Ancol gelar konser musik tahun 90-an sepanjang April

Jakarta (ANTARA) – Taman Impian Jaya Ancol menggelar konser yang mengusung musik tahun 90an selama April 2019 dengan tajuk Konser Ketje Flashback 90’s Music Ancol.

Manajemen Ancol berharap konser ini bisa menjadi ajang nostalgia para penggemar musik tahun 90-an.

“Ancol bukan hanya memberikan wisata pantai dan kebahagiaan kepada pengunjungnya, tetapi juga menghadirkan kembali momen nostalgia yang akan mengobati kerinduan melalui musik di era 90-an,” ujar Division Head Taman Impian Jaya Ancol, Budi Aryanto, Selasa.

Konser hasil kerja sama antara Taman Impian Jaya Ancol dan Sixperience ini akan menjadi sebuah ajang nostalgia bagi para generasi yang tumbuh bersama lagu-lagu di era 90-an.

Budi mengatakan konser ini akan sangat menari, karena diadakan di panggung terapung satu-satunya di Jakarta yang berada di pinggir pantai.

Untuk mencapai lokasi acara, pengunjung yang tidak membawa kendaraan dapat menaiki bus wara-wiri yang berada di dalam kawasan Ancol kemudian turun di kawasan pantai timur.

Bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda dua dapat parkir di dekat lokasi acara. Sedangkan bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda empat dapat memarkir kendaraannya di Parkir Sentral Bende kemudian melanjutkan berjalan kaki atau naik bus wara-wiri ke lokasi acara.

Rangkaian konser musik digelar secara gratis, pengunjung yang ingin bernostalgia dengan musik tahun 90an cukup membeli tiket masuk kawasan Ancol saja seharga Rp25.000 ribu per orang.

Pengunjung juga dapat memanfaatkan promo Hot Deal Ancol Hemat Ber4 hanya dengan Rp100.000 sudah mendapat akses masuk Ancol untuk empat  orang beserta satu kendaraan.

Konser ini dimulai pada pukul 17.00 WIB di Floating Stage Pantai Lagoon dan Pantai Carnaval Ancol. Berikut informasi jadwal pertunjukkan dan lokasinya :

Sabtu, 13 April 2019 di Floating Stage Pantai Lagoon Ancol
19.00 Funky Kopral
20.00 /Rif
21.00 Tipe-X

Minggu, 14 April 2019 di Floating Stage Pantai Lagoon Ancol
19.00 Java Jive
20.00 Ari Lasso
21.00 Glenn Fredly

Rabu, 17 April 2019 di Floating Stage Pantai Lagoon Ancol
19.00 Iwa K & Sweet Martabak
20.00 ME / NEO
21.00 T-Five

Jumat, 19 April 2019 di Floating Stage Pantai Lagoon Ancol
19.00 Base Jam
20.00 Element
21.00 GIGI

Sabtu, 20 April 2019 di Floating Stage Pantai Lagoon Ancol
19.00 Wayang
20.00 The Groove
21.00 KLA Project

Minggu, 21 April 2019 di Floating Stage Pantai Lagoon Ancol
20.00 Jamrud
21.00 Naif

Sabtu, 27 April 2019 di Floating Stage Pantai Lagoon Ancol
17.00 Edane
18.00 Tic Band
19.45 Pas Band
20.50 NTRL

Minggu, 28 April 2019 di Pantai Carnaval Ancol
19.45 SLANK.
Baca juga: Prophets of Rage dan Snow Patrol hadir di ajang Hodgepodge di Ancol
Baca juga: Ancol gelar dangdut tiap akhir pekan
Baca juga: Sea World Ancol gelar budaya Bali Barongan “An Epic Underwater”
Baca juga: Ancol gelar dangdut tiap akhir pekan

 

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anwar Fuady rela terbang dari Palembang demi “Jokowi Kita”

Jakarta (ANTARA) – Pemain sinetron senior Anwar Fuady mengaku kagum dengan lirik lagu “Jokowi Kita” dari EP Band, sehingga ia rela terbang langsung dari Palembang ke Jakarta untuk menghadiri peluncuran video klip lagu tersebut.

“Kita persilahkan kepada bapak Dr H. Anwar Fuady yang jauh-jauh langsung dari Palembang ke Jakarta hari ini juga untuk menghadiri acara ini,” kata produser eksekutif EP Band Hasnil Fajri saat menyambut Anwar pada peluncuran video klip “Jokowi Kita” di Jakarta, Senin.

Menanggapi hal ini Anwar Fuady menyatakan salut kepada Hasnil Fajri dengan ide yang ditumpakan dalam lirik lagu “Jokowi Kita”.

“Saya saja kagum dengan kata-kata di lagunya apa lagi penyanyinya yang oke banget,” kata Anwar yang juga ketua umum Persatuan Artis Sinetron Indonesia (PARSI) ini.

Menurut dia, lagu ini betul-betul menunjukkan karakteristik yang ada dalam diri Jokowi, seperti seseorang yang pekerja keras, religius, cerdas, dan punya strategi yang baik.

Anwar juga sempat bercerita soal pengalamannya berkampanye dengan Jokowi, yang membuatnya membayangkan keletihan Jokowi dalam setiap kegiatannya yang sangat padat memperjuangkan kemajuan Indonesia.

“Saya tidak bisa bayangkan bagaimana capeknya beliau, setiap hari. Saya ikut berapa hari saja enggak kuat. Saya pernah mendampingi beliau blusukan ke daerah-daerah di tahun 2014. Tapi demi ingin negara ini punya seorang presiden yang luar biasa, saya ikut kemana-mana,” kata Anwar.

Lagu “Jokowi Kita” sudah dirilis kepada publik sejak November 2018 dan Senin ini diadakan peluncuran video klip dan sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital dunia seperti iTunes, Spotify, Amazon, dan lain-lain.

Anwar berharap lagu ini bisa menambah suara pemilih pasangan calon nomor urut 1 Jokowi-Ma’ruf Amin pada pemilu 17 April 2019 mendatang.

Pilpres 2019 diikuti dua pasangan capres, yaitu no urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dan no urut 02 Prabowo-Sandiaga.

Pewarta: Pamela Sakina, Joko Susilo
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Slank akan bawakan lagu #barengjokowi di depan Jokowi

Jakarta (ANTARA) – Grup band Slank akan membawakan lagu spesial berjudul #barengjokowi pada pagelaran bertajuk “Konser Putih Bersatu” di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (13/4).

“Spesialnya itu nanti kita akan bawain bareng semua artis yang rekaman lagu Slank #barengjokowi, setelah Jokowi speech,” kata drummer Slank Bimbim saat ditemui dalam acara jumpa pers “Konser Putih Bersatu” di kawasan Kuningan, Jakarta, Senin.

Rencananya Slank akan membawakan sekitar dua lagu dalam pagelaran yang dipersembahkan oleh komunitas pekerja seni, organisasi massa, dan relawan pendukung capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Kita masih mikirin bagaimana konsep yang bagus dan menghibur. Memilih dengan kegembiraan tapi semua bisa terlibat,” ujar Bimbim.

Slank berharap pagelaran “Konser Putih Bersatu” bisa berjalan sukses dan semakin banyak masyarakat Indonesia yang mendukung Jokowi menjadi presiden.

“Berharap dukungan kepada pak Jokowi bukan dari partai politik tapi juga dari masyarakat,” imbuhnya.

Pemilu 2019 diikuti oleh dua pasangan calon, yaitu nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca juga: Kolaborasi Alumni UI-IKJ untuk Jokowi-Amin gelar doa bersama

Baca juga: EP Band luncurkan video klip “Jokowi Kita”

Baca juga: Ratusan seniman siap meriahkan Konser Putih Bersatu
 

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Addie MS: Konser Putih Bersatu berkonsep ketulusan

Jakarta (ANTARA) – Konduktor dan Music Director di Twilite Orchestra Addie MS mengatakan Konser Putih Bersatu yang merupakan pagelaran konser musik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, yang berlangsung pada Sabtu (13/4) mendatang berkonsep ketulusan.

“Kata putih pada judul konser ini mengarah pada keidentikan warna tersebut dengan makna ‘bersih’ dan ‘tulus’,” jelas Addie pada konferensi pers di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin.

Menurut Addie, kata ‘tulus’ menjadi konsep utama dalam tajuk konser tersebut.

“Selain menunjukkan bahwa Pak Jokowi tulus dalam bekerja, kata ‘tulus’ di sini juga menggambarkan kami yang terlibat dalam konser juga tulus dalam mendukung beliau melanjutkan pemerintahannya,” ungkap ayah Kevin Aprilio ini.

Di sisi lain, Addie mengungkapkan bahwa warna putih sudah menjadi trade mark atau ciri khas dari calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo.

“Menurut saya, baju kerja Pak Jokowi yang putih itu sudah menjadi kekhasan beliau, ya. Dan Pak Jokowi sendiri juga sudah mengampanyekan kepada masyarakat untuk memilih yang berbaju putih,” kata dia.

Konser Putih Bersatu yang merupakan penutupan kampanye terbuka calon presiden Jokowi dijadwalkan pada Sabtu mendatang akan dimeriahkan oleh ratusan hingga ribuan seniman, artis, dan komunitas ini terbuka untuk umum dan gratis.

Baca juga: Ratusan seniman siap meriahkan Konser Putih Bersatu

Baca juga: Addie MS – Lea Simanjuntak bawa nuansa Broadway ke Java Jazz

Baca juga: Addie MS ingin gelar konser tribut untuk Queen

Pewarta: Dea N. Zhafira, Joko Susilo
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ratusan seniman siap meriahkan Konser Putih Bersatu

Jakarta (ANTARA) – Gitaris SLANK Abdee Negara mengatakan ratusan seniman, artis, dan komunitas dalam negeri siap meriahkan pada perhelatan Konser Putih Bersatu yang akan diadakan di Gelora Bung Karno, 13 April 2019 mendatang.

“Akan hadir akan hadir ratusan hingga seribu tokoh seniman, artis, serta komunitas,” kata Abdee pada acara konferensi pers Konser Putih Bersatu di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin.

Beberapa artis yang akan datang di antaranya adalah Addie MS, Memes, dan Olla Ramlan.

Menurut Abdee, konser yang akan digelar Sabtu besok ini merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk mendorong pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf untuk terus melanjutkan program-programnya.

“Saya dan teman-teman seniman di sini merasa kalau Indonesia sudah berada di jalur yang benar,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa jumlah seniman dan komunitas yang ingin berpartisipasi terus bertambah hingga hari ini.

“Dan hingga saat ini sudah terdaftar 500-an seniman dan budayawan yang akan hadir. Dan jumlah ini masih terus bertambah, sampai panitia kami kewalahan,” ujar Abdee disambut tawa rekan-rekannya.

Konser yang merupakan kerja sama dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) paslon 01 ini juga ditargetkan untuk memenuhi kapasitas Gelora Bung Karno, yakni 120 ribu hingga 150 ribu massa.

“Jadi target kami ya sesuai maksimalnya GBK, lah, 150.000 itu sudah maksimal. Dan perlu diketahui bahwa GBK tidak bisa memuat jutaan orang,” imbuhnya sambil tertawa.

Mengenai partisipasi masyarakat umum, Abdee mengungkapkan bahwa konser dibuka untuk umum dan gratis.

“Jadi siapapun boleh datang, ya. Selain konser juga akan ada komunitas-komunitas unik yang berpartisipasi. Pasti meriah dan penuh kebahagiaan,” kata dia.

Konser ini akan dimulai pukul 14:00 hingga pukul 17:00, dan Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024 Joko Widodo dan K.H. Ma’ruf Amin juga dijadwalkan untuk hadir.

Baca juga: Andi /Rif: Ikuti kata hati pada Pemilu 2019

Baca juga: Edo Kondologit: Jokowi buktikan kerja nyata

Baca juga: Indra “The Rain”: Beda pilihan hal lumrah

Pewarta: M Arief Iskandar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

EP Band luncurkan video klip “Jokowi Kita”

Jakarta (ANTARA) – EP Band meluncurkan video klip lagu “Jokowi Kita” kepada publik di Media Center TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Menteng, Jakarta Pusat, Senin.

“Ada pesan moral, ada nilai-nilai positif yang ingin kami sampaikan kepada pemirsa mengenai Jokowi,” ucap produser eksekutif EP Band Hasnil Fajri.

Lagu “Jokowi Kita” sudah dirilis kepada publik sejak November 2018. Hari ini diadakan peluncuran video klip dan sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital dunia seperti iTunes, Spotify, Amazon, dan lain-lain.

Hasnil berharap lagu ini dapat menginspirasi, memberikan masukan, terutama kepada pemilih yang belum memutuskan pilihan agar mencoblos pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.

Ketua umum Persatuan Artis Sinetron Indonesia (PARSI) Anwar Fuady juga ikut menghadiri acara ini, ia mengaku kagum dengan lirik dari lagu “Jokowi Kita”.

“Lagu ini betul-betul menunjukkan karakteristik yang ada dalam diri Jokowi, seseorang yang pekerja keras, religius, cerdas, punya strategi yang baik,” kata Anwar. 

Baca juga: Alasan Olla Ramlan dukung Jokowi

Baca juga: Ratusan seniman siap meriahkan Konser Putih Bersatu

Baca juga: Edo Kondologit: Jokowi buktikan kerja nyata

Pewarta: Joko Susilo
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pergelaran musik “Tatjana The Musical” usung panggung Broadway

Jakarta (ANTARA) – Elfa Music School (EMS) siap menggelar pergelaran musik bertema “Tatjana The Musical” di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki pada Rabu 10 April 2019 dengan mengambil setting Broadway pada tahun 1975.

Penanggungjawab konser Vera S Secioria di Jakarta, Senin mengatakan, pergelaran musikal yang dikemas secara apik dalam balutan teatrikal itu berkisah tentang Tjatjana, seorang remaja di Jakarta yang berjuang meraih mimpinya bermusik dan membawanya ke New York.

Hafidza Putri Ardaneswari yang biasa disapa Kayleigh didapuk sebagai bintang utama konser, selain itu juga akan tampil The Elfa Secioria Pop singer.

Konser tersebut rencananya menyuguhkan 12 lagu yang sebagian besar bergenre Jazz dan balads di antaranya “Kau Satu” dan “Ku Gapai Hari Esok” yang dipopulerkan Harvey Malaiholo.

Lagu-lagu lama seperti “New York-New York” yang dipopulerkan Frank Sinatra serta lagu karya Mariah Carey dan Michael Jackson juga disajikan dalam pagelaran yang akan berlangsung selama 1 jam 40 menit itu.

Vera yang merupakan istri maestro musik Elfa Secioria mengatakan, bagi EMS dalam perjalanan panjang selama hampir 38 tahun, pagelaran ini merupakan sebuah show case yang sangat baik untuk memperkenalkan penyanyi-penyanyi yang cerdas dan berbakat.

Menurut dia, penunjukan Kayleigh sebagai pemeran utama di konser ini karena dinilai punya kemampuan vokal yang mumpuni seperti para pendahulunya Sherina dan Andien yang terkenal di blantika musik Tanah Air.

“Ini menjadi modal utama bagi Kayleigh untuk tampil di pagelaran perdananya,” kata Vera melalui keterangan tertulis.

Baca juga: “Aladdin on Broadway” kumpulkan lima “Jin” dalam satu panggung

Sementara itu, The Elfa Secioria Pop Singer yang juga ambil bagian di “Tatjana The Musical” merupakan vokal group yang didirikan EMS dan telah mengikuti banyak festival kelas dunia di berbagai negara.

Kalyleigh yang punya minat dan bakat dalam olah vokal dan teaterikal mengatakan, dirinya siap tampil total di pagelaran ini.

“Saya berharap, pagelaran musikal ini bisa menginpirasi generasi muda untuk tampil dan berani mengejar mimpi melalui kerja keras dan semangat mandiri,” kata Kayleigh yang telah berlatih vokal di EMS selama 13 tahun.

Sementara itu, Cesyl Athaya Fauziyya Secioria yang bertindak sebagai art director sekaligus koreografer dalam pagelaran itu menjanjikan, “Tatjana The Musical” akan menjadi pagelaran yang unik dan inspiratif.

Baca juga: Addie MS – Lea Simanjuntak bawa nuansa Broadway ke Java Jazz

Konsepnya agak gado-gado karena terinspirasi dari banyak film dan pageralan musik seperti “Dancing in the rain” dan “The Umbrellas of Cherbourg” sebuah film musikal Prancis di tahun 1964 yang disutradarai oleh Jacques Demy.

“Hanya saja, dalam performance, dilhami konser barbara Straisand yang lebih banyak menonjolkan kemampuan vokal,” katanya.

Menurut Cesy yang juga puteri ketiga Alm Elfa Secioria itu, tantangan terbesar adalah membuat pagelaran ini menjadi tontonan yang sempurna dan inspiratif, karena pergelaran ini dihadiri para musisi senior yang sebagian besar pernah mengecap pendidikan di EMS.

Musisi Elfa Secioria merupakan pendiri EMS, yang telah melahirkan tiga generasi penyanyi vokal terkenal di Indonesia yakni generasi pertama pada tahun 1981 ada nama musisi terkenal dengan genre Jazz seperti seperti Harvey Malaiholo dan Utha Likumahua.

Pada generasi pertengahan ada nama-nama seperti Sherina, Andien, Alisa dan Afgan. Kini pada ketiga atau generasi jaman Now, nama Kayleigh diharapkan dapat menjadi bintang baru dalam dunia tarik suara di Tanah Air.

