pesan teks.

Polisi juga menanyakan anggota staf yang terlibat dalam acara dan menekankan tidak akan memberikan informasi atau temuan apapun mengenai data peringkat akhir peserta.

“Karena penyelidikan masih berlangsung, informasi apa pun tentang data pemilihan atau peringkat akhir (untuk peserta pelatihan) tidak dapat diungkapkan pada saat ini,” kata perwakilan polisi Seoul.

Baca juga: X1 bawakan lagu “Flash” hingga “Produce X 101” saat debut

Baca juga: X1 ungkap rencana dan harapan usai debut

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harry Styles sebut One Direction berpeluang reuni

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi dan personel One Direction, Harry Styles, mengungkapkan bahwa boyband itu berpeluang reuni, kendati grup besutan ajang pencari bakat Inggris pada sembilan tahun silam itu masih hiatus dari industri hiburan sejak 2016.

“Saya rasa saya tidak akan pernah mengatakan bahwa saya tidak akan pernah melakukan (aktivitas dengan One Direction) lagi, karena saya tidak merasa seperti itu,” kata Styles dilansir dari Entertainment Weekly, Senin.

Pelantun lagu “Sign of the Times” itu juga menambahkan, walaupun seluruh anggota boyband yang akrab disebut 1D itu sedang sibuk dan fokus dengan aktivitas solo masing-masing, namun mereka masih merasa bahwa 1D adalah hal penting baginya, serta Liam Payne, Niall Horan, dan Louis Tomlinson.

Baca juga: Tomlinson isyaratkan One Direction kembali

Namun jika nantinya muncul kemungkinan terburuk — misalnya One Direction bubar — ia percaya bahwa itu merupakan keputusan yang diambil dengan pemikiran matang.

“Saya pikir, bahkan dalam ketidaksepakatan, selalu ada rasa saling menghormati satu sama lain — kami melakukan hal yang sangat keren bersama-sama, dan kami akan selalu memilikinya (One Direction),” kata Styles.

“Terlalu penting bagiku untuk menjadi seperti, ‘Oh, sudah selesai.’. Tapi bila itu terjadi, itu akan terjadi karena alasan yang tepat,” tambah dia.

Selain itu, walaupun karier solonya terus berkembang, Styles mengaku masih menjadi penggemar berat karya dan pekerjaannya selama menjadi anggota One Direction.

“Aku tahu itu hal yang selalu terjadi. Ketika seseorang keluar dari band, mereka pergi dan merasa ‘ditahan’ oleh itu. Tapi saya tidak merasa ditahan sama sekali. Itu sangat menyenangkan,” ujar mantan kekasih Taylor Swift itu.

Baca juga: Zayn Malik dan One Direction tidak berhubungan baik

Baca juga: Mini album Liam Payne dianggap gagal

Penerjemah: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Prophets of Rage sukses tutup Hodgepodge Superfest 2019

Jakarta (ANTARA) – Band bergenre rap-rock asal Amerika Serikat Prophets of Rage berhasil menutup Hodgepodge Superfest 2019 hari terakhir di Allianz Ecopark Ancol, Jakarta, Minggu (1/9) malam.

Pertunjukan dimulai dengan lagu “Prophets of Rage” dan semua penonton serontak berloncat bersama. Sang rapper, Chuck D menyapa penonton dengan mengatakan “Indonesia rage again!” dan membakar semangat.

Prophets of Rage yang beranggotakan beberapa personil musik seperti Tom Morello, Tim Commerford dan Brad Wilk dari Rage Against the Machine, Chuck D dan DJ Lord dari Public Enemy, serta B Real dari Cypress Hill kemudian melanjutkan penampilan mereka dengan lagu “Testify” yang rilis 19 tahun lalu.

Selain membawakan lagu-lagu hits mereka dalam format full band, penonton juga dikejutkan dengan penampilan gitar solo Tom Morello.

Seusai penampilannya, Tom Morello menyapa penonton dan menjelaskan bahwa malam ini adalah malam yang spesial karena Hodgepodge Superfest 2019 adalah malam terakhir teknisi gitarnya setelah 20 tahun bekerja bersamanya.

Setelah membawakan sebanyak 18 lagu, pertunjukan Prophets of Rage di Hodgepodge Superfest 2019 ditutup dengan lagu “Bombtrack”.

