Video musik “Boy With Luv” tembus angka 550 juta penonton

Jakarta (ANTARA) – Video musik “Boy With Luv” yang berkolaborasi dengan Halsey kini telah mencapai 550 juta penonton di YouTube.

Pagi ini video tersebut berhasil melampaui 550 juta penonton dan itu merupakan video musik kelima dari BTS yang mampu meraih lebih dari 500 juta penonton di YouTube, demikian dilansir Soompi, Selasa.

“Boy With Luv” dirilis pertama kalo pada 12 April malam, waktu Korea, butuh lebih dari lima bulan untuk mencapai tonggak sejarah seperti ini.

Pencapaian tersebut membuat BTS menjadi grup Korea tercepat yang mampu mengumpulkan 550 juta dalam waktu singkat. Angka ini juga mengalahkan rekor sebelumnya dari BTS lewat “Fake Love” yang butuh waktu hingga satu tahun lebih untuk meraih jumlah tersebut.

Sementara itu, kemarin (16/9) Big Hit Entertainment menyatakan bahwa BTS siap kembali dengan kegiatannya di dunia musik.

“BTS telah mengakhiri periode istirahat mereka dan akan terbang hari ini untuk melakukan kegiatan yang telah dijadwalkan,” ujar seorang sumber dari Big Hit Entertainment.

Pada 11 Agustus lalu, para pelantun “Boys with Luv” itu mengumumkan bahwa mereka mengambil istirahat panjang untuk pertama kalinya sejak mengeluarkan debut.

Selama kurang lebih satu bulan, grup idol yang terdiri dari RM, Jungkook, Jin, Suga, V, J-Hope, dan Jimin menikmati waktu istirahat mereka.
   

Baca juga: BTS akan dijadikan serial drama

Baca juga: Istirahat selesai, BTS siap aktif kembali

Baca juga: “Fire” BTS tembus 600 juta kali tayang di YouTube

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Barasuara jadi band pembuka konser The 1975 di Jakarta

Jakarta (ANTARA) – Band Barasuara telah dikonfirmasi untuk ambil bagian dalam konser band asal Inggris, The 1975 di Helipad Parking Ground, Gelora Bung Karno, Jakarta pada tanggal 29 September mendatang.

“It’s official! @barasuara will be support act for #The1975Jakarta,” dilansir dari unggahan promotor konser tersebut, Sound Rhythm pada Senin malam.

Tiket dimulai dari harga Rp750,000 untuk tier festival B dan Rp950,000 untuk tier festival A, dan dapat dibeli secara daring melalui laman TND-Live maupun Tokopedia.

Konser bertajuk “A Brief Inquiry into Online Relationship” ini akan menjadi kedua kalinya bagi band yang digawangi Matthew Healy (vokalis), Adam Hann (gitaris), Ross MacDonald (bassis), dan George Daniel (drummer) tampil di Jakarta setelah acara “We The Fest” pada 2016 lalu.

Tur Asia mereka dimulai di Seoul, Korea Selatan pada 6 September di Seoul. Tanggal main band dari Manchester ini di Jakarta adalah tambahan terbaru untuk tur mereka, setelah dikonfirmasi untuk tampil di Singapura pada 16 September.

Masih ada kemungkinan bahwa akan ada lebih banyak tanggal yang ditambahkan ke tur Asia mereka, mengingat ada dua minggu waktu luang antara penampilan mereka di Singapura dan Jakarta.

Sementara itu, The 1975 merupakan salah satu band dengan penjualan album terlaris di Inggris. Tur mereka tahun ini di Inggris dan Amerika Serikat pun habis terjual. Matt Hayley cs juga menjadi sorotan utama pada festival musik terkemuka, Reading & Leeds.

Baca juga: Barasuara tampil humoris dalam video musik “Pikiran dan Perjalanan”

Baca juga: Gerald Situmorang rilis album solo kedua

Baca juga: Tiga band lokal buka penampilan Franz Ferdinand di Jakarta

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seventeen eksplorasi kesendirian dan ketakutan dalam album ketiga

Jakarta (ANTARA) – Grup K-pop Seventeen meluncurkan album ketiganya, “An Ode”, pada Senin, yang berisi lagu-lagu bertema gelap.

Album berisi 11 lagu itu menandai  perubahan signifikan dari gaya bermusik Seventeen yang energetik dan bersemangat,  yang menjadi ciri khas mereka sejak debut pada 2015.

Baca juga: Di balik mini album “You Made My Dawn” dari SEVENTEEN

Lagu utama dalam album itu berjudul “Poison: Fear” beransemen R&B dengan dominasi suara bas. Produser dan anggota band, Woozi, ikut menyusun dan menulis lirik lagu tersebut.

“Poison: Fear” hadir dengan penampilan tarian nan kuat dari 13 anggota Seventeen yang mengenakan setelan hitam.

“Lagu tersebut menampilkan sisi gelap Seventeen yang belum pernah ditampilkan sebelumnya, menggambarkan ketakutan dalam diri sebagai racun,” kata Woozi dalam sebuah acara di Korea University, Seoul.

Dia mengatakan album dan lagu itu akan menjadi “perubahan besar” dalam musik dan konsep Seventeen, demikian seperti dikutip dari Yonhap.

Baca juga: SEVENTEEN kembali gelar tur konser dunia

Baca juga: SEVENTEEN berencana luncurkan album sub unit

Penerjemah: Heppy Ratna Sari
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jelang konser tunggal, Marcell Siahaan latihan tinju

Jakarta (ANTARA) – Marcell Siahaan melakukan latihan fisik berupa olahraga tinju, sebelum melangsungkan konser “TujuhBelas” pada 18 Oktober 2019 di Jakarta.

“Saya selalu membayangkan setiap saya konser atau bernyanyi, sejak awal hingga akhir performance, saya harus masih bisa tertawa-tawa karena senang, karena lega bahwa saya bisa melewatinya dengan baik dan menghibur semua penggemar. Jangan sampai setelah bernyanyi atau bahkan konser saya malah kehabisan napas,” kata pelantun “Firasat” itu melalui keterangan resmi yang diterima Antara, Senin.

Bagi Marcell, latihan fisik seperti tinju dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, dia memang sudah cukup akrab dengan berbagai seni bela diri.

“Tinju itu memang panggilan jiwa, karena saya sejak dulu basic-nya berlatih Wing Chun dan boxing itu musuh bebuyutan Wing Chung,” jelasnya.

Tak hanya berlatih fisik, pria yang juga bermain dalam film “Wiro Sableng” ini mengikuti berbagai workshop untuk mempersiapkan playlist, gimmick dan segala hal teknis pada konsernya nanti.

Konser “Marcel Tujuhbelas” akan berlangsung di Balai Sarbini Jakarta. Pelantun “Semusim” ini juga menghadirkan bintang tamu seperti Raisa, RAN dan istrinya, Rima Melati.

Baca juga: Raisa, RAN dan Rima Melati jadi bintang tamu konser Marcell

Baca juga: Marcell Siahaan hadirkan “New Wave” pada poster konsernya

Baca juga: Marcell Siahaan akan gelar konser 17 tahun berkarya

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vokalis “The Cars” Ric Ocasek meninggal dunia

Jakarta (ANTARA) – Ric Ocasek, penyanyi dan penulis lagu-lagu hit band rock Amerika Serikat The Cars tahun 1970-an dan 80-an, meninggal pada usia 75 tahun di rumahnya di Manhattan, Minggu (15/9).

Ocasek dinyatakan meninggal di rumah setelah seseorang menelepon 911 sekitar pukul 4 pagi waktu setempat untuk melaporkan bahwa dia tidak responsif, kata juru bicara Departemen Kepolisian New York. Penyebab kematian akan ditentukan oleh pihak berwenang.

Sementara perwakilan sang penyanyi belum bisa dihubungi, seperti dilansir Reuters.

“Sangat sedih. Dia adalah penulis, penyanyi, pemain, produser hebat,” kata rocker Peter Frampton di Twitter. “Doaku bersama keluarganya. Istirahat dengan damai.”

Ocasek, yang lahir dengan nama Richard Theodore Otcasek di Baltimore pada 1944, bertemu pemain bas Benjamin Orr, yang jadi teman band-nya kelak, setelah pindah ke Cleveland untuk sekolah di SMA.

Keduanya bergabung dengan gitaris Elliot Easton, pemain keyboard Greg Hawkes dan drumer David Robinson untuk membentuk the Cars pada pertengahan 1970-an di Boston. Ocasek adalah penulis lagu utama, vokalis utama pada sebagian besar lagu dan memainkan gitar ritme.

Album debut mereka berisi lagu “Just What I Needed,” “My Best Friend’s Girl” dan “Good Times Roll,” mencapai peringkat 18 di tangga album Billboard dan menempatkan mereka di ujung tombak pop rock.

The Cars mencetak single top-20 pertama mereka, “Let’s Go,” pada 1979 dan meluncurkan lagu hit sepanjang 1980-an seperti “Shake It Up” dan “Drive,” yang selalu dapat dikenali berkat vokal Ocasek yang khas.

Mereka berpisah pada 1988 dan Orr wafat akibat kanker pankreas pada 2000 ketika berusia 53 tahun. Anggota yang tersisa reuni untuk membuat album pamungkas “Move Like This” pada 2010.

Band ini masuk ke Rock ‘n’ Roll Hall of Fame pada 2018.

Setelah The Cars bubar, Ocasek memproduksi lusinan album, meluncurkan materi solo, menulis puisi dan seni visual. Ia menikah tiga kali dan punya enam putra, dua anak dari setiap pernikahan.

Istri ketiganya, supermodel Paulina Porizkova, mengumumkan pada Mei 2018 bahwa mereka bercerai setelah 28 tahun pernikahan.

Baca juga: Bintang Hollywood Burt Reynolds meninggal pada usia 82

Baca juga: James Ingram, penyanyi R&B peraih Grammy, meninggal dunia
 

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Istirahat selesai, BTS siap aktif kembali

Jakarta (ANTARA) – Big Hit Entertainment menyatakan bahwa BTS siap kembali dengan kegiatannya di dunia musik.

“BTS telah mengakhiri periode istirahat mereka dan akan terbang hari ini untuk melakukan kegiatan yang telah dijadwalkan,” ujar seorang sumber dari Big Hit Entertainment dilansir Soompi, Senin.

Pada 11 Agustus lalu, para pelantun “Boys with Luv” itu mengumumkan bahwa mereka mengambil istirahat panjang untuk pertama kalinya sejak mengeluarkan debut.

Selama kurang lebih satu bulan, grup idol yang terdiri dari RM, Jungkook, Jin, Suga, V, J-Hope, dan Jimin menikmati waktu istirahat mereka.

BTS juga tengah mempersiapkan konser “Love Yourself: Speak Yourself” di Stadion Internasional King Fahd, Arab Saudi pada 11 Oktober mendatang.

Kemudian pada 26, 27, dan 29 Oktober, BTS akan tampil di Stadion Olimpiade Seoul sebagai penutupan tur dunia mereka. Baca juga: BTS jadi duta resmi Seoul untuk ketiga kalinya

Baca juga: “Fire” BTS tembus 600 juta kali tayang di YouTube
 

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kiss tunda konser karena Gene Simmons dirawat

Jakarta (ANTARA) – Grup band Kiss memutuskan untuk menunda konser yang seharusnya dilaksanakan pada tanggal 14 September 2019 di Salt Lake City, Utah, lantaran sang basis Gene Simmons harus menjalani perawatan medis.

Dilansir AceShowbiz, Minggu, sang rocker gaek itu mengumumkan permintaan maaf melalui unggahan di aku Twitter dan meyakinkan para penggemar bahwa kondisinya baik-baik saja.

“Permintaan maaf kepada para penggemar di Salt Lake City. Kami akan kembali dan melakukan pertunjukan nanti,” tulis Gene Simmons.

“Aku harus terbang ke LA untuk melakukan prosedur medis. Tidak ada yang serius. Tapi itu harus diatasi sekarang. Terima kasih atas harapan baikmu. Semua baik-baik saja,” sambungnya.

Awal bulan ini, Kiss juga telah menunda pertunjukan mendatang di Oakland dan Los Angeles karena masalah penjadwalan yang tidak terduga.

Kedua konser di California itu rencananya telah dijadwalkan ulang untuk bulan Maret 2020.

Sementara itu, tur perpisahan bertajuk “End of the Road” telah dimulai pada bulan Januari 2019 lalu dan akan berakhir di pertengahan tahun 2020.

Baca juga: KISS dicoret dari konser Michael Jackson

Baca juga: Band rock KISS janjikan tur pamungkas tanpa sesal

Penerjemah: Yogi Rachman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kiss tunda konser karena Gene Simmons jalani perawatan

Jakarta (ANTARA) – Grup band Kiss memutuskan untuk menunda konser yang seharusnya dilaksanakan pada tanggal 14 September 2019 di Salt Lake City, Utah, lantaran sang basis Gene Simmons harus menjalani perawatan medis.

Dilansir AceShowbiz, Minggu, sang rocker gaek itu mengumumkan permintaan maaf melalui unggahan di aku Twitter dan meyakinkan para penggemar bahwa kondisinya baik-baik saja.

“Permintaan maaf kepada para penggemar di Salt Lake City. Kami akan kembali dan melakukan pertunjukan nanti,” tulis Gene Simmons.

“Aku harus terbang ke LA untuk melakukan prosedur medis. Tidak ada yang serius. Tapi itu harus diatasi sekarang. Terima kasih atas harapan baikmu. Semua baik-baik saja,” sambungnya.

Awal bulan ini, Kiss juga telah menunda pertunjukan mendatang di Oakland dan Los Angeles karena masalah penjadwalan yang tidak terduga.

Kedua konser di California itu rencananya telah dijadwalkan ulang untuk bulan Maret 2020.

Sementara itu, tur perpisahan bertajuk “End of the Road” telah dimulai pada bulan Januari 2019 lalu dan akan berakhir di pertengahan tahun 2020.

Baca juga: KISS dicoret dari konser Michael Jackson

Baca juga: Band rock KISS janjikan tur pamungkas tanpa sesal

Penerjemah: Yogi Rachman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kirk Hammett tertarik bikin film horor

Jakarta (ANTARA) – Gitaris Metallica, Kirk Hammett mengatakan sangat tertarik untuk menyutradarai sebuah film horor, dilansir NME, Minggu.

Hammett mengungkapkan hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan Cosmo Music dalam sesi ‘Rockstars In Cars’, ketika dirinya ditanya tentang kesukaannya terhadap film berjenis horor.

“Pada saat ini, musik sangat berarti bagi saya dan merupakan kekuatan yang jelas bagi saya. Tapi saya pikir, saya bisa membuat film horor yang benar-benar luar biasa,” ujar Hammett.

“Pertama saya perlu mencari waktu. Kedua, saya perlu mencari uang dari orang lain. Saya sudah memiliki soundtrack, jadi sebagian dari pekerjaan itu sudah selesai. Akan menjadi kesenangan besar bagi saya,” kata dia menambahkan.

Baca juga: Metallica akan rilis buku belajar ABC untuk anak-anak

Baca juga: Metallica akan hadir di bioskop Indonesia

Kirk Hammett juga berbicara mengenai pengaruh film horor terhadap musik yang dimainkannya.

“Saya bisa mengatakan bahwa film ini bertanggung jawab atas lagu ini atau riff ini atau apa pun, tetapi melihat film-film tersebut, membawa saya ke dalam emosi keseluruhan yang merupakan jenis emosi yang sama dengan yang saya dapatkan ketika bermain gitar,” ujarnya.