Pewarta: Subagyo
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Serunya Titi Kamal & Donita nyanyikan soundtrack “Rumput Tetangga”

Jakarta (ANTARA) – Kepiawaian aktris Titik Kamal dan Donita sebagai bintang dalam industri film Tanah Air boleh jadi tidak menjadi keraguan bagi siapa pun. Tapi, bagaimana jika keduanya tampil dan menyanyikan sebuah lagu?

Pemeran tokoh Kirana dan Diana dalam film “Rumput Tetangga” itu tanpa ragu menyanggupi permintaan bernyanyi lagu “Yang Kumau” secara duet dalam kunjungan media promosi di Kantor Berita Antara, Jakarta, Jumat (5/4).

Lagu “Yang Kumau” ciptaan Mellly Goeslaw dan populer dibawakan Krisdayanti itu merupakan lagu latar belakang (soundtrack) film “Rumput Tetangga” yang akan tayang di sejumlah bioskop di Indonesia, pada 18 April.

Lagu yang diluncurkan pada 2000 itu pun dinyanyikan kembali oleh Gisela Anastasia untuk film “Rumput Tetangga”.

Baca juga: Titi Kamal dan Donita akui dilema cerita “Rumput Tetangga” nyata

Titi Kamal dan Donita sejenak berdiskusi tentang bait-bait lirik lagu yang akan mereka bawakan di Ruang Redaksi Kantor Berita Antara. Berikut masing-masing bagian “Yang Kumau” duet Titi-Donita:

Titi:
“Jangan memaksakan ini
jika memang bukan yang ini,”

Donita:
“Karna sesuatu yang peka
Buat kita jadi masalah”

Titi:
“Yang kumau, ada dirimu
Tapi tak begini keadaannya
Yang kumau, selalu denganmu,”

Donita:
Jika Tuhan mau begini
Ubahlah semua jadi yang kumau
Karna ku ingin semua berjalan seperti yang kumau,”

Suara kedua aktris itu terdengar merdu dan kompak mengalun di ruang redaksi. Sebab, istri dari Christian Sugiono maupun istri dari Adi Nugroho itu juga menggeluti karir sebagai penyanyi, selain aktris.

Titi sudah memulai debutnya sebagai penyanyi sejak 2009. Lagu-lagu yang pernah dipopulerkannya antara lain “Resah Tanpamu” featuring Anji, “Jablai” dan yang paling baru adalah “Rindu Semalam”.

Sedangkan Donita sempat memiliki beberapa single seperti “Hambar”, “Kesucian Cinta” dan “Hilang”.

Baca juga: “Rumput Tetangga” kuras emosi Titi Kamal

Seperti apa keseruan mereka saat bernyanyi? Berikut video lengkapnya:

Baca juga: Donita ungkap keinginan terpendam suaminya

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Iwa K ingin presiden terpilih majukan musik Indonesia

Rapper Iwa K saat ditemui dalam acara konser Putih Adalah Kita di kawasan Kemang, Jakarta, Minggu (7/4/2019). (ANTARA News/Yogi Rachman)

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi musik Rap Tanah Air Iwa K menaruh harapan besar kepada siapapun presiden terpilih pada Pemilu 2019 untuk dapat memajukan industri musik Indonesia.

“Menurut gue, siapapun presidennya yang penting membuat iklim bagus untuk industri musik. Bukan akhirnya ngatur ke proses kreativitas, tapi lebih ke industri musik saja,” kata Iwa K saat ditemui dalam acara konser “Putih Adalah Kita” di kawasan Kemang, Jakarta, Minggu.

Pemilik nama lengkap Iwa Kusuma itu juga berharap pelaksanaan pesta demokrasi itu bisa berlangsung damai di tengah perbedaan pilihan masing-masing kubu pendukung.

Baca juga: Slank gelar konser #barengjokowi di GBK

“Pesan yang mau disampein sebenarnya, Pilpres ini pesta demokrasi. Artinya, kita memilih dengan rasa senang. Kita banggain jagoan kita asal jangan menjelekkan jagoan lain. Yang namanya beda itu senang saja,” ujar penyanyi lagu “Bebas” tersebut.

Konser Putih Adalah Kita menampilkan sejumlah musisi dalam negeri lainnya, seperti Andi /rif, Glenn Fredly, Edo Kondologit, Oppie Andaresta, dan masih banyak lagi. Konser itu diadakan sebagai bentuk dukungan para musisi kepada Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Gue ke sini enggak dibayar, memang keinginan sendiri. Teman-teman band juga jalan. Pengen ngeramein saja,” kata Iwa K.

Baca juga: Aktualisasikan dukungan Jokowi-Ma’ruf akan digelar Konser Putih di GBK

Pewarta:
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2019

Ramengvrl angkat ujaran kebencian warganet di single terbaru

Jakarta (ANTARA) – Setelah melewati 2018 dengan peluncuran tiga single: “CA$HMERE”, “WHACHU MEAN” dan “I AM ME”, Ramengvrl meluncurkan lagu “whats ur problem” yang mengusung kegelisahan dalam melihat sikap warganet di media sosial pada 2019.

“Di media sosial tuh, gue sering banget melihat orang-orang ngomongin yang buruk-buruk soal orang lain, apalagi soal selebriti. Nggak sedikit dari omongan orang-orang itu yang lebih nunjukin kebencian gitu. Buat gue, itu udah cukup mengganggu sih,” ujar Ramengvrl dalam siaran pers, Minggu.

Berbekal keresahan dan kegelisahan itu, Ramengvrl pun coba menuangkan semua perasaan itu dalam lirik “whats ur problem”.

“Di lagu ini sih, gue kayak ngomong aja gitu ke orang-orang yang sering ngomongin hal-hal buruk di Internet itu, ‘kenapa sih lo semua kayak gitu? Kenapa jadi kalian yang justru problematik banget soal hal apa pun di Internet?’. Lebih kayak gitu aja sih,” kata penyanyi rap perempuan yang identik dengan rambut model bob dan kacamata itu.

Ada hal yang berbeda saat penyanyi bernama asli Putri Soeharto itu mengerjakan lagu “whats ur problem”. Dia bekerja sama dengan seorang beat maker bernama Khroam, yang ditemuinya secara tidak sengaja lewat akun berbagi video YouTube. Ramengvrl merasa beat milik Khroam tepat untuk lagu yang sedang digarapnya.

Perempuan kelahiran Jakarta, 1992 itu mengaku baru pertama kali ia menyusun lagu lewat YouTube, mencari dan menemukan beat yang dirasa sesuai untuk lagunya. Sebelumnya, dia bekerja sama dengan produser untuk membuat beat-nya dari tahap awal.

“Soalnya pas workshop bareng produser gue, nggak ketemu beat yang cocok, hahaha! Ya akhirnya gue iseng aja window shopping, cari-cari beat, dan ketemu. Hasilnya pun ternyata bagus,” ujar perempuan yang meraih penghargaan Anugerah Musik Indonesia 2018 untuk kategori Karya Produksi Rap/Hip-Hop Terbaik dalam lagu “Decide”.

Ramengvrl bekerja sama dengan sutradara Gilbert March untuk urusan video klip “whats ur problem”. Proses pengambilan gambar dilakukan dalam waktu sehari di Jakarta dan sekitarnya.

Sementara untuk proses edit video, Ramengvrl kembali mempercayakannya kepada AZHR, yang pernah menggarap video klip “I AM ME”. AZHR membuat banyak efek-efek visual berwarna-warni serta suasana video yang mengingatkan pada sebuah video gim legendaris.

“Whats ur problem” akan menjadi langkah awal dari mixtape pertama Ramengvrl dan akan dirilis pada akhir April.

Baca juga: Ramengvrl rilis single anthemic baru, “CA$HMERE”

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gitar Chuck Berry, Elvis hingga Bob Dylan terpajang di museum ini

Jakarta (ANTARA) – Seni rock and roll akan dipamerkan di museum Met New York yang aulanya dihiasi instrumen-instrumen milik bintang-bintang ternama sepanjang sejarah genre musik tersebut

Dalam bangunan bertingkat di Manhattan itu, terkumpul koleksi memorabilia dan alat musik rock dari bintang seperti Chuck Berry, Eric Clapton, Prince, Joan Jett, Joni Mitchell, Bob Dylan, Keith Richards, Bruce Springsteen dan Elvis Presley dalam pameran “Play It Loud: Instruments of Rock & Roll” yang akan dibuka untuk umum pada Senin.

Pameran yang diadakan bekerjasama dengan Rock & Roll Hall of Fame yang berbasis di Cleveland itu digelar untuk “merayakan inovasi instrumen dan artistik yang luar biasa”, ujar Max Hollein, direktur Museum Metropolitan pada wartawan seperti dilansir AFP.

Ada lebih dari 130 instrumen dari tahun 1939-2019 dalam pameran itu, yang disusun untuk memperlihatkan bagaimana cara musisi memanfaatkan dan memajukan teknologi yang muncul sepanjang abad ke-20 untuk menciptakan musik dan gaya mutakhir.

Selain alat musik, Met juga memamerkan kostum-kostum rocker flamboyan serta memorabilia seperti poster pertunjukan, bahkan sisa-sisa gitar yang hancur.

“Instrumen adalah sebagian benda paling personal yang terhubung dengan musisi, tapi sebagai penonton, kita lebih terbiasa melihatnya dari jauh, di atas panggung saat pertunjukan,” ujar Jayson Kerr Dobney, kurator pameran.

“Pameran ini memberikan kesempatan langka untuk mengamati benda paling ikonik di dunia rock and roll dari dekat.”

Baca juga: Phutu Parker, penyembuh derita asmara gitar musikus nasional

Sejumlah penampil perempuan juga terwakili dalam pameran, termasuk Patti Smith dan Lady Gaga, di mana piano futuristik megah milik Gaga juga bisa dilihat di pameran yang berlangsung dari 8 April hingga 1 Oktober itu.

Dalam pertunjukan pratinjau, Don Felder dari The Eagles memainkan solo dari lagu “Hotel California”. Dia mengatakan setelah tiba di New York saat berusia 20-an, “hal pertama yang saya lakukan keesokan harinya adalah mengunjungi Met.”

“Merupakan suatu kehormatan bahwa 50 tahun kemudian, gitar ini akan digantung” di sini, kata Felder mengenai instrumen double-neck Arctic White miliknya.

Baca juga: Doddy Hernanto perkenalkan “gitar gawai” di Lombok

Baca juga: Tampil di Jakarta, Kodaline pinjam gitar Rian d’Masiv

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anggun akan duet virtual dengan Luciano Pavarotti

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Indonesia Anggun akan berduet secara virtual dengan mendiang Luciano Pavarotti sang raja opera dalam final Asia’s Got Talent pada 11 April mendatang.

Saat Anggun menjalankan rangkaian tur yang tiketnya terjual habis di Italia beberapa bulan lalu, dia bertemu dengan Nicoletta, istri mendiang Pavarotti dan Presiden dari Yayasan Luciano Pavarotti.

Dari pertemuan pribadi ini muncul proyek duo virtual antara Anggun dan mendiang Luciano Pavarotti.

“Saya selalu menjadi pengagum berat Luciano Pavorotti”, ujar Anggun dalam keterangan pers yang diterima ANTARA, Minggu.

“Kegeniusan dan talentanya yang tak tertandingi akan selamanya menandai sejarah musik. Pavarotti telah mampu mendemonstrasikan musik opera dan membuatnya populer di seluruh dunia”.

Anggun mengenang momen emosional yang terjadi selama pertemuannya dengan Nicoletta, janda Luciano Pavarotti. Menurut Anggun, istri Pavarotti itu merupakan perempuan luar biasa yang melindungi kenangan tentang almarhum suaminya.

“Nicoletta membuat saya menemukan ruang ingatan di mana semua kenangan tentang Pavarotti, mulai dari kostumnya, score nya dan album rekamannya diarsipkan. Saat Nicolleta meminta saya untuk menyanyikan duet virtual, saya tidak bisa mempercayainya. Ini merupakan suatu kehormatan yang luar biasa”.

Soundtrack original Luciano Pavarotti akan digunakan untuk kebutuhan ini dan Anggun akan merekam bagian vokalnya. Anggun merasa tegang karena harus bernyanyi di master suara dengan suara maestro terhebat sepanjang masa.

“Dua suara kami harus dalam harmoni yang sempurna. Saya telah melalui banyak emosi selama proses rekaman ini”.

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BTS masuk dua nominasi Billboard Music Awards 2019

Jakarta (ANTARA) – Grup vokal Korea Selatan Bangtan Sonyeondan (BTS) masuk nominasi kategori “Top Duo/Group” dan “Top Social Artist” pada ajang Billboard Music Awards 2019 yang akan berlangsung pada Mei.

Seperti dilansir Kantor Berita Yonhap, Jumat (5/4), BTS akan bersaing dengan empat grup musik lainnya yakni “- Dan + Shay”, “Imagine Dragons”, “Maroon 5”, dan “Panic! At The Disco” untuk kategori Top Duo / Grup.

Sementara untuk kategori Top Social Artist, mereka berhadapan dengan kolega sesama Korea Selatan EXO dan GOT7, bersama dengan Ariana Grande dan Louis Tomlinson.

Baca juga: Trailer album BTS ditonton 5 juta orang dalam tujuh jam

BTS dinilai berpeluang tinggi menang setelah menduduki puncak tangga lagu mingguan Billboard, yang menjadi ukuran popularitas artis, pada pekan ke-90 berturut-turut. Itu adalah capaian terpanjang yang pernah diraih musisi.

Kategori Top Duo / Grup sebelumnya dimenangkan Imagine Dragons dan Twenty One Pilots.

BTS juga mempersiapkan perilisan album baru berjudul “Map of the Soul: Persona”. Album itu dijadwalkan hadir pada 12 April 2019.

Sehari setelah perilisan album, mereka akan tampil pada acara SNL yang tayang di stasiun televisi Amerika NBC.

Baca juga: Alasan BTS tak mau bernyanyi dengan bahasa Inggris

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

RAN akan rilis lagu baru setelah Lebaran

Jakarta (ANTARA) – Grup musik RAN akan merilis beberapa lagu baru setelah Lebaran 2019 yang diklaim akan sangat berbeda dengan album-album mereka sebelumnya.

“Kami akan meluncurkan beberapa lagu pada saat bersamaan. Jarak rilisnya kayak berdekatan gitu,” kata salah satu personel RAN Nino usai jumpa pers Ruang Tengah Indonesia di Jakarta, Sabtu.

Namun, Nino masih merahasiakan seperti apa single terbaru RAN mendatang. Menurutnya, lagu itu akan menjadi kejutan untuk para penggemar pelantun “Dekat Di Hati” itu.

Gue belum bisa ngasih tahu lagunya apa. Lagu itu masih benar-benar disimpan dan akan menjadi sesuatu yang baru. Nanti, rilisnya juga enggak dengan cara yang sama, enggak akan kayak kebanyakan. Beda banget dengan RAN,” ujarnya.

Baca juga: Cerita RAN saat harus buat lagu dalam dua hari

RAN terdiri dari Rayi Putra, Asta Handoko dan Nino Baskoro. Mereka terakhir kali merilis single pada 2017, “Melawan Dunia” yang berkolaborasi dengan Yura Yunita dan “Salamku untuk Kekasihmu yang Baru” hasil kolaborasi dengan Kahitna.

Masing-masing personel RAN pun memiliki proyek sendiri. Nino, selain menciptakan lagu dan menjadi produser untuk beberapa musisi, dia juga menjadi penyiar radio.

Sementara Rayi cukup aktif dalam karir personalnya, antara lain kolaborasi dengan Marion Jola lewat lagu “Jangan”. Di sisi lain, Asta juga kerap menjadi music director untuk musisi lain.

Gue bersyukur banget sama RAN. Mereka mendukung yang saya lakukan. Rayi ada proyek, Asta juga. Kesempatan selalu terbuka bagi kami semua. RAN itu adalah rumah. Jadi, kami pasti akan tetap kembali pulang,” ujar Nino.

Baca juga: Aksi panggung RAN tuai pujian warganet Korea Selatan

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yovie Widianto dan Nino “RAN” racik lagu via WhatsApp

Yovie Widianto dan Nino “RAN” ditemui dalam jumpa pers Ruang Tengah Indonesia di Jakarta, Sabtu (6/4/2019) (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta (ANTARA) – Yovie Widianto, Nino “RAN”, Febri “HIVI!” dan Eka Gustiwana menciptakan lagu berjudul “Hatiku Indonesia” yang uniknya hanya lewat aplikasi perpesanan WhatsApp.

“Kami enggak pernah ketemu, jadi tek-tok-an-nya lewat WhatsApp aja. Jadi kayak puzzlepuzzle gitu. Mas Yovie tinggal gabungin aja,” ujar Nino dalam jumpa pers Ruang Tengah Indonesia di Jakarta, Sabtu.

“Hatiku Indonesia” adalah proyek pertama dari Ruang Tengah Indonesia untuk menyatukan masyarakat Tanah Air yang tengah terpecah jelang pemilihan umum.

“Peracikan” lagu itu melalui Whatsapp menyusul kesibukan Yovie, Nino, Febri, dan Eka. Mereka saling bertukar lirik dan mendengarkan penggalan aransemen musik dilakukan melalui aplikasi milik Facebook itu.

Baca juga: Lomba lagu pemilu untuk tumbuhkan kesadaran politik

Nino mendapat tugas untuk membuat lirik “Hatiku Indonesia”. Dia mengaku inspirasinya muncul setelah melakukan perjalanan ke berbagai tempat.

“Inspirasinya dari jalan-jalan. Jadi ke mana pun kami pergi, kami tetap ingat Indonesia. Jadi sejauh-jauhnya kami pergi, Indonesia itu akan tetap dalam diri kami,” ujar Nino.

