BTS menangkan Daesang di Seoul Music Awards 2019

Jakarta (ANTARA News) – Boy group Bangtan Sonyeondan (BTS) memenangkan Daesang (hadiah utama) di perhelatan Seoul Music Awards ke-28 yang berlangsung, kemarin (15/1) di Seoul. 

Selain itu, grup beranggotakan RM, Jin, Suga, J-hope, Jimin, V dan Jungkook itu juga membawa pulang tiga trofi termasuk Bonsang (penghargaan utama) dan penghargaan Album Terbaik untuk “Love Yourself: Tear.” Ini adalah tahun kedua berturut-turut BTS memenangkan Daesang dari Seoul Music Awards, seperti dilansir dari Soompi, Selasa (15/1). 

“Pertama, aku dengan tulus berterima kasih kepada ARMY di seluruh dunia karena memberi kami Daesang ini dua kali, ketika sulit bagi seorang musisi untuk menerimanya sekali pun. Kalian menginspirasi kami ketika kami bekerja di musik dan memberi kami energi saat kami tampil,” kata RM. 

“Aku mencari video dari awal debut kami untuk melihat mengapa kami bekerja sangat keras, mengapa kami memulai ini, mengapa tujuh anggota kami datang ke Big Hit dan membentuk grup yang dikenal sebagai BTS. Pada akhirnya aku melihat musik, pertunjukan dan kalian semua. Kami akan bekerja keras. Kami sayang kalian,” sambung leader BTS itu. 

Selanjutnya Jungkook, personel termuda BTS juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak termasuk Army (penggemar BTS) atas penghargaan yang diberikan pada grupnya. 

“Terima kasih telah mengizinkan kami untuk mengetahui kehidupan yang begitu berharga. Sejak kami debut sebagai BTS, kalian selalu berkomunikasi dengan kami dan bersama-sama ada bersama kami. ARMY ada di hati kami, dan kami ada di hati kalian. Ah, kami benar-benar bekerja sangat keras hari ini dan aku merasa bangga. Aku sangat menyayangi kalian, dan aku berterima kasih. ARMY, aku mencintaimu!,” ujar dia. 

Ketika ada yang bertanya rencanan BTS setelah ini, Suga mengatakan bahwa grupnya akan kembali ke studio untuk mengerjakan album mereka.

Baca juga: BTS, Stray Kids, idola K-Pop ramaikan Seoul Music Awards 2019

Baca juga: BTS catatkan rekor baru di YouTube

Baca juga: Jumlah penggemar “hallyu” di dunia meningkat, salah satunya berkat BTS

Baca juga: BTS akan punya boneka resmi, berapa harganya?

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

NTRL tak menyangka sudah berusia 25 tahun

Jakarta (ANTARA News) – Grup band NTRL tidak menyangka telah 25 tahun berkarier di dunia musik pada tahun ini.

Gue sih enggak pernah nyangka bisa sejauh ini. Karena yang gue pikirin cuma berkarya-berkarya aja pokoknya,” ujar Bagus dalam peluncuran boxset “NTRL XXV” di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

25 tahun berkontribusi di Industri musik bukan waktu yang sebentar. Namun karena dijalani dengan kesenangan, grup band NTRL tidak merasa telah melewati perjalanan panjang.

NTRL terdiri dari Bagus (vokal dan bass), Coky (gitar) dan Eno (drum). Awalnya, band ini bernama NETRAL, namun pada 2015 mereka berganti nama menjadi NTRL. 

Hal ini dikarenakan mantan personelnya, Bimo mematenkan nama tersebut sehingga NTRL tidak boleh menggunakan nama itu lagi. Dalam perjalanannya, NTRL telah memiliki 14 album dan berganti personel sebanyak dua kali.

Baca juga: Rayakan 25 tahun, NTRL rilis boxset

Menurut Bagus yang sudah ada sejak NTRL pertama didirikan, perjalanan 25 tahun sangat luar biasa. Selama bersama NTRL, ia pun tidak pernah merasakan duka.

“25 enggak terasa. Dari ngeband-ngeband enggak jelas, bikin demo album, diterima jadi album pertama, ganti personel dan punya 14 album itu luar biasa banget,” kata Bagus.

“Karena kita kebanyakan sukanya sih,” lanjutnya.

Baca juga: Kelucuan NTRL saat manggung

NTRL sendiri awal tidak sadar jika usia band mereka sudah 25 tahun. Menurut Bagus, Coky dan Eno, justru yang mengingatkan adalah orang lain.

“Kita enggak pernah perhatiin timeline juga sih. Bikin lagu aja terus, yang ngingetin orang lain justru. Kalau kita bertiga (formasi Bagus, Coky, Eno) udah 15 tahun cuma enggak kerasa kayak baru kenal kemaren,” jelas Coky.