Dia juga mengatakan telah menyiapkan banyak musik untuk mengisi soundtrack dari film horor yang akan dibuatnya.

“Banyak musik yang bisa saya sisihkan untuk soundtrack. Itu keluar dari lubang hitam yang sangat dalam di jiwa saya, dan saya benar-benar baik-baik saja dengan itu, karena itu memberi saya kenyamanan,” imbuhnya.

Baca juga: Metallica siapkan album baru, akan dirilis lebih cepat

Baca juga: Metallica donasikan 250.000 euro untuk pembangunan RS anak Rumania

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mita “The Virgin” harap Ahmad Dhani kembali bermusik setelah bebas

Jakarta (ANTARA) – Mita “The Virgin” mengungkapkan harapannya kepada Ahmad Dhani untuk bisa kembali ke dunia musik usai menjalani masa tahanan yang tengah ia dijalani saat ini.

Dia juga berdoa agar kasus yang menimpa pentolan grup Dewa 19 itu cepat selesai. Menurut Mita, kehadiran Ahmad Dhani di dunia musik telah dinantikan oleh para penggemarnya.

“Mas Dhani setelah bebas bisa berkarya lagi karena banyak yang sudah menunggu karya dia. Banyak Baladewa yang kangen dengan mas Dhani,” kata Mita saat berkunjung ke redaksi Antara beberapa waktu lalu.

Baca juga: Al Ghazali kecewa tak bisa rayakan ulang tahun bersama Ahmad Dhani

Pemilik nama lengkap Cameria Happy Pramita itu menambahkan bahwa sejatinya Ahmad Dhani memang seharusnya tetap fokus di jalur musik.

“Aku berharap semua bisa jadi pelajaran buat mas Dhani dan keluarga karena mas Dhani memang jalurnya di musik semoga balik ke musik,” kata dia.

Mita mengatakan sempat menjenguk Ahmad Dhani di tahanan sekitar bulan Juli lalu ditemani oleh Ari Lasso dan Andra Ramadhan. Dia mengungkapkan bahwa kondisi ayah Al, El, dan Dul itu terlihat sehat dan ceria seperti biasanya.

“Aku lihatnya senang karena badannya juga gemukan terus lebih ganteng lagi dan pas ketemu kita, dia enggak murung atau gimana, seperti biasa gaya mas Dhani dengan banyolan khas Surabaya,” ujarnya.

Baca juga: Mita tegaskan The Virgin belum bubar

Baca juga: Mita The Virgin rilis proyek solo, awalnya sempat tidak percaya diri

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ben Sihombing tampil beda di lagu “Sebegitunya”

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Ben Sihombing tampil berberbeda pada single barunya berjudul “Sebegitunya” yang dirilis belum lama ini.

Adik dari Petra Sihombing itu bereksperimen dengan beat-beat techno music ala Daft Punk yang jauh berbeda dengan materi lagu sebelumnya.

“Iya saya tidak bercanda untuk urusan ini, karena memang sebegitunya alunan fresh dari single baru ini,” ujar Ben Sihombing dalam keterangan pers yang diterima Antara, Minggu.

Kesegaran yang ditawarkan Ben di single terbarunya itu sangat terasa. Ben mengawali lagu dengan intro yang sedikit lebih mengingatkan pada beat-beat techno era 80an bahkan beat-beat itu menghiasi sepanjang lagu berdurasi 3 menit kurang ini.

Baca juga: Pertama kalinya Petra Sihombing garap scoring animasi

Pada dapur lirik, Ben yang sejatinya sering hadir dengan lirik puitis nan melankolis, kali ini menghadirkan lirik yang apa adanya dengan bahasa sehari-hari.

Ben juga mencoba lebih jujur mengutarakan perasaannya dalam karya terbarunya ini, jauh dari kata “basi” meskipun masih mengangkat isu romansa.

Lagu itu ditulis oleh Ben Sihombing, Petra Sihombing dan Iqbal Siregar. Ben Sihombing berkolaborasi dengan sang kakak Petra Sihombing sebagai produser musik. Lagu ini bisa dinikmati di radio, digital music platform, dan video liriknya juga bisa disaksikan melalui YouTube.

Baca juga: Time Warp ajak penonton “Mesin Waktu” ke masa lalu lewat soundtrack TV

Baca juga: Petra Sihombing bicara soal lagu terbarunya, “Take it ot Leave it”

Baca juga: Petra Sihombing bawakan single terbarunya di Java Jazz 2018

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Keluarga ungkap putra Elvy Sukaesih idap skizofrenia

Jakarta (ANTARA) – Anak kedua Elvy Sukaesih, Fitria, mengungkapkan bahwa kakaknya HR yang mengamuk dan merusak sebuah warung pada Kamis malam (12/9), mengidap skizofrenia berdasarkan keterangan dari pihak rumah sakit.

Fitria mengatakan bahwa pihak keluarga besar Elvy Sukaesih terkejut dan baru mengetahui kondisi HR yang sebelumnya dianggap mengalami gangguan jiwa.

Baca juga: Ini kronologi amukan putra pedangdut Elvy Sukaesih

“Kita juga baru tahu terus terang aja. Dengan seperti ini, kita cuma bilang selama ini, oh dia depresi, oh dia tertekan. Tapi kita enggak pernah tahu. Jadi ada hikmahnya dengan kejadian ini semua. Apa sih sebenarnya yang diidap sama dia,” kata Fitria dalam keterangan pers di kediamannya di kawasan Pejaten, Jakarta, Sabtu.

“Karena kalau mau dibilang orang yang hilang ingatan, sakit jiwa, HR tidak seperti itu karena dia masih ingat semua masih bisa bicara, masih salat, masih ngaji, masih segala macem,” katanya menambahkan.

Baca juga: Keluarga Elvy Sukaesih janjikan ganti rugi kerusakan warung

Bahkan dia mengatakan bahwa kakaknya tersebut sempat marah karena tidak terima ketika harus menjalani perawatan di rumah sakit jiwa.

“HR tuh kalau enggak nyambungnya ya dia khayalan sama kenyataan enggak bisa dibedain. Dia seperti kenyataan padahal itu omongan yang dalam khayalan dan mungkin ada paranoidnya, ada ketersinggungannya, ya jadi seperti itu,” ujar Fitria.

Baca juga: Alami gangguan jiwa, putra Elvy Sukaesih batal diamankan

Sebelumnya, putra pertama pedangdut ternama Elvy Sukaesih mengamuk di warung kelontong milik tetangganya bernama Junaedi (48) di RT06 RW12, Jalan Usaha, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (12/9) malam.

HR dikabarkan naik pitam saat permintaannya untuk mengutang rokok ditolak pemilik warung. Ia terlibat pertikaian dengan pemilik hingga terjadi perusakan warung.

Baca juga: Putra Elvy Sukaesih dibawa ke RSJ usai terlibat pengerusakan warung
 

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Putra Elvy Sukaesih masih diisolasi, keluarga belum bisa jenguk

Jakarta (ANTARA) – Putra pedangdut Elvy Sukaesih, HR, yang diketahui mengidap skizofrenia saat ini masih diisolasi di RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur.

“Sekarang dia dalam penjagaan rumah sakit dan masih diisolasi, (keluarga) belum bisa menengok,” tutur Fitria, adik HR, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.

Skizofrenia adalah gangguan mental yang menyebabkan halusinasi, delusi atau waham, kekacauan berpikir dan perubahan perilaku.

“Satu-dua minggu dilihat dulu kondisinya, kalau sudah tenang baru (keluarga) boleh datang,” kata Fitria.

Baca juga: Keluarga ungkap putra Elvy Sukaesih idap skizofrenia

Ia mengatakan keluarga bersyukur bisa memetik hikmah dari kejadian tersebut. Sebelumnya, keluarga Elvy mengaku sudah ingin mengajak HR berobat, namun sulit diwujudkan.

“Bersyukur ada hikmah dari kejadian itu, dengan bantuan aparat kita bantu bawa ke rumah sakit.”

HR yang kerap disangka hanya mengalami depresi dan rasa tertekan, tidak selalu bersikap di luar kebiasaan. Dia masih bisa berinteraksi secara normal dan beraktivitas seperti biasa, misalnya mengaji dan salat.

“Kalau mau dibilang orang hilang ingatan, sakit jiwa, sebenarnya enggak begitu,” ujar Fitria.

Namun kemarahan HR bisa meluap secara tak terduga ketika emosinya terpancing.

Baca juga: Ini kronologi amukan putra pedangdut Elvy Sukaesih

Depresi yang dialami HR muncul setelah ia mengalami stroke sebanyak tiga kali yang berpengaruh juga pada pita suaranya. Dia pernah merasa sakit saat makan, bahkan kesulitan saat bicara dan hobinya menyanyi menjadi terganggu.

“Dia terpukul dengan kejadian itu,” ungkap Fitria.

Kejadian lain yang berpengaruh pada diri HR, tutur Fitria, adalah ketika putrinya meninggal pada akhir 2015. Sejak itu muncul gejala-gejala seperti obrolan yang melantur.

Menurut dia, saudaranya pernah tiga kali dirawat di rumah sakit untuk mengatasi gangguan mental tersebut pada kurun waktu yang berbeda, yakni 2016, 2017 dan 2018.

“Dulu sudah ke rumah sakit dan dinyatakan sembuh, kalau enggak (sembuh) sih enggak akan bawa pulang,” kata dia.

Baca juga: Alami gangguan jiwa, putra Elvy Sukaesih batal diamankan
 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Band indie Texpack dan Skandal rilis album dalam format kaset

Jakarta (ANTARA) – Dua band indie rock Texpack dan Skandal merilis album split bertajuk “Sloppy Odd Stereo” dalam format kaset dengan jumlah terbatas di bawah label independen Langen Srawa Records.

“Dari Skandal, ide untuk merilis split bersama band lain yang kami gemari sebenarnya sudah terbersit sejak lama. Namun, hal itu baru bisa terealisasi,” ujar Yogha Prasiddhamukti, vokalis Skandal dalam keterangan pers yang diterima Antara, Sabtu. 

“Ditambah lagi, ini proyek kolaborasi dengan Texpack pula. Jadi, tanpa banyak pertimbangan, langsung saja kami sambut dengan tangan terbuka,” katanya melanjutkan. 

Kedua band tersebut menuturkan tidak ada pemaknaan khusus terkait pemilihan judul album. Meski demikian, Yogha menceritakan kaitannya dengan selera band mereka.

Menurutnya, Skandal dan Texpack memang menyukai dan menjadikan musik indie rock yang slebor (sloppy) sebagai salah satu pengaruh dalam bermusik.

Sementara , Texpack menganggap bahwa perilisan album itu menjadi momen penting sebelum rencana peluncuran album penuh. 

“Senang banget, akhirnya bisa merilis album lagi setelah rilisan album terakhir tiga tahun lalu, yaitu EP Courageous (2016),” kata Dimas Oriza (vokal/bass) dari Texpack.

Dalam proses produksinya, masing-masing band menyiapkan dua materi lagu yang akan dimuat dalam album tersebut. Skandal memiliki satu lagu baru “Racau”dan satu lagu lama dari album mini pertama, sedangkan Texpack memasukkan dua materi lagu yang belum pernah dirilis sama sekali.

Kehadiran Sloppy Odd Stereo diharapkan dapat direspons dengan baik oleh para penikmat musik.

“Ini bisa juga menjadi pintu buat banyak kesempatan nantinya untuk membuat split album dengan band lainnya. Semoga siapapun yang membeli dan mendengarkan is going to have some fun,” kata Yogha.

Baca juga: Band indie “Renew” hibur pejalan kaki di Dukuh Atas

Baca juga: “Terpaku Pilu”, kolaborasi Payung Teduh dengan band indie 90 HP
 

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

NonaRia hibur penonton lewat lagu Indonesia timur aransemen jaz

Jakarta (ANTARA) – Grup NonaRia menghibur penonton yang memadati Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Sabtu, dengan membawakan lagu-lagu Indonesia timur dalam aransemen jaz.

Grup musik yang beranggotakan Nesia Ardi, Nanin Wardhani, dan Yashinta itu membuka pertunjukan dengan menyanyikan lagu “Salam NonaRia” yang diambil dari album perdananya.

Penampilan mereka dilanjutkan dengan lagu “Goro Goro Ne” dari Maluku dengan alunan jaz ala NonaRia.

“Satu-satunya orang Indonesia timur di NonaRia adalah Yashinta. Makanya kita juga nanya-nanya ini artinya apa,” kata Nesia di sela penampilan.

“Sebenarnya Indonesia timur itu luas sekali. Tadinya kami berdebat Indonesia timur itu mana aja sih,” ujar Yashinta menimpali Nesia.

Selama kurang lebih 60 menit, NonaRia menghibur para penonton dari beragam usia. Iringan biola, keyboard, gitar, tifa, dan snare drum yang mereka mainkan membuat suasana semakin meriah.

Mereka juga membawakan lagu “Waktu Hujan Sore-Sore” (Maluku), “Angin Mamiri” (Makassar), “Lembe Lembe” (Maluku), “Si Patokaan” (Sulawesi Utara), “Sarinande” (Maluku), hingga “Yamko Rambe Yamko” (Papua).

Selain menyanyikan lagu-lagu Indonesia timur, NonaRia juga menyanyikan lagu mereka “Sebusur Pelangi” dan “Hari Bahagia”.

Ketiga personel NonaRia yang tampil anggun dengan mengenakan kebaya dan kain tradisional itu juga kerap mengundang tawa penonton berkat candaan yang dilontarkan selama pertunjukan.

Baca juga: NonaRia rilis lagu “Jadi Wanita” jelang Hari Kartini

Baca juga: Aroma lawas NonaRia di Java Jazz 2018
 

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

NonaRia berencana luncurkan album kedua tahun depan

Jakarta (ANTARA) – Grup musik NonaRia tengah sibuk mempersiapkan materi lagu untuk album kedua mereka yang rencananya akan diluncurkan tahun depan.

Grup yang beranggotakan Nesia Ardi (vokal, snare), Nanin Wardhani (akordeon, keyboard), dan Yashinta (biola) itu mengatakan sudah memiliki dua materi lagu untuk album keduanya. Satu di antaranya sudah dirilis pada Hari Kartini, April lalu.

“Album kedua sedang proses, kita sudah siapkan dua lagu yang sudah matang. Satu sudah dikeluarkan kemarin judulnya ‘Jadi Wanita’ pas Hari Kartini,” kata Yashinta di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: NonaRia hibur penonton lewat lagu Indonesia timur aransemen jaz

Yashinta lantas membocorkan bahwa NonaRia tidak lama lagi akan merilis lagu baru yang akan masuk dalam album kedua, tanpa merinci kapan tepatnya.

“Satu lagi akan dikeluarkan dalam waktu dekat sih. Lalu sisanya akan dikeluarkan bersamaan dengan album,” ujarnya.

NonaRia dikenal dengan lagu-lagu beraransemen jaz yang dikemas dengan gaya tempo dulu. Grup yang didirikan pada 2012 itu telah menelurkan album bertajuk “NonaRia” pada 2018 yang mendapat sambutan positif dari penikmat musik Indonesia.

NonaRia juga berhasil meraih penghargaan dalam ajang Anugerah Musik Indonesia kategori Artis Vokal Jazz Terbaik untuk lagunya berjudul “Antri Yuk” pada tahun lalu.

Baca juga: NonaRia rilis lagu “Jadi Wanita” jelang Hari Kartini
 

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Lebih Dari Egoku”, lagu terbaru Mawar de Jongh

Jakarta (ANTARA) – Aktris Mawar de Jongh merilis lagu kedua berjudul “Lebih Dari Egoku” yang liriknya berkisah tentang seseorang yang berkali-kali mengalah demi pasangannya.

