Iqbaal Ramadhan optimistis RUU Permusikan dibuat untuk kebaikan musisi

Jakarta (ANTARA News) – Di tengah polemik soal Rancangan Undang-undang (RUU) Permusikan di maa sejumlah musisi tak setuju dengan beberapa pasal di dalamnya,  Iqbal Ramadhan justru merasa optimis bahwa RUU Permusikan dibuat untuk kebaikan musisi.

“Saya percaya kalau RUU itu dibuat untuk sesuatu yang baik untuk musisi, karena saya juga selaku musisi saya juga ingin musisi punya pengakuan di dalam tata kenegaraan di Indonesia. Saya ingin di KTP nanti  tidak hanya ditulis sebagai musisi saja tapi bisa ditulis sebagai musisi, aktor dan lainnya,” ujar Iqbaal Ramadhan di Jakarta, Sabtu.

Meski demikian, dalam proses pembuatan Undang-undang, Iqbaal berpendapat memang ada “trial dan error” di mana masyarakat bisa sumbang saran untuk membuat RUU menjadi lebih baik.

“Cuma memang dalam perancangan, yang namanya rancangan sesuatu yang baru direncanakan pasti ada trial and error dan ada eksalahan di situ, memang terdapat pasal-pasal yang agak menghilangkan esensi dari seorang musisi dalam hal kebebasan berpendapat… mungkin pasal-pasal itu yang menjadi perbincangan orang orang di luar sana,” katanya.

Lebih lanjut Iqbaal menyayangkan sikap beberapa musisi yang menanggapi negatif RUU Permusikan padahal di dalamnya ada beberapa pasal yang menurutnya baik untuk masa depan musisi Indonesia, misalnya soal perlindungan hak para kru musik.

“Yang saya sayangkan adalah ketika RUU itu ingin dirancang, baru ingin dibangun untuk musisi, lalu ada pasal-pasal yang baru dirancang yang belum disahkan yang masih bisa diobrolin tapi orang sudah melihat RUU permusikan ini sudah salah semuanya. Padahal di dalamnya ternyata gue lihat banyak hal-hal yang baik,” katanya.

Iqbaal mencontohkan soal hak dan kewajiban kru musik yang sampai saat ini belum jelas padahal kru musik adalah “roda berjalannya sebuah band,” kata Iqbaal.

Selain itu pasal soal hak cipta juga dinilai baik oleh Iqbaal.

“Itu baik sekali jadi nanti kalau saya nulis lagu, saya yang compose dan karang sendiri kan nanti saya dibayarnya beda-beda, nah itu artinya bisa menghidupkan musisi seperti di luar negeri, memang di dalamnya masih ada yang harus direvisi tapi sayang sekali kalau semua orang melihat RUU Permusikan ini salah semuanya sedangkan ini namanya juga RUU Rancangan Undang Undang,” katanya.

Baca juga: Tujuan tidak jelas, Marcell tolak RUU Permusikan

Baca juga: Pro-kontra sertifikasi musik di kalangan musisi

Baca juga: Anang menyangkal jadi perumus draft RUU Permusikan

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Iqbaal Ramadhan optimis RUU Permusikan dibuat untuk kebaikan musisi

Jakarta (ANTARA News) – Di tengah polemik soal Rancangan Undang-undang (RUU) Permusikan di maa sejumlah musisi tak setuju dengan beberapa pasal di dalamnya,  Iqbal Ramadhan justru merasa optimis bahwa RUU Permusikan dibuat untuk kebaikan musisi.

“Saya percaya kalau RUU itu dibuat untuk sesuatu yang baik untuk musisi, karena saya juga selaku musisi saya juga ingin musisi punya pengakuan di dalam tata kenegaraan di Indonesia. Saya ingin di KTP nanti  tidak hanya ditulis sebagai musisi saja tapi bisa ditulis sebagai musisi, aktor dan lainnya,” ujar Iqbaal Ramadhan di Jakarta, Sabtu.

Meski demikian, dalam proses pembuatan Undang-undang, Iqbaal berpendapat memang ada “trial dan error” di mana masyarakat bisa sumbang saran untuk membuat RUU menjadi lebih baik.

“Cuma memang dalam perancangan, yang namanya rancangan sesuatu yang baru direncanakan pasti ada trial and error dan ada eksalahan di situ, memang terdapat pasal-pasal yang agak menghilangkan esensi dari seorang musisi dalam hal kebebasan berpendapat… mungkin pasal-pasal itu yang menjadi perbincangan orang orang di luar sana,” katanya.

Lebih lanjut Iqbaal menyayangkan sikap beberapa musisi yang menanggapi negatif RUU Permusikan padahal di dalamnya ada beberapa pasal yang menurutnya baik untuk masa depan musisi Indonesia, misalnya soal perlindungan hak para kru musik.

“Yang saya sayangkan adalah ketika RUU itu ingin dirancang, baru ingin dibangun untuk musisi, lalu ada pasal-pasal yang baru dirancang yang belum disahkan yang masih bisa diobrolin tapi orang sudah melihat RUU permusikan ini sudah salah semuanya. Padahal di dalamnya ternyata gue lihat banyak hal-hal yang baik,” katanya.

Iqbaal mencontohkan soal hak dan kewajiban kru musik yang sampai saat ini belum jelas padahal kru musik adalah “roda berjalannya sebuah band,” kata Iqbaal.

Selain itu pasal soal hak cipta juga dinilai baik oleh Iqbaal.

“Itu baik sekali jadi nanti kalau saya nulis lagu, saya yang compose dan karang sendiri kan nanti saya dibayarnya beda-beda, nah itu artinya bisa menghidupkan musisi seperti di luar negeri, memang di dalamnya masih ada yang harus direvisi tapi sayang sekali kalau semua orang melihat RUU Permusikan ini salah semuanya sedangkan ini namanya juga RUU Rancangan Undang Undang,” katanya.

Baca juga: Tujuan tidak jelas, Marcell tolak RUU Permusikan

Baca juga: Pro-kontra sertifikasi musik di kalangan musisi

Baca juga: Anang menyangkal jadi perumus draft RUU Permusikan

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Miley Cyrus ganti nama jadi Miley Ray Hemsworth

Jakarta (ANTARA News) – Miley Cyrus mengganti namanya menjadi Miley Ray Hemsworth, hal itu disampaikan oleh suaminya,  Liam Hemsworth dalam wawancara di acara “Live with Kelly and Ryan” pada Jumat (8/2).

“Sekarang Miley Ray Hemsworth, sebenarnya,” kata Hemsworth pada pembawa acara Kelly Ripa.

Hemsworth mengatakan itu adalah ide Miley Cyrus sendiri untuk memakai nama belakang sang suami secara sah, sebagai nama panggung.

“Dia akan tetap dikenal sebagai Miley Cyrus. Tapi dia pakai namaku, itu bagus. Itu sejujurnya adalah hal terbaik. Aku tak memintanya pakai namaku tapi dia yang ‘tidak, tentu saja aku akan pakai namamu.'”

Hemsworth juga mengatakan kalau dia mengganti nama Miley Cyrus di ponselnya. “Aku menamainya “Istri” sekarang di ponsel,” kata Hemsworth.

Pasangan yang pertama bertemu di seting film “The Last Song” (2010) itu menikah saat Natal dalam sebuah upacara kejutan di Tennessee.

“Kami tidak pernah ingin melakukan sesuatu yang terlalu boros atau besar,” kata Hemsworth.

“Kami merasa semuanya memalukan – kami tahu bagaimana perasaan kami satu sama lain, tetapi kami hanya ingin melakukan sesuatu yang sederhana dan organik, dengan keluarga inti. Itu adalah hari yang sangat menyenangkan,” demikian People, Jumat (8/2).

Baca juga: Miley Cyrus dan Liam Hemsworth dikabarkan menikah

Baca juga: Miley Cyrus bagikan foto pernikahannya dengan Liam Hemsworth

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vernon SEVENTEEN rehat sementara dari kegiatan grup

Jakarta (ANTARA News) – Vernon, rapper boy group SEVENTEEN akan rehat sejenak dari kegiatan grup demi memulihkan kondisi kesehatan matanya. 

Agensi SEVENTEEN, Pledis Entertainment, seperti dilansir Soompi, Jumat mengatakan sang penyanyi harus beristirahat selama beberapa waktu dan tidak akan menghadiri acara fans signing pada 8-9 Februari 2019 di Seoul. 

“Keadaan kesehatan mata Vernon tidak baik hari ini dan ia menerima rekomendasi medis untuk beristirahat, sampai kondisi [matanya] membaik. Jadi dia tidak akan menghadiri acara fan sign yang akan berlangsung 8 dan 9 Februari ini,” kata pihak agensi.

Pihak Pledis meminta maaf karena membuat para penggemar khawair. Mereka berharap penggemar bisa memahaminya dan berdoa untuk kesehtan Vernon. 

“Kami dengan tulus meminta maaf atas berita mendadak dan karena membuat penggemar khawatir. Kami akan melakukan yang terbaik agar Vernon pulih dalam waktu singkat dan dapat menyapa semua penggemar,” tutur mereka. 

Baca juga: SEVENTEEN berencana luncurkan album sub unit

Baca juga: Di balik mini album “You Made My Dawn” dari SEVENTEEN

Baca juga: Boy group SEVENTEEN akan keluarkan album keenam

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

INFINITE siap hadirkan single baru Februari ini

Jakarta (ANTARA News) – Boy group INFINITE akan kembali ke kancah musik K-pop dengan lagu baru pada bulan depan, menyudahi masa satu tahun hiatus mereka. 

Seperti dilansir Yonhap, Kamis (7/2), single digital baru berjudul “CLOCK,” akan hadir pada 13 Februari mendatang. 

Ini merupakan karya musik pertama INFINITE yang kini beranggotakan enam personel sejak “Top Seed” pada Januari tahun lalu, menurut Woollim Entertainment.

Single ini sebelumnya mereka bawakan di depan sekelompok fans di acara pertemuan penggemar INFINITE “Forever” yang diadakan pada bulan Desember lalu. 

Para personel yakni Sunggyu (sedang menjalani wajib militer), Woohyun, L, Sungyeol, Dongwoo dan Sungjong pada waktu itu berharap bisa selalu bersama dengan penggemar. 

Bersamaan dengan kabar perilisan single “CLOCK”, pihak Woollim juga merilis foto teaser untuk single mendatang, menampilkan gambar close-up anggota INFINITE dengan latar belakang bewarna hijau.

Baca juga: Woohyun INFINITE bakal hadirkan album solo

Baca juga: L INFINITE akan gelar jumpa penggemar di luar Korea

Baca juga: Sung-kyu INFINITE mulai jalani wajib militer

Baca juga: Curhat INFINITE ditinggal Hoya

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seungri BIGBANG bakal gelar konser di Jakarta

Jakarta (ANTARA News) – Seungri, personel termuda boy group BIGBANG akan menyambangi Jakarta dalam gelaran konser bertajuk “The Great Seungri Tour 2019 Live in Jakarta”

Konser satu-satunya personel BIGBANG yang belum menjalani wajib militer itu rencananya berlangsung pada 17 Maret 2019 di Livespace Lot 8, SCBD, Jakarta, seperti yang Seungri ungkapkan melalui laman Instagramnya, Jumat. 

Jakarta menjadi lokasi perhentian terakhir Seungri setelah Singapura pada 23 Februari dan Jepang pada 9-10 Maret 2019. 

Harga tiket konser pelantun “Where R U From” itu bervariasi mulai dari Rp 1,3 juta, Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta. Penjualan tiket dimulai pada 14 Februari mendatang pukul 14.00 WIB. 

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ariana Grande ungkap alasan mundur dari Grammy

Jakarta (ANTARA News) – Ariana Grande akhirnya buka suara mengenai alasan mundur dari acara Grammy Awards 2019.

Ariana sebelumnya mengkonfirmasi bahwa dia tidak akan tampil atau menghadiri upacara yang dilaksanakan di Staples Center, Los Angeles pada 10 Februari lalu.

Baca juga: Ariana Grande digugat atas hak cipta

Sementara itu, produser Grammy, Ken Ehrlich juga sempat mengatakan jika Ariana menolak tampil karena dia merasa sudah terlambat untuk mengumpulkan sesuatu. Namun kini, Ariana membantah hal tersebut.

“Saya tutup mulut, tetapi sekarang Anda berbohong tentang saya,” tulisnya di Twitter dilansir NME, Jumat.

“Saya bisa mempersiapkan penampilan saya dalam semalam dan Anda tahu itu, Ken. Pada saat kreativitas & ekspresi diri saya tertahan oleh Anda, saya memutuskan untuk tidak hadir. Saya harap pertunjukan ini persis seperti yang Anda inginkan dan banyak lagi,” lanjutnya.

Baca juga: Ariana Grande kirim pesan ulang tahun untuk Mac Miller

Sebelumnya juga sempat dilaporkan bahwa Ariana memutuskan untuk mundur dari Grammy karena sang produser menolaknya membawakan lagu “7 Rings”.

Namun sebuah solusi telah ditawarkan dengan cara medley dua lagu di mana “7 Rings” bisa dimainkan. Sayangnya, apa lagu yang harus dimainkan tergantung dari Ken.

Sementara itu, Kendrick Lamar, Drake, dan Childish Gambino juga dilaporkan menolak tawaran untuk tampil di Grammy Awards karena para produser mengatakan bahwa mereka “memiliki masalah di dunia hip-hop.”

Baca juga: Ariana Grande batalkan konser di Las Vegas

Baca juga: Ariana Grande minta penggemarnya berhenti “serang” Pete Davidson

Penerjemah: Maria Cicilia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemarin, Kementrian Kominfo blokir akun palsu TNI hingga band legendaris akan tampil dengan format lama

Jakarta (ANTARA News) – Kemarin, Kementerian Kominfo menutup akun Instagram palsu yang mengatasnamakan TNI hingga band-band legendaris tanah air akan tampil dengan format lama. 

1. Hati-hati, email dan website bisa jadi sarang malware

Jakarta (ANTARA News) – Kaspersky Lab menyatakan bahwa email dan website masih jadi favorit para peretas untuk menyebarkan malware secara online.

“Trend sudah bergese ke arah online, website jadi tempat untuk menyebarkan malware. Email, semua orang terutama di kota besar punya email,” kata Territory Channel Manager SEA Kaspersky Lab, Dony Koesmandarin, saat acara bincang-bincang di Jakarta, Kamis.

Selengkapnya di sini

2. Kementerian Kominfo blokir akun palsu mengatasnamakan TNI di Instagram
 
Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menutup akun Instagram yang mencatut identitas Tentara Nasional Indonesia dan menyebarkan konten negatif per hari ini, Kamis.

Melalui keterangan pers, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo mengatakan kementerian mendapatkan aduan konten yang ditangani Sub Direktorat Pengendalian Konten Internet Ditjen Aplikasi Informatika.