Sementara itu, Yovie penciptaan lagu cinta untuk Indonesia adalah pengalaman yang sangat seru. Pentolan grup musik Kahitna itu mengaku mendapat tantangan karena seringkali hanya menciptakan lagu cinta khusus untuk pasangan.

“Saya jadi bisa merasakan betapa hebatnya seorang Ismail Marzuki. Kayak ‘Sepasang Mata Bola’, itu kan untuk memuja wanita. Tapi, ada pemujaan untuk Indonesia-nya juga. Kita sudah lama tidak punya lagu seperti itu. Itu akan menggugah masyarakat untuk sayang kepada Indonesia,” kata Yovie.

Baca juga: Ruang Tengah Indonesia, cara musisi “dinginkan” suasana jelang Pemilu

Pewarta:
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2019

Album baru mendiang Avicii segera dirilis

Jakarta (ANTARA) – Keluarga mendiang Avicii, DJ asal Swedia yang tewas pada 2018, akan merilis sebuah lagu dan album terbaru yang sudah dikerjakan oleh musisi bernama asli Tim Bergling itu sebelum kematiannya.

Single berjudul “SOS” akan dirilis pada 10 April. Sedangkan album baru yang disebut berjudul “TIM” akan dirilis pada 6 Juni.

Avicii, bintang musik elektronik dan produser rekaman, tewas di Oman pada 20 April 2018 dalam usia 28 tahun karena bunuh diri.

Keluarga mengatakan, Avicii yang terkenal lewat lagu “Wake Me Up”, merupakan sosok perfeksionis yang berjuang melawan stres dan sesuatu yang disebut “tidak bisa lanjutkan lagi.”

Baca juga: Pemakaman DJ Avicii akan dilakukan secara tertutup

Sebelum kematiannya, Avicii meninggalkan proyek lagu dan album yang hampir selesai, kata perwakilan keluarganya dalam sebuah pernyataan dilansir Reuters, Jumat (5/4).

“Keluarga memutuskan tidak membekukan musik itu. Sebaliknya, mereka ingin membagikannya kepada para penggemar di seluruh dunia,” kata pernyataan itu.

Keuntungan dari penjualan musik akan dialirkan ke yayasan Tim Bergling, yang bergerak di bidang pencegahan bunuh diri dan masalah mental.

Baca juga: “Heaven”, single baru peninggalan Avicii

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alat musik buatan anak bangsa hadir di Frankfurt Musikmesse 2019

London (ANTARA) – Alat musik buatan anak bangsa seperti sasando, drum, audio speaker, dan gitar hadir di Musikmesse 2019, Frankfurt, sebuah pameran terbesar di Eropa yang mempertemukan pelaku industri musik dari berbagai negara.

Ragam instrumen dari 11 pelaku industri musik Tanah Air itu dipamerkan di Paviliun Indonesia, yang dikoordinasikan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia bersama KJRI Frankfurt.

Di antaranya adalah alat musik produksi Kuassa, Kyre Drums, Genta, X9 Pro Audio, Sui Generis Straps, Premiere Wood Manufacturing, Indonesian Bamboo Community, Sawoe, Seruni Audio, Blueberry dan Sasando Shop.

Untuk menarik perhatian pengunjung dan peserta pameran, grup Sasando dan band Purwatjaraka tampil dengan menggunakan alat musik buatan lokal tersebut. Penampilan itu pun mendapat sambutan baik dari pengunjung, bahkan beberapa dari mereka ikut tampil bersama memainkan lagu internasional.
 
Konsul Muda KJRI Frankfurt am Main, Dimas Wisudawan kepada Antara, Jumat, mengatakan penampilan musisi Indonesia dengan memainkan instrumen salah satunya sasando electric, adalah untuk mendemonstrasikan “kekuatan” dan menawarkan alat musik buatan lokal di panggung Eropa.

Selain menampilkan sejumlah pertunjukan, Bekraf dan KJRI Frankfurt juga menggelar pertemuan bisnis yang dihadiri pelaku usaha dan para pecinta musik dari Jerman.

Sementara itu, Konjen RI Frankfurt Toferry P. Soetikno, dalam sambutannya di acara pameran itu, menggarisbawahi tentang pentingnya peran musik dalam kehidupan sehari-hari.

“Musik sebagai bahasa universal yang mempersatukan kita dan menjembatani perbedaan dalam segala hal,” katanya.

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi besar sebagai penghasil alat-alat musik, baik modern maupun tradisional. Dan, pameran seperti Musikmesse 2019 menjadi forum branding, pemasaran dan penjualan bagi produk-produk unggulan Indonesia di mancanegara.

Musikmesse 2019 yang dilaksanakan 2-5 April tersebut diikuti sekitar 1.600 peserta dan diharapkan menarik kunjungan 90.000 orang.

Baca juga: Industri alat musik Indonesia tampil pertama di Frankfurt
Baca juga: Paviliun Indonesia dipadati pengunjung pada London Coffee Festival
 

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Blackpink rilis “Kill This Love”, Spotify siapkan konten istimewa

Jakarta (ANTARA) – Spotify menyiapkan konten istimewa dalam rangka peluncuran album mini “Kill This Love” dari grup K-pop Blackpink.

Spotify, dalam keterangan pers, Jumat, mengatakan para BLINKS (sebutan untuk penggemar Blackpink) dapat menikmati daftar lagu kesukaan anggota Blackpink dalam Teen Party playlist di Spotify.

Playlist ini akan tersedia dalam tujuh hari ke depan, menghadirkan lagu-lagu favorit dari seluruh dunia yang mereka pilih sendiri, yaitu lagu-lagu dari Ariana Grande hingga Billie Eilish.

Baca juga: Single baru Blackpink “Kill This Love” siap meluncur

Berdasarkan data Wrapped 2018 dari Spotify, mereka adalah girl group K-Pop yang paling banyak didengarkan di Spotify secara global dengan lebih dari 9,7 juta pendengar bulanan di seluruh dunia.

Bahkan, lagu kolaborasi mereka dengan penyanyi dan penulis lagu Inggris Dua Lipa berjudul “Kiss and Make Up” telah meraup 202 juta stream dengan pendengar dari berbagai negara, sedangkan superhit “DDU-DU DDU-DU” meraih 149 juta stream.

Band ini juga didaulat menjadi grup K-Pop pertama yang akan tampil di Coachella Music Festival yang legendaris pada April ini.

Baca juga: Kia, Blackpink kenalkan tiga mobil konsep
Baca juga: “As If It’s Your Last” Blackpink ditonton lebih 500 juta kali di YouTube

 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Single baru Blackpink “Kill This Love” siap meluncur

Jakarta (ANTARA) – Blackpink akan hadir lagi di sejumlah negara yang mengusung suara khas yang sangat kuat selain menawarkan sesuatu yang baru.

Kuartet K-Pop itu membagikan teaser video musik berjudul “Kill This Love,” yang memberikan petunjuk resmi pertama pada single baru dan visual yang menyertainya.

Dari teaser yang mereka publikasikan di YouTube pada 2 April, Jisoo, Jennie, Rosé and Lisa berjalan dengan iringan musik intro terompet dan dentuman perkusi ala militer.

Tema itu tampak mewarnai di seluruh video lagu. Keempat member Blackpink bergoyang mengenakan pakaian ala Tomb Raider dengan penuh percaya diri.

Klip berdurasi hanya 23 detik itu langsung populer di YouTube dalam lebih dari 24 jam dengan lebih dari 9,6 juta kali tayangan.

“Kill This Love” adalah judul lagu dari single baru Blackpink dengan nama yang sama. Lagu itu akan dirilis pada 5 April. Demikian laporan Billboard.

Baca juga: BLACKPINK akan rilis mini album akhir Maret
 

Baca juga: Jennie Blackpink dan Kai EXO dikabarkan putus

Penerjemah: Suryanto
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menikmati pertunjukan musik klasik dalam suasana santai

Jakarta (ANTARA) – Orkes kota Jakarta City Philharmonic (JCP) kembali digelar di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu. Pada pertunjukan kali ini, mengusung tema “Brahmsiade”.

Johannes Brahms adalah salah satu komposer Eropa Barat terpenting pada era romantik. Tidak seperti Beethoven, karya Brahms lebih sulit untuk dicerna. Perasaan senang dan sedih menyatu dalam sebuah komposisi alat-alat musik.

JCP memang sengaja memilih karya Brahms sebagai tema pertunjukannya karena mereka ingin mengenalkan musik klasik murni kepada para penonton awam.

Pertunjukan ini memainkan tiga karya yaitu dua repertoar Brahms yang terdiri dari Konserto Ganda dalam A minor, Op.102 dan Simfoni No.2 dalam D mayor, Op.73 serta karya simfonik anak bangsa Matius Shaboone yang berjudul “Tiga Citra Lautan Pertiwi”.

Pada babak pertama dengan pengaba utama Budi Utomo Prabowo memainkan “Tiga Citra Lautan Pertiwi” yang terbagi menjadi tiga nomor. Kemudian, di nomor Konserto Ganda dalam A minor , Op.102, panggung JCP kehadiran dua orang solois biola dan selo yakni Danny Artyasanto dan Dani Kurnia Ramadhan.

Sebelum masuk pada babak kedua, terlebih dulu ada jeda untuk rehat selama 15 menit. Setelah itu, pertunjukan dilanjutkan dengan nomor Simfoni No.2 dalam D mayor, Op.73 oleh pengaba tamu Kevin Atmaja. Musiknya sendiri dimainkan dalam empat sesi yang berbeda.

Menyaksikan pertunjukan musik klasik mungkin masih menjadi sesuatu yang baru bagi masyarakat Indonesia. Namun tanpa disangka, peminat JCP ini begitu besar. Hal tersebut terbukti dari banyaknya penonton yang hadir. Malah, sedikit sekali ditemukan bangku kosong di ruang pertunjukan.

Menariknya, mereka yang kebanyakan adalah anak-anak muda. Jika biasanya penonton musik klasik identik dengan busana seperti gaun dan jas, di sini penontonnya lebih banyak menggunakan pakaian kasual. Ternyata musik klasik juga bisa dinikmati dalam suasana yang santai tanpa harus bersikap formal.

Meski demikian, ketika memasuki ruangan pertunjukan suasana klasiknya langsung terasa. Tidak ada suara bisik-bisik, ponsel yang menyala untuk merekam ataupun tepuk tangan sebelum lagu usai. Penonton sepertinya sudah paham betul apa yang harus dilakukan ketika menyaksikan konser musik klasik.

Mereka begitu menikmati setiap alunan musik yang dimainkan dan tanpa ragu memberikan tepuk tangan dengan begitu meriah ketika lagu berakhir. Bahkan saat konser musik klasik ini mencapai puncaknya, penonton memberikan apresiasi tiada henti untuk semua pemain orkestranya.

Jakarta City Philharmonic merupakan bukti bahwa musik klasik tidak hanya untuk orangtua atau kaum borjuis. Musik ini bisa diterima oleh berbagai kalangan dan usia serta suasana yang santai. Dua jam pertunjukan pun tidak terasa ketika menyaksikan karya-karya klasik yang mungkin sebelumnya dianggap membosankan.

Baca juga: Anto Hoed ingin konser musik klasik jadi destinasi wisata Jakarta

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anto Hoed ingin konser musik klasik jadi destinasi wisata Jakarta

Jakarta (ANTARA) – Penata musik, penulis lagu, dan anggota Dewan Komisaris Jakarta City Philharmonic Anto Hoed menginginkan agar program pertunjukan musik klasik menjadi destinasi wisata di DKI Jakarta.

“Saya kira sudah waktunya pemda mengambil alih ini (Jakarta City Philharmonic). Ini bisa jadi salah satu destinasi di Jakarta. Misalnya kalau dari Thailand datang ke sini mau nonton musik klasik, kita sudah punya,” katanya saat  jumpa pers pertunjukan Jakarta City Philharmonic, di Jakarta, Rabu.

Konser orkes kota Jakarta City Philharmonic telah digelar untuk keempat kalinya dan setiap tahun jumlah penontonnya terus meningkat, membuktikan bahwa masyarakat menantikan konser musik klasik.

“Kita bicara soal data, tiga tahun lalu jumlah penontonnya 450 orang, edisi kedua naik, edisi berikutnya naik berkali-kali lipat. Berarti kan potensi masyarakat yang mau nonton konser klasik cukup tinggi,” ujarnya.

Ia lalu membandingkan dengan negara lain, di mana pemerintah setempat membuat banyak pertunjukan musik klasik untuk warganya, juga demi menarik turis asing.

“Di luar negeri, negara banyak menyelenggarakan agenda kesenian untuk rakyatnya. Saya kira kita juga harus mengimbangi seperti itu,” kata Anto.

Ia berharap, nantinya para penikmat musik klasik tak perlu jauh-jauh ke luar negeri dan menghabiskan banyak uang untuk menyaksikan pertunjukan karena sudah ada program rutin yang digelar di ibu kota.

Impor pemain

Dalam kesempatan itu, Anto juga mengatakan bahwa Indonesia memiliki banyak pemain musik klasik. Jakarta City Philharmonic, misalnya, semua pemain dan komposernya adalah orang Indonesia.

Sedangkan di beberapa negara, mereka mendatangkan musisi dari luar negeri untuk tampil di pertunjukan musik klasik.

“Orkes Thailand, pemainnya dari Beijing, mereka semua rata-rata impor pemain. Jakarta City Philharmonic kita pertahankan enggak impor pemain karena kita punya banyak sekali talenta baru yang harus dimunculkan,” tuturnya.

Kehadiran musik klasik di Indonesia, menurut dia, juga menjadi wadah bagi para siswa sekolah musik guna mengembangkan kemampuannya sehingga mereka tidak perlu lagi ke luar negeri untuk tampil.

“Kalau ada banyak event seperti ini, mereka enggak akan sia-sia yang sudah sekolah musik. Mereka pulang sudah ada tempat, kalau memang bagus mereka akan dibawa ke luar negeri,” demikian Anto, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta.

Baca juga: Anto Hoed luruskan anggapan yang salah tentang musik klasik
Baca juga: “Nyanyian Cinta Negeri” jadi konser penutup JCP tahun 2018

 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anto Hoed luruskan anggapan yang salah tentang musik klasik

Kami punya cita-cita bagaimana musik klasik bisa jadi lifestyle

Jakarta (ANTARA) – Penata musik dan pencipta lagu Anto Hoed berupaya meluruskan anggapan yang salah tentang musik klasik bahwa hanya kaum borjuis yang bisa menikmatinya, padahal siapa saja juga bisa.

“Klasik itu dianggap mahal, dianggap sebagai musik kaum cerah (kelas atas). Musik klasik itu dikira susah dipahami. Karena pengetahuan mereka tentang musik klasik masih jarang, pertunjukannya juga jarang,” kata Anto yang menjabat sebagai Komisaris Jakarta City Philharmonic (JCP) dan Ketua Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Menurut Anto, saat ini banyak orang yang belum mengenal musik klasik, untuk itu mereka harus mulai menyaksikannya agar bisa memahaminya.

“Orang enggak pernah lihat musik klasik seperti apa. Begitu nonton, orang akan merasa terbawa suasana, attitude-nya (perilaku) berbeda, kayak tidak boleh tepuk tangan,” ujar Anto dalam jumpa pers Jakarta City Philharmonic 2019 di Jakarta, Rabu.

Ia kemudian mencontohkan hal lain yang tidak benar, bahwa penonton musik klasik wajib mengenakan jas atau gaun. Menurut dia, pakaian itu sekadar atribut, justru yang terpenting saat menyaksikan pertunjukan musik klasik adalah bagaimana berperilaku yang baik.

“Baju itu kan atribut bukan attitude. Tapi attitude kan susah berubah. Nonton musik klasik itu yang diajarkan attitude-nya bukan bajunya. Yang penting mereka nonton dan dapat substansinya apa. Kita justru senang yang nonton santai, menikmati dengan serius tapi attitude-nya bagus,” katanya menjelaskan.

Selain itu, selama ini orang selalu mengira bahwa tiket konser musik klasik harganya mahal. Anto pun menjawab bahwa ada juga acara semacam itu yang digratiskan.

Sementara itu, malam ini akan berlangsung pertunjukan orkestra simfoni Jakarta City Philharmonic di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Ini merupakan tahun keempat dari penyelenggaraan JCP dan jumlah pengunjungnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Baca juga: “Nyanyian Cinta Negeri” jadi konser penutup JCP tahun 2018
 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Chainsmokers dan 5SOS tampil bersama dalam video “Who Do You Love”

Jakarta (ANTARA) – Dua grup musik berbeda genre, The Chainsmokers dan 5 Seconds of Summer (5SOS), tampil bersama pada video klip “Who Do You Love” yang menggabungkan irama dance-pop dengan musik pop-rock modern.

Melalui video resmi yang diunggah akun YouTube The Chainsmokers pada Selasa (2/4), single berdurasi 4.13 menit itu menampilkan seluruh anggota kedua band, meliputi dua drummer, tiga gitaris, satu bassis, satu keyboardis, dan mereka semua ikut bernyanyi.

“Who Do You Love” dibuka dengan permainan drum kedua band, disusul intro bernuansa rock modern yang cukup kental berkat perpaduan permainan gitar berdistorsi dan akustik.

Pada bagian tengah lagu, band asal Australia 5 Seconds of Summer (5SOS) terlihat cukup dominan dengan komposisi vokal yang melibatkan seluruh personel. Sedangkan Alex Pall dan Andrew Taggart dari Chainsmokers mengimbanginya dengan menyumbangkan suara latar.