Berbeda dengan lagu pertamanya “Heartbeat”, musik “Lebih Dari Egoku” lebih banyak bernuansa akustik, dengan ketukan dan ritme yang menonjolkan suara Mawar.

“Lagu ini berbeda dengan single sebelumnya karena ini memiliki makna pengorbanan yang begitu dalam. Dan kalau lihat dari teman-teman di sosial media, sehari-hari pasti ada yang mengalaminya,” kata Mawar de Jongh dalam keterangan pers yang diterima Antara, Sabtu.

Baca juga: Pemain “Bumi Manusia” lomba 17 Agustus, Mawar de Jongh menang?

Walaupun lagunya dianggap cocok dengan warna vokal Mawar, namun penyanyi yang juga aktris dari film “Bumi Manusia” itu sempat kesulitan saat proses rekaman.

“Aku sendiri kan kalau ngomong sebenernya artikulasi “r” nya memang agak susah ya,” kata dia.

“Antara enggak kedengeran sama sekali, atau sekalinya jelas terdengar itu lantang. Nah, di lagu ini aku ada beberapa kata yang aku berusaha banget untuk bisa membawakan liriknya dengan artikulasi yang pas,” tambahnya.

Untuk melengkapi lagu itu, sebuah video musik besutan Davy Linggar juga telah dirilis.

Baca juga: Mawar De Jongh berharap makin banyak orang baca buku Pramoedya
 

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

B.I eks iKON akan diinterogasi polisi pekan depan

Jakarta (ANTARA) – Polisi provisi Gyeonggi Selatan berencana menginterogasi B.I, mantan personel grup K-pop iKON terkait kasus penggunaan ganja.

Seperti dilansir Soompi, Sabtu, mereka juga akan menyelidiki dugaan keterlibatan mantan petinggi YG Entertainment Yang Hyun-suk dalam kasus serupa.

Pada Agustus 2016, seseorang ditangkap karena pelanggaran narkoba jenis LSD dan saat interogasi nama B.I disebut terkait asal muasal barang haram itu. Namun, dia menarik kesaksiannya.

Ketika ditanya alasannya, dia yang tak disebutkan namanya itu mengatakan mendapat ancaman dari Hyun-suk.

Seorang sumber dari kepolisian menolak menjelaskan secara rinci karena penyelidikan masih berlangsung.

“”Kami tidak dapat membagikan rincian karena penyelidikan sedang berlangsung, tetapi kami saat ini sedang membuat jadwal dengan informan, B.I, dan lainnya,” kata sumber anonim itu.

Baca juga: Mantan bos YG bantah tuduhan polisi usai diinterogasi seharian
 

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sheila On 7 batal manggung di Pekanbaru gara-gara asap karhutla

Pekanbaru (ANTARA) – Manajemen Sheila On 7 memastikan penyebab grup musik asal Yogyakarta itu batal manggung dalam acara Do Music Festival 2019 akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Hal itu diungkapkan oleh manajer sekaligus pemain bas Sheila On 7 Adam Muhammad Subarkah ketika dihubungi ANTARA dari Pekanbaru, Sabtu.

“Ini keputusan dari saya, ya. Kalau Sheila On 7 harus tampil di kondisi seperti itu (asap) tidak memungkinkan, dan itu dikategorikan force majeure (keadaan kahar),” kata Adam melalui sambungan telepon.

Band yang digawangi oleh Duta (vokalis), Erros (gitar), Adam (bas) dan Brian (drum) seharusnya menjadi bintang tamu utama dalam Do Music Festival 2019 di Kota Pekanbaru pada Sabtu, 14 September 2019. Namun, dua hari sebelum acara, muncul unggahan di akun Instagram @sheilaon7 yang isinya meminta maaf karena tidak dapat ikut serta pada festival tersebut.

Unggahan itu tidak menyebutkan secara rinci penyebabnya pembatalan, hanya tertulis “dikarenakan adanya kondisi non teknis di Pekanbaru yang tidak memungkinkan”. Adam akhirnya membenarkan bahwa keputusan itu disebabkan kondisi pencemaran asap karhutla.

“Saya tanya ke mas, jadi kalau datang ke acara yang kondisinya (asap) seperti itu, mau datang gak?,” kata Adam balik bertanya.

Ia menegaskan bahwa hubungan manajemen Sheila On 7 dengan penyelenggara festival tetap baik. Keputusan pembatalan manggung itu, lanjutnya, sudah melalui diskusi kedua pihak.

“Dari awal saya menyarankan acara sebenarnya diundur, tapi saya kan cuma sebatas usulan. Tapi kalau acaranya tetap lanjut, itu hak dari penyelenggara. Akhirnya keputusannya adalah saya tidak untuk Sheila On 7 untuk tampil di kondisi seperti itu, tidak memungkinkan,” ujar Adam menegaskan.

Kode Group selaku penyelenggara Do Music Festival telah menyatakan acara tersebut dibatalkan. Panitia mengumumkannya melalui Instagram @domusicfestival pada Sabtu dini hari, dengan menyebut alasan kabut asap.

Menanggapi hal itu, Adam menyatakan keputusan itu sudah tepat. “Sudah seharusnya diundur,” katanya.

Sementara itu, kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru makin pekat akibat karhutla di Riau dan Provinsi Jambi serta Sumatera Selatan. Kualitas udara menurun dan telah masuk dalam kategori “berbahaya” bagi kesehatan.

Baca juga: Nostalgia bareng Sheila On 7 di konser “Harmonia: Classic Story”
 

Pewarta: FB Anggoro
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Baekhyun EXO ungkap rencana grup luncurkan album baru

Jakarta (ANTARA) – Baekhyun, salah satu personel EXO mengungkapkan melalui akun Instagram pada Jumat (13/9) tentang rencana grupnya meluncurkan album baru pada musim dingin.

“Ah, rekaman untuk EXO dimulai minggu depan. Kami akan mulai rekaman dan sepertinya akan keluar saat cuaca dingin,” ujarnya dalam sebuah video seraya tertawa, seperti dilansir Soompi.
 

EXO kali terakhir tampil bersama pada Desember 2018 melalui lagu “Love Shot”. Kembalinya grup menelurkan album menjadi hal dinantikan para EXO-L, sebutan untuk penggemar EXO.

Di sisi lain, Baekhyun dan Kai akan segera mempromosikan diri sebagai anggota grup baru SM SuperM, yang berfokus pada pasar Amerika Serikat.

Selain mereka, Taemin SHINee dan Mark NCT, Taeyong, Lucas dan Ten juga bergabung dalam grup yang rencananya debut pada 4 Oktober mendatang.

Baca juga: SuperM, grup baru beranggotakan personel SHINee, EXO, NCT 127

Baca juga: BTS, Baekhyun EXO dan NCT 127 duduki posisi 10 besar Billboard
 

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kuliah di tempat jauh, Maudy Ayunda tetap berkabar via vlog

Jakarta (ANTARA) – Setelah berada di tengah kebimbangan memilih antara Harvard dan Stanford, aktris dan penyanyi Maudy Ayunda akhirnya mantap meneruskan pendidikan di Stanford.

Meski akan berjauhan dengan penggemar, gadis multitalenta ini takkan serta merta putus hubungan dengan penggemar di Indonesia.

Ia bersama media Narasi.tv mengembangkan program serial vlog berjudul “Maunya Maudy”. Dalam video perdana, Maudy menyatakan akan bercerita tentang kehidupannya di California.

“…ini adalah usaha aku untuk tetap bisa connected to all of you guys. Aku pengen ngevlog ceritanya selama aku di sana dan aku rasa perjalanan aku ke sana akan banyak sekali pelajaran yang aku dapatkan,” tutur Maudy dalam video perdana yang rilis pada 8 September lalu.

Pada vlog perdana berdurasi 9 menit 50 detik ini Maudy bercerita sedikit sekaligus mengklarifikasi satu hal yang sempat viral, yaitu soal kecintaannya terhadap belajar dan ujian.

Belajar dan ujian, itu memang satu dari sekian banyak hal yang Maudy mau. Maudy juga mengakui bahwa vlog merupakan sesuatu hal yang baru bagi dirinya dan Ia banyak belajar bahkan sejak episode perdana.

“Maunya Maudy” disiapkan sebagai konten vlog series yang bercerita tentang kehidupan kampus seorang Maudy Ayunda. Dalam video itu, dia akan menceritakan perjuangannya sebagai seorang mahasiswi Indonesia dalam menjalani kehidupan sehari-hari untuk mengejar mimpi.

Baca juga: Maudy Ayunda curhat untuk orang tercinta dalam “Goodbye”

Baca juga: Maudy Ayunda akui pernah jadi korban perundungan

Baca juga: Cerita Maudy Ayunda berbincang dengan Habibie tentang Ainun

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Payung Teduh – Pusakata kolaborasi garap lagu Dian Pramana Poetra

Jakarta (ANTARA) – Musisi sekaligus penyanyi legendaris Dian Pramana Poetra telah meninggal dunia pada Desember 2018, namun karya musiknya masih melekat di telinga pendengar sehingga banyak dinyanyikan oleh musisi muda era kini.

Dari sejumlah deretan penyanyi muda, kelompok musik Payung Teduh telah berkolaborasi dengan Pusakata untuk menggarap lagu Dian Pramana Poetra bertajuk “Masa Kecilku”.

Diproduseri Target Pop, single “Masa Kecilku” menurut Eksekutir produser Seno M Harjo, tak hanya menampilkan Payung Teduh dan Pusakata namun diwarnai vokal Dian Pramana Poetra yang sempat melakukan rekaman sebelum meninggal, tepatnya sekitar Oktober 2018.

“Lagu ‘Masa Kecilku’ ini lagu sakral, saya tulis bareng Ibu tercinta saya,” ujar Seno melalui rilis di Jakarta, Sabtu mengutip pernyataan Dian Pramana.

Baca juga: Dian Pramana sempat rekam lagu baru sebelum wafat

“Masa Kecilku” pernah menjadi salah satu lagu hits di era 1980an yang saat itu dibawakan oleh kelompok musik Elfa’s Singer beranggotakan antara lain Yana Yulio, Agus Wisman dan Lita Zein.

Seno mengatakan, penggarapan “Masa Kecilku” tidak menggunakan vocal director, karena Dian Pramana telah dikenal sebagai musisi yang mampu membuat lagu yang enak dinikmati, sehingga porsi vokalnya dibagi dua dengan Mohammad Istiqomah alias Is dari Pusakata.

Proses penyuntingan vokal (vocal edited) ditangani Hery Alesis yang pernah menangani penyanyi populer seperti Raisa, Rizky Febian, Hedi Yunus dan lainnya.

“Saya menyesal, enggak sempet nungguin alm. Mas Dian pas take vocal. Untuk inilah, saya dedikasikan lagu ini untuk mas Dian,” ujar Is.

Manajer Payung Teduh, Marsya Ditia menyatakan sangat mendukung peluncuran single “Masa Kecilku” yang didalamnya juga menampilkan vokal Dian Pramana Poetra. Single Masa Kecilku telah memperoleh pendengar sebanyak 130 ribu di media putar lagu digital Spotify.

Baca juga: Deddy Dhukun ungkap cerita unik dibalik lagu “Masih Ada”

Baca juga: Is Pusakata, si merdu yang dinanti di Java Jazz 2019

Baca juga: Curahan hati Payung Teduh soal vokalis baru

Pewarta: Subagyo
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aksi Didi Kempot di Konser Sobat Ambyar

Musisi asal Surakarta Didi Kempot menunjukan aksinya saat Konser Sobat Ambyar di Tebing Breksi, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (13/9/2019). Dalam konser itu Didi Kempot yang dijuluki ‘The Lord of Broken Heart’ menyanyikan sejumlah tembang andalanya seperti “Cidro”, “Kalung Emas”, “Banyu Langit” hingga “Pantai Klayar”. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.

Kabar Babymetal yang ditinggal Yuimetal

Jakarta (ANTARA) – Girl band metal asal Jepang Babymetal ditinggal salah seorang personelnya, Yuimetal, pada Oktober 2018 silam yang meniti karier solo sebagai Mizuno Yu.

Kepergian Yuimetal meninggalkan dua anggota yakni Sumetal dan Moametal. Melalui wawancara di Metal Hammer yang dilansir NME pada Jumat (13/9), Sumetal mengatakan bahwa Yuimetal sudah seperti keluarga bagi mereka.

“Kami sudah bersama-sama sangat lama, Yuimetal sudah seperti keluarga bagi grup ini,” katanya.

“Jadi meski Yuimetal hengkang, grup tetap akan mendukungnya, “… dan berharap dia bisa meraih apa yang dia ingin lakukan di masa depan.

Baca juga: Babymetal rilis album baru April mendatang

Baca juga: Dead Kennedys dan H2O bikin penggemar punk dan metal bersatu di panggung Hammersonic

Kobametal, sang manajer grup mengatakan dia awalnya khawatir bagaimana kalau Yuimetal dan Moametal kehilangan anggota band lain.

“Jelas saya khawatir tentang mereka, tetapi pada saat yang sama saya menghormati setiap anggota – dan mereka berdua sudah dewasa, dan masing-masing dari mereka melanjutkan Babymetal karena mereka mau. Saya sangat menghargai itu. Ada semacam kepercayaan antara kelompok ini dan saya percaya mereka ingin melakukannya,” kata dia.

Saat Yuimetal mengumumkan pergi dari grup, Babymetal mengatakan “terima kasih atas kontribusinya dan berharap yang terbaik demi upayanya di masa depan.”

Saat manggung di Glastonbury, NME sempat mewawancarai Sumetal dan Moametal yang mengatakan kepergian Yuimetal membuat mereka jadi jauh lebih kompak.

Band itu akan merilis album baru “Metal Galaxy” bulan depan.

Mereka akan didukung oleh band Bring Me The Horizon saat tur di Jepang.

Baca juga: Metallica siapkan album baru, akan dirilis lebih cepat

Baca juga: Penuh tenaga, Judas Priest buka konser dengan “Firepower”

Baca juga: Marjinal persembahkan lagu “Palestina” di panggung Hammersonic 2018

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rocker Eddie Money “Take Me Home Tonight” meninggal di usia 70 tahun

Jakarta (ANTARA) – Eddie Money, rocker Amerika yang dikenal lewat serangkaian lagu hits di tahun 1970-an dan 1980-an seperti “Take Me Home Tonight,” telah meninggal dunia pada usia 70 tahun, kata laman hiburan Variety, Jumat (13/9), mengutip pernyataan keluarga.

Money – yang lagu hitsnya meliputi “Two Tickets to Paradise” dan “Baby Hold On” – berada dalam kondisi kesehatan yang buruk beberapa tahun terakhir. Pada Agustus lalu terungkap dia berjuang melawan kanker esofagus stadium empat.

“Keluarga Money dengan duka cita mengumumkan bahwa Eddie meninggal dunia secara damai pagi ini,” tulis pernyataan itu.

“Dengan berat hati kami mengucapkan selamat tinggal kepada ayah dan suami kami yang tercinta. Kami tak bisa membayangkan bagaimana dunia tanpa dirinya. Kami bersyukur dia akan abadi lewat musiknya.”

Dilansir AFP, musisi yang lahir dengan nama Edward Joseph Mahoney di Brooklyn pada 21 Maret 1949, menjadi penampil rutin di klub-klub di Bay Area California, dan menemukan kesuksesan dengan video musik jenaka pada masa-masa awal MTV.