Selengkapnya di sini

3. Slank jajal rekaman Lokananta untuk album ke-23

Solo (ANTARA News) – Kelompok musik Slank menjajal Perusahaan Rekaman Lokananta Surakarta untuk merekam 10 lagu di album ke-23.

“Lima hari kami rekaman di Lokananta untuk 10 lagu di album ini,” kata drummer Slank Bimbim di saat pamitan dengan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Balai Kota Surakarta, Kamis.

Selengkapnya di sini

4. BAFTA tangguhkan nominasi untuk “Bohemian Rhapsody”

Jakarta (ANTARA News) – BAFTA telah menangguhkan nominasi Bryan Singer untuk “Bohemian Rhapsody” menyusul tuduhan pelanggaran seksual yang dilakukannya. 

Singer dituduh telah melakukan pelanggaran seksual terhadap empat pria pada bulan lalu. Tuduhan itu mencakup klaim hubungan seks di bawah umur dan hal tersebut dipublikasikan pada majalah The Atlantic.

Selengkapnya di sini

5. Sejumlah band legendaris akan berbagi panggung di Lovefest 2019

Jakarta (ANTARA News) – Sembilan band legendaris akan berbagi panggung dalam konser Lovefest Vol. 3: Love is Live ini dengan formasi personel yang tak pernah dilihat sebelumnya. 

Mereka akan kembali beraksi dalam satu panggung dengan mantan-mantan anggota bandnya yang telah lebih dahulu keluar, terdiri dari Yovie & Nuno “All Formations”, “Special Collaboration” Badai, Kerispatih dan Sammy Simorangkir, Maliq And D’ Essentials “Road to 17 years ANNIVERSARY”, Padi Reborn “Love & Harmony”.

Selengkapnya di sini

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pertama kali jadi produser, Nugie garap proyek untuk keponakan

Jakarta (ANTARA News) – Penggebuk drum grup The Dance Company yang juga seorang penyanyi, Nugie menjajal kemampuannya sebagai produser musik.

Proyek pertamanya adalah dengan memproduseri keponakannya sendiri Tanita Cahya Pramesti.

Nugie menciptakan lagu berjudul “Andai Kau Di Sini”, yang awalnya dibuat seperti gaya Nugie selama ini. Namun untuk Tanita yang memiliki suara syahdu, ia pun mengubahnya agar sesuai dengan range suara Tanita.

“Jujur awalnya lagu itu enggak kayak gitu, lagu saya banget lah. Pas saya kasih dengar ke teman-teman pada kaget jadi kayak gini,” ujar Nugie melalui keterangan resmi yang diterima Antara, Kamis.

“Menurut mereka lagu ini bisa jadi magnet untuk konservasi di WWF. Saya apresiasi banget dia nyanyiin dengan gaya dia,” katanya lebih lanjut.

Bagi Nugie, ini adalah pengalaman pertamanya menjadi produser. Dia mengaku biasanya hanya diminta untuk membuat lagu saja.

“Untuk produseri baru ini, biasanya bikin lagu doang. Jujur aja satu karena persaudaraan, terus juga karena lagunya. Jadi ini keterlibatan saya pertama kali untuk memproduseri sampai jadi single,” jelas Nugie.

Sementara, Tanita mengatakan mendapat banyak dukungan dari sang paman. Dia pun ingin menjadi penyanyi profesional seperti idolanya, Andien Aisyah.

Namun Nugie meminta agar Tanita memiliki gaya sendiri.

“Om Nugie selalu support. Aku tuh nyanyi awalnya cuma hobi tapi makin ke sini mikir, kesempatan enggak datang dua kali. Jadi kenapa enggak dijadiin aja,” kata Tanita.

Nugie pun berpesan kepada keponakannya untuk tidak sekadar menyanyi.

“Jujur saya suka amati beberapa penyanyi. Aku bilang, ‘Kamu harus buat sesuatu yang beda. Selalu buat misi dari setiap lagu yang dikeluarkan. Dan dia orangnya sangat kritis ya. Dia ingin berbuat banyak dengan hal-hal yang simpel,” kata Nugie.

“Andai Kau Di Sini” bercerita tentang keindahan alam dan ingin mengajak orang-orang untuk ikut serta menyaksikannya.

Baca juga: Nugie: jangan berharap banyak di Sentarum
Baca juga: Nugie ikut gowes di jantung Borneo

 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tujuan tidak jelas, Marcell tolak RUU Permusikan

Jakarta (ANTARA News) – Penyanyi Marcell Siahaan secara blak-blakan menyatakan menolak Rancangan Undang-Undang Permusikan.

“Kalau tujuan tidak jelas, RUU cacat hukum,” ujar Marcell di Jakarta, Kamis.

Salah satu contohnya, kata penyanyi yang dikenal dengan lagu balada itu, adalah pilihan kata “Permusikan” yang mencakup tema sangat luas. Menurut Marcell, itu takkan bisa dicakup hanya dengan 54 pasal.

Selain itu, ada ketidakjelasan mengenai siapa yang akan dilindungi oleh RUU tersebut. “Konten, pelaku atau penikmat musik?” katanya.

Ketidakjelasan itu membuat RUU Permusikan tidak berdayaguna, ujar Marcell.

Oleh karena itu, Marcell enggan ikut protes mengenai pasal-pasal dalam RUU Permusikan karena rancangan tersebut sejak awal sudah dianggap “cacat”.

“Kalau RUU sudah tidak berdayaguna, tidak usah meributkan soal pasal karena dari awal sudah tidak benar.”

Menurut Marcell, akan lebih baik untuk meninjau undang-undang yang sudah ada yang berhubungan dengan industri musik, kemudian merevisinya.

“Atau bisa bongkar (RUU Permusikan), susun dari awal dengan menentukan tujuan (yang jelas),” katanya.

Begitu tahu tujuannya, perlu diadakan kajian yang melibatkan banyak elemen, tidak cuma musisi-musisi, tapi ahli budaya hingga ahli hukum, demikian menurut Marcell.

Baca juga: Musisi menolak RUU Permusikan
Baca juga: Menyikapi RUU permusikan
Baca juga: Musisi indie tolak RUU Permusikan

 

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Slank jajal rekaman Lokananta untuk album ke-23

Solo (ANTARA News) – Kelompok musik Slank menjajal Perusahaan Rekaman Lokananta Surakarta untuk merekam 10 lagu di album ke-23.

“Lima hari kami rekaman di Lokananta untuk 10 lagu di album ini,” kata drummer Slank Bimbim di saat pamitan dengan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Balai Kota Surakarta, Kamis.

Ia mengatakan meskipun secara usia dapur rekaman tersebut sudah cukup tua tetapi memiliki standar internasional. Bahkan, dikatakannya, rekaman tersebut merupakan proses tercepat yang pernah dilakukan oleh Slank.

“Mungkin karena kondisi Kota Solo juga yang mendukung cepat selesainya proses rekaman ini,” kata Vokalis Slank Kaka.

Mengenai materi pembuatan album tersebut, dikatakannya, sudah disiapkan sejak tahun 2018. Meski demikian, proses rekaman baru dapat dilakukan pada tahun ini karena harus terpotong oleh jadwal tur.

“Untuk proses latihan kami lakukan pada Januari 2019 dan masuk dapur rekaman pada Februari. Rencananya album akan kami rilis pada tahun ini. Kami juga tertarik untuk rilis album di Lokananta,” katanya.

Sementara itu, mengenai tema lagu pada album yang belum berjudul tersebut, dikatakannya, tidak jauh berbeda dari album-album sebelumnya.

“Selain bertema sosial juga ada lagu yang liriknya tentang surga, nanti kami akan `ngetawain` kami sendiri,” katanya.

Dalam pertemuan itu, mereka juga mengusulkan Lokananta nantinya bisa dijadikan sebagai museum musik karena memiliki sejarah dan koleksi bersejarah.

“Secara historis, Lokananta ini sangat mendukung dijadikan Museum Musik,” katanya.

Baca juga: Bongky Marcel tuntut Slank terkait pelanggaran hak cipta

Baca juga: Ridho “Slank” dan Marcello Tahitoe buka bisnis kuliner citarasa Maluku

Baca juga: Slank kampanye konservasi sungai-hutan di Riau

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Konser monokrom Tulus

Penyanyi Tulus menyanyikan sebuah lagu di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (6/2/2019). Dalam konser bertajuk Monokrom tersebut Tulus membawakan sejumlah lagu seperti Gajah, Sewindu, Tuan Nona Kesepian, Rindu Sendiri dan Labirin. ANTARA FOTO/Dede Rizky Permana/hp.

Sejumlah band legendaris akan berbagi panggung di Lovefest 2019

Jakarta (ANTARA News) – Sembilan band legendaris akan berbagi panggung dalam konser Lovefest Vol. 3: Love is Live ini dengan formasi personel yang tak pernah dilihat sebelumnya. 

Mereka akan kembali beraksi dalam satu panggung dengan mantan-mantan anggota bandnya yang telah lebih dahulu keluar, terdiri dari Yovie & Nuno “All Formations”, “Special Collaboration” Badai, Kerispatih dan Sammy Simorangkir, Maliq And D’ Essentials “Road to 17 years ANNIVERSARY”, Padi Reborn “Love & Harmony”.

Juga GIGI “All Stars”, Project Pop “5 Bodies 6 Souls”, Nidji “Hello x Goodbye”, Element Reunion “20th Anniversary” dan Pure Saturday with Suar Nasution “After All These Years”.

“Lovefest ini merupakan exciting project, bukan cuma untuk kami – sebagai promotor, namun juga bagi orang-orang yang tumbuh bersama musik-musik Indonesia” Ujar Andriani Tirtawisata, selaku Business Development Panorama LIVE dalam keterangan resmi, Kamis.

Konser yang digelar Hype Festival bersama Berlian Entertainment dan Panorama Live akan jadi ajang curahan hati bagi para band yang masing-masing punya cerita.

Baik itu kisah cinta yang telah menginspirasinya dalam berkarya, kisah persahabatan yang telah terjalin bertahun-tahun lamanya, atau kisah tentang perpisahan yang harus mereka terima. 

Baca juga: Sembilan grup musik berbagi cerita di panggung Love Festival Vol.3

Nidji misalnya, setelah 17 tahun bersama, pada tahun 2018 lalu, penggawa band Nidji, Giring Ganesha – telah mantap mengumumkan keputusannya, untuk keluar dari band tersebut. 

Bukan tanpa sebab, Giring memang sudah bertekad untuk terjun sepenuhnya ke dunia politik dan menyudahi karir bermusiknya bersama Nidji. Oleh karena itu, di konser Lovefest nanti, Giring akan bernyanyi untuk yang terakhir – sebagai vokalis Nidji, sekaligus memperkenalkan secara resmi, vokalis Nidji yang baru untuk menggantikannya.

Lain lagi cerita Project Pop, setelah mereka harus merelakan kepergian Oon – salah satu personelnya pada tahun 2017 lalu, Project Pop mengaku, mereka tetap dapat merasakan semangat dan keberadaan Oon pada setiap penampilannya. Oleh sebab itu dalam Lovefest ini, mereka akan membawa cerita tentang persahabatannya dengan tema “5 bodies 6 Souls”.

Selain daftar penampil, konser yang akan diadakan pada tanggal 8 Februari 2019 di JCC Senayan ini, juga memiliki dress code khusus, yakni warna merah untuk perempuan yang masih lajang, hitam untuk laki-laki yang masih lajang dan putih untuk mereka yang datang dengan pasangannya.

Baca juga: “Segitiga Cinta”, single pertama Nidji dengan vokalis baru

Baca juga: Project Pop tetap berjalan meski tanpa Oon

Baca juga: Sembilan grup musik berbagi cerita di panggung Love Festival Vol.3

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Melalui proyek kolektif, Kunto Aji rilis video klip “Rehat”

Jakarta (ANTARA News) – Pasca merilis album “Mantra Mantra” dan single “Topik Semalam”, Kunto Aji melanjutkan gebrakan dari album keduanya dengan merilis video klip dari single terbaru “Rehat”, Rabu (6/2). 

Video klip itu merupakan kolaborasi Kunto bersama Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) dalam bentuk karya kolektif yang disutradarai oleh Kunto Aji dan Novanjoh.

Kunto Aji bersama tim NKCTHI mengajak para pendengar untuk bersama-sama terlibat dalam sebuah proyek video kolektif “Rehat”, di mana Kunto Aji melepas beberapa topik dan mengajak pendengarnya untuk mengirimkan video-video yang sesuai dengan topik-topik tersebut.

Ini adalah cikal bakal karya kolektif video klip “Rehat”.

“Alasannya memilih kolektif project karena tujuan akhir saya ingin video ini bisa mengamplifikasi apa yang ada di liriknya, sekaligus ingin membuat sesuatu yang relatable ke orang-orang yang merupakan pendengar lagu ini,” ujar Kunto Aji dalam keterangan pers yang diterima Antara, Kamis.

Baca juga: Kunto Aji angkat isu kesehatan mental di album kedua

Baca juga: Belajar menulis lagu dari Kunto Aji

Kunto Aji pun memilih untuk berkolaborasi bersama NKCTHI karena memang di lagu “Rehat”, ia pun bekerja sama dengan Marchela FP dari NKCTHI untuk beberapa baris liriknya.

Mengaku sempat ragu di fase awal saat ingin memulai proyek kolektif ini, namun Kunto Aji yakin bahwa pendengarnya akan mau dan sanggup untuk membuat sesuatu yang “kena” dan sesuai untuk video klip ini. Hal ini pun terbukti, dengan lebih dari 1.200 video yang berhasil dikumpulkan oleh Kunto Aji dan tim.  

“Terima kasih kepada #TeamRehat yang sudah mengirimkan videonya, baik yang akhirnya kami tayangkan atau tidak, kalian adalah bagian dari karya ini. Terima kasih sudah menjawab keyakinan saya bahwa video ini akan bisa memvisualkan lagu “Rehat” dengan indah. Terima kasih sudah berbagi energi kehidupan. Semoga lagu ini selalu bisa menjadi Katarsis untuk kita semua,” ujar dia.

“Inti yang paling penting dari lagu “Rehat” adalah mengenai self-awareness, bahwa kita punya sosok yang paling bisa kita percaya, yang selalu suportif, yaitu diri kita sendiri. Beberapa orang mungkin belum menyadari itu atau lupa berterima kasih pada diri kita sendiri, padahal kita sudah bisa sampai titik ini dalam kehidupan itu karena diri kita sendiri. Self awareness itu yang ingin saya amplifikasi di visualisasi di video klip ini,” tutup dia. 