Sementara itu, selain Prophets of Rage, terdapat beberapa penampilan menarik lainnya di hari kedua Hodgepodge Superfest 2019, antara lain A.Nayaka, Ahmad Abdul, Barasuara, Betty Who, Danilla, dan duo Jevin Julian x Petra Sihombing.

Terdapat pula Joko in Berlin, Maliq & D’Essentials, Marcello Tahitoe, M.A.T.S, Pamungkas, Reality Club, Stars Project Tribute to Michael Jackson, State Champs serta Superorganism, demikian keterangan pers yang diterima ANTARA di Jakarta pada Senin.

Baca juga: The Used tutup Hodgepodge Superfest 2019 hari pertama

Baca juga: Iwa K dan Sweet Martabak ajak penonton Hodgepodge 2019 goyang bareng

Baca juga: Salam perpisahan GAC sebelum vakum

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Konser Westlife di Semarang

Personel boy band legendaris asal Irlandia, West Life Nicky Byrne (kiri), Mark Feehily (kedua kiri), Shane Filan (kedua kanan), dan Kian Egan (kanan) tampil menghibur penggemarnya saat konser di Kompleks Klenteng Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/9/2019) malam. Dalam konser bertajuk “Westlife – TheTwentyTour 2019”, boyband tersebut membawakan sejumlah karya terbaiknya seperti “Uptown Girl” hingga “If I Let You Go”. ANTARA FOTO/Aji Styawan/foc.

Kontrak habis, Amber Liu F(x) berpisah dari SM Entertainment

Jakarta (ANTARA) – Amber f(x) mengumumkan bahwa dirinya sudah bukan lagi bagian dari agensi SM Entertainment.

Dalam akun Twitternya @llama_ajol, Amber mengunggah foto secarik kertas berisi pengumuman yang ditulis tangan dalam bahasa Inggris dan Korea.

“Halo semua, saya ingin mengumumkan bahwa kontrak saya dengan SM Entertainment telah berakhir hari ini,” tulis Amber.

“Dan saya memutuskan untuk berpisah dengan perusahaan,” lanjut dia.
 

Amber menuliskan rasa terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung dan mempercayainya. Dia mengatakan ingin membuka babak baru dalam hidup setelah keluar dari agensi yang telah membesarkan namanya.

Amber debut sebagai rapper utama grup F(x) pada 2009, dan tahun ini menandai 10 tahun sejak ia debut bersama grup tersebut.

Baca juga: SuperM, grup baru beranggotakan personel SHINee, EXO, NCT 127

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Setelah 11 tahun, Lindsay Lohan kembali ke dunia musik

Jakarta (ANTARA) – Lindsay Lohan akhirnya kembali mengeluarkan lagu setelah 11 tahun berlalu sejak ia merilis lagu terakhirnya.

Mantan idola remaja yang kini berusia 33 tahun itu memainkan cuplikan single terbaru berjudul “Xanax”, Kamis, dalam episode podcast The Kris Fade Show di Virgin Radio Dubai.

Secuplik dari lagu yang diperdengarkan itu berisi lirik: “Would you like to sit next to me? When you kiss me, I can’t breathe. I try to stay away from you, but you get me high. Only person in this town that I like. Guess I can take one more trip for the night – just for the night.”

“Xanax” akan jadi musik pertama Lohan setelah merilis “Bossy” yang diproduksi Ne-Yo. Dia juga punya dua album, “Speak” dan “A Little More Personal” yang diluncurkan pada 2004 dan 2005.

Dilansir CNA, “Xanax” adalah obat yang dikonsumsi untuk mengatasi masalah kecemasan, berhubungan juga dengan masa lalu Lohan terkait dengan kesehatan mentalnya.

Lohan menyiratkan kembalinya ia ke dunia musik pada Mei silam ketika dia mengunggah video di dalam studio rekaman yang diunggah di Instagram.

Lohan juga mengunggah video dirinya sedang menari dan menyanyikan lagu “Xanax” yang belum tahu kapan akan diluncurkan.

