“I Believe I Can Fly” R Kelly kembali masuki tangga lagu Billboard

Jakarta (ANTARA News) – Dua lagu R Kelly “I Believe I Can Fly” dan “Ignition” kembali masuk ke Top Lagu R&B Digital di tangga lagu Billboard 200, diduga karena tayangan dokumenter “Surviving R Kelly” yang tayang awal Januari.

Lagu “Ignition” menduduki peringkat ke-12, posisi terbaik setelah menyabet urutan ke-9 selama dua minggu penuh pada April 2013, dilansir Billboard, Sabtu.

Lagu itu mengalami peningkatan 191 persen dari pekan ke pekan penjualan dan sudah diunduh 2.000 kali hingga 10 Januari, ungkap Billboard mengutip Nielsen Music. Hal itu juga menjadi penjualan terbaik dalam dua tahun sejak 12 Januari 2017.

Lagu “Ignition” adalah single utama dari album R.Kelly yang berjudul “Chocolate Factory” (2003). Lagu itu bertengger di urutan 2 Billboard Hot 100 saat itu, kalah dari “In Da Club” milik 50 Cents.

Meski “Ignition” tak kembali ke tangga lagu  R&B Streaming Songs, namun jumlah orang yang memutar lagu itu dari internet mencapai 3,1 juta orang di Amerika Serikat lewat layanan streaming.

Sementara lagu Kelly lainnya, “I Believe I Can Fly” juga mengalami kenaikan dengan menempati urutan ke-16 di R&B Digital Song Sales.

Lagu yang jadi soundtrack film “Space Jam” (2016) itu bertengger di urutan kedua tangga lagu Hot 100 selama empat minggu, dikalahkan “Un-Break My Heart” milik Toni Braxton.

Baik lagu “Ignition” maupun “Fly” disebut secara detil di dokumenter “Surviving R.Kelly”.

Baca juga: R Kelly dikeluarkan dari label rekaman

Penerjemah: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

R Kelly dikeluarkan dari label rekaman

Jakarta (ANTARA News) – R Kelly telah dikeluarkan dari Sony Music Entertainment dan anak perusahaannya, RCA Records.

Menurut Billboard dilansir pada Sabtu, RCA tidak akan merilis musik baru dari penyanyi yang telah menandatangani kontrak dengan RCA pada tahun 2012 ini. 

Meskipun belum ada pernyataan resmi dari Sony Music Entertainment atau RCA Records, namun seorang sumber telah mengkonfirmasi hal tersebut.

Baca juga: Ikuti Lady Gaga, Celine Dion hapus kolaborasi dengan R Kelly

Nama R Kelly juga sepertinya sudah dihapus dari daftar artis di situs RCA Records.

“Sudah lama R Kelly dibuang dari RCA dan RCA mengambil sikap untuk menentang pelecehan,” ujar pimpinan Ultraviolet, Karin Roland.

“Tindakannya sangat memalukan. RCA tidak dapat lagi berpura-pura bahwa musik R Kelly tidak dapat dipisahkan dari tindakan kekerasannya. Kelly menggunakan ketenarannya, bakat musiknya, kekayaannya dan berdiri di industri musik untuk memikat dan menyalahgunakan gadis-gadis kulit hitam,” lanjut Karin.

Baca juga: Pengacara R. Kelly sangkal tuduhan pelecehan dalam film dokumenter

Sementara itu, Kelly sempat mengeluarkan sanggahannya terhadap kasus pelecehan seksual yang dituduhkan padanya pada 11 Januari lalu.

“Tuduhan itu tidak benar karena dia tidak pernah secara sengaja melakukan hubungan seks dengan seorang perempuan di bawah umur, dia tidak pernah memaksakan siapa pun untuk melakukan sesuatu, dia tidak pernah menahan siapa pun, dia tidak pernah menyalahgunakan siapa pun,” jelas Steve Greenberg, pengacara R Kelly.

Baca juga: R. Kelly dilarang konser di Illinois

Sedangkan polisi di Georgia telah mengkonfirmasi bahwa Kelly akan menghadapi investigasi kriminal setelah film dokumenter “Surviving R Kelly” tayang.