Baca juga: Album kedua Kunto Aji bisa jadi terapi kesehatan mental

Baca juga: Kunto Aji luncurkan album “Mantra Mantra”

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tulus bawakan 20 lagu selama 2,5 jam dalam konsernya semalam

Jakarta (ANTARA News) – Penyanyi Tulus menghibur para penggemarnya (Teman Tulus) di Jakarta melalui gelaran konser “Monokrom” selama sekitar 2,5 jam, pada Rabu (6/2) malam. 

Dalam konser yang dimulai sekitar pukul 20.25 WIB hingga 23.00 WIB itu, Tulus membawakan kurang lebih 20 lagu dari tiga album miliknya, Tulus (2011) antara lain ” Kisah Sebentar”, “Sewindu”, “Tuan Nona Kesepian”, “Jatuh Cinta” dan “Teman Hidup”. 

Lalu, lagu-lagu dalam album Gajah (2014) yakni “Baru”, “Bumerang”, “Sepatu”, “Gajah”, “Lagu Untuk Matahari” dan “Jangan Cintai Aku Apa Adanya”. 

Kemudian beberapa lagu dari album “Monokrom” antara lain “Manusia Kuat”, “Pamit”, “Ruang Sendiri”, “Tukar Jiwa”, “Tergila-gila”,” Cahaya”, “Langit Abu-abu”,”Mahakarya” dan “Monokrom”. 

Dia juga membawakan lagu-lagu tradisional Minangkabau yakni “Dinding Badinding” dan “Tak Tuntuang”. Tulus mengatakan lagu ini sering dia dengar saat masa kecil di Bukitinggi, Sumatera Barat. 

Selama konser berlangsung, Tulus selalu berusaha dekat dengan para penggemar yang tak hanya kaum hawa tetapi juga kaum adam, mulai dari melambaikan tangan, duduk di panggung dan mendekat ke penggemar hingga menyambut uluran tangan penggemar. 

  Penyanyi Tulus dalam gelaran konser “Monokrom” di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (6/2/2019). (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)
Dia bahkan seringkali berbincang dengan penonton bahkan berkisah mengenai kisah-kisah di balik lagu-lagu miliknya. Para pemusik yang mengiringinya juga tak ingin unjuk gigi. Permainan nada melalui alat musik masing-masing seperti banjo, biola hingga koper yang dijadikan semacam alat musik pukul sukses membuat penonton bertepuk tangan riuh. 

Suasana konser juga terasa istimewa dengan hadirnya deretan boneka hasil kolaborasi Tulus dan teater boneka.

Ada satu boneka besar yang dia anggap mewakili sosok kakeknya. 

“Sosok yang tidak pernah saya temui. Berikut lagu “Teman Hidup”. Saya harap setiap mendengarkan lagu ini, teman-teman enggak merasa kesepian, sendirian. Selalu ada yang sayang sama teman-teman,” kata Tulus. 

Salah satu penggemar, Raka Lestari memuji upaya Tulus untuk bisa dekat dengan penggemar selama konser. Dia mengaku puas dan harapannya saat konser terwujud. 

“Tulus seru banget karena dia engagement sama penontonnya bagus banget. Puas banget sama konsernya, sesuai ekspektasi bahkan lebih apalagi pas closing-nya,” tutur perempuan asal Bogor itu. 

Di sisi lain, Cecillia yang sudah berada di area konser sejak pukul 17.00 WIB itu menggambarkan penampilam Tulus dan konser semalam super menggelora. 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Curhatan Tulus saat konser Monokrom

Jakarta (ANTARA News) – Penyanyi Tulus tak melulu menghibur para penggemarnya (Teman Tulus) melalui alunan suara merdu berbalut lagu-lagu andalannya dalam konser solo bertajuk “Monokrom” di Jakarta, Rabu (6/2) malam. 

Dia juga beberapa kali membuat penggemar berdehem sendu melalui celoteh hingga curahan hatinya usai menyanyikan sebuah atau dua buah lagu. 

“Apa kabar teman-teman? Di detik ini saya berusaha rileks. Debar jantung saya (kencang). Saya deg-degan malam ini. Banyak yang saya persiapkan. Saya berharap semua yang datang malam ini bahagia. Jangan ada yang ditahan-tahan,” ujar Tulus usai menyanyikan lagu “Baru”, Jatuh Cinta” dan “Gajah”. 

Baca juga: Tulus buka konser solo di Jakarta lewat lagu “Baru”

Dia sedikit berkisah soal lagu “Gajah” yang mengingatkannya saat masih kecil, yang bertubuh agak besar dari anak-anak sebayanya. 

Sesaat sebelum Tulus melantukan lagu “Ruang Sendiri”, kembali dia bercerita singkat. Kata dia, lagu itu ditulis saat menyadari bahwa rindu itu penting. 

“Menceritakan betapa pentingnya rasa rindu. Pisah-pisah sebentar enggak apa-apa. Saya selalu rindu ketenu teman-teman semua. Makanya saya enggak bisa buat konser setiap hari,” tutur dia dan disambut teriakan riuh penonton. 

Lagi-lagi Tulus kembali berceloteh sebelum membawakan lagu “Tukar Jiwa” dan “Cahaya”. Lagu “Tukar Jiwa” menurut dia berbicara mengenai rasa empati, sementara satu lagu lainnya bukan sekedar pemanis namun, memiliki makna. 

Dia bahkan sempat bercanda kalau kemampuan berbicara di depan umumnya membaik, seraya tertawa. Tulus juga memuji para penggemar yang hadir malam itu. 
 
“Wow, suara teman-teman keras sekali. Ada 6000 suara. Terima kasih. Ada yang follow Instagram saya? Saya iseng masukin video di Instagram, ternyara mendapat respon. Bercanda malah jadi beban,” kata Tulus sesaat sebelum membawakan lagu “Bumerang”. 

Baca juga: Tiket konser “Monokrom” laris, Tulus senang sekaligus panik

Baca juga: Konser Monokrom Tulus, wujud apresiasi kepada pendengar setia

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tulus salah nada saat konser

Jakarta (ANTARA News) – Penyanyi Tulus tak segan mengaku pada penonton kalau dia salah nada saat menyanyikan sebuah lagu saat konser.

Hal ini terjadi saat Tulus menggelar konser solo bertajuk “Monokrom” di Istora Senayan, Rabu malam (6/2). Saat menyadari kesalahannya membawakan nada sebuah bait lagu, Tulus meminta pemusik yang mengiringinya berhenti sejenak lalu mengulang lagu dari awal. 

“Salah nada. Ulangi ya,” kata Tulus lalu tertawa. 

Tak hanya salah nada, dia yang mengaku grogi karena ayah dan ibunya hadir dalam konser solo kedelapan di tanah air itu juga sempat salah lirik di lagu “Mahakarya”. 

“Liriknya salah ya? Ada ayah ibu saya, deg-degan,” kata Tulus, lalu kembali tertawa. 

“Terima kasih teman-teman sudah hadir di sini. Membuat mimpi saya jadi nyata. Kalian semua adalah bagian terpenting dalam perjalanan musik saya,” kata Tulus. 

Tak hanya menghibur para penggemarnya (Teman Tulus) melalui alunan suara merdu berbalut lagu-lagu andalannya, Tulus juga beberapa kali membuat penggemar berdehem sendu melalui celoteh hingga curahan hatinya usai menyanyikan sebuah atau dua buah lagu. 

“Apa kabar teman-teman? Di detik ini saya berusaha rileks. Debar jantung saya (kencang). Saya deg-degan malam ini. Banyak yang saya persiapkan. Saya berharap semua yang datang malam ini bahagia. Jangan ada yang ditahan-tahan,” ujar dia. 

Baca juga: Tulus buka konser solo di Jakarta lewat lagu “Baru”

Baca juga: Curhatan Tulus saat konser Monokrom

Baca juga: Konser Monokrom Tulus, wujud apresiasi kepada pendengar setia

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bongky Marcel tuntut Slank terkait pelanggaran hak cipta

Jakarta (ANTARA News) – Musisi Bongky Marcel melayangkan gugatan terhadap grup band Slank terkait dengan pelanggaran hak cipta pada album perdana sampai kelima.

Hal tersebut diungkap oleh Bongky melalui unggahan di akun Instagram. Dalam foto tersebut, Bongky memperlihatkan surat penunjukan terhadap kuasa hukum untuk mengurus hak-haknya yang terdapat pada album Slank.

Bongky menuntut haknya terhadap Bimbim, Kaka, Ridho, Abdee dan Ivanka sebagai salah satu pencipta lagu untuk album pertama Slank sampai kelima atau selama kurun waktu 1990-1996.
 

Selain itu, Bongky juga mempermasalahkan pelanggaran hak cipta terhadap sampul album “Generasi Biru” tahun 1994, di mana dirinya adalah pencipta desainnya. Bongky merasa Slank telah mempergunakannya secara komersil tanpa meminta izin padanya.

Tak hanya Slank, Bongky pun menuntuk semua pihak yang terkait dengan pelanggaran tersebut, termasuk rumah produksi maupun label rekaman.

Surat kuasa bernomor 005/SK/SKK-P/II/2019 diunggah olehnya sekira dua jam yang lalu dengan keterangan foto “oopss..”.

Bongky, musisi kelahiran Bandung itu pernah bergabung dengan sejumlah band seperti Cockpit Junior, Rese Band, dan CSC ( Cikini Stone Complex ) yang merupakan kelompok yang menjadi cikal Slank.

Baca juga: Ridho “Slank” dan Marcello Tahitoe buka bisnis kuliner citarasa Maluku

Baca juga: Slank dan musisi Indonesia gelar konser “menghadap laut”

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bongq tuntut Slank terkait pelanggaran hak cipta

Jakarta (ANTARA News) – Musisi Bongky Marcel melayangkan gugatan terhadap grup band Slank terkait dengan pelanggaran hak cipta pada album perdana sampai kelima.

Hal tersebut diungkap oleh Bongky melalui unggahan di akun Instagram. Dalam foto tersebut, Bongky memperlihatkan surat penunjukan terhadap kuasa hukum untuk mengurus hak-haknya yang terdapat pada album Slank.

Bongky menuntut haknya terhadap Bimbim, Kaka, Ridho, Abdee dan Ivanka sebagai salah satu pencipta lagu untuk album pertama Slank sampai kelima atau selama kurun waktu 1990-1996.
 

Selain itu, Bongky juga mempermasalahkan pelanggaran hak cipta terhadap sampul album “Generasi Biru” tahun 1994, di mana dirinya adalah pencipta desainnya. Bongky merasa Slank telah mempergunakannya secara komersil tanpa meminta izin padanya.

Tak hanya Slank, Bongky pun menuntuk semua pihak yang terkait dengan pelanggaran tersebut, termasuk rumah produksi maupun label rekaman.

Surat kuasa bernomor 005/SK/SKK-P/II/2019 diunggah olehnya sekira dua jam yang lalu dengan keterangan foto “oopss..”.

Bongky, musisi kelahiran Bandung itu pernah bergabung dengan sejumlah band seperti Cockpit Junior, Rese Band, dan CSC ( Cikini Stone Complex ) yang merupakan kelompok yang menjadi cikal Slank.

Baca juga: Ridho “Slank” dan Marcello Tahitoe buka bisnis kuliner citarasa Maluku

Baca juga: Slank dan musisi Indonesia gelar konser “menghadap laut”

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tulus buka konser solo di Jakarta lewat lagu “Baru”

Jakarta (ANTARA News) – Penyanyi Tulus membuka gelaran konser solo bertajuk “Monokrom” di Istora Senayan, Jakarta,  malam ini melalui lagu “Baru”yang disambut antusiasme para Teman Tulus (nama penggemar Tulus). 

Tulus tampil kasual mengenakan kaus berwarna hitam dan celana panjang semata kaki dengan warna senada, lengkap dengan sepatu kets putih dalam konser yang dimulai sekitar pukul 20.25 WIB itu. 

Sembari mendengarkan sang idola bernyanyi, para penggemar sesekali ikut menyumbangkan suara. Tak lupa mereka mengangkat smartphone untuk mengabadikan berbagai pose Tulus. 

Hikmah, salah satu penggemar Tulus yang hadir malam itu berharap Tulus akan menyanyikan lagu “Langit Abu-Abu” dalam konser. 

“Aku suka lagu itu, liriknya,” kata mahasiswi jurusan Manajemen di Universitas Indonesia itu. 

Konser solo ini menjadi momen Tulus menampilkan karya-karyanya dalam album “Monokrom”. Album ini menjadi album ketiganya yang sudah menyabet sejumlah raihan di industri musik Indonesia, antara lain ratusan juta kali didengar melalui streaming, hingga mengantarjan Tulus meraih puluhan penghargaan. 

Sebelumnya, konser serupa telah terselenggara di Bandung pada 2018 sekaligus menjadi yang kedelapan kalinya di tanah air sejak tahun 2011. 

Tulus debut pada tahun 2011, melalui album “Tulus” yang menyabet album terbaik di Indonesia versi majalah Rolling Stone dan menjadikan Tulus sebagai  Rookie of The Year pada tahun 2013.

Baca juga: Tiket konser “Monokrom” laris, Tulus senang sekaligus panik

Baca juga: Tiket konser Monokrom Tulus ludes terjual dalam 3 jam

Baca juga: Konser Monokrom Tulus, wujud apresiasi kepada pendengar setia

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Segitiga Cinta”, single pertama Nidji dengan vokalis baru

Jakarta (ANTARA News) – Bersamaan dengan perkenalan vokalis baru mereka, grup musik Nidji meluncurkan single pertama mereka “Segitiga Cinta” setelah satu tahun absen dari dunia musik Indonesia.

“Rekaman dari Desember karena dapat tawaran untuk film ‘Antologi Rasa’,” kata  gitaris Nidji, Ariel, saat jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Produksi lagu “Segitiga Cinta” tergolong unik bagi Nidji bertepatan dengan masa mereka mencari vokalis baru. Nidji bahkan menyebut pembuatan lagu ini gambling atau seperti taruhan karena mereka tidak tahu siapa yang akan menggantikan Giring Ganesha dan tidak tahu bagaimana karakter dan warna vokalis baru mereka nanti.

Nidji tetap berjalan membuat lagu ini, mereka tetap rekaman dan vokal sempat diisi oleh Ariel sambil menunggu vokalis baru.

Begitu Ubay terpilih lewat audisi untuk menjadi vokalis Nidji, dia langsung ditodong untuk menyelesaikan lagu ini hingga akhirnya bisa meluncur hari ini.

“Begitu Ubay terpilih, langsung kita ‘culik’ ke Jakarta untuk syuting, take vocal,” kata Rama Nidji.

Rama memuji kepiawaian Ubay karena dapat ngebut menyelesaikan lagu ini dan hasilnya sesuai dengan karakter baru Nidji.

Ubay mengaku tidak mengalami kendala berarti saat rekaman pertama dengan Nidji beberapa hari lalu, dia menyebut teman-teman barunya ini sudah jago.

