Program KPR Pasca Bencana Bergulir di 2019

Liputan6.com, Jakarta – Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pasca bencana akan segera bergulir. Untuk tahap awal, program yang dijalankan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF tersebut akan dilakukan di Lombok.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, ā€ˇprogram ini diperuntukkan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) alias PNS. Rencananya, sebanyak 3.000 ASN di Lombok bisa menikmati pembiayaan KPR mencapai Rp 100 juta.

“Kenapa ASN? Karena semua slip gajinya itu ada di BPD NTB, jadi dari segi credit risk itu bisa meng-assess kalau itu bisa kami mitigasi. Selama ini kan masyarakat Lombok mendapatkan bantuan per keluarga Rp 50 juta. Khusus untuk ASN, Rp 50 juta itu tidak cukup untuk memperbaiki rumah,” ujar dia di Nusa Dua, Bali, Jumat (7/12/2018).

Untuk menjalankan program KPR tersebut, SMF menggandeng Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Barat. Total pembiayaan yang disiapkan mencapai Rp 300 miliar.

“Kenapa Rp 100 juta? Karena jumlah Rp 300 miliar, itu juga subsidi, karena parsial. Bunga yang kami nanti pass on kepada Bank NTB itu adalah landed cost of fund kurang lebih 5 persen. Kami harapkan Bank NTB memberikan bunga margin dan dapat disalurkan kepada ASN at least single digit, antara 7 persen-8 persen. Dengan harapan dia dapat mengembalikannya,” jelas dia.