Seorang sumber juga mengklaim bahwa kantor Kejaksaan Distrik Fulton sedang mencari tuduhan pelecehan seksual dan telah menghubungi beberapa perempuan seperti yang dituduhkan dalam film dokumenter tersebut.

Baca juga: Putri R. Kelly sebut ayahnya monster

Baca juga: Alasan dream hampton angkat kasus R. Kelly jadi serial dokumenter

Penerjemah: Maria Cicilia
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alasan Rizky Febian tidak masukan lagu andalan di album “Jejak”

Jakarta (ANTARA News) – Berbeda dari musisi pada umumnya, Rizky Febian memutuskan tak memasukkan lagu-lagu andalannya ke dalam album perdana “Jejak” yang resmi diluncurkan hari ini. 

“Saya sangat optimistis di album perdana, enggak ada lagu-lagu sebelumnya. Saya mau bantah formula ada lagu hit agar orang membeli album,” ujar dia di Jakarta, Jumat. 

Rizky yang mengaku tulus mengerjakan album ini, seolah ingin menantang dirinya apakah kesembilan lagu barunya termasuk “Nona”, “Ragu” dan “Menari” bisa mendapatkan penerimaan masyarakat seperti lagu dia sebelumnya seperti “Kesempurnaan Cinta” dan “Penantian Berharga”. 

Foto sampul album perdana Rizky bahkan tak memperlihatkan wajahnya, namun sebatas bagian kaki saja. Dia mengatakan hal ini mewakili judul albumnya, “Jejak”. 

“Cover album enggak ada muka saya, ini lebih mewakili jejak saya. Dulu single “Kesempurnaan Cinta”, foto saya membelakangi kamera dan sukses. Saya ingin mengulang kesuksesan itu,” kata Rizky. 

Dia mendedikasikan album perdana ini untuk seluruh penggemar dan mereka yang telah mengikuti perjalanan bermusiknya sejak awal. 

“Saya yakin yang suka sama saya, dari dulu rindu banget. Saya memberanikan diri mengeluarkan album fisik. Ini dedikasi untuk penggemar, orang yang mengikuti perjalanan musik saya,” tutur dia. 

Baca juga: Rizky Febian luncurkan album “Jejak”, cerita di balik perjalanan bermusik

Baca juga: Kata Rizky Febian soal musik Korea

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vampire Weekend akan rilis double album berisi 18 lagu

Jakarta (ANTARA News) – Grup band indie rock Vampire Weekend segera merilis double album yang berisi 18 lagu, dengan dua lagu pertama dirilis mulai minggu depan.

Dilansir NME, Jumat, sang vokalis Ezra Koenig lewat akun Instagramnya mengumumkan akan merilis dua sampai tiga buah lagu setiap bulannya sampai album terbaru tersebut keluar.

Dalam keterangan di unggahan Instagramnya, Koenig juga menuliskan, “Album ini tidak butuh waktu lebih lama untuk menulis/merekam dibandingkan dengan (album) “MVOTC” (Modern Vampire of the City).”

Dia melanjutkan: “Banyak dari Anda yang haus akan informasi dan kami hanya memberi tahu Anda sangat sedikit. Saya tidak suka berbicara tentang suatu proyek saat sedang dalam proses pembuatan.”

Koenig juga membocorkan bahwa nama album baru ini tidak lagi berjudul ‘Mitsubishi Macchiato’, tapi terdiri dari inisial “FTOB”. Dia juga memberikan inisial dari lagu-lagu yang dibagikan selama tiga bulan ke depan, yaitu “1. hh / 2021 ″ 2. “s / bb” 3. “tl / uw.”

Album baru ini juga menjadi yang pertama bagi band asal New York, Amerika Serikat, sejak tahun 2013 dan juga pertama tanpa anggota pendiri Rostam Batmanglij, yang meninggalkan band pada tahun 2016. 

Sementara itu, bos label band mengatakan pada Desember 2018 bahwa “FOTB” akan menjadi rekaman favorit Anda tahun depan.

Baca juga: Vampire Weekend rilis album baru tahun ini

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dipha Barus bersama Charli XCX dan Troye Sivan rilis single baru

Jakarta (ANTARA News) – Setelah menelurkan rentetan single seperti “Money Honey (Count Me In)” dan “My Kind of Crazy dan Mine” bersama Raisa, Dipha Barus membuka tahun 2019 melalui kerja sama internasional dengan Charli XCX serta Troye Sivan. 