“Seru banget. Salah satu yang saya suka, semuanya demokratis, usul saya ditampung,” kata dia.

Ubay terpilih menjadi penerus Giring di Nidji setelah menyisihkan sembilan finalis lain saat acara di Bandung, Jawa Barat. Dia akan tampil perdana bersama Nidji dalam waktu dekat, sekaligus konser terakhir Nidji bersama Giring.

Baca juga: Nidji perkenalkan vokalis baru: Ubay

Baca juga: Kriteria vokalis baru Nidji pilihan Giring

Baca juga: Tanpa Giring, Nidji akan ubah gaya musik

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nidji perkenalkan vokalis baru: Ubay

Jakarta (ANTARA News) – Grup band Nidji memperkenalkan Muhammad Yusuf Nur Ubay, yang akan menggantikan posisi Giring Ganesha sebagai vokalis grup musik tersebut.

“Masih seperti mimpi. Saya sangat bersyukur,” kata Ubay, yang baru empat hari bergabung dengan Nidji, saat jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Ubay terpilih melalui audisi yang diadakan sejak Desember lalu. Dia menyisihkan sembilan penyanyi lain yang juga tertarik untuk bergabung dengan Nidji. 

Ubay, 22, asal Magelang, pernah mengikuti ajang Indonesian Idol pada 2014. Laki-laki yang piawai main saksofon ini memutuskan untuk melepas kariernya sebagai penyanyi solo karena ingin mencoba pengalaman baru dengan bergabung bersama Nidji.

Nidji rupanya memiliki alasan khusus memilih vokalis baru yang memiliki karakter berbeda dengan Giring. Mereka ingin mengeksplorasi musikalitas dan melakukan hal-hal baru, sehingga Nidji merasa cita-cita baru itu dapat diwujudkan melalui vokalis berkarakter yang berbeda.

“Ubay bisa mewakili warna baru dari Nidji yang sekarang,” kata Rama, gitaris Nidji.

Nidji lebih suka menyebut Ubay sebagai penerus Giring, bukan pengganti, karena alasan Nidji akan tetap ada untuk melakukan hal-hal yang baru.

Mereka tidak begitu memusingkan tanggapan orang lain mengenai perubahan vokalis ini. Rama menyadari pasti akan ada yang membandingkan Nidji baru dengan yang lama, termasuk untuk vokalisnya.

“Kami akan buktikan lewat karya,” kata dia.

Penampilan Nidji perdana dengan vokalis baru rencananya akan berlangsung pada 8 Februari dalam acara Love Fest. Penampilan itu juga akan menjadi yang terakhir mereka sepanggung dengan Giring.

Baca juga: Yusuf Ubay, vokalis baru Nidji

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Michael Bolton ketiduran saat diwawancara

Jakarta (ANTARA News) – Michael Bolton (65) ketiduran saat diwawaincarai oleh sebuah acara televisi Australia, The Morning Show, pada Senin (4/2).

Penyanyi peraih Grammy itu tampak tidur saat pembawa acara  Larry Emdur (54) dan Kylie Gillies (51) mengenalkannya pada para pemirsa.

“Seperti biasa, kami menantikan untuk berbicara dengan pria hebat Michael Bolton, yang bergabung dengan kami sekarang secara langsung dari Florida. Selamat pagi dan selamat datang kembali ke acara,” kata Edmur saat mata Michael Bolton mulai terpejam.

Gillies pun ikut mencoba mendapatkan perhatian sang penyanyi, “hai Michael, ini Kylie dan Larry. Kita sedang siaran langsung.”

Mata Bolton kemudian terbuka dan dia menjawab, “Sudah tidak ada apa-apa lagi” sebelum tertidur kembali. Pembawa acara pun memperjelas situasi dengan bercanda bahwa penyanyi “When a Man Loves a Woman” itu mungkin ada di Instagram. Mereka kemudian meyakinkan pemirsa bahwa mereka sedang berusaha mencari masalah teknis.

“Jam berapa sekarang di Florida?” Tanya Gillies, yang dibalas Emdur dengan candaan, “waktunya koktail.”

Setelah beberapa saat Bolton bergabung dengan acara itu.

“Aku bisa mendengarmu dengan sempurna,” katanya.

Bolton kemudian berceloteh soal perjalanan karirnya.

“Itu selalu menyenangkan bagi saya karena seluruh perjalanan butuh waktu lama sebelum saya sukses sehingga saya tidak tahu cara untuk tidak menghargainya.”

Dia menambahkan, “Ada waktu dan pengalaman yang berbeda dalam hidup saya, tetapi yang paling penting, kenyataan bahwa Anda memainkan [lagu saya] karena Anda tahu ada orang yang menyukainya selama bertahun-tahun, itu bukan hal sepele. Itu masalah besar bagi saya. Butuh waktu 18 tahun sebelum saya mulai mencetak hit.”

Bolton, yang saat ini sedang mempromosikan albumnya “A Symphony of Hits Opens a New Window” juga membagikan pengalamannya saat membuat kembali lagu-lagu kesayangannya dengan orkestra. “Itu sangat emosional,” katanya. “Saya terkejut melihat betapa emosionalnya saya karena lagu-lagu itu seolah membawa kembali ke waktu bertahun-tahun lalu, tetapi mereka adalah inti dari siapa saya,” katanya dikutip US Magazine, Selasa (5/2).

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiket konser “Monokrom” laris, Tulus senang sekaligus panik

Jakarta (ANTARA News) – Penjualan tiket konser bertajuk “Monokrom” yang habis dalam waktu singkat membuat Tulus merasa senang sekaligus panik.

Tulus mengaku panik karena akan berhadapan dengan penonton yang memiliki antusiasme tinggi pada konser yang digelar di Istora Senayan, besok.

“Awalnya ketika saat tahu tiket itu habis dalam waktu yang cepat, saya senang yah. Tapi senangnya cuma sebentar 5 sampai 10 menit selebihnya saya panik dan tidak bisa tidur, karena begitu banyak yang antusias untuk menonton konser saya besok,” ungkapnya saat ditemui di hard Rock Cafe, Jakarta Selatan, Selasa.

Pria bernama lengkap Muhammad Tulus itu, memulai karir bermusik sejak tujuh tahun lalu. Ia menggelar konser itu sebagai bentuk apresiasi kepada penonton yang telah menerima karyanya, sebagai penyanyi maupun pencipta lagu.

“Saya tidak pernah lupa memulai perjalan saya seperti apa dulu. Saya tidak mempunyai ekpektasi lebih, namun saya sadar dititipi bakat untuk bisa menulis lagu dan bernyanyi,” ujar Tulus.

Tulus menceritakan, awal konser tunggalnya digelar dengan skala kecil pada 2011 yang dihadiri keluarga dan sahabat di Bandung, Jawa Barat. Acara itu menjadi titik penting yang memupuk rasa percaya diri Tulus untuk berkiprah sebagai musisi.

“Jadi dulu tahun 2011, saya itu bikin konser tunggal pertama kali di Bandung dengan skala sangat kecil. Pada saat itu yang datang teman-teman dan keluarga saya, meski konser itu terbilang kecil namun energinya bisa saya rasakan sampai sekarang. Rasa percaya diri saya sebagai seorang pemusik itu lahir pada waktu itu,” ungkapnya.

Konser awal yang dihadiri keularga dan teman itu hanya disaksikan kurang dari 200 orang, namun kini Tulus mempunyai banyak penggemar di seluruh Indonesia.

“Besok adalah konser tunggal saya yang terbesar dalam perjalanan saya selama di musik Indonesia, yang akan disaksikan oleh ribuan pengemar saya di seluruh Indonesia,” ujarnya. 

Pada konser itu akan ada 23 lagu dengan durasi kurang lebih dua jam. Pintu akan mulai dibuka pada pukul lima sore guna menghindari antrean yang panjang.

Baca juga: Tiket konser Monokrom Tulus ludes terjual dalam 3 jam

Baca juga: Konser Monokrom Tulus, wujud apresiasi kepada pendengar setia

Baca juga: Ribuan penonton bernyanyi bersama Tulus di konser Monokrom

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiket konser Monokrom Tulus ludes terjual dalam 3 jam

Jakarta (ANTARA News) – Tiket konser tunggal Tulus bertajuk “Monokrom” yang digelar Rabu (6/2), habis terjual hanya dalam waktu tiga jam.

Direktur Utama PT Melon Indonesia by Telkom Indonesia, Dedi Suherman, mengatakan sebanyak 4.500 tiket telah habis, membuktikan kuatnya dukungan penggemar kepada Tulus.

“Sebanyak 4.500 tiket konser Monokrom Tulus di Jakarta sudah habis terjual hanya dalam waktu tiga jam. Ini adalah bentuk dukungan yang besar dari penggemar Tulus di Indonesia,” kata Dedi Suherman di Hard Rock Cafe, Jakarta, Selasa.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul menambahkan, konser Monokrom Tulus akan dipadati ribuan penggemar menyusul antusiasme publik yang tinggi pada konser itu.

“Antusias ini terlihat dalam penjualan ribuan tiket yang habis dalam hitungan kurang dari lima jam, hal ini mejadi torehan baru yang membanggakan bagi Tulus,” ujar Anas.

Kendati demikian, pihak penyelenggara juga sudah mempersipakan tiket tambahan untuk penggemar yang belum mendapatkan tiket konser ini.

“Besok kita menambah sebanyak 250 lembar tiket yang sudah disiapkan di Istora mulai jam 10 pagi,” lanjutnya.

Anas juga menambahkan dalam mega konser ini Tulus akan berkolaborasi dengan arsitek seperti Wiyoga Nurdiansyah untuk merancang panggung yang sedemikian rupa dan Papermoon Puppet Theatre yang akan menyuguhkan visual menarik.

“Ribuan penonton nanti akan dibuat terkesima dengan dengan megahnya tata panggung dan sajian visual menarik dari Pappermoon Puppet Theatre, bagi saya ini akan menjadi momen bersejarah bagi Tulus yang tak akan terlupakan,” tambahnya.

“Konser Monokrom Tulus” menjadi tajuk besar bagi momen spektakuler di mana karya-karya dari Tulus dalam album Monokrom dipresentasikan secara langsung kepada khalayak musik Indonesia.

Baca juga: Konser Monokrom Tulus, wujud apresiasi kepada pendengar setia

Baca juga: Tulus gelar konser di Istora Senayan 6 Februari 2019

Baca juga: Tulus: Gerakan Teman Gajah beli enam kalung pendeteksi lokasi gajah

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Konser Monokrom Tulus, wujud apresiasi kepada pendengar setia

Jakarta (ANTARA News) – Memperingati tujuh tahun bermusik di Indonesia, Tulus menggelar konser tunggal “Monokrom” sebagai bentuk terima kasih kepada para pendengar setianya, di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (6/2).

“Jadi saya selalu menjadikan konser itu sebagai ucapan terima kasih. Saya ingin sekali bilang dan saya ingin memberikan apresiasi balik kepada teman-teman yang menjadikan karya musik saya jadi ada nilainya,” ujar Tulus di Hard Rock Cafe, Jakarta Selatan, Selasa.

Tulus juga mengatakan, pada konsernya nanti ia ingin sebisa mungkin dekat dengan para penonton yang ada di tribun untuk bisa menyapa mereka agar bisa merasakan kedekatan dengannya, tidak hanya audio namun secara visual.

“Di konser ini saya mencoba menyalurkan ide saya untuk bisa bikin konser yang bisa dekat dengan penonton, jadi saya bikin panggung tidak hanya di tengah jadi nanti saya bisa akses ke penonton yang jauh dari saya agar saya bisa dekat dengan mereka,” katanya.

Ia mengakui bahwa nanti, dalam konsernya juga akan bekerja sama dengan 100 pemusik yang mengiringinya 

“Saya akan diringi dengan 100 pemusik yang masuknya itu bergantian yang akan standby 30 pemusik dan akan terus bertambah sampai 100 pemusik,” lanjutnya.

Monokrom sendiri merupakan album ketiga Tulus yang telah banyak mendapat penghargaan gemilang di dunia industri musik Indonesia.

Baca juga: Tulus gelar konser di Istora Senayan 6 Februari 2019

Baca juga: Ribuan penonton bernyanyi bersama Tulus di konser Monokrom

Baca juga: Tulus bawa “Labirin” ke game digital

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cardi B gelar aksi dukung pembebasan 21 Savage

Jakarta (ANTARA News) – Sederet rapper Amerika Serikat termasuk Cardi B, Quavo dan Metro Boomin ikut mendukung pembebasan 21 Savage dalam kampanye yang diinisiasi gerakan Black Lives Matter, dilansir Guardian, Selasa.

21 Savage, dengan nama asli Sheyaa Bin Abraham-Joseph, dituduh sebagai warga negara Inggris yang tinggal di AS dengan visa kadaluwarsa, dan telah ditahan oleh pejabat imigrasi AS.

Akta kelahiran yang diperoleh oleh Mail Online menunjukkan bahwa ia dilahirkan di Newham, London timur.

Bryan Cox, dari Immigration and Customs Enforcement (Ice) Enforcement (ICE) mengatakan, “Dia secara tidak sah ada di AS dan juga penjahat terpidana.”

Abraham-Joseph tetap ditahan, sementara pengacaranya Charles Kuck berpendapat bahwa ia ditahan berkat “informasi yang salah”.

Dia mengatakan, “ICE belum menuduh Abraham-Joseph dengan kejahatan apa pun. Sebagai anak di bawah umur, keluarganya melampaui visa kerja mereka, dan dia, seperti hampir dua juta anak lainnya, dibiarkan tanpa status hukum bukan karena kesalahannya sendiri.

“Ini adalah pelanggaran hukum perdata, dan penahanan berkelanjutan terhadap Abraham-Joseph tidak memiliki tujuan lain selain menghukumnya secara tidak perlu dan mencoba mengintimidasi dia agar menyerahkan haknya untuk melawan agar tetap bisa tinggal di Amerika Serikat.”

Kampanye media sosial, #Free21Savage, juga telah dimulai. Cardi B yang pernah berkolaborasi dengan 21 Savage dalam lagunya Bartier Cardi, menulis di Instagram, “Kami akan membaca dan mendidik diri sendiri tentang situasi ini dan kami akan mengambil tindakan!”

“21 tidak datang ke sini secara ilegal dan tidak kedapatan melakukan sesuatu yang ilegal atau melakukan kejahatan apa pun! sebenarnya dia telah mengubah seluruh hidupnya dan seperti yang dapat Anda lihat, dia sangat positif dalam aksi dan musiknya.”

Kolaborator lain termasuk rapper Quavo dan Post Malone, dan produser Metro Boomin, juga mendukung kampanye oleh Black Lives Matter.