Dalam beberapa tahun terakhir, sebuah acara TV realitas tentang Money dan keluarganya, yang ditayangkan di TV kabel AXS dan jaringan satelit, menjelaskan perjuangan kesehatannya.

Pada 2001, ia mengikuti program 12 langkah untuk mengatasi kebiasaan minum-minum, dengan mengatakan ia menyadari bahwa ia tidak memerlukan alkohol “agar cerdik.”

Sebelum didiagnosis kanker, Money telah merencanakan album studio baru yang akan menjadi album ke-12. Sang musisi membatalkan tur musim panas 2019-nya untuk fokus pada kesehatannya.

Baca juga: Rocker Tom Petty meninggal dunia

Baca juga: Lou Reed merasa lebih kuat setelah cangkok hati

Baca juga: Putri Kurt Cobain luncurkan lini busana “Kurt Was Here”

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sam Smith minta panggilan netral gender

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Inggris Sam Smith, Jumat (13/9), meminta orang-orang untuk memanggilnya dengan sebutan yang netral gender, “they/them“, mengutip pernyataan dia sebelumnya “seumur hidup berada dalam perang dengan genderku”.

Dikutip dari Reuters, musisi peraih Grammy berusia 27 tahun itu membuat pengumuman di unggahan Instagram berjudul “Kata gantiku adalah they/them.” Sam Smith memilih untuk tidak disebut dengan kata ganti “He” yang merujuk pada laki-laki.

Unggahan itu mendapat lebih dari 400.000 like.

Smith mengatakan masih terlalu dini untuk menjelaskan “apa artinya jadi non-biner” tapi pengumuman itu muncul enam bulan setelah sang penyanyi mengaku lewat sosial media bahwa dia “bukan laki-laki atau perempuan” tapi “di antaranya.”

Smith memenangi empat penghargaan Grammy pada 2015 setelah mengeluarkan album debut “In the Lonely Hour” tentang cinta tak terbalas.

Smith bergabung dengan sejumlah orang yang ingin menggunakan “they and them” sebagai kata ganti, termasuk Jill Soloway, pencinta serial transgender “Transparent” dan aktor Asia Kate Dillon.

Baca juga: Mia Ismi bawakan lagu Sam Smith di London

Baca juga: Sam Smith batal tampil di Billboard Music Awards

Baca juga: Sam Smith malu usai tampil di Oscar

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lokananta gelar parade tembang lawas

Ada beberapa kelompok musik lokal yang pentas di sini

Solo (ANTARA) – Perusahaan rekaman milik Negara, Lokananta yang berada di bawah naungan Perum Percetakan Negara RI (PNRI) menggelar parade tembang kenangan untuk mengobati kerinduan masyarakat terhadap kelompok musik lawas termasuk Band Koes Plus.

“Ada beberapa kelompok musik lokal yang pentas di sini,” kata Pengelola Pendopo dan Outdoor Lokananta untuk reguler, pertunjukan, dan live music Prasto Hastoro di sela pertunjukan di Lokananta Solo, Jumat.

Ia mengatakan beberapa kelompok musik yang tampil di antaranya Pelita Hati, D’oldies, Heavenly Band, dan Solo Manisku. Untuk parade sendiri berlangsung mulai malam ini, Jumat (13/9) hingga beberapa minggu ke depan.

Sebelum menggelar parade tersebut, pihaknya terlebih dahulu melakukan uji coba untuk memastikan seberapa besar antusiasme penonton.

Trial (uji coba, red) kami lakukan pada bulan Juli sebanyak tiga kali. Dari kegiatan tersebut kami berhasil mengumpulkan 469 penonton. Selanjutnya kali ini kami benar-benar merealisasikan pertunjukan ini,” ucapnya.

Untuk target penonton, dikatakannya, tidak ada angka khusus. Meski demikian, menurut dia, lokasi tersebut mampu menampung sekitar 500-600 penonton. Untuk setiap penonton dikenai tiket dengan harga Rp15.000.

Ia berharap kegiatan tersebut paling tidak bisa mengambil sepertiga jumlah penonton atau penggemar lagu lawas khususnya Koes Plus yang selama ini menonton di Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari.

“Kalau selama di THR Sriwedari itu kan penontonnya kebanyakan dari Solo. Harapan kami dengan adanya jalur tol dapat memudahkan masyarakat luar kota yang selama ini bergabung dalam komunitas penggemar Koes Plus bisa datang untuk melihat parade ini,” ujarnya, berharap.

Salah satu penonton Slamet Widodo mengaku senang pertunjukan lagu lawas termasuk lagu-lagu Koes Plus kembali digelar di Solo.

“Dulu saya sering lihat saat di THR Sriwedari. Sekarang sejak dijadikan Masjid kan tidak ada lagi pertunjukan di sana. Kebetulan saya dapat info acara ini dari salah satu kenalan yang bekerja di Lokananta,” kata warga Laweyan Solo ini.

Ia mengatakan ingin terus menyaksikan parade musik tersebut karena ia merupakan penggemar Koes Plus sejak duduk di kelas 3 Sekolah Dasar.

“Hampir semua lagu Koes Plus saya suka, tetapi yang paling saya suka yang judulnya ‘Untukmu’,” katanya.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Didi Kempot akan tampil dalam Jazz Traffic Festival 2019

Surabaya (ANTARA) – Penyanyi campur sari Didi Kempot akan tampil pada hari pertama Jazz Traffic Festival yang akan berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (14/9) mulai pukul 22.00 WIB.

Ketua Umum Panitia Jazz Traffic Festival 2019 Wahyu Widodo, atau akrab disapa Doddy, di Surabaya, Jumat, mengatakan pertujukkan musik itu akan berlangsung di Atlantis Land, Kenjeran Park, Surabaya, pada Sabtu (14/9) hingga Minggu (15/9).

“Ratusan musisi akan tampil selama dua hari penyelenggaraan Jazz Traffic Festival 2019. Didi Kempot tampil pada hari pertama,” katanya.

Doddy memastikan penyanyi berusia 52 tahun asal Solo, Jawa Tengah, itu akan tampil selama satu jam.

Baca juga: Ketika Via Vallen tampil “nge-jazz”

“Satu jam pertunjukan itu sekitar delapan lagu. Dan, pelantun tembang “Banyu Langit” itu akan tampil diiringi kelompok musik jazz ‘Fussion Stuff’,” katanya.

Didi Kempot, lanjut Doddy, bersedia mengubah nada lagu-lagu karyanya ke genre jazz. Fussion Stuff akan mengaransemen sekaligus tampil bersama penyanyi yang punya julukan “Godfather of Broken Heart” itu.

Selain “Lord Didi”, sejumlah musikus yang dijadwalkan pentas pada hari pertama Jazz Traffic Festival 2019 antara lain Raisa, Tulus, Nidji, Barry Likumahuwa, Andra and The Backbone, dan Djaduk Sinten Remen.

Kemudian pada Minggu (15/9), sejumlah musisi yang akan tampil antara lain Dewa 19 feat Ari Lasso & Dul Jaelani, Indra Lesmana Quartet, Idang Rasjidi Oktet, Letto, Syaharani and Queen Fireworks, D’Cinnamons, The Changcuters, Naff, Tompi dan Andien.

Baca juga: Wahana Atlantis Land gratis selama Jazz Traffic Festival 2019

Pewarta: A Malik Ibrahim / Hanif Nashrullah
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taemin SHINee dan 14 idola K-Pop bakal gelar konser di Jakarta Oktober

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 15 idola K-Pop baik solois maupun grup akan menggelar konser di Istora Senayan, Jakarta pada 19-20 Oktober dalam gelaran acara “Gyeonggi K-Culture FESTA 2019”.

Mereka ini antara lain, grup JBJ95, Kim Jong-kook, Epik High, DIA, VAV, Baek A-yeon, GWSN dan satu grup (masih dirahasiakan) yang akan tampil pada 19 Oktober.

Baca juga: Taemin SHINee ungkap impian masa depannya

Lalu, ada Taemin SHINee, RGP (HaHa & Skull), Hwang Chi-yeul, Lovelyz, The Rose, Yellow Bee dan sebuah grup idola perempuan (masih dirahasiakan), yang akan hadir pada 20 Oktober.

Perwakilan Gyeonggi Tourism Organization, Lee Dong-ryoul berharap bisa menghadirkan berbagai budaya Korea sekaligus memperkenalkan Gyeonggi-do pada masyarakat Indonesia melalui acara ini.

“Kami ingin menghadirkan beragam kebudayaan Korea sekaligus menunjukkan kepasa warga Indonesia, Gyeonggi-do merupakan pusat kebudayaan Korea. Untuk menarik pengunjung pada event ini kami hadirkan artis-artis top Korea,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA, Jumat.

Acara ini merupakan yang pertama kali pemerintah provinsi Gyeonggi selenggarakan di Indonesia.

Baca juga: Taemin SHINee bersiap tur konser di Jepang

Salah satu alasannya, karena antusiasme masyarakat Indonesia terhadap industri musik dan pariwisata Korea Selatan yang semakin meningkat.

Selain para idola K-Pop, “Gyeonggi K-Culture FESTA 2019” juga akan dihadiri beberapa perwakilan perusahaan Korea Selatan yang bergerak di budang tur dan travel. Mereka nantinya siap memberikan tips berwisata di 31 kota di Gyeonggi-do.

Tak hanya itu, rencananya ada juga workshop bersama salah satu studio menari K-pop “1Million” dan kompetisi K-pop cover dance serta cover song.

Penjualan tiket “Gyeonggi K-Culture FESTA 2019” akan dimulai pada 20 September 2019 dan informasi lebih lanjut bisa diakses melalui laman Instagram @FollowGyeonggi.

Baca juga: Taemin SHINee rilis single & Mini album “Want”

Baca juga: Taemin SHINee siapkan album solo

Baca juga: SHINee luncurkan teaser video terbaru

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Adele masukkan gugatan cerai ke pengadilan

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Adele benar-benar serius dengan keputusan untuk berpisah dengan suaminya Simon Konecki, bahkan dia sudah memasukkan dokumen perceraian ke pengadilan.

Menurut laporan TMZ yang dilansir Jumat, pelantun “Rolling in the Deep” itu mengajukan cerai dari sang suami pada Kamis (12/9) waktu setempat.

Perpisahan antara Adele dan Simon diumumkan pada 19 April lalu, setelah keduanya menikah selama dua tahun dan tujuh tahun berpacaran.

Keduanya memiliki seorang putra bernama Angelo Adkins yang berusia enam tahun. Adele dan Simon pun sepakat untuk tetap membesarkan anaknya dengan bersama-sama dengan penuh kasih.

“Adele adalah seorang ibu yang luar biasa dan mengurusnya sendiri sebisa mungkin. Namun Simon sepertinya menderita karena hanya menjadi seorang ayah yang tinggal di rumah,” kata seorang sumber kepada HollywoodLife pada April lalu.

“Adele adalah orang yang sangat tertutup dan jarang berbicara kepada siapa pun tentang kehidupan pribadinya, tetapi itu sulit baginya karena karirnya benar-benar menghabiskan banyak waktunya. Dia sangat bergantung pada Simon dan pengasuh untuk membantunya ketika dia mencoba menyeimbangkan kehidupan pribadi dan bekerja sebaik mungkin. Dia sangat mencintai putranya,” lanjut sumber itu.

Adele juga menuliskan pesan lain melalui Instagram dan mengakui bahwa usia 30 sangat berat baginya, hal tersebut diungkap saat ulang tahunnya yang ke-31 pada 5 Mei lalu.

“31 akan menjadi tahun yang besar dan saya akan menghabiskan semuanya untuk diri saya sendiri. Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, saya siap merasakan dunia di sekitar saya dan melihat ke atas lagi,” kata Adele.

Baca juga: Tujuh tahun bersama, Adele bercerai  

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kim Yo-han X1 tertarik geluti dunia akting

Jakarta (ANTARA) – Kim Yo-han, salah satu personel grup idola K-Pop X1 mengaku tertarik menggeluti dunia akting selain berkarir di bidang musik yang saat ini dia jalani.

Hal ini Yo-han ungkapkan pada episode “TMI News” yang tayang di Korea Selatan pada 11 September lalu, seperti dilansir Soompi, Jumat.

Dalam acara itu, Yo-han hadir bersama tiga rekannya, yakni Han Seung-woo, Son Dong-pyo dan Nam Do-hyon sebagai bintang tamu.

Saat itu, pembawa acara Jun Hyun-moo sempat bertanya pada Yo-han dan ketiga rekannya, apakah ingin bekerja di bidang selain industri K-Pop.

Yo-han berkata, “Tentu saja aku harus fokus pada X1 sekarang, tapi -” Ketika dia berhenti, Hyun-moo memotong dan berujar, “Kamu ingin menjadi aktor, kan?”

Yo-han tampak terkejut dan berkata, “Ya, nanti.” Hyun-moo berkomentar sang penyanyi terlihat seperti aktor populer dalam drama akhir pekan. “Dia punya jenis wajah yang disukai para ibu,” kata dia.

Presenter sekaligus komedian Jang Do-yeon yang hadir saat itu menyebutkan Yo-han juga ahli di bidang olahraga dan diamini Hyun-moo

Yo-han awalnya atlet taekwondo namun memutuskan mengikuti mimpinya menjadi idola di acara pencarian grup “Produce X 101” walau hanya menjalani persiapan latihan selama tiga bulan.

Selama program berlangsung, Yo-han yang bernaung di bawah agensi Oui Entertainment meraih popularitas, bahkan sejak pengumuman peringkat pertama. Dia lalu menjadi juara pertama program itu dan menduduki posisi center di grup X1.

Baca juga: Kim Yo-han X1 cedera ligamen kaki, terpaksa rehat enam pekan

Baca juga: Woo-seok geser Yo-han pada “Produce X 101”

Baca juga: Joo-heon MONSTA X kritik Kim Yo-han cs di “Produce X 101”

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nostalgia bareng Sheila On 7 di konser “Harmonia: Classic Story”

Jakarta (ANTARA) – Band asal Yogyakarta Sheila On 7 sukses mengajak para penggemarnya bernostalgia dalam konsernya bertajuk “Harmonia: Classic Story”, yang digelar di Live Space @ Lot8, SCBD, Jakarta, Kamis malam.

Konser yang dihadiri lebih dari 2000 penggemar Sheila On 7 yang akrab disapa “Sheila Gang” itu dibuka oleh penampilan grup The Soulful sekira pukul 19.10 WIB dengan menyanyikan lagu-lagu populer Indonesia dan dunia di tahun 1990an dan awal 2000an.

Teriakan dan sorak-sorai ribuan penonton yang memadati arena menyambut kedatangan Duta (vokal), Eross (gitar), Adam (bass), dan Brian (drum) pada kurang lebih pukul 20.30 WIB.

“Apa kabar semuanya? Kita senang-senang ya malam ini!” kata Duta lalu disambut penonton dengan semangat.

Sheila On 7 membuka penampilan mereka dengan “Bertahan”, yang disusul dengan nyanyian penonton yang hadir.

Duta beberapa kali berinteraksi dengan penonton. Mulai dari bergoyang di atas panggung, melambaikan tangan, turun panggung untuk menyapa penonton di depan, hingga memberikan gestur “finger hearts” yang belakangan populer di kalangan fans K-pop.

Sesuai konsep dari konser untuk mengajak penonton kembali ke masa lalu, band yang akrab disapa SO7 itu menyanyikan lagu-lagu mereka yang hits di awal 2000an tersebut. Penampilan Sheila On 7 dalam konser “Harmonia: Classic Story” yang digelar di Live Space @ Lot8, SCBD, Jakarta, Kamis (12/9/2019). (ANTARA/Dea N. Zhafira)

​​​​​Lantunan “Seberapa Pantas”, “Dan”, “Betapa” hingga “Sephia” berhasil mengajak penonton bernostalgia dan “baper” bersama band yang didirikan pada 6 Mei 1996 itu.

