Synchronize Festival 2019 bakal hadirkan pentolan band pop Melayu

Jakarta (ANTARA) – Synchronize Festival 2019 akan berlangsung di Gambir Expo Kemayoran pada 4-6 Oktober mendatang. Setelah memboyong Dewa 19 yang reuni bersama Ari Lasso dan Once Mekel tahun lalu, kali ini festival tersebut akan menghadirkan Oomleo Berkaraoke bersama bintang-bintang pop melayu seperti vokalis Radja, Setia Band, Wali dan Andika eks Kangen Band.

“Kami ingin capture yang terjadi di industri musik indonesia, termasuk momen band melayu menguasai industri,” kata Kiki Ucup, Program Director Synchronize Festival, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Para penampil yang bisa dinikmati pertunjukannya meliputi Ardhito Pramono, Club Dangdut Racun, Feel Koplo, Frau, Glenn Fredly, Monita Tahalea, Silampukau, The Brandals hingga Tuan Tigabelas.

Tiket early bird dan presale untuk festival musik multi genre ini sudah terjual sebanyak 7.000 lembar dalam kurun waktu satu jam meski daftar penampil belum semuanya diumumkan.

“Kaget dan menyenangkan, ini yang kita harap, festival ini jadi trendsetter buat pencinta musik Indonesia,” kata David Karto, Festival Director Synchronize Festival.

Tahun ini, festival tersebut mengusung tema peduli lingkungan, “Memanusiakan Alam, Mengalamikan Manusia”.

Nantinya akan ada tempat sampah terpilah di area festival dan sampah-sampah organik dari festival akan diolah jadi kompos. Pengunjung juga bisa mengelola sampah di Synchronize Recycle Station.

Para pengunjung juga diajak untuk mengurangi kemasan plastik sekali pakai dengan membawa sendiri botol air minum dari rumah.

Acara ini juga bakal menyediakan fasilitas parkir untuk pengunjung yang ingin datang mengendarai sepeda.

Tiket Synchronize Festival 2019 dijual mulai dari Rp180.000 hingga Rp685.000.

Baca juga: Reuni Dewa 19, Dhani, Ari Lasso dan Once di Synchronize Fest 2018

Baca juga: Lewat lagu era 90-an, Padi Reborn hangatkan hari terakhir Synchronize Fest

Baca juga: Aksi panggung beringas Jamrud di hari terakhir Synchronize Fest

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019