Rapper Killer Mike juga menyuarakan dukungan, dia mencuit, “Harapan saya yang tulus adalah untuk melihat pemuda ini yang telah membuat jalan bagi dirinya sendiri diizinkan untuk tetap tinggal dan terus makmur dan menumbuhkan warisannya.”

Sementara itu, penyanyi Demi Lovato sempat mencuit soal 21 Savage. Setelah pemberitaan penahanan 21 Savage, meme soal itupun marak beredar dan Lovato jadi salah satu yang ikut menertawakan meme tersebut.

“Sejauh ini meme 21 Savage telah menjadi bagian terfavorit dari Super Bowl,” kata Lovato dalam unggahan di Twitter yang kini telah dihapus.

Sontak, cuitan Lovato menuai protes. Sejumlah musisi ikut menghujat Lovato yang dianggap tak sensitif.

Akhirnya Demi Lovato menghapus akun media sosialnya itu karena dihujat oleh netizen.
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ariana Grande digugat atas hak cipta

Jakarta (ANTARA News) – Ariana Grande digugat seorang seniman Las Vegas yang menuduh sang bintang pop itu melakukan pelanggaran hak cipta federal atas gambar seorang wanita dalam nyala lilin di video musik “God is a Woman” yang ditonton secara luas, dilansir Time, Selasa.

Perwakilan Ariana Grande tidak segera menanggapi gugatan yang diajukan pada Kamis di Pengadilan Distrik AS di Nevada oleh Vladimir Kush dan perusahaannya, Kush Fine Arts Las Vegas, Senin.

Gugatan menyebut gambar yang muncul kurang dari satu menit dalam video musik Ariana Grande di tahun 2018 itu hampir identik dengan lukisan Kush yang dibuat pada tahun 1999 dan berhak cipta tahun 2000.

Kush menuntut ganti rugi uang yang tidak ditentukan dan penghapusan video dari internet.

Video berdurasi empat menit itu telah ditonton hampir 200 juta kali di YouTube sejak diposting Juli lalu.

Gugatan tersebut mencantumkan Grande dengan nama Ariana Grande-Butera, bersama dengan terdakwa Universal Music Group dan direktur video, produser dan perusahaan produksi.

Susan Gutierrez, seorang pengacara yang mewakili Grande dalam gugatan pelanggaran hak cipta 2016, pada Senin menolak berkomentar tentang kasus Las Vegas.

Kasus 2016, di Los Angeles, melibatkan klaim penulis lagu bahwa lagu Grande “One Last Time” mirip dengan karyanya dua tahun sebelumnya. Itu diselesaikan pada Agustus 2017.

Pengacara Kush di Las Vegas adalah Mark Tratos, yang pernah mewakili pesulap bisu Teller, dari Penn & Teller, dalam gugatan hak cipta 2012 yang membuat seorang penghibur asal Belanda bersalah karena mencuri trik sulap Teller dan menjualnya secara online.

Tratos menolak pada hari Senin untuk berkomentar.

Baca juga: Ariana Grande kirim pesan ulang tahun untuk Mac Miller

Baca juga: Michael Jackson Estate gugat saluran abc atas pelanggaran hak cipta

Baca juga: Pengadilan AS: Monyet berswafoto tidak dapat gugat hak cipta

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BTS akan tampil di Grammy Awards

Jakarta (ANTARA News) – Boy band K-pop BTS akan tampil di Grammy Awards untuk memberikan penghargaan di acara itu, demikian menurut laporan Variety, Senin (4/2).

Selain tampil, BTS juga bersiap membawa pulang satu piala Grammy tahun ini untuk album “Love Yourself: Tear” yang masuk nominasi Grammy Awards 2019 dalam kategori Best Recording Package dengan art director album, HuskyFox.

Dalam kategori itu, BTS bersaing dengan St. Vincent (album “Masseduction”), Mitski (“Be the Cowboy”), Chairman (“The Offering”), dan Foxhole (“Well Kept Thing”).

Kabarnya Taylor Swift dan Maroon 5 yang juga jadi nomine tidak akan hadir di Grammy.

Taylor dinominasikan untuk album vokal pop terbaik lewat “Reputation”, sementara Maroon 5 dinominasikan untuk penampilan duo/grup pop terbaik lewat “Girls Like You” dengan Cardi B.

Grammy Awards yang dipandu oleh Alicia Keys, akan disiarkan langsung dari Staples Center di Los Angeles melalui CBS pada Minggu, 10 Februari 2019, pukul 8.00 malam waktu setempat.

Para penampil yang dikonfirmasi sejauh ini termasuk Camila Cabello, Cardi B, Brandi Carlile, Miley Cyrus, Dan + Shay, H.E.R., Post Malone dengan Red Hot Chili Peppers, Shawn Mendes, Janelle Monáe, dan Musgraves Kacey.

Puncaknya akan ada penampilan oleh Drake.

Baca juga: Game BTS segera hadir

Pewarta:
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

RUU Permusikan, Mas Anang Yes, Kami No

Jakarta (ANTARA News) – Pengamat musik Wendi Putranto dengan tegas menolak Rancangan Undang-Undang Permusikan karena substansi yang terkandung dalam pasal-pasal di RUU tersebut bermasalah.

“Soal RUU Permusikan, kalau Mas Anang ‘yes’, kami ‘no’,” kata Wendi, menirukan jargon Anang Hermansyah di acara pencarian bakat, saat ditemui di Jakarta, Senin.

Anang Hermansyah, yang sudah puluhan tahun berada di industri musik Indonesia, sejak 2014 lalu menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang turut merumuskan RUU Permusikan ini.

Wendi tergabung dalam Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan, saat ini berisi lebih dari 200 musisi dan pelaku industri musik, jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah. 

Mereka menemukan setidaknya 19 pasal yang bermasalah dalam RUU tersebut, berpotensi membatasi dan menghambat proses kreasi serta kebebasan berekspresi. Wendi juga menilai dasar permasalahan dalam merumuskan undang-undang ini tidak aktual.

Pembajakan karya musik menjadi salah satu hal yang menjadi landasan RUU ini, padahal menurut Wendi, kenyataan di lapangan sudah tidak relevan.

“Sekarang CD bajakan sudah nggak laku, pembajaknya juga bangkrut,” kata Wendi.

Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, menurut Wendi juga sudah bertindak mengatasi pembajakan karya digital, misalnya dengan memblokir situs-situs yang memuat konten bajakan.

“Berarti sekarang problem-nya bukan pembajakan,” kata dia.

Anang dalam pertemuan dengan para musisi yang berlangsung pagi ini menyatakan sudah mendengarkan pendapat dari para profesional, termasuk musisi, untuk merumuskan rancangan undang-undang ini. Wendi mengamini musisi memang diundang ke pertemuan, namun, menurut dia, hanya nama-nama besar yang diundang dan mewakili seluruh pelaku musik di Indonesia.

Koalisi ini tidak hanya menyatakan sikap penolakan mereka terhadap RUU ini di atas kertas, mereka juga sudah menggalang suara melalui petisi di internet. Wendi berharap gerakan ini akan dikenali sebagai “pressure group” sehingga dapat diajak berdiskusi untuk membahas RUU ini.

Baca juga: Tanggapan Anang Hermansyah soal kritikan Jerinx

Baca juga: Anang menyangkal jadi perumus draft RUU Permusikan

Baca juga: Musisi indie tolak RUU Permusikan

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pro-kontra sertifikasi musik di kalangan musisi

Jakarta (ANTARA News) – Rancangan Undang-Undang Permusikan beberapa hari ini menjadi perdebatan hangat di kalangan para musisi, salah satu hal yang mereka kritisi berkaitan dengan kewajiban untuk memiliki sertifikat bermusik.

Sejumlah pasal dalam RUU tersebut mengatur penyelenggaraan musik dan pengembangan pelaku musik dengan cara mengikuti uji kompetensi. Musisi dan pegiat musik banyak yang menolak pasal tersebut karena merasa sertifikasi musik menjadi sebuah kewajiban, padahal, menurut mereka, sebenarnya pilihan.

Pengamat musik Wendi Putranto menilai sertifikasi musik merupakan hal yang bersifat opsional karena tidak semua hal dalam musik perlu dinilai.

Dia menyoroti musik klasik, yang memang sejak lama memiliki penilaian dalam bentuk sertifikat karena memiliki aturan-aturan yang belum tentu ditemukan di aliran musik lain, seperti rock.

“Musik klasik memang perlu (sertifikasi), tapi, tidak berarti jadi standardisasi,” kata dia.

Glenn Fredly juga menganggap sertifikasi bermusik bukan sesuatu yang wajib karena bagi para musisi, ketika tampil bahkan hingga keluar negeri, profil mengenai karya musik mereka lebih dilirik.

Sandy, drummer PAS Band, meski pun tidak menyetujui banyak hal dari RUU Permusikan, dia bersikap mendukung masalah sertifikasi karena, meski pun bersifat opsional, mereka juga membutuhkan sertifikat tersebut.

“Kalau sewaktu-waktu ditanyakan, kita punya,” kata Sandy.

Sandy mengaku, berkali-kali main di luar negeri, dia belum pernah ditanyai mengenai sertifikat bermusik. Tapi, dia pernah mendengar pengalaman dari grup musik senior Bimbo yang gagal tampil di luar negeri karena tidak memiliki sertifikat musik.

“Saya di posisi pro dan kontra untuk RUU Permusikan. Soal sertifikasi karena kebutuhan global, harus pro, kebaikan bersama juga,” kata dia.

“Menurut saya, sertifikasi bagus, tapi, parameternya apa?” kata dia.

Karya yang mengedepankan nilai-nilai estetika, seperti musik dan lukisan, menurut Sandy sulit diukur karena setiap karya tidak hanya dibuat dengan pikiran, namun, juga hati.

“Misalnya, lebih bagus yang mana, lukisan Basuki Abdullah atau Affandi? Tidak bisa menilai seperti itu,” kata dia.

Musisi pun memiliki beragam cara untuk belajar musik, ada yang mendapatkannya melalui jalur formal seperti sekolah musik, tapi, banyak juga yang belajar secara autodidak. Ada musisi yang memahami not balok, namun, ada juga juga yang tidak bisa membaca not balok dan tetap bisa berkarya.

“Parameter uji kompetensi apa? Apakah harus bisa baca not balok? Apakah orang-orang yang bisa baca not balok lebih baik dari orang yang nggak bisa? Nggak juga,” kata dia.

Pun jika ada paramater untuk disebut kompeten, Sandy masih menilainya sebagai wilayah abu-abu karena begitu banyak hal yang harus diperhatikan dalam bermusik.

Misalnya, apakah seorang yang dianggap kompeten harus bergabung dengan band, apakah kompetensi untuk orang yang pernah menciptakan lagu akan sama dengan orang yang hanya menyumbangkan judul.*

Baca juga: Musisi indie tolak RUU Permusikan

Baca juga: Pengamat minta RUU Permusikan dikaji ulang

Baca juga: Kata Armand Maulana soal RUU Permusikan

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Glenn Fredly ingin RUU Permusikan menyatukan musisi

Jakarta (ANTARA News) – Musisi Glenn Fredly sangat antusias menyuarakan pendapatnya mengenai Rancangan Undang-Undang Permusikan yang menurut dia sangat perlu dikawal.

“Saya menolak pasal-pasal yang berhubungan dengan kebebasan berekspresi. Ekosistem musik Indonesia punya problem dari hulu ke hilir yang harus dikelola, dihubungkan sebagai ekosistem,” kata Glenn Fredly dalam pertemuan dengan para musisi di Jakarta, Senin.

Glenn menginginkan peraturan ini akan dapat mencakup para pelaku musik, baik yang berada di industri maupun non-industri, agar bisa memiliki hubungan timbal balik dan saling mendukung.

Sang musisi mengingatkan bahwa skena musik bukan hanya berada di kota-kota besar seperti Jakarta saja, namun, tersebar di seluruh Indonesia termasuk para musisi yang berada di wilayah Timur.

Musisi merasa keberatan atas ketentuan-ketentuan yang dirumuskan dalam RUU tersebut, salah satunya adalah pasal 5 yang dianggap menghambat proses kreasi mereka.

Dalam pasal 5 RUU tersebut, disebutkan dalam proses kreasi dilarang, antara lain mendorong khalayak umum melakukan kekerasan, memuat konten pornografi, menistakan agama, memprovokasi ras atau golongan tertentu dan mendorong khalayak umum melakukan tindakan melawan hukum.

Para musisi berpendapat pasal tersebut multitafsir dan tidak ada standard ukuran yang jelas.

Baca juga: Pro-kontra RUU permusikan
Baca juga: Anang menyangkal jadi perumus draft RUU Permusikan

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tanggapan Anang Hermansyah soal kritikan Jerinx

Jakarta (ANTARA News) – Musisi yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi X, Anang Hermansyah menganggap kritikan Jerinx Superman Is Dead (SID) di media media sosial mengenai draft Rancangan Undang-Undang Permusikan merupakan suatu masukan dan kritik dapat dilontarkan melalui berbagai macam cara.

“Ini masukan, masukan itu ada berbagai macam cara,” kata Anang, ditemui usai pertemuan dengan para musisi di Jakarta, Senin.

Menurut Anang, menerima masukan dari berbagai pihak merupakan hal yang harus dia jalani demi memperbaiki rancangan undang-undang yang ditentang oleh banyak musisi ini.

“Supaya memperkaya apa yang sekarang ada, nanti, kita bahas,” kata dia.

Rancangan Undang-Undang Permusikan menuai kontroversi di kalangan musisi karena dianggap membatasi kreasi dan kebebasan berekspresi.

Musisi merasa keberatan atas ketentuan-ketentuan yang dirumuskan dalam RUU tersebut, salah satunya adalah pasal 5 yang dianggap menghambat proses kreasi mereka.

Dalam pasal 5 RUU tersebut, disebutkan dalam proses kreasi dilarang, antara lain mendorong khalayak umum melakukan kekerasan, memuat konten pornografi, menistakan agama, memprovokasi ras atau golongan tertentu dan mendorong khalayak umum melakukan tindakan melawan hukum.

Para musisi berpendapat pasal tersebut multitafsir dan tidak ada standard ukuran yang jelas.

Anang menyatakan dalam sebuah pertemuan dengan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia beberapa waktu lalu, dia menyatakan tidak menyetujui pasal tersebut.

“Saya bilang tidak setuju dengan pasal 5 itu,” kata Anang menegaskan pernyataannya.

Anang berjanji akan medengarkan masukan-masukan dari musisi dan pelaku industri musik untuk memperbaiki rancangan peraturan ini.

Baca juga: Anang menyangkal jadi perumus draft RUU Permusikan

Baca juga: Anang tolak ide Pasha Ungu soal “Hari Duka Cita Musik Indonesia”

Baca juga: Komisi X minta Kemendikbud terbitkan pelaksanaan UU Perfilman

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anang menyangkal jadi perumus draft RUU Permusikan

Jakarta (ANTARA News) – Musisi sekaligus anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah menyangkal jika disebut sebagai perumus draft RUU Permusikan.