Bersama-sama, mereka ingin memperkenalkan kembali single “1999” dalam kemasan baru, yaitu gaya bermusik Dipha Barus yang sarat dengan bebunyian khasnya.

Melalui kerjasama yang apik, hadirlah single “1999” dalam versi remix khas Dipha Barus, yang akan mulai bisa dinikmati di berbagai digital music platform.

Karya pembuka tahun ini dari Dipha Barus juga penanda ia akan tetap produktif dalam berkarya sepanjang 2019.

Baca juga: Pesan Dipha Barus dalam “Money Honey” (video)

Dalam keterangan pers, Jumat, Dipha menuturkan beberapa rencana jangka pendeknya, yaitu memproduksi versi baru beberapa lagu cinta Indonesia yang berkualitas juga kerja sama dengan berbagai musisi lain dan mengeluarkan lagu orisinilnya sebagai lanjutan dari “Money Honey (Count Me In)”.

Baca juga: Raisa rilis single baru kolaborasi dengan Dipha Barus

Tahun lalu dia dinobatkan sebagai “DJ of The Year” dalam ajang penghargaan Paranoia Awards 2018, menyisihkan nama besar lainnya seperti Attila Syah, Claudia Jaramillo, DJ WW dan DJ Yasmin.

Baca juga: Dipha Barus meriahkan acara Sunday Block Party 2018

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rizky Febian luncurkan album “Jejak”, cerita di balik perjalanan bermusik

Jakarta (ANTARA News) – Musisi Rizky Febian meluncurkan album perdana berjudul, “Jejak”, yang mewakili cerita di balik perjalanan bermusiknya sejak tahun 2011. 

“Perjalanan album ini panjang. Saya masih ingin belajar sana-sini. Tetapi karena di pikiran saya siap, saya mau tentang perjalanan karir Iky, sampai memastikan nama album Jejak,” ujar Rizky dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat. 

Menurut dia, album ini merupakan wujud kedewasaanya dari sisi usia dan bermusik. Ada sembilan lagu dalam album yang mengusung tema cinta, namun disajikan dengan nuansa berbeda. 

“Jujur, ini apa yang ada di pikiran saya, perasaan saya. Tetapi saya enggak mau orang berpikir ini curhatan saya. Saya observasi ke luar apakah ada orang di luar sana yang merasakan hal yang sama. Lalu, saya bikin,” tutur Rizky. 

Rizky menggandeng musisi Lale, Ilman, Nino, Rudi Pohang dan Anjier Effendi, yang menghasilkan warna musik baru dalam album. 

“Dua lagu dari Lale, Ilman, Nino tanpa harus menghilangkan karakter Rizky Febian,” kata Rizky. 

Salah satu lagu, “Menari”, bercerita keyakinan seseorang untuk mengungkapkan cinta yang merupakan ungkapan perasaan namun tidak harus selalu tentang memiliki. 

Album “Jejak” sudah tersedia di seluruh gerai KFC Indonesia sejak 1 Desember 2018 dan kini sudah terjual 50 ribu keping. 

Baca juga: Kata Rizky Febian soal musik Korea

Baca juga: Rizky Febian dan Sheryl Sheinafia tak menyangka raih AMI Awards 2018

Baca juga: Kiat Rizky Febian usir rasa grogi

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

The Chainsmokers bocorkan kolaborasi dengan Blink-182

Jakarta (ANTARA News) – Grup musik The Chainsmokers dan Blink-182 dikabarkan tengah mengerjakan sebuah proyek lagu kolaborasi, dikutip dari Billboard, Jumat.

Hal tersebut diketahui dari kicauan The Chainsmokers di akun Twitter resminya. Duo dance pop yang beranggotakan Alex Pall dan Drew Taggart itu mengumumkan baru saja menyelesaikan sesi latihan bersama Blink-182.

“Baru saja melakukan sesi dengan blink182 dan menulis lagu yang luar biasa,” tulis keterangan di akun Twitter The Chainsmokers.

 

“Kita bisa mati bahagia sekarang,” lanjutan kicauan tersebut.

Band punk rock Blink-182 pun juga telah me-retweet kicauan dari The Chainsmokers yang menandakan bahwa proyek kolaborasi ini memang terjadi.