Meski video klip itu hanya menampilkan kedua band di dalam studio berlatar abu-abu, namun permainan enerjik mereka membuat video itu setidaknya tidak membosankan untuk disimak hingga akhir.

“Who Do You Love” merupakan lagu pertama dari album ketiga Chainsmokers bertajuk “World War Joy”. Sedangkan single kedua berjudul “Kills You Slowly” sudah dirilis pekan lalu.
 

Baca juga: The Chainsmokers bocorkan kolaborasi dengan Blink-182

Baca juga: Kemeriahan konser The Chainsmokers

Baca juga: Lima hal yang dinanti dari konser The Chainsmokers Jakarta

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tersangka penembak Nipsey hussle diringkus

Jakarta (ANTARA) – Eric Holder (29), tersangka penembakan rapper Nipsey Hussle diringkus di kota Bellflower, menurut Departemen Kepolisian Los Angeles.

Kantor sheriff Lakewood County Los Angeles mendapat telepon pada pukul 12:53 Selasa malam dari saksi yang melihat seseorang dengan ciri-ciri yang mirip dengan deskripsi Holder, kata juru bicara Sheriff Nicole Nishida.

Detektif Biro Selatan LAPD pergi ke stasiun sheriff di Lakewood dan mengkonfirmasi bahwa orang itu memang Holder, kata petugas. Holder ditahan tanpa jaminan sambil menunggu pengajuan tuntutan pidana.

Pengejaran terhadap pelaku penembakan Hussle berlangsung sejak Minggu (31/3), saat rapper itu ditembak dan dibunuh di luar Marathon Clothing di Crenshaw Boulevard Slauson Avenue. Polisi mengidentifikasi Holder sebagai tersangka pada Senin malam, dan meminta bantuan publik untuk menemukannya.

Holder dan Hussle diyakini sudah saling kenal, kata Kepala LAPD Michel Moore. Meskipun keduanya memiliki afiliasi geng, motif penembakan itu diyakini bersifat pribadi dan tidak terkait dengan geng.

Holder pernah dituntut pada 2012 atas tuduhan kepemilikan senjata api, menurut catatan pengadilan. Dia dijatuhi hukuman 180 hari di penjara county dan masa percobaan tiga tahun.

Dua pria lain juga terluka dalam penembakan itu.

Hussle adalah seorang rapper terkenal yang menulis tentang lingkungannya di daerah Crenshaw. Album label besar pertamanya, “Victory Lap,” dinominasikan album rap terbaik untuk Grammy.

Sembilan belas orang dirawat di rumah sakit setelah penyerbuan di sebuah memorial di toko Hussle pada Senin malam. Petugas pemadam kebakaran mengatakan dua orang terluka parah, satu di antaranya ditikam dan yang lain ditabrak mobil. Moore mengatakan penyerbuan dimulai ketika satu orang memperlihatkan senjata, dan orang kedua berjuang untuk melucuti senjata orang tersebut.

Baca juga: Penyanyi rap Nipsey Hussle tewas ditembak

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ariana Grande rilis lagu baru “Monopoly”

Jakartaari (ANTARA) – Ariana Grande merilis lagu baru berjudul “Monopoly” bersama sahabat sekaligus rekan kolaborasi lamanya Victoria Monét pada Senin (1/4).

Lagu pop ceria itu keluar kurang dari dua bulan setelah dirilisnya album studio kelima Grande “thank u, next” pada Februari, Variety dalam laporannya, Selasa.

Di video musiknya, Grande dan Monét menari berbalut pakaian glamor dan piyama kembar, keduanya menghalau kata-kata negatif seperti “haters”, “negativitas”, “Trump”, dan mereka menyerap kata-kata seperti “penyembuhan”, “positivitas”, “cahaya” serta “kesetiaan”.

Dalam lirik lagu ada bait yang menggelitik “aku suka pria maupun wanita”.

Grande and Monét mengatakan lagu itu merupakan syair pujian “untuk persahabatan, kebebasan, melindungi energi Anda dan tetap berada di tas Anda.”

Monét membantu menciptakan hit Grande “thank u, next” dan “7 Rings,” keduanya meraih Platinum dan Golds Records, masing-masing.

Keduanya telah bekerja bersama sejak 2013, dan Monét membantu menulis lagu “Honeymoon Avenue” dan “Daydreamin” di album studio debut Grande, “Yours Truly.”

Dia juga membantu beberapa lagu sepanjang diskografi sang bintang pop, termasuk pada “My Everything,” “Christmas & Chill,” “Dangerous Woman,” the Grammy-winning “Sweetener” and “thank u, next.”

Baca juga: Arianda Grande artis pertama yang menyamai rekor The Beatles
Baca juga: Ariana Grande ungkap alasan mundur dari Grammy

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

SORE ciptakan lagu khusus bertema “Hoax”

Jakarta (ANTARA) – Grup band SORE terkenal dengan ciri khas liriknya yang manis dan puitis. Lalu bagaimana jika mereka ditantang untuk membuat lagu dengan tema “Hoax”?

Dalam kunjungannya ke Kantor Berita Antara beberapa waktu lalu, SORE diminta untuk menciptakan lagu dengan tema yang sedang berkembang saat ini yakni “Hoax”.

Hoax sendiri semakin menjadi-jadi jelang Pemilihan Umum Presiden. Dengan cepat berita bohong disebarkan kepada para pengguna sosial media hanya dengan sekali klik.

Para pelantun “Sssst” ini pun membaca situasi tersebut hingga akhirnya muncullah lagu “Hoax” yang diciptakan oleh Reza Dwi Putranto, gitaris SORE. Tak sampai lima menit, lagu tersebut selesai dibuat lengkap dengan musik dan liriknya.

Berikut adalah petikan lirik “Hoax”:

Wahai manusia pintar
Hati-hati berkomentar
Ilmu yang mudah tertakar
Belajar baru sebentar

Saling kata umbar-umbar
Wajah bersinar berbinar
Dipuji senyuman lebar
Dicaci hati terbakar

Hoax… hoax… hoax… hoax…,”

Lagu ciptaan Reza ini ternyata membuat Ade Firza Paloh dan Awan Garnida, terpukau. Keduanya tidak menyangka jika Reza bisa membuat dengan cepat dan miliki lirik yang cukup panjang.

Meski tema besarnya “Hoax”, lirik tersebut tetap menggunakan kata-kata yang indah dan terstruktur. Hal ini membuktikan bahwa SORE konsisten dalam proses penciptaannya.

“Hoax” tentu tidak dapat didengarkan di mana pun kecuali dalam video AntaraKita Episode 2. Berikut adalah video lengkapnya.
 

Baca juga: Senja bersama SORE

Baca juga: SORE: RUU Tata Kelola Permusikan lebih mendesak

Baca juga: SORE tak punya formula untuk gaet pendengar muda

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penyanyi rap Nipsey Hussle tewas ditembak

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi rap Nipsey Hussle, yang menjadi nomine peraih Grammy tahun ini dan sangat dihormati di Los Angeles, tewas ditembak di usia 33 tahun, demikian laporan Time, yang dikutip Senin.

“Doa kami ada bersama mereka dan semua orang yang tahu dan mencintai Nipsey Hussle,” kata Tim Penanggulangan Krisis Los Angeles, Minggu.

Polisi mengatakan tiga pria ditembak pada Minggu dan satu dari mereka tewas di luar Marathon Clothing, toko yang dimiliki Hussle. Polisi menyebut dua pria lainnya dalam kondisi stabil.

Perwakilan Hussle tak segera merespons email saat dimintai konfirmasi tentang kematian sang penyanyi.

Kerumunan besar yang terdiri dari para penggemar dan warga berkumpul di belakang garis polisi saat malam tiba. Para detektif memeriksa area itu untuk mendapatkan saksi-saksi dan mencari tahu apakah ada video pengawas yang menangkap insiden itu, kata Letnan Polisi Chris Ramirez.

Walikota Eric Garcetti mencuitkan belasungkawanya, Minggu.

“Hati kami bersama orang-orang terkasih Nipsey Hussle dan semua orang tersentuh oleh tragedi yang mengerikan ini. L.A. sangat terluka setiap kali kehidupan muda hilang karena kekerasan senjata yang tidak masuk akal,” cuit Garcetti.

“Tim Penanggulangan Krisis membantu keluarga mengatasi guncangan dan kesedihan,” tulisnya.

Hussle, yang bernama asli Ermias Asghedom, lahir pada 15 Agustus 1985, di lingkungan Crenshaw di Los Angeles selatan.

Hussle mengatakan bahwa hasrat utamanya adalah musik, tetapi dia kesulitan mendapatkan sumber daya sejak ia meninggalkan rumah ibunya pada usia 14 tahun untuk tinggal bersama neneknya.

Ia mengatakan terlibat dalam kehidupan jalanan ketika mencoba untuk menghidupi dirinya sendiri, dan dia bergabung dengan geng Rollin 60’s Neighborhood Crips saat remaja.

Rapper West Coast itu sempat merilis sejumlah mixtape yang berhasil ia jual lewat bagasi mobilnya, membantunya menciptakan gebrakan dan mendapatkan rasa hormat dari para puritan rap dan rekan-rekannya.

Pada 2010 ia tampil di majalah hip-hop XXL “Freshman Class of 2010” – daftar yang didambakan untuk aksi hip-hop yang sedang naik daun – bersama J. Cole Big Sean, Wiz Khalifa, Jay Rock dan lainnya.

Hussle terus membangun lebih banyak penggemar untuk dirinya sendiri, dan Jay-Z bahkan membeli 100 salinan mixtape Hussle “Crenshaw” (2013) masing-masing dibeli seharga 100 dolar. Jay-Z mengiriminya cek sebesar 10.000 dolar AS.

Tapi Hussle yang pernah menandatangani kontrak dengan Sony’s Epic Records, mencapai puncak bermusiknya lewat  “Victory Lap” album label besar pertamanya, di Atlantic Records, yang masuk daftar terbaik tahun lalu, dari majalah Billboard hingga Complex.

Album itu memulai debutnya posisi keempat di 200 album Billboard dan menampilkan kolaborasi dengan Kendrick Lamar, Diddy, CeeLo Green dan banyak lagi.

Pada Grammy Awards tahun ini, “Victory Lap” adalah satu dari lima nominasi untuk album rap terbaik.

Baca juga: Para pemenang Grammy 2019
Baca juga: Rapper 21 Savage ditahan di imigrasi

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Personel Sigur Ros didakwa gelapkan pajak

Jakarta (ANTARA) – Personel band Islandia, Sigur Ros didakwa menggelapkan pajak setelah pemerintah setempat menggelar penyelidikan atas keuangan band itu dalam tiga tahun terakhir.

Surat dakwaan dikeluarkan jaksa penuntut pada Kamis (28/3), menuduh para musisi mengirimkan pengembalian pajak yang salah dari tahun 2011 hingga 2014, sehingga dianggap menghindari pajak senilai 945.000 poundsterling (Rp17,5 miliar).

Anggota band menyalahkan mantan akuntan mereka, kemudian mengatakan siap bekerja sama dengan otoritas pajak setelah mengetahui dakwaan itu.

“Kami menyesal melihat kasus ini berakhir di pengadilan,” demikian pernyataan Sigur Ros dilansir Guardian, Jumat (29/3), kemudian berjanji akan membersihkan nama baik band itu dengan menuntaskan kasus ini.

Aset empat personel band yang meliputi empat apartemen dan rumah senilai 4,9 juta poundterling (Rp90,8 miliar) pun dibekukan otoritas Islandia.

Baca juga: Band Sigur Ros ke Jakarta

Dua pertiga aset itu adalah milik pentolan band, Jon Thor Birgisson, yang saat ini bermukim di Los Angeles. Birgisson dituduh menghindari pajak penghasilan dan pajak investasi.

Menurut jaksa penuntut, anggota band lainnya Georg Holm, Kjartan Sveinsson dan Orri Pall Dyrason, juga dituduh tidak melaporkan jumlah total pendapatannya, menghindari pajak penghasilan serta pajak investasi.

“Anggota Sigur Ros adalah musisi, tidak ahli dalam pembukuan dan keuangan internasional,” kata pengacara Bjarnfreour Olafsson dalam sebuah pernyataan.

Kendati demikian, tanggal persidangan kasus pajak ini belum ditentukan oleh otoritas setempat.

Baca juga: Sigur Ros berbahasa Sunda

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rolling Stones tunda tur gara-gara Mick Jagger sakit

Jakarta (ANTARA) – Rolling Stones menunda turnya ke Amerika Serikat dan Kanada menyusul kondisi kesehatan vokalis Mick Jagger yang menurun sehingga harus menjalani perawatan medis pada Sabtu (30/3).

“Saya kecewa karena harus menunda tur, tetapi saya akan bekerja keras untuk kembali ke atas panggung secepat mungkin,” kata Jagger melalui Twitter, tanpa memberikan rincian lebih lanjut, dilansir Reuters.

“Saya benar-benar minta maaf kepada penggemar kami di Amerika dan Kanada yang sudah memiliki tiket. Saya benar-benar benci telah mengecewakan Anda seperti ini,” tambahnya.

Para fans pun membalas unggahan Jagger, dengan komentar yang berharap sang vokalis berumur 75 tahun itu segera pulih.

“Para dokter telah memberi tahu Mick, dia diharapkan menjalani pemulihan secara lengkap sehingga dia bisa kembali ke atas panggung sesegera mungkin,” kata juru bicara Rolling Stones dalam sebuah pernyataan.

Rolling Stones dijadwalkan berkeliling Amerika Utara untuk menjalani tur berdurasi panjang, mulai 20 April hingga 29 Juni.

Baca juga: Rolling Stones gelar tur di Amerika Latin

Baca juga: Rolling Stone siapkan kejutan jelang tur AS

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Musik dance dan parade motor iringi pemakaman Keith Flint

Jakarta (ANTARA) – Pemakaman mantan vokalis Prodigy, Keith Flint, diiringi ratusan penggemar yang memutarkan musik dance dan sebagian lainnya mengantar dengan sepeda motor di Braintree, Inggris, pada Jumat (29/3).

Sejumlah fans juga menawarkan layanan melukis wajah hingga tato gratis kepada para pengantar yang ingin memberikan penghormatan terakhir untuk bintang “Firestarter” itu, dilansir Reuters, Sabtu.

Flint ditemukan tewas di rumahnya pada awal bulan ini dalam usia 49 tahun. Penyebab kematian Flint yang diduga karena gantung diri masih diselidiki otoritas setempat sampai Juni 2019.

Terkenal karena tindikan wajahnya, riasan wajah tebal dan potongan rambut bertanduk iblis yang eksentrik, Flint memainkan peran utama dalam membangun kredibilitas musik elektronik.

Prosesi pemakaman dimulai dengan melintasi sebuah jalan menuju Gereja St Mary, yang tidak hanya dihadiri keluarga dan sahabat, namun para fans yang berkonvoi.

Mobil jenazah Flint dihiasi kembang-kembang berwarna oranye cerah, bertuliskan “Keef” dan “Chief”. Sedangkan peti matinya dihias dengan mikrofon berwarna hijau yang menjadi ciri khasnya, serta rangkaian mawar mewah dan putih.

Dalam pidatonya, Aktor Paul Kaye, membahas kembali kisah-kisah Flint dalam bermusik dan kecintaanya pada sepeda motor, hewan, dan jujitsu.

“Kamu suka menjalani hidup dengan tantangan dan desas-desus,” kata Kaye.

Fans pun membuat petisi untuk membangun patungnya di Braintree. Menurut petisi yang telah dibubuhi 9.000 tanda tangan, warga Braintree ingin “memberi penghormatan dan menghormati putra setempat yang paling terkenal.”

Dilahirkan di London Timur, Flint pindah ke Braintree pada pertengahan 70-an bersama orang tuanya dan pada tahun 1990 ikut mendirikan The Prodigy bersama Howlett dan Leeroy Thornhill.

Band itu dijadwalkan tur Amerika Serikat pada Mei dan merilis album terbaru “No Tourists” pada bulan November.

Baca juga: Keith Flint, vokalis The Prodigy meninggal di usia 49 tahun

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Westlife tambah konser di Indonesia jadi 2 hari

Jakarta (ANTARA) – Setelah tiket konser untuk 7 Agustus habis terjual, penyelenggara konser Westlife menambah jumlah pertunjukan menjadi dua hari yakni pada 6 dan 7 Agustus 2019 di ICE BSD, Tangerang.

Pada 28 Maret lalu, penjualan untuk tiket konser bertajuk “Westlife – The Twenty Tour 2019” resmi dibuka, yang disambut antusias penggemar yang luar biasa, sehingga tiket itu ludes terjual hanya dalam dua jam.

Westlife sangat terkejut mendengar hal tersebut. Karena tidak ingin mengecewakan penggemar yang belum mendapat tiket, boy band pelantun “My Love” itu pun dengan senang hati menambah jadwal konser.

“Hai Indonesia, kami Westlife. Kami dengar show kami tanggal 7 Agustus sudah terjual habis. Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang,” ujar Shane Filam melalui video resmi yang diterima Antara, Sabtu.

Mark Feehily pun menambahkan, “Kami sangat semangat untuk membuat pertunjukan lain di ICE BSD pada tanggal 6 Agustus. Untuk informasi lebih lanjut akan diumumkan segera. Kami sudah tidak sabar bertemu kalian.”

Baca juga: Tiket konser Westlife ludes dalam dua jam

Sebelumnya Full Color Entertainment selaku pihak promotor sempat menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar Westlife yang belum bisa mendapatkan tiketnya. Mereka sedang berusaha untuk membuat pertunjukan tambahan.