Hal itu disebutkan Anang dalam wawancara bersama penyanyi Anji di channel Youtube dunia Anji yang tayang Minggu (3/2).

Dalam wawancara itu, Anang mengelak disebut sebagai perumus draft RUU namun dia mengaku sebagai salah satu yang mengusulkan.

“Yang mengusulkan, yup. Karena ada badan, (draft RUU) diusulkan badan legislasi dan ada badan keahlian dewan yang khusus menyusun dan merencanakan rancangan ini. Aku salah satu orang yang diminta pendapat sebagai sumber ada lagi sumber aspirasi dari konferensi musik yang di Ambon, yang (menghasilkan) 12 poin,” kata Anang dalam sesi wawancara berdurasi 22 menitan itu.

Deklarasi Ambon yang dimaksud adalah Deklarasi hasil Konferensi Musik Indonesia 2018 yang digelar bertepatan dengan Hari Musik Nasional 9 Maret 2018.

Selain merujuk hasil Deklarasi Ambon, draft RUU Permusikan juga dirumuskan berdasarkan riset Badan Legislasi.

“Selain itu, Badan Legislasi melakukan perjalanan menyerap aspirasi dari salah satunya ISI (Institut Seni Indonesia), Bagong Kusudiarjo dan banyak lagi, masukan itulah yang jadi Draft RUU,” katanya dalam video yang sampai saat ini sudah nyaris ditonton 37 ribu orang tersebut.

Dalam wawancara itu Anang juga sempat menyinggung soal hebohnya draft RUU tersebut dan banyaknya tudingan terhadapnya.

“Nano-nano rasanya asam, manis, pahit. Tapi semua yang terjadi adaah masukan positif. Aku menerima dengan baik dan itulah azas dari Undang-undang, maka disampaikan ke publik untuk dicermati, untuk diberikan masukan, mana yang penting dan yang tidak penting boleh didrop,” katanya.

Baca juga: Musisi indie tolak RUU Permusikan

Baca juga: Anang: RUU permusikan rampung tahun ini

Baca juga: Kata Armand Maulana soal RUU Permusikan

Baca juga: Pengamat minta RUU Permusikan dikaji ulang

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yusuf Ubay, vokalis baru Nidji

Jakarta (ANTARA News) – Grup band Nidji memperkenalkan vokalis baru, Yusuf Ubay sebagai pengganti Giring Ganesha yang tengah fokus di dunia politik.

“Selamat datang @yusufubay29 di keluarga besar Nidji, sebagai vokalis baru yang melanjutkan perjuangan @giring yang sudah berkarya bersama kami selama 17 tahun dan sekarang giliranmu. Doa terbaik kami untukmu. Semoga perjalanmu di tahun ini dan seterusnya bersama kami selalu diberikan yang terbaik olehNYA, amin,” pernyataan resmi Nidji lewat akun Instagram mereka @nidjiofficial, dikutip Senin.

“Apapun yang akan terjadi maka terjadilah. Nidji jalan terus! Untuk seluruh Nidji Holic, silahkan berikan komentar positifmu dan masukan untuk Ubay, agar dapat menjadi lebih baik & lebih baik lagi”

Ubay menjadi vokalis Nidji melalui proses audisi. Audisi dilakukan di sembilan kota, antara lain Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Makassar, Manado, Ambon, dan Surabaya sejak 19 Desember 2018.

Baca juga: Nidji cari vokalis baru penerus Giring

Baca juga: Kriteria vokalis baru Nidji pilihan Giring

Ubay, yang memiliki nama lengkap Muhammad Yusuf Nur Ubay, merupakan salah satu kontestan Indonesian Idol musim kedelapan pada tahun 2014. Pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah itu berusia 22 tahun.

“Bingung mau ngomong apa, sekali lagi terimakasih untuk semua dukungan, doa dan energi positif dari kalian semua. Terimakasih @nidjiofficial sudah menerima saya dengan hangat,” tulis Ubay lewat Instagram Stories-nya.

“Dan untuk mas @giring Inshaallah saya sudah siap meneruskan yang harus dijalankan. Dan salam kenal untuk para NIDJI HOLIC, mohon izin ya semua, terimakasih,” tambahnya.
 

Pada September 2017, Giring mengumumkan dirinya terjun ke dunia politik dengan bergabung ke dalam Partai Solidaritas Indonesia.

Nidji yang sebelumnya beranggotakan Giring, Ariel, Andro, Adri, Run-D dan Rama sempat vakum sejak awal 2018. Saat mengumumkan vakum, para penggemarnya menyebarkan tagar #SelamatTidurNidji di media sosial.

“Regenarasi … melanjutkan yang baik dengan doa dan niat yang baik. Goodluck @yusufubay29 … selamat senang senang berkarya dan merayakan hidup bersama @nidjiofficial …
Love u @musicastudios yang selalu berada di belakang kami dan percaya dengan kami dari dulu sampai sekarang…” tulis Giring di akun Instagram-nya.

Baca juga: Tanpa Giring, Nidji akan ubah gaya musik

Baca juga: Sibuk kampanye, ini yang dirindukan Giring Ganesha dari Nidji

Baca juga: Nidji vakum, tagar #SelamatTidurNidji hiasi media sosial

Pewarta: Monalisa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Musisi indie tolak RUU Permusikan

Jakarta (ANTARA News) – Sebanyak 53 orang musisi yang bergerak secara independen dengan tidak mendistribukan karya melalui label rekaman besar, menyatakan penolakannya terhadap Rancangan Undang-Undang Permusikan karena dianggap menghambat dan membatasi proses kreasi mereka.

Para musisi indie itu, di antaranya Mondo Gascaro, Danilla Riyadi, Agustinus Panji Mardika, Jason Ranti dan Cholil Mahmud, menyebut RUU tersebut juga tumpang tindih dengan undang-undang lain seperti UU Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU Hak Cipta.

“Kalau ingin musisi sejahtera, sebetulnya sudah ada UU Pelindungan Hak Cipta dan lain sebagainya dari badan yang lebih mampu melindungi itu. Jadi, untuk apa lagi RUU Permusikan ini,” kata Danilla dalam keterangan tertulis, yang diterima Minggu.

Menurut mereka ada sekitar 19 pasal yang bermasalah, mulai dari redaksional atau bunyi pasal,  ketidakjelasan mengenai siapa dan apa yang diatur hingga persoalan mendasar atas jaminan kebebasan berekspresi dalam bermusik.

Mereka juga menilai peraturan ini dapat memarjinalisasi musisi independen karena pasal 10 yang mengatur distribusi karya musik tidak memberikan ruang kepada musisi untuk mendistribusikan karya secara mandiri.

Para musisi juga menyatakan keberatan terhadap sertifikasi dan uji kompetensi bagi musisi yang melalui RUU ini terkesan wajib. Menurut Mondo Gascaro, sertifikasi musik umumnya bersifat opsional. Lembaga sertifikasi musik yang ada pun biasanya tidak memaksa pelaku musik untuk memiliki sertifikat.

Selain itu, pasal-pasal terkait uji kompetensi ini berpotensi mendiskriminasi musisi autodidak untuk tidak dapat melakukan pertunjukan musik jika tidak mengikuti uji kompetensi.

Saat dihubungi Antara, Agustinus Panji Mardika, peniup terompet yang tergabung dalam grup Pandai Besi dan Efek Rumah Kaca, menegaskan bahwa undang-undang tersebut merugikan karena membatasi proses kreasi dan pasal-pasal di dalamnya menimbulkan multitafsir akibat parameter yang digunakan tidak jelas.

“Pasal tentang sertifikasi musisi yang harusnya bersifat opsional, tapi, di RUU ini seakan-akan menjadi syarat wajib untuk kompetensi sebagai musisi,” katanya kepada Antara.

Dia juga menyoroti pasal yang berkaitan dengan penyelenggaraan musik. Disebutkan bahwa penyelenggaraan musik hanya bisa melalui lembaga yang memiliki izin. 

Ia pun mengkhawatirkan akan terjadi monopoli karena terkesan harus menggandeng pembuat acara (event organizer) musik untuk menyelenggarakan sebuah pertunjukan.

Hal senada juga disampaikan Jason Ranti. Ia menilai ketentuan untuk mendistribusikan karya, berdasarkan RUU tersebut, hanya dapat dilakukan oleh industri besar, tidak memperhatikan fakta yang terjadi di lapangan bahwa banyak musisi yang tidak tergabung dalam label atau distributor besar.
 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Brian May bantah menolak tampil di Oscar

Jakarta (ANTARA News) – Gitaris Queen, Brian May membantah klaim bahwa dirinya dan rekannya Roger Taylor menolak tawaran untuk tampil di Oscar.

“TIDAK! Kami tidak pernah menolak bermain di Oscar,” tulisnya di akun Instagramnya @brianmayforreal, seperti dilansir laman NME, Minggu.

“Kami hanya bahagia dan bangga Bohemian Rhapsody mendapat lima nominasi, dan kami akan hadir di sana untuk memberi dukungan!!!”.

Sebelumnya, Daily Express melaporkan bahwa May dan Taylor menolak kesempatan untuk tampil di acara Oscar, namun May memberikan klarifikasinya di Instagram.

Biopik Queen mendapat nominasi untuk lima penghargaan, termasuk film terbaik dan aktor terbaik. Sebelumnya, Rami Malek telah membawa pulang penghargaan aktor terbaik Golden Globes, pada awal tahun ini.

Perhelatan Academy Awards ke-91 akan digelar, Minggu 24 Februari waktu setempat, di Dolby Theatre, Hollywood, Los Angeles.
 

Baca juga: Brian May sebut Rami Malek pantas dapat Piala Oscar

Baca juga: Bradley Cooper-Lady Gaga bawakan “Shallow” di Oscar

Baca juga: Brian May kirim doa untuk Seventeen

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dewa 19 lantunkan 12 lagu dalam konser di Malaysia

Kuala Lumpur (ANTARA News) – Grup band ternama Indonesia, Dewa 19, melantunkan 12 lagu dalam konser reuni di Stadion Melawati, Shah Alam, Selangor, Malaysia, Sabtu malam (2/2).

Band kawakan berasal dari Surabaya yang telah berusia 33 tahun tersebut membawakan berbagai lagu andalan di antaranya “Cintakan Membawaku Kembali”, “Kamu lah Satu Satu-nya”, “Pupus”, “Risalah Hati”, “Perempuan Paling Cantik”, “Dewi”, “Dua Sejoli” dan sebagainya.

Dalam konser bertajuk “Dewa19Reunion Live in Malaysia” ini mereka tampil tanpa Ahmad Dhani yang kini harus dipenjara karena kasus ujaran kebencian. Namun, Dhani diwakili oleh dua putranya, Abdul Kadir Jaelani dan Al Ghazali.

Konser pembuka atau opening art diawali dengan penampilan Andra and The Backbone yang di antaranya membawakan lagu “Sempurna”.

Setelah itu vokalis Band Dewa 19 Ari Lasso menggebrak dengan lagu “Elang”, “Restoe Bumi”, “Manusia Biasa”, “Cukup Siti Nurbaya”, “Persembahan Dari Surga”, “Satu Hati”.

Setelah itu vokalis Band Dewa 19 yang lain Once Mekel membawakan “Dua Sejoli”, “Kosong”, “Dewi”, Perempuan Paling Cantik”, “Pupus”. Setelah itu duet Ari Lasso dan Once membawakan lagu “Kamu lah Satu Satu nya”.

Penampilan para vokalis tersebut mendapat sambutan meriah dari Baladewa dan Baladewi Malaysia, sebutan untuk para penggemar Dewa 19, yang mulai masuk Stadion Melawati pukul 19.00 malam.

Peristiwa haru terjadi saat Ari Lasso membawakan lagu “Hadapi Dengan Senyuman” dan dia meminta semua lampu dimatikan dan diganti dengan flash light atau lampu handphone.

“Sebelum kita mulai saya ingin suasana panggung ini gelap. Lampu di atas mati. Semua menyalakan `flash light` masing-masing. Pasti ada yang mereka dan nanti kita tunjukkan ke Ahmad Dani. Kita belum akan mulai Stadion Melawati diterangi `flash light` kalian semua,” katanya. Setelah itu Ari Lasso menyebutkan nama “Dul” kemudian syuting video diarahkan ke anak bungsi Ahmad Dani tersebut kemudian meneriakkan “Be Strong Ahmad Dani”.

Abdul Kadir Jaelani yang berada di panggung tidak kuasa menahan air mata-nya sehingga Ari Lasso berusaha memeluk punggung anak bungsu Ahmad Dani tersebut sedangkan Al Ghazali yang mengabadikan juga nampak sesengukan.

“Tau mulai dari bayi nya Dul Jaelani hingga sekarang, semalam Dul menggantikan ayahnya untuk bermain di Dewa 19 Reuni. Dalam jangka waktu yang singkat harus menguasai materi lagu Dewa 19 dan kamu mampu menguasainya. Sebagai sesama musisi kita salut,” tulis Stevi Item dari Andra and The Backbone dalam instagramnya.

Baca juga: Dul berurai air mata pada konser Dewa 19 di Malaysia
Baca juga: Tanpa Ahmad Dhani, Dewa 19 bagai sayur tanpa garam

Pewarta:
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dul berurai air mata pada konser Dewa 19 di Malaysia

Kuala Lumpur (ANTARA News) – Grup band ternama dari tanah air Dewa 19 menampilkan 12 lagu pada konser “Dewa19Reunion Live in Malaysia” yang berlangsung di Stadion Melawati, Shah Alam, Selangor Malaysia, Sabtu (2/2/19) malam.

Band kawakan asal Surabaya yang telah berusia 33 tahun tersebut membawakan berbagai lagu andalan diantaranya lagu “Cintakan Membawaku Kembali”, “Kamu lah Satu Satu-nya”, “Pupus”, “Risalah Hati”, “Perempuan Paling Cantik”, “Dewi”, “Dua Sejoli” dan sebagainya.

Mereka tampil dengan formasi lengkap sedangkan Ahmad Dhani yang sedang di penjara mewakilkan kepada anaknya Abdul Kadir Jaelani pada keyboard yang datang dengan ditemani kakak-nya Al Ghazali.

Peristiwa haru terjadi saat Ari Lasso membawakan lagu “Hadapi Dengan Senyuman” dan dia meminta semua lampu dimatikan dan diganti dengan flash light atau lampu handphone.

“Sebelum kita mulai saya ingin suasana panggung ini gelap. Lampu di atas mati. Semua menyalakan flash light masing-masing. Pasti ada yang mereka dan nanti kita tunjukkan ke Ahmad Dhani. Kita belum akan mulai Stadion Melawati diterangi flash light kalian semua,” katanya.