Sebelumnya, The Chainsmokers pernah menyebut nama Blink-182 di salah satu lirik lagu “Closer” yang dinyanyikan oleh Halsey.

“Stay and play that Blink-182 song/ That we beat to death in Tucson” bunyi penggalan lirik lagu “Closer”.

Baca juga: Kemeriahan konser The Chainsmokers

Baca juga: Travis Barker dan Tom DeLonge isyaratkan reuni Blink-182?

Penerjemah: Yogi Rachman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sunmi eks Wonder Girls gelar tur dunia

Jakarta (ANTARA News) – Sunmi, mantan anggota Wonder Girls, akan mengadakan tur dunia mulai Februari. Ini akan jadi tur dunia pertamanya sejak dia menjalani karir sebagai penyanyi solo sejak 2017.

Turnya dimulai pada 24 Februari di Seoul, kemudian ke delapan kota di AS dan Kanada, juga Hong Kong, Taipei dan Tokyo, kata Makeus Entertainment seperti dilansir Yonhap.

Sunmi juga akan tampil di kota-kota Eropa setelah tur bagian pertama rampung.

Sunmi debut sebagia bagian dari Wonder Girls pada 2017 sebelum debut sebagai penyanyi solo sepuluh tahun kemudian setelah grup yang menaunginya bubar pada 2017.

“Gashina”, karya perdananya sebagai penyanyi solo, membuatnya melejit sebagai salah satu penyanyi K-pop ternama. Setelah itu dia mengeluarkan karya-karya seperti “Heroine” dan “Siren”.

Baca juga: Sunmi eks Wonder Girls siap kembali dengan album baru

Baca juga: Sunmi eks-Wonder Girls bergabung dengan agensi baru

Penerjemah: Nanien Yuniar
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dewa 19 akan gelar konser reuni di Malaysia

Jakarta (ANTARA News) – Grup band Dewa 19 rencananya akan kembali menggelar konser reuni. Hal itu diungkapkan oleh Once Mekel yang pernah menjadi vokalis Dewa 19, dan ia menyebut konser itu bakal berlangsung di Malaysia. 

“Lagi ada projek reunian, kita mau manggung di Malaysia tanggal 2 Februari di stadium Shah Alam,” ucap Once saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu.

Pemilihan Malaysia sebagai lokasi diselenggarakannya konser reuni atas permintaan promotor setempat. Selain itu, basis penggemar Dewa 19 di Malaysia juga terbilang cukup besar.

“Memang dapat undangan dari sana. Promotornya dari sana dan memang fans di Malaysia banyak. Animo terhadap lagu Dewa sangat bagus termasuk juga lagu Indonesia lain. Jadi dugaan saya animonya akan sangat bagus,” kata Once optimis.

Konser reuni nanti juga akan dihadiri seluruh personel Dewa 19, termasuk Ari Lasso yang merupakan vokalis pertama. Meski sudah tidak lama membawakan lagu Dewa 19, namun Once mengaku hal tersebut tidak menjadi masalah.

Fine aja sih. Ada beberapa lagu yg memang sejak dulu jarang dibawakan. Jadi harus hapalin lirik lagu. Kalau lagu Dewa yang klasik kita enggak kesulitan bawain,” tutupnya.

Baca juga: Once Mekel tanggapi bayaran mahal reuni Dewa 19

Baca juga: Reuni Dewa 19, Dhani, Ari Lasso dan Once di Synchronize Fest 2018

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Java Jazz Festival digelar 1-3 Maret 2019

Jakarta (ANTARA News) – Memasuki tahun ke-15, Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019 akan hadir pada 1-3 Maret 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Tahun ini, Java Jazz Festival mengangkat tema “Broadway dan Motown”, yang menurut Direktur Utama Java Festival Production Dewi Gontha, tema tersebut sangat pas dalam menggambarkan sebuah pertunjukan besar.

Selain itu, khusus tahun ini Java Jazz Festival menggunakan tagline “Music Unites Us All”. Sebab, musik dianggap tidak mengenal latar belakang dan semua orang orang bisa bersama-sama menikmati perayaan musik karya anak bangsa.