Baca juga: Lindsay Lohan makin dekat dengan putra mahkota Arab Saudi

Baca juga: Tika Mulya, sosok di balik kerudung Lindsay Lohan

Baca juga: Kesan Ria Miranda bertemu Lindsay Lohan saat berkerudung

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

TVXQ, penantian 16 tahun akhirnya terbayar

Tangerang (ANTARA) – Penampilan grup K-pop TVXQ semalam berhasil membayar penantian Cassiopeia, sebutan untuk penggemar, yang menunggu 16 tahun hingga idola mereka akhirnya menggelar konser solo di Indonesia.

Lautan penonton yang kompak mengenakan busana bernuansa merah, warna resmi Cassiopeia, mengeluarkan teriakan dan jerit penuh kekaguman kapan pun sang idola melayangkan pandangan mata ke arah mereka.

Konser bertajuk “TVXQ! CONCERT – CIRCLE #with in Jakarta” di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Sabtu (31/8) adalah konser pertama TVXQ, digawangi U-Know Yunho dan Max Changmin, di mana mereka menampilkan suguhan tak terlupakan.

Yunho dan Changmin menyajikan konsep tata panggung yang bervariasi, sehingga durasi 2,5 jam berjalan tanpa terasa.

Panggung ditata serupa dengan adegan awal video klip “Something” di mana dua penyanyi ini menuruni tangga klasik, bergabung dengan para penari latar yang sudah memenuhi panggung.
  “TVXQ! CONCERT – CIRCLE #with in Jakarta” di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Sabtu (31/8) (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

TVXQ memanfaatkan semua ruang yang tersedia secara maksimal berkat tangga yang bisa digerakkan dan sudutnya bisa diubah-ubah.

Ada kalanya panggung terasa sangat meriah seperti melihat cuplikan panggung teater Broadway, ada pula penampilan minimalis tapi khidmat, terutama saat mereka menyanyikan lagu bertempo lambat.

Sekitar 20 lagu mereka bawakan, sebagian dari album “New Chapter No. 1: The Chance of Love” dan “New Chapter No. 2: The Truth of Love” yang rilis tahun lalu, sisanya dari album-album terdahulu.

“Bounce”, “Something”, “Truth”, “Love Line”, “Maximum” hingga lagu “Rising Sun”, “Mirotic”, “Hug” dan “Tonight” yang mengingatkan pada formasi lama TVXQ ketika masih beranggotakan lima orang.

Saat debut, grup ini terdiri dari lima penyanyi, meliputi Jaejoong, Yoochun dan Xiah Junsu yang akhirnya keluar membentuk trio JYY.
  “TVXQ! CONCERT – CIRCLE #with in Jakarta” di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Sabtu (31/8) (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Paket lengkap

Changmin dan Yunho mengimbangi konsep panggung dengan kostum yang sesuai dengan tema lagu.

Awalnya mereka bergaya bak Charlie Chaplin, dibalut jas hitam putih dengan dasi kupu-kupu serta topi tinggi, menari sambil memainkan tongkat secara lincah.

Kemudian kostum berganti jadi kemeja putih dibalut celana kulit warna putih, setelan jas merah, kemeja kasual dengan sentuhan denim sampai tampilan santai hoodie merah tanpa lengan bertuliskan tajuk konser.

Selipan video-video di sela pergantian kostum juga menarik karena digarap seperti video klip yang memanjakan mata.

Meski jumlah anggotanya hanya berdua, panggung tak pernah terasa sepi. Changmin dan Yunho saling melengkapi seperti Yin dan Yang.

Koreografi di atas panggung tampaknya memang dibuat untuk saling menyeimbangkan satu sama lain.

Setelah melihat berbagai konser-konser K-pop yang digelar di Jakarta yang biasanya punya anggota bejibun, format dua anggota memberikan pengalaman lebih segar. ​​​​​​​ “TVXQ! CONCERT – CIRCLE #with in Jakarta” di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Sabtu (31/8) (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Energi TVXQ sepanjang konser sama sekali tidak menurun, bahkan gerakan-gerakan mereka selama menari selalu terlihat tajam dan bertenaga hingga akhir konser.

Acungan jempol patut diberikan untuk Yunho yang menjaga dan membuktikan reputasinya sebagai salah satu penari ulung di industri K-pop.

Ia asyik jejingkrakan, melompat-lompat, sesekali menari dengan gaya konyol terutama saat menyanyikan lagu-lagu lawas yang ceria.