Namun, Duta cs juga turut menampilkan beberapa lagu yang cukup baru seperti “Berlapang Dada” dan “Film Favorit”. Tak lupa, lagu-lagu upbeat seperti “Pejantan Tangguh” dan “Melompat Lebih Tinggi” juga dinyanyikan untuk mengajak penonton bersenang-senang.

“Kita senang banget karena ‘Sheila Genk’ bisa yang hadir di sini, padahal ini hari kerja, lho. Mungkin ada beberapa yang habis pulang kerja ke sini juga, makasih banget. Nggak bisa ngomong apa-apa selain makasih,” kata Duta disambut sorai penonton.

Kali ini, Sheila On 7 membawakan total 22 lagu dengan durasi penampilan selama dua jam penuh.

“Sebuah Kisah Klasik” menjadi lagu terakhir yang ditampilkan Sheila On 7. Namun, tak lama setelah lagu itu selesai dan band itu memberikan sinyal untuk berpamitan, para penonton memintanya untuk tidak segera mengakhiri konser.

“Lagi! Lagi! Lagi!” seru para penonton meminta lagu tambahan.

Tak lama, Eross tiba-tiba mengejutkan penonton dengan intro gitar dari lagu “Sahabat Sejati”, membuat para penggemar sontak melompat dan menyanyikan lagu tersebht bersama Duta.

Konser “Harmonia: Classic Story” berakhir sekitar pukul 22.30 WIB dan ditutup dengan salam serta ucapan terima kasih Sheila On 7 untuk penonton yang hadir.

Baca juga: Gading Marten jadi kejutan di konser Sheila On 7

Baca juga: Noah-Sheila Majid memukau nasabah CIMB Niaga Semarang

Baca juga: Sheila On 7 sesalkan tindakan polisi yang hentikan aksi panggungnya

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

D’Masiv rekaman di Abbey Road

London (ANTARA) – Grup band D’Masiv melakukan rekaman di studio Abbey Road, studio musik tempat para musisi legenda dunia termasuk The Beatles.

“Akhirnya impian kami lima tahun lalu terwujud,” kata sang vokalis D’Masiv, Rian Ekky Pradipta atau yang akrab disapa Rian D’Masiv pada ANTARA London, di studio tiga Abbey Road, Rabu.

Produser d’Masiv, musisi Denny Chasmala mengakui bahwa sejak lima tahun lalu D’Masiv memang ingin rekaman di Abbey Road.

Impian itu akhirnya terwujud saat D’Masiv mengisi acara di Indonesian Weekend yang digelar di Potters Fileds Park, taman dengan latar belakang ikonik, The Tower Bridge, London selama dua hari Sabtu dan Minggu. 

Tak mudah rekaman di Abbey Road, kata Rian.

“Pihak studio ingin mengetahui perjalanan sejarah suatu grup musik, selain itu syarat yang mereka ajukan sangat ketat dan semua musisi dunia ingin mengadakan rekaman di Abbey Road,” katanya.

Rian mengaku terharu D’Masiv akhirnya bisa mengukir sejarah di studio Abbey Road.

“Tapi kami juga merasa sedih karena gitaris kami Dwiki Aditya Marsall tidak bisa hadir karena ada kendala dalam pengurusan visa Inggris,” ujarnya.

Sebanyak 20 lagu direkam D’Masiv di Abbey Road. Ke-20 lagu itu merupakan lagu-lagu hits D’Masiv dari album pertama hingga keenam.

D’Masiv menggunakan piano yang berusia ratusan tahun yang pernah dipakai Paul McCartney saat rekaman di Abbey Road.

“Rama (gitaris) memang minta untuk bisa mengunakan piano yang biasa di pakai oleh Paul McCartney,” kata  Denny.

Denny Chasmala mengakui tak ada bedanya rekaman di Abbey Roaddan di studio lain.

“Bedanya hanya lokasi dan nama Abbey Road yang melegenda. Saya bekerja buat mereka dan mudah2an mereka bisa melakukan yang terbaik,” kata Denny.

D’Masiv melibatkan pemain saxophone, Yuyun George dalam proses rekaman tersebut.

Oli Morgan, tim mastering Abbey Road mengatakan Abbey Road adalah studio rekamanan ikonik paling berharga, membawa serta banyak pengalaman, semangat, dan keahlian bagi musisi dunia.

Dibutuhkan bertahun-tahun kerja keras dan dedikasi untuk mencapai standar bagi pekerja di Abbey Road yang legendaris, ujarnya.

‘Kami dengan senang hati menyambut mastering engineer yang sekarang dalam peran baru ini di Abbey Road,” Kata Oli Morgan.

Grup musik D’Masiv dibentuk pada 3 Maret 2003 selama ini bisa disejajarkan dengan band “papan atas” Indonesia seperti Ungu, Nidji, atau Peterpan karena popularitas lagu-lagu mereka.

Nama D’Masiv berasal dari kata dalam bahasa Inggris “massive” sebagai semacam pengharapan agar bisa meraih hasil sebaik mungkin di kancah musik nasional. 

Nama mereka mulai melambung setelah memenangkan kompetisi musik A Mild Live Wanted pada 2007.

Baca juga: D’Masiv mengebrak kota London

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Resep Maliq & D’Essentials awet 17 tahun berkarya

Jakarta (ANTARA) – Vokalis Maliq & D’Essentials, Indah Wisnuwardhana, mengatakan sikap saling pengertian merupakan kunci band tersebut tetap bertahan dan berkarya selama 17 tahun di industri musik Indonesia.

“Di Maliq itu pengertian banget. Sudah tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berusaha untuk menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing itu tidak bisa terjadi di tempat lain,” ujar Indah dalam temu media di Jakarta, Rabu.

Tujuh belas tahun bersama membuat mereka tahu watak satu sama lain. Indah mengaku dirinya paling bossy, sementara sang bassist Jawa dirasa memiliki karakter yang susah diatur.

“Jawa kalau bangun susah tidur, kalau tidur susah bangun,” kata Indah.

Menjadi personel perempuan satu-satunya di Maliq & D’Essentials membuat Indah mendapat perlakuan khusus. “Waktu saya lagi hamil manggung di Java Jazz, saya dikasih tempat duduk, memang ada perlakuan khusus karena secara natural berbeda tapi di luar itu enggak ada yang berbeda,” katanya.

Tidak hanya itu, rasa kekeluargaan membuat Maliq & D’Essentials semakin erat.

“Mungkin Maliq lebih sering bareng karena kita punya kantor juga. Jadi keluarga, anak-anak datang ke kantor atau pas manggung. Di Maliq hal-hal itu dibuat natural,” ujar Indah.

Baca juga: Maliq & D’Essentials rekaman di Abbey Road, rayakan 17 tahun berkarya

Baca juga: Genre gado-gado di panggung Maliq & D’Essentials

Baca juga: Soundrenaline jadi ajang Maliq & D’Essentials promosi single baru

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pernah sebut Habibie di lagunya, Iwan Fals sampaikan belasungkawa

Jakarta (ANTARA) – Musisi Iwan Fals mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Presiden ke-3 RI BJ Habibie di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu, melalui kicauan di akun Twitter pribadinya.

“Innalilaji wa innailaihi rojiun…Selamat Jalan Pak,” tulis Iwan Fals seperti dikutip Antara dalam akun Twitter @IwanFals.

Dalam kicauannya itu, Iwan Fals juga mengunggah foto BJ Habibie yang sedang melambaikan tangan.

Sosok BJ Habibie sendiri pernah disinggung oleh Iwan Fals dalam sebuah lagu berjudul “Guru Oemar Bakri” yang begitu fenomenal di dunia musik Indonesia.

Lagu yang terdapat dalam album “Sarjana Muda” yang dirilis tahun 1981 itu dalam salah satu liriknya terdapat kalimat “Bikin otak orang seperti otak Habibie”.

Meski menyebut Habibie dalam lagu tersebut, ternyata yang menjadi inspirasi dari terciptanya lagu “Guru Oemar Bakri” adalah guru SMP Iwan Fals.

Hal itu diungkap dia dalam sebuah unggahan di akun Instagram pribadi Iwan Fals tahun 2016 silam.
 

Iwan Fals memanggilnya dengan nama Abah Landoeng.

Lewat lagu “Guru Oemar Bakri”, Iwan Fals menceritakan sosok gurunya tersebut yang identik dengan sepeda kumbang, gaji yang dikebiri namun mampu menjadikan murid-muridnya menteri, dokter hingga profesor.

“Guru SMP saya, yang menjadi salah satu inspirasi lagu Oemar Bakri, Umur 91 Panjang umur terus bahhh,” tulis keterangan unggahan Iwan Fals di akun Instagram.

Abah Landoeng sendiri masih aktif di dunia pendidikan khususnya seni.

Baca juga: Duka Melanie Subono atas meninggalnya BJ Habibie

Baca juga: Pandji Pragiwaksono kenang sosok ramah dan enerjik Habibie

Baca juga: “Habibie & Ainun 3” segera dibuat

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Maliq & D’Essentials rekaman di Abbey Road, rayakan 17 tahun berkarya

Jakarta (ANTARA) – Maliq & D’Essentials meluncurkan DVD kumpulan lagu unggulan yang direkam di studio yang telah membesarkan nama band The Beatles yaitu Abbey Road Studio, London untuk merayakan 17 tahun berkarya di industri musik.

“Album ‘Setapak Sriwedari’ mastering di Abbey Road dan kita puas banget sama hasilnya, mungkin dari situ itu jadi salah satu jalan ke sana,” ujar vokalis Indah Wisnuwardhana dalam temu media di Jakarta, Rabu.

Sebab, tidak semua musisi dapat menyewa studio tersebut untuk merekam karyanya. Selain rekam jejak dalam industri, Maliq & D’Essentials telah beberapa kali bekerja sama dengan mastering engineer Geoff Pesche.

Dengan total durasi 73 menit, DVD tersebut berisi 12 video live performance dan interview eksklusif para personil tentang cerita di balik masing-masing lagu tersebut serta cerita-cerita seru tentang perjalanan Maliq & D’Essentials selama 17 tahun.

Lagu hits seperti “Terdiam,” “Dia,” “Pilihanku,” dan “Setapak Sriwedari” masuk dalam album DVD berjudul “Maliq & D’Essentials: Essential Hits Recorded Live in London.”

“Untuk efisiensi, kita cuma waktu satu hari merekam 12 lagu dalam 10 jam, tapi seperti biasa efektifnya 7 jam 12 lagu semuanya take live main barengan semua, tiap lagu ulang dua kali jadi 24 kali kita take,” ujar lead vocal Angga Puradiredja.

Baca juga: Genre gado-gado di panggung Maliq & D’Essentials

Baca juga: Maliq & D’Essentials menanti Suede manggung di Bali
  Maliq & D’Essentials meluncurkan album “Maliq & D’Essentials: Essential Hits Recorded Live in London” untuk merayakan 17 tahun berkarya di industri musik, di KFC Kemang, Jakarta, Rabu (11/9/2019). (ANTARA/Arindra Meodia)

Awal memiliki ide untuk membuat merekam album di London, Angga bercerita telah menduga akan melalui banyak hambatan, termasuk mental.

“Hambatan pertama mental apakah ke sana bisa merekam terbaik karena ini akan didokumentasikan. Kita ingin berangkat ke sana dengan mental yang happy,” kata Angga.

Selain mental, hambatan lainnya adalah teknis. Hal teknis pasca-produksi, menurut Angga, menjadi tantangan bagaimana menggabungkan video sesuai keinginan sutradara dengan audio.

Dalam mendistribusikan album “Maliq & D’Essentials: Essential Hits Recorded Live in London,” Maliq & D’Essentials mengandeng Jagonya Musik dan Sport Indonesia, sehingga DVD bisa didapatkan di seluruh gerai KFC.

“Sangat senang album ini bisa dirilis. Ini adalah DVD musik pertama yang dirilis KFC Indonesia, saya harap ini akan menjadi permulaan yang bagus untuk ke depannya,” ujar CEO Jagonya Musik & Sport Indonesia, Steve Lillywhite.

Baca juga: Sudah 17 tahun Soundrenaline konsisten jadi ajang reuni musisi

Baca juga: Menlu Retno ikut bergoyang bersama Maliq & d’Essentials

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mita The Virgin rilis proyek solo, awalnya sempat tidak percaya diri

Jakarta (ANTARA) – Mita yang dikenal sebagai rekan duet Dara dalam band The Virgin, merilis lagu berjudul “Dari Hati” yang menjadi penanda proyek solo barunya, meski awalnya dia sempat tidak percaya diri.

Wanita bernama lengkap Cameria Happy Pramita itu mengaku awalnya hanya mengirimkan demo kepada pihak label Nagaswara. Namun ternyata Mitha diminta untuk membawakan sendiri lagu tersebut.

“Tadinya aku enggak pede karena aku bukan penyanyi, terus juga enggak terbiasa sendiri nyanyi. Tapi kata Pak Rahayu (Nagaswara) bilang oke. Dengan pede-nya akhirnya lagunya di rilis juga,” kata Mita saat berkunjung ke redaksi Antara dalam rangka promosi lagu “Dari Hati” di Gedung Wisma Antara, Jakarta, Rabu.

Mita mengatakan lagu tersebut sudah diciptakannya sejak tahun 2005. Lagu bernuansa melow tersebut bercerita tentang seseorang yang mencari cinta sejatinya kemana-mana, namun ternyata cinta sejatinya ada di dekat dia.

“Kebanyakan orang nyari jodoh dan sudah cari kemana-mana tapi enggak ketemu. Padahal jodohnya ada di dekat kita. Jodoh itu kita enggak tahu datangnya dari mana kadang kita enggak sadar,” ujar wanita kelahiran 33 tahun silam itu.

Baca juga: Ahmad Dhani cari idola baru lewat dunia maya

Baca juga: Judika prioritaskan nyanyi daripada akting

Mita mengungkapkan bahwa proses penciptaan lagu “Dari Hati” terbilang sangat cepat karena hanya membutuhkan waktu setengah jam saja.

“Prosesnya enggak terlalu lama, waktu itu tiba-tiba ada ide terus ngulik dulu. Saya kan kalau nulis lagu terbiasa ada lirik dulu terus ambil gitar cari nada,” kata dia.

Lagu “Dari Hati” juga sudah dibuat video musik dan bisa didapatkan melalui platform musik digital. Melalui lagu ini, dia berharap para penikmat musik Indonesia bisa menerima karya baru untuk proyek Solonya tersebut.

“Ini adalah sisi lain dari saya yang tadinya nge-rock di The Virgin tapi sekarang melow. Semoga mereka tetap menanti karya Mita di tempat lain,” imbuhnya.

Baca juga: Al Ghazali kecewa tak bisa rayakan ulang tahun bersama Ahmad Dhani

Baca juga: Anang-Ashanti jenguk Dhani di Rutan Medaeng

Baca juga: Ari Lasso belum sempat jenguk Ahmad Dhani

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mita tegaskan The Virgin belum bubar

Jakarta (ANTARA) – Musisi Cameria Happy Pramita atau yang populer dengan nama Mita The Virgin menegaskan bahwa duo The Virgin belum bubar meski masing-masing personel punya kesibukan tersendiri.

Kabar tersebut, kata Mita kian santer saat dia memiliki proyek musik solo sendiri dan grup duo baru bernama Black Champagne.