Baca juga: Lineup fase tiga dan spesial show Java Jazz Festival 2019

“Kenapa Music Unites Us All yang digunakan sebagai tagline, karena pas kita berkumpul pada saat itu kalau lihat sosial media memang hangat perbincangan soal itu. Karena musik itu tidak melihat perbedaan politiknya, agamanya apa,” ujar Dewi dalam jumpa pers Java Jazz Festival 2019 di Jakarta, Rabu.

Perayaan 15 tahun Java Jazz Festival juga lebih beragam. Ajang jazz terbesar se-Asia Tenggara ini akan menghadirkan 70 musisi dalam negeri dan 40 musisi internasional seperti Afgan, Andien, Isyana Sarasvati, Kunto Aji, Hanin Dhiya, Radhini, Rendy Pandugo, Endah n Rhesa Extend, Idang Rasjidi & The Syndicate, Parkdrive serta Barry Likumahuwa Tribute to Roy Hargrove.

Baca juga: Petra Sihombing bawakan single terbarunya di Java Jazz 2018

Sedangkan untuk musisi internasional di antaranya adalah GoGo Penguin, Bob James Trio, Donny McCaslin, James Vickery, Louis Cole, R+R = NOW dan lainnya. Lalu untuk special show ada tiga musisi yang akan tampil yakni band legendaris TOTO, pendatang baru Raveena dan peraih lima nominasi Grammy Awards tahun ini, H.E.R.

“Untuk TOTO, mereka akan datang dengan original members. Kita juga selalu memberi kesempatan pada pendatang baru untuk special show, makanya kita bawa Raveena. Ada H.E.R juga yang lagi digandrungi anak-anak milenial,” jelas Nikita Dompas selaku tim production program Java Jazz Festival.

Baca juga: Deddy Dhukun bawa kenangan mendiang January Christy di panggung Java Jazz 2018

Tiket Java Jazz Festival dijual dengan harga Rp750 ribu untuk Daily Pass dan Rp1,760 juta. Sedangkan untuk special show, harganya bervariasi yakni Rp355 ribu untuk TOTO, Rp175 ribu untuk H.E.R dan Rp125 ribu untuk Raveena.

Baca juga: Memes hadirkan nostalgia tahun 90-an di Java Jazz 2018

Baca juga: Candra Darusman satukan Chaseiro – Karimata di Java Jazz

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Java Jazz Festival 2019 digelar 1-3 Maret 2019

Jakarta (ANTARA News) – Memasuki tahun ke-15, Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019 akan hadir pada 1-3 Maret 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Tahun ini, Java Jazz Festival mengangkat tema “Broadway dan Motown”, yang menurut Direktur Utama Java Festival Production Dewi Gontha, tema tersebut sangat pas dalam menggambarkan sebuah pertunjukan besar.

Selain itu, khusus tahun ini Java Jazz Festival menggunakan tagline “Music Unites Us All”. Sebab, musik dianggap tidak mengenal latar belakang dan semua orang orang bisa bersama-sama menikmati perayaan musik karya anak bangsa.

Baca juga: Lineup fase tiga dan spesial show Java Jazz Festival 2019

“Kenapa Music Unites Us All yang digunakan sebagai tagline, karena pas kita berkumpul pada saat itu kalau lihat sosial media memang hangat perbincangan soal itu. Karena musik itu tidak melihat perbedaan politiknya, agamanya apa,” ujar Dewi dalam jumpa pers Java Jazz Festival 2019 di Jakarta, Rabu.

Perayaan 15 tahun Java Jazz Festival juga lebih beragam. Ajang jazz terbesar se-Asia Tenggara ini akan menghadirkan 70 musisi dalam negeri dan 40 musisi internasional seperti Afgan, Andien, Isyana Sarasvati, Kunto Aji, Hanin Dhiya, Radhini, Rendy Pandugo, Endah n Rhesa Extend, Idang Rasjidi & The Syndicate, Parkdrive serta Barry Likumahuwa Tribute to Roy Hargrove.

Baca juga: Petra Sihombing bawakan single terbarunya di Java Jazz 2018

Sedangkan untuk musisi internasional di antaranya adalah GoGo Penguin, Bob James Trio, Donny McCaslin, James Vickery, Louis Cole, R+R = NOW dan lainnya. Lalu untuk special show ada tiga musisi yang akan tampil yakni band legendaris TOTO, pendatang baru Raveena dan peraih lima nominasi Grammy Awards tahun ini, H.E.R.