Semua itu tidak mengurangi kehebatan TVXQ dalam bernyanyi, termasuk lengkingan nada tinggi yang selalu dinantikan dari Changmin.

Fan service di sana-sini menjadi bonus untuk penggemar yang sudah merindukan kehadiran TVXQ selama belasan tahun.

Sapaan dan beberapa komentar dalam bahasa Indonesia (“Terima kasih”, “semua!”, “sekali lagi!”, “Aku kangen kalian semua”), lambaian tangan dan kerlingan mata jadi bumbu dalam konser semalam.

Beberapa kali grup yang juga terkenal di Jepang ini mengungkapkan rasa penyesalan karena baru menyempatkan diri menghelat konser solo di Indonesia. Tapi penantian sudah terbayar dan penggemar mungkin boleh berharap bahwa konser ini bukan yang terakhir.

“Kami akan kembali lagi, kalian pasti datang kan? Janji? ” kata Changmin di akhir konser, yang tentu dijawab kompak oleh ribuan penonton yang hadir.

Baca juga: Changmin TVXQ menyesal tidak datang ke Indonesia lebih cepat

Baca juga: “Granny Fandom” di konser TVXQ

Baca juga: Penggemar luar negeri juga datangi konser TVXQ Indonesia

Oleh Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemarin, konser TVXQ, PENTAGON hingga salam perpisahan GAC

Jakarta (ANTARA) – Kemeriahan konser perdana grup K-pop TVXQ dan PENTAGON, salam perpisahan trio Gamaliel Tapiheru, Audrey Tapiheru serta Cantika Abigail, profil sosok di balik Tokopedia dan kisah perancang aksesori Rinaldy Yunardi adalah berita kemarin yang masih laik dibaca hari ini.

1. Changmin TVXQ menyesal tidak datang ke Indonesia lebih cepat

Duo K-pop TVXQ, Yunho dan Changmin, meminta maaf karena membiarkan penggemar di Indonesia menunggu belasan tahun untuk menyaksikan konser solo grup tersebut.

Selengkapnya di sini

2. Salam perpisahan GAC sebelum vakum

GAC yang beranggotakan Gamaliel Tapiheru, Audrey Tapiheru serta Cantika Abigail memutuskan vakum sejenak sebagai grup musik untuk menjalani karir masing-masing.

Selengkapnya di sini

3. Senang konser di Jakarta, PENTAGON berjanji akan kembali

Para personel grup idola asal Korea Selatan PENTAGON mengaku puas dan senang bisa tampil di hadapan para penggemar mereka yang dijuluki UNIVERSE dalam konser bertajuk “Prism”, di Jakarta, Sabtu malam.

Selengkapnya di sini

4. Leontinus Alpha Edison, sosok di balik Tokopedia

Dua belas tahun yang lalu, Leontinus Alpha Edison dan William Tanuwijaya resah melihat infrastruktur teknologi di Indonesia yang belum merata berakibat pada akses terbatas masyarakat yang tinggal jauh dari kota besar terhadap Internet.

Selengkapnya di sini

5. Rinaldy Yunardi, sosok perancang aksesori yang mendunia

Perancang Rinaldy Yunardi tak main-main dengan sederet karya seni di bidang aksesori fesyen mulai dari tiara di ujung kepala sampai sepatu sebagai alas kaki.

Bukan hanya satu atau dua pesohor tanah air, Asia hingga Hollywood yang pernah merasakan tangan dingin karya pria yang belakangan sering mengenakan pakaian serba hitam itu.

Selengkapnya di sini.
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

The Used tutup Hodgepodge Superfest 2019 hari pertama

Jakarta (ANTARA) – Grup band The Used menutup pertunjukan Hodgepodge Superfest 2019 hari pertama di Allianz Ecopark Ancol, Jakarta, Minggu dini hari.

Sebagai penampil pamungkas dalam acara festival musik itu, The Used ini mendapat apresiasi yang sangat besar dari penonton .

Band beraliran emo asal Amerika Serikat itu, membuka pertunjukan dengan membawakan “Take It Away” dan “The Bird and The Worm”.

“Siapa di sini yang nonton kita tahun 2008? Wah lumayan juga. Kami akan memberikan malam terbaik untuk kalian semua,” ujar vokalis The Used, Bert McCracken saat menyapa penonton Hodgpodge Superfest 2019.