“Mengingat kapasitas venue konser nanti yang sangat terbatas, oleh karena itu kami selaku pihak promotor dan management Westlife sedang dalam tahap diskusi,” kata David Ananda dari Full Color Entertainment melalui keterangan resmi, Jumat (29/3).

“Apabila memungkinkan untuk membuat show tambahan konser Westlife di Indonesia untuk menyenangkan para penggemar Westlife yang jumlahnya masih sangat banyak, semoga kami bisa segera menemukan tanggal dan waktu yang tepat,” katanya.

Tiket konser Westlife dibagi menjadi empat kategori yakni Diamond Rp2,5 juta, Platinum Rp1,950 juta, Gold Rp1,5 juta dan Silver Rp990 ribu. Nantinya Shane Filam, Nicky Byrne, Mark Feehily dan Kian Egan akan membawakan lagu-lagu hits seperti “Swear It Again”, “If I Let You Go”, “Flying Without Wings”, “I Have a Dream”, “Seasons in the Sun”, “Fool Again”, “My Love”, “What Makes a Man”, “Uptown Girl”, “Mandy”, “You Raise Me Up” dan lainnya. Mereka juga akan menyanyikan lagu baru yang berjudul “Hello My Love”.

Baca juga: Westlife konser reuni di Indonesia pada Agustus

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taemin SHINee bersiap tur konser di Jepang

Jakarta (ANTARA) – Lee Taemin, personel termuda boy group SHINee akan melakukan tur konser di Jepang pada bulan Juni 2019 demi meningkatkan karir solonya, kata agensi SM Entertainment, Jumat (29/3).

Seperti dikutip dari Yonhap, penyanyi berusia 26 tahun itu akan memulai di arena yang menampung 10 ribu orang kawasan Hokaido pada 8 Juni, selanjutnya arena di Tokyo, Osaka, Shizuoka, Hiroshima dan Fukuoka. Taemin rencananya mengadakan total 14 konser di enam kota tersebut.

Ini adalah tur solo kedua Taemin di kota-kota Jepang, setelah tahun 2018, sekaligus memperkuat kehadirannya di negara tetangga Korea itu.

“Di panggung-panggung tersebut tahun ini, Taemin akan menampilkan pertunjukan luar biasa, dalam skala lebih besar … Dia diharapkan bisa menarik sekali lagi respons dari para penonton,” kata pihak SM.

Sebelumnya, Taemin menaklukkan tangga album Oricon pada bulan November melalui album berbahasa Jepang pertamanya yang berjudul “TAEMIN.”

Dia kemungkinan akan tetap fokus pada karir solonya karena grupnya absen sementara waktu dari industri K-pop. Tiga personel SHINee saat ini sudah dan akan menjalani wajib militer.

Onew dan Key telah memulai dinas wajib militer mereka, sementara Minho dijadwalkan untuk mendaftar sebagai anggota Korps Marinir pada 15 April 2019.

Baca juga: Taemin SHINee ungkap impian masa depannya

Baca juga: Taemin SHINee bersiap menggelar konser solo kedua

Baca juga: Taemin SHINee rilis single & Mini album “Want”

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Doddy Hernanto perkenalkan “gitar gawai” di Lombok

Mataram (ANTARA) – Doddy Hernanto atau yang akrab dikenal “Mr. D One finger”, musisi asal Surabaya, Jawa Timur, memperkenalkan karya terbaiknya dalam bermusik, yakni “gitar gawai”, ketika hadir sebagai pengisi acara yang digelar di Gerung, Nusa Tenggara Barat.

Karya yang sudah mendapat apresiasi dari kalangan musisi di berbagai negara tersebut merupakan alat musik gitar yang nadanya diatur melalui instrumen gawai (gadget).

Tidak hanya itu saja, hebatnya alat musik ciptaan Mr.D Ini juga mampu merekam setiap nada yang dimainkan. Bahkan bisa dikombinasikan hingga menciptakan sebuah irama musik.

“Gitar gawai saya ada tiga, electric, akustik dan ukulele,” katanya kepada wartawan di Mataram, Jumat.

Ketika hadir sebagai pengisi acara di Lombok, Mr.D berkesempatan memainkan salah satu “gitar gawai” andalannya, yakni gitar ukulele.

“Ini yang terbaru dan ‘real traveling guitar’,” ujarnya.

Sebagai pengisi acara yang mengangkat tema “ASN Melek Digital, Menjemput Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, dengan Ketahanan Informasi Daerah”, Doddy dalam dokumentasi videonya berdurasi satu menit, terlihat sedang memetik senar ukulelenya.

Dari petikan dan cara dia memainkan, tercipta sebuah irama yang unik. Dari cara dia memainkan ukulele, nampaknya tidak sulit jika orang ikut memainkannya.

“Jadi buat musik itu sangat mudah dilakukan,” ucapnya sembari mengontrol nada petikan melalui gawai yang terpasang di badan ukulelenya itu.

“Suara-suara apa saja bisa di ‘costume’ dari sini, kita juga bisa buat suara di sini. Bikin distorsi juga bisa,” katanya memperjelas.

Pewarta: Dhimas Budi Pratama
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiket konser Westlife ludes dalam dua jam

Jakarta (ANTARA) – Tiket konser Westlife di Jakarta sudah habis terjual hanya dalam waktu dua jam sejak pertama kali dibuka pada pukul 11.59 WIB pada Kamis (28/3).

Full Color Entertainment selaku pihak promotor menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar Westlife yang belum bisa mendapatkan tiketnya. Mereka sedang berusaha untuk membuat pertunjukan tambahan.

“Kami selaku pihak promotor mohon maaf kepada semua penggemar Westlife di Indonesia yang tidak kebagian tiket konser Westlife karena begitu banyaknya antusias penggemar yang ingin membeli tiket konsernya,” ujar David Ananda dari Full Color Entertainment melalui keterangan resmi yang diterima Antara, Jumat.

“Mengingat kapasitas venue konser nanti yang sangat terbatas, oleh karena itu kami selaku pihak promotor dan management Westlife sedang dalam tahap diskusi apabila memungkinkan untuk membuat show tambahan konser Westlife di Indonesia untuk menyenangkan para penggemar Westlife yang jumlahnya masih sangat banyak, semoga kami bisa segera menemukan tanggal dan waktu yang tepat,” lanjutnya.

Tiket konser Westlife dibagi menjadi empat kategori yakni Diamond Rp2,5 juta, Platinum Rp1,950 juta, Gold Rp1,5 juta dan Silver Rp990 ribu.

Westlife akan menggelar konser di Indonesia pada 7 Agustus 2019 di ICE BSD, Tangerang. Konser ini menandai kembalinya boyband legendaris yang vakum selama tujuh tahun sejak 2012. Nantinya Shane Filam, Nicky Byrne, Mark Feehily dan Kian Egan akan membawakan lagu-lagu hits seperti “Swear It Again”, “If I Let You Go”, “Flying Without Wings”, “I Have a Dream”, “Seasons in the Sun”, “Fool Again”, “My Love”, “What Makes a Man”, “Uptown Girl”, “Mandy”, “You Raise Me Up” dan lainnya. Mereka juga akan menyanyikan lagu baru yang berjudul “Hello My Love”.

Baca juga: Absen delapan tahun, Westlife kembali dengan “Hello My Love”

Baca juga: Westlife konser reuni di Indonesia pada Agustus

Baca juga: Boyzlife bawa penonton kembali ke jaman Boyzone-Westlife

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alasan BTS tak mau bernyanyi dengan bahasa Inggris

Jakarta (ANTARA) – BTS menjelaskan alasan mereka tidak segera bernyanyi menggunakan bahasa Inggris setelah mencapai kesuksesan secara global.

Meski masuk dalam 10 besar pada tangga lagu single di Amerika dan berhasil menjual habis dua pertunjukan di Wembley Stadion, BTS hanya sekali bernyanyi dalam bahasa Inggris yakni pada lagu “Waste It On Me” di tahun 2018.

Dalam sebuah wawancara, leader BTS, RM mengatakan bahwa mereka akan tetap setia dengan identitas sebagai orang Korea.

“Hot 100 dan nominasi Grammy, ini adalah tujuan kami. Tapi itu hanya tujuan, kami tidak ingin mengubah identitas atau keaslian kami untuk mendapatkan nomor satu,” ujar RM dilansir NME, Jumat.

“Seperti saat kita tiba-tiba bernyanyi dalam bahasa Inggris penuh dan mengubah semua hal-hal lain, maka itu bukan BTS. Kami akan melakukan segalanya, kami akan mencoba. Tetapi jika kita tidak bisa mendapat nomor satu atau nomor lima, tidak apa-apa,” lanjut RM.

Anggota BTS lain, Suga, juga menambahkan, “Itu harus menjadi lagu yang hebat tetapi juga ada strategi keseluruhan yang terkait untuk meningkatkannya. Dan tentu saja harus ada ukuran keberuntungan.”

“Jadi yang penting bagi kami hanyalah membuat musik yang bagus dan pertunjukan yang bagus dan menyatukan semua elemen itu,” katanya menambahkan.

BTS baru-baru ini meluncurkan single baru yang berjudul “Map of The Soul: Persona” dalam sebuah trailer comeback.

Baca juga: Trailer album BTS ditonton 5 juta orang dalam tujuh jam

Baca juga: Tiket ludes dalam 90 menit, BTS tambah pertunjukan di London

Baca juga: Hyundai sponsori promo “Armypedia” grup BTS di Inggris

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tulus, Glenn Fredly & Yovie Widianto kolaborasi lewat lagu “Adu Rayu”

Jakarta (ANTARA) – Tulus berkolaborasi dengan Glenn Fredly dan Yovie Widianto untuk menghadirkan lagu “Adu Rayu”.

Lewat lagu tersebut, Tulus kembali membuktikan kemampuannya dalam menulis lirik yang puitis dengan sudut pandang cerdas.

Proses kreatif pembuatan lagunya juga cukup unik. Tulus mengisi cerita dan lirik dengan melodi yang sudah terlebih dahulu digubah oleh Yovie. Lirik tersebut kemudian dibawakan lewat olah vokal Tulus dan Glenn Fredly.

“Merupakan sebuah kesempatan istimewa bagi saya bisa berkolaborasi dengan musikus senior Indonesia yang saya kagumi, dan karyanya sudah saya dengar sejak masih di bangku sekolah. Bagi saya pribadi, Mas Yovie dan Kak Glenn Fredly merupakan panutan, mereka sangat konsisten, profesional dan tak ragu untuk bereksplorasi,” ujar Tulus melalui keterangan resmi yang diterima Antara, Jumat.

Tugas Tulus tak hanya berhenti pada pembuatan lirik saja. Dia juga berperan sebagai pemimpin kreatif visual dengan menghadirkan video musik yang memiliki konsep seperti film.

Dalam video musik yang perankan oleh Chicco Jerikho, Nicholas Saputra dan Velove Vexia itu terdapat dialog sehingga memiliki cerita seperti film pendek.

Bagi Tulus, kolaborasi dengan Glenn dan Yovie merupakan pengalaman belajar yang sangat menarik.

“Kolaborasi itu adalah berkarya sambil belajar ekstra. Belajar bagaimana ragam proses kreatif,” kata pelantun “Gajah” itu.

Baca juga: Curhatan Tulus saat konser Monokrom

Baca juga: Glenn Fredly dan Adera berbagi panggung konser “Harmonia: Titik Balik”

Baca juga: Yovie Widianto janji nyanyi jika streaming Kahitna capai satu juta

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pentagon luncurkan mini album “Genie” dan kisah di baliknya

Jakarta (ANTARA) – Boy group Pentagon meluncurkan mini album ke delapan berjudul “Genie”, album berbahasa Korea pertama setelah kepergian rapper E’Dawn akhir tahun lalu.

Album berisi enam lagu itu menjadikan “Sha La La” atau “Sintobuli” dalam bahasa Korea yang berarti Sabtu menyenangkan” sebagai lagu utama.

Lagu ini memiliki beat cepat dan dibawakan dengan koreografi yang kuat oleh sembilan personel Pentangon untuk menghancurkan ketegangan dan tekanan kehidupan sehari-hari. Teriakan bernada tinggi oleh vokalis Jin-ho di tengah-tengah lagu membawa musik ke klimaksnya.

“Anda mungkin mengalami saat-saat stres dan perasaan tercekik di tempat kerja dan di sekolah. Aku menulis lagu ini untuk menyelesaikannya,” kata leader Hui dalam sebuah konferensi pers di kawasan Blue Square, Seoul seperti dilansir Yonhap, belum lama ini.

Video musik “Sha La La” mengambarkan sesuatu yang bisa menghilangkan stres. Ada adegan-adegan seperti memalu piano dan keluar dari tumpukan uang kertas.

Lagu ini mengingatkan gaya musik Pentagon di mini album pertama yakni “Pentagon” dengan lagu utama “Gorilla.”

“Kami kadang-kadang mengenangnya. Ketika kami mementaskan album pertama kami pada acara kompetisi musik (lokal). Kami begitu penuh energi dan ambisi. Kami ingin mengembalikan semangat, dan kepercayaan diri dengan musik terbaru ini. Itulah inti dari album ini,” tutur Hui.

Enam lagu dalam album terdiri dari dua lagu hip-hop dan empat lagu ceria serta sentimentil. Shin Won berharap karya ini bisa memberikan harapan dan semangat.

“Judul album memiliki dua makna. Pertama, untuk memberikan keyakinan bahwa kita semua bisa menjadi jenius. Lainnya, mencerminkan keinginan kita untuk menjadi jin dari lampu ajaib,” kata dia.

Pentagon terbentuk melalui acara kompetisi idola di Mnet dan secara resmi memulai debutnya pada tahun 2016 melalui self-titled “Pentagon.” Grup ini perlahan meraih popularitas di dalam dan luar negeri melalui lagu “Shine” yang mereka rilis tahun 2018. Lagu utama dalam mini album keenam berjudul “Positive,” mencapai Top 10 di tangga lagu penjualan lagu digital Billboard.

Baca juga: Pentagon debut di Jepang lewat single “Cosmo”

Baca juga: E’Dawn hengkang dari Pentagon dan Cube Entertainment

Baca juga: HyunA dan E’Dawn Pentagon dikeluarkan dari manajemen

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Trailer album BTS ditonton 5 juta orang dalam tujuh jam

Jakarta (ANTARA) – Boy group BTS pada Kamis (28/3) meluncurkan video cuplikan album terbaru mereka, “Map of the Soul: Persona” dan sekitar tujuh jam sejak perilisan, video itu sudah tampil 5 juta kali di YouTube.

Hingga berita ini rilis, video itu sudah tayang hampir 13 juta kali di YouTube.

Seperti dilansir dari Yonhap, leader BTS, RM tampil mengisi video berdurasi hampir tiga menit, berjudul “Persona,” itu. Intro album yang mengandung unsur rap kuat dan koreografinya membutuhkan keserasian gerakan tangan serta tubuh.

Intro yang dimulai dengan frasa “Who am I” adalah trek hip-hop yang didasarkan pada genre trap, ungkap agensi Big Hit Entertainment. Intro ini mengingatan pada intro “Skool Luv Affair” yang dirilis tahun 2014.

Big Hit menggunakan pemindaian 3-D untuk membuat humanoid digital yang mewakili persona RM dalam video trailer.

BTS dijadwalkan secara resmi merilis album baru pada 12 April mendatang di panggung musik dunia dan menayangkannya di jaringan TV Amerika NBC’s nightly show “SNL” pada 13 April 2019.
 

Baca juga: Tiket ludes dalam 90 menit, BTS tambah pertunjukan di London

Baca juga: Hyundai sponsori promo “Armypedia” grup BTS di Inggris

Baca juga: BTS gagal bawa pulang piala Grammy

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga personel wamil BTOB akan hadirkan single spesial

Jakarta (ANTARA) – Tiga personel boy group BTOB yang kini menjalani wajib militer yakni Eunkwang, Minhyuk dan Changsub akan meluncurkan single khusus berjudul “I’m Sorry” (terjemahan literal).

Seperti dilansir Soompi, Kamis (28/3), single ini rencananya hadir pada 5 April mendatang pukul 18.00 waktu Korea.

Di antara ketiga personel yang memasuki masa wajib militer, Eunkwang adalah yang pertama yakni pada Agustus 2018, diikuti Changsub pada Januari 2019 dan Minhyuk pada Februari 2019. Kini, tersisa Ilhoon, Hyunsik, Peniel dan Sungjae yang masing-masing berfokus pada kegiatan solo mereka.

Sebelumnya, grup besutan Cube Entertainment itu merayakan tujuh tahun debut mereka di industri musik K-pop pada 21 Maret lalu. Mereka pun berjanji akan selalu bersama para penggemar hingga 70 tahun mendatang.

Baca juga: Changsub BTOB mulai jalani 21 bulan wajib militer

Baca juga: Min-hyuk BTOB akan luncurkan album solo sebelum wamil

Baca juga: Eunkwang BTOB mulai wajib militer

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Shiny Happy Records hadirkan album kolaborasi Annemarie-Skittle Alley

Jakarta (ANTARA) – Shiny Happy Records label rekaman indie pop besutan Eko Sutrusno kembali menghadirkan album twee pop dengan menggandeng dua band lintas benua yaitu Annemarie dari Asia dan Skittle Alley asal Amerika Selatan.

Album split bertajuk “Skittle Alley & Annemarie” tersebut dirilis dalam bentuk kaset, dengan tujuan mengembalikan nuansa era saat kaset menjadi salah satu bentuk fisik dari karya band atau musisi.