“Untuk TOTO, mereka akan datang dengan original members. Kita juga selalu memberi kesempatan pada pendatang baru untuk special show, makanya kita bawa Raveena. Ada H.E.R juga yang lagi digandrungi anak-anak milenial,” jelas Nikita Dompas selaku tim production program Java Jazz Festival.

Baca juga: Deddy Dhukun bawa kenangan mendiang January Christy di panggung Java Jazz 2018

Tiket Java Jazz Festival dijual dengan harga Rp750 ribu untuk Daily Pass dan Rp1,760 juta. Sedangkan untuk special show, harganya bervariasi yakni Rp355 ribu untuk TOTO, Rp175 ribu untuk H.E.R dan Rp125 ribu untuk Raveena.

Baca juga: Memes hadirkan nostalgia tahun 90-an di Java Jazz 2018

Baca juga: Candra Darusman satukan Chaseiro – Karimata di Java Jazz

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Album “Detik Waktu” Candra Darusman dirilis ulang

Jakarta (ANTARA News) – Album “Detik Waktu – Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman” dirilis ulang dengan penambahan dua lagu baru dari total 16 lagu yang ada.

Kedua lagu baru itu berjudul “Persaudaraan” yang dibawakan oleh HiVi!, serta lagu “Waktu Kian Berarti” yang dibawakan oleh Humania. 

Kedua nama grup musik tersebut melengkapi jajaran musisi lintas genre yang terlibat dalam album yang berisikan karya lagu dari perjalanan karir Candra Darusman di belantika musik Indonesia.

“Album “Detik Waktu” ini sudah di launch bulan Maret 2018 dan album repackaged ini berisi dua lagu tambahan, “Persaudaraan” dan “Waktu Kian Berarti”,” ucap Candra Darusman dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Once Mekel, yang juga ikut terlibat dalam album ini mengaku bangga bisa membawakan ulang karya Candra Darusman yang merupakan idolanya.

Once berkolaborasi dengan Sammy Simorangkir dan Marcell Siahaan membawakan lagu berjudul “Pemuda”.

“Saya tentu bangga sekali bisa bekerja sama dengan Candra Darusman, seorang yang dari dulu saya kagumi sebagai figur musisi sejati,” kata Once Mekel.

Album ini merupakan persembahan dari Signature Music Indonesia dan Jagonya Musik & Sport Indonesia. Diharapkan dengan perilisan ulang album ini bisa mengangkat kembali karya populer Candra Darusman.

“Dengan adanya album repackaged ini, semoga karya besar mas Candra Darusman bisa lebih dinikmati banyak orang,” tutup Panji dari Signature Music Indonesia.

Baca juga: Candra Darusman satukan Chaseiro – Karimata di Java Jazz

Baca juga: Chaseiro ingin buat album baru

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiket konser perdana Anggun di Italia laku keras

Jakarta (ANTARA News) – Tiket konser pertama Anggun di Bologna, Italia pada 9, 10 dan 11 Januari ludes terjual.

“Saya telah menerima begitu banyak cinta dari para penggemar Italia selama putaran pertama konser ini. Itu adalah cinta dan energi yang murni. Saya merasa tersanjung untuk dapat berbagi musik saya di seluruh dunia dan tampil di banyak negara”, ujar Anggun dalam keterangan pers, Rabu.

Anggun mengatakan tujuan utama seorang artis bukanlah untuk membuat video atau mendapatkan lagu di radio. Menurut dia, penghargaan mutlak adalah bertemu dengan pendengarnya dalam penampilan live, di mana mereka dapat bernyanyi bersama dan berbagi emosi.

“Saya senang ketika melihat beberapa orang Indonesia menjadi penonton. Mereka sangat bangga ketika saya tampil dalam Bahasa Indonesia di depan penonton Internasional ini,” tambah Anggun.

Baca juga: Anggun akan tur keliling Italia awal tahun depan

Dia menambahkan rencananya ada tujuh konser yang akan dilangsungkan di Italia atas permintaan publik, dan masih ada permintaan lainnya yang juga datang.