Bert juga sempat meminta penonton untuk mengosongkan area tengah panggung agar yang ingin melakukan moshing memiliki tempat yang luas dan tidak mengganggu yang lain.

“Lagu berikutnya adalah lagu cinta. Saya mau kalian tatap mata orang yang berada di samping kalian dan rangkul mereka,” kata Bert sebelum menyanyikan “I Caught Fire”.

Baca juga: NTRL kobarkan semangat penonton Hodgepodge Superfest 2019

The Used juga sempat menyanyikan lagu ban Oasis yang berjudul “Wonderwall”, sambil berkata, “Kami benci Oasis. Tidak-tidak bercanda, kami hanya bercanda.”

Band yang terdiri dari Berth McCracken (vokal), Jeph Howard (bass), Dan Whitesides (drum) dan Joey Bradford (gitar) cukup memiliki banyak penggemar di Indonesia.

Hampir semua penonton turut bernyanyi bersama The Used dari awal hingga akhir pertunjukan, bahkan tidak sedikit yang ikut moshing.

Selama kurang lebih satu jam, The Used membawakan sekira 15 lagu di antaranya “Listening”, “Taste to Ink”, “Cry”, “Blood on My Hands”, “Buried Myself Alive”, “On My Own”, “Pretty Handsome Awkward” serta “Box Full of Sharp Objects”.

Sementara itu, untuk hari kedua Hodgepodge Superfest 2019 akan menampilkan Prophets of Rage, A.Nayaka, Ahmad Abdul, Barasuara, Betty Who, Danilla, Jevin Julian x Petra Sihombing, Joko in Berlin, Maliq & D’Essentials, Marcello Tahitoe, M.A.T.S, Pamungkas, Reality Club, Stars Project Tribute to Michael Jackson, State Champs dan Superorganism.

Baca juga: Iwa K dan Sweet Martabak ajak penonton Hodgepodge 2019 goyang bareng

Baca juga: Hodgepodge Superfest 2019 jadi panggung perpisahan untuk GAC
 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Iwa K dan Sweet Martabak ajak penonton Hodgepodge 2019 goyang bareng

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi rap Iwa K dan grup Sweet Martabak sukses membuat penonton festival musik Hodgepodge Superfest 2019 di Allianz Ecopark Ancol, Jakarta, Sabtu (31/8), bergoyang bersama.

Sweet Martabak mengawali penampilan di panggung Supermusic dengan menyanyikan lagu-lagu hip hop era 1990-an seperti “Sumur di Ladang”, “Tididit” dan “Cewe Matre”.

“Hip hop itu kan soal cerita dan tiap lagu pasti ada ceritanya,” ujar John salah satu personel Sweet Martabak.

Setelah Sweet Martabak, Iwa K muncul di panggung dan langsung membawakan “Debs File”. Dia pun meminta penonton Hodgepodge untuk mengangkat tangan ke udara dan ikut bergoyang.

“Kita harus bersenang-senang kan di sini, jadi keluarin semuanya,” kata penyanyi rap kenamaan Indonesia itu.

Iwa kemudian mulai memainkan “Nombok Dong”, “Tolong Dong” dan “Bersamamu”. Tak lama kemudian, Iwa memanggil Sweet Martabak untuk berkolaborasi.

“Nah lagu yang ini cocok banget buat situasi kita saat ini di Indonesia. Gue enggak peduli dengan apa warna kulit lu yang penting kita goyang bareng-bareng di sini,” kata Iwa sebelum membawakan lagu “Goyang”.

“Terima kasih ya buat Hodgepodge dan semua yang udah nonton. Dengan musik kita bisa bergaul tanpa batas dan bebas,” ujar Iwa.

Iwa K dan Sweet Martabak menutup penampilannya dengan “Bebas” dan “Malam Indah”. Penonton pun kompak mengikuti goyangan Iwa serta Sweet Martabak.

Setelah Iwa K, Hodgepodge hari pertama akan ditutup dengan penampilan dari The Used yang menjadi salah satu musisi paling ditunggu di festival tersebut.

Baca juga: Hodgepodge Superfest 2019 jadi panggung perpisahan untuk GAC

Baca juga: NTRL kobarkan semangat penonton Hodgepodge Superfest 2019
 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019