Baca juga: Ganti nama, NTRL ingin lebih segar

Baca juga: Nama baru, NTRL luncurkan album baru

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rayakan 25 tahun, NTRL rilis boxset

Jakarta (ANTARA News) – Merayakan ulang tahun yang ke 25 tahun, grup band NTRL merilis boxset “NTRL XXV” yang terdiri dari dua CD album, DVD film dokumenter dan T-Shirt.

Boxset tersebut merupakan sebuah persembahan bagi para penggemar NTRL yang selalu setia mengikuti perjalanan musik mereka. Item koleksi ini pun dijual secara eksklusif sehingga cocok untuk menjadi koleksi para die hard fans NTRL.

Untuk album yang terdapat dalam boxset, berisi 26 lagu yang terdiri dari tujuh lagu baru dan 19 lagu lama yang diaransemen ulang. Sedangankan DVD film dokumenternya, bercerita tentang sejarah awal mula band NETRAL, pembuatan album perdana, keluarnya personel hingga perubahan nama band menjadi NTRL.

“Kenapa akhirnya kita tertarik bikin ini, karena kita bertiga lahir di era album fisik. Kalau bikim album ya harus ada fisiknya. Jadi pas ada tawaran bikin boxset ini, kenapa enggak. Unik juga,” ujar Bagus, vokalis sekaligus basis NTRL dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.

“Kita juga belum pernah punya packaging kayak gini. Sebelumnya kita pernah kolaborasi bikin sepatu sama Saint Barkeley,” kata Coky, gitaris NTRL menambahkan.

NTRL berharap, hadirnya boxset ini bisa membangkitkan semangat pecinta musik untuk kembali menyukai album fisik yang mulai hilang.

“Kita sih enggak ada target, ya sebanyak-banyaknya aja pokoknya,” ungkap Bagus.

Boxset NTRL dijual dengan harga Rp350 ribu. Setiap box juga disertai dengan sertifikat kepemilikan.

Baca juga: Kelucuan NTRL saat manggung

Baca juga: Ganti nama, NTRL ingin lebih segar

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sembilan grup musik berbagi cerita di panggung Love Festival Vol.3

Jakarta (ANTARA News) – Perhelatan Love Festival kembali hadir di tahun ketiganya yang akan diselenggarakan pada tanggal 8 Februari 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Festival musik yang dipromotori oleh Berlian Entertainment, Hype Festival, dan Panorama Live ini akan menyuguhkan konsep berbeda dari dua penyelenggaraan sebelumnya.

Love Festival Vol.3 kali ini akan menghidupkan kisah perjalanan, cinta, persahabatan dan perpisahan dengan menghadirkan 9 grup musik yang akan berbagi ceritanya masing-masing.

“Secara konsep Love Festival punya perbedaan dari festival lain dalam bentuk experience. Tahun pertama itu kita bertepatan dengan Kahitna 30 tahun, tahun kedua temanya women power dan semua penampil wanita, tahun ini lebih ke story. Kita akan buat sembilan cerita,” ujar Dino Hamid selaku CEO Berlian Entertainment dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Salah satu grup musik yang akan tampil di Love Festival Vol.3 adalah Maliq & D’Essentials yang akan tampil dengan formasi awal, sekaligus memperingati ulang tahun ke-17.

“Kita ajak teman-teman Maliq yang dari awal gabung kayak Satrio (Alexa), dia ikut sama Maliq lama banget selama 7 tahun. Terus ada Ifa Fachir, dia ikut lebih lama dari Satrio hampir 11 tahun,” kata Indah, vokalis Maliq & D’Essentials.

Grup musik lain yang akan tampil adalah Padi Reborn yang akan membawa tema “Love and Harmony”, lalu ada Element yang akan bereuni, tak ketinggalan Project Pop yang membawa tema “5 Bodies 6 Souls”.

Penggemar Kerispatih juga akan dihibur dengan penampilan reuni dari Badai dan Sammy Simorangkir di atas panggung, kemudian ada Nidji yang akan memperkenalkan vokalis baru sepeninggal Giring yang memutuskan berpolitik.
 
Kemudian ada Yovie & Nuno yang akan mengajak semua musisi yang pernah bekerja sama. Gigi juga akan meriahkan pertunjukan dengan membawa personel lamanya dalam satu panggung, dan terakhir ada Pure Saturday yang akan tampil dengan Suar, yang merupakan vokalis lama band indie asal Bandung tersebut.

Tiket pertunjukan Love Festival Vol.3 dijual dari harga Rp500.000 hingga Rp1.500.000. Informasi lebih lanjut bisa akses situs www.lovefestindo.com.

Baca juga: Padi Reborn tampil di 90’s Festival 2018

Baca juga: Menlu Retno ikut bergoyang bersama Maliq & d’Essentials

Baca juga: Tanpa Giring, Nidji akan ubah gaya musik

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019