“Kemarin sempat ada gosip bubar dibilang aku berantem lah dengan Dara. Itu semua enggak benar dan Alhamdulillah aku buktikan The Virgin enggak bubar,” kata Mita saat berkunjung ke redaksi ANTARA dalam rangka promosi lagu “Dari Hati” di Jakarta, Rabu.

Wanita kelahiran 33 tahun silam itu mengatakan bahwa The Virgin masih sering tampil di beberapa acara off air. Hal itu menurut dia sekaligus menepis anggapan bubarnya The Virgin.

“Patokan orang itu adalah kalau kita jarang nongol di TV sudah dianggap enggak eksis padahal kita di luar itu masih off air dan masih keluar kota,” ujarnya.

Mita menambahkan kondisi dunia televisi Indonesia saat ini sedikit membuat para musisi sepertinya kesulitan untuk melakukan kegiatan promosi yang berhubungan dengan musik.

“Kondisi TV sekarang kan kebanyakan bukan acara musik jadi untuk musisi lahan promo berkurang,” kata Mita.

Mita mengaku bahwa Dara juga mendukung keputusannya untuk membuat berbagai proyek musik di luar The Virgin.

“Sekarang dengan aku proyek solo, Citra dan Dara dukung aku. Jadi dua-duanya enggak pernah ribut dan rebutan job,” katanya.

Baca juga: Mitha The Virgin rilis proyek solo, awalnya sempat tidak percaya diri

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Grup musik Lukas Graham akan pentas di Jakarta 1 Oktober mendatang

(dari kiri) Head of Marketing Traveloka Xperience Terry Santoso, Penyanyi Gisella Anastasia, Marketing Communications Manager DoubleTree by Hilton Jakarta Ratrie Tathia, Professional Customer Care & Social of FullCollor Entertaiment Steve dan Managing Director FullColor Entertainment David Ananda memberikan keterangan pers tentang konser Lukas Graham di Jakarta, Rabu (11/9/2019). Grup musik Lukas Graham akan menggelar konser ‘Lukas Graham The Purple Asian Tour Live in Jakarta 2019’ pada 1 Oktober mendatang di The Kasablanka Hall, Mal Kota Kasablanka, Jakarta. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.

Lukas Graham siap tampil perdana di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Band asal Denmark, Lukas Graham siap tampil di Indonesia untuk pertama kali pada 1 Oktober di The Kasablanka Hall, mal Kota Kasablanka, Jakarta.

Band itu akan menghibur para penggemar di Jakarta dalam rangkaian tur Asia bertajuk “The Purple”.

“Ini kehadiran pertama Lukas Graham di Indonesia. Kita sangat excited membawa mereka ke sini karena lagu-lagu mereka sudah diputar dimana-mana,” kata Managing Director Fullcolor Entertainment David Ananda saat konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu.

Tak hanya itu, band yang namanya naik daun karena lagu “7 Years” itu nantinya juga akan didukung dengan efek lampu dan suara yang menunjang penampilan mereka secara live.

David juga mengatakan penampilan band tersebut akan spesial lantaran ada sebuah kejutan bagi para penggemar Lukas Graham di Jakarta melalui promo terbatas “Love Someone”, sesuai dengan judul lagu terbaru band tersebut.

“Kita juga ingin bagi-bagi kebahagiaan ke fans dengan program ‘Love Someone’. Buat fans yang beli tiket ini, akan berhak dapat satu tiket lagi buat orang yang disayangi secara gratis,” papar David.

Tiket konser tersedia dalam tiga kategori, yakni Diamond VVIP (Rp1.750.000), Gold (Rp990.000), dan Silver Festival (Rp550.000). Tiket bisa didapatkan secara daring melalui fitur Xperience di aplikasi Traveloka dan www.lukasgrahamjakarta.com, serta secara offline di Kantor Fullcolor Entertainment, di Mall Taman Anggrek, Lantai P2 No. 19, Jakarta.

Band yang beranggotakan Lukas Graham Forchhammer (vokalis), Mark “Lovestick” Falgren (drummer), Magnus Larsson (basssist) dan Kasper Daugaard (keyboardist) itu mulai dikenal berkat dua single-nya yang berjudul “7 Years” dan “Mama Said” yang dirilis pada 2015.

Pada 2017, “7 Years” masuk nominasi Grammy Awards 2017 dalam kategori bergengsi yakni “Records of The Year”, bersaing dengan sejumlah lagu seperti “Hello” (Adele), Formation (Beyonce), “Work” (Rihanna) dan “Stressed Out” (Twenty One Pilots).

Lagu “7 Years” juga masuk dalam kategori lain di Grammy Awards 2017 yakni “Best Pop/Group Performance” dan mencatat raihan berbagai platinum karena penjualannya yang laris di beberapa negara.

​​​​​​​
Baca juga: 25 tahun berkarya, MLTR masih belajar nge-rock

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mitha The Virgin rilis proyek solo, awalnya sempat tidak percaya diri

Jakarta (ANTARA) – Mitha yang dikenal sebagai rekan duet Dara dalam band The Virgin, merilis lagu berjudul “Dari Hati” yang menjadi penanda proyek solo barunya, meski awalnya dia sempat tidak percaya diri.

Wanita bernama lengkap Cameria Happy Pramita itu mengaku awalnya hanya mengirimkan demo kepada pihak label Nagaswara. Namun ternyata Mitha diminta untuk membawakan sendiri lagu tersebut.

“Tadinya aku enggak pede karena aku bukan penyanyi, terus juga enggak terbiasa sendiri nyanyi. Tapi kata Pak Rahayu (Nagaswara) bilang oke. Dengan pede-nya akhirnya lagunya di rilis juga,” kata Mita saat berkunjung ke redaksi Antara dalam rangka promosi lagu “Dari Hati” di Gedung Wisma Antara, Jakarta, Rabu.

Mitha mengatakan lagu tersebut sudah diciptakannya sejak tahun 2005. Lagu bernuansa melow tersebut bercerita tentang seseorang yang mencari cinta sejatinya kemana-mana, namun ternyata cinta sejatinya ada di dekat dia.

“Kebanyakan orang nyari jodoh dan sudah cari kemana-mana tapi enggak ketemu. Padahal jodohnya ada di dekat kita. Jodoh itu kita enggak tahu datangnya dari mana kadang kita enggak sadar,” ujar wanita kelahiran 33 tahun silam itu.

Baca juga: Ahmad Dhani cari idola baru lewat dunia maya

Baca juga: Judika prioritaskan nyanyi daripada akting

Mitha mengungkapkan bahwa proses penciptaan lagu “Dari Hati” terbilang sangat cepat karena hanya membutuhkan waktu setengah jam saja.

“Prosesnya enggak terlalu lama, waktu itu tiba-tiba ada ide terus ngulik dulu. Saya kan kalau nulis lagu terbiasa ada lirik dulu terus ambil gitar cari nada,” kata dia.

Lagu “Dari Hati” juga sudah dibuat video musik dan bisa didapatkan melalui platform musik digital. Melalui lagu ini, dia berharap para penikmat musik Indonesia bisa menerima karya baru untuk proyek Solonya tersebut.

“Ini adalah sisi lain dari saya yang tadinya nge-rock di The Virgin tapi sekarang melow. Semoga mereka tetap menanti karya Mita di tempat lain,” imbuhnya.

Baca juga: Al Ghazali kecewa tak bisa rayakan ulang tahun bersama Ahmad Dhani

Baca juga: Anang-Ashanti jenguk Dhani di Rutan Medaeng

Baca juga: Ari Lasso belum sempat jenguk Ahmad Dhani

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lagunya diparodikan NASA, jantung Ariana Grande ingin meledak

Jakarta (ANTARA) – Ariana Grande mengatakan “jantungnya meledak” setelah melihat para pekerja magang di Badan Antariksa Nasional AS (NASA) membuat video remix dari lagunya yang berjudul “NASA”.

Video tersebut dibuat oleh anak-anak magang di Johnson Space Center NASA. Video klip tersebut sengaja dibuat oleh para sukarelawan untuk sebuah proyek edukasi.

“Video itu dibuat sebagai parodi edukasi yang menggunakan lagu ‘NASA’ Ariana Grande,” tulis deskripsi video tersebut dilansir NME, Rabu.

Baca juga: Ariana Grande tuntut Forever 21 karena kemiripan iklan

“Lirik dan adegan yang dibuat dalam video adalah sebuah gambaran agar masyarakat tahu bagaimana menakjubkannya bekerja di NASA dan Johnson Space Center,” demikian lanjutan keterangan tersebut.

Grande pun memberikan respon atas video tersebut melalui akun Twitter-nya, “Astaga. Ini sangat alami dan istimewa dan gila.”

“Hai semuanya yang telah melakukan pekerjaan luar biasa seperti itu! Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membuat ini! Hatiku seperti meledak!,” kata Grande.

Baca juga: Taylor Swift dan Ariana Grande dominasi VMA, penggemar K-pop kecewa

Lagu “NASA” merupakan salah satu single yang terdapat dalam album “Thank U, Next” milik Grande yang rilis pada 2018 dan merupakan kelanjutan dari “Sweetener”.

Sementara pada Agustus, tim NASA menamai sebuah batu di Mars dengan “Rolling Stones Rock” yang diambil dari nama grup asal Inggris The Rolling Stones. Grup rock legendaris itu pun memberikan respon positif dengan mengatakan sebagai sebuah sejarah penting dalam perjalanan grup itu.
Baca juga: Ariana Grande “follow” akun Instagram Yeri Red Velvet

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

NCT Dream belum sempat cicipi makanan khas Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Grup band asal Korea Selatan NCT Dream mengaku kecewa lantaran belum sempat mencicipi makanan khas Indonesia saat kunjungan pertama mereka ke Jakarta untuk tampil dalam konser “Korean Wave 2019”.

“Jadi kami sebenarnya belum sempat makan masakan Indonesia. Minta sarannya, dong, NCTzens Indonesia!” kata anggota NCT Dream Haechan di sela-sela konser “Korean Wave 2019”, di Ecovention Ancol, Jakarta Utara, Selasa.

Pertanyaan Haechan lalu mengundang seruan rekomendasi dari penggemar, mulai dari sate hingga nasi goreng. Seruan “nasi goreng” lalu mendapatkan perhatian dari pemandu acara Lee Jeong Hoon.

“Banyak yang menyarankan nasi goreng. Itu agak mirip seperti bokgeumbap di Korea Selatan,” jelas Lee Jeong Hoon yang disambut anggukan keenam anggota NCT Dream, Haechan, Renjun, Chenle, Jaemin, Jeno, dan Jisung.

Sebelum menutup konser dengan penampilan terakhir mereka, NCT Dream lalu meminta para penggemar mempersiapkan diri untuk menantikan penampilan terbaru mereka atau pengumuman-pengumuman lainnya.
  NCT Dream dalam konser “Korean Wave 2019” yang digelar di Ecovention, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (10/9/2019). (ANTARA/Nanien Yuniar)h

“Kami akan mengejutkan kalian dengan penampilan yang lebih baik lagi, maka dari itu kami akan latihan lebih keras, sehingga bisa tampil di sini lagi. Jadi tolong tetap bersama kami, ya!” ucap Jeno disambut sorak-sorai penggemar.

Sub-unit dari grup Neo Culture Technology (NCT) naungan SM Entertainment itu sukses menunjukkan performa terbaik mereka dengan menyanyikan “My First and Last”, “We Go Up”, “Stronger”, dan ditutup lagu terbaru mereka “Boom”.

Dipandu oleh Indra Herlambang, Zara JKT48, Ivan Gunawan dan Lee Jeong Hoon, konser “Korean Wave 2019” juga menghadirkan bintang tamu asal Indonesia antara lain JKT48, Rossa, Ungu, Cakra Khan, Nagita X The Fly dan Via Vallen.

Baca juga: Senang manggung di Indonesia, NCT Dream: Mantuuul!

Baca juga: NCT Dream siap guncang Jakarta malam ini
 

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Senang manggung di Indonesia, NCT Dream: Mantuuul!

Jakarta (ANTARA) – Boy band asal Korea Selatan NCT Dream mengungkapkan betapa senangnya mereka bisa melantunkan lagu-lagu hit-nya untuk pertama kali di Indonesia.

“Aku cinta Indonesia, mantuuul!” ucap keenam anggota NCT Dream dengan serentak usai menampilkan “Stronger” dalam konser “Korean Wave 2019”, di Ecovention Ancol, Jakarta Utara, Selasa.

Grup yang digawangi Haechan, Renjun, Chenle, Jaemin, Jeno, dan Jisung itu lalu disambut teriakan histeris dan kibasan tongkat lampu (light stick) hijau neon dari para NCTzens, sebutan untuk penggemar NCT.
​​​​​​
Dalam sambutannya, anggota tertua NCT Dream, Haechan mengatakan mereka sudah tidak sabar kembali ke Indonesia untuk menggelar konser lagi.

“Kami baru pertama kali datang ke Indonesia. Rasanya senang sekali. Kami tidak sabar untuk kembali lagi ke sini!” kata Haechan yang akrab disapa “full sun” itu.

Sub-unit dari grup Neo Culture Technology (NCT) naungan SM Entertainment itu sukses menunjukkan performa terbaik mereka dengan menyanyikan “My First and Last”, “We Go Up”, “Stronger”, dan ditutup lagu terbaru mereka, “Boom”.

Dipandu oleh Indra Herlambang, Zara JKT48, Ivan Gunawan dan Lee Jeong Hoon, konser “Korean Wave 2019” juga menghadirkan bintang tamu asal Indonesia antara lain JKT48, Rossa, Ungu, Cakra Khan, Nagita X The Fly dan Via Vallen.

Baca juga: NCT Dream siap guncang Jakarta malam ini
 

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Riani Sovana rilis video musik “Aku Tak Setia”

Jakarta (ANTARA) – Penyanyi Riani Sovana akhirnya merilis video musik dari lagu barunya berkolaborasi dengan Atiek CB “Aku Tak Setia” melalui platform YouTube.

Video musik yang disutradarai oleh V1mast itu menceritakan sebuah pengakuan dari wanita yang terlihat sempurna dengan semua yang dimilikinya, namun ternyata menyimpan kegelapan dalam dirinya.

“Awalnya gue minta V1mast sebagai model. Terus ternyata pada saat seminggu sebelum syuting mulai, sutradara yang gue awal tunjuk istrinya melahirkan lebih awal,” kata Riani Sovana saat ditemui dalam pemutaran perdana video musik “Aku Tak Setia” di Jakarta, Selasa.

Video musik itu juga menjadi yang pertama kali bagi Atiek CB setelah 17 tahun. Meski sudah lama tidak terlibat dalam proses syuting video musik, namun Atiek CB tampil maksimal.

“Pertama Riani meminta saya untuk ikut syuting video klip, saya kaget juga dan tidak mengharap ikut syuting karena saya sudah lama enggak ikut bikin video klip,” ujar Atiek CB dalam pesan videonya dari Amerika Serikat.

Penyanyi yang populer lewat lagu “Terserah Boy” itu menambahkan bahwa dirinya tidak menyangka masih bisa berkesempatan kerja sama dengan musisi muda berbakat seperti Riani.

“Saya percaya Riani akan sukses. Dia deserve untuk sukses karena pekerja keras, bertalenta, pintar dan baik hati,” imbuhnya.

Baca juga: Riani Sovana rilis “Aku Tak Setia” kolaborasi dengan Atiek CB,
 

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

NCT Dream siap guncang Jakarta malam ini

Jakarta (ANTARA) – Sub-unit dari boy band K-pop Neo Culture Technology (NCT) yakni NCT Dream siap mengguncang Jakarta malam ini dalam Konser “Korean Wave” yang digelar di Ecovention, Ancol, Jakarta, Selasa.