“Awalnya gue punya dua obsi sih CD-R atau dalam bentuk kaset, tapi kenapa kaset karena gue suka sama rilisan fisik ya dan bukan berarti harus bentuk CD-R atau CD-Pro dan gue orang yang hidup dulu di zaman kaset,” kata Eko saat dijumpai Antara, di Jakarta, Kamis.

Dalam album yang diluncurkan pada Maret 2019 itu, masing-masing band menyuguhkan dua lagu. “We Do” dan “Living In My Dream” dari Annemarie, sementara Skittle Alley membawakan lagu “It’s Hard to Find Love” dan “Out of Breath”.

Annemarie adalah band twee pop asal Bandung yang dibentuk sejak 2004. Pada 2005 mereka mengeluarkan album mini bertajuk “The Living Model” yang dirilis oleh label rekaman indie pop Swedia, Music is My Girlfriend.

Dua tahun kemudian, 2007, Annemarie menelurkan album “ABC On TV” yang dirilis oleh dua label rekaman Music is My Girlfriend dan Plastilina Records dari Peru.

Annemarie menyuguhkan alunan gitar “jangle pop” ditambah harmonisasi keyboard dan gaya suara Rima (vokal) yang cute sehingga berkesan ceria.

Sementara Skittle Alley merupakan band asal Peru, yang musiknya banyak dipengaruhi oleh band-band indie pop seperti Blueboy, Trembling Blue Stars dan Harper Lee.

“Suara” yang dibawa Skittle Alley lebih menegaskan pengaruh The Field Mice di dalam setiap musiknya.

(Penulis: Peserta Susdape XIX/Muhammad Adimaja)
 

Pewarta: Peserta Susdape XIX/Muhammad Adimaja
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

MMI Malang dukung PDMN Ambon

Ambon (ANTARA) – Museum Musik Indonesia (MMI) Malang mendukung koleksi Pusat Dokumentasi Musik Nasional (PDMN) di kota Ambon.

Direktur Ambon Music Office (AMO), Ronny Loppies, di Ambon, Kamis,  mengatakan, dukungan untuk PDMN berupa penyerahan 150 keping rekaman musik berupa piringan hitam yang terdiri dari 100 keping lagu Nusantara dari Aceh sampai Papua dan 50 keping piringan hitam yang berisi lagi Ambon karya musisi Maluku.

Ia mengatakan, dukunga MMI disampaikan melalui surat rekomendasi mendukung Ambon menjadi kota musik dunia versi unesco dan bantuan untuk koleksi di PDMN.

“Data base MMI kota Ambon memiliki jumlah musisi yang paling banyak dibandingkan kota dan provinsi lain di indonesia. Hal ini yang membuat mereka komitmen untuk mendukung sesuai kesepakatan saat Forum Grup diskusi yang dilakukan di Ambon pada beberapa waktu lalu,” uja Ronny.

Diakuinya, AMO dan Museum MMI Malang juga telah melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) kerja sama dokumentasi musik Maluku, sebagai upaya untuk dokumentasi fisik musik Maluku, khususnya kota Ambon.

MMI telah menyampaikan kesiapan untuk membantu menginventarisasi musisi, album-rekaman dan lagu-lagu yang berasal dari Ambon-Maluku.

Menurut Ronny, dukungan mewujudkan Ambon sebagai kota musik datang dari berbagai pihak, bukan hanya dalam negeri tetapi dari luar negeri.

Setelah sebelumnya mendapat dukungan dari Adelaide Symphony Orchestra dan Office of Adelaide UNESCO City of Music, kota Ambon juga mendapat dukungan dari Department for Industry and Skills, Government of South Australia, yang ditandatangani Director Creative Industries, Becc Bate.

Dalam surat rekomendasi, Becc menyatakan terkesan saat pihaknya mengunjungi  tim Pemkot Ambon, AMO dan BEKRAF pada November 2018.

“Mereka terkesan dengan dedikasi, visi dan berbagai proyek yang mendukung dan mempromosikan musik di Ambon,” ujar Ronny.

Dijelaskanya, hasil kunjungan tersebut dapat diketahui visi dan perkembangan musik di kota Ambon, sehingga bisa mengetahui pengaruh globalnya, sejarahnya dan tujuan kota Ambon untuk menjadikan musik sebagai pendorong ekonomi, sosial dan pengembangan budaya.

“Dukungan dari berbagai institusi membuat kota Ambon terus berbenah mempersiapkan diri menuju kota musik dunia versi Unesco,” tandas Ronny.

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

YG Entertainment sensor wajah Seungri dari merchandise BIGBANG

Jakarta (ANTARA) – Toko online resmi milik YG Entertainment, YG Select dilaporkan menjual merchandise BIGBANG dengan foto wajah Seungri yang diburamkan.

Sebelumnya, YG Select dikritik lantaran terus menjual barang yang berkaitan dengan Seungri setelah kontroversi club malam “Burning Sun” muncul.

Akhirnya pada 27 Maret, penjualan merchandise khusus Seungri ditarik dari situs YG Select. Namun untuk barang BIGBANG secara grup tetap dijual dengan bagian Seungri yang diburamkan.

YG Entertainment juga masih berproses dalam pengeditan wajah Seungri dari situs web, karena beberapa fotonya disensor, sementara ada juga yang tidak.

“Karyawan yang bertanggung jawab atas situs web saat ini sedang dalam proses pengeditan. Harap tunggu sebentar lagi,” ujar seorang sumber dari YG Select dilansir Soompi, Kamis.

Ketika ditanya apakah YG Select akan terus menjual barang BIGBANG secara online, sumber itu menjawab, “Kami belum bisa diberi tahu apa-apa.”

Sementara itu, wajah Seungri telah dihapus dari fan cafe BIGBANG, yang dijalankan oleh YG Entertainment. Cover album dan gambar mini MV untuk “The Great Gatsby” Seungri juga telah diubah ke gambar yang berbeda, dan nama Seungri telah dihapus sebagai anggota BIGBANG dalam hasil pencarian situs portal.

Seungri saat ini sedang diselidiki untuk dugaan prostitusi dan Burning Sun. Penyanyi itu mengumumkan pengunduran dirinya dari industri hiburan pada 11 Maret, dan YG Entertainment mengakhiri kontrak eksklusif pada hari berikutnya.

Baca juga: Yong Junhyung keluar dari grup Highlight

Baca juga: Polisi interogasi Seungri dan Jung Joon-young

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Andien gandeng Endah N Rhesa untuk single “Everything in Between”

Jakarta (ANTARA) – Andien untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan musisi Endah N Rhesa dalam menggarap single berjudul “Everything in Between”, sebuah lagu yang mengisahkan sebuah perjalanan.

“Aku senang sekali karena sebenernya kita belum pernah benar-benar berkolaborasi bareng Endah N Rhesa,” ujar Andien saat peluncuran single terbarunya itu di Jakarta, Rabu.

Andien menjelaskan, ide kolaborasi itu awalnya tercetus dari Nikita Dompas yang menjadi produsernya dalam lagu itu.

“Sebenernya ide awalnya itu dari produser lagu ini yaitu Nikita Dompas. Nah, Nikita ber-ide gimana kalau kerja sama dengan Endah N Rhesa,” kata Andien.

Adapun terpilihnya Endah N Rhesa dalam penggarapan lagu tersebut berdasarkan warna musik dan cerita di balik lagu yang mengisahkan perjalanan Diego dan Mariles saat bersepeda dari Belanda ke Indonesia.

“Ketika ingin membuat lagu tentang perjalanan, dan kebayang lagunya tuh kayak apa dan mood-nya kayak gimana, kayaknya enggak ada nama lain selain Endah N Rhesa,” kata Andien.

Endah N Rhesa yang gemar bersepeda juga menjadi salah satu faktor tambahan dalam menggarap lagu yang dibangun dari suasana perjalanan itu.

Namun lagu tersebut tidak hanya membicarakan tentang sepeda dan perjalana mereka saja, melainkan tentang sesuatu yang lebih besar dan lebih dalam, tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Endah, bahwa lagu tersebut bukan sekedar membahas mengenai perjalanan Diego dan Mariles.

“Meskipun lagu ini terinspirasi dari perjalanan Diego dan Mariles, tapi sebenarnya itu kayak sebuah cerminan bagaimana seorang manusia itu membangun dan mencari tujuan hidup masing-masing,” kata Endah.

Baca juga: Andien ajak generasi muda gunakan hak pilih Pemilu 2019

Baca juga: Dukung adik bersepeda Belanda – Jakarta, Andien siapkan single baru

Baca juga: Menjaga kebugaran lahir batin ala Andien

Pewarta: Peserta Susdape XIX/Muhammad Adimaja
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hodgepodge Superfest 2019 usung konsep baru, incar kenaikan penonton

Jakarta (ANTARA) – Hodgepodge Superfest yang akan dihelat 31 Agustus-1 September 2019 digadang-gadang akan menyedot minat penonton hingga 10 kali lipat dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya, berkat konsep baru dan segar yang diusung PT Java Festival Production selaku penyelenggara.

“Pelajaran kami tahun kemarin, dengan hanya sepenuhnya indie saja ternyata tidak siap, tahun ini kita kombinasi bersama band yang memang telah memiliki banyak fans,” kata Direktur PT. Java Festival Production, Dewi Gontha di Jakarta Selatan, Rabu.

Cara lain guna meningkatkan minat penonton yakni dengan mengombinasikan penampilan musisi yang menyasar lebih banyak kalangan umur, bukan fokus milenial saja.

Festival Hodgepodge Superfest 2019 juga menargetkan penonton lebih banyak dari daerah. Jika pada penyelenggaraan 2018 penonton asal daerah hanya sekitar 45 persen, kali ini ditarget seimbangkan.

Oleh karena itu Hodgepodge juga menggelar rangkaiannya pra acara ke 20 kota, di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi guna mengenalkan model festivalnya.

“Kita akan menyediakan area yang menarik untuk instagramable dan kegiatan kolaborasi antara seni dan teknologi, penasaran? datang ya,” ujarnya.

Java Festival Production menghadirkan super grup rap rock asal Amerika, Prophets of Rage untuk tampil pada gelaran 2019 guna merebut lebih banyak minat penonton. Satu grup band terkenal lainnya yang akan menjadi penampil utama adalah Snow Patrol asal Irlandia Utara.

Hodgepodge Superfest juga menyuguhkan sejumlah musisi Indonesia yang cukup dikenal pecinta musik, seperti Danilla Riyadi, GAC, Barasuara dan Fourtwnty.

Baca juga: Prophets of Rage dan Snow Patrol hadir di ajang Hodgepodge di Ancol

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Andien ajak generasi muda gunakan hak pilih Pemilu 2019

Jakarta (ANTARA) – Andien mengajak kaum muda agar menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 yang berlangsung pada 17 April mendatang.

“Semoga kita sebagai anak bangsa bisa menggunakan hak pilihnya, karena itu sudah menjadi hak kita,” kata Andien saat ditemui di peluncuran single terbarunya “Everything in between” Jakarta, Rabu.

Dengan menggunakan hak pilih untuk pesta demokrasi itu, maka generasi muda sudah ikut membangun bangsa Indonesia agar menjadi lebih baik, tambahnya.

“Dalam menggunakan hak pilihnya sebagai anak bangsa harus dengan sebijaksana mungkin,” ujar Andien.

Menurut Andien, idealisme dan visi misi setiap kaum muda tentunya bisa diakomodir apabila menggunakan hak pilih pada pemilu mendatang.

“Kita sendiri kan punya idealisme, kita punya visi, kita punya misi terhadap Indonesia, itu kita bisa akomodir ketika kita memilih,” tutup Andien.
  Penyanyi Andien berfoto bersama Musisi Endah N Rhesa saat peluncuran single terbarunya yang bertajuk “”Everything in between” di Jakarta, Rabu (27/3/2019). (ANTARA News/Muhammad Adimaja)

Baca juga: Andien merinding hadiri peresmian MRT

Baca juga: Dukung adik bersepeda Belanda – Jakarta, Andien siapkan single baru

Baca juga: Menjaga kebugaran lahir batin ala Andien
 

Pewarta: Peserta Susdape XIX/Muhammad Adimaja
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Konser Lazada Super Party

Popstar asal Inggris Dua Lipa tampil di Konser Lazada Super Party di ICE BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (26/3/2019). Konser perdana persembahan Lazada ini digelar dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke- 7. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.

Awang menunggang gelombang diplomasi Indonesia di Portugal

London (ANTARA) – Karya musik “Awang Menunggang Gelombang” membawa imajinasi penonton ikut dalam ekspedisi mengelilingi dunia Ferdinand Magelhaes pada 1519-1521 dan peran Panglima Awang, sang juru navigator dan penerjemah yang juga dikenal dengan nama Enrique. Karya ini untuk pertama kalinya ditampilkan di Academia Almadense, Almada, Portugal pada akhir pekan lalu.

Riau Rhythm merupakan kelompok musik dari Kota Pekanbaru, Riau, yang memadukan unsur musik folklore tradisi Melayu dengan alat musik barat, demikian Pensosbud KBRI Lisabon, Andre Nurvily kepada Antara London, Selasa.

Riau Cultural Mission 2019 didukung Pemerintah Daerah Riau dan KBRI di Lisabon bertujuan mempromosikan diplomasi budaya Indonesia ke Portugal yang diisi dengan dialog budaya Melayu dengan tema “Menjelajahi Ingatan: Jejak-jejak Portugis di Nusantara” serta konser musik.

Dialog menghadirkan pembicara dari pakar filologi, Dr. Gijs L. Koster, ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau, Datuk Seri Al Azhar, dan peneliti Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau, Sita Rohana.  Dialog tersebut secara garis besar memaparkan tentang kehadiran Portugis di Nusantara, mengulas ingatan kolektif Melayu-Portugis, serta menjadi pengantar pertunjukan musik karya komposer Rino Deza Pati.

“Jang Si Bono–Pencalang” menjadi repertoire pertama yang disuguhkan untuk membuka konser Riau Rhythm. Karya yang menceritakan tentang fenomena arus pasang pada saat bulan purnama, yang bagi masyarakat Riau di sebut Bono, membuat penonton tidak ingin beranjak dari kursinya. “Ini pertama kalinya saya menyaksikan pertunjukan musik Melayu yang membuat saya tak ingin beranjak karena penasaran dengan repertoire berikutnya,” ujar Tania Mendes, musisi yang juga menjadi anggota kelompok gamelan Yogistragong di Lisabon.

Malam itu juga ditampilkan repertoire karya musik dari Album Svarnadvipa, yaitu Puti Indira Dunia, Svara Jiva, Pantun Atui, Lukah Gila, The Sound of Svarnadvipa, dan ditutup dengan Dentang Denting Dentum. Riau Rhythm juga memainkan musik folklore Portugis Ó malhão- malhão yang membuat semua penonton bertepuk tangan karena dimainkan dengan alat musik Gambus Selodang, khas Melayu Riau.

Direktur Academia Almadense, Vitor Pinto Claro, menyampaikan konser musik ini merupakan kegiatan ketiga bertema Indonesia yang dilaksanakan di akademi yang dipimpinnya, setelah tahun sebelumnya menampilkan pertunjukan musik gamelan.

Dubes Indonesia di Portugal, Ibnu Wahyutomo menyampaikan penghargaan dan berterima kasih kepada pihak Academia Almadense yang telah mendukung pertunjukan kebudayaan ini. “Kami menyambut baik inisiasi yang dilakukan Riau Rhythm dan tim dialog budaya karena dapat mempererat hubungan diplomasi antara Indonesia dengan Portugal, khususnya pengaruh Portugis terhadap perkembangan musik dan kebudayaan Melayu. Di akhir pertunjukan, Dubes juga memberikan handbouque kepada pembicara dialog dan perwakilan Riau Rhythm.

Selain menggelar konser musik, grup Riau Rhythm juga menggelar workshop di Escola Superior de Música de Lisboa . Para penonton yang terdiri dari staf pengajar dan mahasiswa musik menyampaikan apresiasi kepada Riau Rhythm. “Karya yang ditampilkan luar biasa, dapat menggabungkan unsur musik tradisional dengan alat musik barat, dan itu tidak mudah untuk saya lakukan”, ujar pengajar gitar klasik, António J. Gonçalves.

Selain didukung Gubernur Provinsi Riau, Drs. H. Syamsuar, kegiatan ini juga didukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Bank Riau Kepri, serta APRIL Group. KBRI Lisabon berharap kegiatan ini dapat meningkatkan hubungan diplomasi budaya Indonesia ke Portugal, khususnya dalam menyongsong perhelatan akbar peringatan 500 tahun perjalanan mengelilingi dunia Ferdinand Magelhães yang akan dilaksanakan 2021 mendatang.

Oleh Zeynita Gibbons
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

25 tahun berkarya, GIGI tak selalu adem ayem

Jakarta (ANTARA) – 25 tahun berkarya, grup band GIGI jauh dari kontroversi dan gosip. Bukan berarti tanpa masalah, mereka juga mengalami yang namanya jatuh bangun dan pertengkaran.

Band yang didirikan sejak 1994 ini sudah mengalami bongkar pasang personel. Namun, mereka selalu ingat bahwa kebersamaan GIGI dilandasi dengan keinginan untuk selalu bermusik.

“Berantem masihlah dan memang ada pendapat yang mungkin bisa jadi berantem itu,” kata Armand Maulana dalam jumpa pers konser “25 Tahun GIGI” di Jakarta, Selasa.

“Semua yang berhubungan dengan GIGI bahwa keluar rumah itu untuk bermusik dan menciptakan karya. Jadi, pada saat ada masalah yang bukan musik, kita enggak bakalan ributin,” lanjut vokalis GIGI itu.