Setelah itu Ari Lasso menyebutkan nama “Dul”. Video lalu mengarah ke anak bungsi Ahmad Dani tersebut. Lantas, Ari meneriakkan “Be Strong Ahmad Dani”.

Abdul Kadir Jaelani yang berada di panggung tidak kuasa menahan air mata-nya sehingga Ari Lasso berusaha memeluk punggung anak bungsu Ahmad Dhani tersebut sedangkan Al Ghazali yang mengabadikan juga nampak sesengukan.

“Tahu mulai dari bayi-nya Dul Jaelani hingga sekarang, semalam Dul menggantikan ayahnya untuk bermain di Dewa 19 Reuni. Dalam jangka waktu yang singkat harus menguasai materi lagu Dewa 19 dan kamu mampu menguasainya. Sebagai sesama musisi kita salut,” tulis Stevi Item dari Andra and The Backbone dalam instagramnya.
 

Baca juga: Tanpa Ahmad Dhani, Dewa 19 bagai sayur tanpa garam

Baca juga: Dewa 19 tetap konser di Malaysia meski tanpa Ahmad Dhani

Disambut meriah

Konser pembuka atau opening art diawali dengan penampilan Andra and The Backbone yang diantaranya membawakan lagu “Sempurna”.

Setelah itu vokalis Band Dewa 19 Ari Lasso menggebrak dengan lagu “Elang”, “Restoe Bumi”, “Manusia Biasa”, “Cukup Siti Nurbaya”, “Persembahan Dari Surga”, “Satu Hati”.

Kemudian vokalis Band Dewa 19 yang lain Once Mekel membawakan “Dua Sejoli”, “Kosong”, “Dewi”, Perempuan Paling Cantik”, “Pupus”. Setelah itu duet Ari Lasso dan Once membawakan lagu “Kamu lah Satu Satu nya”.

Penampilan para vokalis tersebut mendapat sambutan meriah dari Baladewa dan Baladewi Malaysia, sebutan untuk para penggemar Dewa 19 yang mulai masuk Stadion Melawati pukul 19.00 malam.

Baca juga: Baladewa gelar solidaritas Ahmad Dhani

Baca juga: Mulan Jameela hadiri aksi Solidaritas Ahmad Dhani

Baca juga: Ahmad Dhani daftarkan memori banding ke pengadilan

Baca juga: Relawan Prabowo-Sandi gelar aksi dukung Ahmad Dhani di Rutan Cipinang

Pewarta:
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Konser reuni Dewa 19 di Malaysia

Foto personel Dewa 19 terlihat di layar panggung pada konser Dewa 19 Reunion feat Ari Lasso & Once Mekel Live in Malaysia di Stadion Melawati, Shah Alam, Selangor Malaysia, Sabtu (2/2/2019) malam. Konser reuni band kawakan asal Surabaya yang telah berusia 33 tahun tersebut menampilkan sejumlah lagu andalan diantaranya “Cintakan Membawaku Kembali”, “Hadapi Dengan Senyum'” serta 12 lagu lainnya. ANTARA FOTO/Rafiuddin Abdul Rahman/wsj.

Bradley Cooper-Lady Gaga bawakan “Shallow” di Oscar

Jakarta (ANTARA News) – Bradley Cooper dan Lady Gaga akan tampil dalam penghargaan Academy Awards tahun ini. 

Dua bintang “The Star Is Born” dijagokan untuk memenangkan Oscar pada 24 Februari mendatang. Mereka juga akan membawakan lagu “Shallow” yang masuk dalam nominasi Best Original Song.

Hal tersebut diungkap melalui akun Twitter resmi @TheAcademy yang mengatakan bahwa Bradley dan Gaga akan tampil dalam upacara penghargaan Academy Awards.

“Cooper. Gaga. “Shallow.” #Oscars,” tulis akun @TheAcademy, dikutip NME, Sabtu.

Film “The Star is Born” dinominasikan untuk kategori Film Terbaik. Sedangkan Bradley dan Gaga, masing-masing masuk nominasi Aktor dan Aktris Terbaik

Sam Elliot juga dinominasikan untuk Aktor Pendukung Terbaik untuk perannya dalam film ini.

“The Star is Born” pun masuk dalam nominasi Skenario Adaptasi Terbaik, Sinematografi Terbaik dan Sound Mixing Terbaik.

Selain Lady Gaga dan Bradley Cooper, ada Jennifer Hudson, Gillian Welch dan David Rawlings yang juga akan tampil dalam acara tersebut. Sedangkan untuk Kendrick Lamar dan SZA, belum diketahui apakah ia akan membawakan lagu “All the Stars” dari film “Black Panther”.

Baca juga: Menang Critics Choice Awards, Lady Gaga justru berduka

Baca juga: “Shallow” karya Lady Gaga dkk sabet penghargaan Golden Globe

Penerjemah: Maria Cicilia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Berpisah delapan tahun, Anji dan Drive akan bersatu di panggung

Jakarta (ANTARA News) – Berpisah selama delapan tahun, akhirnya Anji akan kembali satu panggung bersama band Drive dalam sebuah konser kolaborasi bertajuk “Konser Esok Lebih Baik”.

Anji resmi hengkang dari Drive pada tahun 2011. Setelah keluar, sempat beredar kabar jika Anji dan Drive memiliki hubungan yang tidak baik.

Kini mereka ingin memperlihatkan kepada penggemar bahwa antara Anji dan Drive memang tidak memiliki masalah.

Ide kolaborasi antara Anji dan Drive sudah tercetus sejak tahun 2018. Saat itu, Anji bertemu dengan Dygo (bassis Drive) yang akhirnya memutuskan untuk manggung bersama lagi.

Baca juga: Anji akan garap proyek kolaborasi bersama Drive

“Yang memprakarsai adalah Roberto Pieter, manager Drive. Di situlah kami ngobrol dan membicarakan panggung-panggungan yang dulu biasa kami jalani. Kalau Drive, seperti biasa kita selalu membawakan lagu-lagu Drive. Dan Anji, yang selain membawakan lagu hits dari solo albumnya, ternyata masih membawakan lagu-lagu Drive juga,” ujar Budi selaku gitaris Drive melalui keterangan resmi yang diterima Antara, Sabtu.

Meski demikian, mereka tidak ingin menyebut kolaborasi tersebut sebagai konser reuni. Sebab, saat ini Drive sudah memiliki vokalis baru yakni Rizky yang tidak lain adalah mantan vokalis The Titans.

“Mungkin bukan reuni, tapi semacam konser kolaborasi,” jelas Budi.

Baca juga: Resep konten viral ala Anji dan Virgoun

Nama konser “Esok Lebih Baik” diambil dari judul album perdana Drive ketika Anji masih jadi vokalisnya. Harapannya agar persahabatan mereka menjadi lebih baik lagi.

“Konsep kami bikin bareng, ini lebih ke persahabatan. Dulu kan ada berita kurang baik antara kami. Dengan adanya konser ini, kami ingin lunturkan berita itu,” kata Anji.

Konser “Esok Lebih Baik” akan dilaksanakan pada 9 Februari 2019 di Bekasi Convention Centre. Harga tiketnya dibagi menjadi dua kategori yakni Zoom In Rp100 ribu dan Zoom Out Rp150 ribu. Tak hanya menyajikan musik konser ini juga menampilkan komedi dari Majelis Lucu Indonesia (MLI). 

 
Baca juga: Young Lex kolaborasi dengan Anji di lagu “Flashback”

Baca juga: Anji: Bedakan eksplorasi dan eksploitasi bakat anak

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Konser “Erros, Chrisye & Yockie”, persembahan untuk musisi tritunggal

Jakarta (ANTARA News) – Konser “Erros Chrisye Yockie: Tembang Persada Sang Tritunggal” yang berlangsung di Concert Hall iNews TV, Jakarta, Jumat dibuka dengan penampilan dari Marcell Siahaan yang membawakan lagu “Marlina”.

Sebelum pertunjukan dimulai penonton disuguhkan dengan video testimoni dari Yanti, istri almarhum Chrisye, Tiwi Puspitasari, istri almarhum Yockie Suryoprayogo serta Erros Djarot.

Marcell langsung membawakan dua lagu sekaligus yang pertama “Marlina” dan dilanjutkan dengan “Anak Jalanan” di mana ia memainkan drum pada bagian intro-nya.
  Konser “Erros Chrisye Yockie: Tembang Persada Sang Tritunggal” yang berlangsung di Concert Hall iNews TV, Jakarta, Jumat (1/2/2019) (Antara News/Maria Cicilia Galuh)

“Kalau enggak dari kaset-kaset mama, saya enggak pernah tahu karya-karya ketiganya. Setiap berangkat sekolah saya dengerin lagunya itu terus makanya sampai hapal,” kata Marcell.

Setelah tampil sendiri, Marcell pun memanggil Bonita untuk berkolaborasi dalam membawakan lagu “Sayang”. Tak hanya Marcell dan Bonita, konser ini juga menggandeng Harvey Malaiholo, Barsena Bestandhi dan Wizzy yang bernyanyi secara bergantian.

Harvey sendiri termasuk yang ditunggu penampilannya. Di sini ia membawakan “Malam Pertama”, “Kau Seputih Melati”, “Hening” dan “Selamat Jalan Kekasih”.

“Konser yang luar biasa. Begini ya kalau sudah di atas 50 tahun, tangan mulai kedinginan, kalau bisa jangan pakai asap-asap karena bikin batuk. Bahagia sekali saya bisa kenal ketiganya. Kalau mas Erros enggak pernah bikinin saya lagu. Masih ada waktu lho mas,” ujar Harvey.
  Konser “Erros Chrisye Yockie: Tembang Persada Sang Tritunggal” yang berlangsung di Concert Hall iNews TV, Jakarta, Jumat (1/2/2019) (Antara News/Maria Cicilia Galuh)

Konser “Erros Chrisye Yockie: Tembang Persada Sang Tritunggal” menampilkan keindahan karya yang diambil dari album “Badai Pasti Berlalu” dan album trilogi Erros, Chrisye dan Yockie (ECY) : “Resesi”, “Metropolitan” dan “Nona”. 

Selain empat lagu di atas, konser ini juga memainkan beberapa lagu penting Chrisye, yang terangkum di album “Puspa Indah Taman Hati” yang merupakan hasil kolaborasi dengan Guruh Soekarno Putra serta Yockie Suryoprayogo serta album Yockie Suryoprayogo “Musik Saya adalah Saya”.

Konser ini memperkenalkan kepada para penggemar serta generasi muda yang menonton bahwa ECY adalah musisi yang mampu melampaui zaman, tak tergantikan dan tak terpisahkan. Erros sebagai pencipta lirik, Yockie sang jenius yang meramu musik dan Chrisye pemilik suara emas.
  Konser “Erros Chrisye Yockie: Tembang Persada Sang Tritunggal” yang berlangsung di Concert Hall iNews TV, Jakarta, Jumat (1/2/2019) (Antara News/Maria Cicilia Galuh)

Sepanjang konser juga diperlihatkan kolase foto-foto Erros, Chrisye dan Yockie. Ada juga testimoni dari musisi muda seperti Glenn Fredly, Once Mekel, Mondo Gascaro dan Rian d’Masiv terhadap karya Yockie yang bertajuk “Musik Saya adalah Saya”.

Selama kurang lebih dua jam, penonton disuguhkan dengan lagu seperti “Hasrat dan Cinta”, “Sentuhan Cinta”, “Berita Ironi”, “Romeo dan Julia”, “Gita Cinta”, “Puspa Indah”, “Lagu Putih”, “Cinta”, “Resesi”, “Lenny”, “Galih & Ratna”, “Serasa”, “Juwita” dan ditutup dengan “Pelangi” yang dinyanyikan oleh seluruh penampil.

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Maret mendatang, Boyzone kembali ke Jakarta untuk konser pamungkas

Jakarta (ANTARA News) – Boyband Boyzone akan kembali ke Jakarta dalam rangka konser perpisahan album terakhir “Thank You & Goodnight Farewell Tour 2019” pada  24 Maret 2019 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Konser, yang diselenggarakan Fullcolor Entertainment dan Traveloka, adalah tur album terbaru dan terakhir karena mereka akan membubarkan diri usai merilis album pamungkas itu, sekitar akhir 2019. 

Album tersebut rencananya juga akan dipersembahkan sebagai tribute kepada mendiang Stephen Gately yang wafat pada 2009 lalu akibat penyakit kelainan jantung. 

Pada album terakhir ini, terdapat single berjudul “I Can Dream” dimana terdapat suara Stephen Gately yang bernyanyi bersama personel Boyzone lainnya yakni Ronan Keating, Keith Duffy, Mikey Graham dan Shane Lynch. 

“Konser ini akan menjadi konser yang spektakuler. Terutama karena konser ini akan menjadi rangkaian tur konser terakhir mereka. Jadi, bagi para penggemar Boyzone, konser ini wajib untuk disaksikan,” kata David Ananda, Managing Director Fullcolor Entertainment, dalam keterangan resmi, Jumat. 

“Management Boyzone bahkan meminta kami untuk membuat konser ini sebagai konser yang sangat intimate sebagai momen terakhir mereka di Indonesia sebagai grup boyband.”

David menambahkan, konser di Indonesia ini adalah permintaan khusus Ronan Keating karena Boyzone belum sempat menyinggahi Jakarta dalam rangkaian tur Asia tahun lalu.

Tiketnya mulai djual pada 8 Februari pukul 09.30 WIB secara online di Apps/Web Traveloka dan www.boyzonejakarta.com. Serta secara offline, di Alfamart, Indomaret dan di kantor Fullcolor Entertainment di Mall Taman Anggrek, Lantai P2 No. 19, Jakarta.

Boyzone yang berasal dari Irlandia dibentuk pada 1993 oleh Louis Walsh, personel awal terdiri dari Keith Duffy, Stephen Gately, Mikey Graham, Ronan Keating dan Shane Lynch. 

Namun, sepeninggal Stephen Gately pada 2009, Boyzone hanya beranggotakan Keith Duffy, Mikey Graham, Ronan Keating dan Shane Lynch.

Boyzone sempat bubar pada 1999 dan sebagian anggotanya bersolo karir. Pada 2007, mereka kembali bergabung. Awalnya, mereka hanya ingin melakukan konser tur saja, namun tur mereka berhasil menjual 2 juta kopi lagu.

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Konser klasik Pynarello

Kelompok musik Pynarello menyuguhkan konser musik klasik di Gedung Kesenian Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (1/2/2019). Konser kelompok musik negara Belanda tanpa dirigen atau ‘Conductor’ itu menyuguhkan karya musik ciptaan Brahms, Mendelssohn, Bruinsma dan Ruller. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/hp.