Kehadiran NCT Dream merupakan yang pertama kalinya di Jakarta dan membuat penggemarnya, NCTzens, bersemangat ketika mengantre dan masuk ke arena konser.​​​​​​​

NCT Dream saat ini digawangi oleh enam anggota setelah lulusnya Mark dari grup tersebut. Anggota tertua saat ini adalah Haechan, disusul Renjun, Jaemin, Jeno, Chenle, dan Jisung.

Selain NCT Dream, bintang lainnya yang akan menghibur dalam Korean Wave 2019 ini adalah JKT48, Rossa, Ungu, Cakra Khan, Nagita X The Fly dan Via Vallen.

​​​​​​​Sebelumnya, Transmedia pada April 2019 lalu membawa grup K-pop Red Velvet ke Indonesia. Kehadiran dua grup dari SM Entertainment itu merupakan salah satu bentuk kerja sama Transmedia dengan salah satu agensi hiburan terbesar di Korea Selatan itu.

Baca juga: NCT kuasai tangga album iTunes 18 negara
 

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BTS jadi duta resmi Seoul untuk ketiga kalinya

Jakarta (ANTARA) – Grup idola K-Pop Bangtan Sonyeondan (BTS) terpilih menjadi duta resmi untuk mempromosikan pariwisata kota Seoul untuk kali ketiga sejak tahun 2017, ungkap  Seoul Tourism Foundation, Senin (9/9).

CEO Seoul Tourism Foundation, Lee Jae-sung mengatakan BTS akan membantu menjadikan Seoul sebagai tujuan wisata yang menarik dari perspektif orang asing yang tinggal atau berkunjung ke sana.

“Kami berharap dapat membuat dan berbagi video ‘Visit Seoul’ dan menyebarkan tren pariwisata bagi mereka yang akan bepergian ke kota ini,” kata dia seperti dilansir Koreaboo.

Video promosi baru yang menampilkan ketujuh personel grup yang menelurkan sederet lagu populer seperti “Fire”, “Blood, Sweat and Tears” dan “Boy With Luv” itu akan hadir pada 14 September mendatang melalui berbagai laman media sosial seperti YouTube, Facebook dan Instagram.

Video promosi yang mengusung slogan “Live Seoul Like I Do” itu memperlihatkan selera dan minat orang-orang yang mengunjungi Seoul, sisi tradisional dan sisi perkotaan dan lainnya.

Nantinya, ada tujuh tema yang diwakili masing-masing personel mulai dari pengalaman, momen menyenangkan hingga liburan di kota.

Jungkook akan mempromosikan lanskap alam sementara RM akan mendukung eksistensi tradisi dan gaya hidup perkotaan.

Suga akan fokus tema memberi energi kembali pada diri sendiri, sementara V akan mempromosikan kegiatan sehari-hari di Seoul.

Jimin mempromosikan pengalaman unik yang hanya bisa Anda dapatkan di Seoul, J-Hope akan menyebarkan momen-momen menyenangkan di kota dan Jin akan memamerkan liburan di kota Seoul.

Baca juga: “Fire” BTS tembus 600 juta kali tayang di YouTube

Baca juga: BTS akan dijadikan serial drama

Baca juga: Agensi BTS akuisisi pengembang gim musik

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sinead O’Connor menyesal pernah mencuit orang kulit putih “menjijikan”

Jakarta (ANTARA) – Sinéad O’Connor (52) mengaku menyesal pernah menyebut orang kulit putih “menjijikan”, kepada kalangan yang mempersoalkan pindah keyakinan yang ia lakukan.

O’Connor mengeluarkan pernyataan itu pada Oktober tahun lalu di mana dia mengatakan “sangat rasis, tak pernah ku berpikir jiwaku bisa merasakannya.”

Penyanyi berdarah Irlandia itu bahkan pernah mencuit, “Sungguh aku tak mau lagi bergaul dengan orang kulit putih lagi. Bukan hanya untuk sesaat, untuk semua alasan. Mereka menjijikan.”

O’Connor yang berganti nama jadi Shuhada Sadaqat, mengatakan itu hanya ditujukan bagi para pengkritik soal kepindahan keyakinan dirinya.

“Berkenaan dengan ujaran yang saya keluarkan saat saya marah dan tak sehat, soal orang kulit putih… itu tak benar dulu, dan tak benar sekarang,” kata penyanyi itu lewat Twitter pada Minggu (8/9) dilansir Pagesix, Senin (9/9).

“Saya terpicu apa yang dilakukan islamofobia padaku. Saya minta maaf atas luka yang saya sebabkan. Itu adalah satu dari banyak cuitan gila saya.”

Pelantun lagu “Nothing Compares 2 U” itu mengumumkan dirinya pindah agama pada Oktober tahun lalu dan mengganti namanya jadi Suhada yang dalam bahasa Arab bermakna “martir” dan menambahkan nama Saqadat sebagai nama belakang yang artinya “kebenaran” dalam bahasa Urdu.

Baca juga: Absen lima tahun, Sinead O’Connor manggung lagi dengan hijab

Baca juga: Sinead O’Connor enggan bergaul lagi dengan kulit putih

Baca juga: Sinead O’Connor jadi mualaf, ganti nama jadi Shuhada

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sinad O’Connor menyesal pernah mencuit orang kulit putih “menjijikan”

Jakarta (ANTARA) – Sinéad O’Connor (52) mengaku menyesal pernah menyebut orang kulit putih “menjijikan”, kepada kalangan yang mempersoalkan pindah keyakinan yang ia lakukan.

O’Connor mengeluarkan pernyataan itu pada Oktober tahun lalu di mana dia mengatakan “sangat rasis, tak pernah ku berpikir jiwaku bisa merasakannya.”

Penyanyi berdarah Irlandia itu bahkan pernah mencuit, “Sungguh aku tak mau lagi bergaul dengan orang kulit putih lagi. Bukan hanya untuk sesaat, untuk semua alasan. Mereka menjijikan.”

O’Connor yang berganti nama jadi Shuhada Sadaqat, mengatakan itu hanya ditujukan bagi para pengkritik soal kepindahan keyakinan dirinya.

“Berkenaan dengan ujaran yang saya keluarkan saat saya marah dan tak sehat, soal orang kulit putih… itu tak benar dulu, dan tak benar sekarang,” kata penyanyi itu lewat Twitter pada Minggu (8/9) dilansir Pagesix, Senin (9/9).

“Saya terpicu apa yang dilakukan islamofobia padaku. Saya minta maaf atas luka yang saya sebabkan. Itu adalah satu dari banyak cuitan gila saya.”

Pelantun lagu “Nothing Compares 2 U” itu mengumumkan dirinya pindah agama pada Oktober tahun lalu dan mengganti namanya jadi Suhada yang dalam bahasa Arab bermakna “martir” dan menambahkan nama Saqadat sebagai nama belakang yang artinya “kebenaran” dalam bahasa Urdu.

Baca juga: Absen lima tahun, Sinead O’Connor manggung lagi dengan hijab

Baca juga: Sinead O’Connor enggan bergaul lagi dengan kulit putih

Baca juga: Sinead O’Connor jadi mualaf, ganti nama jadi Shuhada

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Winky Wiryawan pilih bermusik atau akting?

Jakarta (ANTARA) – Aktor sekaligus disk jockey (DJ) Winky mengungkapkan pilihannya ketika ditanya bidang apa yang paling ia sukai dalam karirnya.

“Kalau disuruh pilih (antara musik dan akting)? Kalau bisa dua-duanya, ya,” ujar Winky lalu tertawa pada Gala Premiere film “Lorong” di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (9/9) malam.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa musik menjadi proyek utamanya saat absen dari dunia seni peran dalam beberapa tahun belakangan.

“Dan memang, 5-8 tahun terakhir gue fokus di dunia musik, entah itu jadi produser atau sebagai performer. Gue punya tiga project musik juga, ada single bareng Bams Samsons, band indie-rock, sama band metal gue juga sempat menang penghargaan juga,” kata Winky.

Baca juga: Absen 18 tahun, Winky Wiryawan perlu adaptasi untuk film horor

Baca juga: Winky Wiryawan jatuh cinta dengan akting Prisia Nasution

Winky menilai bahwa absennya dia selama bertahun-tahun dari seni peran tak semerta-merta membuatnya hengkang dari dunia perfilman yang juga turut membesarkan namanya.

“Gue enggak pernah bilang gue cabut dari akting, cuma memang susah juga kalau mau jalan dua profesi gini,” kata Winky.

“Misalnya buat nge-DJ, di hari Kamis-Minggu, sisanya buat syuting. Tapi ya mau enggak mau, buat film ini, akhirnya kegiatan DJ gue tahan dulu,” tambahnya.

Meski sempat kewalahan lantaran waktu istirahat yang sedikit, Winky juga sering melakukan olahraga seperti berlari setiap pagi bersama sang istri agar tetap bugar.

“Lumayan menarik ya, waktu istirahat harus diatur. Tapi karena istri gue juga suka marathon ya, gue ikutan lari juga. Lumayan lah jadi sehat juga,” tutupnya.

Baca juga: Cerita DJ Winky hampir batal manggung gara-gara jarum

Baca juga: Jenny Cortez sangat kesal namanya dicatut DJ lain

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Fire” BTS tembus 600 juta kali tayang di YouTube

Jakarta (ANTARA) – Video musik “Fire” milik grup idola K-Pop BTS mencapai 600 juta kali tayang di laman YouTube, sekaligus menjadi video kedua grup asuhan Big Hit Entertainment yang menembus capaian serupa.

Seperti dilansir Soompi, Selasa, “Fire” yang dirilis pada 2 Mei 2016 merupakan bagian dari album kompilasi BTS “The Most Beautiful Moment in Life: Young Forever.”

Dalam video yang disutradarai Lumpens dan GDW itu, ketujuh personel yakni RM, Jin, j-Hope, Suga, V, Jimin dan Jungkook tampak energik dengan balutan koreografi yang intens.

Selain video “Fire”, “DNA” juga telah mencapai 600 juta penayangan di YouTube.

Grup lain yang jug telah mencatatkan pencapaian serupa sejauh ini adalah BLACKPINK dari YG Entertainment.

Baca juga: BTS hadirkan “Armypedia” untuk menjangkau penggemar

Baca juga: Manga “The Promised Neverland” clue album baru BTS

Baca juga: BTS tersentuh cuitan Presiden Korea Selatan

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jelang debut, SuperM bagikan video personel bongkar album

Jakarta (ANTARA) – Para personel grup K-Pop SuperM membagikan video masing-masing anggota menjelang perilisan album debut mereka pada 4 Oktober.

Taemin SHINee, dalam video itu tampak sedang melihat album untuk pertama kalinya. Dia lalu memilih foto favoritnya dan juga foto yang menurutnya paling disukai penggemar.

Di sisi lain, Baekhyun EXO berbicara tentang betapa panasnya cuaca ketika ia menjalani pemotretan album dan memilih foto favoritnya dari album. Dia juga menyebutkan judul lagu grup “Jopping.”

Baca juga: SuperM, grup baru beranggotakan personel SHINee, EXO, NCT 127

Baca juga: SM Entertainment umumkan grup SuperM, “Avengers” K-pop

Sementara itu Kai EXO berkomentar soal pembuatan logo SuperM. Dia dengan malu-malu menunjukkan sekilas foto-fotonya yang memperlihatkan bagian dadanya.

Taeyong NCT mengaku sangat gugup saat pemotretan karena itu pertama kalinya dia pergi ke studio sendirian untuk pemotretan album. Dia juga memamerkan foto favoritnya dari album.

Di sisi lain, Ten NCT tertawa ketika membuka album karena tidak menemukan CD di dalamnya. Dia meyakinkan penggemar, album yang sebenarnya akan memiliki CD di dalamnya. Ten memilih “No Manners,” “Super Car,” dan judul lagu “Jopping” sebagai trek favoritnya dari album.

Mark NCT menunjukkan kegembiraan sambil membalik setiap halaman album, lalu berkomentar, “Aku sebenarnya sangat, sangat senang dengan album ini.” Dia juga melihat halaman yang menampilkan lirik bahasa Inggris.

Sementara itu, Lucas NCT U membalik-balik album di tangannya dan mengekspresikan kepuasan pada foto-fotonya dihasilkan. Dia juga meminta dukungan penggemar untuk debut grupnya.

Baca juga: NCT 127 akan tampil dalam konser amal di New York

Baca juga: BTS, Baekhyun EXO dan NCT 127 duduki posisi 10 besar Billboard

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hari ini, Korean Wave 2019 hingga talkshow soal perempuan

Jakarta (ANTARA) – Berbagai acara hiburan dan gaya hidup akan digelar di Jakarta hari ini. Mulai dari konser Korean Wave 2019, konferensi internasional bioinformatika, peneropongan bintang, hingga talkshowsoal leadership perempuan.

1. Korean Wave 2019
Boy Group Korea, NCT Dream akan hadir dalam Korean Wave 2019 yang diselenggarakan pukul 18.30 WIB di Ecovention Ancol, Jakarta.

Selain NCT Dream, Korean Wave 2019 juga akan dimeriahkan oleh berbagai artis antara lain JKT48, Cakra Khan, Nagita x The Fly, Rossa, Ungu, dan Via Vallen.

2. International Conference of Bioinformatics 2019 (InCoB 2019)
Konferensi Internasional tentang Bioinformatika (InCoB) diselenggarakan untuk pertama kalinya di Indonesia.

InCoB 2019 akan mencakup presentasi hasil penelitian asli, diskusi, lokakarya, demo perangkat lunak yang terkait dengan bidang bioinformatika. Acara tersebut digelar di Universitas YARSI, Jalan Letjend Suprapto No.1, Jakarta Pusat.

3. Peneropongan Benda Langit Untuk Umum
Planetarium & Observatorium UP PKJ Taman Ismail Marzuki kembali memberi kesempatan kepada masyarakat untuk dapat mengamati benda-benda langit menggunakan teleskop di dalam kubah Observatorium.

Kegiatan Peneropongan Benda Langit ini terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya. Kegiatan dilaksanakan pukul 18.30 s.d. 19.30 WIB, bertempat di Planetarium dan Observatorium Jakarta, Jalan Cikini Raya No.73, Menteng, Jakarta Pusat.

4. Talkshow soal perempuan
Talkshow ini akan membahas soal perempuan menjadi pemimpin di tempat kerja bersama sejumlah pembicara, di antaranya Runner Up Puteri Indonesia 2019 Maria Hostiana.

Acara akan digelar di Apiary Coworking Space (Puri), Lippo St. Morits Office Tower Unit 0901, Jalan Puri Raya Blok U1, Jakarta Barat, pukul 18.00-21.30 WIB.

Baca juga: Changmin TVXQ menyesal tidak datang ke Indonesia lebih cepat

Baca juga: TVXQ tak sabar berjumpa penggemar Indonesia

Baca juga: Empat fakta Jung So Min, aktris “Hundred Million Stars From the Sky”

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Geser One Direction, BLACKPINK jadi grup dengan subscriber terbanyak

Jakarta (ANTARA) – Grup idola asal Korea Selatan, BLACKPINK, telah menggeser posisi boy band asal Inggris, One Direction sebagai grup dengan jumlah pelanggan (subscriber) terbanyak di YouTube.

Baca juga: “Ddu-du Ddu-du” BLACKPINK ditonton 900 juta kali di YouTube

Dilansir dari Soompi di Jakarta pada Senin, kanal YouTube resmi grup musik yang digawangi Jisoo, Jennie, Rose, dan Lisa tersebut memiliki total sebanyak 29.897.163 pelanggan.