Armand juga menceritakan kesulitan saat mempertahankan GIGI yang ditinggal oleh para personelnya. Saat itu, yang tersisa hanyalah dirinya dan Dewa Budjana. Meski demikian, mereka tetap konsisten menjalankan GIGI hingga Thomas Ramadan kembali dan Hendi Gusti masuk mengisi posisi drum.

“Jadi, back to 90-an, Thomas keluar karena dia drugs. Wah, itu zaman tabloid, ya, kalang kabut juga. Reseh banget dikejar-kejar. Baron keluar, wah, kenapa nih? Tinggal gue berdua. Masuk Opet, tiba-tiba Opet keluar, masuklah Hendi. Enggak ada adem ayem juga,” jelas Armand.

Pada ulang tahun GIGI ke 25 yang jatuh pada tanggal 22 Maret lalu, mereka berharap bisa terus berkarya dan mampu melewati setiap masalah.

“Kalau boleh jujur, saya berdoa untuk GIGI agar bisa berkarya terus, bisa melewati konflik. Karena orang-orang ini, saya ketemu mereka untuk main musik. Jadi, enggak mungkin bisa ninggalin hal itu. Untuk 25 tahun main band itu seperti dapat istri yang sulit diganti,” kata Thomas.
 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Backstreet Boys konser di Jakarta 26 Oktober

Jakarta (ANTARA) – Backstreet Boys akan menggelar konser di Indonesia, 26 Oktober 2019, yang merupakan promo album terbaru mereka bertajuk “DNA”.

Konser yang bertajuk DNA World Tour diselenggarakan oleh Third Eye Management (TEM) dan PK Entertainment. DNA World Tour akan dibuka di Portugal pada tanggal 11 Mei mendatang dan menjadi tur arena terbesar dari Backstreet Boys.

Tur Backstreet Boys akan berlangsung di seluruh Eropa, Amerika Utara, dan Asia. Untuk tempat konser dan harga tiket, pihak promotor akan mengumumkannya segera melalui situs bsbjakarta.com.

Sementara itu, “DNA” merupakan album ke-10 dari Backstreet Boys. Dalam album tersebut, mereka menampilkan lagu-lagu yang ditulis oleh Lauv (Charli XCX), Andy Grammer, Stuart Crichton (DNCE), dan Mike Sabbath (J Balvin). “DNA” dirilis pada Januari tahun ini oleh RCA Records dan debutnya merajai tangga album No.1 di Billboard. “Ketika grup ini dimulai pada 26 tahun lalu dan melewati semua masa senang dan sedih dalam karier kami, kami belajar bahwa ini bukan lagi tentang individu namun tentang apa yang terbaik untuk grup ini,” kata Howie D, salah satu anggota Backstreet Boys melalui keterangan resmi yang diterima Antara, Selasa.

Kevin Richardson juga mengatakan bahwa mereka sangat menyukai album tersebut. Hal ini karena semua lagunya mewakili masing-masing personel.

“Kami dapat membawa semua pengaruh dan gaya menjadi satu harmoni. Lagu-lagu ini dengan sangat baik mewakili kami sebagai individu dan sebuah grup. Ini merupakan DNA kami. Kami sangat bangga dengan hal tersebut,” ujar Kevin.

“Perjalanan ini berlangsung terus bersama kami dan tak banyak lagi hal yang dapat dilakukan. Kami hidup dalam babak yang belum diungkapkan dan itu sangat menarik,” tambah Brian Littrell.

Nantinya, Backstreet Boys akan membawakan lagu-lagu hits, seperti Quit Playing Games With My Heart, I Want It That Way, Everybody (Backstreet’s Back), Incomplete, Shape of My Heart, “Show Me the Meaning of Being Lonely, Don’t Go Breaking My Heart, dan banyak lagi.

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

GIGI bikin konser tunggal di Yogyakarta rayakan 25 tahun berkarya

Jakarta (ANTARA) – Rayakan 25 tahun berkarya, kelompok musik GIGI menggelar konser tunggal pada 14 September 2019 di Yogyakarta.

Berbeda dengan konser ulang tahun GIGI sebelumnya, kali ini mereka hanya akan tampil berempat tanpa mengajak para personel lama ataupun dengan penampilan para musisi pembuka.

“Sebetulnya kalau konsep konser masih bisa berjalan, September kan masih lama. Kadang-kadang ide itu muncul ketika latihan atau ngobrol. Kita terakhir kali bikin show tunggal itu GIGI 17 tahun, itu 2011. Dan baru sekarang yang konser tunggal lagi,” kata Armand Maulana dalam jumpa pers konser “25 Tahun GIGI” di Jakarta, Selasa.

Untuk pemilihan kotanya juga cukup unik. Alih-alih mengambil tempat di Jakarta, GIGI malah memilih Yogyakarta.

“Semuanya punya pemikiran sendiri-sendiri ketika menentukan kota mana yang mau dipilih. Yogyakarta adalah kota yang cenderung lebih santai. Di sini (Jakarta) orang udah sibuk banget apalagi untuk band lokal. Kalau di sana lebih warm buat kami,” jelas Thomas, bassis GIGI.

“Yogyakarta itu banyak tempat-tempat yang bisa dijadikan tempat konser. Itu yang sambil berjalan dengan tim yang kita tunjuk untuk menentukan di mananya. Sampai saat ini tempatnya belum kita putuskan. Semoga bisa cepat kita umumkan,” ujar Armand menambahkan.

Vokalis GIGI itu juga mengatakan bahwa sampai saat ini mereka masih banyak melakukan persiapan untuk konser. Mereka juga masih memilih lagu-lagu apa saja yang akan dimainkan.

“Pemilihan lagu nanti tergantung juga dengan art directornya, karena konsep panggungnya akan berpengaruh ke lagu. Yang pasti durasi kita penginnya 2,5 jam udah stop,” kata Armand.

Baca juga: GIGI terkesan pada “Setia Bersama Menyayangi dan Mencintai”, karena…

Baca juga: Di balik lagu “Adu Domba” versi GIGI

Baca juga: Band GIGI luncurkan album Ramadhan

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Justin Bieber vakum bermusik untuk bereskan masalah pribadi

Jakarta (ANTARA) – Justin Bieber melalui akun Instagram pribadinya mengumumkan bakal vakum dari dunia musik dan memilih fokus untuk menyelesaikan masalah pribadi.

“Jadi saya membaca banyak pesan yang mengatakan kalian ingin album. Saya telah melakukan tur sepanjang masa remaja saya dan awal 20-an, saya menyadari dan karena kalian mungkin melihat saya tidak senang pada tur terakhir, dan saya tidak pantas mendapatkannya dan kalian juga tidak layak mendapatkannya,” tulisnya pada akun @justinbieber, Senin (25/3).

“Anda membayar uang untuk datang dan menginginkan konser penuh cahaya yang menyenangkan dan enerjik, dan saya tidak mampu secara emosional untuk memberikan itu di akhir tur,” lanjutnya.

Bieber juga menjelaskan alih-alih mengerjakan musik baru, dia lebih ingin berfokus untuk memperbaiki beberapa masalah yang ada dalam dirinya.

Baca juga: Tempat wisata di Islandia ini ditutup diduga gara-gara Justin Bieber

Menurut suami Hailey Baldwin itu, dia harus menyelesaikan masalah itu agar hidupnya tidak semakin berantakan, sehingga mampu menjalankan pernikahannya dan menjadi ayah yang baik.

“Saya melihat, mencari, mencoba seperti yang dilakukan kebanyakan orang, saya sekarang sangat fokus untuk memperbaiki beberapa masalah mendalam yang saya miliki seperti kebanyakan dari yang kita miliki, sehingga saya tidak berantakan, sehingga saya dapat mempertahankan pernikahan saya dan menjadi ayah yang saya inginkan,” katanya.

“Musik sangat penting bagi saya, tetapi tidak ada yang lebih berharga dari keluarga dan kesehatan saya. Secepatnya saya akan kembali dengan album yang sempurna, gaya saya tidak terbantahkan dan tujuan saya tidak bisa digambarkan,” kata Bieber.

Justin Bieber terakhir kali merilis album pada 2015 berjudul “Purpose”. Pada Januari lalu, manager Scooter Braun sempat membocorkan bahwa Bieber akan meluncurkan album kelima pada 2019.

Baca juga: Selena Gomez kirim pesan dukungan “penuh cinta” untuk Justin Bieber

Awal bulan ini, pelantun “Never Say Never” itu mengatakan kepada penggemar bahwa dia sedang berjuang dengan masalah kesehatan mentalnya.

“Merasa super tidak nyambung dan aneh. Saya selalu bangkit kembali sehingga saya tidak khawatir, saya hanya ingin tetap berkomunikasi dan meminta kalian untuk mendoakan saya,” kata Bieber.

So I read a lot of messages saying you want an album .. I’ve toured my whole teenage life, and early 20s, I realized and as you guys probably saw I was unhappy last tour and I don’t deserve that and you don’t deserve that, you pay money to come and have a lively energetic fun light concert and I was unable emotionally to give you that near the end of the tour. I have been looking, seeking, trial and error as most of us do, I am now very focused on repairing some of the deep rooted issues that I have as most of us have, so that I don’t fall apart, so that I can sustain my marriage and be the father I want to be. Music is very important to me but Nothing comes before my family and my health. I will come with a kick ass album ASAP, my swag is undeniable and my drive is indescribable his love is supernatural his grace is that reliable…. the top is where I reside period whether I make music or not the king said so. but I will come with a vengeance believe that.. (grammar and punctuation will be terrible pretend it’s a text where u just don’t care).

A post shared by Justin Bieber (@justinbieber) on

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Manisnya konser terakhir Boyzone untuk Indonesia

Jakarta (ANTARA) – “Thank You & Good Night Farewell Tour 2019” adalah konser perpisahan yang dilaksanakan oleh Boyzone. Oleh karena itu, mereka ingin memberikan kenangan manis untuk semua penggemarnya di Indonesia.

Berkunjung ke Indonesia bukanlah pertama kalinya bagi Boyzone. Boyband yang terdiri dari Keith Duffy, Mikey Graham, Ronan Keating dan Shane Lynch sudah beberapa kali menggelar konsernya bahkan tahun lalu mereka juga tampil di Bandung.

Boyzone membuka konsernya dengan lagu “Who We Are”, “Love is Hurricane” dan “Isn’t it a Wonder”. Lagu tersebut ternyata mampu menyegarkan kembali ingatan penggemar.

“Selamat malam Jakarta, selamat datang ke acara Boyzone 25 tahun. Malam ini kami punya lagu untuk kalian dan kita sudah 25 tahun sekarang. Kami akan membawakan semua lagu hits tahun 1999, 1998, 1997, 1996, 1995. Semua kami persembahkan untuk kalian,” kata Keith menyapa penggemar di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Minggu (24/3).
  Boyzone saat tampil dalam konser “Thank You & Good Night Farewell Tour 2019” di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Minggu (24/3/2019) (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)

Hampir semua single milik Boyzone menjadi hits di dunia. Hal ini terbukti dalam konser, semua lagu yang disajikan oleh boyband asal Irlandia itu, langsung dilahap oleh penggemarnya. Sebut saja seperti “Coming Home Now”, “Baby Can I Hold You”, “You Needed Me”, “All That I Need”, “I Love The Way You Love Me” serta “Father & Son” yang bernuansa mellow ini, sukses membuat semua penggemar ikut bernyanyi.

“Terimakasih Jakarta, senang sekali bisa melihat kalian lagi. Boyzone pertama kali ke sini tahun 1995. Sejak saat itu, kami merasa punya hubungan yang kuat dengan kalian dan kami juga punya banyak pengalam tak terlupakan di sini,” ujar Ronan.

Indonesia memang begitu spesial bagi Boyzone. Bahkan, Jakarta adalah kota pertama yang disinggahi oleh mereka sebagai rangkaian tur perpisahan.

Setelah merilis album “Thank You & Good Night” pada akhir 2019 mendatang, Boyzone memutuskan untuk bubar. Salah satu alasannya karena mereka merasa sudah cukup tua untuk menjadi personel boyband.

Konser perpisahan ini sangat berarti bagi Boyzone. Untuk itu mereka membawa semua kenangan masa mudanya ke atas panggung, khususnya saat masih ada mendiang Stephen Gately. Kepergian Stephen pada 10 Oktober 2009, merupakan pukulan besar bagi Boyzone. Karenanya, mereka menghadirkan sosok Stephen dalam konser ini.

Boyzone kemudian membawakan “Dream”, lagu baru yang dipersembahkan untuk Stephen dan merupakan penutup dari perjalanan 25 tahun berkarya. Lagu tersebut rencananya akan masuk dalam album “Thank You & Good Night”.

Boyzone juga menghadirkan Stephen dalam bentuk video dan suara. Mereka sengaja tidak menghilangkan bagian di mana Stephen bernyanyi dalam lagu “Everyday I Love You” dan “Key to My Life”.
  Boyzone saat tampil dalam konser “Thank You & Good Night Farewell Tour 2019” di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Minggu (24/3/2019) (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)

“Ini momen untuk memberikan rispek untuk saudara kita Stephen. Ada cahaya di sana, itu merepresentasikan spirit dari Stephen. Kita selalu merasa kalau Stephen selalu ada di sini, dia selalu jadi spirit kita,” kata Keith.

Sebagai konser perpisahan, Boyzone ingin memberikan sesuatu yang spesial untuk penonton yakni dengan membawa Isyana Sarasvati ke panggung dan menyanyikan “No Matter What”.

Konser ini juga dipadati oleh ribuan penonton. Bahkan mereka rela berdiri di tangga ataupun pagar pembatas untuk bisa lebih dekat melihat Boyzone. Mereka tidak ingin menyianyiakan kesempatan untuk melihat penampilan terakhir dari Boyband idolanya.

“Saya enggak percaya konser ini begitu cepat berjalan. Jakarta, ini sangat luar biasa. Semua cinta, semua kenangan sangat luar biasa. Kami akan kembali lagi ke Jakarta tapi secara personal pada kesempatan yang berbeda. Besok kami akan tampil di Hong Kong, siapa yang lihat kami lagi, datang saja ke sana,” seru Ronan.

Konser yang berjalan kurang lebih selama dua jam itu, memberikan kenangan yang begitu manis bagi penggemar Boyzone. “Words”, “Love You Anyway”, “Nothing At All”, “Different Beat”, “Love Me For A Reason”, “Rollercoster” dan ditutup dengan “Pictures of You” adalah deretan lagu kenangan terakhir dari Boyzone untuk Indonesia.

Baca juga: Boyzone ajak Isyana Sarasvati nyanyikan “No Matter What”

Baca juga: Boyzone kenang mendiang Stephen Gately dalam konser “Farewell 2019”

Baca juga: Isyana Sarasvati buka konser Boyzone dengan “Kau Adalah”

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemarin, konser Boyzone di Indonesia hingga bos Huawei pakai Apple

Jakarta (ANTARA) – Boy band Boyzone menggelar konser di Indonesia, ada lembah di Islandia harus ditutup karena Justin Bieber, hingga bos Huawei rupanya menggunakan barang-barang elektronik keluaran Apple menjadi sebagian berita menarik pada Minggu (24/3).

1. Boyzone kenang mendiang Stephen Gately dalam konser “Farewell 2019”

Jakarta (ANTARA) – Boyzone mengenang mendiang Stephen Gately dalam konser “Thank You & Good Night Farewell Tour 2019” di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Minggu.

Konser “Farewell Tour 2019” adalah konser terakhir dari boyband asal Irlandia tersebut. Di sini, mereka membawakan lagu-lagu hits-nya sejak pertama kali aktif di panggung hiburan, termasuk yang mengingatkan Boyzone pada rekannya yang telah tiada, Stephen Gately.

Selengkapnya di sini

2. Tempat wisata di Islandia ini ditutup diduga gara-gara Justin Bieber

Jakarta (ANTARA) – Sebuah canyon atau lembah di Islandia baru-baru ini ditutup karena jumlah pengunjung yang melonjak sejak Justin Bieber membuat video musik pada tempat tersebut di tahun 2015.

Badan Lingkungan Hidup Islandia telah mengumumkan bahwa Fjaðrárgljúfur, yang digunakan Bieber untuk video “I’ll Show You” akan ditutup untuk umum sampai bulan Juni, demikian dilansir People, Minggu.

Selengkapnya di sini

3. Xiaomi keluarkan Mi 9 Edisi Transparan versi lebih murah

Jakarta (ANTARA) – Pendiri Xiaomi Lei Jun belum lama lalu mengumumkan versi baru dari Xiaomi Mi 9 Edisi Transparan, dengan RAM lebih kecil, yakni 8GB, yang dikombinasikan dengan penyimpanan 256GB.

Dengan RAM lebih kecil dibanding edisi utamanya, yang dibekali 12GB, ponsel ini dibanderol 300 yuan lebih murah, tepatnya 3.999 yuan atau setara sekitar Rp8,4 juta, demikian mengutip laporan media China, CNMO, Minggu.

Selengkapnya di sini

4. Mulai pakai MRT-J? Cobain aplikasinya yuk

Jakarta (ANTARA) – Warga Jakarta mulai merasakan tranposrtasi umum baru Moda Raya Terpadu atau MRT dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI, yang diresmikan Presiden Joko Widodo, pada Minggu.

Euforia transportasi baru itu sudah terasa sejak beberapa pekan terakhir setelah PT MRT Jakarta menggelar uji coba secara gratis.