Beyonce-JAY-Z bagikan tiket konser gratis 30 tahun untuk pemakan sayur

Jakarta (ANTARA News) – Beyonce dan JAY-Z akan memberikan tiket konser gratis pada fans yang banyak makan sayur. Pasangan itu ingin memotivasi para penggemar supaya mulai menerapkan gaya hidup baru dengan “vegan challenge” alias tantangan vegan, demikian dilansir Time, Kamis (31/1).

Queen B, julukan Beyonce, mengumumkan di akun Instagram-nya tentang digelarnya “The Greenprint Project Sweepstakes”, yakni sebuah kontes yang memberi kesempatan pada para fans mendapatkan tiket gratis menonton konser Beyonce dan JAY-Z sampai 30 tahun kalau mereka mulai mengonsumsi sayur-sayuran dalam kehidupan sehari-hari mereka.

“Apa Greenprint Kalian?” Beyonce menulis di unggahan Instagram, yang mengusulkan sarapan sayur-sayuran dan Senin tanpa daging sebagai dua cara untuk berpartisipasi dalam hadiah sadar lingkungan ini.

“Klik tautan di bio saya untuk mendapat kesempatan memenangkan tiket ke JAY dan / atau pertunjukan saya seumur hidup.”

Baru-baru ini Beyonce dan suaminya itu memperjuangkan veganisme dalam pengantar buku masak vegan baru Marco Borges, yang kebetulan juga disebut “The Greenprint”.

“Memiliki anak telah mengubah hidup kita lebih dari apa pun,” tulis mereka.

“Kami dulu menganggap kesehatan sebagai diet – beberapa cocok untuk kami, beberapa tidak. Begitu kami memandang kesehatan sebagai kebenaran, alih-alih diet, itu menjadi misi bagi kami untuk membagikan kebenaran dan gaya hidup itu kepada sebanyak mungkin orang.”

Baca juga: Berkat Beyonce – Jay Z, museum Louvre Paris kebanjiran pengunjung
Baca juga: Beyonce dituntut penjara oleh mantan drummernya
Baca juga: Beyonce buka-bukaan soal kehidupannya

 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiket tambahan konser John Mayer dijual mulai hari ini

Jakarta (ANTARA News) – Promotor konser John Mayer World Tour 2019 di Jakarta menyediakan tiket dalam jumlah terbatas yang akan dijual mulai hari ini pukul 15.00 WIB secara daring melalui www.johnmayerjakarta.com.

Harga tiket terbagi dalam enam pilihan kategori tiket, dari Rp1.300.000 hingga Rp4.500.000.

“Kembali diingatkan kepada seluruh penggemar, semua pembelian tiket hanya melalui mitra penjualan tiket resmi yakni Bukalapak.com, situs www.johnmayerjakarta.com, dan MCASH,” demikian dikutip dari pernyataan resmi promotor, Jumat.

“Bagi yang telah membeli tiket, pada saat penukaran dibutuhkan kartu identitas yang masih berlaku serta sesuai dengan identitas yang diregistrasikan pada saat pembelian,” tambahnya.

Konser kali ini adalah bagian dari tur John Mayer yang pertama di Asia, dan promotor yang mempromosikan Jakarta Third Eye Management (TEM) dan Dyandra Mas Entertainment Asia (DMEASIA).

John Mayer World Tour 2019 akan diawali dengan konser di Selandia Baru pada Maret 2019 dan berlanjut ke Australia, Singapura, Thailand dan akhirnya sampai pada penggemar Mayer di Indonesia pada  April di Jakarta.

Kemudian, tur berlanjut ke China dan Jepang.

Baca juga: Tiket konser John Mayer dijual besok, harga mulai Rp1,3juta
Baca juga: John Mayer konser di BSD City, tiket dijual mulai 25 Januari
Baca juga: Konser musisi dunia yang patut ditunggu di tahun 2019

Pewarta: Monalisa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengamat minta RUU Permusikan dikaji ulang

Jakarta (ANTARA News) – Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan masih menjadi perbincangan kalangan yang berkecimpung di cabang industri ini. 

Sebagian dari mereka menilai ada sejumlah pasal yang perlu dikaji ulang sebelum akhirnya disahkan. Pengamat Musik Aldo Sianturi mencontohkan pasal 32 Ayat 1 mengenai uji kompetensi musisi. 

Menurut dia, pasal ini bila nantinya berlaku maka akan menyulitkan musisi otodidak. Secara khusus pasal ini mengharuskan pelaku industri musik yang diakui adalah mereka yang berasal dari jalur pendidikan. Kalau pun mereka belajar otodidak, maka harus mengikuti uji kompetensi. 

“Mengenai uji kompetensi musisi. Bagi saya masih terlampau dini untuk Indonesia aplikasikan hal ini untuk musisi autodidak,” ujar dia melalui pesan elektroniknya, Kamis. 

Baca juga: Anang: RUU permusikan rampung tahun ini

Aldo mengungkapkan, secara umum isi draft RUU membatasi para seniman berkreasi karena harus tunduk pada batasan. Sementara menurut dia, kerja senimaan tak perlu pembatasan. 

“Isi draft RUU ini membatasi kebebasan mencipta para seniman dan mengatur agar tunduk kepada batasan. Sementara kita tau seniman itu orang pandai dan punya self-censorship yang naluriah. Jadi tidak perlu dikekang,” kata dia. 

Aldo menekankan RUU Permusikan sebaiknya dikaji ulang dan tidak dulu disahkan jika musisi tanah air masih mengajukan protes. 

“Selama cuitan musisi di medsos tidak berhenti memprotes draft RUU, sebaiknya dikaji ulang dengan transparansi dan jangan ada pengesahan sepihak sama sekali. Efeknya kurang baik bagi perjalanan dan perjuangan Musisi Indonesia,” tutur dia. 

RUU Permusikan telah masuk daftar prioritas tahun 2019 dan DPR berencana dapat menyelesaikannya di sisa masa kerja DPR Periode 2014-2019 pada Oktober mendatang.

Baca juga: Kata Armand Maulana soal RUU permusikan
Baca juga: RUU Permusikan diharapkan tuntas tahun ini

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gita Gutawa menikmati peran di belakang layar

Jakarta (ANTARA News) – Gita Gutawa kini lebih sering berada di balik layar daripada menyanyi. Gita mengaku mendapat kesenangan yang berbeda.

Album terakhir Gita dirilis pada tahun 2014 dengan judul “The Next Chapter”. Namun pada 2017, ia sempat merilis album “Gita Puja Indonesia” yang berisi lagu-lagu nasional dengan aransemen pop.

Baca juga: Gita Gutawa jajal pengalaman di belakang panggung

Gita bersama sang ayah, Erwin Gutawa, kini lebih sering menggarap proyek musik seperti konser. Menurutnya, kerja di balik layar mendatangkan banyak pelajaran.

“Enjoymentnya beda. Semalam masih nyanyi, walau udah lama. Tetep seru sih. Sebenarnya lebih capek, tapi kadang juga aku seperti menyerap energi. Kayak aku ketemu tiga komposer, jadi dapat inspirasi,” kata Gita saat berbincang di Jakarta, Kamis.

Gita menambahkan, “Di belakang layar banyak yang didapat. Jadi banyak inspirasi juga. Karena banyak sekali nilai-nilai yang bisa didapat. Seru buat aku banyak belajar.”

Baca juga: Kata Gita Gutawa soal banjir bunga untuk Ahok-Djarot

Gita mengaku saat ini sedang senang melakukan hal baru. Ia ingin mencoba berbagai peran di bidang musik.

“Intinya aku lagi seneng mengeksplor, belajar-belajar. Nyanyi tetap tapi aku enggak bisa jauh-jauh dari musik. Aku enggak istirahat banget, cuma untuk album ya berproses lah,” jelasnya.

Baca juga: Gita Gutawa bicara mimpi dan pendidikan

Baca juga: Tips Gita Gutawa untuk meredakan nyeri PMS

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Erwin Gutawa mainkan 30 lagu untuk konser Salute

Jakarta (ANTARA News) – Erwin Gutawa akan menggelar konser “Salute to 3 Female Songwriters” pada 9 Februari 2019 di ICE BSD. Konser ini akan memainkan 30 lagu dari ciptaan Melly Goeslaw, Dewiq dan Dee Lestari.

Erwin mengatakan jika konser Salute merupakan bentuk apresiasinya untuk memberikan penghargaan khusus kepada ketiga komposer perempuan. Ia akan mengaransemen ulang lagu-lagu milik Melly, Dewiq dan Dee.

“Kalau saya bikin konser enggak boleh sama dengan yang di album. Akhirnya di twist kalau semua komposernya cewek, kita bawa aja yang nyanyi cowok. Bakal ada kejutan musik yang akan disajikan. Karena lagu-lagunya terkenal, semoga ini bisa jadi karaoke massal dan membahagiakan semua yang datang,” kata Erwin dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Erwin Gutawa gelar konser penghormatan untuk tiga komposer wanita

Para musisi pria yang akan terlibat dalam konser ini adalah Afgan, Armand Maulana, Harvey Malaiholo, Once, Rendy Pandugo, Sandhy Sondoro, Vidi Aldiano, LIB3RO dan Reza Rahadian.

Armand sendiri mendapat kesempatan menyanyikan tiga lagu dari karya Melly Goeslaw dan Dewiq. Untuk karya Dewiq ia akan menyanyikan “Pelan-Pelan Saja” dan “Bete” yang berkolaborasi dengan Sandhy Sondhoro.

Baca juga: Gita Gutawa bicara mimpi dan pendidikan

“Seru sih ini, pasti akan ada kekuatan yang beda karena lagu aslinya dinyanyikan cewek dan kita cowok. Pasti beda banget hasilnya, bisa lebih bagus atau ancur. Ya enggaklah masa Erwin jelek. Yang jelas lagu duet saya sama Sandhy ancur, maksudnya pecah,” kata Armand.

Erwin menjelaskan pada konser Salute mendatang tidak hanya menyuguhkan musik saja. Ia menjadikan pertunjukan yang memuat cerita sehingga bisa memberi inspirasi bagi yang menyaksikan.

Baca juga: Begini kesibukan Gita Gutawa setelah lulus S2

“Ada 30 lagu, kita sortir berdasarkan cerita yang kita susun. Kita akan menampilkan karakter dari tiga komposer wanita ini,” jelas Erwin.

Tiket konser Salute dibagi menjadi lima kelompok yakni Bronze Rp650 ribu, Silver Rp950 ribu, Gold Rp1,5 juta, Platinum Rp2 juta dan Titanium Rp2,5 juta.

Baca juga: Erwin Gutawa: Industri musik Indonesia kehilangan Mike Mohede

Baca juga: Gita Gutawa kagumi penyanyi anak-anak
 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kata Armand Maulana soal RUU permusikan

Jakarta (ANTARA News) – Draft Rancangan Undang Undang (RUU) permusikan kembali hangat diperbincangkan karena beberapa pasal dianggap lucu dan tidak melibatkan perwakilan musisi dalam merumuskan hal itu.

Sebagai salah satu musisi, Armand Maulana pun mengemukakan pendapatnya. Ia merasa  pasal-pasal yang tercantum dalam draft RUU permusikan tidak disosialisasikan dengan maksimal.

Baca juga: Armand Maulana-Dewi Gita rilis single duet

“Saya sih setuju saja kalau disosialisasikan dulu dan mendapat persetujuan dari seluruh musisi. Musisi itu banyak lho, enggak cuma Armand Maulana, enggak cuma GIGI, RAN. Tapi ada juga Fourtwnty, Deadsquad. Paling tidak 85 persen musisi Indonesia,” kata Armand saat berbincang di Jakarta, Kamis.

Menurut Armand pasal yang ada dalam draft RUU saat ini tidak sempurna. Sebab, apa yang tercantum di dalamnya belum mewakili para musisi.

Baca juga: Dewi Gita : Armand Maulana pernah putus asa berkarir

“Kalau udah disetujui semua musisi mungkin pasal-pasalnya sudah sempurna. Kalau cuma 40 persen saja yang setuju, 60 persennya ke mana. Sedangkan kemarin kan ya tahu sendiri seperti apa,” ujar vokalis GIGI itu.

Armand sangat menyayangkan kurangnya sosialisasi para musisi yang terlibat dalam perumusan RUU permusikan. Menurutnya, hal tersebut harus disampaikan kepada seluruh musisi.

Baca juga: Armand Maulana-Dewi Gita berbagi rahasia harmonis pernikahan

“Sosialisasinya itu selalu lemah. Apapun enggak cuma permusikan ya, semua di Indonesia sosialisasinya lemah. Apapun yang akan diterapkan please banget disosialisasikan terlebuh dulu,” ucap Armand.

Ada beberapa pasal yang disoroti dalam draft RUU permusikan yang dianggap “lucu” oleh para musisiRUU, salah satunya adalah pasal 32 ayat 1 yang berbunyi, “Untuk diakui sebagai profesi, pelaku musik yang berasal dari jalur pendidikan atau autodidak harus mengikuti uji kompetensi.”

Baca juga: Sejoli Armand-Dewi Gita siapkan kejutan di konser perdana

Baca juga: Kisah haru di balik lagu “11 Januari”

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

MAMAMOO akan datang ke Indonesia, janjikan akrab dengan penggemar

Jakarta (ANTARA News) – Girl group MAMAMOO akan menggelar acara jumpa penggemar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta bertajuk ” [HELLO! MOOMOO] Asia fan meeting” pada 23 Februari mendatang. 

Dalam acara yang digelar Wowstar Entertainment  PT Boart Indonesia itu, MAMAMOO berjanji akan lebih akrab dengan para penggemar (MOOMOO) di Tanah Air. 

Mereka juga menampilkan lagu-lagu andalan dalam acara yang rencananya berlangsung selama dua jam itu, demikian dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Antara, Kamis. 

Tiket acara dibanderol dengan harga bervariasi yakni Rp2,55 juta (zona White), Rp2,25 juta (zona Blue), Rp1,65 juta (zona Yellow) dan Rp1 juta (zona Green/Red) dan bisa dibeli hari ini melalui www.tiketapasajacom mulai pukul 17.00 WIB. 

MAMAMOO beranggotakan empat personel yakni Solar, Moon-byul, Whee-in, dan Hwa-sa, yang masing-masing memiliki ciri khas suara yang prima dan fantastis. 

Mereka debut melalui single “Mr. Ambiguous” pada 2014 dan terus menghasilkan sejumlah lagu seperti “Egotistic”, “Wind Flower”, “Starry Night”, “You Are The Best” dan “Yes I Am”. 

Sebelum ke Indonesia, mereka telah mengadakan pertunjukan serupa di Bangkok, Thailand dan lebih dari 2500 MOOMOO hadir. 

Saat itu, MAMAMOO membawakan 12 lagu termasuk lagu-lagu encore dan mengenakan kostum tradisional Thailand yang mengejutkan para penggemar. 
 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019