Sebelumnya, grup dengan empat anggota itu telah menorehkan namanya sebagai kanal dengan pelanggan terbanyak se-Korea Selatan, mengalahkan saluran resmi BigHit Entertainment.

Angka ini juga menempatkan BLACKPINK di peringkat kesembilan di kategori saluran musik dengan subscriber terbanyak di platform video terbesar dunia itu.

Di sisi lain, pemegang rekor sebelumnya yakni One Direction, dengan selisih 10.224 dari grup naungan YG Entertainment itu membuat Harry cs harus berpuas diri di posisi kedua dengan 29.886.939 pelanggan di kanal resmi mereka.

Sementara itu, saat ini saluran musik yang paling banyak diikuti di YouTube masih dipegang oleh Justin Bieber dengan jumlah pengikut sekira 46,4 juta, lalu diikuti oleh Ed Sheeran di 41,8 juta.

Menyusul di belakang Bieber dan Sheeran, kanal milik Eminem, Marshmello, Ariana Grande, Taylor Swift, Katy Perry, Rihanna, Blackpink dan One Direction menjadi daftar 10 teratas untuk kategori ini.

Baca juga: BLACKPINK kembali pecahkan rekor 500 juta penonton di YouTube

Baca juga: Raisa bakal konser “streaming” layaknya BTS dan Blackpink

Baca juga: BTS samai capaian One Direction di Billboard 200

Penerjemah: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Miley Cyrus dan Kaitlynn Carter dikabarkan tinggal bersama

Jakarta (ANTARA) – Miley Cyrus (26) dan Kaitlynn Carter (30) dikabarkan tinggal bersama di area Hidden Hills, Los Angeles, Amerika Serikat setelah keduanya berpisah dari pasangan masing-masing.

“Miley dan Kaitlynn tak terpisahkan, mereka tinggal bersama di area Hidden Hills minggu lalu,” kata sumber eksklusif kepada Hollywood Life, Minggu (8/9).

Mereka tampak tak terpisahkan sejak kembali dari liburan di Italia dan terlihat di berduaan di Los Angeles.

Baca juga: Miley Cyrus bersumpah tidak selingkuhi Liam Hemsworth

“Kau tak akan melihat salah satu tanpa yang lain di rumah. Pasangan itu tampak pindah ke sebuah rumah di lingkungan perumahan yang sama dengan rumah keluarga Kardashian, The Weekend dan Drake yang tinggal berdekatan.”

Selain itu, Kaitlynn Carter juga tampak mendampingi Cyrus saat tampil di MTV VMAs di New York City pada 26 Agustus lalu, saat Cyrus membawakan “Slide Away”, lagu terbarunya tentang perpisahannya dengan Liam Hemsworth (29).

Yang menarik, Miley Cyrus dan Kaitlynn Carter adalah teman dekat sebelum hubungan mereka yang mengejutkan. Miley dan Liam sering kencan ganda dengan Katlynn dan mantannya, Brody Jenner (36).

Baca juga: Liam Hemsworth gugat cerai Miley Cyrus

“Saya banyak komunikasi dengan Kaitlynn sepanjang musim ini dan dia, Miley, Liam dan Brody akan selalu nongkrong bersama,” kata Ashley Wahler, teman main-nya di “Hills” dalam sebuah wawancara – menyinggung fakta bahwa dia tidak terkejut dengan romansa Miley Cyrus dan Kaitlynn Carter.

“Jadi, aku tahu mereka semua sudah lama berteman.”

Cyrus dan Carter belum mengonfirmasi bahwa mereka berkencan, tetapi selalu terlihat saling berpegangan tangan dan bermesraan di depan umum.

Baca juga: Liam Hemsworth ke bar, Miley Cyrus ditemani Kaitlynn Carter
 

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Adam Lambert tak tahu soal album baru Queen

Jakarta (ANTARA) – Rumor tentang album baru Queen beredar setelah unggahan Brian May di media sosial pekan lalu, tetapi vokalis band tersebut Adam Lambert mengaku tidak tahu apa-apa soal itu.

Seperti dilaporkan Blabbermouth, yang dikutip NME, Senin, Lambert berbicara tentang spekulasi tersebut saat wawancara baru-baru ini dengan Alan Light dalam Sirius XM Volume’s Debatable.

“Aku melihat berita tentang itu. Aku tidak tahu apa-apa tentang itu,” kata Lambert.

Baca juga: Anggota Queen peringati ulang tahun Freddie Mercury

Menurut Lambert kata “album” pada unggahan Brian May bisa jadi merujuk pada album foto, alih-alih album lagu karena May sudah lama ingin membuat buku tentang Queen.

“Kata “album” dapat berarti album foto. Dia melakukan banyak proyek kecil yang sedang dikerjakannya. Aku tidak tahu apa artinya, aku belum bertanya padanya,” ujarnya.

Bulan lalu, Lambert dan Queen menyelesaikan tur Amerika Utara yang merupakan bagian dari tur konser Rhapsody mereka di Charlotte, Carolina Utara.

Mereka juga akan melakukan tur ke Korea, Jepang, Selandia Baru dan Australia pada Januari dan Februari 2020.

Baca juga: Paket album solo Freddie Mercury dirilis pada momen ulang tahun
 

Penerjemah: Yogi Rachman
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kolaborasi manis Mocca dan Ardhito Pramono di panggung Soundrenaline

Badung, Bali (ANTARA) – Dimulai dari proyek setengah serius yang mendapat respons positif, kolaborasi antara grup band Mocca dan solois Ardhito Pramono akhirnya ditampilkan perdana di panggung besar festival musik Soundrenaline 2019.

Debut album Mocca rilis pada 2002, sedangkan Ardhito baru meluncurkan karyanya 15 tahun kemudian. Duet musisi lintas generasi itu menjadi penutup Soundrenaline di kawasan Garuda Wisnu Kencana, Badung, Bali, yang berakhir pada Senin dini hari.

“Pertemuan pertama kami di radio, pas lagi interview Mocca, kami ngobrol lalu tiba-tiba Riko main ‘Bitter Love’, gue balik nyanyi ‘On The Night Like This’ lalu kami pikir bagaimana kalau proyek ini lanjut? Dan akhirnya sampai ke Soundrenaline,” tutur Ardhito sebelum manggung.

Buat penyanyi 24 tahun itu, Mocca adalah salah satu band yang memengaruhi musikalitasnya. Lagu-lagu Mocca yang menemani perjalanan hidupnya jadi sebuah “jembatan tak terlihat”, demikian analogi yang disebut Ardhito, dalam menjalin chemistry saat berkolaborasi meski jam terbang mereka berbeda.

Riko, gitaris Mocca, mengatakan grup band asal Bandung dan solois yang sedang naik daun itu mengusung genre musik yang mirip, bahkan lagu yang mereka kolaborasikan setelah dikulik rupanya punya nada (chord) yang sama.

Baca juga: Project Pop suguhkan nostalgia, komedi, dangdut dalam Soundrenaline

Dini hari tadi, penonton menyaksikan “Happy Superstar” gabungan lagu ceria dari Mocca dan Ardhito yang diracik harmonis, nyaris tidak terasa seperti dua lagu berbeda.

Pertunjukan dibuka jelang tengah malam, Minggu (8/9), dengan “This Conversation” di mana suara vokalis Mocca Arina dan Ardhito yang sekaligus bermain keyboard, terdengar begitu padu.

Sesuai dengan nuansa Bali yang identik dengan pantai, para personel Mocca dan band pengiring Ardhito mengenakan kemeja berbahan ringan dengan motif ala Hawaii.

Arina memakai gaun santai motif bunga-bunga dengan rambut digerai, sedangkan Ardhito tampil kasual dengan celana pendek dipadu kemeja.

“Terima kasih yang sudah begadang, semoga masih ada energi untuk bersenang-senang bersama Mocca dan Ardhito!” Arina menyapa ratusan penonton di All Time Stage.

Total ada 19 lagu yang dibawakan mereka, baik sendiri-sendiri maupun yang dinyanyikan bersama.

Baca juga: Luapan energi anak muda di panggung HIVI! Soundrenaline 2019

Mocca menyanyikan lagu-lagu hit seperti “Teman Sejati”, “Ketika Semua Telah Berakhir” yang sendu, “My Only One” dan “I Remember”.

Sama seperti penonton yang ikut berdendang, Ardhito terlihat ikut menikmati penampilan band yang sudah ia dengar karyanya sejak SMP itu sembari berdiri di sisi panggung.

Formasi band berganti ketika tiba giliran Ardhito menyanyikan lagu-lagunya “Di Senayan”, “The Sun”, lagu tema film “Susah Sinyal” bertajuk “Bila” juga “Cigarettes of Ours”.

Kolaborasi antara Mocca dan Ardhito dituangkan juga dalam lagu “On The Night Like This” yang memberi kesan berbeda karena dihiasi nyanyian santai sang solois.

Arina bersama Ardhito kemudian menari saat membawakan “Swing It, Bob” yang semalam diubah khusus menjadi “Swing It, Ditho”. Lagu yang versi aslinya dinyanyikan Mocca bersama Bob Tutupoli itu selalu menampilkan Arina mempraktikkan beberapa gerakan tari, samba, cha-cha, dan tango dan ritual itu diikuti juga oleh Ardhito.

“Terima kasih Soundrenaline telah menyatukan Mocca dan Ardhito!” ujar Arina yang mengucapkan selamat tinggal dengan menyanyikan “Say Hello” bersama Ardhito.

Akankah proyek kolaborasi itu berlanjut? Baik Mocca maupun Ardhito masih berahasia, namun menyiratkan masih ada babak baru dalam kerja sama mereka.

“Semoga dilancarkan jalannya,” kata Riko.

Baca juga: Dulu, Kahitna sempat kaget diajak main di Soundrenaline

Baca juga: RAN mainkan lagu baru di Soundrenaline 2019
 

Oleh Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

TWICE bakal rilis mini album kedelapan akhir September

Jakarta (ANTARA) – Grup idola K-Pop TWICE akan meluncurkan mini album kedelapan yang berjudul “Feel Special” pada 23 September, pukul 18.00 waktu Korea Selatan.

Seperti dilansir Soompi, Senin, seiring peluncuran mini album itu, video teaser salah satu personel, Nayeon, diungkapkan pihak agensi JYP Entertainment.

TWICE, berdasarkan hasil survei The Korean Business Research Institute, menempati peringkat ketiga untuk reputasi merek kategori girl group pada September, di bawah Red Velvet dan BLACKPINK.

Baca juga: Agensi bantah Momo TWICE kencan dengan Heechul Suju

Pemeringkatan itu berdasarkan analisis partisipasi konsumen, liputan media, interaksi dan indeks komunitas dari berbagai kelompok perempuan, menggunakan data besar yang dikumpulkan pada 6 Agustus-7 September 2019.

Red Velvet yang berada di peringkat puncak mencatat angka 9.207.195, diikuti BLACKPINK pada tempat kedua dengan indeks reputasi merek 7.704.653, sementara TWICE berada di posisi ketiga dengan skor reputasi 7.677.218.

Baca juga: IZONE geser posisi TWICE sebagai girl group terlaris

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Project Pop suguhkan nostalgia, komedi, dangdut dalam Soundrenaline

Badung, Bali (ANTARA) – Tampil dalam festival musik yang pernah identik dengan musik rock, grup Project Pop hadir dalam Soundrenaline 2019 dengan atmosfer penuh komedi dan konsep yang membuat ingatan penonton menyusuri lagi perjalanan grup beranggotakan Tika, Gugum, Oddie, Udjo, Yosi dan mendiang Oon itu

Kelima anggota Project Pop tampil di salah satu panggung yang berlokasi di kawasan Garuda Wisnu Kencana, Badung, Bali, Minggu (8/9) malam dengan busana bergaya zaman dulu yaitu warna-warni stabilo mencolok yang merujjuk pada era keemasan musik disko 1980-an.

Cuplikan video klip lawas Project Pop hampir selalu ditayangkan di layar ketika mereka menyanyi, membuatnya seakan jadi mesin waktu yang memantik rasa nostalgia.

“Tu, Wa, Ga, Pat” jadi pembuka pertunjukan. Lirik-lirik lagunya terpampang di layar sehingga penonton bisa menikmati sambil ikut menyanyi seraya mengingatkan mereka yang sudah lupa lirik lagu dua dekade lalu itu.

Baca juga: RAN mainkan lagu baru di Soundrenaline 2019

Suasana makin heboh ketika musik “Dangdut is the Music of My Country” mengalun di amphiteater. Ratusan orang berdiri, mengangkat tangan tinggi-tinggi dan ikut berjoget.

Project Pop memberi kejutan dengan menyisipkan medley lagu dangdut populer Tanah Air di tengah-tengah; “Kopi Dangdut”, “Mandi Madu” dari Elvy Sukaesih, “Hallo Dangdut” Rita Sugiarto juga “Penasaran” dari Rhoma Irama.

“Ini crowd paling gila!” kata Udjo di atas panggung.
 

Tika kemudian meminta maaf kepada para penggemar Project Pop yang tidak bisa masuk amphitheater yang kapasitasnya terbatas.

Untuk memasuki area itu, pengunjung harus mengantre cukup panjang mengingat tempat tersebut hanya menampung sekitar 400-an orang.

“Ini PR buat panitia Soundrenaline. Tahun depan, biar kami diundang lagi,” kata Tika seraya bercanda.

Project Pop kerap melontarkan banyolan-banyolan di sela lagu yang membuat penonton terbahak-bahak.

Misalnya Tika, yang tampil dengan atasan crop top, mengatakan sepulang dari Soundrenaline sudah dipastikan akan kerokan karena masuk angin akibat pakai baju terbuka.

“Kalian nyadar enggak sih, kami banyak ngomong di sini karena kecapekan?” gurau Yosi.

Serunya penampilan dari Project Pop membuat penonton hampir tidak pernah mau duduk dan bergoyang sepanjang pertunjukan.

Baca juga: Senyum Tulus di Bali dalam Soundrenaline 2019
  Project Pop di Soundrenaline 2019, Badung, Bali, Minggu (8/9). (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Baca juga: Luapan energi anak muda di panggung HIVI! Soundrenaline 2019​​​​​​​

Project Pop juga menyanyikan “Senggol Senggol Reggae”, “Goyang Duyu”, “Metal VS Dugem”, “Bukan Superstar”, dan “Pacarku Superstar” yang kembali mengocok perut karena layar memperlihatkan foto tiap anggota bersanding para pesohor terkenal Tanah Air pada lirik “Apakah mungkin seorang biasa menjadi pacar seorang superstar?”.

Penonton menimpali “Enggak mungkin!” ketika melihat anggota Project Pop bersanding dengan Via Vallen, karakter Milea di film “Dilan 1990”, Kaesang putra bungsu Presiden Joko Widodo, hingga idola remaja Iqbaal Ramadhan.

Lagu baru “Coconut” juga dilantunkan oleh “adik” dari grup komedi Padhyangan itu. “Coconut” dinyanyikan setelah melontarkan permintaan khusus agar penonton “pura-pura sudah tahu lagunya walau sebenarnya tidak tahu”.

Meski belum terlalu familier, lagu yang dirilis tahun lalu itu tetap membuat pengunjung Soundrenaline asyik bergoyang.

“Ingatlah Hari Ini” menjadi penutup yang manis dari pertunjukan menghibur yang mungkin bakal bertahan lama di ingatan penonton semalam.

Baca juga: Project Pop tetap berjalan meski tanpa Oon

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019