Selengkapnya di sini

5. Bos Huawei Meng Wanzhou pakai perangkat Apple saat ditangkap

Jakarta (ANTARA) – Bos Huawei yang ditangkap pada Desember tahun lalu, Meng Wanzhou, rupanya menggunakan barang-barang elektronik keluaran Apple, salah satu rival terbesar mereka.

Selengkapnya di sini

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vokalis Slank goyang Medan

Saya mengajak generasi milenial agar tidak lagi menggunakan narkoba.Sudah tak zamannya lagi memakai obat-obat yang berbahaya bagi kesehatan

Medan (ANTARA) – Vokalis grub band slank, Akhadi Wira Satriaji menggoyang Lapangan Benteng Medan, Minggu, saat digelarnya acara Deklerasi Anti Narkoba Milenial se- Sumatera Utara yang dilaksanakan Polda Sumut bersama Gerakan Nasional Anti Narkoba di daera setempat.

Setelah beberapa lagu dinyayikan Akhadi, dia meminta Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto untuk naik ke atas panggung dan bernyanyi bersama.

Lagu dengan judul “Ku tak bisa jauh” dinyanyikan penyanyi grub band Slank bersama Kapolda Sumut dan diikuti puluhan ribu milineal.

Grub band Slank hadir menyapa para penggemar (pencinta) di Kota Medan, Ibu kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

“Saya mengajak generasi milenial agar tidak lagi menggunakan narkoba.Sudah tak zamannya lagi memakai obat-obat yang berbahaya bagi kesehatan,” kata Akhadi, di Lapangan Benteng Medan.

Ia menyebutkan, dulunya merupakan pengguna (terjerumus) narkoba, namun akhirnya berhasil ke luar dari lembah hitam tersebut.Bahkan sejak dari itu, bertekad mengkampanyekan anti narkoba kepada masyarakat.

“Kita harus mendukung langkah Kapolda Sumut untuk memberantas narkoba.Generasi muda harus diselamatkan dari penyalahgunaan narkoba,” ucap dia.,

Akhadi juga mengecam pihak-pihak yang menebar hoaks (berita bohong) dan dapat menghancurkan Indonesia.

Sementara, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan Indonesia tidak lagi sebagai transit peredaran narkoba, tetapi juga sudah menjadi pasar.

“Mari kita berkomitmen di Indonesia khususnya Sumatera Utara, tidak untuk narkoba.Hidup sehat dan terhormat tanpa narkoba,” kata jenderal bintang dua itu.
 

Pewarta: Munawar Mandailing
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Boyzone kenang mendiang Stephen Gately dalam konser “Farewell 2019”

Lagu ini dipersembahkan untuk Stephen yang kami anggap cocok sebagai chapter penutup dari Boyzone, ujar Keith

Jakarta (ANTARA) – Boyzone mengenang mendiang Stephen Gately dalam konser “Thank You & Good Night Farewell Tour 2019” di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Minggu.

Konser “Farewell Tour 2019” adalah konser terakhir dari boyband asal Irlandia tersebut. Di sini, mereka membawakan lagu-lagu hits-nya sejak pertama kali aktif di panggung hiburan, termasuk yang mengingatkan Boyzone pada rekannya yang telah tiada, Stephen Gately.

Pada album “Thank You & Good Night” yang merupakan album perpisahan, Boyzone menciptakan lagu “Dream” yang dipersembahkan untuk Stephen. Lagu tersebut pun mereka bawakan dalam konser ini.

“Lagu ini dipersembahkan untuk Stephen yang kami anggap cocok sebagai chapter penutup dari Boyzone,” ujar Keith, salah satu personel Boyzone dalam tayangan TVC.

Usai pemutaran video, Keith Duffy, Mikey Graham, Ronan Keating dan Shane Lynch langsung menyanyikan lagu “Everyday I Love”. Sebagai bentuk apresiasi, bagian yang seharusnya dinyanyikan oleh Stephen diganti menggunakan rekaman suaranya.

Suasana sendu langsung menyelimuti ruangan Tennis Indoor, penggemar Boyzone pun ikut terharu dengan suasana yang mereka ciptakan.

“Ini momen untuk memberikan rispek untuk saudara kita Stephen. Ada cahaya di sana, itu merepresentasikan spirit dari Stephen. Kita selalu merasa kalau Stephen selalu ada di sini, dia selalu jadi spirit kita,” kata Keith.

Ronan juga meminta para penggemar untuk ikut bernyanyi pada lagu “Key to My Life”. Di sini, suara Stephen dan video klip kembali dihadirkan untuk mengenangnya.

Selain mengenang Stephen, Boyzone juga membawakan lagu-lagu hits seperti “Nothing At All”, “Pictures of You”, “No Matter What”, “Love Me for a Reason”, “Baby Can I Hold You” dan lainnya.

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Boyzone ajak Isyana Sarasvati nyanyikan “No Matter What”

Jakarta (ANTARA) – Boyzone berikan kejutan pada penggemar dengan mengajak Isyana Sarasvati berkolaborasi menyanyikan lagu “No Matter What”.

Konser Boyzone bertajuk “Thank You & Good Night Farewell Tour 2019” yang berlangsung di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Minggu dibuka dengan penampilan Isyana Sarasvati.

Setelah Keith Duffy, Mikey Graham, Ronan Keating, dan Shane Lynch menyanyikan “Love Me for a Reason”, mereka langsung memanggil Isyana ke panggung.

Berbeda dengan tampilan sebelumnya yang serba hitam. Kali ini Isyana mengenakan busana putih, kontras dengan para personel Boyzone.

Tanpa menunggu lama, “No Matter What” langsung dilantunkan. Lagu yang bernuansa slow ini juga mengundang penonton untuk ikut bernyanyi.

Tiba giliran Isyana bernyanyi, penonton yang memadati gedung Tennis Indoor langsung bersorak. Suara pelantun “Kau Adalah” tersebut tidak kalah kuat dengan Boyzone. Dia juga mengakhiri lagu bersama Ronan dan mendapat sambutan yang meriah dari penonton.

Setelah lagu dinyanyikan, Isyana langsung pamit ke belakang panggung dan Boyzone kembali tampil dengan membawakan “Different Beat”.

Selain tampil bersama Isyana, Boyzone juga menggelar sesi tribute untuk mengenang mendiang personel mereka, Stephen Gately. Mereka membawakan lagu-lagu seperti “Everyday I Love”, “Key to My Life” dan “Dream” yang khusus diciptakan untuk Stephen.

Baca juga: Boyzone kenang mendiang Stephen Gately dalam konser “Farewell 2019”
Baca juga: Isyana Sarasvati buka konser Boyzone dengan “Kau Adalah”

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Isyana Sarasvati buka konser Boyzone dengan “Kau Adalah”

Jakarta (ANTARA) – Isyana Sarasvati menjadi musisi pembuka untuk konser Boyzone di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Minggu. Dia membuka penampilannya dengan lagu “Kau Adalah”.

Isyana yang tampil mengenakan busana hitam-hitam, mengajak penggemar Boyzone untuk bernyanyi bersamanya. Dia juga tidak lupa membawa keytar (keyboard gitar) yang menjadi ciri khasnya.

Sebagai pemanasan, penggemar Boyzone pun ikut bernyanyi bersama Isyana. Karena lagunya cukup ceria, tidak sedikit juga yang ikut bergoyang bersama.

Isyana kemudian membawakan “Keep Being You” yang berirama lebih pelan.

“Terimakasih sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk tampil di sini. Berikutnya adalah lagu terakhir saya,” ujar Isyana.

Lagu “Heaven” pun dilantunkan. Isyana memang hanya membawakan tiga lagu saja dalam pembukaan konser boyband asal Irlandia itu.

Namun kabarnya, dia dan Boyzone akan memberikan kejutan kepada penggemar di tengah konser nanti.

Baca juga: Isyana Saraswati ingin tiru Ariana Grande

Baca juga: Isyana Sarasvati suka pakai corduroy biar lebih tomboy

Baca juga: Akhiri karir, Boyzone persembahkan konser perpisahan untuk Stephen Gately

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Phutu Parker, penyembuh derita asmara gitar musikus nasional

Jakarta (ANTARA) – Putu Sudarsana sebelumnya tidak pernah menyangka profesi sebagai penjaga toko musik di Blok M, Jakarta Selatan, pada era 1990-an itu akan mengantarkannya menjadi seorang “penyelamat” atau juru servis gitar milik sejumlah musikus nasional.

Pria berjuluk Phutu Parker itu membuka bengkel perbaikan gitar di Condet, Jakarta Timur. Bukan hanya menyelamatkan instrumen musik bersenar yang rusak, ia mahir pula membuat gitar khusus pesanan para musikus kenamaan.

“Seingat saya Rama Satria (gitaris blues), Coki Netral, dan Virgoun paling sering datang ke bengkel saya untuk memodifikasi gitarnya,” kata Putu Sudarsana saat ditemui Antara di Balekambang, Condet, Jakarta Timur, Rabu (20/3).

Rama Satria, lanjut Phutu, pernah datang demi perbaikan sebuah gitar listrik sebelum manggung pada acara musik televisi swasta pada 2011.

Rama yang pernah tampil sebagai pembuka konser Aerosmith di Boston dan sepanggung bersama Wes Jeans, Lance Lopez, dan band Stevie Ray Vaughan yang bernama Double Trouble itu, merasa puas dengan pekerjaan Putu.

Pada 2013, Rama pun memesan sebuah gitar khusus untuk diberikan kepada Lance Lopez, kata Putu.

Pria kelahiran Nusa Penida, Bali, 45 tahun lalu itu juga pernah diminta Coki Netral untuk memperbaiki gitar. Bukan satu unit, melainkan langsung lima unit gitar yang menjadi koleksi gitaris bernama lengkap Christopher Bollemeyer itu.

Musikus lain yang juga meminta jasa Putu adalah Virgoun Putra Tambunan, vokalis grup musik Last Child. Virgoun memercayakan Putu untuk memodifikasi atau sekadar memperbaiki gitarnya.

Kendati sudah menjadi langganan para musikus, Putu mengaku tidak membeda-bedakan konsumen. Siapapun yang datang akan dilayani. Bahkan dalam sehari, pelanggannya bisa mencapai 15 orang.

“Saya hanya fokus pada derita asmara gitar yang dibawa pelanggan kesini,” katanya.

Baca juga: Gitar batik Solo merambah kota Moskow
  Putu Sudarsana di bengkel miliknya yang berlokasi di Condet, Jakarta Timur. (ANTARA News/M Risyal Hidayat)

Berawal dari jaga toko

Putu tidak menempuh pendidikan khusus untuk menukangi gitar dan hanya menabung pengalaman saat menjadi penjaga toko musik “Pionir Teladan” di Blok M pada 1996.

Kala itu, banyak pelanggan toko yang memintanya menyetem nada, memasang, serta mengganti senar, hingga mengamati lurus atau tidaknya leher (neck) gitar yang akan dibeli pelanggan.

Kebiasaan itu berbuah keterampilan bagi Putu. Ia pun memulai memperbaiki sendiri gitarnya yang rusak.

“Saya belajar dari gitar rusak,” ujarnya yang lantas memberanikan diri mereparasi gitar orang lain dan berujung sebagai profesi.

Ia menegaskan tidak pernah memilih jenis gitar yang akan diperbaiki. Menurutnya, gitar tipe mahal sekalipun akan menjadi gitar biasa apabila suara petikan senar yang dihasilkan terdengar tidak enak.

“Gitar semahal dan semurah apapun kalau dimainkan tidak enak, tetap saja gitar biasa. Kalau gitar biasa dibikin enak rasanya seperti gitar mahal,” katanya.

Biaya servis yang dipatok Putu mulai Rp150 ribu, tergantung jenis “penyakit” yang di-derita gitar konsumennya. “Harga tergantung rasa,” ujarnya.

Putu mengaku lebih senang apabila sang pemilik ikut menyimak saat gitar itu menjalani proses perbaikan. Alasannya, pemilik dapat memahami bagian yang rusak. Putu pun langsung mengganti komponen yang rusak itu atas izin pemilik.

“Penyakit” yang biasa ditangani Putu antara lain mengganti fretboard atau fingerboard yang patah dan meluruskan neck yang bengkok.

Baca juga: “The Tripper”, gitar pintar yang mejeng di Paviliun Indonesia
  Gitar custom Putu Sudarsana (ANTARA News/M Risyal Hidayat)

Gitar khusus

Ia juga memproduksi gitar elektrik sendiri secara khusus sesuai permintaan konsumen. Hanya saja, jumlahnya tidak sebanyak jika dibandingan dengan gitar-gitar yang hharus diperbaiki.

Kemampuannya mengolah kayu menjadi gitar bermula saat membantu temannya bernama Patek yang tinggal di daerah Kramat Jati, untuk mengamplas gitar pesanan.

Putu mengaku kerap memperoleh pujian dari Patek karena bekerja secara tekun dan mampu menghasilkan kayu yang halus untuk sebuah gitar.

Untuk sebuah gitar pesanan khusus, Putu mematok ongkos pembuatan mulai dari Rp3 juta. Tapi, harga itu tergantung bahan kayu yang diminta pelanggan. Durasi pembuatan satu gitar mencapai sekira satu setengah bulan untuk tipe standar.

“Saya memang mengerjakan pesanan gitar berongkos murah supaya pemilik yang akan belajar gitar itu menjadi pintar. Mereka akan mempunyai rasa dan pilihan akan gitar setelah mahir memainkannya,” ujarnya.

Saat ini, Putu mengerjakan seluruh order gitarnya di sebuah bangunan bernuansa hijau seluas 70 meter persegi di Jalan Kayu Manis, Balekambang, Jakarta Timur, yang telah ditempati sejak 2015. Kendati lebih sering mengerjakan sendiri, terkadang ia juga dibantu istri dan anaknya.

Namun, Putu masih menyimpan mimpi yaitu punya sejumlah mesin yang bisa membantunya memproduksi gitar secara massal. Putu bercita-cita menyediakan gitar dengan harga terjangkau untuk masyarakat berekonomi menengah ke bawah.

Baca juga: Fender luncurkan gitar akustik buatan AS

Oleh M Risyal Hidayat
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Program “Kalesang Kota” digelar musisi hip-hop Ambon melalui baksos

“KalesangKota: yang dilakukan berupa aksi bersih yang dimulai dari lingkungan Jalan Mutiara Mardika dan akan dilanjutkan ke sejumlah lokasi lain di kota ini

Ambon (ANTARA) – Komunitas Kreatif Bangsa Karya bersama Less Moluccans mengonsepkan program Kalesang Kota (peduli kota) melalui aksi bakti sosial (baksos) yang dilakukan musisi hip-hop Kota Ambon.

“Kalesang Kota yang dilakukan berupa aksi bersih yang dimulai dari lingkungan Jalan Mutiara Mardika dan akan dilanjutkan ke sejumlah lokasi lain di kota ini,” kata anggota Komunitas Kreatif Bangsa Karya (KKBK), Firman Felix Santoso.

“Program ini dibuat untuk meningkatkan budaya Kalesang Kota yang dimulai dari lingkungan kita berkarya dengan Less Moluccan sebagi rumah kita di kawasan Mardika, dengan melibatkan warga lima RT di Kelurahan Rijali, bersama Satpol PP Kota Ambon dan mahasiswa KKN Unpatti,” katanya di Ambon, Provinsi Maluku, Jumat.

Ia mengatakan, program ini merupakan langkah awal dan akan berlanjut ke kawasan lain di Kota Ambon, dengan menyiapkan peta lokasi aksi bersih seluruh komunitas kreatif.

“Komunitas kreatif yang terdiri dari musisi hip-hop sebagai penggerak KKBK, dan kita harapkan Less Mollucan sudah menyiapkan wadah bagi kita dan apa yang harus kita buat ke depan agar mandiri tanpa menunggu bantuan dari pihak lain,” ujarnya.

Manajer Less Moluccan Ambon, Robert Sounawe menyatakan, Kota Ambon dalam tahapan menuju kota musik dunia dan menuju visit Ambon 2020.

Ia mengatakan guna mewujudkan semua itu, jika lingkungan belum bersih maka akan ada pandangan lain dari orang luar yang datang ke kota ini.

“Kita berfikir untuk mewujudkan Ambon sebagai kota musik harus mendapat dukungan dari semua pihak, kita komunitas hip-hop sebagai penggerak dalam KKBK berupaya untuk menciptakan sesuatu yang berbeda,” katanya.

Komunitas, lanjutnya berupaya berfikir kreatif menciptakan peluang agar kegiatan KKBK yang saat ini memasuki 39 kali ajang berjalan terus tanpa menunggu dana dari pemerintah.

“Beberapa komunitas seperti musisi reggae telah mendapat dukungan dari pemerintah melalui aksi ngamen di beberapa titik yang ditetapkan Dinas Pariwisata Ambon. Musisi hip-hop melalui KKBK  sudah 39 kali menyelenggarakan ajang dan baru pertama kali mengeluarkan konsep Kalesang Kota,” katanya.

Program ini, kata Robert, akan dilaksanakan dua kali dalam satu bulan berjalan setiap hari jumat, dan malam hari akan dilakukan penampilan musisi hip-hop di Less Mollucans berkolaborasi dengan musikalisasi puisi dan komunitas DJ.

“Prinsipnya kita mendukung Ambon menjadi kota musik dan program Visit Ambon 2020. Acara live music yang dilakukan berupa panggung hiburan dengan konsep berbeda setiap minggunya,” katanya. 

Baca juga: Rekomendasi JKK UNESCO syarat Ambon kota Musik Dunia, ujar Direktur AMO

Baca juga: Ambon harus siapkan SDM untuk jadi kota musik

Baca juga: Pemkot siapkan regulasi wujudkan Ambon kota musik dunia

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019