“Satu-satunya masalah saya adalah jadwal saya. Dengan terlibat di Asia’s Got Talent di Singapura dan The Voice Indonesia, saya tidak punya banyak waktu untuk memenuhi permintaan penggemar saya untuk melihat saya lebih sering di Eropa. Tetapi saya melakukan yang terbaik”, ujarnya.

Anggun, artis kelahiran Indonesia, yang tiga lagunya bertengger di Billboard di Amerika dan mendapatkan beberapa penghargaan penjualan Gold & Platinum di Eropa, saat ini tengah menjadi juri untuk The Voice Indonesia dan segera akan kembali menjadi juri dari Got Talent Asia dengan produser Internasional David Foster.

Baca juga: Dukung pengungsi, Anggun kunjungi kapal militer Prancis

Baca juga: Ini alasan Anggun C. Sasmi menulis tentang komunisme

Baca juga: Anggun penyanyi Indonesia paling sering masuk Billboard

Baca juga: Alasan Anggun C Sasmi berkarir di luar negeri

Baca juga: Anggun isi soundtrack film bareng Kelly Clarkson dan Josh Groban

Pewarta:
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Peluncuran album NTRL

Peluncuran album NTRL

Vokalis Band NTRL Bagus (tengah) bersama Gitaris Christopher Bollemeyer (kiri), dan Drumer Eno (kanan) menunjukan album fisik “XXV” Band NTRL saat peluncurkan di Jakarta, Selasa (15/1/2019). Band NTRL menyajikan 26 lagu dalam album fisik tersebut yang terdiri dari 7 lagu baru serta 19 lagu hits mereka yang diaransemen ulang. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.

Stray Kids dan IZ*ONE sabet penghargaan rookie Seoul Music Awards

Jakarta (ANTARA News) – Perhelatan Seoul Music Awards ke-28 yang dipandu Shin Dong-yup, Kim So-hyun, dan Kim Heechul telah berakhir Selasa (15/1) malam. 

Boy group Bangtan Sonyeondan memenangkan Daesang (hadiah utama) kali kedua mereka pada ajang itu, sekaligus album terbaik untuk “Love Yourself: Tear”, seperti dilansir Soompi, Selasa (15/1). 

Baca juga: BTS, Stray Kids, idola K-Pop ramaikan Seoul Music Awards 2019

Di sisi lain, boy group besutan JYP entertainment, Stray Kids bersama IZ*ONE membawa pulang piala penghargaan untuk kategori rookie award. Sebelumnya, Stray Kids juga membawa pulang penghargaan untuk kategori yang sama di Golden Disc 2019. 

Grup beranggotakan Bang Chan, Woojin, Lee Know, Chang Bin, Hyunjin, Han, Felix, Seungmin dan I.N. itu kini masih berkutat dengan tur konser solo mereka, salah satunya di Indonesia. Tur konser solo bertajuk “Unveil Tour I’am” itu rencananya berlangsung di ICE, BSD City pada 26 Januari 2019. 

Baca juga: Jelang konser di Indonesia, Stray Kids: kuy ketemu!

Sementara itu, iKON menyabet kategori lagu terbaik untuk lagu “Love Scenario”, sekaligus Bonsang (penghargaan utama) dalam perhelatan itu. 

Berikut daftar para pemenang Seoul Music Awards ke-28: 

Judges’ Special Award: ADOY

Band Award: Crying Nut

Hip Hop R&B Award: Drunken Tiger

Ballad Award: Im Chang Jung

Dance Performance Award: GFRIEND

Discovery of the Year: Yang Da Il

Fandom School Award: Wanna One

Popularity Award: SHINee

Hallyu Star Award: EXO

Rookie Award: Stray Kids, IZ*ONE

Bonsang (penghargaan utama): MONSTA X, MOMOLAND, NCT 127, iKON, Wanna One, NU’EST W, BTS, Red Velvet, MAMAMOO, SEVENTEEN, TWICE, EXO

Best Song: iKON’s “Love Scenario”

Best Album: BTS’s “Love Yourself: Tear”

Daesang: BTS

Baca juga: BTS menangkan Daesang di Seoul Music Awards 2019

Baca juga: iKON dan para pemenang Golden Disc Awards ke-33

Baca juga: BTS akan punya boneka resmi, berapa harganya?
 

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019